BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP negeri 3 Raha. Waktu pelaksanaan
penelitian direncanakan pada bulan Mei sampai Juni tahun 2013. Pemilihan
SMP Negeri 3 Raha sebagai tempat penelitian karena kenyataan menunjukkan
bahwa hasil belajar siswa saat ini menunjukkan kecenderungan rendah sebagai
akibat dari rendahnya motivasi belajar siswa dan lingkungan belajar
menunjukkan kecenderungan kurang kondusif untuk belajar sebagai akibat
pesatnya perkembangan Kota Raha.

B. Variabel dan Disain Penelitian
Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yang meliputi dua variabel bebas
yaitu motivasi belajar siswa (X 1) dan lingkungan belajar siswa (X 2) dan satu
variabel tidak bebas (Y) adalah hasil belajar siswa. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan korelasional.
Penggunaan metode survei ini didasarkan pada pendapat Ary (1985: 301) yang
mengemukakan bahwa metode penelitian survey dapat digunakan bukan saja
71

untuk melukiskan kondisi atau fakta yang ada, melainkan juga untuk
menyelidiki hubungan dan menguji hipotesis.
Berdasarkan bentuk permasalahannya maka penelitian ini menggunakan
desain penelitian kolerasional sebagai berikut:

X1
Y

X2

Gambar 1. Konstelasi rumusan masalah
Keterangan:
X1 : adalah motivasi belajar
X2 : adalah lingkungan belajar
Y : adalah hasil belajar

C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian
Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP
Negerti 3 Raha. Sedangkan populasi terjangkau adalah semua siswa kelas
VIII SMP negeri 3 Raha yang berjumlah 103 orang siswa.
72

2. Sampel Penelitian
Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan rumus dari Bungi (2005: 105) yaitu:
n=

N
103
=
2
2
N ( d ) +1
103( 0,1) +1

=

103
103( 0,01) +1

=

103
2,03

= 50,74 = 51

Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 orang siswa. Penentuan
jumlah sampel di setiap sekolah dilakukan secara proporsional dengan

menggunakan rumus ni =

Ni
× n , dimana
N

Ni = jumlah populasi di setiap kelas
N = jumlah populasi keseluruhan
n = jumlah sampel keseluruhan
Sehingga proses penentuan sampel setiap sekolah adalah sebagai
berikut:
1. Kelas VIIIA =

20
×51 = 9,9 = 10
103

2. Kelas VIIIB =

21
×51 =10,4 = 10
103

3. Kelas VIIIC =

20
×51 = 9,9 = 10
103
73

4. Kelas VIIID =

22
×51 =10,89 = 11
103

5. Kelas VIIIE =

20
×51 = 9,9 = 10
103

Penarikan sampel 51 orang siswa yang menjadi sampel di masingmasing kelas adalah dilakukan secara acak sederhana, dimana populasi di
setiap sekolah diberikan nomor urut dari 1 (satu) sampai terakhir, kemudian
diacak dan peneliti mengambil secara acak sebanyak jumlah sampel di kelas
tersebut.

D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
kuesioner tertutup untuk mengumpulkan data tentang variabel motivasi belajar
dan lingkungan belajar, serta tes hasil belajar untuk mengukur hasil belajar
IPS. Proses pengumpulan data ini dilakukan dengan cara memberikan
kuesioner motivasi belajar, kuesioner lingkungan belajar, dan tes hasil belajar
IPS kepada siswa SMP negeri 3 Raha kelas VIII yang terpilih sebagai sampel
di masing-masing kelas VIII. Pengisian kuesioner motivasi belajar, kuesioner
lingkungan belajar, dan tes hasil belajar dilakukan di masing-masing kelas
yang diawasi lansung oleh peneliti dan dibantu oleh guru yang ditunjuk oleh
74

kepala sekolah. Proses ini dilakukan agar peneliti dapat menjamin keakuratan
data yang diperoleh melalui instrumen penelitian.

