Budidaya Tanaman
Pangan
BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG
Pengertian
Tanaman
Pangan
Budidaya
Tanaman
Jagung
Budidaya
Tanaman
Pangan Secara
Umum
Macam
Macam Jenis
Tanaman
Pangan
Pengertian Tanaman Pangan
Pangan diartikan sebagai segala sesuatu yang bersumber dari sumber hayati dan
air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah. Pangan diperuntukkan bagi konsumsi
manusia sebagai makanan atau minuman, termasuk bahan tambahan pangan,
bahan baku pangan, dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam proses
penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.
Komoditas pangan harus mengandung zat gizi yang terdiri atas karbohidrat,
protein, lemat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan
kesehatan manusia.
Macam-macam Jenis Tanaman
Pangan
SEREALIA :
A. Padi (oryza sativa)
Padi atau nama latinnya adalah oryza sativa
memiliki batang yang tersusun dari rangkaian ruas-
ruas, antar ruas dipisahkan oleh buku. Ruas batang
padi, dalamnya berongga. Semakin ke bawah,
jarak antar buku semakin pendek dan bahkan
sangat sulit membedakannya sebagai ruas-ruas
batang yang berdiri sendiri.Peristiwa ini disebut
dengan pertunasan padi. Memiliki akar berserabut.
Padi juga merupakan tanaman pangan yang
pokok utama bagi masyarakat indonesia
khususnya.
Gandum (Triticum spp.)
Gandum adalah sekelompok tanaman serealia
dari suku padi-padian yang kaya akan
karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk
memproduksi tepung terigu, atau pakan ternak.
Pada umumnya, biji gandum (kernel) berbentuk
opal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3
mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum
memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari
tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian
endosperma, dan bagian lembaga (germ).
Biji-bijian
A. Kacang tanah (arashis hypogeae)
Kacang tanah dapat ditanam dilahan kering
dan lahan sawah, sesudah panen padi.
Kacang tanah memiliki batang yang
bercabang dengan tinggi tanaman antara
38-68cm.
B. Kedelai (glycine
max)
Kedelai merupakan
tanaman semusim,
dengan tinggi
tanaman antara 40 –
90 cm, memiliki daun
tunggal atau daun
bertiga. Daun dan
polong kedelai
memiliki bulu.
c. Kacang hijau (phaseolus
vulgaris)
Tanaman kacang hijau
merupakan tanaman
pangan semusim yang
mempunyai umur panen
antara 55-65 hari setelah
ditanam. Kacang hijau
dapat ditanam di lahan
kering maupun di lahan
sawah sesudah panen padi.
Jagung
 Jagung merupakan tanaman semusim. Satu siklus
hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama
dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan
paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
 Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun
tanaman jagung umumnya berketinggian 1 m sampai 3 m,
ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m. Tinggi
tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas
teratas sebelum bunga jantan.
BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
 Sumber Daya Yang Dibutuhkan Dalam Tanaman Pangan
1. Persiapan lahan/media tanaman
2. Persiapan benih dan penanaman
3. Pemupukan
4. Pengendalian Organisme pengganggu tanaman
5. Panen dan Pascapanen
1. Pengelohan Tanah
Pengertian: tindakan untuk persiapan lahan untuk menyiapkan
penanaman.
Pengolahan lahan dilakukan untuk menyiapkan lahan sampai siap
ditanami. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul lalu
dihaluskan hingga gembur. Pembajakan dapat dilakukan dengan cara
tradisional ataupun mekanisasi.
Standar penyiapan lahan
 Lahan petani yang digunakan harus bebas dari pencemaran limbah
beracun.
 Penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan baik agar struktur
tanah menjadi gembur dan beraerasi baik sehingga perakaran dapat
berkembang secara optimal.
 Penyiapan lahan harus menghindarkan terjadinya erosi permukaan
tanah, kelongsoran tanah, dan atau kerusakan sumber daya lahan.
