MATERI DASAR-DASAR
BIMBINGAN KONSELING (BK)
I.Pendahuluan
 Alhamdulillah untuk kelangsungan QHJ ila yaumil qiyamah Ulil amri sudah
mengijtihadi dengan berbagai ijtihad terutama untuk pembinaan Generus melalui
PPG yang memiliki beberapa bidang.Salah satu bidang PPG adalah Bidang Bimbingan
Konseling (BK) yang dibentuk dengan tujuan menangani permasalahan yang muncul
dari Generus yang memerlukan bantuan bimbingan konseling dari Konselor yang
mempunyai keahlian khusus.Mulai permasalahan kurang percaya diri, tidak tertib
mengaji, kurang bisa bersosialisasi, kecanduan gadjet hingga masalah keluarga
diharapkan bisa terpecahkan.
 Untuk itu perlu adanya tenaga BK yang ada sampai tingkat kelompok sehingga
diharapkan generus mempunyai tempat untuk berkeluh kesah hingga bisa
membantu mencari penyelesaian masalahnya melalui bimbingan dan nashihat
Konselor.
 Dalam rangka membentuk Konselor di tingkat kelompok,maka perlu dipaparkan
tentang Bimbingan Konseling dengan harapan dengan memahami apa itu bimbingan
konseling diharapkan bisa menjadi Konselor ditingkat kelompok (Konselor Pemula)
II.Pengertian Bimbingan dan Konseling
 Secara etimologis, bimbingan dan konseling terdiri atas dua kata,
yaitu “bimbingan” (terjemahan dari kata “guidance”) dan
“konseling” (diadopsi dari kata “conseling”). Dalam praktik,
bimbingan dan konseling merupakan satu kesatuan kegiatan yang
tidak terpisahkan. Keduanya merupakan bagian yang integral.
 Istilah konseling diadopsi dari bahasa Inggris “conseling” didalam
kamus artinya dikaitkan dengan “counsel” memiliki beberapa arti,
yaitu nashihat (to obtain consel), anjuran (to give counsel) dan
pembicaraan (to take counsel). Berdasarkan arti diatas, konseling
secara etimologis berarti pemberian nasihat, anjuran dan
pembicaraan dengan bertukar pikiran.
Berdasarkan makna bimbingan dan koseling diatas, dapat
dirumuskan makna bimbingn dan konseling sebagai berikut:
Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan atau
pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada
individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau
hubungan timbal balik antara keduanya, agar konseli memiliki
kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan
masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.
Atau proses pemberian bantuan atau pertolongan yang
sistematis dari pembimbing (konselor) kepada konseli (siswa)
melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik
antara keduanya untuk mengungkap masalah konseli sehingga
konseli mampu melihat masalah sendiri, mampu menerima
dirinya sendiri sesuai dengan potensinya, dan mampu
memecahkan sendiri masalan yang dihadapinya.
BIMBINGAN KONSELING (BK) : SUATU
LAYANAN YANG DIBERIKAN GURU
BK(KONSELOR) KEPADA SISWA BAIK SECARA
LANGSUNG ATAUPUN TIDAK LANGSUNG
DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBANTU SISWA
DALAM MENGENALI DIRINYA, MEMECAHKAN
MASALAHNYA DAN MEMBANTU SISWA
MENCAPAI PERKEMBANGANNYA SECARA
OPTIMAL
CAKUPAN BK : PSBK
 1.PRIBADI
 2.SOSIAL
 3.BELAJAR
 4.KARIR
MIS PERSEPSI BK :
1.BK POLISI SEKOLAH
2.BK TEMPAT SISWA BERMASALAH
3.LAYANAN BK HANYA UNTUK
SISWA TERTENTU
III.Asas Bimbingan
dan Konseling
1.Asas kerahasiaan, konselor dituntut dan
bertanggung jawab atas kerahasiaan data dan
keterangan klien yang menjadi sasaran layanan,
data dan keterangan tidak boleh dan tidak layak
diketahui oleh pihak lain selain konselor dan klien
2. Asas kesukarelaan, yaitu
menghendaki adanya kesukarelaan
klien untuk mengikuti, menjalani
layanan yang diperlukan baginya.
