PENGANTAR BISNIS
     CH. III



Dosen : Iman Imron
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
       Ditandai dengan adanya ekspor,
 Dimana ekspor adalah barang dan jasa produksi
   domestik yang dijual ke negara-negara lain.

       Alasan melakukan perdagangan,
 Karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
     dengan menyediakan pasar bagi produk-
  produknya dan sebagai akses sumber daya yang
                  dibutuhkan.
SUMBER-SUMBER FAKTOR
PRODUKSI INTERNASIONAL

   1.     Sumber Daya Manusia (SDM)
        2. Sumber Daya Alam (SDA)
                 3. Modal
        4. Harga dan Kualitas kinerja
UKURAN PASAR INTERNASIONAL

 Dapat dilihat dari PDB (pendapatan domestik bruto).


   Dimana apabila PDB naik maka akan membuka
         kesempatan pasar internasional.
KEUNGGULAN ABSOLUT DAN
         KOMPARATIF
 KEUNGGULAN ABSOLUT
  Apabila ia dapat mempertahankan monopoli atau ia
  dapat memproduksi dengan biaya yang lebih rendah
  daripada pesaingnya.
 KEUNGGULAN KOMPARATIF
  Apabila ia dapat memasok produk tsb secara lebih
  efisien dan dengan harga yang lebih rendah daripada
  jika memasok produk-produk yang lain dibandingkan
  dengan keluaran negara-negara lain.
MENGUKUR PERDAGANGAN
        ANTARNEGARA
 NERACA PERDAGANGAN
  adalah perbedaan antara nilai ekspor dan impor
  sebuah negara.
 NERACA PEMBAYARAN
  adalah perbedaan antara jumlah arus uang masuk atau
  keluar dari sebuah negara.
 NILAI TUKAR (exchange rate)
  adalah nilai mata uang suatu negara terkait dengan
  mata uang negara-negara lain. Kurs mata uang dapat
  ditukarkan dengan mata uang negara lain.
RINTANGAN-RINTANGAN
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
   1.   PERBEDAAN SOSIAL DAN BUDAYA
      2. PERBEDAAN PEREKONOMIAN
   3. PERBEDAAN POLITIK DAN HUKUM
1.PERBEDAAN SOSIAL DAN
             BUDAYA
 Perbedaan ini meliputi bahasa dan adat istiadat
  hingga latar belakang pendidikan dan hari libur
  keagamaan.
 Pemahaman dan penghargaan terhadap hal ini,
  sangat penting dalam proses mengarah pada
  kesuksesan bisnis internasional.
 Kepekaan yang tajam tehadap unsur-unsur seperti
  sifat-sifat lokal, sikap tubuh dan ekspektasi
  sehubungan dengan cara berpakaian, bahasa tubuh
  dan ketepatan waktu yang membantu mendapatkan
  konsumen dan mencapai sasaran bisnisnya.
2. Perbedaan-perbedaan
             perekonomian
 Pendapatan perkapita dan tahapan perkembangan
  perekonomian adalah beberapa faktor ekonomi yang perlu
  dipertimbangkan ketika mengevaluasi negara tsb, sebagai
  salah satu kandidat dalam melakukan bisnis internasional.
 Selain itu, bisnis hendaknya mempertimbangkan
  infrastruktur (infrastructures).
 Infrastruktur adalah sistem dasar komunikasi
  (tv,radio,media cetak dan telekomunikasi), transportasi
  (jalan dan jalan tol, rel kereta, pelabuhan dan bandara) dan
  fasilitas listrik (pembangkit dan perusahaan gas serta
  listrik).
3. PERBEDAAN POLITIK DAN
               HUKUM
 IKLIM POLITIK
  Salah satu faktor penting dalam setiap investasi bisnis internasional
  adalah stabilitas iklim politik. Negara-negara tuan rumah sering
  mengeluarkan undang-undang yang dirancang untuk melindungi
  kepentingan negara tsb, yang sering kali dengan mengorbankan bisnis-
  bisnis asing.
 LINGKUNGAN HUKUM
  Ketika melakukan bisnis secara internasional, para manajer harus
  familiar dengan tiga dimensi lingkungan hukum : hukum amerika
  serikat, regulasi internasional dan hukum di negara, dimana mereka
  berencana berdagang.
 REGULASI INTERNASIONAL
  untuk mengatur perdagangan internasional, amerika serikat dan
  negara lainnya telah meratifikasi kesepakatan-kesepakatan dan
  perjanjian-perjanjian tertulis yang menentukan pelaksanaan bisnis
  internasional dan melindungi sebagian aktivitas-aktivitasnya.
  Perjanjian bisnis internasional lainnya meliputi standar produk, paten,
  merek dagang, kebijakan pajak timbal balik, pengendalian ekspor,
  perjalanan internasional melalui udara dan komunikasi internasional.
Jenis-jenis Pembatasan
            Perdagangan
 Tarif adalah pajak yg dikenakan atas barang-barang
  impor.

