STANDAR AKREDITASIPUSKESMAS
BAB 1
KEPEMIMPINAN DAN
MANAJEMEN PUSKESMAS
VERSI 2015 - ADMEN
VERSI REVISI
KMP
Bab Std
Kriteria
EP Bab Std
Kriteria
EP
Bab I – Penyelenggaraan
Pelayanan Puskesmas (PPP)
3 13 59
Bab 1 –
Kepemimpinan
dan Manajemen
Puskesmas (KMP)
7 26 104
Bab II – Kepemimpinan dan
Manajemen Puskesmas
(KMP)
6 29 121
Bab III – Peningkatan Mutu
Puskesmas (PMP)
1 7 32
Total 10 49 212 Total 7 26 104
PERBANDINGAN
STANDAR VERSI 2015 DAN VERSI REVISI
2015 ADMEN VERSI REVISI KMP
Standar Isi Standar Isi
1.1 Analisis kebutuhan Masyarakat dan
PerencanaanPuskesmas
1.1 Perencanaan Puskesmas (jenis pelayanan, dokumen
perencanaanPuskesmas, akses dan umpanbalik,hak&
kewajiban pasien,jenis- jenis pelayanan)
1.2 Akses dan pelaksanaan kegiatan
1.3 Evaluasi 1.6 Pengawasan, Pengendalian, Penilaian Kinerja (Pkp, Pengukuran
Indikator Mutu, Lokakarya Mini & Linsek, Audit Internal &
Rtm)
2.1 Standar Pusk sebagai FKTP
1.3
Manajemen Sumber Daya Manusia (Ketersediaan Jumlah &
Jenis, Uraian Tugas, Dokumen Kepegawaian, Orientasi, dan
Program K3)
2.2 Persyaratan ketenagaan
2.3 Kegiatan pengelolaan Pusk 1.2 Tata kelola Organisasi (struktur organisasi, dokumen regulasi &
pengelolaannya, jaringan & jejaring Puskesmas, data &
informasi)
2.4 Hak dan kewajiban pengguna pusk 1.1 Perencanaan Puskesmas (jenis pelayanan, dokumen
perencanaan Puskesmas, akses dan umpan balik, hak &
kewajiban pasien, jenis- jenis pelayanan)
2.5 Kontrak Pihak Ketiga - -
2.6 Pemeliharaan sarana dan
prasarana (1 kriteria)
1.4 Manajemen Fasilitas &Keselamatan (MFK) &
Lingkungan
- 1.7 Peran Dinas Kesehatan Kab.Kota Dalam Upaya
Peningkatan Mutu Puskesmas Melalui Akreditasi
3.1 Peningkatan Mutu Puskesmas
• Program Mutu
• Audit internal dan
Tinjauan Manajemen
5.1
5.2
1.6
Program Peningkatan Mutu
Manajemen Risiko
Pengawasan, Pengendalian, Penilaian Kinerja (PKP,
Pengukuran Indikator Mutu, Lokakarya Mini &
Linsek, Audit Internal & RTM)
RUK RPK
PERHATIKAN SD
 SDM
 SARPRAS
 PERALATAN
 KEFARMASIAN
 LAB
ANALISIS SITUASI
LAKUKAN KOMUNIKASI
& KOORDINASI DALAM
PELAKSANAAN
DENGAN LP, LS,
MASYARAKAT,
SASARAN PELAYANAN
LIBATKAN LP, LS, MASY DALAM
PENYUSUNAN RUK, RPK
RENCANA LIMA TAHUNAN
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PUSKESMAS
PERENCANAAN
PENGGERAKAN
PELAKSANAAN
PENGAWASAN
PENGENDALIAN
PENILAIAN
BAB I - KMP
STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI
PERENCANAAN PUSKESMAS
 2 KRITERIA
 11 EP
1.1
BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS
7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN
TATAKELOLA ORGANISASI
 5 KRITERIA
 16 EP
1.2
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 6 KRITERIA
 12 EP
1.3
MANAJEMEN KEUANGAN
 1 KRITERIA
 2 EP
1.5
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN, PENILAIAN
KINERJA
 3 KRITERIA
 15 EP
1.6
PERAN DINAS KESEHATAN
KAB/KOTA
 1 KRITERIA
 8 EP
1.7
MANAJEMEN FASILITAS &
KESELAMATAN (MFK)
 8 KRITERIA
 30 EP
1.4
1.1.1
PENETAPAN JENIS
PELAYANAN
1.1.2
AKSES PENGGUNA
LAYANAN
STANDAR 1.1 PERENCANAAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) DILAKUKAN SECARA TERPADU
KRITERIA
STANDAR 1.1. PERENCANAAN PUSKESMAS
Esensi Perencanaan:
- Ada Tim Manajemen Puskesmas (sesuai pmk 44)
- Memahami system manajemen (P1-P2-P3)
- Penetapan Visi, Misi, Tujuan, dan Tata Nilai
- Penetapan Jenis Layanan :
* Analisa Data :
 Kinerja ( PKP )
 KH Masy (MMD, FGD, Survei, PISPK, Usulan / umpan balik masy )
 Risiko ( PPI, KP, MFK, dsb …)
 Peluang Pengembangan ( Prioritas Pelayanan dan Prioritas Puskesmas
* Ada Pembahasan dengan LP / LS
- Penyusunan Renlita Puskesmas mendasar pada Renstra Dinas Kesehatan
- Penyusunan RUK Pelayanan dan RUK Puskesmas
- Penerimaan alokasi Anggaran dari Dinas Kesehatan
- Penyusunan RPK Tahunan Puskesmas dan RPK Pelayanan
- Monev perencanaan dan Penyusunan RPK Bulanan
- Perubahan Rencana
1.1.1 Puskesmas wajib menyediakan jenis-jenis pelayanan yang ditetapkan berdasarkan visi, misi, tujuan, dan tata nilai,
analisis kebutuhan dan harapan, analisis peluang pengembangan pelayanan, analisis risiko pelayanan, dan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang dituangkan dalam perencanaan. (lihat juga PMP 5.1; dan PMP 5.2 )
Pokok Pikiran:
• Ada Tim Manajemen di Puskesmas
• Puskesmas wajib menyediakan pelayanan sesuai dengan :
- visi, misi, tujuan dan tata nilai,
- hasil analisis kebutuhan dan harapan masyarakat,
- hasil analisis peluang pengembangan pelayanan,
- hasil analisis risiko pelayanan dan peraturan perundang-undangan …. lihat (UKM : 2.1.1 dan 2.8.3)
• Perencanaan Puskesmas disusun secara terpadu, meliputi KMP, UKM dan UKP , Disusun Bersama LP dan LS
• Puskesmas Menyusun Renlita, sebagai panduan dalam Penyusunan RUK tahunan Puskesmas agar terjadi perencanaan berkesinambungan
• Mendasar pada Renlita Puskesmas Menyusun RUK Tahunan. (dokumen RUK sesuai dengan Tata Naskah / Pedoman Perencanaan )
• Puskesmas Menyusun RPK sesuai dengan alokasi anggaran dari Dinas Kesehatan, dan sinkron dengan RUK yang diusulkan
• RPK dirinci menjadi RPK Bulanan bersama target pencapaiannya dan direncanakan kegiatan pengawasan dan pengendaliannya
• Perencanaan baik Rencana Lima Tahunan dan RPK dimungkinkan untuk dirubah/disesuaikan dengan kebutuhan saat itu apabila dalam hasil a
nalisis pengawasan dan pengendalian kegiatan dijumpai kondisi tertentu termasuk perubahan kebijakan sesuai ketentuan peraturan perunda
ng-undangan
1.1.1 PENETAPAN JENIS PELAYANAN
ELEMEN PENILAIAN
Ditetapkan visi, misi, tujuan dan
tatanilai yang menjadi acuan dalam
penyelenggaraan Puskesmas mulai
dari perencanaan, pelaksanaan
kegiatan hingga evaluasi kinerja
Puskesmas (R)
Rencana Lima Tahunan disusun
dengan melibatkan lintas program dan
lintas sektor serta berdasarkan rencana
strategis Dinas Kesehatan Daerah
Kabupaten/ Kota. ( R, D,W)
Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)
Puskesmas disusun bersama lintas
program sesuai dengan alokasi
anggaran yang ditetapkan oleh Dinas
Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota.
(R,D,W
Apabila ada perubahan kebijakan
Pemerintah dan Pemerintah Daerah
dilakukan revisi perencanaan sesuai
kebijakan yang ditetapkan. (D, W).
1
3
5
7
Ditetapkan jenis-jenis pelayanan
yang disediakan berdasarkan hasil
identifikasi dan analisis sesuai
dengan yang diminta dalam pokok
pikiran pada paragraf terakhir.
(R,D,W)
2
Rencana Usulan Kegiatan (RUK)
disusun dengan melibatkan lintas
program dan lintas sektor,
berdasarkan rencana strategis Dinas
Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota,
Rencana Lima Tahunan Puskesmas
dan hasil penilaian kinerja. (R, D, W).
4
Rencana Pelaksanaan Kegiatan Bulanan
disusun sesuai dengan Rencana
Pelaksanaan Kegiatan Tahunan serta
hasil pemantauan dan capaian kinerja
bulanan. (R, D, W)
6
1.1.1
1.1.1. PENETAPAN KENIS-JENIS KEGIATAN
PENETAPAN JENIS LAYANAN
ANALISA
SITUASI
DATA PUSKESMAS :
-. KINERJA
PUSKESMAS ( PKP,
SPM, IKU…..)
- PIS-PK
- ANALISA RESIKO
(KP, PPI, MFK, K3,
….)
- -DLL…
KEGIATAN TERPILIH OLEH
LINTAS PROGRAM DI
PUSKESMAS
KEGIATAN YG PERLU
DIFASILITASI OLEH
PUSKESMAS
KEGIATAN YG DISELESAIKAN
OLEH MASYARAKAT 
SWADAYA MASYARAKAT
RPK
BULANAN
RPK
RUK
- VISI MISI TUJUAN
TATA NILAI
- RENSTRA
PUSKESMAS
- KEBIJAKAN
PEMERINTAH
DATA MASYARAKAT :
-SMD/MMD
-SURVEU KEPUASAN
-FGD
-UMPAN BALIK
-USULAN / SARAN
PEMBAHASAN DI
PUSKESMAS :
- MINLOK /
PRA MINLOK
- RAPAT LS /
LP
- DLL….
PEMBAHASAN
DI MASYARAKAT
:
- MMD
- MUSREN
- DLL….
ANALISA PELUANG
PENGEMBANGAN 
KEGIATAN PRIORITAS DI
PUSKESMAS
- IMP
- IMPP
PERUBAHAN
RENCANA
(BILA PERLU)
LIHAT JUGA DI 2.1.1 * 2.1.2 * 2.1.3 * PPN * UKPP
1.1.2 Masyarakat sebagai penerima manfaat layanan, lintas program dan lintas sektor
mendapatkan kemudahan akses informasi tentang hak dan kewajiban pasien, jenis-
jenis pelayanan, dan kegiatan-kegiatan Puskesmas serta akses terhadap pelayanan
dan penyampaian umpan balik (Lihat juga UKM : 2.2.1; 2.2.2;
1.1.2. AKSES PENGGUNA LAYANAN
Ruang lingkup keg Komunikasi di Puskesmas :
1. Penyusunan dokumen Regulasi (Kebijakan, Pedoman, Prosedur Komunikasi
2. Ada Kegiatan Sosialisasi, dengan media dan methode yang sesuai, tentang
- Info Hak & Kewajiban,
- Jenis Layanan
- Info tentang kemudahan akses layanan
- Info Pelaksanaan kegiatan pelayanan (Jadwal dan Pelaksanaannya )
3. Ada Evaluasi penyampaian pesan
4. Ada upaya memperoleh umpan balik, Ada mekanisme untuk menyelesaikan keluhan pengguna
layanan.
5. Perlu dilakukan penilaian Kepuasan Pelanggan
ELEMEN
PENILAIAN
Ditetapkan kebijakan tentang hak
dan kewajiban pasien, dan jenis-
jenis pelayanan serta kegiatan
yang disediakan oleh Puskesmas.
(R)
Dilakukan sosialisasi tentang hak
dan kewajiban pasien, jenis-jenis
pelayanan serta kegiatan yang
disediakan oleh Puskesmas. (D,W)
Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap
penyampaian informasi terkait hak dan
kewajiban pasien, jenis-jenis pelayanan dan
kegiatan-kegiatan Puskesmas terhadap
pengguna layanan, lintas program maupun
lintas sektor serta pemanfaatan pelayanan dan
kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan jadwal
yang disusun. (D, W)
Dilakukan upaya untuk memperoleh
umpan balik dari masyarakat serta
dilakukan evaluasi dan tindak lanjut
terhadap umpan balik. (D, O, W)
1
2
3
4
1.1.2. AKSES PENGGUNA LAYANAN
1.1.2. AKSES PENGGUNA LAYANAN
DIPERLUKAN KEBIJAKAN PENGATURAN KOMUNIKADI DI PUSKESMAS BAIK INTERNAL MAUPUN EKSTERNAL….
INGAT VERSI 2015 KRITERIA 1.1.1, 1.1.5 DST
BAB I - KMP
STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI
PERENCANAAN PUSKESMAS
 2 KRITERIA
 11 EP
1.1
BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS
7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN
TATAKELOLA ORGANISASI
 5 KRITERIA
 16 EP
1.2
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 6 KRITERIA
 12 EP
1.3
MANAJEMEN KEUANGAN
 1 KRITERIA
 2 EP
1.5
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN, PENILAIAN
KINERJA
 3 KRITERIA
 15 EP
1.6
PERAN DINAS KESEHATAN
KAB/KOTA
 1 KRITERIA
 8 EP
1.7
MANAJEMEN FASILITAS &
KESELAMATAN (MFK)
 8 KRITERIA
 30 EP
1.4
1.2.1
STRUKTUR
ORGANISASI
1.2.2
DOKUMEN
REGULASI
1.2.3
PENGELOLAAN
JARINGAN &
JEJARING
1.2.4
SISTEM
INFORMASI
PUSKESMAS
STANDAR 1.2
TATA KELOLA ORGANISASI PUSKESMAS DILAKSANAKAN SESUAI DENGAN
KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
STANDAR 1.2. TATAKELOLA ORGANISASI
KRITERIA
1.2.5
DILEMA
ETIS
PPOKOK PIKIRAN :
• Agar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi, perlu disusun struktur organisasi
Puskesmas yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan daerah Kabupaten/Kota sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku
• Untuk tiap jabatan yang ada dalam struktur organisasi yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas
Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota, perlu ada kejelasan tugas, wewenang, tanggungjawab dan
persyaratan jabatan,
• Ada Pengaturan tata hubungan kerja dalam struktur
• Pengisian jabatan dalam struktur organisasi berdasarkan persyaratan jabatan
• Efektivitas struktur dan pengisian jabatan perlu dikaji ulang secara periodik
1.2.1 Struktur organisasi ditetapkan dengan kejelasan tugas, wewenang, tanggung jawab, dan tata hubungan
kerja serta persyaratan jabatan
ELEMEN PENILAIAN :
1. Ada struktur organisasi Puskesmas yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota dengan kejelasan uraian
jabatan yang ada dalam struktur organisasi yang memuat uraian tugas, tanggung jawab, wewenang, dan persyaratan jabatan.
(R)
2. Kepala Puskesmas menetapkan Penanggung jawab dan Koordinator pelayanan Puskesmas. (R)
3. Ditetapkan Kode Perilaku bagi Pimpinan dan seluruh Pegawai di Puskesmas
4. Terdapat kebijakan dan prosedur yang jelas dalam pendelegasian wewenang dari Kepala Puskesmas kepada Penanggung
jawab upaya, dari Penanggung jawab upaya kepada koordinator pelayanan, dan dari koordinator pelayanan kepada
pelaksana pelayanan kegiatan apabila meninggalkan tugas atau terdapat kekosongan pengisian jabatan. (R)
1.2.1. STRUKTUR ORGANISASI
KA
PUSKESMAS
PJ UKM PJ UKP PJ SAR-PRAS PJ MUTU
TATA USAHA
1.2.1
POKOK PIKIRAN
• Dalam membuat dokumen regulasi harus mendasar pada peraturan yang berlaku dan berbasis
referensi yang ilmiah terupdate.