2. Persiapan Benih dan
Penanaman
Benih yang akan ditanam sudah disiapkan sebelumnya. Umunya,
benih tanaman pangan ditanam langsung tanpa didahului dengan
penyemaian. Benih ditanam dengan cara ditugal (pelubang pada
tanah) sesuai jarak tanam yang dianjurkan untuk setiap tanaman.
Penyiapan Bahan Tanaman
1.Pemilihan varietas
2.Bibit unggul
3.Pembibitan
3. Pemupukan
Pemupukan bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Pemupukan dilakukan setelah benih ditanam. Pupuk dapat
diberikan sekaligus pada saat tanam atau sebagian diberikan saat tanam dan sebagian
lagi pada beberapa minggu setelah tanam.
Pemberian pupuk mengacu pada hasil analisis kesuburan tanah dan kebutuhan
tanaman :
 Penyemprotan pupuk cair pada tajuk tanaman (foliar sprays) tidak boleh
meninggalkan residu zat-zat kimia berbahaya pada saat tanaman dipanen
 Mengutamakan penggunaan pupuk organic serta disesuaikan dengan kebutuhan
tanaman dan kondisi fisik tanah.
 Penggunaan pupuk tidak boleh mengakibatkan terjadinya pencemaran air atau air
tanah dan sumber air.
4. Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiraman, dan
pembumbunan.
 Penyiraman : untuk menjaga agar tanah tetap lembab.
 Penyulaman : Kegiatan menanam kembali untuk mengganti benih
yang tidak tumbuh atau tidak numbuh normal.
 Pembumbunan : untuk menutup pangkal batang dengan tanah.
5. Pengendalian OPT (Organisme
pengganggu tanaman)
 Pengendalian OPT harus disesuaikan dengan tingkat serangan.
Pengendalian OPT dapat dilakukan secara manual maupun
dengan pestisida.
6. Panen dan Pascapanen
Panen adalah tahap terakhir dari budidaya tanaman pangan. Setelah panen hasil
panen akan memasuki tahap pascapanen.
 Standar panen
 Pemanenan harus dilakukan pada umur/waktu yang tepat.
 Cara pemanenan tanaman pangan harus sesuai dengan teknik dan anjuran baku
untuk setiap jenis tanaman sehingga diperoleh mutu hasil panen yang tinggi, tidak
rusak, tetap segar dalam waktu lama, dan meminimalkan tingkat kehilangan hasil
 Panen bisa dilakukan dengan cara manual maupun dengan alat mesin pertanian.
Budidaya
Tanaman Jagung
Tanaman Jagung
 Jagung merupakan tanaman pangan yang banyak digunakan
untuk bahan makanan pokok. Jagung juga merupakan tanaman
semusim. Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh
pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan
paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
 Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman
jagung umumnya berketinggian 1 m sampai 3 m, ada varietas yang
dapat mencapai tinggi 6 m. Tinggi tanaman biasa diukur dari
permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan.
JENIS JAGUNG
Jagung Gigi Kuda (Dent Corn)  biji kuning besar
Jagung Mutiara (Flint Corn)  biji putih
Jagung Tepung (Flour Corn)  biji kuning kecil lunak
Jagung Manis (Sweet Corn)  biji kuning dan keriput jika
kering
Jagung Brondong (Pop Corn)  biji kuning lonjong runcing
Jagung Tunik (tiap biji berkelobot )
Jagung Ketan (waxy corn)
19
20
Dent maize - Z. indentata Sturt.
21Dent maize (colour)- Z. indentata Sturt.
22
Flint maize - Z. indurata Sturt.
Flourcorn
23
24Sweet corn - Z. saccharata Sturt. (syn. rugosa Bonof.)
25
Popcorn - Z. everata Sturt
26Pod corn - Z. tunicata Sturt
27
Waxy maize - Z. ceritina Kulesh.
