Ikatan kimia terbentuk melalui berbagai mekanisme seperti ikatan ion, kovalen, dan koordinat. Atom-atom membentuk ikatan untuk mencapai kestabilan dengan mengisi kulit elektron terluarnya menjadi 8 elektron (aturan oktet), meskipun terkadang terjadi penyimpangan. Sifat ikatan ditentukan oleh selisih keelektronegatifan unsur-unsurnya.