3. Asas keterbukaan, yaitu agar menghendaki
klien untuk bersifat terbuka dan tidak berpura-
pura, baik di dalam memberikan keterangan
tentang dirinya sendiri maupun dalam
menerima berbagai informasi dan materi dari
luar yang berguna untuk pengembangan
4. Asas kekinian, menghendaki agar klien bimbingan
dan konseling untuk permasalahan klien yang sekarang.
Layanan yang berkenaan dengan masa depan atau
kondisi masa lalu dilihat dampak dan kaitannya dengan
kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang.
5. Asas kemandirian, yaitu menunjuk pada tujuan
umum bimbingan dan konseling, yakni klien diharapkan
menjadi individu yang mandiri dengan ciri mengenal
dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu
mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan
diri sendiri, konselor hendaknya mampu mengarahkan
segenap layanan bimbingan dan konseling yang di
selenggarakannya bagi perkembangan kemandirian
peserta didik.
6. Asas kegiatan, yaitu menghendaki agar
klien berpartisipasi secara aktif di dalam
penyelenggaraan layanan bimbingan dan
konseling.
7. Asas kedinamisan, usaha pelayanan
bimbingan dan konseling menghendaki
terjadinya perubahan pada diri klien, yaitu
perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik.
Perubahan ini tidaklah sekedar mengulang hal
yang sama, yang bersifat monoton, melainkan
perubahan yang selalu menuju ke sesuatu
pembaharuan, sesuatu yang lebih maju, dinamis
sesuai dengan arah perkembangan klien yang
dikehendaki.
8. Asas keterpaduan, pelayanan usaha bimbingan dan
konseling berusaha memadukan berbagai aspek kepribadian
klien, disamping keterpaduan pada diri klien, juga harus
diperhatikan keterpaduan isi dan proses layanan yang
diberikan.Untuk terselenggaranya asas keterpaduan, konselor
perlu memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan klien
dan aspek-aspek lingkungan klien, serta berbagai sumber yang
dapat dipergunakan untuk menangani masalah klien, dan
semuanya dipadukan dalam keadaan serasi dan saling
menunjang dalam upaya bimbingan dan konseling.
9. Asas kenormatifan, yaitu usaha bimbingan dan konseling
tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku,
baik ditinjau dari norma agama, norma adat, norma hukum
Negara, norma ilmu, maupun kebiasaan sehari-hari.
Kenormatifan ini diterapkan terhadap isi maupun proses
penyelenggaraan bimbingan dan konseling.
10. Asas keahlian, usaha bimbingan dan konseling
perlu di lakukan asas ke ahlian secara teratur dan
sistematik dengan menggunakan prosedur, teknik, alat
yang memadai. Untuk itu para konselor perlu mendapat
latihan secukupnya baik teori dan praktik, sehingga
akan dicapai keberhasilan usaha pemberian layanan
yang terbaik.
11. Asas alih tangan, dalam pemberiaan layanan
bimbingan dan konseling, asas alih tangan jika konselor
sudah mengarahkan segenap kemampuannya untuk
membantu klien, namun klien belum dapat terbantu
sebagaimana yang diharapkan, maka konselor dapat
mengirim klien tersebut kepada petugas, badan atau
lembaga yang lebih ahli.
12. Asas tutwuri handayani, asas ini
menunjukkan pada suasana umum yang
hendaknya tercipta dalam rangka hubungan
keseluruhan antara konselor dan klien. Asas ini
menuntut agar pelayanan bimbingan dan
konseling tidak hanya dirasakan pada waktu
klien mengalami masalah dan menghadap
konselor saja, namun diluar hubungan proses
bantuan bimbingan dan konseling pun
hendaknya dirasakan adanya dan manfaatnya
pelayanan bimbingan dan konseling itu
IV.FUNGSI BK
1. Pemahaman diri dan lingkungan;
2. Fasilitasi pertumbuhan dan
perkembangan;
3. Penyesuaian diri dengan diri sendiri
dan lingkungan;
4. Penyaluran pilihan pendidikan,
pekerjaan, dan karir;
5. Pencegahan timbulnya masalah;
6. Perbaikan dan penyembuhan;
V.Tujuan Bimbingan dan Konseling
1.Pengenalan terhadap diri sendiri dan
penerimaan terhadap diri sendiri.