 Terdapat argumentasi-argumentasi terkait dengan
  dukungan dan pertentangan.
DUKUNGAN

 Melindungi keamanan negara dan kesehatan warga negara,
 Melindungi industri yang baru berdiri atau Industri lemah,
 Melindungi dari praktik dumping dimana produk dijual di luar
  negeri dengan harga yang lebih murah daripada pasar dalam
  negeri, yang bersaing secara tidak adil dengan barang-barang
  domestik,
 Melindungi pekerjaan-pekerjaan domestik dalam menghadapi
  persaingan asing,
 Membalas pembatasan perdagangan oleh negara lain.
PERTENTANGAN
 Menaikkan harga-harga bagi konsumen
 Membatasi pilihan konsumen
 Menyebabkan munculnya tindakan pembalasan dari
  hnegara-negara lain, yang membatasi peluang ekspor
  bagi kalangan bisnis
 Menyebabkan berkurangnya pekerjaan dari bisnis
  internasional
 Menyebabkan terjadinya alokasi sumber daya
  internasional yang tidak efisien.
Rintangan nontarif
           membatasi impor dengan cara yang lebih halus.

 Kuota membatasi jumlah suatu produk yang dapat diimpor oleh
  sebuah negara selama jangka waktu tertentu.

 Kuota membantu mencegah terjadinya dumping, yaitu suatu praktik
  yang berkembang pada tahun 1970-an.

 Embargo, yang sifatnya lebih berat daripada kuota, menerapkan
  larangan penuh dalam mengimpor produk tertentu atau bahkan
  penghentian perdagangan secara total dengan suatu negara tertentu.

 Pengendalian nilai tukar, yang diterapkan melalui bank sentralatau
  badan pemerintah, memengaruhi importir maupun eksportir.
Mengurangi Rintangan Perdagangan Internasional
Organisasi-organisasi yang Memajukan Perdagangan Internasional
 Organisasi Perdagangan Dunia
  Institusi internasional beranggotakan 135 negara yang mengawasi kesepakatan-
  kesepakatan GATT dan menengahi masalah perselisihan perdagangan
  internasional
 Bank Dunia
  Mendanai proyek-proyek pembangunan atau perluasan infrastruktur sebuah
  negara, seperti transportasi, pendidikan ,dan sistem serta fasilitas kesehatan.
 Dana Moneter Internasional
  Dibentuk untuk mempromosikan perdagangan melalui kerja sama di bidang
  keuangan, dan di dalam prosesnya, akan menghilangkan rintangan-rintangan
  yang ada.
Komunitas Ekonomi Internasional

 Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North America Free
  Trade Agreement—NAFTA)
  Perjanjian tahun 1994 antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko untuk
  menghapuskan rintangan perdagangan dan tarif.


 Uni Eropa
  Aliansi ekonomi Eropa 25 negara.
Menuju ke Pasar Global
  Sebelum mengambil keputusan untuk masuk ke pasar global,
     perusahaan harus terlebih dahulu menghadapi sejumlah
      keputusan penting, dimulai dengan hal-hal berikut ini :

 Menentukan pasar asing yang akan dimasuki.
 Menganalisis pengeluaran yang dibutuhkan untuk memasuki
  suatu pasar baru.
 Memutuskan cara terbaik untuk mengorganisasikan operasi di
  luar negeri.
Tingkat Keterlibatan
* Ekspor atau Impor
  Strategi mengekspor atau mengimpor merupakan tingkat paling
  dasar dalam keterlibatan internasional, dengan tingkat resiko dan
  kendali yang paling kecil.