Budidaya Tanaman Jagung
Aspek Budidaya
Budidaya tanaman jagung pada umumnya tidaklah terlalu sulit,
karena tanaman ini sangat cocok tumbuh di Indonesia yang memiliki
iklim tropis. Tanaman jagung mempunyai kemampuan beradaptasi
terhadap tanah, baik jenis tanah lempung berpasir maupun tanah
lempung dengan pH tanah 6-8. Jagung ini kebanyakan ditanam di
dataran rendah, baik sawah tadah hujan maupun sawah irigasi.
Sebagian terdapat juga di daerah pergunungan pada ketinggian
1000-1800 m di atas permukaan laut.
Syarat Tumbuh
i. Iklim
Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian
dari sinar matahari, curah hujan, temperatur, kelembaban, dan angin.
Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari
cukup dan jangan terlindung oleh pohon-pohon atau bangunan. Bila
tidak terdapat penyinaran dari matahari, hasilnya akan berkurang.
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada
fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air.
Kami mulai menanam jagung pada awal musim hujan. Suhu
optimumnya antara 23 0C–300 C.
ii. Media Tanam
Media tanam yang digunakan dalam budidaya jagung ini tidak memerlukan
persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur, dan kaya humus
agar berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5.
iii. Ketinggian Tempat
Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Ketinggian
antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl.
Pedoman Budidaya
I. Syarat Benih
 Bermutu tinggi baik genetik, fisik, dan fisiologi (jagung manis hibrida varietas sweet boy).
Daya tumbuh benih lebih dari 90% dan bersetifikat. Kebutuhan benih pada lahan 20 m X 80
m ± 18 g atau sekitar 128 benih.
 II. Pengolahan Lahan
 Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa rumput yang cukup banyak
dicangkul (dibalikan) untuk menjadi pupuk organik dikembalikan ke dalam tanah. Tanah
yang akan ditanami, dicangkul sedalam 20-30 cm, kemudian diratakan. Dibuat bedengan
atau jalur lahan seluas 80 cm X 40 cm.
III. Pemupukan
 a. Seminggu sebelum benih di tanam ke lubang tanam, diberikan 0,31 kg pupuk
kandang per lubang tanam untuk mengembalikan unsur hara dalam tanah
 b. Pada saat tanam, diberikan Urea 12,5 gram/lubang tanam; SP36 6,25
gram/lubang tanam; dan KCl 2,08 gram/lubang tanam, cara pemberiannya
adalah dengan tugal pada jarak 5 cm dari lubang tanam dan ditutup lagi
 c. Susulan I, pada saat umur 21 HST dengan Urea 12,5 gram/lubang tanam; SP36
6,25 gram/lubang tanam; dan KCl 2,08 gram/lubang tanam ditugal dengan
jarak 10 cm dari lubang tanam dan ditutup lagi
 d. Susulan II, pada umur 35 HST pemberian Urea sebanyak 12,5 gram/lubang
tanam; SP36 gram/ lubang tanam; dan KCl 2,08 gram/lubang tanam ditugal
dengan jarak 15 cm dari tanaman jagung
 e. Pemakaian furadan dapat diaplikasikan pada saat benih mulai ditanam
dengan cara menyebarkannya di sekitar benih sebanyak 0,5 gram per
tanaman.
 f. Untuk mencegah dari serangan hama lalat bibit, maka diberi insektisida granul
(WinGran 0,5 G) ke dalam lubang tanam dengan dosis 1 gram/lubang tanam.
Teknik Penanaman a. Penentuan Pola Tanaman
 b. Lubang Tanam dan Cara Tanam
Pemeliharaan Tanaman
a. Penjarangan dan Penyulaman
b. Penyiangan
c. Pembumbunan
d. Pengairan dan penyiraman
PERMASALAH UTAMA di LAPANGAN
 Biofisik
 Kesuburan tanah
 Kesesuaian iklim
 Varietas
 Gangguan hama dan
penyakit
 Teknik budidaya
35
 Sosial ekonomi
– Ketidaktahuan
– Ketersediaan sarana
produksi
– Pasar
– Modal usahatani
– Prilaku ekonomi
–
Kepercayaan/tahayul
Pengendalian OPT
 Pengendalian hama dan penyakit hanya dilakukan jika
dianggap perlu. Umumnya 2-3 semprot selama
pertumbuhan tanaman
 Hama
 Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)
 menyerang pada saat benih berkecambah.
