DI SUSUN OLEH :
NAMA : MUHAMAD FAUZI
NPM : 19022013
FAKULTAS PERTANIAN
PRODI AGROTEKNOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LUWUK
TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan
rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “
BUDIDAYA JAGUNG “. Pada makalah ini kami banyak mengambil dari berbagai sumber
dan refrensi dan pengarahan dari berbagai pihak .oleh sebab itu, dalam kesempatan ini
kami mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penyusunan menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna,
untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk semua pihak yang membaca…
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN ...................................................................................
1.1 LATAR BELAKANG.............................................................................
BAB 2
PEMBAHASAN ..........................................................................................
1.2 CARA BUDIDAYA TANAMAN.........................................................
BAB 3
PENUTUP....................................................................................................
1.3 KESIMPULAN......................................................................................
1.4 SARAN...................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jagung merupakan salah satu komuditas utama yang banyak dibudidayakan oleh
masyarakat terutama di Indonesia. Jumlah jagung yang diproduksi oleh masyarakat belum
cukup untuk memenuhi permintaan pasar karena masih banyak masyarakat yang belum
mengetahui tentang bagaimana cara membudidayakan jagung yang benar dan baik dan
tanah atau lahan untuk tanaman jagung telah banyak dialih fungsikan sebagai gedung-
gedung dan lain-lain. Perusahaan swasta pun juga belum memproduksi jagung secara
optimal. Jagung juga sebagai makanan pokok di suatu daerah tertentu dan diubah menjadi
beberapa makanan ringan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sehingga kebutuhan
akan jagung meningkat di masyarakat.
Banyak kegunaan tanaman jagung selain sebagai makanan tetapi jagung dapat dijadikan
sebagai tepung, jagung rebus, jagung bakar dan lain-lain sehingga dapat meningkatkan
permintaan untuk tanaman jagung. Semakin banyak permintaan pasar maka akan
meningkatkan jumlah permintaan sehingga produksi tanaman atau barang akan semakin
menurun karena stok barang semakin menipis serta meningkatkan harga barang. Jagung
juga mengandung karbohidrat yang sangat banyak dibutuhkan oleh
masyarakat. Keunggulan komparatif dari tanaman jagung banyak diolah dalam bentuk
tepung, makanan ringan atau digunakan untuk bahan baku pakan ternak. Hampir seluruh
bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia baik langsung maupun tidak
langsung. Sejalan dengan perkembangan industri pengolah jagung dan perkembangan
sektor peternakan, permintaan akan jagung cenderung semakin meningkat.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara membudidayakan tanaman jagung?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui cara membudidayakan tanaman jagung.
BAB 2 PEMBAHASAN
1.2 Cara Budidaya Tanaman Jagung
A) Teknik Penanaman
1) Penyiapan Benih
a. Benih jagung komposit dapat diperoleh dari penanaman sendiri, dari jagung yang
tumbuh sehat.
b. Dari tanaman terpilih, diambil jagung yang tongkolnya besar, barisan biji lurus
dan penuh tertutup rapat oleh klobot, dan tidak terserang oleh hama penyakit.
c. Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-
30 kg/ha.
2) Perlakuan Benih
Sebelum benih ditanam, sebaiknya dicampur dengan fungisida, terutama apabila
diduga akan ada serangan jamur. Bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis,
sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran
dan sistemik.
B) Pengolahan Media Tanam
Pada saat pengolahan tanah setiap 3 m perlu disiapkan saluran air sedalam 20 cm
dan lebar 30 cm yang berfungsi untuk memasukkan air pada saat kekurangan air dan
pembuangan air pada saat air berlebih.
Tanah dengan pH kurang dari 5,0, harus dikapur 1 bulan sebelum tanam. Jumlah kapur
yang diberikan 1-3 ton/ha untuk 2-3 tahun disebar merata atau pada barisan tanaman,
Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan
tanaman atau menggunakan mineral zeolit dengan dosis sesuai dengan petunjuk
produsen.
C) Pemeliharaan
1. Penjarangan dan Penyulaman
Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai
dengan yang dikehendaki. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman sedangkan
yang dikehendaki hanya 2 atau l, maka tanaman tersebut harus dikurangi. Tanaman
yang tumbuhnya paling tidak baik dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam
tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh
dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh.
Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. Kegiatan
ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan
dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyulaman hendaknya
menggunakan benih dari jenis yang sama Waktu penyulaman paling lambat dua
minggu setelah tanam.
2. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu
(gulma). Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung
yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya
yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang
pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkram tanah. Hal ini biasanya
dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
3. Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah
lembab. Pengairan diperlukan pada saat pembentukan malai dan tongkol. Pemberian
air pada pertanaman jagung cukup sampai tingkat kapasitas lapang atau tidak sampai
tergenang. Pertanaman jagung yang terlalu kering dapat diairi melalui saluran
pemasukan air. Air yang diberikan cukup hanya menggenangi selokan yang ada,
dibiarkan satu malam dan pada pagi harinya sisa air dibuang.
D) Penyakit dan hama
Tanaman jagung terdiri atas akar,batang, daun, bunga dan biji. Beberapa jenis hama dan penyakit
tanaman jagung yang sering merusak dan menggangu pertumbuhan jagung dan mempengaruhi
produktivitas antara lain :
o Hama tanaman jagung, macam-macamnya : hama lundi, lalat bibit, ulat tanah, ulat daun,
penggerek batang, ulat tentara,ulat tongkol.
o Penyakit tanaman jagung, macam-macamnya : bulai, cendawan,bercak ungu, karat.
Sebelum terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman jagung tersebut maka dapat
dilaksanakan langkah-langkah pencegahan dengan cara:
 Penggunaan varietas bibit yang resisten
 Penggunaan teknik-teknik agronomi
 Penggunaan desinfektan pada benih yang akan ditanam
 Pemeliharaan dan pemanfaatan musuh-musuh alami
E) Panen dan pasca panen
Penanganan pasca panen bisa dengan cara pengeringan, pada umumnya dilakukan dengan
menghamparkan jagung dibawah terik matahari menggunakan alas tikar atau terpal. Pada waktu
cerah penjemuran dapat dilakukan selama 3-4 hari. Dapat juga menggunakan mesin grain dryer.
Kemudian jagung dipipil, agar segera dijemur kembali sampai kering konstan (kadar air kurang
lebih 12%) agar dapat disimpan lama, biasanya memerlukan waktu penjemuran 60 jam sinar
matahari.
Pengolahan jagung ada 2 macam yaitu :
1. Pengolahan basah (wet process),adalah pengolahan jagung yang dilakukan dengan
merendam jagung terlebih dahulu di dalam air sehingga menghancurkannya lebih mudah, dan
setelah itu dikeringkan.
2. Pengolahan kering (dry process), adalah pengolahan secara kering tanpa perendaman, biasanya
menghancurkannya lebih sukar dibandingkan dengan cara basah.
Penanganan pasca panen jagung adalah semua kegiatan yang dilakukan sejak jagung dipanen
sampai dipasarkan kepada konsumen, kegiatannya meliputi : pemanenan,pengangkutan,
pengeringan, penundaan, perontokan dan penyimpanan. Kegiatan penanganan pasca panen pada
umumnya dilakukan oleh petani, kelompok tani, koperasi dan para pedagang pengumpul serta
didukung oleh berbagai lembaga dalam masyarakat dalam satu kesatuan, maka disebut dengan
istilah Sistem Penanganan Pasca
BAB 3 PENUTUP
1.3 Kesimpulan
Dari berbagai pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dalam perencanaan usaha pertanian khususnya budidaya tanaman jagung perlu
mengetahui kondisi lingkungan yang sesuai dengan tanaman jagung.
2. Perencanaan yang disusun akan membutuhkan beberapa biaya yang diperlukan dalam
usaha pertanian sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan pada usaha
pertanian.
1.4 Saran
Usaha bidang pertanian dengan budidaya tanaman jagung sangat menguntungkan dilihat
dari analisis ekonominya tetapi dalam usaha perlu adanya perencanaan yang matang agar
tidak terjadi kesalahan dalam biaya maupun budidaya tanamannya.
