Welcome
Selamat Belajar
Media interaktif ini dibuat agar memepermudah kegiatan belajar
mengajar berbasis TI yang dari hari ke hari semakin banyak digunakan
sebagai acuan suksesnya kegiatan belajar mengajar.
Media pembelajaran ini berisi materi dan soal latihan yang di
dalamnya juga evaluasi belajar. Semoga apa yang ada dalam media ini
bermanfaat.
Semarang, 17 Desember 2010
Salam,
Awang Harizka
Menu Utama
Bantuan
AboutReferensiLatihanKompetensi Materi
AboutReferensiLatihanKompetensi Materi
Pendahuluan
Ikatan Ion
Materi C
Materi D
Materi E
Materi F
AboutReferensiLatihanKompetensi Materi
Profil
Media
Pendahuluan
Gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau
gabungan ion dalam setiap senyawa disebut ikatan kimia
Konsep ini dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert
Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht
Kossel (1853-1927) dari Jerman
Next
Konsep Ikatan Kimia dapat diihat dibawah ini:
1. Kenyataan bahwa gas-gas mulia (He,Ne,Ar,Kr,Xe,dan
Rn) sukar membentuk senyawa mwmbuktikan bahwa
gas-gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil.
2. Setiap atom memiliki kecenderungan untuk memiliki
susunan elektron yang stabil. Caranya dengan
melepaskan elektron atau menangkap elektron.
3. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil hanya
dapat dicapai dengan berikatan dengan atom lain.
NextPrev
Dibandingkan dengan unsur-unsur lain, unsur gas
mulia merupakan unsur yang paling stabil.
Kestabilan ini disebabkan susunan elektronnya
berjumlah 8 elektron di kulit terluar, kecuali helium
(mempunyai konfigurasi elektron penuh)
NextPrev
Periode Unsur Nomor atom Kulit
K L M N O P
1
2
3
4
5
6
He
Ne
Ar
Kr
Xe
Rn
2
10
18
36
54
86
2
2
2
2
2
2
8
8
8
8
8
8
18
18
18
8
18
32
8
18 8
NextPrev
Unsur-unsur lain dapat mencapai konfigurasi oktet dengan
membentuk ikatan agar dapat menyamakankonfigurasi
elektronnya dengan konfigurasi elektron gas mulia
terdekat. Kecenderungan ini disebut aturan oktet.
Konfigurasi Oktet (konfigurasi stabil gas mulia) dapat
dicapai dengan melepas, menangkap, atau memasangkan
elektron
Prev
Ikatan Ion
Ikatan Ion terbentuk antara atom yang melepaskan
elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron
(bukan logam).
Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah
menjadi ion positif. Sedangkan atom bukan logam, setelah
menerima elektron berubah menjadi ion negatif.
Antara ion-ion yang berlawanan ini terjadi tarik-menarik
(gaya elektrostatis) yang disebut ikatan ion(ikatan
elektrokovalen).
Ikatan Ion
Ikatan Ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Pada suhu
kamar, semua senyawa ion berupa zat padat kristal
dengan struktur tertentu.
Dengan menggunakan lambang lewis, pembentukan NaCl
digambarkan sebagai berikut:
Ikatan Ion
Senyawa Ion dapat diketahui dari berapa sifatnya, antara
lain:
1. Merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih
yang relatif tinggi. Sebagai contoh, NaCl meleleh pada
801º C
2. Rapuh, sehingga hancur jika dipukul
3. Lelehannya menghantarkan listrik
4. Larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik
Contoh Pembentukan Ikatan Ion
Pembentukan MgCl2
Mg (Z=12) dan Cl (Z=17) mempunyai konfigurasi elektron
sebagai berikut:
 Mg : 2, 8, 2
 Cl : 2, 8, 7
Mg dapat mencapai konfigurasi gas mulia dengan melepas
2 elektron, sedangkan Cl menangkap 1 elektron . Atom Mg
berubah menjadi ion Mg2+ dan atom Cl ion Cl- .
