Filsafat
Pendidikan
Cecep KustandiCecep Kustandi
081564878877081564878877
cecepkustandi@gmail.comcecepkustandi@gmail.com
STANDAR KOMPETENSI
1. STANDAR KOMPETENSI:
 Mahasiswa memahami konsep dan prinsip-prinsip filsafat
pendidikan
2. KOMPETENSI DASAR
• Mahasiswa mampu memahami konsep filsafat
• Mahasiswa mampu memahami konsep pendidikan
• Mahasiswa mampu menghubungkan antara filsafat dan
pendidikan
Tujuan
1. Setelah proses perkuliahan diharapkan Mahasiswa dapat:
2. Mengemukakan pengertian filsafat secara bahasa
3. Mengemukakan makna filsafat menurut Titus
4. Menyebutkan tiga ciri utama berpikir filosofis
5. Mengemukakan objek kajian filsafat
6. Menyebutkan istilah-istilah yang artinya atau berhubungan
dengan pendidikan
7. Menjelaskan 4 kata kunci terkait dengan hakikat pendidikan
8. Menjelaskan hakikat filsafat pendidikan
Pengertian Filsafat
Filsafat secara harfiah berasal kata ‘philo’,
berarti cinta; dan ‘sophos’, dimaknai ilmu atau
hikmah. Filsafat secara etimologi diartikan
cinta terhadap ilmu atau hikmah.
Pengertian lainnya [Yunani]: dari kata
philosophia, yaitu: cinta kepada kebijaksanaan
atau cinta pada kebenaran.
Harold H Titus memaknai filsafat sebagai:
o Sikap tentang hidup dan tentang alam semesta
o Metode pemikiran reflektif dan penyelidikan akliah
o Seperangkat masalah
o Seperangkat teori dan sistem pemikiran
Diskusi Makna Filsafat
Endang Saifuddin Anshari meyebut filsafat merupakan:
 Ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah-
masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu
pengetahuan biasa, berada di luar atau di atas
jangkauan ilmu pengetahuan biasa
Diskusi Makna FilsafatDiskusi Makna Filsafat
 Hasil daya upaya manusia dengan akal budinya
untuk memahami (mendalami dan menyelami)
secara radikal dan integral serta sistematik
hakikat sarwa yang ada: hakikat tuhan, alam
semesta dan manusia
LanjutanLanjutan
Fuad Hassan menyatakan:
Filsafat ialah suatu ikhtiar untuk berpikir
radikal; radikal dalam arti mulai dari radix-nya
suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang
hendak dimasalahkan. Dan dengan penjajagan
yang radikal itu, filsafat berusaha untuk sampai
kepada kesimpulan-kesimpulan yang universil
[Fuad Hassan, Berkenalan dengan Existensialisme, Jakarta, 1973]
Diskusi Makna Filsafat
Objek kajian Filsafat :
1. Yang Ada dalam arti sesuatu yang seharusnya
ada (wajib al-wujud)
2. Yang mungkin ada(mumkin al-wujud) dalam
arti sesuatu yang ada karena ada wajib al-
wujud
Objek Filsafat
A. ISTILAH-ISTILAH YG. ARTINYA ATAU
BERHUBUNGAN DGN. PENDIDIKAN
1. Istilah dalam bahasa Yunani
Pais : anak, agogos : pembimbing
Paedagogie : pendidikan
Paedagogiek : ilmu pendidikan
Paedagook : pendidik
2.Istilah dalam bahasa Belanda
Opvoeding :
Membesarkan anak dengan makanan.
Membantu perkembangan anak.
Pengertian Pendidikan
Kata kunci
1. USAHA SADAR
2. KEPRIBADIAN & KEMAMPUAN
3. DI DALAM & DI LUAR SEKOLAH
4. BERLANGSUNG SEUMUR HIDUP
1. Pengertian pertama, pendidikan merupakan upaya
nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam
mencapai kemandirian serta kematangan
mentalnya sehingga dapat survive di dalam
kompetisi kehidupannya;
Lanjutan
2. Pengertian kedua, pendidikan adalah pengaruh
bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada
orang lain, untuk menuju kearah kedewasaan,
kemandirian serta kematangan mentalnya;
Lanjutan
3. Pengertian ketiga, pendidikan merupakan aktivitas
untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi
segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses
perkembangan kemanusiaannya agar mampu
berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (Insan
Cerdas dan Kompetitif).