E. Instrumen Penelitian
Instrumen Penelitian yang digunakan untuk memperoleh data setiap
variabel bebas dan variabel tidak bebas adalah instrumen yang dikembangkan
sendiri oleh peneliti. Konsep yang mendasari penyusunan instrumen ini adalah
indikator yang diturunkan dari teori-teori yang dibangun. Berdasarkan
indikator-indikator tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi kisi-kisi yang
menghasilkan butir-butir pernyataan dan pertanyaan.
Butir pernyataan dalam instrumen untuk mengukur motivasi belajar dan
lingkungan belajar dikembangkan dengan menggunakan skala Likert yang
terdiri dari lima pilihan yaitu, sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (RG),
tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Pemberian skor dimulai
dengan nilai 1 untuk skor terendah dan nilai 5 untuk skor tertinggi. Sedangkan
untuk tes hasil belajar dibuat dalam bentuk tes objektif dengan menggunakan
pensekoran dikotomi yaitu skor 1 kalau jawaban benar dan skor 0 kalau
jawaban salah.
75

Berikut ini disajikan skala penilaian atas jawaban responden terhadap
instrumen penelitian berbentuk kuesioner.
Skor jawaban
Pernyataan positif
Pernyataan negatif

SS
5
1

S
4
2

RG
3
3

TS
2
4

STS
1
5

Keterangan:
SS
= Sangat setuju
S
= Setuju
RG = Ragu-ragu
TS
= Tidak setuju
STS = Sangat tidak setuju
Instrumen yang telah disusun selanjutnya diuji cobakan kepada 70 siswa
kelas VIII di SMP Negeri 2 Raha. Pemilihan SMP negeri 2 Raha sebagai
sampel uji coba karena jumlah siswa SMP negeri 3 Raha yang tidak terpilih
sebagai sampel tidak memenuhi syarat karena tinggal 52 orang siswa,
sedangkan persyaratan sampel uji coba harus disampel dan diacak. Uji coba
instrumen dilakukan guna mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen.
Validitas butir instrumen dianalisis dengan menggunakan rumus
korelasi Product Moment dari Pearson. Validitas butir instrumen ditunjukkan
oleh koefisien korelasi antara skor butir dengan skor total butir instrumen.
Koefisien variditas butir instrumen diuji dengan nilai tabel r Product Moment
untuk n = 70 dan tingkat kesalahan α = 0,05 yaitu sebesar 0,235. Butir-butir
instrumen yang memiliki r hitung ≥ dari r tabel dinyatakan valid, sedangkan
76

butir-butir instrumen r hitungnya lebih kecil dari r tabel dinyatakan tidak valid
sehingga di droup.
Setelah dilakukan analisis validitas instrumen maka selanjutnya
dilakukan analisis reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha
Cronbach. Prosesnya adalah butir-butir instrumen yang dinyatakan valid diberi
nomor urut baru kemudian dihitung reliabilitasnya.

1.

Instrumen Motivasi Belajar
a.

Definisi Konsep

Motivasi belajar dalam penelitian ini adalah dorongan internal yang
terjadi pada diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar ini
dapat diukur dari beberapa indikator yaitu :

(a)

keinginan untuk berhasil, (b)

tekun dalam belajar, (c) ulet menghadapi kesulitan belajar, (d) perhatian dalam
belajar, (e) berpretsai dalam belajar, dan (f) mandiri dalam belajar.
b.

Definisi Operasional
Motivasi belajar siswa dalam penelitian ini adalah skor total yang

diperoleh siswa dari instrumen yang mengukur motivasi belajar siswa.
belajar ini dapat diukur dari beberapa indikator yaitu; (a)

Motivasi

ada keinginan untuk berhasil, (b) tekun
77

dalam belajar, (c) ulet menghadapi kesulitan belajar, (d) perhatian dalam
belajar, (e) berpretsai dalam belajar, dan (f) mandiri dalam belajar.

c. Kisi-kisi Instrumen Variabel Motivasi Belajar
Tabel 2. Kisi-Kisi Instrumen Motivasi Belajar
No.

