BENTUK-BENTUK
LAYANAN BIMBINGAN
DAN KONSELING
P P G B K D A L A M J A B A T A N
K E M E N T E R I A N R I S E T , T E K N O L O G I D A N P E N D I D I K A N T I N G G I
2 0 1 8
CAPAIAN DAN SUB CAPAIAN
PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan
Menguasai prosedur praksis pendidikan, Bimbingan dan Konseling, serta
subtansi keilmuan pendukungnya.
Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan
Setelah peserta mempelajari modul ini, peserta dapat menguasai materi
terkait bentuk-bentuk layanan Bimbingan dan Konseling.
BENTUK LAYANAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
Layanan BK secara
Langsung
Layanan BK secara
tidak Langsung
LAYANAN BK SECARA LANGSUNG
1. Konseling
Individual
2. Konseling
Kelompok
3. Bimbingan
Kelompok
4. Bimbingan Klasikal
5. Bimbingan Kelas
Besar/Lintas Kelas
6. Konsultasi
7. Kolaborasi 8. Alih Tangan Kasus 9. Kunjungan Rumah
10. Layanan
Advokasi
11. Konferensi Kasus
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SECARA TIDAK LANGSUNG
• Bentuk layanannya dapat dilakukan melalui layanan
pengembangan media.
• Konselor mengembangkan kemampuan untuk mengetahui
berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak,
media elektronik (media radio, media televisi), media
digital/media internet
• Beberapa bentuk layanan bimbingan dan konseling secara tidak
langsung yang akan dibahas mencakup: Papan Bimbingan,
Leaflet, dan Online Konseling
LAYANAN BIMBINGAN
DAN KONSELING
SECARA LANGSUNG
1. KONSELING INDIVIDUAL
• Merupakan layanan profesional yang diberikan
kepada individu yang mengalami berbagai bidang
masalah dilakukan secara tatap muka atau
memberdayakan teknologi, penyelesaiannya
membutuhkan bantuan guru BK atau konselor.
• Tujuan: untuk mencapai perkembangan secara
optimal, perumusan tujuan tersebut mengacu pada
tugas-tugas perkembangan
2. KONSELING KELOMPOK
• Merupakan layanan profesional dengan melandaskan kepada
dinamika dalam kelompok yang pengentasan masalahnya
membutuhkan kontribusi pengalaman dari anggota kelompok
• Karakteristik permasalahan lebih pada permasalahan
penyesuaian diri dan bersifat developmental
• Tujuan  mengentaskan masalah anggota kelompok melalui
dinamika dalam kelompok  terjadi perubahan persepsi, pola
pikir, wawasan, sikap dalam berperilaku
• Tahapan: Tahap awal, Tahap transisi, Tahap kerja, dan Tahap
pengakhiran.
3. BIMBINGAN KELOMPOK
• Bentuk layanan yang membahas suatu topik yang
menarik dan bersifat umum dengan berbasis dinamika
kelompok untuk mencapai tujuan dalam layanan
• Tujuan yang akan dicapai untuk menunjang
perkembangan pribadi dan perkembangan sosial bagi
masing-masing anggota kelompok
• Prosedur kegiatan bimbigan kelompok, terdiri dari pra
bimbingan, pelaksanaan dan pasca bimbingan
4. BIMBINGAN KLASIKAL
• Layanan ini dilakukan dalam seting kelas seperti
“pembelajaran”, sehingga pelaksanaannya
menggunakan strategi “pembelajaran” yang inovatif
dan kreatif.
• Namun layanan klasikal sangat berbeda dengan
pembelajaran pada mata pelajaran, lebih bersifat
preventif, pengembangan dan perseveratif
(pemeliharaan).
• Prosedur dan tahap yakni: persiapan, pelaksanaan,
dan evaluasi dan tindak lanjut
5. BIMBINGAN KELAS BESAR
/LINTAS KELAS
• Hampir sama dengan layanan bimbingan klasikal,
namun penyelenggaraannya pada kelas besar
atau lintas kelas.