Contoh Pembentukan Ikatan Ion
Contoh Pembentukan Ikatan Ion
Video Pembelajaran
Contoh Pembentukan Ikatan Ion
Ikatan antara atom 12Mg dan 8O dalam MgO
Konfigurasi elektron Mg dan O adalah:
 Mg : 2, 8, 2 (Melepas 2 elektron)
 O : 2, 6 (Menangkap 2 elektron)
Atom O akan memasangkan 2 elektron, sedangkan atom
Mg juga akan memasangkan 2 elektron.
Contoh Pembentukan Ikatan Ion
Contoh Pembentukan Ikatan Ion
Ikatan Ion pada 19K dan 8O dalam K2O
Konfigurasi elektron:
K : 2, 8, 2 (melepas 1 elektron) membentuk K+
O : 2, 6 (menerima 2 elektron) membentuk O2-
2 K+ + O2- K2 O
Contoh Pembentukan Ikatan Ion
Ikatan Ion pada Fe (elektron valensi 3) dengan Cl elektron
valensi 7 FeCl3
Konfigurasi elektron:
Fe mempunyai elektron valensi 3 akan membentuk Fe3+
Cl mempunyai elektron valensi 7 akan membentuk Cl-
Fe3+ + Cl- FeCl3
Ikatan Ion
Unsur-Unsur Golongan Elektron Valensi Jenis Unsur Membentuk Ion
IA
IIA
IIIA
VA
VIA
VIIA
1
2
3
5
6
7
Logam
Logam
Logam
Nonlogam
Nonlogam
Nonlogam
1+
2+
3+
5+
6+
7+
Transitional Page
Ikatan Kimia terdiri atas Ikatan Ion,
Ikatan Kovalen, dan Ikatan Logam
Awang Harizka
Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen terbentuk diantara dua atom yang sama-
sama ingin menangkap elektron (sesama atom bukan
bukan logam
Cara atom-atom saling mengikat dalam suatu molekul
dinyatakan oleh rumus bangun atau rumus struktur
Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis dengan
menggantikan setiap pasangan elektron ikatan dengan
sepotong garis. Misalnya, rumus bangun H2 adalh H –
H.
Contoh Ikatan Kovalen
Ikatan antara atom H dan atom Cl dalam HCl
Konfigurasi Elektron H dan Cl adalah
H : 1
Cl : 2, 8, 7 (memerlukan 1 elektron)
Masing-masing atom H dan Cl memerlukan 1 elektron,
jadi 1 atom H akan berpasangan dengan 1 atom Cl.
Contoh Ikatan Kovalen
Ikatan antara atom H dan atom O dalam H2O
Konfigurasi elektron H dan O adalah:
H : 1 (memerlukan 1 elektron)
O : 2, 6 (memerlukan 2 elektron)
Atom O harus memasangkan 2 elektron, sedangkan
atom H hanya memasangkan 1 elektron. Oleh karena
itu, 1 atom O berikatan dengan 2 atom H.
Contoh Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen
Dua atom dapat membentuk ikatan dengan sepasang,
dua pasang, atau tiga pasang elektron bergantung pada
jenis unsur yang berikatan. Ikatan Kovalen yang hanya
melibatkan sepasang elektron disebut ikatan tunggal
(dilambangkan dengan satu garis), sedangkan ikatan
kovalen yang melibatkan lebih dari sepasang elektron
disebut ikatan rangkap. Ikatan yang melibatkan dua
pasang elektron disebut ikatan rangkap dua
(dilambangkan dengan dua garis), sedangkan ikatan
yang melibatkan tga pasang elektron disebut ikatan
rangkap tiga (dilambangkan dengan tiga garis).
Contoh Ikatan Kovalen
Ikatan rangkap dua dalam molekul oksigen (O2)
Oksigen (Z=8) mempunyai 6 elektron valensi, sehingga
untuk mencapai konfigurasi oktet harus memasangkan 2
elektron. Pembentukan ikatannya dapat digambarkan
sebagai berikut:
Lambang Lewis:
Contoh Ikatan Kovalen
Ikatan rangkap tiga dalam molekul N2
Nitrogen mempunyai 5 elektron valensi, jadi harus
memasangkan 3 elektron untuk mencapai konfigurasi
oktet. Pembentukan ikatannya dapat digambarkan
sebagai berikut.