Indikator

1
2

Keinginan berhasil.
Tekun dalam belajar

3

Ulet menghadapi kesulitan

4

belajar.
Perhatian dalam belajar.

5
6

Butir Pernyataan
Item +
Item 1, 2, 5
3, 4

Jumlah
5

6, 7, 9

8, 10

5

12, 13, 14,

11, 23

5

15, 17, 19

16, 18

5

Berprestasi dalam belajar.

20, 21, 29

22, 28

5

Mandiri dalam belajar

25, 27, 30

Total

18

24, 26
12

5
30

2. Instrumen untuk Mengukur Variabel Lingkungan Belajar
a. Definisi Konsep
Berdasarkan deskripsi teori lingkungan belajar seperti diuraikan dalam
bab kajian pustaka, maka yang dimaksud dengan lingkungan belajar dalam
penelitian ini adalah situasi atau suasana dalam belajar baik yang berwujud
fisik maupun non-fisik atau lingkungan sosial yang meliputi: kondisi fisik
78

ruang belajar, kondisi alat-alat belajar, aturan dan kedisiplinan, suasana tempat
belajar, hubungan antar siswa dengan siswa, dan hubungan antar siswa dengan
warga sekolah lainnya.
b. Definisi Operasional
Lingkungan belajar dalam penelitian ini adalah total skor yang
diperoleh siswa dari instrumen yang mengukur lingkungan belajar siswa.
Lingkungan belajar ini diukur melalui indikator: (1) kondisi ruang fisik belajar,
(2) kondisi alat-alat belajar, (3) aturan dan kedisiplinan, (4) suasana tempat
belajar, (5) hubungan antar siswa dengan warga sekolah lainnya.
c. Kisi-kisi Instrumen Lingkungan Belajar
Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Lingkungan Belajar
No.
1
2
3
4
5
6

3.

Indikator

Butir Pernyataan
Jumlah
Item +
Item Kondisi fisik ruang belajar
1, 2, 4
3, 5
5
Kondisi alat-alat belajar
8, 11,14
9, 10
5
Aturan dan disiplin sekolah
15, 17, 18
16, 19
5
Suasana tempat belajar
7, 22, 31
6, 39
5
Hubungan siswa dengan 20, 24, 26, 21, 18, 35, 25,
5
warga sekolah lainya
Lingkungan sekolah
Jumlah

23, 27
13, 36, 39
21

29
30, 33
14

5
30

Instrumen untuk Mengukur Variabel Hasil Belajar IPS
79

a.

Defenisi Konsep
Hasil belajar IPS yang dimaksud dalam penelitian ini adalah

kemampuan atau tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa setelah
mengikuti proses belajar mengajar IPS pada kelas VIII pada kompetensi dasar:
(1)

menjelaskan

proses

persiapan

kemerdekaan

Indonesia,

(2)

Mendeskripsikan peristiwa sekitar proklamasi, (3) Mendeskripsikan proses
terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia, (4) Mendeskripsikan
bentuk-bentuk hubungan sosial
b.

Defenisi Operasional

Hasil belajar IPS dalam penelitian ini adalah total skor yang dicapai siswa
setelah menjawab tes IPS yang berbentuk pilihan ganda. Tes hasil belajar IPS
ini diukur dari empat kompetensi dasar yaitu: kompetensi dasar: (1)
menjelaskan proses persiapan kemerdekaan Indonesia, (2) Mendeskripsikan
peristiwa-peristiwa

sekitar

proklamasi,

(3)

Mendeskripsikan

proses

terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia, (4) Mendeskripsikan
bentuk-bentuk hubungan sosial
c.

Kisi-kisi Tes Hasil Belajar IPS

Tabel 5. Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar IPS
Aspek

Tingkat Pengetahuan

Jumlah
80

Kompetensi Dasar
1.