• Layanannya bersifat preventif, pengembangan
dan perseveratif untuk semua bidang masalah
(belajar, sosial, pribadi dan karir).
• Tujuan memberikan pemahaman, wawasan,
inspirasi, ketrampilan berpikir dan motivasi untuk
mendukung perkembangan kepribadian yang
lebih mantap
6. KONSULTASI
• Dilakukan antara konsultan dan konsulti secara
face to face relationship yang melibatkan pihak
ke tiga, memperhatikan asa-asas konseling dan
teknik-teknik konsultasi
• Bersifat pemahaman dan pengentasan masalah
pihak ke tiga
• Tujuan memberikan pemahaman, wawasan
bagi konsulti agar komunikasi antar konsulti dan
pihak ke tiga menjadi lebih baik.
7. KOLABORASI
• Layanan bimbingan dan konseling untuk
melakukan kerjasama dengan pihak-pihak
lain
• Melalui kolaborasi tercipta interaksi yang
efektif diantara orang tua, komunitas, dan
lembaga-lembaga lainnya
• Tujuan –> membangunan kolaborasi yang
bersinergi antara guru BK atau konselor
dengan pihak lain, membuat layanan BK
semakin efektif dan efisien
8. ALIH TANGAN KASUS
• Membantu masalah individu dengan bantuan dari ahli lain yang lebih kompeten.
• Alih tangan kasus dapat berasal dari pihak sekolah, seperti kepala sekolah, wali kelas,
guru mata pelajaran.
• Kegiatan ini dilakukan manakala persoalan yang ditangani oleh konselor sudah berada
di luar kompetensinya
• Prosedur Alih Tangan Kasus:
(a) memilih ahli yang dirujuk dengan persetujuan klien dan orang tua;
(b) membawa catatan sejarah kasus untuk diserahkan ke ahli yang dituju;
(c) meminta ijin kepala sekolah untuk melakukan alih kasus ke ahli yang dirujuk;
(d) memberikan surat pengantar ke ahli yang dirujuk;
(e) konselor memantau perkembangan kasus dari ahli yang dirujuk;
(f) mengadministrasikan hasil rujukan.
9. KUNJUNGAN RUMAH
• Kegiatan yang dilakukan untuk mendeteksi kondisi
keluarga yang diduga menjadi penyebab masalah yang
dialami oleh individu.
• Tujuan kunjungan rumah:
a. Deteksi kondisi keluarga
b. Klarifikasi data
• Prosedur kunjungan rumah
1. Persiapan, mempersiapkan data apa yang akan diungkap
2. Pelaksanaan, konselor melakukan wawancara mendalam
3. Pengakhiran, konselor mengevaluasi hasil yang diperoleh
10. ADVOKASI
• Kegiatan yang dilakukan untuk mendampingi setiap individu
dalam bidang akademik, karir dan kebutuhan sosial atau
personal
• Lingkup pendampingan meliputi, permasalahan yang
mencederai hak-hak siswa di sekolah
• bertujuan untuk:
(a) memberikan rasa nyaman dan kebebasan psikologis tatkala siswa
mengikuti proses belajar di sekolah.
(b) guru BK atau konselor memberikan dukungan kepada setiap
siswa memperoleh kesempatan untuk meraih sukses di sekolah
11. KONFERENSI KASUS
• Suatu forum untuk mendiskusikan, mencari upaya solusi terhadap kasus yang
dialami oleh individu.
• Forum ini dipimpin oleh guru bimbingan dan konseling dengan pihak-pihak
terkait untuk memecahkan masalah individu.