• Pedoman tata naskah sebagai acuan dalam penyusunan dan pengendalian dokumen regulasi yang
meliputi kebijakan, pedoman, panduan, kerangka acuan, dan prosedur, maupun dalam
pengendalian dokumen eksternal dan dokumen bukti rekaman pelaksanaan kegiatan
• Pedoman tata naskah mengatur, al:
 Penyusunan,tinjauan & pengesahan
 Pengendalian dokumen termasuk perubahannya
 Pemeliharaan dokumen
 Pengelolaan dokumen eksternal
 Masa retensi
 Alur pneyusunan & distribusi
• Penyusunan Pedoman tata naskah Puskesmas dapat merujuk pada kebijakan masing-masing
daerah dan atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan terkait tata naskah dinas
1.2.2 Kebijakan, pedoman/panduan, prosedur, dan kerangka acuan terkait pelaksanaan kegiatan, disusun,
didokumentasikan, dan dikendalikan, termasuk pengendalian dokumen bukti pelaksanaan kegiatan
ELEMEN PENILAIAN :
1. Ditetapkan pedoman tata naskah Puskesmas sebagaimana diminta dalam pokok pikiran (R)
2. Ditetapkan kebijakan, pedoman / panduan, prosedur dan kerangka acuan untuk KMP, penyelenggara an UKM serta penyelenggaraan
UKP, Kefarmasian dan Laboratori um. (R)
1.2.2. DOKUMEN REGULASI
1.2.1
ELEMEN
PENILAIAN
1.2.3. PENGELOLAAN JARINGAN & JEJARING
POKOK PIKIRAN
• Puskesmas perlu mengidentifikasi jaringan dan jejaring yang ada di wilayah kerja Puskesmas untuk
optimalisasi koordinasi dan atau rujukan di bidang upaya kesehatan
• Jaringan pelayanan Puskesmas meliputi: Puskesmas pembantu, Puskesmas keliling, dan praktik bidan desa,
atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku
• Jejaring Puskesmas meliputi UKBM, UKS, klinik, rumah sakit, apotek, laboratorium, praktik mandiri tenaga
kesehatan, dan Fasilitas kesehatan lainnya.
• Puskesmas selain melakukan pembinaan terhadap jaringan Puskesmas dan UKBM, juga melakukan
pembinaan terhadap jejaring fasilitas kesehatan tingkat pertama
• Program pembinaan meliputi aspek KMP, UKM, UKP, Kefarmasian dan Laboratorium, termasuk pembinaan
ketenagaan, sarana prasarana, dan pembiayaan dalam upaya pemberian pelayanan yang bermutu
1.2.3 Jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas dikelola
dan dioptimalkan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kepada masyarakat
ELEMEN PENILAIAN :
1. Ditetapkan indicator kinerja pembinaan
2. Dilakukan identifikasi jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas untuk optimalisasi koordinasi
dan atau rujukan di bidang upaya kesehatan. (D)
3. Disusun dan dilaksanakan program pembinaan terhadap jaringan pelayanan dan jejaring Puskesmas dengan jadwal dan penanggung
jawab yang jelas serta terdapat bukti dilakukan pembinaan sebagaimana diminta dalam pokok pikiran. (R, D, W) )
4. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap rencana dan jadwal pelaksanaan program pembinaan jaringan dan jejaring. (D)
1.2.1
POKOK PIKIRAN :
• Puskesmas menyediakan data dan informasi yang dimanfaatkan sebagai bahan
pertimbangan pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maupun
pengambilan keputusan pada tingkat kebijakan di Dinas Kesehatan daerah kabupaten/kota
termasuk penyampaian informasi kepada masyarakat dan pihak terkait
• Ketersediaan data dan informasi akan memudahkan Tim Peningkatan Mutu, para
penanggung jawab upaya pelayanan, dan masing-masing pelaksana pelayanan baik UKM
maupun UKP, Kefarmasian dan Laboratorium dalam merencanakan, melaksanakan,
memantau, dan mengevaluasi keberhasilan upaya kegiatan peningkatan mutu dan
keselamatan pengguna layanan
• Pengumpulan, penyimpanan, analisis data dan pelaporan data yang masuk ke dalam sistem
informasi dilakukan sesuai dengan periodisasi yang telah ditentukan
• Distribusi informasi baik secara internal maupun eksternal dilakukan sesuai dengan
ketentuan
1.2.4. Puskesmas menjamin ketersediaan data dan informasi melalui penyelenggaraan Sistem
Informasi Puskesmas
ELEMEN PENILAIAN :
1. Dilaksanakan pengumpulan, penyimpanan, analisis data dan pelaporan serta distribusi informasi sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan terkait Sistem Informasi Puskesmas (R, D, W)
2. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap penyelenggaraan Sistem informasi Puskesmas secara periodik. (D, W)
3. Terdapat perbaikan kinerja dan peningkatan mutu pelayanan Kesehatan berbasis data dan informasi secara periodic (D, W)
1.2.4. SISTEM INFORMASI PUSKESMAS
DICATAT, diolah
jadi informasi
DIKUMPULKAN DIANALISA DILAPORKAN
DIDISTRIBUSIKAN
DISIMPAN
DICARI KEMBALI
DATA DAN INFORMASI
DIMONITOR DAN
DIEVALUASI
• Puskesmas menghadapi banyak tantangan dalam pelayanan
• Kadang Keputusan yang diambil dalam memberikan pelayanan dapat menimbulkan
pertanyaan, konflik maupun dilemma baik bagi puskesmas maupun pasien dan keluarga
• Etik adalah Norma atau Nilai/value mengenai sikap batin dan perilaku manusia. Sifatnya
masih abstrak belum tertulis. Jika sudah tertulis Namanya KODE ETIK
• Dilema Etik merupakan situasi yg dihadapi dimana puskesmas harus membuat suatu
keputusa mengenai perilaku yang patut. Contoh tdk amau diberi Imunisasi dg alas an
maslah keyakinan, menagih atau tidak biaya perawatan bagi pasien tidak mampu, Adanya
pantangan 2 di masyarakat
• Pimpinan Puskesmas harus menetapkan cara bagaimana mengelola dan mencari solusi
bagi dilema ini, siapa yang perlu dilibatkan untuk pengambilan keputusan, bagaimana
pasien / klg berpartisipasi untuk menyelesaikan dilemma etik
1.2.5. Penyelenggaraan Pelayanan UKM dan UKPP dilaksanakan dengan pertimbangan etis dalam
pengambilan kepuusan
ELEMEN PENILAIAN :
1. Puskesmas mempunyai prosedur pelaporan dan solusi bila terjadi dilemma etik dalam asuhan pasien dan dalam
pelayanan (R, D, W)
2. Dilaksanakan pelaporan apabila terjadi dilemma etik dalam pelayanan UKP dan dalam pelayanan UKM. (D, W)
3. Terdapat bukti Pimpinan Puskesmas mendukung penyelesaian dilemma etik dalam pelayanan UKP dan pelayanan UKM
telah dilaksanakan sesuai regulasi (D, W)
1.2.5 PENYELENGGARAAN PELAYANAN UKM DAN UKP DILAKSANAKAN DENGAN
PERTIMBANGAN ETIS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
BAB I - KMP
STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI
PERENCANAAN PUSKESMAS
 2 KRITERIA
 11 EP
1.1
BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS
7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN
TATAKELOLA ORGANISASI
 5 KRITERIA
 16 EP
1.2
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 6 KRITERIA
 12 EP
1.3
MANAJEMEN KEUANGAN
 1 KRITERIA
 2 EP
1.5
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN, PENILAIAN
KINERJA
 3 KRITERIA
 15 EP
1.6
PERAN DINAS KESEHATAN
KAB/KOTA
 1 KRITERIA
 8 EP
1.7
MANAJEMEN FASILITAS &
KESELAMATAN (MFK)
 8 KRITERIA
 30 EP
1.4
1.3.1
KETERSEDIAAN
SDM
1.3.2
URAIAN
TUGAS
1.3.3
FILE
KEPEGAWAIAN
1.2.4
ORIENTASI
PEGAWAI
STANDAR 1.3
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PUSKESMAS DILAKUKAN SESUAI
DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
STANDAR 1.3. MANAJEMEN SDM
KRITERIA
1.2.5
PENYELENG
GARAAN
K3
1.3.1. KETERSEDIAAN SDM
POKOK PIKIRAN
• Pemenuhan kebutuhan SDM di Puskesmas berdasarkan jumlah, jenis dan kompetensi maka perlu dilakukan
analisis jabatan dan analisis beban kerja
• Penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
• Analisis Jabatan yang dimaksud di Puskesmas merujuk pada jabatan sesuai dengan struktur organisasi
Puskesmas, jabatan fungsional tenaga Puskesmas, dan jabatan pelaksana di Puskesmas.
• Pemenuhan SDM tersebut dimaksudkan untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dan harapan
pengguna layanan dan masyarakat
• Pegawai Puskesmas harus memiliki Pendidikan, ketrampilan, pengalaman , orientasi dan pelatihan yg
memadai, oleh karena itu Puskesma memfasilitasi peningkatan kompetensi pegawai
• Untuk menjamin mutu pelayanan yg berorientasi Keselamatan Pasien maka dilakukan kredensilaing pegawai
ELEMEN PENILAIAN
1. Dilakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja sesuai kebutuhan pelayanan dan ketentuan peraturan
perundang-undangan. (R)
2. Disusun peta jabatan, uraian jabatan dan kebutuhan tenaga berdasar analisis jabatan dan analisis beban
kerja. (R, D, W)
3. Dilakukan upaya untuk pemenuhan kebutuhan tenaga baik dari jenis, jumlah dan kompetensi sesuai dengan
peta jabatan dan hasil analisis beban kerja, (D, W)
4. Tersedia mekanisme yang menjamin pegawai memiliki Pendidikan ketrampilan dan kompetensi, pengalaman
orientasi dan pelatihan yang relevan dan terkini (D,W)
5. Tersedia hasil kredensialing yang mencakup sertifikasi dan lisensi (D,W)
1.3.1
KETERSEDIAAN
SDM
POKOK PIKIRAN
• Kepala Puskesmas menetapkan uraian tugas setiap pegawai sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan
pelayanan
• Uraian tugas pegawai berisi tugas pokok dan tugas tambahan serta kewenangan dan tanggung jawab yang
ditetapkan oleh Kepala Puskesmas.
• Kepala Puskesmas dalam menetapkan tugas pokok memperhatikan: jenis pelayanan, kegiatan dan SK jabatan
fungsional
• Bagi pegawai non ASN, tugas pokok adalah tugas yang sesuai dengan surat keputusan pengangkatan sebagai
tenaga kesehatan di Puskesmas berdasarkan standar kompetensi lulusan
• Tugas tambahan adalah tugas yang diberikan kepada pegawai untuk mendukung kelancaran pelaksanaan
program dan kegiatan
• Penilaian kinerja pegawai dilakukan untuk melihat capaian sasaran kerja baik ASN maupun non ASN,
mengurangi variasi pelayanan, dan meningkatkan kepuasan pengguna layanan
• Indikator penilaian kinerja setiap pegawai Puskesmas disusun dan ditetapkan berdasarkan uraian tugas dan
tata nilai yang disepakati
• Perlu dilakukan penilaian tingkat kepuasan pegawai
ELEMEN PENILAIAN
1. Ada penetapan uraian tugas yang berisi tugas pokok dan tugas tambahan untuk setiap pegawai. (R)
2. Ditetapkan indikator penilaian kinerja pegawai sebagaimana diminta dalam pokok pikiran. (R)
3. Dilakukan penilaian kinerja pegawai minimal setahun sekali dan tindak lanjut terhadap hasil penilaian kinerja pegawai untuk upaya
perbaikan. (D, W)
4. Ditetapkan indikator dan mekanisme survey kepuasan pegawai terhadap penyelenggaraan kepemimpinan dan manajemen (UKM, UKPP,
dan kinerja pelayanan Puskesmas ®
5. Dilakukan pengumpulan data, Analisa dan upaya perbaikan dalam rangka meningkatkan kepuasan pegawai
1.3.2. URAIAN TUGAS
1.3.2
URAIAN
TUGAS
POKOK PIKIRAN
• Puekesmas merencanakan dan memberi kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kompetensi
melalui diklat, workshop, OJT, dll
• Puskesmas melakukan analisi kebutuhan peningkatan kompetensi, dan mengajukan usulan kegiatan
peningkatan kompetensi
• Puskesmas memfasilitasi pemenuhan kebutuhan peningkatan kompetensi
• Dilakukan penilaian hasil peningkatan komtensi dan didokumentasikan sesuai prosedur
ELEMEN PENILAIAN
1. Tersedia informasi mengenai peluang untuk meningkatkan kompetensi bagi semua tenaga yang ada di Puskesmas (R,D)
2. Ada dukungan dari manajemen bagi semua tenaga Puskesmas untuk memanfaatkan peluang tersebut (D,W)
3. Jika ada tenaga yang mengikuti peningkatan kompetensi, dilakukan evaluasi penerapan terhadap hasil peningkatan
kompetensi tersebut di tempat kerja (D,W)
1.3.3. PENINGKATAN KOMPETENSI PEGAWAI
1.3.3
1.3.3 Setiap pegawai mempunyai dokumen (file) kepegawaian yang lengkap dan mutakhir
POKOK PIKIRAN
• Puskesmas wajib menyediakan file kepegawaian untuk tiap pegawai yang bekerja di Puskesmas sebagai
bukti bahwa pegawai yang bekerja memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan dilakukan upaya
pengembangan untuk memenuhi persyaratan tersebut.
• Tenaga Kesehatan yang bekerja di Puskesmas harus mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR), dan atau
Surat Izin Praktik (SIP) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
• File kepegawaian tiap pegawai berisi antara lain:
• bukti pendidikan (ijazah) dan verifikasinya
• bukti surat tanda registrasi (STR) dan verifikasinya secara periodik
• bukti surat izin praktik (SIP) dan verifikasinya secara periodik
• uraian tugas pegawai dan/atau rincian wewenang klinis tenaga kesehatan
• bukti sertifikat pelatihan
• bukti pengalaman kerja jika dipersyaratkan
• hasil penilaian kinerja pegawai
• bukti kebutuhan pengembangan/pelatihan
• bukti evaluasi penerapan hasil pelatihan
• bukti pelaksaanaan orientasi.
ELEMEN PENILAIAN
1. Ditetapkan dan tersedia kelengkapan isi file kepegawaian untuk tiap pegawai yang bekerja di Pukesmas yang terpelihara sesuai
dengan prosedur yang telah ditetapkan. (R, D, O, W)
2. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut secara periodik terhadap kelengkapan dan pemutakhiran data kepegawaian. (D, W)
1.3.4. DOKUMEN (file) KEPEGAWAIAN
1.3.4
FILE
KEPEGAWAIAN
Lengkap, Rapi
1.3.4 Pegawai baru dan alih tugas wajib mengikuti orientasi agar memahami dan mampu melaksanakan tugas pokok dan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya
POKOK PIKIRAN
• Setiap pegawai baru dan alih tugas baik yang diposisikan sebagai Pimpinan Puskesmas,
Penanggung jawab Upaya Puskesmas, koordinator pelayanan, maupun pelaksana kegiatan harus
mengikuti orientasi, agar pegawai baru dan alih tugas memahami tugas, peran, dan tanggung
jawab yang akan diemban
• Khusus Puskesmas yang menerima mahasiswa dengan tujuan magang maka pelaksanaan orientasi
dilaksanakan sesuai dengan kebijakan Puskesmas dan kurikulum dari Institusi Pendidikan
• Kegiatan orientasi umum dilaksanakan untuk mengenal secara garis besar visi, misi, tata nilai, tugas
pokok dan fungsi serta struktur organisasi Puskesmas, program mutu Puskesmas dan keselamatan
pengguna layanan, serta program pengendalian infeksi.
• Kegiatan orientasi khusus difokuskan pada orientasi di tempat tugas yang menjadi tanggung jawab
dari pegawai yang bersangkutan dan tanggung jawab spesifik sesuai dengan penugasan pegawai
tersebut.
• Pada kegiatan orientasi khusus ini pegawai baru diberi/dijelaskan terkait apa yang boleh dan tidak
boleh dilakukan, bagaimana melakukan dengan aman sesuai dengan Panduan Praktik Klinis,
panduan asuhan lainnya dan pedoman program lainnya.