Menjelaskan
persiapan
Indonesia

C1
proses 1, 2, 3
kemerdekaan

Mengidentifikasi peristiwa- 11, 12,
peristiwa sekitar Proklamasi.
14
3.
Mendeskripsikan
proses 21, 22,
terbentuknya negara kesatuan 25, 26
Republik Indonesia
4.
Mendeskripsikan
bentuk- 33, 34,

2.

bentuk hubungan sosial.

35

Jumlah

13

C2

C3

4, 5, 6, 7

8, 9, 10

13,

10

15, 17, 18, 10

16, 19
20
23, 24, 29, 30

10

27, 28
31,
36, 37
16

32, 38, 39, 10
40
11

40

F. Teknik Analisis Data
1. Pengujian Hipotesis
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka untuk mendeskripsikan data dan
menguji hipotesis, digunakan dua bentuk analisis yaitu: (1) analisis deskriptif
untuk menyajikan data-data secara deskriptif seperti rata-rata, simpangan baku,
modus, median, dan distribusi frekuensi. (2) analisis inferensial untuk menguji
hipotesis pertama dan kedua dengan menggunakan uji regresi dan korelasi
sederhana, sedangkan untuk menguji hipotesis ketiga digunakan uji regresi dan
korelasi ganda.
Rumus pfungsi taksiran regresi sederhana
Ŷ = a + bx , dan rumus uji regresi ganda
81

Ŷ = a + b1X1 + b2X2
Rumus uji korelasi sederhana
rxy =

n( ΣXY ) − ( ΣX )( Σ )

{n( Σ X ) − ( Σ X ) } − {n( Σ Y ) − ( Σ Y ) }
2
1

2

2

Rumus korelasi ganda
R y −12 =

ry21 + ry22 − 2(ry1 )(ry 2 )(r12 )
2
1 − r12

(Sudjana. 1996: 368-387)

G. Hipotesis Statistik
Secara statistik hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Ho : ρ1 = 0, artinya tidak terdapat hubungan positif antara motivasi belajar
dengan hasil belajar siswa.
Ha: ρ1 > 0, artinya terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan
hasil belajar siswa.
2. Ho: ρ2 = 0, artinya tidak terdapat hubungan positif antara lingkungan
belajar dengan hasil belajar siswa.
Ha: ρ 2 > 0, artinya terdapat hubungan positif antara lingkungan belajar
dengan hasil belajar siswa.
3. Ho: ρ12 0, artinya tidak terdapat hubungan positif antara motivasi belajar
dan lingkungan belajar secara bersama-sama dengan hasil
belajar siswa.
82

Ha: ρ12 > 0, artinya terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan
lingkungan belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar
siswa.