• Prosedurnya:
a. Perencanaan, konselor menetapkan kasus; menyakinkan klien; memilih personel
peserta konferensi; menentukan jadwal; mempersiapkan kelengkapan
administrasi.
b. Pelaksanaan, menyampaikan tujuan; melakukan penstrukturan utamanya asas
kerahasiaan; menegaskan komitmen menyelesaikan kasus; membahas kasus;
menyimpulkan hasil konferensi kasus; menutup konferensi kasus.
c. Evaluasi. Melakukan evaluasi terhadap hasil konferensi sebagai pendukung
pengentasan masalah; mengevaluasi proses terselenggaranya konferensi kasus
d. Tindak lanjut, tahap ini dilakukan manakala hasil penanganan kasus masih
membutuhkan penanganan lebih lanjut
LAYANAN BIMBINGAN
DAN KONSELING SECARA
TIDAK LANGSUNG
PAPAN BIMBINGAN
• Papan bimbingan digunakan untuk mempertunjukkan materi-
materi bimbingan dan konseling yang berisi artikel, gambar,
bagan, poster, dan objek dalam bentuk tiga dimensi
• Papan bimbingan memberikan berbagai informasi yang perlu
diketahui oleh peserta didik
Misalnya: peraturan-peraturan sekolah, bimbingan cara belajar yang
baik (secara tertulis), kelanjutan studi, dan sebagainya
• Media papan bimbingan membantu guru bimbingan konseling
(BK) yang tidak masuk kelas, melalui media papan bimbingan,
guru BK dapat menyampaikan pesan kepada siswa tanpa harus
bertemu langsung
LEAFLET
• Leaflet adalah media layanan BK berupa
selembar kertas dengan desain tampilan
yang menarik
• Leaflet berisi informasi pada empat bidang
layanan, (seperti pribadi, sosial, karir dan
belajar), waktu dan tempat dari informasi
yang disampaikan.
• Media leaflet dapat dicetak dalam satu
halaman atau beberapa halaman dan bisa
dikemas dalam lipatan.
E-COUNSELING
• Kemajuan teknologi ini menuntut individu untuk mampu
merancang, membuat dan menggunakan serta
melaksanakan teknologi dalam kerja sehari-hari, termasuk
pelaksanaaan Bimbingan dan Konseling di sekolah
• Beberapa bentuk layanan konseling secara online dapat
dilakukan melalui internet/ e-counseling, layanan
konseling melalui e- mail, dan juga melalui chatting.
• Beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila konselor
hendak melakukan e-counseling, misalnya yang berkaitan
dengan kerahasiaan, lisensi, identitas diri, dan batasan
masalah.

Bentuk bentuk layanan bimbingan dan konseling

  • 1.
    BENTUK-BENTUK LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PP G B K D A L A M J A B A T A N K E M E N T E R I A N R I S E T , T E K N O L O G I D A N P E N D I D I K A N T I N G G I 2 0 1 8
  • 2.
    CAPAIAN DAN SUBCAPAIAN PEMBELAJARAN Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan Menguasai prosedur praksis pendidikan, Bimbingan dan Konseling, serta subtansi keilmuan pendukungnya. Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan Setelah peserta mempelajari modul ini, peserta dapat menguasai materi terkait bentuk-bentuk layanan Bimbingan dan Konseling.
  • 3.
    BENTUK LAYANAN BIMBINGANDAN KONSELING Layanan BK secara Langsung Layanan BK secara tidak Langsung
  • 4.
    LAYANAN BK SECARALANGSUNG 1. Konseling Individual 2. Konseling Kelompok 3. Bimbingan Kelompok 4. Bimbingan Klasikal 5. Bimbingan Kelas Besar/Lintas Kelas 6. Konsultasi 7. Kolaborasi 8. Alih Tangan Kasus 9. Kunjungan Rumah 10. Layanan Advokasi 11. Konferensi Kasus
  • 5.
    LAYANAN BIMBINGAN DANKONSELING SECARA TIDAK LANGSUNG • Bentuk layanannya dapat dilakukan melalui layanan pengembangan media. • Konselor mengembangkan kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital/media internet • Beberapa bentuk layanan bimbingan dan konseling secara tidak langsung yang akan dibahas mencakup: Papan Bimbingan, Leaflet, dan Online Konseling
  • 6.
  • 7.