ELEMEN PENILAIAN
1. Kegiatan orientasi dilaksanakan sesuai kerangka acuan yang disusun. (D, W)
2. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan orientasi (D.W)
1.3.5. ORIENTASI PEGAWAI
1.2.4
ORIENTASI
PEGAWAI
1.3.6. PENYELENGGARAAN K3
POKOK PIKIRAN
• Pegawai yang bekerja di Puskesmas mempunyai risiko terpapar infeksi yang dapat menimbulkan penyakit
akibat kerja, terjadinya kecelakaan kerja terkait dengan pekerjaan yang dilakukan dalam pelayanan baik
langsung maupun tidak langsung
• Program pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu dilakukan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh
Kepala Puskesmas, demikian juga pemberian imunisasi bagi pegawai sesuai dengan hasil identifikasi risiko
epidemiologi penyakit infeksi, serta program perlindungan pegawai terhadap penularan penyakit infeksi
proses pelaporan jika terjadi paparan, tindak lanjut pelayanan kesehatan, dan konseling perlu disusun dan
diterapkan
• Program K3 juga meliputi Promkes dan Kesejahteraan pegawai ( manajemen stress, pola hidup sehat,
monitoring beban kerja, keseimbangan kehidupan, kepuasan kerja dan penc penyakit akibat kerja )
• Pegawai juga berhak untuk mendapat perlindungan dari kekerasan yang dilakukan oleh pengguna layanan,
keluarga pengguna layanan, maupun oleh sesama pegawai
• Dalam Program kesehatan dan keselamatan kerja pegawai, semua staf harus memahami bagaimana cara
mereka melaporkan, cara mereka dirawat, dan cara mereka menerima konseling dan tindak lanjut akibat
cedera seperti tertusuk jarum (suntik), paparan terhadap penyakit menular, memahami identifikasi risiko dan
kondisi yang berbahaya dalam fasilitas serta masalah-masalah kesehatan dan keselamatan lainnya
ELEMEN PENILAIAN
1. Program K3 bagi pegawai disusun, ditetapkan, dilaksanakan, dan dievaluasi. (R, D, W)
2. Dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap pegawai untuk menjaga kesehatan pegawai sesuai dengan program yang telah
ditetapkan oleh Kepala Puskesmas. (D, W)
3. Ada program dan pelaksanaan imunisasi bagi pegawai sesuai dengan tingkat risiko dalam pelayanan. (D, W)
4. Dilakukan konseling dan tindak lanjut terhadap pegawai yang terpapar penyakit infeksi, kekerasan, atau cedera akibat kerja. (D, W)
1.2.5
PENYELENG
GARAAN
K3
KEBIJAKAN K-3
PERENCANAAN
K-3
PELAKSANAAN
K-3
PEMANTAUAN
& EVALUASI
KINERJA K-3
PENINJAUAN
KINERJA
K-3
SISTEM MANAJEMEN K-3
Pengenalan potensi bahaya dan pengendalian risiko K3
Pembudayaan PHBS
Penerapan kewaspadaan standar
Penerapan prinsip ergonomi
Pemeriksaan kesehatan berkala
Pemberian imunisasi
Pengelolaan sarana dan prasarana (aspek K-3)
STANDAR K-3
Pengelolaan peralatan medis (aspek K-3)
Kesiapsiagaan thd kondisi darurat atau bencana,
termasuk kebakaran
Pengelolaan bahan dan limbah B-3
Pengelolaan limbah domestik
REFERENSI :
PMK 52/2018 ttg K3 FASYANKES
BAB I - KMP
STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI
PERENCANAAN PUSKESMAS
 2 KRITERIA
 11 EP
1.1
BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS
7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN
TATAKELOLA ORGANISASI
 5 KRITERIA
 16 EP
1.2
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 6 KRITERIA
 12 EP
1.3
MANAJEMEN KEUANGAN
 1 KRITERIA
 2 EP
1.5
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN, PENILAIAN
KINERJA
 3 KRITERIA
 15 EP
1.6
PERAN DINAS KESEHATAN
KAB/KOTA
 1 KRITERIA
 8 EP
1.7
MANAJEMEN FASILITAS &
KESELAMATAN (MFK)
 8 KRITERIA
 30 EP
1.4
1.4.3. MANAJEMEN INVENTARISASI,
PENGELOLAAN, PENYIMPANAN DAN
PENGGUNAAN B3 DAN LIMBAH B3
1.4.4. PROGRAM TANGGAP DARURAT
BENCANA
1.4.2. PROGRAM KESELAMATAN DAN
KEAMANAN
1.4.5. PROGRAM PENCEGAHAN
DAN PENANGGULANGAN
KEBAKARAN
1.4.7. PROGRAM PENGELOLAAN
SISTEM UTILISASI
1.4.6. PROGRAM KETERSEDIAAN
ALAT KESEHATAN
1.4.8. DIKLAT MFK
STANDAR 1.4. MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN
(MFK)
1.4.1. PROGRAM MFK
1.4.1. PROGRAM MFK
1.4.1 Disusun dan diterapkan rencana program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) yang meliputi keselamatan dan keamanan
fasilitas, pengelolaan bahan dan limbah berbahaya, manajemen bencana, pengamanan kebakaran, alat kesehatan dan system utilisasi
Pokok Pikiran:
• Puskesmas perlu menyusun program MFK
a) Manajemen Keselamatan dan keamanan
b) Manajemen bahan dan limbah berbahaya dan beracun
c) Manajemen Bencana/disaster
d) Manajemen Penanganan Kebakaran
e) Manajemen Alat Kesehatan
f) Manajemen system utilisasi
g) Pendidikan (edukasi) petugas
• Dilakukan identifikasi dan pembuatan peta risiko (huruf a sd f)
• Tetapkan tim atau petugas yang menjalankan program MFK
• Pemenuhan akan kebutuhan dan keamanan bagi pengunjung dengan keterbatasan fisik.
• Dilakukan evaluasi minimal per tri wulan
EELEMEN PENILAIAN :
1. Terdapat petugas yang bertanggung jawab dalam MFK serta tersedia program MFK yang ditetapkan setiap tahun berdasarkan identifikasi
risiko. (R)
2. Puskesmas menyediakan akses yang mudah dan aman bagi pengguna pelayanan dengan keterbatasan fisik (D,W)
3. Dilakukan identifikasi terhadap area-area berisiko yang meliputi huruf a sampai huruf f pada pokok pikiran. (D,W)
4. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut per tri wulan terhadap pelaksanaan program MFK meliputi huruf a sampai huruf f pada pokok pikiran.
(D)
PROGRAM
KETERPADUAN
PJ. MFK
KESELAMATAN & KEAMANAN
SISTEM UTILISASI
PENGELOLAAN B3 LIMBAH B3
MANAJEMEN KEDARURATAN
PENGAMANAN KEBAKARAN
PERALATAN KESEHATAN
DIKLAT MFK
MONEV
&
TL
R
Ada SK Ka Puskesmas
ttg PJ MFK
Program MFK
dan
Identifikasi (AREA) BERISIKO
Setiap 3 bulan
Perbaikan &
Minimalisir
risiko
D
1.4.2. Puskesmas melaksanakan program keselamatan dan keamanan
Pokok Pikiran:
• Program untuk keselamatan dirancang untuk mencegah terjadinya cedera bagi pasien, petugas, peng
unjung dan masyarakat akibat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti tertusuk jarum, tertimpa
bangunan, kebakaran, gedung roboh, dan tersengat listrik
• Program keselamatan bagi petugas terintegrasi dengan program keselamatan dan kesehatan kerja
• Program untuk keamanan perlu direncanakan untuk mencegah terjadinya kejadian kekerasan fisik ma
upun cedera akibat lingkungan fisik yang tidak aman seperti penculikan bayi, pencurian, dan kekerasa
n pada petugas
• Apabila Puskesmas mengalami renovasi dan atau konstruksi bangunan maka perlu disusun Infection
Control Risk Assesment (ICRA) renovasi untuk memastikan proses renovasi dan atau konstruksi bangu
nan dilakukan secara aman dan mengontrol terjadinya penyebaran infeksi (lihat juga PPI 5.5.2
1.4.2. PROGRAM KESELAMATAN DAN KEAMANAN
ELEMEN PENILAIAN :
1. Dilakukan identifikasi terhadap pengunjung, petugas dan petugas alih daya (outsourcing) (D,O,W)
2. Dilakukan inspeksi fasilitas secara berkala meliputi bangunan, prasarana dan peralatan (D,O,W)
3. Dilakukan simulasi terhadap kode darurat secara berkala. (D, O,W).
4. Dilakukan pemantauan terhadap pekerjaan konstruksi terkait keamanan dan pencegahan penyebaran infeksi. (D,O,W)
1.4.3 Inventarisasi, pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya beracun
serta pengendalian dan pembuangan limbah bahan berbahaya beracun dilakukan
berdasarkan perencanaan yang memadai dan ketentuan perundangan
POKOK PIKIRAN:
• Bahan berbahaya beracun (B3) dan limbah B3 perlu diidentifikasi
dan dikendalikan secara aman.
• Puskesmas perlu menginventarisasi B3 meliputi lokasi, jenis, dan
jumlah B3 serta limbahnya yang disimpan. Daftar inventaris ini
selalu dimutahirkan sesuai dengan perubahan yang terjadi di
tempat penyimpanan .
• Pengolahan limbah B3 sesuai standar (penggunaan dan
pemilahan, pewadahan dan penyimpanan/TPS B3 serta
pengolahan akhir)
• Tersedia IPAL sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
1.4.3. PENGELOLAAN B-3 DAN LIMBAH B-3
POKOK PIKIRAN :
1. Dilaksanakan program pengelolaan B3 dan limbahnya sesuai angka satu sampai tujuh huruf b (R)
2. Pengolahan limbah B3 sesuai standar (penggunaan dan pemilahan, pewadahan dan penyimpanan/TPS B3 serta
pengolahan akhir) (D,O,W)
3. Tersedia IPAL sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (D, O)
4. Ada laporan, analisis, dan tindak lanjut penanganan tumpahan, paparan/pajanan B3 dan atau limbah B3. (D,W)
Program Pengelolaan B3 dan Limbah B3
meliputi:
1) Penetapan jenis dan area/lokasi penyimpanan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan
2) Pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan
3) Sistem pelabelan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
4) Sistem pendokumentasian dan perizinan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan
5) Penanganan tumpahan dan paparan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan
6) Sistem pelaporan dan investigasi jika terjadi tumpahan dan atau paparan sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan
7) Pembuangan limbah B3 yang memadai sesuai peraturan perundang-undangan
8) Penggunaan APD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
R
INVENTARISASI
PENGELOLAAN
PENYIMPANAN
PENGGUNAAN
PENGENDALIAN
1.4.4. PROGRAM TANGGAP BENCANA
1.4.4. Puskesmas menyusun, memelihara, melaksanakan, dan mengevaluasi program
tanggap darurat bencana internal dan eksternal
1. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) ikut bertanggung
jawab untuk berperan aktif dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bila
terjadi bencana baik internal maupun eksternal.
2. Strategi untuk menghadapi bencana perlu disusun sesuai dengan potensi
bencana yang mungkin terjadi berdasarkan hasil penilaian kerentanan bahaya
(Hazard Vulnerability Assesment).
3. Program kesiapan menghadapi bencana disusun dan disimulasikan (setiap
tahun) secara internal atau melibatkan komunitas secara luas, terutama
ditujukan untuk menilai kesiapan sistem 2) sampai dengan 6) yang telah
diuraikan di bagian c kriteria 1.4.1.
4. Setiap pegawai wajib mengikuti pelatihan/ lokakarya dan simulasi pelaksanaan
program tanggap darurat yang diselenggarakan minimal setahun sekali agar
siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana
5. Debriefing adalah sebuah review yang dilakukan setelah simulasi bersama
peserta simulasi dan observer yang bertujuan untuk menindaklanjuti hasil dari
simulasi.
6. Hasil dari kegiatan debriefing didokumentasikan , digunakan untuk melakukan
perbaikan
• Puskesmas ikut bertanggungjawab dalam berperan aktif dalam upaya mitig
asi dan penanggulangan bila terjadi bencana baik internal maupun eksterna
l
• Strategi dan rencana untuk menghadapi bencana perlu disusun sesuai deng
an potensi bencana yang mungkin terjadi berdasarkan hasil penilaian keren
tanan bahaya (Hazard Vulnerability Assesment), meliputi:
1. identifikasi jenis, kemungkinan, dan akibat dari bencana yang mungkin terj
adi,
2. menentukan peran Puskesmas jika terjadi bencana dgn tetap memperhati
kan keberlangsungan layanan dan tindak lanjut terhadap bencana,
3. strategi komunikasi jika terjadi bencana,
4. manajemen sumber daya,
5. penyediaan pelayanan dan alternatifnya,
6. identifikasi peran dan tanggung jawab tiap karyawan, dan manajemen kon
flik yang mungkin terjadi pada saat bencana
• Program persiapan bencana disimulasikan (disaster drill) setiap tahun sec
ara internal atau melibatkan komunitas secara luas, khususnya nomer 3 sd
7
• Setiap karyawan wajib mengikuti pelatihan/ lokakarya dan simulasi dalam p
elaksanaan program tanggap darurat
ELEMEN PENILAIAN
Dilakukan identifikasi risiko
terjadinya bencana internal dan
eksternal sesuai dengan letak
geografis Puskesmas dan
akibatnya terhadap pelayanan. (D)
Dilaksanakannya program manajemen
bencana meliputi angka satu sampai
dengan angka tujuh huruf c pada
kriteria 1.4.1. (D, W).
Dilakukan simulasi dan evaluasi tahunan
meliputi angka dua sampai dengan angka
enam huruf c pada kriteria 1.4.1. terhadap
program kesiapan menghadapi bencana
yang telah disusun, dan dilanjutkan dengan
debriefing setiap selesai simulasi. (D, W)
Dilakukan perbaikan terhadap
program kesiapan menghadapi
bencana sesuai hasil simulai dan
evaluasi tahunan. (D)
1
2
3
4
1.4.4. PROGRAM TANGGAP BENCANA
PROGRAM MANAJEMEN KEDARURATAN DAN BENCANA
perlu disusun dalam upaya menanggapi bila terjadi bencana internal dan/ atau eksternal
yang meliputi:
a) Pembentukan Tim Bencana
b) identifikasi jenis, kemungkinan, dan akibat dari bencana yang mungkin terjadi (HVA),
c) Penyusunan Disaster Plan (Program Kesiapan menghadapi mencana ) meliputi :
1. menentukan peran Puskesmas dalam kejadian bencana
2. strategi komunikasi jika terjadi bencana,
3. manajemen sumber daya,
4. penyediaan pelayanan dan alternatifnya,
5. identifikasi peran dan tanggung jawab tiap pegawai serta manajemen konflik yang
mungkin terjadi pada saat bencana,
d) Penyusunan Rencana Kontingensi
e) Edukasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana
f) Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya
g) peran Puskesmas dalam tim terkoordinasi dengan sumber daya masyarakat yang tersedia
PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA INTERNAL & EKSTERNAL
TINDAK LANJUT
• Menetukan Peran
Puskesmas jika
terjadi Bencana
• strategi komunikasi
jika terjadi bencana,
• manajemen sumber
daya,
• penyediaan
pelayanan dan
alternatifnya,
• identifikasi peran
dan tanggung jawab
tiap karyawan, dan
• manajemen konflik
yang mungkin terjadi
pada saat bencana.
DISASTER DRILL
(SIMULASI DISASTER)
IDENTIFIKASI RISIKO BENCANA INTERNAL &
EKSTERNAL
HAZARD VULNERABILITY ASSESSMENT
EDUKASI & SIMULASI PENANGGULANGAN
BENCANA
MONEV
PEMBENTUKAN TIM TANGGAP/
PENANGGULANGAN BENCANA
PENYUSUNAN DISASTER PLAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA
Rencana kontingensi
Situasi terdapat
potensi Bencana
Perencanaan
Kontijensi
Situasi saat
Terjadi Bencana
Evakuasi
Situasi pasca
bencana
Rehabilitasi
Situasi normal
tidak bencana
Perencanaan
Mitigasi
H V A
PERENCANAAN MANAJEMEN BENCANA (DISASTER PLAN)
KEBIJAKAN
Kebijakan
Analisa Risiko
Peta Rawan Bencana
Profil Puskesmas
Tupoksi, SOP, Form
Pengorganisasian
Latar Belakang
Glossary Fasilitas
V
V
V
V
V
V
V
V
KOMPONEN PROGRAM MANAJEMEN BENCANA
1) Identifikasi jenis, kemungkinan, dan akibat dari
bencana yang mungkin terjadi (HVA),
2) Menentukan peran Puskesmas dalam kejadian
bencana
3) Strategi komunikasi jika terjadi bencana,
4) Manajemen sumber daya,
5) Penyediaan pelayanan dan alternatifnya,
6) Identifikasi peran dan tanggung jawab tiap
pegawai serta manajemen konflik yang mungkin
terjadi pada saat bencana,
7) Peran Puskesmas dalam tim terkoordinasi
dengan sumber daya masyarakat yang tersedia
Hazard Vulnerability Assement
Risk
konsep
Disaster/Eksposure
Kontijensi adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera
terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi
 Rencana Kontijensi adalah uatu proses identifikasi dan penyusunan rencana
yang didasarkan pada situasi kontijensi atau situasi yg belum tentu terjadi .
 Sebuah rencana kontijensi ada kemungkinan tidak dilakukan (diaktifkan) jika
keadaan yang diprediksi tidak terjadi
 Prinsip2 Rencana Kontijensi:
 Dilakukan bersama sama dengan stake holder dan multi-sektor yang terlibat.
 Skenario dan tujuan disepakati.
 Dilakukan secara terus terang.
 Menetapkan peran dan tugas pelaku.
 Menyepakati konsensus.
 Dibuat untuk menghadapi keadaan darurat.