 Pengendalian : berikan insektisida butiran pada saat tanam
(masukan dalam lubang benih) dengan dosis 10 kg/ha
 Penggerek batang (Ostrinia furnacalis) dan tongkol
(Heliothis armigera Hbn)
 Menyerang saat tanaman muda dan saat tongkol mulai
terbentuk.
 Pengendalian dengan menyemprot dengan insektisida cair yang
selektif
 Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hwfn.)
 Menyerang daun terutama malam hari
 Pengendalian dengan penyemprotan insektiisda cair
36
Lalat bibit (Atherigona exigua Stein) 37
Ostrinia furnacalis 38
Heliothis armigera 39
Agrotis ipsilon 40
Agrotis ipsilon 41
Pengendalian OPT
 Penyakit
 Bulai (Perenosclerospora maydis Rac.)
 penyakit penting jagung menyerang saat umur 2 – 3 minggu
 Pengendalian yang baik adalah dengan menanam varietas yang
tahan (Arjuna, Nakula, Kalingga, dan hibrida)
 Jika terpaksa menggunakan fungisida gunakan Ridomil 35 SD dengan
dosis 2 gram/kg sebagai perlakukan benih (campur dengan benih)
 Hawar daun (Helminthosporium turcicum Pass.)
 Gejalanya terdapat bercak coklat basah pada daun
 Pengendalian dengan menanan varietas yang resisten
 Gunakan fungisida yang efektif
 Karat (Puccinia polysora Underw.)
 Terdapat bercak kecil pada daun
 Busuk tongkol ( Rhozictonia zeae Voorhess.)
 Terlihat sebagai cendawan berwarna merah muda pada permukaan
kelobot
 Pengendalian dengan fungisida efektif
42
Perenosclerospora maydis 43
Helminthosporium turcicum 44
Helminthosporium turcicum 45
Puccinia polysora 46
Rhizoctonia zeae 47
48
Ustilago spp 49
Panen dan Pascapanen
 A. Ciri dan Umur Panen
 B. Cara Panen
 C. Pengupasan
 D. Pengeringan
 E. Pemipilan
 F. Penyortiran dan Penggolongan
50

Budidaya Tanaman Pangan (Jagung)

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Pengertian Tanaman Pangan Pangandiartikan sebagai segala sesuatu yang bersumber dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah. Pangan diperuntukkan bagi konsumsi manusia sebagai makanan atau minuman, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman. Komoditas pangan harus mengandung zat gizi yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia.
  • 4.
    Macam-macam Jenis Tanaman Pangan SEREALIA: A. Padi (oryza sativa) Padi atau nama latinnya adalah oryza sativa memiliki batang yang tersusun dari rangkaian ruas- ruas, antar ruas dipisahkan oleh buku. Ruas batang padi, dalamnya berongga. Semakin ke bawah, jarak antar buku semakin pendek dan bahkan sangat sulit membedakannya sebagai ruas-ruas batang yang berdiri sendiri.Peristiwa ini disebut dengan pertunasan padi. Memiliki akar berserabut. Padi juga merupakan tanaman pangan yang pokok utama bagi masyarakat indonesia khususnya.
  • 5.
    Gandum (Triticum spp.) Gandumadalah sekelompok tanaman serealia dari suku padi-padian yang kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, atau pakan ternak. Pada umumnya, biji gandum (kernel) berbentuk opal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ).
  • 6.