* Perjanjian Kontraktual, seperti :
  Waralaba, suatu perjanjian kontraktual di mana distributor atau
  pengecer selaku franchisee memiliki hak untuk menjual produk-
  produk pemegang waralaba dengan nama perusahaan tersebut jika
  mereka menyetujui beberapa persyaratan operasional yang berlaku.

* Lisensi Asing, suatu perusahaan memperkenankan perusahaan lain
  unuk memproduksi atau menjual produknya atau merk dagang,hak
  paten,atau proses manufakturnya, di dalam suatu wilayah geografis
  tertentu.
Subkontrak, menyangkut pengontrakan perusahaan-perusahaan lokal untuk
  memproduksi, mendistribusikan, atau menjual barang atau jasa.


 Investasi Langsung Internasional, melalui :
  Akuisisi, memungkinkan operasi bisnis yang sebagian besar berjalan secara
  domestik mampu hadir secara internasional dengan sangat cepat.


  Joint venture, memungkinkan perusahaan berbagi risiko, biaya, laba, dan
  tanggung jawab manajemen dengan satu atau lebih warga negara tuan rumah.
Dari perusahaan Multinasional ke Bisnis
                  Global
 Perusahaan Multinasional (multinational corporation—
 MNC)
 Perusahaan dengan operasi dan aktivitas pemasaran yang
 signifikan di luar negara asalnya.

 Perusahaan Global
 Unit bisnis yang memiliki kantor pusat di banyak negara lain
 dengan sistem pengamblan keputusan desentralisasi.
Mengembangkan Strategi untuk Bisnis Internasional

 Strategi Bisnis Global
 Menawarkan produk global yang terstandardisasi dan
 menjualnya dengan cara yang pada dasarnya sama dengan yang
 dilakukan perusahaan di pasar domestik dan asing.


 Strategi bisnis Multidomestik
 Mengembangkan dan memasarkan produk-produk untuk
 melayani berbagai jenis kebutuhan dan selera yang berbeda dari
 pasar-pasar nasional yang terpisah.