Lambang Lewis:
Contoh Ikatan Kovalen
Pasangan elektron yang dipakai bersama-sama disebut
pasangan elektron ikatan (PEI), sedangkan yang tidak
dipakai bersama-sama dalam ikatan disebut pasangan
elektron bebas (PEB). Misalnya:
• Molekul H2O mengandung 2 PEI dan 2 PEB
• Molekul NH3 mengandung 3PEI dan 1 PEB
• Molekul CH4 mengandung 4 PEI dan tidak ada PEB
8p
8n
-
-
-
-
--
1p
1p
-
-
-
-
Macam Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan Kovalen Koordinasi adalah ikatan kovalen dimana
pasangan elektron yang dipakai bersama hanya
disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang
satu lagi tidak menyumbangkan elektron.
Ikatan Kovalen Koordinasi hanya dapat terjadi jika salah
satu atom mempunyai pasangan elektron bebas (PEB).
Macam Ikatan Kovalen
Atom N pada molekul amonia, NH3, mempunyai satu
PEB. Oleh karena itu molekul NH3 dapat mengikat ion
H+ melalui ikatan kovalen koordinasi, sehingga
menghasilkan ion amonium, NH4
+ .
Dalam ion NH4
+ terkandung empat ikatan, yaitu tiga
ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi.
Polarisasi Ikatan Kovalen
Kedudukan pasangan elektron ikatan tidak selalu
simetris terhadap kedua atom yang berikatan. Hal ini
disebabkan karena setiap unsur mempunyai daya tarik
elektron (keelektronegatifan) yang berbeda-berbeda.
Salah satu akibat dari keelektronegatifan adalah
terjadinya polarisasi pada ikatan kovalen.
Kepolaran dinyatakan dengan momen dipol (µ), yaitu
hasil kali antara muatan (Q) dengan jarak (r)
µ = Q x r
Satuan momen dipol adalah debye (D), di mana 1 D =
3,33 × 10-30 Cm
Polarisasi Ikatan Kovalen
Senyawa Perbedaan Keelektronegatifan Momen Dipol (D)
HF
HCl
HBr
HI
1,8
1,0
0,8
0,5
1,91
1,03
0,79
0,38
Pengecualian Akturan Oktet
Pengecualian aturan oktet
1. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet
Senyawa yang atom pusatnya mempunyai elektron valensi
kurang dari 4. Hal ini menyebabkan setelah semua elektron
valensinya dipasangkan tetap belum mencapai oktet.
Contohnya adalah BeCl2,BCl3, dan AlBr3
Pengecualian Akturan Oktet
2. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil
Contohnya adalah NO2, yang mempunyai elektron valensi (5+6+6)
= 17. Kemungkinan rumus Lewis untuk NO2 sebagai berikut:
Pengecualian Akturan Oktet
3. Senyawa yang melampaui aturan oktet.
Ini terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat
menampung lebih dari 8 elektron pada kulit terluarnya (ingat,
kulit M dapat menampung hingga 18 elektron). Beberapa
contoh adalah PCl5, SF6, ClF3, IF7, dan SbCl5.
Kegagalan Aturan Oktet
Aturan Oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari
unsur transisi maupun postransisi.
Unsur postransisi adalah unsur logam setelah unsur transisi,
misalnya Ga, Sn, dan Bi.
Sn mempunyai 4 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih
banyak dengan tingkat oksidasi +2. Begitu juga Bi yang
mempunyai 5 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak
dengan tingkat oksidasi +1 dan +3. Pada umumnya, unsur
transisi maupun unsur prostransisi tidak memenuhi aturan
oktet.
Ikatan Logam
Ikatan elektron-elektron valensi dalam atom logam bukanlah
ikatan ion, juga bukan ikatan kovalen sederhana. Suatu logam
terdiri dari suatu kisi ketat dari ion-ion positif dan disekitarnya
terdapat lautan (atmosfer) elektron-elektron valensi.
Elektron valensi ini terbatas pada permukaan-permukaan
energi tertentu, namun mempunyai cukup kebebasan,
sehingga elektron-elektron ini tidak terus-menerus digunakan
bersama oleh dua ion yang sama. Bila diberikan,elektron-
elektron ini mudah dioperkan dari atom ke atom. Sistem ikatan
ini unik bagi logam dan dikenal sebagai ikatan logam.