Penilaian risiko
Penentuan kejadian
Pengembangan
skenario
Penetapan
Kebijakan Strategi
Analisa kesenjangan
Rencana tindaklanjut
Formalisasi
Aktivasi
Proyeksi
kebutuhan
Ketersediaan sumber
daya
Kaji ulang
Sumber:
“Pengantar Perencanaan Kontijensi” oleh
Bakornas PBP
SIMULASI DAN EVALUASI TAHUNAN
TUJUAN
Mengukur kinerja
Seluruh komponen
Identifikasi area yang
Perlu perbaikan
Meningkatkan kemampuan
Staf dan karyawan menghadapi
bencana
Pemanfaatan Sumber
Daya
Implementasi: Program
Prosedur, Kebijakan terkait
KEGIATAN SIMULASI:
- Emergency Drill
- Workshop
- Seminar
- dll
Diprogramkan dan
dilaksanakan Minimal setahun
sekali
Diikuti seluruh staf dan
karyawan serta Komunitas
secara luas
Melakukan Debriefing
seusai simulasi
Menindak lanjuti
Debriefing hasil simulasi
Hasil debriefing
didokumentasikan
1.4.5. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN
KEBAKARAN
1.4.5 Puskesmas menyusun, memelihara, melaksanakan, dan melakukan evaluasi program
pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran termasuk sarana evakuasi
POKOK PIKIRAN:
• Setiap fasilitas kesehatan termasuk Puskesmas mempunyai risiko terhadap
terjadinya kebakaran
• Program pencegahan dan penanggulangan kebakaran perlu disusun sebagai wujud
kesiagaan Puskesmas terhadap terjadinya kebakaran
• Yang dimaksud dengan sistem proteksi adalah penyediaan proteksi kebakaran baik
aktif mau pasif.
• Proteksi kebakaran aktif, contohnya APAR, sprinkler, detektor panas, dan detektor
asap,
• Proteksi kebakaran secara pasif, contohnya: jalur evakuasi, pintu darurat, tangga
darurat, tempat titik kumpul aman.
ELEMEN PENILAIAN :
1. Dilakukan program pencegahan dan penanggulangan kebakaran angka satu sampai angka empat huruf d pada kriteria 1.4.1. (D, O, W)
2. Dilakukan inspeksi, pengujian dan pemeliharaan terhadap alat deteksi dini, alarm, jalur evakuasi, serta keberfungsian alat pemadam
api. (D, O, W)
3. Dilakukan simulasi dan evaluasi tahunan terhadap program pengamanan kebakaran. (D, W)
4. Ditetapkan kebijakan larangan merokok bagi petugas, pengguna layanan, dan pengunjung di area Puskesmas. (R)
PROGRAM PENGAMANAN KEBAKARAN
Identifikasi risiko terhadap terjadinya kebakaran
Inspeksi terhadap sistim proteksi kebakaran, ketersediaan sarana
Menguji dan memelihara sistim proteksi secara periodik
Meningkatkan sumber daya manusia melalui edukasi & simulasi
Menerbitkan kebijakan larangan merokok
Memantau kepatuhan kebijakan larangan merokok
R
• Menentukan lokasi yang berpotensi HAZARD
kebakaran
• Menganalisa kemungkin yg meningkatkan
VULNAREBILITY
• Menentukan tingkat RISK kebakaran gunakan
HVA Tool
Memeriksa kelengkapan , kondisi kelayakan sistim proteksi dan
Sarana penanganan kebakaran
Memeriksa kelayakan sarana jalur dan tanda petunjuk arah evakuasi
Uji coba terhadap sistim proteksi dan sarana penanggulangan kebakaran
Memasang label tanda bahaya dilokasi risiko kebakaran
Pemeriksaan, Pengujian dan pemeliharaan dilakukan periodik
minimal sekali dalam setahun
Evaluasi dan dokumentasikan, up date jika perlu
Puskesmas menerbitkan Kebijakan Larangan merokok
di area Puskesmas sesuai UU RI No.32 Th 2010.
Sosialisasi dan edukasikan kepada masyarakat tentang
Bahaya merokok bagi Kesehatan dan bahaya kebakaran
Pantau kepatuhan larangan merokok secara
berkesinambungan
Evaluasi pelaksanaan kepatuhan thd Larangan merokok, dan
dokumentasikan
Sistim proteksi aktif
Karung goni
Hidrant
APAR
Sprinkler
Smoke Detector dengan Alarm
B. FIRE SUPPRESANT
A. FIRE DETECTOR
- sarana evakuasi
- alat bantu evakuasi
Sistim proteksi Pasif
1.4.6. PROGRAM JAMINAN KETERSEDIAAN ALAT
KESEHATAN
POKOK PIKIRAN
• Manajemen peralatan bertujuan untuk memastikan alat Kesehatan tersedia, dipelihara, dikalibrasi secara
berkala.
• Petugas pengelola peralatan adalah orang yang kompeten dan dapat mengoperasionalkan alat
• Penggunaan Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) oleh Puskesmas dilakukan untuk
memastikan pemenuhan terhadap standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan.
• Data sarana, prasarana, dan alat kesehatan di Puskesmas harus diinput dalam ASPAK dan divalidasi untuk
menjamin kebenarannya
• Agar tidak terjadi keterlambatan atau gangguan dalam pelayanan, alat kesehatan harus tersedia,
berfungsi dengan baik, dan siap digunakan saat diperlukan. Program yang dimaksud meliputi kegiatan
pemeriksaan dan kalibrasi secara berkala, sesuai dengan panduan produk tiap alat kesehatan.
• Pemeriksaan alat kesehatan yang dilakukan petugas meliputi : kondisi alat, ada tidaknya kerusakan,
kebersihan, status kalibrasi, dan fungsi alat
1.4.6 Puskesmas menyusun program untuk menjamin ketersediaan alat
kesehatan yang dapat digunakan setiap saat
Elemen penilaian :
1. Dilakukan inventarisasi alat kesehatan sesuai dengan ASPAK. (R)
2. Dilakukan inspeksi dan pengujian terhadap alat kesehatan secara periodik (D, 0, W)
3. Dilakukan pelatihan bagi staf agar kometen untuk memngoperasionalkan peralatan tertentu (D,W)
4. Dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi terhadap alat kesehatan secara periodik (D,O,W)
1.4.7. PROGRAM KETERSEDIAAN UTILITAS
1.4.7 Puskesmas menyusun dan melaksanakan program untuk memastikan semu sistem utilitas
berfungsi dan mencegah terjadinya ketidaktersediaan, kegagalan, atau kontaminasi
POKOK PIKIRAN
• Sistem utilitas meliputi air, listrik, gas medis dan sistem penunjang lainnya seperti
genset, panel listrik, perpipaan air dan lainnya.
• Program pengelolaan sistem utilitas perlu disusun untuk menjamin ketersediaan dan
keamanan dalam menunjang kegiatan pelayanan Puskesmas
• Sumber air adalah sumber air bersih dan air minum.
• Sumber air dan listrik cadangan perlu disediakan untuk pengganti jika terjadi
kegagalan air dan/ atau listrik.
• Puskesmas harus menyediakan cadangan sumber air, listrik dan gas medis selama 7
hari 24 jam sesuai kebutuhan.
• Prasarana air, listrik, dan prasarana penting lainnya, seperti genset, perpipaan air, panel
listrik, perlu diperiksa dan dipelihara untuk menjaga ketersediaannya dalam
mendukung kegiatan pelayanan .
• prasarana air bersih perlu dilakukan pemeriksaan seperti, uji kualitas air secara periodik
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
ELEMEN PENILAIAN :
1. Dilakukan inventarisasi system utilitas sesuai dengan ASPAK (R)
2. Dilaksanakan program pengelolaan sistem utilitas dan sistem penunjang lainnya sesuai huruf f pada kriteria 1.4.1. (R)
3. Sumber air, listrik dan gas medik tersedia selama 7 hari 24 jam untuk pelayanan di Puskesmas. (D,O)
PROGRAM PENGELOLAAN
SISTEM UTILITAS
Ketersediaan listrik, air, gas
medis
Identifikasi area berisiko
kegagalan listrik, air
Uji coba sumber air
Dan listrik cadangan
Pemeriksaan kualitas air
Identifikasi & Ketersediaan
sistem utilitas kunci yang lain
Pemeliharaan system
utilitas
implementasi
PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
TERENCANA
PEMELIHARAAN
TIDAK TERENCANA
PEMELIHARAAN
PENCEGAHAN
PEMELIHARAAN
KOREKTIF
PEMELIHARAAN
DARURAT
Pemeriksaan
termasuk penyetelan
dan pelumasan
Penggantian komponen
minor yaitu pekerjaan
yang timbul langsung
dari pemeriksaan
Reparasi minor
yang tidak
ditemukan
waktu
pemeriksaan
Lihat, rasakan
dengarkan
Pemeliharaan
Waktu berhenti
Pemeliharaan
waktu berjalan
Overhaul
terencana
SISTEM PEMELIHARAAN
1.4.8. DIKLAT MFK
1.4.8 Puskesmas menyusun dan melaksanakan pendidikan Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan (MFK)bagi petugas
POKOK PIKIRAN
• Dalam rangka meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan dalam
pelaksanaan Manajemen Fasilitas Dan Keselamatan (MFK) perlu dilakukan
pendidikan petugas agar dapat menjalankan peran mereka dalam menyediakan
lingkungan yang aman bagi pasien, petugas, dan masyarakat.
• Pendidikan petugas dapat berupa edukasi, pelatihan, dan in house
training/workshop/lokakarya.
• Pendidikan petugas sebagaimana dimaksud tertuang dalam rencana program
pendidikan manajamen fasilitas dan keselamatan
Elemen penilaian :
1. Ada rencana program pendidikan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan bagi petugas. (R)
2. Dilaksanakan program pendidikan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan bagi petugas sesuai rencana. (D,W)
3. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut perbaikan dalam pelaksanaan program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan bagi
petugas. (D,W)
BAB I - KMP
STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI
PERENCANAAN PUSKESMAS
 2 KRITERIA
 11 EP
1.1
BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS
7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN
TATAKELOLA ORGANISASI
 5 KRITERIA
 16 EP
1.2
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 6 KRITERIA
 12 EP
1.3
MANAJEMEN KEUANGAN
 1 KRITERIA
 2 EP
1.5
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN, PENILAIAN
KINERJA
 3 KRITERIA
 15 EP
1.6
PERAN DINAS KESEHATAN
KAB/KOTA
 1 KRITERIA
 8 EP
1.7
MANAJEMEN FASILITAS &
KESELAMATAN (MFK)
 8 KRITERIA
 30 EP
1.4
STANDAR 1.5. MANAJEMEN KEUANGAN
1.5.1 Kepala Puskesmas dan Penanggungjawab keuangan melaksanakan manajmen
keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
• Anggaran yg tersedia di Puskesmas harus dikelola secara transparan,
akuntabel, efektif dan efektif
• Perlu ditetapkan Kebijakan dan prosedur manajmen keuangan yg
mengacu pada peraturan perundangan
• Utk puskesmas yang menerapkan PPK BLUD harus mengikuti
peraturan perundangan dalam manajmen keuangan BLUD dan
menerapkan Standart Akutansi Profesi (SAP)
ELEMEN PENILAIAN :
1. Ditetapkan Petugas Pengelola Keuangan Puskesmas dengan kejelasan tugas, dan tanggungjawab
dan wewenang ®
2. Ditetapkan Kebijakan dan prosedur manajemen Keuangan dalam pelaksanaan pelayanan
Puskesmas ®
STANDAR 1.5. PENGAWASAN, PENGENDALIAN DAN
PENILAIAN KINERJA
ELEMEN PENILAIAN
BAB I - KMP
STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI
PERENCANAAN PUSKESMAS
 2 KRITERIA
 11 EP
1.1
BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS
7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN
TATAKELOLA ORGANISASI
 5 KRITERIA
 16 EP
1.2
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 6 KRITERIA
 12 EP
1.3
MANAJEMEN KEUANGAN
 1 KRITERIA
 2 EP
1.5
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN, PENILAIAN
KINERJA
 3 KRITERIA
 15 EP
1.6
PERAN DINAS KESEHATAN
KAB/KOTA
 1 KRITERIA
 8 EP
1.7
MANAJEMEN FASILITAS &
KESELAMATAN (MFK)
 8 KRITERIA
 30 EP
1.4
Untuk menilai efektivitas dan efisiensi
penyelenggaraan tata kelola,
kesesuaian dengan rencana, dan
pemenuhan terhadap kebutuhan dan
harapan masyarakat, maka dilakukan
pengawasan, pengendalian dan
penilaian kinerja puskesmas dapat
berupa pemantauan, supervisi,
lokakarya mini, audit internal, dan
rapat tinjauan manajemen.
STANDAR 1.6. PENGAWASAN, PENGENDALIAN DAN
PENILAIAN KINERJA
1.6.1
INDIKATOR
KINERJA
1.6.2
LOKAKARYA
MINI
1.6.3
AUDIT INTERNAL &
PERTEMUAN TINJAUAN
MANAJEMEN
1.6 Pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja
dilakukan secara periodik
STANDAR 1.6. PENGAWASAN, PENGENDALIAN DAN
PENILAIAN KINERJA
LIHAT JUGA DI 2.8.1 * 2.8.2 * 2.8.3 * 2.8.4
1.6.1. PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN
DILAKUKAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KINERJA
1.6.1 Dilakukan pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja dengan menggunakan indikator kinerja
yang ditetapkan sesuai dengan jenis pelayanan yang disediakan dan kebijakan pemerintah
POKOK PIKIRAN
 Pengawasan, pengendalian dan penilaian terhadap kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja yang
jelas untuk memudahkan melakukan perbaikan penyelenggaraan pelayanan dan perencanaan pada periode
berikutnya
 Bentuknya dapat berupa pemantauan dan evaluasi, supervisi, lokakarya mini, audit internal, dan rapat tinjauan
manajemen.
 Indikator kinerja adalah indikator untuk menilai cakupan kegiatan dan manajemen Puskesmas
 Indikator kinerja untuk tiap jenis pelayanan dan kegiatan perlu disusun, dipantau dan dianalisis secara periodik
sebagai bahan untuk perbaikan kinerja dan perencanaan periode berikutnya
 Indikator-indikator kinerja tersebut meliputi:
• Indikator kinerja Manajemen Puskesmas
• Indikator kinerja cakupan pelayanan UKM yang mengacu pada indikator nasional seperti Program Prioritas
Nasional, indikator yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Daerah Propinsi dan Indikator yang ditetapkan oleh
Dinas Kesehatan Daerah kabupaten/Kota
• Indikator kinerja cakupan pelayanan UKP, Kefarmasian, dan Laboratorium
• Dalam menyusun indikator-indikator tersebut harus mengacu pada Standar Pelayanan Minimal Kabupaten,
Kebijakan/Pedoman dari Kementerian Kesehatan, Kebijakan/Pedoman dari Dinas Kesehatan Provinsi dan
Kebijakan/Pedoman dari dinas kesehatan daerah kabupaten/kota
ELEMEN PENILAIAN
1. Ditetapkan indikator kinerja Puskesmas sesuai dengan jenis-jenis pelayanan yang disediakan dan
kebijakan pemerintah Pusat dan Daerah (R)
2. Dilakukan pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja secara periodik sesuai dengan kebijakan
dan prosedur yang ditetapkan, dan hasilnya diumpanbalikkan pada lintas program dan lintas sektor
(R, D, W)
3. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja
terhadap target yang ditetapkan dan hasil kaji banding dengan Puskesmas lain (D)
4. Dilakukan analisis terhadap hasil pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja untuk digunakan
dalam perencanaan kegiatan masing-masing upaya Puskesmas, dan untuk perencanaan Puskesmas
(D)
5. Hasil pengawasan, pengendalian dalam bentuk perbaikan kinerja disediakan dan digunakan sebagai
dasar untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan kegiatan Puskesmas dan revisi perencanaan kegiatan
bulanan (D, W)
6. Hasil pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja dalam bentuk Laporan Penilaian Kinerja
Puskesmas (PKP), serta upaya perbaikan kinerja dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Daerah
Kabupaten/ Kota (D)
1.6.1. PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN
DILAKUKAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KINERJA
1.5.2 Lokakarya mini lintas program dan lokakarya mini lintas sektor dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedur
POKOK PIKIRAN
• Proses maupun hasil pelaksanaan upaya Puskesmas perlu dikomunikasikan oleh Kepala Puskesmas,
Penanggung jawab Upaya baik KMP, UKM, dan UKPP kepada serta lintas program dan lintas sektor
terkait agar ada kesamaan persepsi untuk efektivitas pelaksanaan upaya Puskesmas.
• Komunikasi dan koordinasi Puskesmas melalui Lokakarya mini bulanan lintas program dan Lokakarya
mini triwulan lintas sektor dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan
• Lokakarya mini bulanan digunakan untuk : menyusun secara lebih terinci kegiatan-kegiatan yang
akan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan mendatang, khususnya dalam waktu, tempat, sasaran,
pelaksana kegiatan, dukungan (lintas program dan sektor) yang diperlukan, serta metode dan
teknologi yang digunakan; menggalang kerjasama dan keterpaduan serta meningkatkan motivasi
petugas.