DAFTAR PUSTAKA
Al Omran et al. 2012. Management of Irrigation Water Salinity in Greenhouse
Tomato Production under Calcareous Sandy Soil and Drip Irrigation. Journal Of
Agricultural Science And Technology. Vol 14:939-950.
Fitter dan Hay. 1992. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Kartasapoetra, Ance Gunarsih. 1990. Klimatologi Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan
Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara.
Salisbury dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid Dua Biokimia Tumbuhan Edisi
Keempat. Bandung: ITB.

Budidaya jagung

  • 1.
    DI SUSUN OLEH: NAMA : MUHAMAD FAUZI NPM : 19022013 FAKULTAS PERTANIAN PRODI AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LUWUK TAHUN 2019/2020
  • 2.
    KATA PENGANTAR Puji syukurkami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “ BUDIDAYA JAGUNG “. Pada makalah ini kami banyak mengambil dari berbagai sumber dan refrensi dan pengarahan dari berbagai pihak .oleh sebab itu, dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penyusunan menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pihak yang membaca…
  • 3.
    DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................... 1.1 LATAR BELAKANG............................................................................. BAB 2 PEMBAHASAN .......................................................................................... 1.2 CARA BUDIDAYA TANAMAN......................................................... BAB 3 PENUTUP.................................................................................................... 1.3 KESIMPULAN...................................................................................... 1.4 SARAN................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jagung merupakan salah satu komuditas utama yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat terutama di Indonesia. Jumlah jagung yang diproduksi oleh masyarakat belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang bagaimana cara membudidayakan jagung yang benar dan baik dan tanah atau lahan untuk tanaman jagung telah banyak dialih fungsikan sebagai gedung- gedung dan lain-lain. Perusahaan swasta pun juga belum memproduksi jagung secara
  • 4.
    optimal. Jagung jugasebagai makanan pokok di suatu daerah tertentu dan diubah menjadi beberapa makanan ringan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sehingga kebutuhan akan jagung meningkat di masyarakat. Banyak kegunaan tanaman jagung selain sebagai makanan tetapi jagung dapat dijadikan sebagai tepung, jagung rebus, jagung bakar dan lain-lain sehingga dapat meningkatkan permintaan untuk tanaman jagung. Semakin banyak permintaan pasar maka akan meningkatkan jumlah permintaan sehingga produksi tanaman atau barang akan semakin menurun karena stok barang semakin menipis serta meningkatkan harga barang. Jagung juga mengandung karbohidrat yang sangat banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Keunggulan komparatif dari tanaman jagung banyak diolah dalam bentuk tepung, makanan ringan atau digunakan untuk bahan baku pakan ternak. Hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Sejalan dengan perkembangan industri pengolah jagung dan perkembangan sektor peternakan, permintaan akan jagung cenderung semakin meningkat. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara membudidayakan tanaman jagung? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui cara membudidayakan tanaman jagung.
  • 5.
    BAB 2 PEMBAHASAN 1.2Cara Budidaya Tanaman Jagung A) Teknik Penanaman 1) Penyiapan Benih a. Benih jagung komposit dapat diperoleh dari penanaman sendiri, dari jagung yang tumbuh sehat. b. Dari tanaman terpilih, diambil jagung yang tongkolnya besar, barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot, dan tidak terserang oleh hama penyakit. c. Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20- 30 kg/ha. 2) Perlakuan Benih Sebelum benih ditanam, sebaiknya dicampur dengan fungisida, terutama apabila diduga akan ada serangan jamur. Bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis, sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik. B) Pengolahan Media Tanam Pada saat pengolahan tanah setiap 3 m perlu disiapkan saluran air sedalam 20 cm dan lebar 30 cm yang berfungsi untuk memasukkan air pada saat kekurangan air dan pembuangan air pada saat air berlebih. Tanah dengan pH kurang dari 5,0, harus dikapur 1 bulan sebelum tanam. Jumlah kapur yang diberikan 1-3 ton/ha untuk 2-3 tahun disebar merata atau pada barisan tanaman, Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman atau menggunakan mineral zeolit dengan dosis sesuai dengan petunjuk produsen. C) Pemeliharaan 1. Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau l, maka tanaman tersebut harus dikurangi. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh
  • 6.