2.Penyesuaian diri terhadap lingkungan
(sekolah, rumah, masyarakat).
3.Pengembangan potensi semaksimal mungkin.
4.Pemecahan masalah dengan baik dan realistis.
VI.STRATEGI LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Jumlah individu :layanan individual,
kelompok, klasikal, layanan kelas
besar atau lintas kelas.
2. Jenis dan intensitas masalah :
bimbingan, konseling, advokasi
3. Cara komunikasi : tatap muka atau
media.
PELAKSANAAN
LAYANAN BK
Layanan Langsung
Layanan melalui
Media
Kegiatan
Administrasi
Kegiatan Tambahan
Layanan Langsung
1. Konseling individual
2. konseling kelompok
3. bimbingan kelompok
4. bimbingan klasikal
5. bimbingan kelas
besar atau lintas
kelas
6. konsultasi
7. Kolaborasi
8. alih tangan kasus
9. kunjungan rumah
10.Advokasi
11.konferensi kasus
12.peminatan
Layanan Melalui Media
1. papan bimbingan
2. kotak masalah
3. Leaflet
4. pengembangan media bimbingan dan
konseling.
Kegiatan Administrasi
1. pelaksanaan dan tindak lanjut asesmen
kebutuhan
2. penyusunan dan pelaporan program kerja
3. evaluasi program bimbingan dan
konseling
4. pelaksanaan administrasi dan
manajemen bimbingan dan konseling
Pengertian
Konseling individual merupakan proses
interaktif yang dicirikan oleh hubungan yang
unik antara guru bimbingan dan konseling atau
konselor dengan peserta didik/konseli yang
mengarah pada perubahan perilaku,
konstruksi pribadi, kemampuan mengatasi
situasi hidup dan keterampilan membuat
keputusan
Tujuan
Memfasilitasi konseli melakukan
perubahan perilaku, mengkonstruksi
pikiran, mengembangkan kemampuan
mengatasi situasi kehidupan, membuat
keputusan yang bermakna bagi dirinya
dan berkomitmen untuk mewujudkan
keputusan dengan penuh
tanggungjawab dalam kehidupannya
Langkah Konseling Individual
(Konseli datang sendiri)
KOMPONEN/ LANGKAH ISI KEGIATAN
Langkah 1 :
Pra konseling
a. Penataan ruang
b. Kesiapan pribadi guru bimbingan dan konseling atau
konselor
Langkah 2 :
Proses konseling
a. Membangun relasi konseling
b. Melaksanakan tahapan dan mengunakan teknik konseling
sesuai teori yang dipilih baik secara tunggal, maupun
integratif.
c. Mengakhiri proses konseling.
Langkah 3 :
Pasca konseling
a. Membuat laporan konseling
b. Berdasarkan kesepakatan dengan konseli, konselor
memonitoring dan mengevaluasi tindakan/perilaku yang
direncanakan konseli
Langkah Konseling Individual
(Konseli diundang)
KOMPONEN/ LANGKAH ISI KEGIATAN
Langkah 1 :
Pra konseling
 Mengumpulkan dan menganalisis data konseli secara komprehensif
(potensi, masalah, latar belakang kondisi konseli)
 Menyusun RPL konseling
 Menata ruang
Langkah 2:
Proses konseling
 Membangun relasi konseling
 Melaksanakan tahapan dan mengunakan teknik konseling sesuai
teori yang dipilih baik secara tunggal, maupun integrative
 Menutup proses konseling.
Langkah 3:
Pasca konseling  Membuat laporan konseling
 Berdasarkan kesepakatan dengan konseli, konselor memonitoring
dan mengevaluasi tindakan/perilaku yang direncanakan konseli
MUDAH-MUDAHAN ALLAH
PARING AMAN SELAMAT LANCAR
DAN BAROKAH

DASAR-DASAR BIMBINGAN KONSELING SEDERHANApptx

  • 1.