• Lokakarya mini triwulan digunakan untuk : menetapkan secara konkrit dukungan lintas sektor yang
akan dilakukan selama 3 (tiga) bulan mendatang, melalui sinkronisasi/harmonisasi RPK antar-sektor
(antar-instansi) dan kesatupaduan tujuan; menggalang kerjasama, komitmen, dan koordinasi lintas
sektor dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan di tingkat kecamatan; meningkatkan
motivasi dan rasa kebersamaan dalam melaksanakan pembangunan masyarakat kecamatan
1.6.2. LOKAKARYA MINI LP DAN LOKAKARYA MINI LP
1. Perlunya Sosialisasi,
Komunikasi, Koordinasi,
Penyamaan Persepsi ,
sinkronisasi, integrasi,
penggalangan
Kerjasama, penguatan
komitmen LP maupun
LS
2. Perlu pemantauan
keberhasilan kinerja
secara
berkesinambungan
3. Perlunya penyusunan
jadwal kegiatan yad
secara terinci dan
terpadu
LOKAKARYA MINI DI
PUSKESMAS
ELEMEN
PENILAIAN
Dilakukan lokakarya mini
bulanan dan tribulanan
secara konsisten dan
periodik untuk
mengkomunikasikan,
mengkoordinasikan dan
mengintegrasikan upaya –
upaya Puskesmas (D,W)
Dilakukan pembahasan permasalahan,
hambatan dalam pelaksanaan kegiatan
dan rekomendasi tindak lanjut dalam
lokakarya mini (D,W)
Dilakukan tindak lanjut
terhadap rekomendasi
lokakarya mini bulanan
dan triwulan dalam bentuk
perbaikan pelaksanaan
kegiatan. (D,W)
1
2
3
1.6.2 Lokakarya mini lintas program dan lokakarya mini lintas sektor dilakukan sesuai dengan kebijakan dan
prosedur
1.6.2. LOKAKARYA MINI LP DAN LOKAKARYA MINI LP
A
S
D
P
1.6.3. AUDIT INTERNAL DAN RAPAT TINJAUAN
MANAJEMEN
1.6.3 Kepala Puskesmas dan penanggung jawab melakukan pengawasan, pengendalian kinerja, dan
kegiatan perbaikan kinerja melalui audit internal dan rapat tinjauan manajemen yang terencana
sesuai dengan masalah kesehatan prioritas, masalah kinerja, risiko, maupun rencana
pengembangan pelayanan
POKOK PIKIRAN
• Kinerja Puskesmas yang dilakukan perlu dipantau apakah mencapai target yang ditetapkan, yang dapat dilakukan
melalui audit internal dan tinjauan manajemen
• Audit internal merupakan salah satu mekanisme pengawasan dan pengendalian yang dilakukan secara sistematis oleh
tim audit internal yang dibentuk oleh Kepala Puskesmas
• Jika ada permasalahan yang ditemukan dalam audit internal tetapi tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pimpinan dan
pegawai Puskesmas, maka permasalahan tersebut dapat dirujuk ke Dinas Kesehatan daerah Kabupaten/Kota untuk
ditindak lanjuti
• Pelaksanaan kinerja direncanakan dan dipantau serta ditindaklanjuti.
• Kepala Puskesmas dan Penanggung jawab Mutu secara periodik melakukan pertemuan tinjauan manajemen untuk
membahas umpan balik pelanggan, keluhan pelanggan, hasil audit internal, hasil penilaian kinerja, perubahan proses
penyelenggaraan Upaya Puskesmas dan kegiatan pelayanan Puskesmas, maupun perubahan kebijakan mutu jika
diperlukan, serta membahas hasil pertemuan tinjauan manajemen sebelumnya, dan rekomendasi untuk perbaikan.
• Pertemuan tinjauan manajemen dipimpin oleh Penanggung jawab Mutu
ELEMEN PENILAIAN
1. Kepala Puskesmas membentuk tim audit internal dengan uraian tugas, wewenang, dan
tanggung jawab yang jelas. (R)
2. Disusun rencana program audit internal tahunan yang dilengkapi kerangka acuan audit
dan dilakukan kegiatan audit sesuai dengan rencana yang telah disusun. (R)
3. Ada laporan dan umpan balik hasil audit internal kepada Kepala Puskesmas, Tim Mutu,
pihak yang diaudit dan unit terkait. (D)
4. Tindak lanjut dilakukan terhadap temuan dan rekomendasi dari hasil audit internal baik
oleh kepala Puskesmas, penanggung jawab maupun pelaksana. (D)
5. Kepala Puskesmas bersama dengan Tim Mutu merencanakan pertemuan tinjauan
manajemen dan pelaksanaan pertemuan tinjauan manajemen dilakukan dengan agenda
sebagaimana pokok pikiran. (D, W)
6. Rekomendasi hasil pertemuan tinjauan manajemen ditindaklanjuti dan dievaluasi. (D)
1.6.3. AUDIT INTERNAL DAN RAPAT TINJAUAN
MANAJEMEN
BAB I - KMP
STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI
PERENCANAAN PUSKESMAS
 2 KRITERIA
 11 EP
1.1
BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS
7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN
TATAKELOLA ORGANISASI
 5 KRITERIA
 16 EP
1.2
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 6 KRITERIA
 12 EP
1.3
MANAJEMEN KEUANGAN
 1 KRITERIA
 2 EP
1.5
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN, PENILAIAN
KINERJA
 3 KRITERIA
 15 EP
1.6
PERAN DINAS KESEHATAN
KAB/KOTA
 1 KRITERIA
 8 EP
1.7
MANAJEMEN FASILITAS &
KESELAMATAN (MFK)
 8 KRITERIA
 30 EP
1.4
STANDAR 1.7. PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA
POKOK PIKIRAN
• Dinas Kesehatan menetapkan Struktur Organisasi Puskesmas.
• Dinas Kesehatan melakukan pembinaan Puskesmas melalui TPCB
• Dalam rangka menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota melakukan bimbingan teknis dan
supervisi, pemantauan evaluasi, dan pelaporan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan
• Pembinaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota dalam hal penyelenggaraan Puskesmas mulai dari perencanaan,
pelaksanaan kegiatan hingga evaluasi kinerja Puskesmas
• Pembinaan tersebut dilaksanakan secara periodik termasuk pembinaan dalam rangka pencapaian target PIS PK, target Standar Pelayanan
Minimal (SPM), dan Program Prioritas Nasional (PPN), serta pemenuhan standar pelayanan
• Tugas TPCB meliputi :
a. Melakukan supervise terhadap penyelenggaraan Pelayanan di Puskesmas secara periodic
b. Memberikan bimbingan tehnis , antara lain
1. Pengisian penilaian mandiri ( self assessment)
2. Penyusunan program peningkatan mutu
3. Penetapan dan pengukuran indicator mutu
4. Pelaporan insiden keselamatan pasien
5. Pendampingan periapan survey akreditasi
6. Pendampingan penyusunan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS)
c. Melakukan pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pelayanan di Puskesmas secara berkala, diantaranya :
1. Pemantauan hasil Penilaian Kinerja Puskesmas
2. Pemantauan Pengukuan Indikator Mutu (INM)
3. Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP)
1.7.1 Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas sebagai Unit
Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota dalam rangka perbaikan kinerja Puskesmas
termasuk peningkatan mutu pelayanan Puskesmas
1.7.1. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN OLEH DINKES
KAB/KOTA
ELEMEN PENILAIAN
1. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota menetapkan struktur organisasi Puskesmas sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. (R)
2. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota menetapkan kebijakan pembinaan Puskesmas secara periodik
(R, D)
3. Ada bukti Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota melaksanakan pembinaan secara terpadu melalui
TPCB sesuai ketentuan kepada Puskesmas secara periodik dengan menggunakan instrument
pembinaan. (D,W)
4. Ada bukti TPCB menyampaikan hasil pembinaan kepada Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten /
Kota dan memberikan feed back kepada Puskesmas (D,W)
5. Ada bukti TPCB melakukan pendampingan penyusunan Rencana Usulan Kegiatan Puskesmas dan
Rencana Pelaksanaan Kegiatan. (D, W)
6. Ada bukti TCB menindaklanjuti pelaksanaan lokakarya mini Puskesmas yang menjadi wewenang dalam
rangka membantu menyelesaikan masalah kesehatan yang tidak bisa diselesaikan di tingkat Puskesmas.
(D, W)
7. Ada bukti TPCB melakukan verifikasi dan memberikan umpan balik evaluasi kinerja Puskesmas. (D, W)
8. Puskesmas menerima dan melakukan tindak lanjut umpan balik hasil pembinaan Dinas Kesehatan
Daerah Kabupaten/ Kota. (D, W)
PEMBINAAN PUSKESMAS
DINAS KESEHATAN DAERAH
KABUPATEN / KOTA
melalui
TPCB
TUJUAN PEMBINAAN
PUSKESMAS
Mendorong Puskesmas dalam memenuhi standar
penyelenggaraan Puskesmas sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan (tatakelola)
Memfasilitasi Puskesmas dalam melakukan
perbaikan mutu pelayanan kesehatan secara
berkesinambungan (termasuk persiapan akreditasi )
Terwujudnya budaya mutu Puskesmas
MANFAAT PEMBINAAN
Untuk Puskesmas :
1. Terlaksananya tata Kelola Institusi dan tatakelolaa pelayanan yang optimal
2. Peningkatan capaian kinerja di Puskesmas
3. Peningkatan capaian Indikator Mutu Puskesmas
4. Meningkatkan capaian akreditasi Puskesmas
5. Peningkatan capaian IKS di wilayah kerja Puskesmas
Untuk Dinas Kesehatan :
1. Memudahkan koordinasi dan kolaborasi dalam perumusan program dan kegiatan
2. Meningatkan sinergitas dalam pembinaan ke Puskesmas
3. Meningkatkan pelaporan INM dan IKP
4. Meningkatkan target kinerja Puskesmas
5. Meningkatkan capaian target kinerja Dinas Kesehatan
6. Peningkatan capaian Indeks Keluarga Sehat Kabupaten
7. Tercapainya target Program Prioritas Dinas
8. Tercapainya target PPN
Untuk Masyarakat :
Tercapainya target Indek Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas
KONSEP PEMBINAAN TERPADU
Cluster
Anggrek
Cluster
Bugenvile
Cluster
Cempaka
Cluster
Dahlia
Cluster
Edelweis
1) Pembagian Cluster Binaan merupakan
kesepakatan seluruh Bidang di Dinkesda Kab/Kota
2) Pembagian Cluster binaan bisa berdasarkan:
 Akses, kondisi geografis dan transportasi
 Sumber daya, jumlah bidang dan jumlah SDM
 Ketersediaan dana operasional
 Capaian kinerja Puskesmas
 Permasalahan kesehatan di wilayah kerja
Puskesmas
3) Semua yg ada di Dinkesda Kab/Kota dibagi habis
di Tim Pembina Cluster Binaan
PENGORGANISASIAN
TIM PEMBINA CLUSTER BINAAN
(TPCB)
PENANGGUNG JAWAB
Kadinkes
KETUA
Eselon 3
SEKSI A /
PJ PROGRAM
SEKSI C /
PJ PROGRAM
SEKSI E /
PJ PROGRAM
SEKSI G /
PJ PROGRAM
SEKSI B /
PJ PROGRAM
SEKSI D /
PJ PROGRAM
SEKSI F /
PJ PROGRAM
SEKSI H /
PJ PROGRAM
KEMAMPUAN DASAR TPCB yang dipunyai :
1. Kebijakan Nasional maupun Kebijakan Pelaksanaanya di daerah
2. Stndart Pelayanan Minimal (SPM)
3. Manajemen Puskesmas
4. Tata Kelola Mutu di Puskesmas
5. Konsep rujukan UKM dan UKP secara horizontal maupun vertical
6. Standart Akreditasi Puskesmas
7. Manajemen Data dan Informasi
8. Tehnik Komukasi dan pembinaan
01 KOMITMEN
02 MUTU
03 KERJA TIM
04 PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN
04 EFEKTIF DAN EFISIEN
PRINSIP PEMBINAAN TPCB
SA menggunakan
Instrumen Pemantauan
dan Evaluasi
Pembahasan SA Penyusunan skala
prioritas berdasarkan
hasil SA
P E R S I A P A N
Pembinaan
Laporan
TPCB
Ditemukan masalah
spesifik
Pembinaan Teknis
1
2
• SURVEIOR
AKREDITASI
• ORGANISAS
I PROFESI
• DLL
FEED BACK:
ARAH PANAH
1. Bila ditemukan danya masalah
tehnis, misalnya terkait MUTU,
pelaksanaan pembinaan tehnis
2. Diakukan pelaporan kembali
terkait hasil pembinaan tehnis ke
TPCB
ALUR PEMBINAAN TERPADU
PELAKSANAAN PEMBINAAN
A. PEMBINAAN LANGSUNG B. PEMBINAANTIDAKLANGSUNG
Dilaksanakan dengan cara turun langsung ke
Puskesmas
Dilaksanakan tanpa harus mengunjungi
Puskesmas, bias melalui berbagai aplikasi,
video conference, email, chatting, zoom,
google meet, dsb
Pelaksanaan pembinaan langsung dilakukan
minimal 1 kali dalam 1 tahun
Pelaksanaan pembinaan tidak langsung
dilakukan dengan menyesuaikan dengan
kemampuan
Periodik Per
triwulan
TINDAK
LANJUT
Melakukan tindak lanjut dari
permasalahan mutu yang di temukan saat
pembinaan langsung. Pembinaan
dilakukan oleh Seksi Mutu dengan
melibatkan seksi terkait, Surveior di
Kab/Kota, Organisasi Profesi, dll
WASOR
PROGRAM
Terkait
SURVEIORS
AKREDITASI
ORGANISASI
PROFESI
SAAT DILAKUKAN PEMBINAAN LANGSUNG OLEH
TPCB DITEMUKAN MASALAH SPEESIFIK TERKAIT
MUTU atau RENDAHNYA CAPAIAN INM
(mis. RENDAHNYA CAKUPAN PENGOBATAN TB)
PEMBINAAN TEHNIS
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
PEMBINAAN TERPADU OLEH
TPCB
Dinas
Kesehatan
Kab/Kota
Dilakukan 1 kali setahun, pada bulan
Desember tahun berjalan
atau bulan Januari tahun berikutnya.
BERSAMA KITA BISA….
KENIKIR DIREMET REMET,
MAS LAN MBAKYU MIKIR…..NGANTI MUMET

BAB 1_ADMEN.pptx

  • 1.
  • 2.
    VERSI 2015 -ADMEN VERSI REVISI KMP Bab Std Kriteria EP Bab Std Kriteria EP Bab I – Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP) 3 13 59 Bab 1 – Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP) 7 26 104 Bab II – Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP) 6 29 121 Bab III – Peningkatan Mutu Puskesmas (PMP) 1 7 32 Total 10 49 212 Total 7 26 104 PERBANDINGAN STANDAR VERSI 2015 DAN VERSI REVISI
  • 3.
    2015 ADMEN VERSIREVISI KMP Standar Isi Standar Isi 1.1 Analisis kebutuhan Masyarakat dan PerencanaanPuskesmas 1.1 Perencanaan Puskesmas (jenis pelayanan, dokumen perencanaanPuskesmas, akses dan umpanbalik,hak& kewajiban pasien,jenis- jenis pelayanan) 1.2 Akses dan pelaksanaan kegiatan 1.3 Evaluasi 1.6 Pengawasan, Pengendalian, Penilaian Kinerja (Pkp, Pengukuran Indikator Mutu, Lokakarya Mini & Linsek, Audit Internal & Rtm) 2.1 Standar Pusk sebagai FKTP 1.3 Manajemen Sumber Daya Manusia (Ketersediaan Jumlah & Jenis, Uraian Tugas, Dokumen Kepegawaian, Orientasi, dan Program K3) 2.2 Persyaratan ketenagaan 2.3 Kegiatan pengelolaan Pusk 1.2 Tata kelola Organisasi (struktur organisasi, dokumen regulasi & pengelolaannya, jaringan & jejaring Puskesmas, data & informasi) 2.4 Hak dan kewajiban pengguna pusk 1.1 Perencanaan Puskesmas (jenis pelayanan, dokumen perencanaan Puskesmas, akses dan umpan balik, hak & kewajiban pasien, jenis- jenis pelayanan) 2.5 Kontrak Pihak Ketiga - -
  • 4.
    2.6 Pemeliharaan saranadan prasarana (1 kriteria) 1.4 Manajemen Fasilitas &Keselamatan (MFK) & Lingkungan - 1.7 Peran Dinas Kesehatan Kab.Kota Dalam Upaya Peningkatan Mutu Puskesmas Melalui Akreditasi 3.1 Peningkatan Mutu Puskesmas • Program Mutu • Audit internal dan Tinjauan Manajemen 5.1 5.2 1.6 Program Peningkatan Mutu Manajemen Risiko Pengawasan, Pengendalian, Penilaian Kinerja (PKP, Pengukuran Indikator Mutu, Lokakarya Mini & Linsek, Audit Internal & RTM)
  • 5.
    RUK RPK PERHATIKAN SD SDM  SARPRAS  PERALATAN  KEFARMASIAN  LAB ANALISIS SITUASI LAKUKAN KOMUNIKASI & KOORDINASI DALAM PELAKSANAAN DENGAN LP, LS, MASYARAKAT, SASARAN PELAYANAN LIBATKAN LP, LS, MASY DALAM PENYUSUNAN RUK, RPK RENCANA LIMA TAHUNAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN PUSKESMAS PERENCANAAN PENGGERAKAN PELAKSANAAN PENGAWASAN PENGENDALIAN PENILAIAN
  • 6.