Makna Praktis Pendidikan
Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa
dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk
memimpin perkembangan jasmani dan rohani
kearah kedewasaan
TUJUAN PENDIDIKAN
Pertama, membantu siswa untuk
menyadari dan mengidentifikasi nilai-nilai
mereka sendiri serta nilai-nilai orang lain;
LANJUTAN
Kedua, membantu siswa, supaya
mereka mampu berkomunikasi secara
terbuka dan jujur dengan orang lain,
berhubungan dengan nilai-nilainya sendiri;
LANJUTAN
KETIGA, membantu siswa, supaya mereka
mampu menggunakan secara bersama-
sama kemampuan berpikir rasional dan
kesadaran emosional, untuk memahami
perasaan, nilai-nilai, dan pola tingkah laku
mereka sendiri (Superka, et. al.1976).
Secara garis besar pengertian pendidikan
dapat dibagi menjadi tiga yaitu: a).
pendidikan, b). teori umum pendidikan,
dan c). ilmu pendidik
Lingkup Kajian Pendidikan
Berdasar Pengertinnya
Filsafat
Pendidikan
Filsafat pendidikan
filsafat pendidikan membicarakan
pendidikan yang ada dan mungkin
ada secara spekulatif, radikal dan
universal
Filsafat pendidikan diartikan dengan
suatu kajian secara filosofis
mengenai berbagai masalah
pendidikan
Filsafat adalah merupakan salah satu cara
pendekatan yang digunakan oleh para ahli
pendidikan dalam memecahkan problematika
pendidikan dan menyusun teori-teori
pendidikannya, disamping menggunakan
metode-metode ilmiah lainnya.
Hubungan Fungsional
Filsafat dan Pendidikan
Filsafat berfungsi memberikan arah agar teori
pendidikan yang telah dikembangkan oleh para
ahlinya, yang berdasarkan dan menurut
pandangan dan aliran filsafat tertentu,
mempunyai relevansi dalam praktek
kependidikan dan kebutuhan hidup yang juga
berkembang dalam masyarakat
Hubungan Fungsional
Filsafat dan Pendidikan
HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN PENDIDIKAN
Hubungan antara filsafat dan pendidikan
terkait dengan persoalan logika, yaitu: logika
formal yang dibangun atas prinsif koherensi,
dan logika dialektis dibangun atas prinsip
menerima dan membolehkan kontradiksi.
Hubungan interakif antara filsafat dan
pendidikan berlangsung dalam lingkaran
kultural dan pada akhirnya menghasilkan apa
yang disebut dengan filsafat pendidikan
Hubungan
Suplementer
Filsafat dan
Pendidikan
Filsafat pendidikan dan
sistem atau teori
pendidikan dan hubungan
antara keduanya adalah
yang satu suplemen
terhadap yang lain dan
keduanya diperlukan oleh
setiap guru sebagai
pendidik dan bukan hanya
sebagai pengajar bidang
studi tertentu
“Filsafat pendidikan sebagai suatu lapangan
studi mengarahkan pusat perhatiannya
dan memusatkan kegiatannya pada dua
fungsi tugas normatif ilmiah, yaitu:
• Kegiatan merumuskan dasar-dasar, dan
tujuan-tujuan pendidikan, konsep tentang
sifat hakiki manusia, serta konsepsi
hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi
moral pendidikannya.
• Kegiatan merumuskan sistem atau teori
pendidikan (science of education) yang
meliputi politik pendidikan,
kepemimpinan pendidikan atau organisasi
pendidikan dan metodologi pendidikan
dan pengajaran.