  • 2.
    I.Pendahuluan  Alhamdulillah untukkelangsungan QHJ ila yaumil qiyamah Ulil amri sudah mengijtihadi dengan berbagai ijtihad terutama untuk pembinaan Generus melalui PPG yang memiliki beberapa bidang.Salah satu bidang PPG adalah Bidang Bimbingan Konseling (BK) yang dibentuk dengan tujuan menangani permasalahan yang muncul dari Generus yang memerlukan bantuan bimbingan konseling dari Konselor yang mempunyai keahlian khusus.Mulai permasalahan kurang percaya diri, tidak tertib mengaji, kurang bisa bersosialisasi, kecanduan gadjet hingga masalah keluarga diharapkan bisa terpecahkan.  Untuk itu perlu adanya tenaga BK yang ada sampai tingkat kelompok sehingga diharapkan generus mempunyai tempat untuk berkeluh kesah hingga bisa membantu mencari penyelesaian masalahnya melalui bimbingan dan nashihat Konselor.  Dalam rangka membentuk Konselor di tingkat kelompok,maka perlu dipaparkan tentang Bimbingan Konseling dengan harapan dengan memahami apa itu bimbingan konseling diharapkan bisa menjadi Konselor ditingkat kelompok (Konselor Pemula)
  • 3.
    II.Pengertian Bimbingan danKonseling  Secara etimologis, bimbingan dan konseling terdiri atas dua kata, yaitu “bimbingan” (terjemahan dari kata “guidance”) dan “konseling” (diadopsi dari kata “conseling”). Dalam praktik, bimbingan dan konseling merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak terpisahkan. Keduanya merupakan bagian yang integral.  Istilah konseling diadopsi dari bahasa Inggris “conseling” didalam kamus artinya dikaitkan dengan “counsel” memiliki beberapa arti, yaitu nashihat (to obtain consel), anjuran (to give counsel) dan pembicaraan (to take counsel). Berdasarkan arti diatas, konseling secara etimologis berarti pemberian nasihat, anjuran dan pembicaraan dengan bertukar pikiran.
  • 4.
    Berdasarkan makna bimbingandan koseling diatas, dapat dirumuskan makna bimbingn dan konseling sebagai berikut: Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, agar konseli memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri. Atau proses pemberian bantuan atau pertolongan yang sistematis dari pembimbing (konselor) kepada konseli (siswa) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya untuk mengungkap masalah konseli sehingga konseli mampu melihat masalah sendiri, mampu menerima dirinya sendiri sesuai dengan potensinya, dan mampu memecahkan sendiri masalan yang dihadapinya.
  • 5.
    BIMBINGAN KONSELING (BK): SUATU LAYANAN YANG DIBERIKAN GURU BK(KONSELOR) KEPADA SISWA BAIK SECARA LANGSUNG ATAUPUN TIDAK LANGSUNG DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBANTU SISWA DALAM MENGENALI DIRINYA, MEMECAHKAN MASALAHNYA DAN MEMBANTU SISWA MENCAPAI PERKEMBANGANNYA SECARA OPTIMAL
  • 6.
    CAKUPAN BK :PSBK  1.PRIBADI  2.SOSIAL  3.BELAJAR  4.KARIR
  • 7.
    MIS PERSEPSI BK: 1.BK POLISI SEKOLAH 2.BK TEMPAT SISWA BERMASALAH 3.LAYANAN BK HANYA UNTUK SISWA TERTENTU
  • 8.
    III.Asas Bimbingan dan Konseling 1.Asaskerahasiaan, konselor dituntut dan bertanggung jawab atas kerahasiaan data dan keterangan klien yang menjadi sasaran layanan, data dan keterangan tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh pihak lain selain konselor dan klien
  • 9.