    Biji-bijian A. Kacang tanah(arashis hypogeae) Kacang tanah dapat ditanam dilahan kering dan lahan sawah, sesudah panen padi. Kacang tanah memiliki batang yang bercabang dengan tinggi tanaman antara 38-68cm.
  • 7.
    B. Kedelai (glycine max) Kedelaimerupakan tanaman semusim, dengan tinggi tanaman antara 40 – 90 cm, memiliki daun tunggal atau daun bertiga. Daun dan polong kedelai memiliki bulu.
  • 8.
    c. Kacang hijau(phaseolus vulgaris) Tanaman kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim yang mempunyai umur panen antara 55-65 hari setelah ditanam. Kacang hijau dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi.
  • 9.
    Jagung  Jagung merupakantanaman semusim. Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.  Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian 1 m sampai 3 m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan.
  • 10.
    BUDIDAYA TANAMAN PANGAN Sumber Daya Yang Dibutuhkan Dalam Tanaman Pangan 1. Persiapan lahan/media tanaman 2. Persiapan benih dan penanaman 3. Pemupukan 4. Pengendalian Organisme pengganggu tanaman 5. Panen dan Pascapanen
  • 11.
    1. Pengelohan Tanah Pengertian:tindakan untuk persiapan lahan untuk menyiapkan penanaman. Pengolahan lahan dilakukan untuk menyiapkan lahan sampai siap ditanami. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul lalu dihaluskan hingga gembur. Pembajakan dapat dilakukan dengan cara tradisional ataupun mekanisasi. Standar penyiapan lahan  Lahan petani yang digunakan harus bebas dari pencemaran limbah beracun.  Penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan baik agar struktur tanah menjadi gembur dan beraerasi baik sehingga perakaran dapat berkembang secara optimal.  Penyiapan lahan harus menghindarkan terjadinya erosi permukaan tanah, kelongsoran tanah, dan atau kerusakan sumber daya lahan.
  • 12.
    2. Persiapan Benihdan Penanaman Benih yang akan ditanam sudah disiapkan sebelumnya. Umunya, benih tanaman pangan ditanam langsung tanpa didahului dengan penyemaian. Benih ditanam dengan cara ditugal (pelubang pada tanah) sesuai jarak tanam yang dianjurkan untuk setiap tanaman. Penyiapan Bahan Tanaman 1.Pemilihan varietas 2.Bibit unggul 3.Pembibitan
  • 13.
    3. Pemupukan Pemupukan bertujuanmemberikan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemupukan dilakukan setelah benih ditanam. Pupuk dapat diberikan sekaligus pada saat tanam atau sebagian diberikan saat tanam dan sebagian lagi pada beberapa minggu setelah tanam. Pemberian pupuk mengacu pada hasil analisis kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman :  Penyemprotan pupuk cair pada tajuk tanaman (foliar sprays) tidak boleh meninggalkan residu zat-zat kimia berbahaya pada saat tanaman dipanen  Mengutamakan penggunaan pupuk organic serta disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi fisik tanah.  Penggunaan pupuk tidak boleh mengakibatkan terjadinya pencemaran air atau air tanah dan sumber air.
  • 14.
    4. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaanmeliputi penyulaman, penyiraman, dan pembumbunan.  Penyiraman : untuk menjaga agar tanah tetap lembab.  Penyulaman : Kegiatan menanam kembali untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau tidak numbuh normal.  Pembumbunan : untuk menutup pangkal batang dengan tanah.
  • 15.
    5. Pengendalian OPT(Organisme pengganggu tanaman)  Pengendalian OPT harus disesuaikan dengan tingkat serangan. Pengendalian OPT dapat dilakukan secara manual maupun dengan pestisida.
  • 16.