    1. KONSELING INDIVIDUAL •Merupakan layanan profesional yang diberikan kepada individu yang mengalami berbagai bidang masalah dilakukan secara tatap muka atau memberdayakan teknologi, penyelesaiannya membutuhkan bantuan guru BK atau konselor. • Tujuan: untuk mencapai perkembangan secara optimal, perumusan tujuan tersebut mengacu pada tugas-tugas perkembangan
  • 8.
    2. KONSELING KELOMPOK •Merupakan layanan profesional dengan melandaskan kepada dinamika dalam kelompok yang pengentasan masalahnya membutuhkan kontribusi pengalaman dari anggota kelompok • Karakteristik permasalahan lebih pada permasalahan penyesuaian diri dan bersifat developmental • Tujuan  mengentaskan masalah anggota kelompok melalui dinamika dalam kelompok  terjadi perubahan persepsi, pola pikir, wawasan, sikap dalam berperilaku • Tahapan: Tahap awal, Tahap transisi, Tahap kerja, dan Tahap pengakhiran.
  • 9.
    3. BIMBINGAN KELOMPOK •Bentuk layanan yang membahas suatu topik yang menarik dan bersifat umum dengan berbasis dinamika kelompok untuk mencapai tujuan dalam layanan • Tujuan yang akan dicapai untuk menunjang perkembangan pribadi dan perkembangan sosial bagi masing-masing anggota kelompok • Prosedur kegiatan bimbigan kelompok, terdiri dari pra bimbingan, pelaksanaan dan pasca bimbingan
  • 10.
    4. BIMBINGAN KLASIKAL •Layanan ini dilakukan dalam seting kelas seperti “pembelajaran”, sehingga pelaksanaannya menggunakan strategi “pembelajaran” yang inovatif dan kreatif. • Namun layanan klasikal sangat berbeda dengan pembelajaran pada mata pelajaran, lebih bersifat preventif, pengembangan dan perseveratif (pemeliharaan). • Prosedur dan tahap yakni: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dan tindak lanjut
  • 11.
    5. BIMBINGAN KELASBESAR /LINTAS KELAS • Hampir sama dengan layanan bimbingan klasikal, namun penyelenggaraannya pada kelas besar atau lintas kelas. • Layanannya bersifat preventif, pengembangan dan perseveratif untuk semua bidang masalah (belajar, sosial, pribadi dan karir). • Tujuan memberikan pemahaman, wawasan, inspirasi, ketrampilan berpikir dan motivasi untuk mendukung perkembangan kepribadian yang lebih mantap
  • 12.
    6. KONSULTASI • Dilakukanantara konsultan dan konsulti secara face to face relationship yang melibatkan pihak ke tiga, memperhatikan asa-asas konseling dan teknik-teknik konsultasi • Bersifat pemahaman dan pengentasan masalah pihak ke tiga • Tujuan memberikan pemahaman, wawasan bagi konsulti agar komunikasi antar konsulti dan pihak ke tiga menjadi lebih baik.
  • 13.
    7. KOLABORASI • Layananbimbingan dan konseling untuk melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain • Melalui kolaborasi tercipta interaksi yang efektif diantara orang tua, komunitas, dan lembaga-lembaga lainnya • Tujuan –> membangunan kolaborasi yang bersinergi antara guru BK atau konselor dengan pihak lain, membuat layanan BK semakin efektif dan efisien
  • 14.
    8. ALIH TANGANKASUS • Membantu masalah individu dengan bantuan dari ahli lain yang lebih kompeten. • Alih tangan kasus dapat berasal dari pihak sekolah, seperti kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran. • Kegiatan ini dilakukan manakala persoalan yang ditangani oleh konselor sudah berada di luar kompetensinya • Prosedur Alih Tangan Kasus: (a) memilih ahli yang dirujuk dengan persetujuan klien dan orang tua; (b) membawa catatan sejarah kasus untuk diserahkan ke ahli yang dituju; (c) meminta ijin kepala sekolah untuk melakukan alih kasus ke ahli yang dirujuk; (d) memberikan surat pengantar ke ahli yang dirujuk; (e) konselor memantau perkembangan kasus dari ahli yang dirujuk; (f) mengadministrasikan hasil rujukan.