Ikatan Logam
+ -
++
+ +-
- - -
+ + +- -
- - -++
Latihan
1. Susunan elektron valensi gas mulia dibawah ini
adalah oktet kecuali
Bantuan
Elements Page
I’m a real
caffeine
molecule

Ikatan Kimia

  • 1.
  • 2.
    Selamat Belajar Media interaktifini dibuat agar memepermudah kegiatan belajar mengajar berbasis TI yang dari hari ke hari semakin banyak digunakan sebagai acuan suksesnya kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran ini berisi materi dan soal latihan yang di dalamnya juga evaluasi belajar. Semoga apa yang ada dalam media ini bermanfaat. Semarang, 17 Desember 2010 Salam, Awang Harizka Menu Utama Bantuan
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Pendahuluan Gaya yang mengikatatom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa disebut ikatan kimia Konsep ini dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht Kossel (1853-1927) dari Jerman Next
  • 7.
    Konsep Ikatan Kimiadapat diihat dibawah ini: 1. Kenyataan bahwa gas-gas mulia (He,Ne,Ar,Kr,Xe,dan Rn) sukar membentuk senyawa mwmbuktikan bahwa gas-gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil. 2. Setiap atom memiliki kecenderungan untuk memiliki susunan elektron yang stabil. Caranya dengan melepaskan elektron atau menangkap elektron. 3. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil hanya dapat dicapai dengan berikatan dengan atom lain. NextPrev
  • 8.
    Dibandingkan dengan unsur-unsurlain, unsur gas mulia merupakan unsur yang paling stabil. Kestabilan ini disebabkan susunan elektronnya berjumlah 8 elektron di kulit terluar, kecuali helium (mempunyai konfigurasi elektron penuh) NextPrev
  • 9.
    Periode Unsur Nomoratom Kulit K L M N O P 1 2 3 4 5 6 He Ne Ar Kr Xe Rn 2 10 18 36 54 86 2 2 2 2 2 2 8 8 8 8 8 8 18 18 18 8 18 32 8 18 8 NextPrev
  • 10.
    Unsur-unsur lain dapatmencapai konfigurasi oktet dengan membentuk ikatan agar dapat menyamakankonfigurasi elektronnya dengan konfigurasi elektron gas mulia terdekat. Kecenderungan ini disebut aturan oktet. Konfigurasi Oktet (konfigurasi stabil gas mulia) dapat dicapai dengan melepas, menangkap, atau memasangkan elektron Prev
  • 11.
    Ikatan Ion Ikatan Ionterbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. Sedangkan atom bukan logam, setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostatis) yang disebut ikatan ion(ikatan elektrokovalen).
  • 12.
    Ikatan Ion Ikatan Ionmerupakan ikatan yang relatif kuat. Pada suhu kamar, semua senyawa ion berupa zat padat kristal dengan struktur tertentu. Dengan menggunakan lambang lewis, pembentukan NaCl digambarkan sebagai berikut:
  • 13.
    Ikatan Ion Senyawa Iondapat diketahui dari berapa sifatnya, antara lain: 1. Merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi. Sebagai contoh, NaCl meleleh pada 801º C 2. Rapuh, sehingga hancur jika dipukul 3. Lelehannya menghantarkan listrik 4. Larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik
  • 14.
    Contoh Pembentukan IkatanIon Pembentukan MgCl2 Mg (Z=12) dan Cl (Z=17) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut:  Mg : 2, 8, 2  Cl : 2, 8, 7 Mg dapat mencapai konfigurasi gas mulia dengan melepas 2 elektron, sedangkan Cl menangkap 1 elektron . Atom Mg berubah menjadi ion Mg2+ dan atom Cl ion Cl- .
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    Contoh Pembentukan IkatanIon Ikatan antara atom 12Mg dan 8O dalam MgO Konfigurasi elektron Mg dan O adalah:  Mg : 2, 8, 2 (Melepas 2 elektron)  O : 2, 6 (Menangkap 2 elektron) Atom O akan memasangkan 2 elektron, sedangkan atom Mg juga akan memasangkan 2 elektron.