    2. Asas kesukarelaan,yaitu menghendaki adanya kesukarelaan klien untuk mengikuti, menjalani layanan yang diperlukan baginya. 3. Asas keterbukaan, yaitu agar menghendaki klien untuk bersifat terbuka dan tidak berpura- pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna untuk pengembangan
  • 10.
    4. Asas kekinian,menghendaki agar klien bimbingan dan konseling untuk permasalahan klien yang sekarang. Layanan yang berkenaan dengan masa depan atau kondisi masa lalu dilihat dampak dan kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. 5. Asas kemandirian, yaitu menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yakni klien diharapkan menjadi individu yang mandiri dengan ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri, konselor hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang di selenggarakannya bagi perkembangan kemandirian peserta didik.
  • 11.
    6. Asas kegiatan,yaitu menghendaki agar klien berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. 7. Asas kedinamisan, usaha pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki terjadinya perubahan pada diri klien, yaitu perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Perubahan ini tidaklah sekedar mengulang hal yang sama, yang bersifat monoton, melainkan perubahan yang selalu menuju ke sesuatu pembaharuan, sesuatu yang lebih maju, dinamis sesuai dengan arah perkembangan klien yang dikehendaki.
  • 12.
    8. Asas keterpaduan,pelayanan usaha bimbingan dan konseling berusaha memadukan berbagai aspek kepribadian klien, disamping keterpaduan pada diri klien, juga harus diperhatikan keterpaduan isi dan proses layanan yang diberikan.Untuk terselenggaranya asas keterpaduan, konselor perlu memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan klien dan aspek-aspek lingkungan klien, serta berbagai sumber yang dapat dipergunakan untuk menangani masalah klien, dan semuanya dipadukan dalam keadaan serasi dan saling menunjang dalam upaya bimbingan dan konseling. 9. Asas kenormatifan, yaitu usaha bimbingan dan konseling tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, baik ditinjau dari norma agama, norma adat, norma hukum Negara, norma ilmu, maupun kebiasaan sehari-hari. Kenormatifan ini diterapkan terhadap isi maupun proses penyelenggaraan bimbingan dan konseling.
  • 13.
    10. Asas keahlian,usaha bimbingan dan konseling perlu di lakukan asas ke ahlian secara teratur dan sistematik dengan menggunakan prosedur, teknik, alat yang memadai. Untuk itu para konselor perlu mendapat latihan secukupnya baik teori dan praktik, sehingga akan dicapai keberhasilan usaha pemberian layanan yang terbaik. 11. Asas alih tangan, dalam pemberiaan layanan bimbingan dan konseling, asas alih tangan jika konselor sudah mengarahkan segenap kemampuannya untuk membantu klien, namun klien belum dapat terbantu sebagaimana yang diharapkan, maka konselor dapat mengirim klien tersebut kepada petugas, badan atau lembaga yang lebih ahli.
  • 14.
    12. Asas tutwurihandayani, asas ini menunjukkan pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antara konselor dan klien. Asas ini menuntut agar pelayanan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan pada waktu klien mengalami masalah dan menghadap konselor saja, namun diluar hubungan proses bantuan bimbingan dan konseling pun hendaknya dirasakan adanya dan manfaatnya pelayanan bimbingan dan konseling itu
  • 15.
    IV.FUNGSI BK 1. Pemahamandiri dan lingkungan; 2. Fasilitasi pertumbuhan dan perkembangan; 3. Penyesuaian diri dengan diri sendiri dan lingkungan; 4. Penyaluran pilihan pendidikan, pekerjaan, dan karir; 5. Pencegahan timbulnya masalah; 6. Perbaikan dan penyembuhan;
  • 16.
    V.Tujuan Bimbingan danKonseling 1.Pengenalan terhadap diri sendiri dan penerimaan terhadap diri sendiri. 2.Penyesuaian diri terhadap lingkungan (sekolah, rumah, masyarakat). 3.Pengembangan potensi semaksimal mungkin. 4.Pemecahan masalah dengan baik dan realistis.
  • 17.
    VI.STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DANKONSELING 1. Jumlah individu :layanan individual, kelompok, klasikal, layanan kelas besar atau lintas kelas. 2. Jenis dan intensitas masalah : bimbingan, konseling, advokasi 3. Cara komunikasi : tatap muka atau media.