Bab 3 global

  • 1.
    PENGANTAR BISNIS CH. III Dosen : Iman Imron
  • 2.
    PERDAGANGAN INTERNASIONAL Ditandai dengan adanya ekspor, Dimana ekspor adalah barang dan jasa produksi domestik yang dijual ke negara-negara lain. Alasan melakukan perdagangan, Karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan pasar bagi produk- produknya dan sebagai akses sumber daya yang dibutuhkan.
  • 3.
    SUMBER-SUMBER FAKTOR PRODUKSI INTERNASIONAL 1. Sumber Daya Manusia (SDM) 2. Sumber Daya Alam (SDA) 3. Modal 4. Harga dan Kualitas kinerja
  • 4.
    UKURAN PASAR INTERNASIONAL Dapat dilihat dari PDB (pendapatan domestik bruto). Dimana apabila PDB naik maka akan membuka kesempatan pasar internasional.
  • 5.
    KEUNGGULAN ABSOLUT DAN KOMPARATIF  KEUNGGULAN ABSOLUT Apabila ia dapat mempertahankan monopoli atau ia dapat memproduksi dengan biaya yang lebih rendah daripada pesaingnya.  KEUNGGULAN KOMPARATIF Apabila ia dapat memasok produk tsb secara lebih efisien dan dengan harga yang lebih rendah daripada jika memasok produk-produk yang lain dibandingkan dengan keluaran negara-negara lain.
  • 6.
    MENGUKUR PERDAGANGAN ANTARNEGARA  NERACA PERDAGANGAN adalah perbedaan antara nilai ekspor dan impor sebuah negara.  NERACA PEMBAYARAN adalah perbedaan antara jumlah arus uang masuk atau keluar dari sebuah negara.  NILAI TUKAR (exchange rate) adalah nilai mata uang suatu negara terkait dengan mata uang negara-negara lain. Kurs mata uang dapat ditukarkan dengan mata uang negara lain.
  • 7.
    RINTANGAN-RINTANGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL 1. PERBEDAAN SOSIAL DAN BUDAYA 2. PERBEDAAN PEREKONOMIAN 3. PERBEDAAN POLITIK DAN HUKUM
  • 8.
    1.PERBEDAAN SOSIAL DAN BUDAYA  Perbedaan ini meliputi bahasa dan adat istiadat hingga latar belakang pendidikan dan hari libur keagamaan.  Pemahaman dan penghargaan terhadap hal ini, sangat penting dalam proses mengarah pada kesuksesan bisnis internasional.  Kepekaan yang tajam tehadap unsur-unsur seperti sifat-sifat lokal, sikap tubuh dan ekspektasi sehubungan dengan cara berpakaian, bahasa tubuh dan ketepatan waktu yang membantu mendapatkan konsumen dan mencapai sasaran bisnisnya.
  • 9.
    2. Perbedaan-perbedaan perekonomian  Pendapatan perkapita dan tahapan perkembangan perekonomian adalah beberapa faktor ekonomi yang perlu dipertimbangkan ketika mengevaluasi negara tsb, sebagai salah satu kandidat dalam melakukan bisnis internasional.  Selain itu, bisnis hendaknya mempertimbangkan infrastruktur (infrastructures).  Infrastruktur adalah sistem dasar komunikasi (tv,radio,media cetak dan telekomunikasi), transportasi (jalan dan jalan tol, rel kereta, pelabuhan dan bandara) dan fasilitas listrik (pembangkit dan perusahaan gas serta listrik).
  • 10.
    3. PERBEDAAN POLITIKDAN HUKUM  IKLIM POLITIK Salah satu faktor penting dalam setiap investasi bisnis internasional adalah stabilitas iklim politik. Negara-negara tuan rumah sering mengeluarkan undang-undang yang dirancang untuk melindungi kepentingan negara tsb, yang sering kali dengan mengorbankan bisnis- bisnis asing.  LINGKUNGAN HUKUM Ketika melakukan bisnis secara internasional, para manajer harus familiar dengan tiga dimensi lingkungan hukum : hukum amerika serikat, regulasi internasional dan hukum di negara, dimana mereka berencana berdagang.  REGULASI INTERNASIONAL untuk mengatur perdagangan internasional, amerika serikat dan negara lainnya telah meratifikasi kesepakatan-kesepakatan dan perjanjian-perjanjian tertulis yang menentukan pelaksanaan bisnis internasional dan melindungi sebagian aktivitas-aktivitasnya. Perjanjian bisnis internasional lainnya meliputi standar produk, paten, merek dagang, kebijakan pajak timbal balik, pengendalian ekspor, perjalanan internasional melalui udara dan komunikasi internasional.
  • 11.
    Jenis-jenis Pembatasan Perdagangan  Tarif adalah pajak yg dikenakan atas barang-barang impor.  Terdapat argumentasi-argumentasi terkait dengan dukungan dan pertentangan.
  • 12.
    DUKUNGAN  Melindungi keamanannegara dan kesehatan warga negara,  Melindungi industri yang baru berdiri atau Industri lemah,  Melindungi dari praktik dumping dimana produk dijual di luar negeri dengan harga yang lebih murah daripada pasar dalam negeri, yang bersaing secara tidak adil dengan barang-barang domestik,  Melindungi pekerjaan-pekerjaan domestik dalam menghadapi persaingan asing,  Membalas pembatasan perdagangan oleh negara lain.