    6. Panen danPascapanen Panen adalah tahap terakhir dari budidaya tanaman pangan. Setelah panen hasil panen akan memasuki tahap pascapanen.  Standar panen  Pemanenan harus dilakukan pada umur/waktu yang tepat.  Cara pemanenan tanaman pangan harus sesuai dengan teknik dan anjuran baku untuk setiap jenis tanaman sehingga diperoleh mutu hasil panen yang tinggi, tidak rusak, tetap segar dalam waktu lama, dan meminimalkan tingkat kehilangan hasil  Panen bisa dilakukan dengan cara manual maupun dengan alat mesin pertanian.
  • 17.
  • 18.
    Tanaman Jagung  Jagungmerupakan tanaman pangan yang banyak digunakan untuk bahan makanan pokok. Jagung juga merupakan tanaman semusim. Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.  Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian 1 m sampai 3 m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan.
  • 19.
    JENIS JAGUNG Jagung GigiKuda (Dent Corn)  biji kuning besar Jagung Mutiara (Flint Corn)  biji putih Jagung Tepung (Flour Corn)  biji kuning kecil lunak Jagung Manis (Sweet Corn)  biji kuning dan keriput jika kering Jagung Brondong (Pop Corn)  biji kuning lonjong runcing Jagung Tunik (tiap biji berkelobot ) Jagung Ketan (waxy corn) 19
  • 20.
    20 Dent maize -Z. indentata Sturt.
  • 21.
    21Dent maize (colour)-Z. indentata Sturt.
  • 22.
    22 Flint maize -Z. indurata Sturt.
  • 23.
  • 24.
    24Sweet corn -Z. saccharata Sturt. (syn. rugosa Bonof.)
  • 25.
    25 Popcorn - Z.everata Sturt
  • 26.
    26Pod corn -Z. tunicata Sturt
  • 27.
    27 Waxy maize -Z. ceritina Kulesh.
  • 28.
    Budidaya Tanaman Jagung AspekBudidaya Budidaya tanaman jagung pada umumnya tidaklah terlalu sulit, karena tanaman ini sangat cocok tumbuh di Indonesia yang memiliki iklim tropis. Tanaman jagung mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap tanah, baik jenis tanah lempung berpasir maupun tanah lempung dengan pH tanah 6-8. Jagung ini kebanyakan ditanam di dataran rendah, baik sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Sebagian terdapat juga di daerah pergunungan pada ketinggian 1000-1800 m di atas permukaan laut.
  • 29.
    Syarat Tumbuh i. Iklim Faktor-faktoriklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian dari sinar matahari, curah hujan, temperatur, kelembaban, dan angin. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan jangan terlindung oleh pohon-pohon atau bangunan. Bila tidak terdapat penyinaran dari matahari, hasilnya akan berkurang. Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Kami mulai menanam jagung pada awal musim hujan. Suhu optimumnya antara 23 0C–300 C.
  • 30.
    ii. Media Tanam Mediatanam yang digunakan dalam budidaya jagung ini tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur, dan kaya humus agar berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. iii. Ketinggian Tempat Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl.
  • 31.
    Pedoman Budidaya I. SyaratBenih  Bermutu tinggi baik genetik, fisik, dan fisiologi (jagung manis hibrida varietas sweet boy). Daya tumbuh benih lebih dari 90% dan bersetifikat. Kebutuhan benih pada lahan 20 m X 80 m ± 18 g atau sekitar 128 benih.  II. Pengolahan Lahan  Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa rumput yang cukup banyak dicangkul (dibalikan) untuk menjadi pupuk organik dikembalikan ke dalam tanah. Tanah yang akan ditanami, dicangkul sedalam 20-30 cm, kemudian diratakan. Dibuat bedengan atau jalur lahan seluas 80 cm X 40 cm.
  • 32.