Bab iii SMA NEGERI 1 RAHA

  • 1.
    BAB III METODE PENELITIAN A.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP negeri 3 Raha. Waktu pelaksanaan penelitian direncanakan pada bulan Mei sampai Juni tahun 2013. Pemilihan SMP Negeri 3 Raha sebagai tempat penelitian karena kenyataan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa saat ini menunjukkan kecenderungan rendah sebagai akibat dari rendahnya motivasi belajar siswa dan lingkungan belajar menunjukkan kecenderungan kurang kondusif untuk belajar sebagai akibat pesatnya perkembangan Kota Raha. B. Variabel dan Disain Penelitian Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yang meliputi dua variabel bebas yaitu motivasi belajar siswa (X 1) dan lingkungan belajar siswa (X 2) dan satu variabel tidak bebas (Y) adalah hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan korelasional. Penggunaan metode survei ini didasarkan pada pendapat Ary (1985: 301) yang mengemukakan bahwa metode penelitian survey dapat digunakan bukan saja
  • 2.
    71 untuk melukiskan kondisiatau fakta yang ada, melainkan juga untuk menyelidiki hubungan dan menguji hipotesis. Berdasarkan bentuk permasalahannya maka penelitian ini menggunakan desain penelitian kolerasional sebagai berikut: X1 Y X2 Gambar 1. Konstelasi rumusan masalah Keterangan: X1 : adalah motivasi belajar X2 : adalah lingkungan belajar Y : adalah hasil belajar C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negerti 3 Raha. Sedangkan populasi terjangkau adalah semua siswa kelas VIII SMP negeri 3 Raha yang berjumlah 103 orang siswa.
  • 3.
    72 2. Sampel Penelitian Penentuanjumlah sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus dari Bungi (2005: 105) yaitu: n= N 103 = 2 2 N ( d ) +1 103( 0,1) +1 = 103 103( 0,01) +1 = 103 2,03 = 50,74 = 51 Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 orang siswa. Penentuan jumlah sampel di setiap sekolah dilakukan secara proporsional dengan menggunakan rumus ni = Ni × n , dimana N Ni = jumlah populasi di setiap kelas N = jumlah populasi keseluruhan n = jumlah sampel keseluruhan Sehingga proses penentuan sampel setiap sekolah adalah sebagai berikut: 1. Kelas VIIIA = 20 ×51 = 9,9 = 10 103 2. Kelas VIIIB = 21 ×51 =10,4 = 10 103 3. Kelas VIIIC = 20 ×51 = 9,9 = 10 103
  • 4.
    73 4. Kelas VIIID= 22 ×51 =10,89 = 11 103 5. Kelas VIIIE = 20 ×51 = 9,9 = 10 103 Penarikan sampel 51 orang siswa yang menjadi sampel di masingmasing kelas adalah dilakukan secara acak sederhana, dimana populasi di setiap sekolah diberikan nomor urut dari 1 (satu) sampai terakhir, kemudian diacak dan peneliti mengambil secara acak sebanyak jumlah sampel di kelas tersebut. D. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup untuk mengumpulkan data tentang variabel motivasi belajar dan lingkungan belajar, serta tes hasil belajar untuk mengukur hasil belajar IPS. Proses pengumpulan data ini dilakukan dengan cara memberikan kuesioner motivasi belajar, kuesioner lingkungan belajar, dan tes hasil belajar IPS kepada siswa SMP negeri 3 Raha kelas VIII yang terpilih sebagai sampel di masing-masing kelas VIII. Pengisian kuesioner motivasi belajar, kuesioner lingkungan belajar, dan tes hasil belajar dilakukan di masing-masing kelas yang diawasi lansung oleh peneliti dan dibantu oleh guru yang ditunjuk oleh
  • 5.
    74 kepala sekolah. Prosesini dilakukan agar peneliti dapat menjamin keakuratan data yang diperoleh melalui instrumen penelitian. E. Instrumen Penelitian Instrumen Penelitian yang digunakan untuk memperoleh data setiap variabel bebas dan variabel tidak bebas adalah instrumen yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Konsep yang mendasari penyusunan instrumen ini adalah indikator yang diturunkan dari teori-teori yang dibangun. Berdasarkan indikator-indikator tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi kisi-kisi yang menghasilkan butir-butir pernyataan dan pertanyaan. Butir pernyataan dalam instrumen untuk mengukur motivasi belajar dan lingkungan belajar dikembangkan dengan menggunakan skala Likert yang terdiri dari lima pilihan yaitu, sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (RG), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Pemberian skor dimulai dengan nilai 1 untuk skor terendah dan nilai 5 untuk skor tertinggi. Sedangkan untuk tes hasil belajar dibuat dalam bentuk tes objektif dengan menggunakan pensekoran dikotomi yaitu skor 1 kalau jawaban benar dan skor 0 kalau jawaban salah.
