Kata pragmatisme sering kali di ucapkan orang.
Orang-orang menyebutkan kata itu biasanya dalam
pengertian praktis. Jika orang berkata, “Rancangan
ini kurang pragmatis,” maka maksudnya adalah
rancangan itu kurang praktis. Pengertian itu tidak
terlalu jauh dari pengertian pragmatisme yang
sebenarnya,
tetapi
belum
menggambarkan
keseluruhan pragmatisme (Tafsir Ahmad, 1992
Filsafat
Umum.
Bandung:
PT
Remaja
Rosdakarya:166).
 Pragmatisme
meletakkan pemakaian mengenai
sesuatu di atas pengetahuan itu sendiri.
 Filsafat berusaha untuk menggandakan penyelidikan
mengenai hakekat dari segala sesuatu. Hal ini
berarti bahwa filsafat berusaha mempelajari mana
yang paling utama dari segala sesuatu itu

 Apa

pengertian pragmatisme?
 Siapa saja tokoh filsafat pragmatisme?
 Bagaimana implikasi pragmatisme dalam
pendidikan?
Kata pragmatisme diambil dari kata prgma (bahasa
Yunani)
yang
berarti
tindakan,
perbuatan
(Encyclopedia Amerika, 15:683).
 Pragmatisme
adalah
aliran
filsafat
yang
mengajarkan bahwa yang benar adalah segala
sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar
dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya
yang bermanfaat secara praktis (Harun Hadiwijono.
1980. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta:
Kanisius. 130-131.).
 Dasar
dari
pragmatisme
adalah
logika
pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada
manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta
individual, konkret, dan terpisah satu sama lain.

 Charles

Sandre Peirce ( 1839 M ) suatu teknik
untuk membantu manusia dalam memecahkan
masalah
 William James (1842-1910 M) Nilai
pengalaman dalam pragmatisme tergantung
pada akibatnya, kepada kerjanya artinya
tergantung keberhasilan dari perbuatan yang
disiapkan oleh pertimbangan itu. Pertimbangan
itu benar jikalau bermanfaat bagi
pelakunya, jika memperkaya hidup serta
kemungkinan-kemungkinan hidup.
 John Dewey (1859-1952 M) filsafat bertujuan
untuk memperbaiki kehidupan manusia serta
lingkungannya atau mengatur kehidupan
manusia serta aktifitasnnya untuk memenuhi
kebutuhan manusiawi
1. Tujuan Pendidikan Filsuf paragmatisme
berpendapat
bahwa
pendidikan
harus
mengajarkan seseorang tentang bagaimana
berfikir dan menyesuaikan diri terhadap
perubahan yang terjadi di dalam masyarakat
Tujuan-tujuan pendidikan tersebut meliputi:
 Kesehatan yang baik
 Keterampilan-keterampilan
dan
kejujuran
dalam bekerja
 Minat
dan hobi untuk kehidupan yag
menyenangkan
 Persiapan untuk menjadi orang tua
 Kemampuan untuk bertransaksi secara efektif
dengan masalah-masalah sosial.
2. Kurikulum berisi pengalaman-pengalaman
yang telah teruji, yang sesuai dengan minat
dan kebutuhan siswa.
3. Metode Pendidikan  metode pemecahan
masalah (problem solving method) serta
metode penyelidikan dan penemuan (inquiri
and discovery method)
4. Peranan Guru dan Siswa
Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa
Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan.
Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan
bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya
sebagai benar dengan perantaraan akibatakibatnya yang bermanfaat secara praktis.
 Filosuf
yang terkenal sebagai tokoh filsafat
pragmatisme adalah William James dan John
Dewey.
 Pragmatisme memandang bahwa siswa merupakan
organisme rumit yang mempunyai kemampuan luar
biasa untuk tumbuh, sedangkan guru berperan
untuk memimpin dan membimbing pengalaman
belajar tanpa ikut campur terlalu jauh atas minat
dan kebutuhan siswa.

Aliran pragmatisme

Aliran pragmatisme

  • 2.
    Kata pragmatisme seringkali di ucapkan orang. Orang-orang menyebutkan kata itu biasanya dalam pengertian praktis. Jika orang berkata, “Rancangan ini kurang pragmatis,” maka maksudnya adalah rancangan itu kurang praktis. Pengertian itu tidak terlalu jauh dari pengertian pragmatisme yang sebenarnya, tetapi belum menggambarkan keseluruhan pragmatisme (Tafsir Ahmad, 1992 Filsafat Umum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya:166).  Pragmatisme meletakkan pemakaian mengenai sesuatu di atas pengetahuan itu sendiri.  Filsafat berusaha untuk menggandakan penyelidikan mengenai hakekat dari segala sesuatu. Hal ini berarti bahwa filsafat berusaha mempelajari mana yang paling utama dari segala sesuatu itu 
  • 3.
     Apa pengertian pragmatisme? Siapa saja tokoh filsafat pragmatisme?  Bagaimana implikasi pragmatisme dalam pendidikan?
  • 4.
    Kata pragmatisme diambildari kata prgma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan (Encyclopedia Amerika, 15:683).  Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis (Harun Hadiwijono. 1980. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Kanisius. 130-131.).  Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. 
  • 5.
     Charles Sandre Peirce( 1839 M ) suatu teknik untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah  William James (1842-1910 M) Nilai pengalaman dalam pragmatisme tergantung pada akibatnya, kepada kerjanya artinya tergantung keberhasilan dari perbuatan yang disiapkan oleh pertimbangan itu. Pertimbangan itu benar jikalau bermanfaat bagi pelakunya, jika memperkaya hidup serta kemungkinan-kemungkinan hidup.  John Dewey (1859-1952 M) filsafat bertujuan untuk memperbaiki kehidupan manusia serta lingkungannya atau mengatur kehidupan manusia serta aktifitasnnya untuk memenuhi kebutuhan manusiawi
  • 6.
    1. Tujuan PendidikanFilsuf paragmatisme berpendapat bahwa pendidikan harus mengajarkan seseorang tentang bagaimana berfikir dan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi di dalam masyarakat Tujuan-tujuan pendidikan tersebut meliputi:  Kesehatan yang baik  Keterampilan-keterampilan dan kejujuran dalam bekerja  Minat dan hobi untuk kehidupan yag menyenangkan  Persiapan untuk menjadi orang tua  Kemampuan untuk bertransaksi secara efektif dengan masalah-masalah sosial.
  • 7.
    2. Kurikulum berisipengalaman-pengalaman yang telah teruji, yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. 3. Metode Pendidikan  metode pemecahan masalah (problem solving method) serta metode penyelidikan dan penemuan (inquiri and discovery method) 4. Peranan Guru dan Siswa
  • 8.
    Pragmatisme berasal darikata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibatakibatnya yang bermanfaat secara praktis.  Filosuf yang terkenal sebagai tokoh filsafat pragmatisme adalah William James dan John Dewey.  Pragmatisme memandang bahwa siswa merupakan organisme rumit yang mempunyai kemampuan luar biasa untuk tumbuh, sedangkan guru berperan untuk memimpin dan membimbing pengalaman belajar tanpa ikut campur terlalu jauh atas minat dan kebutuhan siswa. 