    BAB I -KMP STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI PERENCANAAN PUSKESMAS  2 KRITERIA  11 EP 1.1 BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS 7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN TATAKELOLA ORGANISASI  5 KRITERIA  16 EP 1.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA  6 KRITERIA  12 EP 1.3 MANAJEMEN KEUANGAN  1 KRITERIA  2 EP 1.5 PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN KINERJA  3 KRITERIA  15 EP 1.6 PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  1 KRITERIA  8 EP 1.7 MANAJEMEN FASILITAS & KESELAMATAN (MFK)  8 KRITERIA  30 EP 1.4
  • 7.
    1.1.1 PENETAPAN JENIS PELAYANAN 1.1.2 AKSES PENGGUNA LAYANAN STANDAR1.1 PERENCANAAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) DILAKUKAN SECARA TERPADU KRITERIA STANDAR 1.1. PERENCANAAN PUSKESMAS
  • 8.
    Esensi Perencanaan: - AdaTim Manajemen Puskesmas (sesuai pmk 44) - Memahami system manajemen (P1-P2-P3) - Penetapan Visi, Misi, Tujuan, dan Tata Nilai - Penetapan Jenis Layanan : * Analisa Data :  Kinerja ( PKP )  KH Masy (MMD, FGD, Survei, PISPK, Usulan / umpan balik masy )  Risiko ( PPI, KP, MFK, dsb …)  Peluang Pengembangan ( Prioritas Pelayanan dan Prioritas Puskesmas * Ada Pembahasan dengan LP / LS - Penyusunan Renlita Puskesmas mendasar pada Renstra Dinas Kesehatan - Penyusunan RUK Pelayanan dan RUK Puskesmas - Penerimaan alokasi Anggaran dari Dinas Kesehatan - Penyusunan RPK Tahunan Puskesmas dan RPK Pelayanan - Monev perencanaan dan Penyusunan RPK Bulanan - Perubahan Rencana
  • 9.
    1.1.1 Puskesmas wajibmenyediakan jenis-jenis pelayanan yang ditetapkan berdasarkan visi, misi, tujuan, dan tata nilai, analisis kebutuhan dan harapan, analisis peluang pengembangan pelayanan, analisis risiko pelayanan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang dituangkan dalam perencanaan. (lihat juga PMP 5.1; dan PMP 5.2 ) Pokok Pikiran: • Ada Tim Manajemen di Puskesmas • Puskesmas wajib menyediakan pelayanan sesuai dengan : - visi, misi, tujuan dan tata nilai, - hasil analisis kebutuhan dan harapan masyarakat, - hasil analisis peluang pengembangan pelayanan, - hasil analisis risiko pelayanan dan peraturan perundang-undangan …. lihat (UKM : 2.1.1 dan 2.8.3) • Perencanaan Puskesmas disusun secara terpadu, meliputi KMP, UKM dan UKP , Disusun Bersama LP dan LS • Puskesmas Menyusun Renlita, sebagai panduan dalam Penyusunan RUK tahunan Puskesmas agar terjadi perencanaan berkesinambungan • Mendasar pada Renlita Puskesmas Menyusun RUK Tahunan. (dokumen RUK sesuai dengan Tata Naskah / Pedoman Perencanaan ) • Puskesmas Menyusun RPK sesuai dengan alokasi anggaran dari Dinas Kesehatan, dan sinkron dengan RUK yang diusulkan • RPK dirinci menjadi RPK Bulanan bersama target pencapaiannya dan direncanakan kegiatan pengawasan dan pengendaliannya • Perencanaan baik Rencana Lima Tahunan dan RPK dimungkinkan untuk dirubah/disesuaikan dengan kebutuhan saat itu apabila dalam hasil a nalisis pengawasan dan pengendalian kegiatan dijumpai kondisi tertentu termasuk perubahan kebijakan sesuai ketentuan peraturan perunda ng-undangan 1.1.1 PENETAPAN JENIS PELAYANAN
  • 10.
    ELEMEN PENILAIAN Ditetapkan visi,misi, tujuan dan tatanilai yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan Puskesmas mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan hingga evaluasi kinerja Puskesmas (R) Rencana Lima Tahunan disusun dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor serta berdasarkan rencana strategis Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota. ( R, D,W) Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) Puskesmas disusun bersama lintas program sesuai dengan alokasi anggaran yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota. (R,D,W Apabila ada perubahan kebijakan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dilakukan revisi perencanaan sesuai kebijakan yang ditetapkan. (D, W). 1 3 5 7 Ditetapkan jenis-jenis pelayanan yang disediakan berdasarkan hasil identifikasi dan analisis sesuai dengan yang diminta dalam pokok pikiran pada paragraf terakhir. (R,D,W) 2 Rencana Usulan Kegiatan (RUK) disusun dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor, berdasarkan rencana strategis Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota, Rencana Lima Tahunan Puskesmas dan hasil penilaian kinerja. (R, D, W). 4 Rencana Pelaksanaan Kegiatan Bulanan disusun sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Tahunan serta hasil pemantauan dan capaian kinerja bulanan. (R, D, W) 6 1.1.1 1.1.1. PENETAPAN KENIS-JENIS KEGIATAN
  • 11.
    PENETAPAN JENIS LAYANAN ANALISA SITUASI DATAPUSKESMAS : -. KINERJA PUSKESMAS ( PKP, SPM, IKU…..) - PIS-PK - ANALISA RESIKO (KP, PPI, MFK, K3, ….) - -DLL… KEGIATAN TERPILIH OLEH LINTAS PROGRAM DI PUSKESMAS KEGIATAN YG PERLU DIFASILITASI OLEH PUSKESMAS KEGIATAN YG DISELESAIKAN OLEH MASYARAKAT  SWADAYA MASYARAKAT RPK BULANAN RPK RUK - VISI MISI TUJUAN TATA NILAI - RENSTRA PUSKESMAS - KEBIJAKAN PEMERINTAH DATA MASYARAKAT : -SMD/MMD -SURVEU KEPUASAN -FGD -UMPAN BALIK -USULAN / SARAN PEMBAHASAN DI PUSKESMAS : - MINLOK / PRA MINLOK - RAPAT LS / LP - DLL…. PEMBAHASAN DI MASYARAKAT : - MMD - MUSREN - DLL…. ANALISA PELUANG PENGEMBANGAN  KEGIATAN PRIORITAS DI PUSKESMAS - IMP - IMPP PERUBAHAN RENCANA (BILA PERLU) LIHAT JUGA DI 2.1.1 * 2.1.2 * 2.1.3 * PPN * UKPP
  • 12.
    1.1.2 Masyarakat sebagaipenerima manfaat layanan, lintas program dan lintas sektor mendapatkan kemudahan akses informasi tentang hak dan kewajiban pasien, jenis- jenis pelayanan, dan kegiatan-kegiatan Puskesmas serta akses terhadap pelayanan dan penyampaian umpan balik (Lihat juga UKM : 2.2.1; 2.2.2; 1.1.2. AKSES PENGGUNA LAYANAN Ruang lingkup keg Komunikasi di Puskesmas : 1. Penyusunan dokumen Regulasi (Kebijakan, Pedoman, Prosedur Komunikasi 2. Ada Kegiatan Sosialisasi, dengan media dan methode yang sesuai, tentang - Info Hak & Kewajiban, - Jenis Layanan - Info tentang kemudahan akses layanan - Info Pelaksanaan kegiatan pelayanan (Jadwal dan Pelaksanaannya ) 3. Ada Evaluasi penyampaian pesan 4. Ada upaya memperoleh umpan balik, Ada mekanisme untuk menyelesaikan keluhan pengguna layanan. 5. Perlu dilakukan penilaian Kepuasan Pelanggan
  • 13.
    ELEMEN PENILAIAN Ditetapkan kebijakan tentanghak dan kewajiban pasien, dan jenis- jenis pelayanan serta kegiatan yang disediakan oleh Puskesmas. (R) Dilakukan sosialisasi tentang hak dan kewajiban pasien, jenis-jenis pelayanan serta kegiatan yang disediakan oleh Puskesmas. (D,W) Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap penyampaian informasi terkait hak dan kewajiban pasien, jenis-jenis pelayanan dan kegiatan-kegiatan Puskesmas terhadap pengguna layanan, lintas program maupun lintas sektor serta pemanfaatan pelayanan dan kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan jadwal yang disusun. (D, W) Dilakukan upaya untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat serta dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap umpan balik. (D, O, W) 1 2 3 4 1.1.2. AKSES PENGGUNA LAYANAN 1.1.2. AKSES PENGGUNA LAYANAN DIPERLUKAN KEBIJAKAN PENGATURAN KOMUNIKADI DI PUSKESMAS BAIK INTERNAL MAUPUN EKSTERNAL…. INGAT VERSI 2015 KRITERIA 1.1.1, 1.1.5 DST
  • 14.
    BAB I -KMP STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI PERENCANAAN PUSKESMAS  2 KRITERIA  11 EP 1.1 BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS 7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN TATAKELOLA ORGANISASI  5 KRITERIA  16 EP 1.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA  6 KRITERIA  12 EP 1.3 MANAJEMEN KEUANGAN  1 KRITERIA  2 EP 1.5 PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN KINERJA  3 KRITERIA  15 EP 1.6 PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  1 KRITERIA  8 EP 1.7 MANAJEMEN FASILITAS & KESELAMATAN (MFK)  8 KRITERIA  30 EP 1.4
  • 15.
    1.2.1 STRUKTUR ORGANISASI 1.2.2 DOKUMEN REGULASI 1.2.3 PENGELOLAAN JARINGAN & JEJARING 1.2.4 SISTEM INFORMASI PUSKESMAS STANDAR 1.2 TATAKELOLA ORGANISASI PUSKESMAS DILAKSANAKAN SESUAI DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN STANDAR 1.2. TATAKELOLA ORGANISASI KRITERIA 1.2.5 DILEMA ETIS
  • 16.
    PPOKOK PIKIRAN : •Agar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi, perlu disusun struktur organisasi Puskesmas yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan daerah Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku • Untuk tiap jabatan yang ada dalam struktur organisasi yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota, perlu ada kejelasan tugas, wewenang, tanggungjawab dan persyaratan jabatan, • Ada Pengaturan tata hubungan kerja dalam struktur • Pengisian jabatan dalam struktur organisasi berdasarkan persyaratan jabatan • Efektivitas struktur dan pengisian jabatan perlu dikaji ulang secara periodik 1.2.1 Struktur organisasi ditetapkan dengan kejelasan tugas, wewenang, tanggung jawab, dan tata hubungan kerja serta persyaratan jabatan ELEMEN PENILAIAN : 1. Ada struktur organisasi Puskesmas yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota dengan kejelasan uraian jabatan yang ada dalam struktur organisasi yang memuat uraian tugas, tanggung jawab, wewenang, dan persyaratan jabatan. (R) 2. Kepala Puskesmas menetapkan Penanggung jawab dan Koordinator pelayanan Puskesmas. (R) 3. Ditetapkan Kode Perilaku bagi Pimpinan dan seluruh Pegawai di Puskesmas 4. Terdapat kebijakan dan prosedur yang jelas dalam pendelegasian wewenang dari Kepala Puskesmas kepada Penanggung jawab upaya, dari Penanggung jawab upaya kepada koordinator pelayanan, dan dari koordinator pelayanan kepada pelaksana pelayanan kegiatan apabila meninggalkan tugas atau terdapat kekosongan pengisian jabatan. (R) 1.2.1. STRUKTUR ORGANISASI KA PUSKESMAS PJ UKM PJ UKP PJ SAR-PRAS PJ MUTU TATA USAHA
  • 17.
    1.2.1 POKOK PIKIRAN • Dalammembuat dokumen regulasi harus mendasar pada peraturan yang berlaku dan berbasis referensi yang ilmiah terupdate. • Pedoman tata naskah sebagai acuan dalam penyusunan dan pengendalian dokumen regulasi yang meliputi kebijakan, pedoman, panduan, kerangka acuan, dan prosedur, maupun dalam pengendalian dokumen eksternal dan dokumen bukti rekaman pelaksanaan kegiatan • Pedoman tata naskah mengatur, al:  Penyusunan,tinjauan & pengesahan  Pengendalian dokumen termasuk perubahannya  Pemeliharaan dokumen  Pengelolaan dokumen eksternal  Masa retensi  Alur pneyusunan & distribusi • Penyusunan Pedoman tata naskah Puskesmas dapat merujuk pada kebijakan masing-masing daerah dan atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan terkait tata naskah dinas 1.2.2 Kebijakan, pedoman/panduan, prosedur, dan kerangka acuan terkait pelaksanaan kegiatan, disusun, didokumentasikan, dan dikendalikan, termasuk pengendalian dokumen bukti pelaksanaan kegiatan ELEMEN PENILAIAN : 1. Ditetapkan pedoman tata naskah Puskesmas sebagaimana diminta dalam pokok pikiran (R) 2. Ditetapkan kebijakan, pedoman / panduan, prosedur dan kerangka acuan untuk KMP, penyelenggara an UKM serta penyelenggaraan UKP, Kefarmasian dan Laboratori um. (R) 1.2.2. DOKUMEN REGULASI
  • 18.
    1.2.1 ELEMEN PENILAIAN 1.2.3. PENGELOLAAN JARINGAN& JEJARING POKOK PIKIRAN • Puskesmas perlu mengidentifikasi jaringan dan jejaring yang ada di wilayah kerja Puskesmas untuk optimalisasi koordinasi dan atau rujukan di bidang upaya kesehatan • Jaringan pelayanan Puskesmas meliputi: Puskesmas pembantu, Puskesmas keliling, dan praktik bidan desa, atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku • Jejaring Puskesmas meliputi UKBM, UKS, klinik, rumah sakit, apotek, laboratorium, praktik mandiri tenaga kesehatan, dan Fasilitas kesehatan lainnya. • Puskesmas selain melakukan pembinaan terhadap jaringan Puskesmas dan UKBM, juga melakukan pembinaan terhadap jejaring fasilitas kesehatan tingkat pertama • Program pembinaan meliputi aspek KMP, UKM, UKP, Kefarmasian dan Laboratorium, termasuk pembinaan ketenagaan, sarana prasarana, dan pembiayaan dalam upaya pemberian pelayanan yang bermutu 1.2.3 Jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas dikelola dan dioptimalkan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kepada masyarakat ELEMEN PENILAIAN : 1. Ditetapkan indicator kinerja pembinaan 2. Dilakukan identifikasi jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas untuk optimalisasi koordinasi dan atau rujukan di bidang upaya kesehatan. (D) 3. Disusun dan dilaksanakan program pembinaan terhadap jaringan pelayanan dan jejaring Puskesmas dengan jadwal dan penanggung jawab yang jelas serta terdapat bukti dilakukan pembinaan sebagaimana diminta dalam pokok pikiran. (R, D, W) ) 4. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap rencana dan jadwal pelaksanaan program pembinaan jaringan dan jejaring. (D)
  • 19.
    1.2.1 POKOK PIKIRAN : •Puskesmas menyediakan data dan informasi yang dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maupun pengambilan keputusan pada tingkat kebijakan di Dinas Kesehatan daerah kabupaten/kota termasuk penyampaian informasi kepada masyarakat dan pihak terkait • Ketersediaan data dan informasi akan memudahkan Tim Peningkatan Mutu, para penanggung jawab upaya pelayanan, dan masing-masing pelaksana pelayanan baik UKM maupun UKP, Kefarmasian dan Laboratorium dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi keberhasilan upaya kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pengguna layanan • Pengumpulan, penyimpanan, analisis data dan pelaporan data yang masuk ke dalam sistem informasi dilakukan sesuai dengan periodisasi yang telah ditentukan • Distribusi informasi baik secara internal maupun eksternal dilakukan sesuai dengan ketentuan 1.2.4. Puskesmas menjamin ketersediaan data dan informasi melalui penyelenggaraan Sistem Informasi Puskesmas ELEMEN PENILAIAN : 1. Dilaksanakan pengumpulan, penyimpanan, analisis data dan pelaporan serta distribusi informasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terkait Sistem Informasi Puskesmas (R, D, W) 2. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap penyelenggaraan Sistem informasi Puskesmas secara periodik. (D, W) 3. Terdapat perbaikan kinerja dan peningkatan mutu pelayanan Kesehatan berbasis data dan informasi secara periodic (D, W) 1.2.4. SISTEM INFORMASI PUSKESMAS
  • 20.
    DICATAT, diolah jadi informasi DIKUMPULKANDIANALISA DILAPORKAN DIDISTRIBUSIKAN DISIMPAN DICARI KEMBALI DATA DAN INFORMASI DIMONITOR DAN DIEVALUASI
  • 21.
