BAB I LANDASAN DAN PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM ADE DIAN ANAS  TINGKAT II C PENDIDIKAN EKONOMI
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI LANDASAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM : FILOSOFI    merupakan konseptual dan ideal : Sasaran pendidikan (tujuannya?) Proses pendidikan (bagaimana caranya?) Pendidik-siswa (siapa peserta didik, siapa pendidik?) PSIKOLOGIS    rencana belajar untuk pengalaman Perkembangan siswa Karakteristik siswa Metode belajar-mengajar SOSIAL BUDAYA    dalam hal ini masyarakat (siswa, keluarga, masyarakat umum) merupakan sesuatu yang nyata Perubahan tata nilai Perubahan tuntutan kehidupan Perubahan tuntutan kerja ILMU DAN TEKNOLOGI    arahnya bahwa pendidikan tidak hanya untuk sekarang tetapi untuk masa depan Teori baru Teknologi baru
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM SUMBANGAN MASING-MASING LANDASAN TERHADAP KURIKULUM TUJUAN PEND. ISI PEND. PROSES PEND. EVALUASI FILOSOFIS PSIKOLOGIS SOSIAL BUDAYA ILMU TEKNOLOGI FILOSOFIS PSIKOLOGIS SOSIAL BUDAYA IPTEK TUJUAN KURIKULUM
LANDASAN FILOSOFIS MERUPAKAN JAWABAN ESENSIAL / MENDASAR (JAWABAN FILOSOFIS) ATAS PERTANYAAN-PERTANYAAN : APA YANG MENJADI TUJUAN PENDIDIKAN ? SIAPA PENDIDIK DAN TERDIDIK ? APA ISI PENDIDIKAN ? BAGAIMANA PROSES INTERAKSI PENDIDIKAN? FILSAFAT BERARTI UPAYA UNTUK MENGGAMBARKAN DAN MENYATAKAN SUATU PANDANGAN YANG SISTEMATIS DAN KOMPREHENSIF TENTANG ALAM SEMESTA DAN KEDUDUKAN MANUSIA DI DALAMNYA
LANDASAN FILOSOFIS FILSAFAT Melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das Solen)    faktor subjektif Berupaya menerangkan / mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam kesatuan yang menyeluruh & bermakna ILMU berkenaan dengan fakta sebagaimana adanya (Das Sein)    faktor objektif Pendekatan analitik    menguraikan sesuatu ke dalam bagian-bagian kecil Mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer) Filsafat memberikan landasan dasar bagi ilmu Ilmu memberikan bahan-bahan untuk pemikiran filosofis Memberi bahan masukan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan
LANDASAN FILOSOFIS HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DENGAN FILSAFAT PENDIDIKAN Donald Butler (1957), filsafat memberikan arah & metodologi terhadap praktek pendidikan; praktek pendidikan memberikan bahan bagi pertimbangan filsafat Brubacher (1950), mengemukakan 4 pandangan tentang hubungan ini : Filsafat merupakan dasar utama dalam filsafat pendidikan Filsafat merupakan bunga, bukan akar pendidikan Filsafat pendidikan berdiri sendiri sebagai disiplin yang mungkin memberi keuntungan dari kontak dengan filsafat, tetapi kontak tersebut tidak penting Filsafat dan teori pendidikan menjadi satu John Dewey, filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama, seperti pendidikan sama dengan kehidupan
LANDASAN FILOSOFIS PANDANGAN JOHN DEWEY FILSAFAT : DUNIA SELALU BERUBAH TUJUANNYA SELF  REALIZATION Tekanan pada proses berpikir Proses berpikir bersifat tentatif Pengalaman merupakan : Dasar, mencakup segala aspek kegiatan individu Sumber dari nilai
LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN : Organisasi pengalaman hidup Perubahan pengalaman hidup  TUJUAN PENDIDIKAN : mencapai kehidupan demokratis Usaha individu melanjutkan pendidikan Terletak pada proses    kemampuan & keharusan meneruskan perkembangan PROSES BELAJAR Syarat pertumbuhan immaturity : Ketergantungan hubungan sosial Plastisitas (kemampuan berubah) PENGALAMAN adalah proses belajar / pendidikan Aktif    berusaha (berpikir) mengubah Pasif    menerima akibat /hasil Belajar dari pengalaman    menghubungkan kemajuan / kemunduran dalam perbuatan. Pengalaman yang efektif    REFLECTIVE THINKING Keraguan/kebingungan menimbulkan masalah Mengadakan interpretasi tentatif Mengadakan penelitian yang cermat Memperoleh hasil hipotesis tentatif Hasil pembuktian merupakan dasar untuk berbuat METODA BELAJAR Belajar adalah proses pertumbuhan Belajar & berpikir adalah satu
LANDASAN FILOSOFIS FILSAFAT :  mencari atau mencintai kebenaran dan kebijaksanaan atau kearifan mencari kebenaran yang hakiki What is real ? What is true ? What is good ? Menyelidiki jenis dan hakekat yang ada What is ultimate  absolute ? Mengacu kepada mengetahui realitas dibalik yang tampak ONTOLOGI Menyangkut masalah pengetahuan What can we  know ? Termasuk di dalamnya penelitian ttg. semantika, logika, dan matematika EPISTEMOLOGI Menyangkut masalah nilai Baik / buruk (value) What is our Moral questions ? Menyelidiki pengertian, Jenis, tingkat, sumber dan  hakekat nilai  AKSIOLOGI
LANDASAN FILOSOFIS ONTOLOGI    APA YANG NYATA EPISTEMOLOGI    APA YANG BENAR BAGAIMANA TAHU BENAR HAKEKAT PENGETAHUAN : FILSAFAT DUNIA LUAR MANUSIA FILSAFAT BERPUSAT PADA BUMI FILSAFAT BERPUSAT PADA MANUSIA AXIOLOGI    APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN (ETIKA & ESTETIKA)

Bab Ii

  • 1.
    BAB I LANDASANDAN PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM ADE DIAN ANAS TINGKAT II C PENDIDIKAN EKONOMI
  • 2.
    LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUMFAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI LANDASAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM : FILOSOFI  merupakan konseptual dan ideal : Sasaran pendidikan (tujuannya?) Proses pendidikan (bagaimana caranya?) Pendidik-siswa (siapa peserta didik, siapa pendidik?) PSIKOLOGIS  rencana belajar untuk pengalaman Perkembangan siswa Karakteristik siswa Metode belajar-mengajar SOSIAL BUDAYA  dalam hal ini masyarakat (siswa, keluarga, masyarakat umum) merupakan sesuatu yang nyata Perubahan tata nilai Perubahan tuntutan kehidupan Perubahan tuntutan kerja ILMU DAN TEKNOLOGI  arahnya bahwa pendidikan tidak hanya untuk sekarang tetapi untuk masa depan Teori baru Teknologi baru
  • 3.
    LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUMSUMBANGAN MASING-MASING LANDASAN TERHADAP KURIKULUM TUJUAN PEND. ISI PEND. PROSES PEND. EVALUASI FILOSOFIS PSIKOLOGIS SOSIAL BUDAYA ILMU TEKNOLOGI FILOSOFIS PSIKOLOGIS SOSIAL BUDAYA IPTEK TUJUAN KURIKULUM
  • 4.
    LANDASAN FILOSOFIS MERUPAKANJAWABAN ESENSIAL / MENDASAR (JAWABAN FILOSOFIS) ATAS PERTANYAAN-PERTANYAAN : APA YANG MENJADI TUJUAN PENDIDIKAN ? SIAPA PENDIDIK DAN TERDIDIK ? APA ISI PENDIDIKAN ? BAGAIMANA PROSES INTERAKSI PENDIDIKAN? FILSAFAT BERARTI UPAYA UNTUK MENGGAMBARKAN DAN MENYATAKAN SUATU PANDANGAN YANG SISTEMATIS DAN KOMPREHENSIF TENTANG ALAM SEMESTA DAN KEDUDUKAN MANUSIA DI DALAMNYA
  • 5.