  • 6.
    75 Berikut ini disajikanskala penilaian atas jawaban responden terhadap instrumen penelitian berbentuk kuesioner. Skor jawaban Pernyataan positif Pernyataan negatif SS 5 1 S 4 2 RG 3 3 TS 2 4 STS 1 5 Keterangan: SS = Sangat setuju S = Setuju RG = Ragu-ragu TS = Tidak setuju STS = Sangat tidak setuju Instrumen yang telah disusun selanjutnya diuji cobakan kepada 70 siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Raha. Pemilihan SMP negeri 2 Raha sebagai sampel uji coba karena jumlah siswa SMP negeri 3 Raha yang tidak terpilih sebagai sampel tidak memenuhi syarat karena tinggal 52 orang siswa, sedangkan persyaratan sampel uji coba harus disampel dan diacak. Uji coba instrumen dilakukan guna mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Validitas butir instrumen dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson. Validitas butir instrumen ditunjukkan oleh koefisien korelasi antara skor butir dengan skor total butir instrumen. Koefisien variditas butir instrumen diuji dengan nilai tabel r Product Moment untuk n = 70 dan tingkat kesalahan α = 0,05 yaitu sebesar 0,235. Butir-butir instrumen yang memiliki r hitung ≥ dari r tabel dinyatakan valid, sedangkan
  • 7.
    76 butir-butir instrumen rhitungnya lebih kecil dari r tabel dinyatakan tidak valid sehingga di droup. Setelah dilakukan analisis validitas instrumen maka selanjutnya dilakukan analisis reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Prosesnya adalah butir-butir instrumen yang dinyatakan valid diberi nomor urut baru kemudian dihitung reliabilitasnya. 1. Instrumen Motivasi Belajar a. Definisi Konsep Motivasi belajar dalam penelitian ini adalah dorongan internal yang terjadi pada diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar ini dapat diukur dari beberapa indikator yaitu : (a) keinginan untuk berhasil, (b) tekun dalam belajar, (c) ulet menghadapi kesulitan belajar, (d) perhatian dalam belajar, (e) berpretsai dalam belajar, dan (f) mandiri dalam belajar. b. Definisi Operasional Motivasi belajar siswa dalam penelitian ini adalah skor total yang diperoleh siswa dari instrumen yang mengukur motivasi belajar siswa. belajar ini dapat diukur dari beberapa indikator yaitu; (a) Motivasi ada keinginan untuk berhasil, (b) tekun
  • 8.
    77 dalam belajar, (c)ulet menghadapi kesulitan belajar, (d) perhatian dalam belajar, (e) berpretsai dalam belajar, dan (f) mandiri dalam belajar. c. Kisi-kisi Instrumen Variabel Motivasi Belajar Tabel 2. Kisi-Kisi Instrumen Motivasi Belajar No. Indikator 1 2 Keinginan berhasil. Tekun dalam belajar 3 Ulet menghadapi kesulitan 4 belajar. Perhatian dalam belajar. 5 6 Butir Pernyataan Item + Item 1, 2, 5 3, 4 Jumlah 5 6, 7, 9 8, 10 5 12, 13, 14, 11, 23 5 15, 17, 19 16, 18 5 Berprestasi dalam belajar. 20, 21, 29 22, 28 5 Mandiri dalam belajar 25, 27, 30 Total 18 24, 26 12 5 30 2. Instrumen untuk Mengukur Variabel Lingkungan Belajar a. Definisi Konsep Berdasarkan deskripsi teori lingkungan belajar seperti diuraikan dalam bab kajian pustaka, maka yang dimaksud dengan lingkungan belajar dalam penelitian ini adalah situasi atau suasana dalam belajar baik yang berwujud fisik maupun non-fisik atau lingkungan sosial yang meliputi: kondisi fisik
  • 9.