    • Puskesmas menghadapibanyak tantangan dalam pelayanan • Kadang Keputusan yang diambil dalam memberikan pelayanan dapat menimbulkan pertanyaan, konflik maupun dilemma baik bagi puskesmas maupun pasien dan keluarga • Etik adalah Norma atau Nilai/value mengenai sikap batin dan perilaku manusia. Sifatnya masih abstrak belum tertulis. Jika sudah tertulis Namanya KODE ETIK • Dilema Etik merupakan situasi yg dihadapi dimana puskesmas harus membuat suatu keputusa mengenai perilaku yang patut. Contoh tdk amau diberi Imunisasi dg alas an maslah keyakinan, menagih atau tidak biaya perawatan bagi pasien tidak mampu, Adanya pantangan 2 di masyarakat • Pimpinan Puskesmas harus menetapkan cara bagaimana mengelola dan mencari solusi bagi dilema ini, siapa yang perlu dilibatkan untuk pengambilan keputusan, bagaimana pasien / klg berpartisipasi untuk menyelesaikan dilemma etik 1.2.5. Penyelenggaraan Pelayanan UKM dan UKPP dilaksanakan dengan pertimbangan etis dalam pengambilan kepuusan ELEMEN PENILAIAN : 1. Puskesmas mempunyai prosedur pelaporan dan solusi bila terjadi dilemma etik dalam asuhan pasien dan dalam pelayanan (R, D, W) 2. Dilaksanakan pelaporan apabila terjadi dilemma etik dalam pelayanan UKP dan dalam pelayanan UKM. (D, W) 3. Terdapat bukti Pimpinan Puskesmas mendukung penyelesaian dilemma etik dalam pelayanan UKP dan pelayanan UKM telah dilaksanakan sesuai regulasi (D, W) 1.2.5 PENYELENGGARAAN PELAYANAN UKM DAN UKP DILAKSANAKAN DENGAN PERTIMBANGAN ETIS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  • 22.
    BAB I -KMP STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI PERENCANAAN PUSKESMAS  2 KRITERIA  11 EP 1.1 BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS 7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN TATAKELOLA ORGANISASI  5 KRITERIA  16 EP 1.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA  6 KRITERIA  12 EP 1.3 MANAJEMEN KEUANGAN  1 KRITERIA  2 EP 1.5 PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN KINERJA  3 KRITERIA  15 EP 1.6 PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  1 KRITERIA  8 EP 1.7 MANAJEMEN FASILITAS & KESELAMATAN (MFK)  8 KRITERIA  30 EP 1.4
  • 23.
    1.3.1 KETERSEDIAAN SDM 1.3.2 URAIAN TUGAS 1.3.3 FILE KEPEGAWAIAN 1.2.4 ORIENTASI PEGAWAI STANDAR 1.3 MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA PUSKESMAS DILAKUKAN SESUAI DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN STANDAR 1.3. MANAJEMEN SDM KRITERIA 1.2.5 PENYELENG GARAAN K3
  • 24.
    1.3.1. KETERSEDIAAN SDM POKOKPIKIRAN • Pemenuhan kebutuhan SDM di Puskesmas berdasarkan jumlah, jenis dan kompetensi maka perlu dilakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja • Penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. • Analisis Jabatan yang dimaksud di Puskesmas merujuk pada jabatan sesuai dengan struktur organisasi Puskesmas, jabatan fungsional tenaga Puskesmas, dan jabatan pelaksana di Puskesmas. • Pemenuhan SDM tersebut dimaksudkan untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dan harapan pengguna layanan dan masyarakat • Pegawai Puskesmas harus memiliki Pendidikan, ketrampilan, pengalaman , orientasi dan pelatihan yg memadai, oleh karena itu Puskesma memfasilitasi peningkatan kompetensi pegawai • Untuk menjamin mutu pelayanan yg berorientasi Keselamatan Pasien maka dilakukan kredensilaing pegawai ELEMEN PENILAIAN 1. Dilakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja sesuai kebutuhan pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. (R) 2. Disusun peta jabatan, uraian jabatan dan kebutuhan tenaga berdasar analisis jabatan dan analisis beban kerja. (R, D, W) 3. Dilakukan upaya untuk pemenuhan kebutuhan tenaga baik dari jenis, jumlah dan kompetensi sesuai dengan peta jabatan dan hasil analisis beban kerja, (D, W) 4. Tersedia mekanisme yang menjamin pegawai memiliki Pendidikan ketrampilan dan kompetensi, pengalaman orientasi dan pelatihan yang relevan dan terkini (D,W) 5. Tersedia hasil kredensialing yang mencakup sertifikasi dan lisensi (D,W) 1.3.1 KETERSEDIAAN SDM
  • 25.
    POKOK PIKIRAN • KepalaPuskesmas menetapkan uraian tugas setiap pegawai sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan • Uraian tugas pegawai berisi tugas pokok dan tugas tambahan serta kewenangan dan tanggung jawab yang ditetapkan oleh Kepala Puskesmas. • Kepala Puskesmas dalam menetapkan tugas pokok memperhatikan: jenis pelayanan, kegiatan dan SK jabatan fungsional • Bagi pegawai non ASN, tugas pokok adalah tugas yang sesuai dengan surat keputusan pengangkatan sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas berdasarkan standar kompetensi lulusan • Tugas tambahan adalah tugas yang diberikan kepada pegawai untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan • Penilaian kinerja pegawai dilakukan untuk melihat capaian sasaran kerja baik ASN maupun non ASN, mengurangi variasi pelayanan, dan meningkatkan kepuasan pengguna layanan • Indikator penilaian kinerja setiap pegawai Puskesmas disusun dan ditetapkan berdasarkan uraian tugas dan tata nilai yang disepakati • Perlu dilakukan penilaian tingkat kepuasan pegawai ELEMEN PENILAIAN 1. Ada penetapan uraian tugas yang berisi tugas pokok dan tugas tambahan untuk setiap pegawai. (R) 2. Ditetapkan indikator penilaian kinerja pegawai sebagaimana diminta dalam pokok pikiran. (R) 3. Dilakukan penilaian kinerja pegawai minimal setahun sekali dan tindak lanjut terhadap hasil penilaian kinerja pegawai untuk upaya perbaikan. (D, W) 4. Ditetapkan indikator dan mekanisme survey kepuasan pegawai terhadap penyelenggaraan kepemimpinan dan manajemen (UKM, UKPP, dan kinerja pelayanan Puskesmas ® 5. Dilakukan pengumpulan data, Analisa dan upaya perbaikan dalam rangka meningkatkan kepuasan pegawai 1.3.2. URAIAN TUGAS 1.3.2 URAIAN TUGAS
  • 26.
    POKOK PIKIRAN • Puekesmasmerencanakan dan memberi kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kompetensi melalui diklat, workshop, OJT, dll • Puskesmas melakukan analisi kebutuhan peningkatan kompetensi, dan mengajukan usulan kegiatan peningkatan kompetensi • Puskesmas memfasilitasi pemenuhan kebutuhan peningkatan kompetensi • Dilakukan penilaian hasil peningkatan komtensi dan didokumentasikan sesuai prosedur ELEMEN PENILAIAN 1. Tersedia informasi mengenai peluang untuk meningkatkan kompetensi bagi semua tenaga yang ada di Puskesmas (R,D) 2. Ada dukungan dari manajemen bagi semua tenaga Puskesmas untuk memanfaatkan peluang tersebut (D,W) 3. Jika ada tenaga yang mengikuti peningkatan kompetensi, dilakukan evaluasi penerapan terhadap hasil peningkatan kompetensi tersebut di tempat kerja (D,W) 1.3.3. PENINGKATAN KOMPETENSI PEGAWAI 1.3.3
  • 27.
    1.3.3 Setiap pegawaimempunyai dokumen (file) kepegawaian yang lengkap dan mutakhir POKOK PIKIRAN • Puskesmas wajib menyediakan file kepegawaian untuk tiap pegawai yang bekerja di Puskesmas sebagai bukti bahwa pegawai yang bekerja memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan dilakukan upaya pengembangan untuk memenuhi persyaratan tersebut. • Tenaga Kesehatan yang bekerja di Puskesmas harus mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR), dan atau Surat Izin Praktik (SIP) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan • File kepegawaian tiap pegawai berisi antara lain: • bukti pendidikan (ijazah) dan verifikasinya • bukti surat tanda registrasi (STR) dan verifikasinya secara periodik • bukti surat izin praktik (SIP) dan verifikasinya secara periodik • uraian tugas pegawai dan/atau rincian wewenang klinis tenaga kesehatan • bukti sertifikat pelatihan • bukti pengalaman kerja jika dipersyaratkan • hasil penilaian kinerja pegawai • bukti kebutuhan pengembangan/pelatihan • bukti evaluasi penerapan hasil pelatihan • bukti pelaksaanaan orientasi. ELEMEN PENILAIAN 1. Ditetapkan dan tersedia kelengkapan isi file kepegawaian untuk tiap pegawai yang bekerja di Pukesmas yang terpelihara sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. (R, D, O, W) 2. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut secara periodik terhadap kelengkapan dan pemutakhiran data kepegawaian. (D, W) 1.3.4. DOKUMEN (file) KEPEGAWAIAN 1.3.4 FILE KEPEGAWAIAN Lengkap, Rapi
  • 28.
    1.3.4 Pegawai barudan alih tugas wajib mengikuti orientasi agar memahami dan mampu melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya POKOK PIKIRAN • Setiap pegawai baru dan alih tugas baik yang diposisikan sebagai Pimpinan Puskesmas, Penanggung jawab Upaya Puskesmas, koordinator pelayanan, maupun pelaksana kegiatan harus mengikuti orientasi, agar pegawai baru dan alih tugas memahami tugas, peran, dan tanggung jawab yang akan diemban • Khusus Puskesmas yang menerima mahasiswa dengan tujuan magang maka pelaksanaan orientasi dilaksanakan sesuai dengan kebijakan Puskesmas dan kurikulum dari Institusi Pendidikan • Kegiatan orientasi umum dilaksanakan untuk mengenal secara garis besar visi, misi, tata nilai, tugas pokok dan fungsi serta struktur organisasi Puskesmas, program mutu Puskesmas dan keselamatan pengguna layanan, serta program pengendalian infeksi. • Kegiatan orientasi khusus difokuskan pada orientasi di tempat tugas yang menjadi tanggung jawab dari pegawai yang bersangkutan dan tanggung jawab spesifik sesuai dengan penugasan pegawai tersebut. • Pada kegiatan orientasi khusus ini pegawai baru diberi/dijelaskan terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, bagaimana melakukan dengan aman sesuai dengan Panduan Praktik Klinis, panduan asuhan lainnya dan pedoman program lainnya. ELEMEN PENILAIAN 1. Kegiatan orientasi dilaksanakan sesuai kerangka acuan yang disusun. (D, W) 2. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan orientasi (D.W) 1.3.5. ORIENTASI PEGAWAI 1.2.4 ORIENTASI PEGAWAI
  • 29.
    1.3.6. PENYELENGGARAAN K3 POKOKPIKIRAN • Pegawai yang bekerja di Puskesmas mempunyai risiko terpapar infeksi yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja, terjadinya kecelakaan kerja terkait dengan pekerjaan yang dilakukan dalam pelayanan baik langsung maupun tidak langsung • Program pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu dilakukan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Kepala Puskesmas, demikian juga pemberian imunisasi bagi pegawai sesuai dengan hasil identifikasi risiko epidemiologi penyakit infeksi, serta program perlindungan pegawai terhadap penularan penyakit infeksi proses pelaporan jika terjadi paparan, tindak lanjut pelayanan kesehatan, dan konseling perlu disusun dan diterapkan • Program K3 juga meliputi Promkes dan Kesejahteraan pegawai ( manajemen stress, pola hidup sehat, monitoring beban kerja, keseimbangan kehidupan, kepuasan kerja dan penc penyakit akibat kerja ) • Pegawai juga berhak untuk mendapat perlindungan dari kekerasan yang dilakukan oleh pengguna layanan, keluarga pengguna layanan, maupun oleh sesama pegawai • Dalam Program kesehatan dan keselamatan kerja pegawai, semua staf harus memahami bagaimana cara mereka melaporkan, cara mereka dirawat, dan cara mereka menerima konseling dan tindak lanjut akibat cedera seperti tertusuk jarum (suntik), paparan terhadap penyakit menular, memahami identifikasi risiko dan kondisi yang berbahaya dalam fasilitas serta masalah-masalah kesehatan dan keselamatan lainnya ELEMEN PENILAIAN 1. Program K3 bagi pegawai disusun, ditetapkan, dilaksanakan, dan dievaluasi. (R, D, W) 2. Dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap pegawai untuk menjaga kesehatan pegawai sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh Kepala Puskesmas. (D, W) 3. Ada program dan pelaksanaan imunisasi bagi pegawai sesuai dengan tingkat risiko dalam pelayanan. (D, W) 4. Dilakukan konseling dan tindak lanjut terhadap pegawai yang terpapar penyakit infeksi, kekerasan, atau cedera akibat kerja. (D, W) 1.2.5 PENYELENG GARAAN K3
  • 30.
    KEBIJAKAN K-3 PERENCANAAN K-3 PELAKSANAAN K-3 PEMANTAUAN & EVALUASI KINERJAK-3 PENINJAUAN KINERJA K-3 SISTEM MANAJEMEN K-3 Pengenalan potensi bahaya dan pengendalian risiko K3 Pembudayaan PHBS Penerapan kewaspadaan standar Penerapan prinsip ergonomi Pemeriksaan kesehatan berkala Pemberian imunisasi Pengelolaan sarana dan prasarana (aspek K-3) STANDAR K-3 Pengelolaan peralatan medis (aspek K-3) Kesiapsiagaan thd kondisi darurat atau bencana, termasuk kebakaran Pengelolaan bahan dan limbah B-3 Pengelolaan limbah domestik REFERENSI : PMK 52/2018 ttg K3 FASYANKES
  • 31.
    BAB I -KMP STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI PERENCANAAN PUSKESMAS  2 KRITERIA  11 EP 1.1 BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS 7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN TATAKELOLA ORGANISASI  5 KRITERIA  16 EP 1.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA  6 KRITERIA  12 EP 1.3 MANAJEMEN KEUANGAN  1 KRITERIA  2 EP 1.5 PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN KINERJA  3 KRITERIA  15 EP 1.6 PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  1 KRITERIA  8 EP 1.7 MANAJEMEN FASILITAS & KESELAMATAN (MFK)  8 KRITERIA  30 EP 1.4
  • 32.
    1.4.3. MANAJEMEN INVENTARISASI, PENGELOLAAN,PENYIMPANAN DAN PENGGUNAAN B3 DAN LIMBAH B3 1.4.4. PROGRAM TANGGAP DARURAT BENCANA 1.4.2. PROGRAM KESELAMATAN DAN KEAMANAN 1.4.5. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN 1.4.7. PROGRAM PENGELOLAAN SISTEM UTILISASI 1.4.6. PROGRAM KETERSEDIAAN ALAT KESEHATAN 1.4.8. DIKLAT MFK STANDAR 1.4. MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK) 1.4.1. PROGRAM MFK
  • 33.
    1.4.1. PROGRAM MFK 1.4.1Disusun dan diterapkan rencana program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) yang meliputi keselamatan dan keamanan fasilitas, pengelolaan bahan dan limbah berbahaya, manajemen bencana, pengamanan kebakaran, alat kesehatan dan system utilisasi Pokok Pikiran: • Puskesmas perlu menyusun program MFK a) Manajemen Keselamatan dan keamanan b) Manajemen bahan dan limbah berbahaya dan beracun c) Manajemen Bencana/disaster d) Manajemen Penanganan Kebakaran e) Manajemen Alat Kesehatan f) Manajemen system utilisasi g) Pendidikan (edukasi) petugas • Dilakukan identifikasi dan pembuatan peta risiko (huruf a sd f) • Tetapkan tim atau petugas yang menjalankan program MFK • Pemenuhan akan kebutuhan dan keamanan bagi pengunjung dengan keterbatasan fisik. • Dilakukan evaluasi minimal per tri wulan EELEMEN PENILAIAN : 1. Terdapat petugas yang bertanggung jawab dalam MFK serta tersedia program MFK yang ditetapkan setiap tahun berdasarkan identifikasi risiko. (R) 2. Puskesmas menyediakan akses yang mudah dan aman bagi pengguna pelayanan dengan keterbatasan fisik (D,W) 3. Dilakukan identifikasi terhadap area-area berisiko yang meliputi huruf a sampai huruf f pada pokok pikiran. (D,W) 4. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut per tri wulan terhadap pelaksanaan program MFK meliputi huruf a sampai huruf f pada pokok pikiran. (D) PROGRAM KETERPADUAN
  • 34.
    PJ. MFK KESELAMATAN &KEAMANAN SISTEM UTILISASI PENGELOLAAN B3 LIMBAH B3 MANAJEMEN KEDARURATAN PENGAMANAN KEBAKARAN PERALATAN KESEHATAN DIKLAT MFK MONEV & TL R Ada SK Ka Puskesmas ttg PJ MFK Program MFK dan Identifikasi (AREA) BERISIKO Setiap 3 bulan Perbaikan & Minimalisir risiko D
  • 35.