Ali Saifullah
dalam
bukunya: “
Antara Filsafat
dan
Pendidikan”,
menyebutkan
bahwa:
• Djumberansyah Indar, Filsafat
Pendidikan
• Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan
Dasar Filsafat Pendidikan
• Jalaludin &Abdullah, Filsafat Pendidikan
• Barnabid, Filsafat Pendidikan, Sistem
dan Metode
• Ali Saifullah, Filsafat dan Pendidikan
• Hasan Langgulung, Manusia dan
Pendidikan
• Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan
Islam
• M. Fadhil Jamali, Filsafat dalam Islam
• M. Al-Raumil al-Syakani, Filsafat
Pendidikan Islam
Daftar
Pustaka

Pengantar Filsafat Pendidikan

  • 1.
  • 2.
    STANDAR KOMPETENSI 1. STANDARKOMPETENSI:  Mahasiswa memahami konsep dan prinsip-prinsip filsafat pendidikan 2. KOMPETENSI DASAR • Mahasiswa mampu memahami konsep filsafat • Mahasiswa mampu memahami konsep pendidikan • Mahasiswa mampu menghubungkan antara filsafat dan pendidikan
  • 3.
    Tujuan 1. Setelah prosesperkuliahan diharapkan Mahasiswa dapat: 2. Mengemukakan pengertian filsafat secara bahasa 3. Mengemukakan makna filsafat menurut Titus 4. Menyebutkan tiga ciri utama berpikir filosofis 5. Mengemukakan objek kajian filsafat 6. Menyebutkan istilah-istilah yang artinya atau berhubungan dengan pendidikan 7. Menjelaskan 4 kata kunci terkait dengan hakikat pendidikan 8. Menjelaskan hakikat filsafat pendidikan
  • 4.
    Pengertian Filsafat Filsafat secaraharfiah berasal kata ‘philo’, berarti cinta; dan ‘sophos’, dimaknai ilmu atau hikmah. Filsafat secara etimologi diartikan cinta terhadap ilmu atau hikmah. Pengertian lainnya [Yunani]: dari kata philosophia, yaitu: cinta kepada kebijaksanaan atau cinta pada kebenaran.
  • 5.
    Harold H Titusmemaknai filsafat sebagai: o Sikap tentang hidup dan tentang alam semesta o Metode pemikiran reflektif dan penyelidikan akliah o Seperangkat masalah o Seperangkat teori dan sistem pemikiran Diskusi Makna Filsafat
  • 6.
    Endang Saifuddin Ansharimeyebut filsafat merupakan:  Ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah- masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa, berada di luar atau di atas jangkauan ilmu pengetahuan biasa Diskusi Makna FilsafatDiskusi Makna Filsafat
  • 7.
     Hasil dayaupaya manusia dengan akal budinya untuk memahami (mendalami dan menyelami) secara radikal dan integral serta sistematik hakikat sarwa yang ada: hakikat tuhan, alam semesta dan manusia LanjutanLanjutan
  • 8.
    Fuad Hassan menyatakan: Filsafatialah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal; radikal dalam arti mulai dari radix-nya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan penjajagan yang radikal itu, filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universil [Fuad Hassan, Berkenalan dengan Existensialisme, Jakarta, 1973] Diskusi Makna Filsafat
  • 9.
    Objek kajian Filsafat: 1. Yang Ada dalam arti sesuatu yang seharusnya ada (wajib al-wujud) 2. Yang mungkin ada(mumkin al-wujud) dalam arti sesuatu yang ada karena ada wajib al- wujud Objek Filsafat
  • 10.
    A. ISTILAH-ISTILAH YG.ARTINYA ATAU BERHUBUNGAN DGN. PENDIDIKAN 1. Istilah dalam bahasa Yunani Pais : anak, agogos : pembimbing Paedagogie : pendidikan Paedagogiek : ilmu pendidikan Paedagook : pendidik 2.Istilah dalam bahasa Belanda Opvoeding : Membesarkan anak dengan makanan. Membantu perkembangan anak.
  • 11.
    Pengertian Pendidikan Kata kunci 1.USAHA SADAR 2. KEPRIBADIAN & KEMAMPUAN 3. DI DALAM & DI LUAR SEKOLAH 4. BERLANGSUNG SEUMUR HIDUP 1. Pengertian pertama, pendidikan merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam kompetisi kehidupannya;
  • 12.