  • 19.
  • 20.
    Contoh Pembentukan IkatanIon Ikatan Ion pada 19K dan 8O dalam K2O Konfigurasi elektron: K : 2, 8, 2 (melepas 1 elektron) membentuk K+ O : 2, 6 (menerima 2 elektron) membentuk O2- 2 K+ + O2- K2 O
  • 21.
    Contoh Pembentukan IkatanIon Ikatan Ion pada Fe (elektron valensi 3) dengan Cl elektron valensi 7 FeCl3 Konfigurasi elektron: Fe mempunyai elektron valensi 3 akan membentuk Fe3+ Cl mempunyai elektron valensi 7 akan membentuk Cl- Fe3+ + Cl- FeCl3
  • 22.
    Ikatan Ion Unsur-Unsur GolonganElektron Valensi Jenis Unsur Membentuk Ion IA IIA IIIA VA VIA VIIA 1 2 3 5 6 7 Logam Logam Logam Nonlogam Nonlogam Nonlogam 1+ 2+ 3+ 5+ 6+ 7+
  • 23.
    Transitional Page Ikatan Kimiaterdiri atas Ikatan Ion, Ikatan Kovalen, dan Ikatan Logam Awang Harizka
  • 24.
    Ikatan Kovalen Ikatan Kovalenterbentuk diantara dua atom yang sama- sama ingin menangkap elektron (sesama atom bukan bukan logam Cara atom-atom saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh rumus bangun atau rumus struktur Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis dengan menggantikan setiap pasangan elektron ikatan dengan sepotong garis. Misalnya, rumus bangun H2 adalh H – H.
  • 25.
    Contoh Ikatan Kovalen Ikatanantara atom H dan atom Cl dalam HCl Konfigurasi Elektron H dan Cl adalah H : 1 Cl : 2, 8, 7 (memerlukan 1 elektron) Masing-masing atom H dan Cl memerlukan 1 elektron, jadi 1 atom H akan berpasangan dengan 1 atom Cl.
  • 26.
    Contoh Ikatan Kovalen Ikatanantara atom H dan atom O dalam H2O Konfigurasi elektron H dan O adalah: H : 1 (memerlukan 1 elektron) O : 2, 6 (memerlukan 2 elektron) Atom O harus memasangkan 2 elektron, sedangkan atom H hanya memasangkan 1 elektron. Oleh karena itu, 1 atom O berikatan dengan 2 atom H.
  • 27.
  • 28.
    Ikatan Kovalen Dua atomdapat membentuk ikatan dengan sepasang, dua pasang, atau tiga pasang elektron bergantung pada jenis unsur yang berikatan. Ikatan Kovalen yang hanya melibatkan sepasang elektron disebut ikatan tunggal (dilambangkan dengan satu garis), sedangkan ikatan kovalen yang melibatkan lebih dari sepasang elektron disebut ikatan rangkap. Ikatan yang melibatkan dua pasang elektron disebut ikatan rangkap dua (dilambangkan dengan dua garis), sedangkan ikatan yang melibatkan tga pasang elektron disebut ikatan rangkap tiga (dilambangkan dengan tiga garis).
  • 29.
    Contoh Ikatan Kovalen Ikatanrangkap dua dalam molekul oksigen (O2) Oksigen (Z=8) mempunyai 6 elektron valensi, sehingga untuk mencapai konfigurasi oktet harus memasangkan 2 elektron. Pembentukan ikatannya dapat digambarkan sebagai berikut: Lambang Lewis:
  • 30.
    Contoh Ikatan Kovalen Ikatanrangkap tiga dalam molekul N2 Nitrogen mempunyai 5 elektron valensi, jadi harus memasangkan 3 elektron untuk mencapai konfigurasi oktet. Pembentukan ikatannya dapat digambarkan sebagai berikut. Lambang Lewis:
  • 31.