  • 15.
    9. KUNJUNGAN RUMAH •Kegiatan yang dilakukan untuk mendeteksi kondisi keluarga yang diduga menjadi penyebab masalah yang dialami oleh individu. • Tujuan kunjungan rumah: a. Deteksi kondisi keluarga b. Klarifikasi data • Prosedur kunjungan rumah 1. Persiapan, mempersiapkan data apa yang akan diungkap 2. Pelaksanaan, konselor melakukan wawancara mendalam 3. Pengakhiran, konselor mengevaluasi hasil yang diperoleh
  • 16.
    10. ADVOKASI • Kegiatanyang dilakukan untuk mendampingi setiap individu dalam bidang akademik, karir dan kebutuhan sosial atau personal • Lingkup pendampingan meliputi, permasalahan yang mencederai hak-hak siswa di sekolah • bertujuan untuk: (a) memberikan rasa nyaman dan kebebasan psikologis tatkala siswa mengikuti proses belajar di sekolah. (b) guru BK atau konselor memberikan dukungan kepada setiap siswa memperoleh kesempatan untuk meraih sukses di sekolah
  • 17.
    11. KONFERENSI KASUS •Suatu forum untuk mendiskusikan, mencari upaya solusi terhadap kasus yang dialami oleh individu. • Forum ini dipimpin oleh guru bimbingan dan konseling dengan pihak-pihak terkait untuk memecahkan masalah individu. • Prosedurnya: a. Perencanaan, konselor menetapkan kasus; menyakinkan klien; memilih personel peserta konferensi; menentukan jadwal; mempersiapkan kelengkapan administrasi. b. Pelaksanaan, menyampaikan tujuan; melakukan penstrukturan utamanya asas kerahasiaan; menegaskan komitmen menyelesaikan kasus; membahas kasus; menyimpulkan hasil konferensi kasus; menutup konferensi kasus. c. Evaluasi. Melakukan evaluasi terhadap hasil konferensi sebagai pendukung pengentasan masalah; mengevaluasi proses terselenggaranya konferensi kasus d. Tindak lanjut, tahap ini dilakukan manakala hasil penanganan kasus masih membutuhkan penanganan lebih lanjut
  • 18.
    LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELINGSECARA TIDAK LANGSUNG
  • 19.
    PAPAN BIMBINGAN • Papanbimbingan digunakan untuk mempertunjukkan materi- materi bimbingan dan konseling yang berisi artikel, gambar, bagan, poster, dan objek dalam bentuk tiga dimensi • Papan bimbingan memberikan berbagai informasi yang perlu diketahui oleh peserta didik Misalnya: peraturan-peraturan sekolah, bimbingan cara belajar yang baik (secara tertulis), kelanjutan studi, dan sebagainya • Media papan bimbingan membantu guru bimbingan konseling (BK) yang tidak masuk kelas, melalui media papan bimbingan, guru BK dapat menyampaikan pesan kepada siswa tanpa harus bertemu langsung
  • 20.
    LEAFLET • Leaflet adalahmedia layanan BK berupa selembar kertas dengan desain tampilan yang menarik • Leaflet berisi informasi pada empat bidang layanan, (seperti pribadi, sosial, karir dan belajar), waktu dan tempat dari informasi yang disampaikan. • Media leaflet dapat dicetak dalam satu halaman atau beberapa halaman dan bisa dikemas dalam lipatan.
  • 21.
    E-COUNSELING • Kemajuan teknologiini menuntut individu untuk mampu merancang, membuat dan menggunakan serta melaksanakan teknologi dalam kerja sehari-hari, termasuk pelaksanaaan Bimbingan dan Konseling di sekolah • Beberapa bentuk layanan konseling secara online dapat dilakukan melalui internet/ e-counseling, layanan konseling melalui e- mail, dan juga melalui chatting. • Beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila konselor hendak melakukan e-counseling, misalnya yang berkaitan dengan kerahasiaan, lisensi, identitas diri, dan batasan masalah.