    78 ruang belajar, kondisialat-alat belajar, aturan dan kedisiplinan, suasana tempat belajar, hubungan antar siswa dengan siswa, dan hubungan antar siswa dengan warga sekolah lainnya. b. Definisi Operasional Lingkungan belajar dalam penelitian ini adalah total skor yang diperoleh siswa dari instrumen yang mengukur lingkungan belajar siswa. Lingkungan belajar ini diukur melalui indikator: (1) kondisi ruang fisik belajar, (2) kondisi alat-alat belajar, (3) aturan dan kedisiplinan, (4) suasana tempat belajar, (5) hubungan antar siswa dengan warga sekolah lainnya. c. Kisi-kisi Instrumen Lingkungan Belajar Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Lingkungan Belajar No. 1 2 3 4 5 6 3. Indikator Butir Pernyataan Jumlah Item + Item Kondisi fisik ruang belajar 1, 2, 4 3, 5 5 Kondisi alat-alat belajar 8, 11,14 9, 10 5 Aturan dan disiplin sekolah 15, 17, 18 16, 19 5 Suasana tempat belajar 7, 22, 31 6, 39 5 Hubungan siswa dengan 20, 24, 26, 21, 18, 35, 25, 5 warga sekolah lainya Lingkungan sekolah Jumlah 23, 27 13, 36, 39 21 29 30, 33 14 5 30 Instrumen untuk Mengukur Variabel Hasil Belajar IPS
  • 10.
    79 a. Defenisi Konsep Hasil belajarIPS yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan atau tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar IPS pada kelas VIII pada kompetensi dasar: (1) menjelaskan proses persiapan kemerdekaan Indonesia, (2) Mendeskripsikan peristiwa sekitar proklamasi, (3) Mendeskripsikan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia, (4) Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial b. Defenisi Operasional Hasil belajar IPS dalam penelitian ini adalah total skor yang dicapai siswa setelah menjawab tes IPS yang berbentuk pilihan ganda. Tes hasil belajar IPS ini diukur dari empat kompetensi dasar yaitu: kompetensi dasar: (1) menjelaskan proses persiapan kemerdekaan Indonesia, (2) Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi, (3) Mendeskripsikan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia, (4) Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial c. Kisi-kisi Tes Hasil Belajar IPS Tabel 5. Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar IPS Aspek Tingkat Pengetahuan Jumlah
  • 11.
    80 Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan persiapan Indonesia C1 proses 1,2, 3 kemerdekaan Mengidentifikasi peristiwa- 11, 12, peristiwa sekitar Proklamasi. 14 3. Mendeskripsikan proses 21, 22, terbentuknya negara kesatuan 25, 26 Republik Indonesia 4. Mendeskripsikan bentuk- 33, 34, 2. bentuk hubungan sosial. 35 Jumlah 13 C2 C3 4, 5, 6, 7 8, 9, 10 13, 10 15, 17, 18, 10 16, 19 20 23, 24, 29, 30 10 27, 28 31, 36, 37 16 32, 38, 39, 10 40 11 40 F. Teknik Analisis Data 1. Pengujian Hipotesis Sesuai dengan tujuan penelitian, maka untuk mendeskripsikan data dan menguji hipotesis, digunakan dua bentuk analisis yaitu: (1) analisis deskriptif untuk menyajikan data-data secara deskriptif seperti rata-rata, simpangan baku, modus, median, dan distribusi frekuensi. (2) analisis inferensial untuk menguji hipotesis pertama dan kedua dengan menggunakan uji regresi dan korelasi sederhana, sedangkan untuk menguji hipotesis ketiga digunakan uji regresi dan korelasi ganda. Rumus pfungsi taksiran regresi sederhana Ŷ = a + bx , dan rumus uji regresi ganda
  • 12.
    81 Ŷ = a+ b1X1 + b2X2 Rumus uji korelasi sederhana rxy = n( ΣXY ) − ( ΣX )( Σ ) {n( Σ X ) − ( Σ X ) } − {n( Σ Y ) − ( Σ Y ) } 2 1 2 2 Rumus korelasi ganda R y −12 = ry21 + ry22 − 2(ry1 )(ry 2 )(r12 ) 2 1 − r12 (Sudjana. 1996: 368-387) G. Hipotesis Statistik Secara statistik hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Ho : ρ1 = 0, artinya tidak terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa. Ha: ρ1 > 0, artinya terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa. 2. Ho: ρ2 = 0, artinya tidak terdapat hubungan positif antara lingkungan belajar dengan hasil belajar siswa. Ha: ρ 2 > 0, artinya terdapat hubungan positif antara lingkungan belajar dengan hasil belajar siswa. 3. Ho: ρ12 0, artinya tidak terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan lingkungan belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar siswa.
  • 13.
    82 Ha: ρ12 >0, artinya terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan lingkungan belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar siswa.