    LANDASAN FILOSOFIS FILSAFATMelihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das Solen)  faktor subjektif Berupaya menerangkan / mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam kesatuan yang menyeluruh & bermakna ILMU berkenaan dengan fakta sebagaimana adanya (Das Sein)  faktor objektif Pendekatan analitik  menguraikan sesuatu ke dalam bagian-bagian kecil Mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer) Filsafat memberikan landasan dasar bagi ilmu Ilmu memberikan bahan-bahan untuk pemikiran filosofis Memberi bahan masukan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan
  • 6.
    LANDASAN FILOSOFIS HUBUNGANANTARA FILSAFAT DENGAN FILSAFAT PENDIDIKAN Donald Butler (1957), filsafat memberikan arah & metodologi terhadap praktek pendidikan; praktek pendidikan memberikan bahan bagi pertimbangan filsafat Brubacher (1950), mengemukakan 4 pandangan tentang hubungan ini : Filsafat merupakan dasar utama dalam filsafat pendidikan Filsafat merupakan bunga, bukan akar pendidikan Filsafat pendidikan berdiri sendiri sebagai disiplin yang mungkin memberi keuntungan dari kontak dengan filsafat, tetapi kontak tersebut tidak penting Filsafat dan teori pendidikan menjadi satu John Dewey, filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama, seperti pendidikan sama dengan kehidupan
  • 7.
    LANDASAN FILOSOFIS PANDANGANJOHN DEWEY FILSAFAT : DUNIA SELALU BERUBAH TUJUANNYA SELF REALIZATION Tekanan pada proses berpikir Proses berpikir bersifat tentatif Pengalaman merupakan : Dasar, mencakup segala aspek kegiatan individu Sumber dari nilai
  • 8.
    LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN: Organisasi pengalaman hidup Perubahan pengalaman hidup TUJUAN PENDIDIKAN : mencapai kehidupan demokratis Usaha individu melanjutkan pendidikan Terletak pada proses  kemampuan & keharusan meneruskan perkembangan PROSES BELAJAR Syarat pertumbuhan immaturity : Ketergantungan hubungan sosial Plastisitas (kemampuan berubah) PENGALAMAN adalah proses belajar / pendidikan Aktif  berusaha (berpikir) mengubah Pasif  menerima akibat /hasil Belajar dari pengalaman  menghubungkan kemajuan / kemunduran dalam perbuatan. Pengalaman yang efektif  REFLECTIVE THINKING Keraguan/kebingungan menimbulkan masalah Mengadakan interpretasi tentatif Mengadakan penelitian yang cermat Memperoleh hasil hipotesis tentatif Hasil pembuktian merupakan dasar untuk berbuat METODA BELAJAR Belajar adalah proses pertumbuhan Belajar & berpikir adalah satu
  • 9.
    LANDASAN FILOSOFIS FILSAFAT: mencari atau mencintai kebenaran dan kebijaksanaan atau kearifan mencari kebenaran yang hakiki What is real ? What is true ? What is good ? Menyelidiki jenis dan hakekat yang ada What is ultimate absolute ? Mengacu kepada mengetahui realitas dibalik yang tampak ONTOLOGI Menyangkut masalah pengetahuan What can we know ? Termasuk di dalamnya penelitian ttg. semantika, logika, dan matematika EPISTEMOLOGI Menyangkut masalah nilai Baik / buruk (value) What is our Moral questions ? Menyelidiki pengertian, Jenis, tingkat, sumber dan hakekat nilai AKSIOLOGI
  • 10.
    LANDASAN FILOSOFIS ONTOLOGI  APA YANG NYATA EPISTEMOLOGI  APA YANG BENAR BAGAIMANA TAHU BENAR HAKEKAT PENGETAHUAN : FILSAFAT DUNIA LUAR MANUSIA FILSAFAT BERPUSAT PADA BUMI FILSAFAT BERPUSAT PADA MANUSIA AXIOLOGI  APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN (ETIKA & ESTETIKA)