    Contoh Ikatan Kovalen Pasanganelektron yang dipakai bersama-sama disebut pasangan elektron ikatan (PEI), sedangkan yang tidak dipakai bersama-sama dalam ikatan disebut pasangan elektron bebas (PEB). Misalnya: • Molekul H2O mengandung 2 PEI dan 2 PEB • Molekul NH3 mengandung 3PEI dan 1 PEB • Molekul CH4 mengandung 4 PEI dan tidak ada PEB
  • 32.
  • 35.
    Macam Ikatan Kovalen IkatanKovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi adalah ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan elektron. Ikatan Kovalen Koordinasi hanya dapat terjadi jika salah satu atom mempunyai pasangan elektron bebas (PEB).
  • 36.
    Macam Ikatan Kovalen AtomN pada molekul amonia, NH3, mempunyai satu PEB. Oleh karena itu molekul NH3 dapat mengikat ion H+ melalui ikatan kovalen koordinasi, sehingga menghasilkan ion amonium, NH4 + . Dalam ion NH4 + terkandung empat ikatan, yaitu tiga ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi.
  • 37.
    Polarisasi Ikatan Kovalen Kedudukanpasangan elektron ikatan tidak selalu simetris terhadap kedua atom yang berikatan. Hal ini disebabkan karena setiap unsur mempunyai daya tarik elektron (keelektronegatifan) yang berbeda-berbeda. Salah satu akibat dari keelektronegatifan adalah terjadinya polarisasi pada ikatan kovalen. Kepolaran dinyatakan dengan momen dipol (µ), yaitu hasil kali antara muatan (Q) dengan jarak (r) µ = Q x r Satuan momen dipol adalah debye (D), di mana 1 D = 3,33 × 10-30 Cm
  • 38.
    Polarisasi Ikatan Kovalen SenyawaPerbedaan Keelektronegatifan Momen Dipol (D) HF HCl HBr HI 1,8 1,0 0,8 0,5 1,91 1,03 0,79 0,38
  • 39.
    Pengecualian Akturan Oktet Pengecualianaturan oktet 1. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet Senyawa yang atom pusatnya mempunyai elektron valensi kurang dari 4. Hal ini menyebabkan setelah semua elektron valensinya dipasangkan tetap belum mencapai oktet. Contohnya adalah BeCl2,BCl3, dan AlBr3
  • 40.
    Pengecualian Akturan Oktet 2.Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil Contohnya adalah NO2, yang mempunyai elektron valensi (5+6+6) = 17. Kemungkinan rumus Lewis untuk NO2 sebagai berikut:
  • 41.
    Pengecualian Akturan Oktet 3.Senyawa yang melampaui aturan oktet. Ini terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat menampung lebih dari 8 elektron pada kulit terluarnya (ingat, kulit M dapat menampung hingga 18 elektron). Beberapa contoh adalah PCl5, SF6, ClF3, IF7, dan SbCl5.
  • 42.
    Kegagalan Aturan Oktet AturanOktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun postransisi. Unsur postransisi adalah unsur logam setelah unsur transisi, misalnya Ga, Sn, dan Bi. Sn mempunyai 4 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2. Begitu juga Bi yang mempunyai 5 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3. Pada umumnya, unsur transisi maupun unsur prostransisi tidak memenuhi aturan oktet.
  • 43.
    Ikatan Logam Ikatan elektron-elektronvalensi dalam atom logam bukanlah ikatan ion, juga bukan ikatan kovalen sederhana. Suatu logam terdiri dari suatu kisi ketat dari ion-ion positif dan disekitarnya terdapat lautan (atmosfer) elektron-elektron valensi. Elektron valensi ini terbatas pada permukaan-permukaan energi tertentu, namun mempunyai cukup kebebasan, sehingga elektron-elektron ini tidak terus-menerus digunakan bersama oleh dua ion yang sama. Bila diberikan,elektron- elektron ini mudah dioperkan dari atom ke atom. Sistem ikatan ini unik bagi logam dan dikenal sebagai ikatan logam.
  • 44.
    Ikatan Logam + - ++ ++- - - - + + +- - - - -++
  • 45.
    Latihan 1. Susunan elektronvalensi gas mulia dibawah ini adalah oktet kecuali
  • 47.
  • 48.
    Elements Page I’m areal caffeine molecule