    III. Pemupukan  a.Seminggu sebelum benih di tanam ke lubang tanam, diberikan 0,31 kg pupuk kandang per lubang tanam untuk mengembalikan unsur hara dalam tanah  b. Pada saat tanam, diberikan Urea 12,5 gram/lubang tanam; SP36 6,25 gram/lubang tanam; dan KCl 2,08 gram/lubang tanam, cara pemberiannya adalah dengan tugal pada jarak 5 cm dari lubang tanam dan ditutup lagi  c. Susulan I, pada saat umur 21 HST dengan Urea 12,5 gram/lubang tanam; SP36 6,25 gram/lubang tanam; dan KCl 2,08 gram/lubang tanam ditugal dengan jarak 10 cm dari lubang tanam dan ditutup lagi  d. Susulan II, pada umur 35 HST pemberian Urea sebanyak 12,5 gram/lubang tanam; SP36 gram/ lubang tanam; dan KCl 2,08 gram/lubang tanam ditugal dengan jarak 15 cm dari tanaman jagung  e. Pemakaian furadan dapat diaplikasikan pada saat benih mulai ditanam dengan cara menyebarkannya di sekitar benih sebanyak 0,5 gram per tanaman.  f. Untuk mencegah dari serangan hama lalat bibit, maka diberi insektisida granul (WinGran 0,5 G) ke dalam lubang tanam dengan dosis 1 gram/lubang tanam.
  • 33.
    Teknik Penanaman a.Penentuan Pola Tanaman  b. Lubang Tanam dan Cara Tanam
  • 34.
    Pemeliharaan Tanaman a. Penjarangandan Penyulaman b. Penyiangan c. Pembumbunan d. Pengairan dan penyiraman
  • 35.
    PERMASALAH UTAMA diLAPANGAN  Biofisik  Kesuburan tanah  Kesesuaian iklim  Varietas  Gangguan hama dan penyakit  Teknik budidaya 35  Sosial ekonomi – Ketidaktahuan – Ketersediaan sarana produksi – Pasar – Modal usahatani – Prilaku ekonomi – Kepercayaan/tahayul
  • 36.
    Pengendalian OPT  Pengendalianhama dan penyakit hanya dilakukan jika dianggap perlu. Umumnya 2-3 semprot selama pertumbuhan tanaman  Hama  Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)  menyerang pada saat benih berkecambah.  Pengendalian : berikan insektisida butiran pada saat tanam (masukan dalam lubang benih) dengan dosis 10 kg/ha  Penggerek batang (Ostrinia furnacalis) dan tongkol (Heliothis armigera Hbn)  Menyerang saat tanaman muda dan saat tongkol mulai terbentuk.  Pengendalian dengan menyemprot dengan insektisida cair yang selektif  Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hwfn.)  Menyerang daun terutama malam hari  Pengendalian dengan penyemprotan insektiisda cair 36
  • 37.
    Lalat bibit (Atherigonaexigua Stein) 37
  • 38.
  • 39.
  • 40.
  • 41.
  • 42.
    Pengendalian OPT  Penyakit Bulai (Perenosclerospora maydis Rac.)  penyakit penting jagung menyerang saat umur 2 – 3 minggu  Pengendalian yang baik adalah dengan menanam varietas yang tahan (Arjuna, Nakula, Kalingga, dan hibrida)  Jika terpaksa menggunakan fungisida gunakan Ridomil 35 SD dengan dosis 2 gram/kg sebagai perlakukan benih (campur dengan benih)  Hawar daun (Helminthosporium turcicum Pass.)  Gejalanya terdapat bercak coklat basah pada daun  Pengendalian dengan menanan varietas yang resisten  Gunakan fungisida yang efektif  Karat (Puccinia polysora Underw.)  Terdapat bercak kecil pada daun  Busuk tongkol ( Rhozictonia zeae Voorhess.)  Terlihat sebagai cendawan berwarna merah muda pada permukaan kelobot  Pengendalian dengan fungisida efektif 42
  • 43.
  • 44.
  • 45.
  • 46.
  • 47.
  • 48.
  • 49.
  • 50.
    Panen dan Pascapanen A. Ciri dan Umur Panen  B. Cara Panen  C. Pengupasan  D. Pengeringan  E. Pemipilan  F. Penyortiran dan Penggolongan 50