  • 13.
    PERTENTANGAN  Menaikkan harga-hargabagi konsumen  Membatasi pilihan konsumen  Menyebabkan munculnya tindakan pembalasan dari hnegara-negara lain, yang membatasi peluang ekspor bagi kalangan bisnis  Menyebabkan berkurangnya pekerjaan dari bisnis internasional  Menyebabkan terjadinya alokasi sumber daya internasional yang tidak efisien.
  • 14.
    Rintangan nontarif membatasi impor dengan cara yang lebih halus.  Kuota membatasi jumlah suatu produk yang dapat diimpor oleh sebuah negara selama jangka waktu tertentu.  Kuota membantu mencegah terjadinya dumping, yaitu suatu praktik yang berkembang pada tahun 1970-an.  Embargo, yang sifatnya lebih berat daripada kuota, menerapkan larangan penuh dalam mengimpor produk tertentu atau bahkan penghentian perdagangan secara total dengan suatu negara tertentu.  Pengendalian nilai tukar, yang diterapkan melalui bank sentralatau badan pemerintah, memengaruhi importir maupun eksportir.
  • 15.
    Mengurangi Rintangan PerdaganganInternasional Organisasi-organisasi yang Memajukan Perdagangan Internasional  Organisasi Perdagangan Dunia Institusi internasional beranggotakan 135 negara yang mengawasi kesepakatan- kesepakatan GATT dan menengahi masalah perselisihan perdagangan internasional  Bank Dunia Mendanai proyek-proyek pembangunan atau perluasan infrastruktur sebuah negara, seperti transportasi, pendidikan ,dan sistem serta fasilitas kesehatan.  Dana Moneter Internasional Dibentuk untuk mempromosikan perdagangan melalui kerja sama di bidang keuangan, dan di dalam prosesnya, akan menghilangkan rintangan-rintangan yang ada.
  • 16.
    Komunitas Ekonomi Internasional Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North America Free Trade Agreement—NAFTA) Perjanjian tahun 1994 antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko untuk menghapuskan rintangan perdagangan dan tarif.  Uni Eropa Aliansi ekonomi Eropa 25 negara.
  • 17.
    Menuju ke PasarGlobal Sebelum mengambil keputusan untuk masuk ke pasar global, perusahaan harus terlebih dahulu menghadapi sejumlah keputusan penting, dimulai dengan hal-hal berikut ini :  Menentukan pasar asing yang akan dimasuki.  Menganalisis pengeluaran yang dibutuhkan untuk memasuki suatu pasar baru.  Memutuskan cara terbaik untuk mengorganisasikan operasi di luar negeri.
  • 18.
    Tingkat Keterlibatan * Eksporatau Impor Strategi mengekspor atau mengimpor merupakan tingkat paling dasar dalam keterlibatan internasional, dengan tingkat resiko dan kendali yang paling kecil. * Perjanjian Kontraktual, seperti : Waralaba, suatu perjanjian kontraktual di mana distributor atau pengecer selaku franchisee memiliki hak untuk menjual produk- produk pemegang waralaba dengan nama perusahaan tersebut jika mereka menyetujui beberapa persyaratan operasional yang berlaku. * Lisensi Asing, suatu perusahaan memperkenankan perusahaan lain unuk memproduksi atau menjual produknya atau merk dagang,hak paten,atau proses manufakturnya, di dalam suatu wilayah geografis tertentu.
  • 19.
    Subkontrak, menyangkut pengontrakanperusahaan-perusahaan lokal untuk memproduksi, mendistribusikan, atau menjual barang atau jasa.  Investasi Langsung Internasional, melalui : Akuisisi, memungkinkan operasi bisnis yang sebagian besar berjalan secara domestik mampu hadir secara internasional dengan sangat cepat. Joint venture, memungkinkan perusahaan berbagi risiko, biaya, laba, dan tanggung jawab manajemen dengan satu atau lebih warga negara tuan rumah.
  • 20.
    Dari perusahaan Multinasionalke Bisnis Global  Perusahaan Multinasional (multinational corporation— MNC) Perusahaan dengan operasi dan aktivitas pemasaran yang signifikan di luar negara asalnya.  Perusahaan Global Unit bisnis yang memiliki kantor pusat di banyak negara lain dengan sistem pengamblan keputusan desentralisasi.
  • 21.
    Mengembangkan Strategi untukBisnis Internasional  Strategi Bisnis Global Menawarkan produk global yang terstandardisasi dan menjualnya dengan cara yang pada dasarnya sama dengan yang dilakukan perusahaan di pasar domestik dan asing.  Strategi bisnis Multidomestik Mengembangkan dan memasarkan produk-produk untuk melayani berbagai jenis kebutuhan dan selera yang berbeda dari pasar-pasar nasional yang terpisah.