    dilakukan, karena akanmelukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam. 2. Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkram tanah. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. 3. Pengairan dan Penyiraman Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab. Pengairan diperlukan pada saat pembentukan malai dan tongkol. Pemberian air pada pertanaman jagung cukup sampai tingkat kapasitas lapang atau tidak sampai tergenang. Pertanaman jagung yang terlalu kering dapat diairi melalui saluran pemasukan air. Air yang diberikan cukup hanya menggenangi selokan yang ada, dibiarkan satu malam dan pada pagi harinya sisa air dibuang. D) Penyakit dan hama Tanaman jagung terdiri atas akar,batang, daun, bunga dan biji. Beberapa jenis hama dan penyakit tanaman jagung yang sering merusak dan menggangu pertumbuhan jagung dan mempengaruhi produktivitas antara lain : o Hama tanaman jagung, macam-macamnya : hama lundi, lalat bibit, ulat tanah, ulat daun, penggerek batang, ulat tentara,ulat tongkol. o Penyakit tanaman jagung, macam-macamnya : bulai, cendawan,bercak ungu, karat. Sebelum terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman jagung tersebut maka dapat dilaksanakan langkah-langkah pencegahan dengan cara:  Penggunaan varietas bibit yang resisten  Penggunaan teknik-teknik agronomi  Penggunaan desinfektan pada benih yang akan ditanam  Pemeliharaan dan pemanfaatan musuh-musuh alami
  • 7.
    E) Panen danpasca panen Penanganan pasca panen bisa dengan cara pengeringan, pada umumnya dilakukan dengan menghamparkan jagung dibawah terik matahari menggunakan alas tikar atau terpal. Pada waktu cerah penjemuran dapat dilakukan selama 3-4 hari. Dapat juga menggunakan mesin grain dryer. Kemudian jagung dipipil, agar segera dijemur kembali sampai kering konstan (kadar air kurang lebih 12%) agar dapat disimpan lama, biasanya memerlukan waktu penjemuran 60 jam sinar matahari. Pengolahan jagung ada 2 macam yaitu : 1. Pengolahan basah (wet process),adalah pengolahan jagung yang dilakukan dengan merendam jagung terlebih dahulu di dalam air sehingga menghancurkannya lebih mudah, dan setelah itu dikeringkan. 2. Pengolahan kering (dry process), adalah pengolahan secara kering tanpa perendaman, biasanya menghancurkannya lebih sukar dibandingkan dengan cara basah. Penanganan pasca panen jagung adalah semua kegiatan yang dilakukan sejak jagung dipanen sampai dipasarkan kepada konsumen, kegiatannya meliputi : pemanenan,pengangkutan, pengeringan, penundaan, perontokan dan penyimpanan. Kegiatan penanganan pasca panen pada umumnya dilakukan oleh petani, kelompok tani, koperasi dan para pedagang pengumpul serta didukung oleh berbagai lembaga dalam masyarakat dalam satu kesatuan, maka disebut dengan istilah Sistem Penanganan Pasca BAB 3 PENUTUP 1.3 Kesimpulan Dari berbagai pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Dalam perencanaan usaha pertanian khususnya budidaya tanaman jagung perlu mengetahui kondisi lingkungan yang sesuai dengan tanaman jagung. 2. Perencanaan yang disusun akan membutuhkan beberapa biaya yang diperlukan dalam usaha pertanian sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan pada usaha pertanian. 1.4 Saran Usaha bidang pertanian dengan budidaya tanaman jagung sangat menguntungkan dilihat dari analisis ekonominya tetapi dalam usaha perlu adanya perencanaan yang matang agar tidak terjadi kesalahan dalam biaya maupun budidaya tanamannya.
  • 8.
    DAFTAR PUSTAKA Al Omranet al. 2012. Management of Irrigation Water Salinity in Greenhouse Tomato Production under Calcareous Sandy Soil and Drip Irrigation. Journal Of Agricultural Science And Technology. Vol 14:939-950. Fitter dan Hay. 1992. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Kartasapoetra, Ance Gunarsih. 1990. Klimatologi Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara. Salisbury dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid Dua Biokimia Tumbuhan Edisi Keempat. Bandung: ITB.