    Lanjutan 2. Pengertian kedua,pendidikan adalah pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk menuju kearah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya;
  • 13.
    Lanjutan 3. Pengertian ketiga,pendidikan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan kemanusiaannya agar mampu berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (Insan Cerdas dan Kompetitif).
  • 14.
    Makna Praktis Pendidikan Pendidikanadalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani kearah kedewasaan
  • 15.
    TUJUAN PENDIDIKAN Pertama, membantusiswa untuk menyadari dan mengidentifikasi nilai-nilai mereka sendiri serta nilai-nilai orang lain;
  • 16.
    LANJUTAN Kedua, membantu siswa,supaya mereka mampu berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan orang lain, berhubungan dengan nilai-nilainya sendiri;
  • 17.
    LANJUTAN KETIGA, membantu siswa,supaya mereka mampu menggunakan secara bersama- sama kemampuan berpikir rasional dan kesadaran emosional, untuk memahami perasaan, nilai-nilai, dan pola tingkah laku mereka sendiri (Superka, et. al.1976).
  • 18.
    Secara garis besarpengertian pendidikan dapat dibagi menjadi tiga yaitu: a). pendidikan, b). teori umum pendidikan, dan c). ilmu pendidik Lingkup Kajian Pendidikan Berdasar Pengertinnya
  • 19.
  • 20.
    filsafat pendidikan membicarakan pendidikanyang ada dan mungkin ada secara spekulatif, radikal dan universal Filsafat pendidikan diartikan dengan suatu kajian secara filosofis mengenai berbagai masalah pendidikan
  • 21.
    Filsafat adalah merupakansalah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikannya, disamping menggunakan metode-metode ilmiah lainnya. Hubungan Fungsional Filsafat dan Pendidikan
  • 22.
    Filsafat berfungsi memberikanarah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya, yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu, mempunyai relevansi dalam praktek kependidikan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat Hubungan Fungsional Filsafat dan Pendidikan
  • 23.
    HUBUNGAN FILSAFAT DENGANPENDIDIKAN Hubungan antara filsafat dan pendidikan terkait dengan persoalan logika, yaitu: logika formal yang dibangun atas prinsif koherensi, dan logika dialektis dibangun atas prinsip menerima dan membolehkan kontradiksi. Hubungan interakif antara filsafat dan pendidikan berlangsung dalam lingkaran kultural dan pada akhirnya menghasilkan apa yang disebut dengan filsafat pendidikan
  • 24.
    Hubungan Suplementer Filsafat dan Pendidikan Filsafat pendidikandan sistem atau teori pendidikan dan hubungan antara keduanya adalah yang satu suplemen terhadap yang lain dan keduanya diperlukan oleh setiap guru sebagai pendidik dan bukan hanya sebagai pengajar bidang studi tertentu
  • 25.
    “Filsafat pendidikan sebagaisuatu lapangan studi mengarahkan pusat perhatiannya dan memusatkan kegiatannya pada dua fungsi tugas normatif ilmiah, yaitu: • Kegiatan merumuskan dasar-dasar, dan tujuan-tujuan pendidikan, konsep tentang sifat hakiki manusia, serta konsepsi hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikannya. • Kegiatan merumuskan sistem atau teori pendidikan (science of education) yang meliputi politik pendidikan, kepemimpinan pendidikan atau organisasi pendidikan dan metodologi pendidikan dan pengajaran. Ali Saifullah dalam bukunya: “ Antara Filsafat dan Pendidikan”, menyebutkan bahwa:
  • 26.
    • Djumberansyah Indar,Filsafat Pendidikan • Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan • Jalaludin &Abdullah, Filsafat Pendidikan • Barnabid, Filsafat Pendidikan, Sistem dan Metode • Ali Saifullah, Filsafat dan Pendidikan • Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan • Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam • M. Fadhil Jamali, Filsafat dalam Islam • M. Al-Raumil al-Syakani, Filsafat Pendidikan Islam Daftar Pustaka