  • 18.
    PELAKSANAAN LAYANAN BK Layanan Langsung Layananmelalui Media Kegiatan Administrasi Kegiatan Tambahan
  • 19.
    Layanan Langsung 1. Konselingindividual 2. konseling kelompok 3. bimbingan kelompok 4. bimbingan klasikal 5. bimbingan kelas besar atau lintas kelas 6. konsultasi 7. Kolaborasi 8. alih tangan kasus 9. kunjungan rumah 10.Advokasi 11.konferensi kasus 12.peminatan
  • 20.
    Layanan Melalui Media 1.papan bimbingan 2. kotak masalah 3. Leaflet 4. pengembangan media bimbingan dan konseling.
  • 21.
    Kegiatan Administrasi 1. pelaksanaandan tindak lanjut asesmen kebutuhan 2. penyusunan dan pelaporan program kerja 3. evaluasi program bimbingan dan konseling 4. pelaksanaan administrasi dan manajemen bimbingan dan konseling
  • 24.
    Pengertian Konseling individual merupakanproses interaktif yang dicirikan oleh hubungan yang unik antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan peserta didik/konseli yang mengarah pada perubahan perilaku, konstruksi pribadi, kemampuan mengatasi situasi hidup dan keterampilan membuat keputusan
  • 25.
    Tujuan Memfasilitasi konseli melakukan perubahanperilaku, mengkonstruksi pikiran, mengembangkan kemampuan mengatasi situasi kehidupan, membuat keputusan yang bermakna bagi dirinya dan berkomitmen untuk mewujudkan keputusan dengan penuh tanggungjawab dalam kehidupannya
  • 26.
    Langkah Konseling Individual (Konselidatang sendiri) KOMPONEN/ LANGKAH ISI KEGIATAN Langkah 1 : Pra konseling a. Penataan ruang b. Kesiapan pribadi guru bimbingan dan konseling atau konselor Langkah 2 : Proses konseling a. Membangun relasi konseling b. Melaksanakan tahapan dan mengunakan teknik konseling sesuai teori yang dipilih baik secara tunggal, maupun integratif. c. Mengakhiri proses konseling. Langkah 3 : Pasca konseling a. Membuat laporan konseling b. Berdasarkan kesepakatan dengan konseli, konselor memonitoring dan mengevaluasi tindakan/perilaku yang direncanakan konseli
  • 27.
    Langkah Konseling Individual (Konselidiundang) KOMPONEN/ LANGKAH ISI KEGIATAN Langkah 1 : Pra konseling  Mengumpulkan dan menganalisis data konseli secara komprehensif (potensi, masalah, latar belakang kondisi konseli)  Menyusun RPL konseling  Menata ruang Langkah 2: Proses konseling  Membangun relasi konseling  Melaksanakan tahapan dan mengunakan teknik konseling sesuai teori yang dipilih baik secara tunggal, maupun integrative  Menutup proses konseling. Langkah 3: Pasca konseling  Membuat laporan konseling  Berdasarkan kesepakatan dengan konseli, konselor memonitoring dan mengevaluasi tindakan/perilaku yang direncanakan konseli
  • 28.
    MUDAH-MUDAHAN ALLAH PARING AMANSELAMAT LANCAR DAN BAROKAH

Editor's Notes

  • #28 This template can be used as a starter file for presenting training materials in a group setting. Sections Right-click on a slide to add sections. Sections can help to organize your slides or facilitate collaboration between multiple authors. Notes Use the Notes section for delivery notes or to provide additional details for the audience. View these notes in Presentation View during your presentation. Keep in mind the font size (important for accessibility, visibility, videotaping, and online production) Coordinated colors Pay particular attention to the graphs, charts, and text boxes. Consider that attendees will print in black and white or grayscale. Run a test print to make sure your colors work when printed in pure black and white and grayscale. Graphics, tables, and graphs Keep it simple: If possible, use consistent, non-distracting styles and colors. Label all graphs and tables.