    1.4.2. Puskesmas melaksanakanprogram keselamatan dan keamanan Pokok Pikiran: • Program untuk keselamatan dirancang untuk mencegah terjadinya cedera bagi pasien, petugas, peng unjung dan masyarakat akibat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti tertusuk jarum, tertimpa bangunan, kebakaran, gedung roboh, dan tersengat listrik • Program keselamatan bagi petugas terintegrasi dengan program keselamatan dan kesehatan kerja • Program untuk keamanan perlu direncanakan untuk mencegah terjadinya kejadian kekerasan fisik ma upun cedera akibat lingkungan fisik yang tidak aman seperti penculikan bayi, pencurian, dan kekerasa n pada petugas • Apabila Puskesmas mengalami renovasi dan atau konstruksi bangunan maka perlu disusun Infection Control Risk Assesment (ICRA) renovasi untuk memastikan proses renovasi dan atau konstruksi bangu nan dilakukan secara aman dan mengontrol terjadinya penyebaran infeksi (lihat juga PPI 5.5.2 1.4.2. PROGRAM KESELAMATAN DAN KEAMANAN ELEMEN PENILAIAN : 1. Dilakukan identifikasi terhadap pengunjung, petugas dan petugas alih daya (outsourcing) (D,O,W) 2. Dilakukan inspeksi fasilitas secara berkala meliputi bangunan, prasarana dan peralatan (D,O,W) 3. Dilakukan simulasi terhadap kode darurat secara berkala. (D, O,W). 4. Dilakukan pemantauan terhadap pekerjaan konstruksi terkait keamanan dan pencegahan penyebaran infeksi. (D,O,W)
  • 36.
    1.4.3 Inventarisasi, pengelolaan,penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya beracun serta pengendalian dan pembuangan limbah bahan berbahaya beracun dilakukan berdasarkan perencanaan yang memadai dan ketentuan perundangan POKOK PIKIRAN: • Bahan berbahaya beracun (B3) dan limbah B3 perlu diidentifikasi dan dikendalikan secara aman. • Puskesmas perlu menginventarisasi B3 meliputi lokasi, jenis, dan jumlah B3 serta limbahnya yang disimpan. Daftar inventaris ini selalu dimutahirkan sesuai dengan perubahan yang terjadi di tempat penyimpanan . • Pengolahan limbah B3 sesuai standar (penggunaan dan pemilahan, pewadahan dan penyimpanan/TPS B3 serta pengolahan akhir) • Tersedia IPAL sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan 1.4.3. PENGELOLAAN B-3 DAN LIMBAH B-3 POKOK PIKIRAN : 1. Dilaksanakan program pengelolaan B3 dan limbahnya sesuai angka satu sampai tujuh huruf b (R) 2. Pengolahan limbah B3 sesuai standar (penggunaan dan pemilahan, pewadahan dan penyimpanan/TPS B3 serta pengolahan akhir) (D,O,W) 3. Tersedia IPAL sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (D, O) 4. Ada laporan, analisis, dan tindak lanjut penanganan tumpahan, paparan/pajanan B3 dan atau limbah B3. (D,W)
  • 37.
    Program Pengelolaan B3dan Limbah B3 meliputi: 1) Penetapan jenis dan area/lokasi penyimpanan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan 2) Pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan 3) Sistem pelabelan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan 4) Sistem pendokumentasian dan perizinan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan 5) Penanganan tumpahan dan paparan B3 sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan 6) Sistem pelaporan dan investigasi jika terjadi tumpahan dan atau paparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan 7) Pembuangan limbah B3 yang memadai sesuai peraturan perundang-undangan 8) Penggunaan APD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan R INVENTARISASI PENGELOLAAN PENYIMPANAN PENGGUNAAN PENGENDALIAN
  • 38.
    1.4.4. PROGRAM TANGGAPBENCANA 1.4.4. Puskesmas menyusun, memelihara, melaksanakan, dan mengevaluasi program tanggap darurat bencana internal dan eksternal 1. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) ikut bertanggung jawab untuk berperan aktif dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bila terjadi bencana baik internal maupun eksternal. 2. Strategi untuk menghadapi bencana perlu disusun sesuai dengan potensi bencana yang mungkin terjadi berdasarkan hasil penilaian kerentanan bahaya (Hazard Vulnerability Assesment). 3. Program kesiapan menghadapi bencana disusun dan disimulasikan (setiap tahun) secara internal atau melibatkan komunitas secara luas, terutama ditujukan untuk menilai kesiapan sistem 2) sampai dengan 6) yang telah diuraikan di bagian c kriteria 1.4.1. 4. Setiap pegawai wajib mengikuti pelatihan/ lokakarya dan simulasi pelaksanaan program tanggap darurat yang diselenggarakan minimal setahun sekali agar siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana 5. Debriefing adalah sebuah review yang dilakukan setelah simulasi bersama peserta simulasi dan observer yang bertujuan untuk menindaklanjuti hasil dari simulasi. 6. Hasil dari kegiatan debriefing didokumentasikan , digunakan untuk melakukan perbaikan
  • 39.
    • Puskesmas ikutbertanggungjawab dalam berperan aktif dalam upaya mitig asi dan penanggulangan bila terjadi bencana baik internal maupun eksterna l • Strategi dan rencana untuk menghadapi bencana perlu disusun sesuai deng an potensi bencana yang mungkin terjadi berdasarkan hasil penilaian keren tanan bahaya (Hazard Vulnerability Assesment), meliputi: 1. identifikasi jenis, kemungkinan, dan akibat dari bencana yang mungkin terj adi, 2. menentukan peran Puskesmas jika terjadi bencana dgn tetap memperhati kan keberlangsungan layanan dan tindak lanjut terhadap bencana, 3. strategi komunikasi jika terjadi bencana, 4. manajemen sumber daya, 5. penyediaan pelayanan dan alternatifnya, 6. identifikasi peran dan tanggung jawab tiap karyawan, dan manajemen kon flik yang mungkin terjadi pada saat bencana • Program persiapan bencana disimulasikan (disaster drill) setiap tahun sec ara internal atau melibatkan komunitas secara luas, khususnya nomer 3 sd 7 • Setiap karyawan wajib mengikuti pelatihan/ lokakarya dan simulasi dalam p elaksanaan program tanggap darurat
  • 40.
    ELEMEN PENILAIAN Dilakukan identifikasirisiko terjadinya bencana internal dan eksternal sesuai dengan letak geografis Puskesmas dan akibatnya terhadap pelayanan. (D) Dilaksanakannya program manajemen bencana meliputi angka satu sampai dengan angka tujuh huruf c pada kriteria 1.4.1. (D, W). Dilakukan simulasi dan evaluasi tahunan meliputi angka dua sampai dengan angka enam huruf c pada kriteria 1.4.1. terhadap program kesiapan menghadapi bencana yang telah disusun, dan dilanjutkan dengan debriefing setiap selesai simulasi. (D, W) Dilakukan perbaikan terhadap program kesiapan menghadapi bencana sesuai hasil simulai dan evaluasi tahunan. (D) 1 2 3 4 1.4.4. PROGRAM TANGGAP BENCANA
  • 41.
    PROGRAM MANAJEMEN KEDARURATANDAN BENCANA perlu disusun dalam upaya menanggapi bila terjadi bencana internal dan/ atau eksternal yang meliputi: a) Pembentukan Tim Bencana b) identifikasi jenis, kemungkinan, dan akibat dari bencana yang mungkin terjadi (HVA), c) Penyusunan Disaster Plan (Program Kesiapan menghadapi mencana ) meliputi : 1. menentukan peran Puskesmas dalam kejadian bencana 2. strategi komunikasi jika terjadi bencana, 3. manajemen sumber daya, 4. penyediaan pelayanan dan alternatifnya, 5. identifikasi peran dan tanggung jawab tiap pegawai serta manajemen konflik yang mungkin terjadi pada saat bencana, d) Penyusunan Rencana Kontingensi e) Edukasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana f) Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya g) peran Puskesmas dalam tim terkoordinasi dengan sumber daya masyarakat yang tersedia
  • 42.
    PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANAINTERNAL & EKSTERNAL TINDAK LANJUT • Menetukan Peran Puskesmas jika terjadi Bencana • strategi komunikasi jika terjadi bencana, • manajemen sumber daya, • penyediaan pelayanan dan alternatifnya, • identifikasi peran dan tanggung jawab tiap karyawan, dan • manajemen konflik yang mungkin terjadi pada saat bencana. DISASTER DRILL (SIMULASI DISASTER) IDENTIFIKASI RISIKO BENCANA INTERNAL & EKSTERNAL HAZARD VULNERABILITY ASSESSMENT EDUKASI & SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA MONEV PEMBENTUKAN TIM TANGGAP/ PENANGGULANGAN BENCANA PENYUSUNAN DISASTER PLAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA Rencana kontingensi
  • 43.
    Situasi terdapat potensi Bencana Perencanaan Kontijensi Situasisaat Terjadi Bencana Evakuasi Situasi pasca bencana Rehabilitasi Situasi normal tidak bencana Perencanaan Mitigasi H V A
  • 44.
    PERENCANAAN MANAJEMEN BENCANA(DISASTER PLAN) KEBIJAKAN Kebijakan Analisa Risiko Peta Rawan Bencana Profil Puskesmas Tupoksi, SOP, Form Pengorganisasian Latar Belakang Glossary Fasilitas V V V V V V V V KOMPONEN PROGRAM MANAJEMEN BENCANA 1) Identifikasi jenis, kemungkinan, dan akibat dari bencana yang mungkin terjadi (HVA), 2) Menentukan peran Puskesmas dalam kejadian bencana 3) Strategi komunikasi jika terjadi bencana, 4) Manajemen sumber daya, 5) Penyediaan pelayanan dan alternatifnya, 6) Identifikasi peran dan tanggung jawab tiap pegawai serta manajemen konflik yang mungkin terjadi pada saat bencana, 7) Peran Puskesmas dalam tim terkoordinasi dengan sumber daya masyarakat yang tersedia
  • 45.
  • 46.
    Kontijensi adalah suatukeadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi  Rencana Kontijensi adalah uatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada situasi kontijensi atau situasi yg belum tentu terjadi .  Sebuah rencana kontijensi ada kemungkinan tidak dilakukan (diaktifkan) jika keadaan yang diprediksi tidak terjadi  Prinsip2 Rencana Kontijensi:  Dilakukan bersama sama dengan stake holder dan multi-sektor yang terlibat.  Skenario dan tujuan disepakati.  Dilakukan secara terus terang.  Menetapkan peran dan tugas pelaku.  Menyepakati konsensus.  Dibuat untuk menghadapi keadaan darurat.
  • 47.
    Penilaian risiko Penentuan kejadian Pengembangan skenario Penetapan KebijakanStrategi Analisa kesenjangan Rencana tindaklanjut Formalisasi Aktivasi Proyeksi kebutuhan Ketersediaan sumber daya Kaji ulang Sumber: “Pengantar Perencanaan Kontijensi” oleh Bakornas PBP
  • 48.
    SIMULASI DAN EVALUASITAHUNAN TUJUAN Mengukur kinerja Seluruh komponen Identifikasi area yang Perlu perbaikan Meningkatkan kemampuan Staf dan karyawan menghadapi bencana Pemanfaatan Sumber Daya Implementasi: Program Prosedur, Kebijakan terkait KEGIATAN SIMULASI: - Emergency Drill - Workshop - Seminar - dll Diprogramkan dan dilaksanakan Minimal setahun sekali Diikuti seluruh staf dan karyawan serta Komunitas secara luas Melakukan Debriefing seusai simulasi Menindak lanjuti Debriefing hasil simulasi Hasil debriefing didokumentasikan
  • 49.
    1.4.5. PROGRAM PENCEGAHANDAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN 1.4.5 Puskesmas menyusun, memelihara, melaksanakan, dan melakukan evaluasi program pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran termasuk sarana evakuasi POKOK PIKIRAN: • Setiap fasilitas kesehatan termasuk Puskesmas mempunyai risiko terhadap terjadinya kebakaran • Program pencegahan dan penanggulangan kebakaran perlu disusun sebagai wujud kesiagaan Puskesmas terhadap terjadinya kebakaran • Yang dimaksud dengan sistem proteksi adalah penyediaan proteksi kebakaran baik aktif mau pasif. • Proteksi kebakaran aktif, contohnya APAR, sprinkler, detektor panas, dan detektor asap, • Proteksi kebakaran secara pasif, contohnya: jalur evakuasi, pintu darurat, tangga darurat, tempat titik kumpul aman. ELEMEN PENILAIAN : 1. Dilakukan program pencegahan dan penanggulangan kebakaran angka satu sampai angka empat huruf d pada kriteria 1.4.1. (D, O, W) 2. Dilakukan inspeksi, pengujian dan pemeliharaan terhadap alat deteksi dini, alarm, jalur evakuasi, serta keberfungsian alat pemadam api. (D, O, W) 3. Dilakukan simulasi dan evaluasi tahunan terhadap program pengamanan kebakaran. (D, W) 4. Ditetapkan kebijakan larangan merokok bagi petugas, pengguna layanan, dan pengunjung di area Puskesmas. (R)
  • 50.
    PROGRAM PENGAMANAN KEBAKARAN Identifikasirisiko terhadap terjadinya kebakaran Inspeksi terhadap sistim proteksi kebakaran, ketersediaan sarana Menguji dan memelihara sistim proteksi secara periodik Meningkatkan sumber daya manusia melalui edukasi & simulasi Menerbitkan kebijakan larangan merokok Memantau kepatuhan kebijakan larangan merokok R • Menentukan lokasi yang berpotensi HAZARD kebakaran • Menganalisa kemungkin yg meningkatkan VULNAREBILITY • Menentukan tingkat RISK kebakaran gunakan HVA Tool
  • 51.
    Memeriksa kelengkapan ,kondisi kelayakan sistim proteksi dan Sarana penanganan kebakaran Memeriksa kelayakan sarana jalur dan tanda petunjuk arah evakuasi Uji coba terhadap sistim proteksi dan sarana penanggulangan kebakaran Memasang label tanda bahaya dilokasi risiko kebakaran Pemeriksaan, Pengujian dan pemeliharaan dilakukan periodik minimal sekali dalam setahun Evaluasi dan dokumentasikan, up date jika perlu
  • 52.
    Puskesmas menerbitkan KebijakanLarangan merokok di area Puskesmas sesuai UU RI No.32 Th 2010. Sosialisasi dan edukasikan kepada masyarakat tentang Bahaya merokok bagi Kesehatan dan bahaya kebakaran Pantau kepatuhan larangan merokok secara berkesinambungan Evaluasi pelaksanaan kepatuhan thd Larangan merokok, dan dokumentasikan
  • 53.
    Sistim proteksi aktif Karunggoni Hidrant APAR Sprinkler Smoke Detector dengan Alarm B. FIRE SUPPRESANT A. FIRE DETECTOR
  • 54.
    - sarana evakuasi -alat bantu evakuasi Sistim proteksi Pasif
  • 55.
    1.4.6. PROGRAM JAMINANKETERSEDIAAN ALAT KESEHATAN POKOK PIKIRAN • Manajemen peralatan bertujuan untuk memastikan alat Kesehatan tersedia, dipelihara, dikalibrasi secara berkala. • Petugas pengelola peralatan adalah orang yang kompeten dan dapat mengoperasionalkan alat • Penggunaan Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) oleh Puskesmas dilakukan untuk memastikan pemenuhan terhadap standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan. • Data sarana, prasarana, dan alat kesehatan di Puskesmas harus diinput dalam ASPAK dan divalidasi untuk menjamin kebenarannya • Agar tidak terjadi keterlambatan atau gangguan dalam pelayanan, alat kesehatan harus tersedia, berfungsi dengan baik, dan siap digunakan saat diperlukan. Program yang dimaksud meliputi kegiatan pemeriksaan dan kalibrasi secara berkala, sesuai dengan panduan produk tiap alat kesehatan. • Pemeriksaan alat kesehatan yang dilakukan petugas meliputi : kondisi alat, ada tidaknya kerusakan, kebersihan, status kalibrasi, dan fungsi alat 1.4.6 Puskesmas menyusun program untuk menjamin ketersediaan alat kesehatan yang dapat digunakan setiap saat Elemen penilaian : 1. Dilakukan inventarisasi alat kesehatan sesuai dengan ASPAK. (R) 2. Dilakukan inspeksi dan pengujian terhadap alat kesehatan secara periodik (D, 0, W) 3. Dilakukan pelatihan bagi staf agar kometen untuk memngoperasionalkan peralatan tertentu (D,W) 4. Dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi terhadap alat kesehatan secara periodik (D,O,W)
  • 56.
    1.4.7. PROGRAM KETERSEDIAANUTILITAS 1.4.7 Puskesmas menyusun dan melaksanakan program untuk memastikan semu sistem utilitas berfungsi dan mencegah terjadinya ketidaktersediaan, kegagalan, atau kontaminasi POKOK PIKIRAN • Sistem utilitas meliputi air, listrik, gas medis dan sistem penunjang lainnya seperti genset, panel listrik, perpipaan air dan lainnya. • Program pengelolaan sistem utilitas perlu disusun untuk menjamin ketersediaan dan keamanan dalam menunjang kegiatan pelayanan Puskesmas • Sumber air adalah sumber air bersih dan air minum. • Sumber air dan listrik cadangan perlu disediakan untuk pengganti jika terjadi kegagalan air dan/ atau listrik. • Puskesmas harus menyediakan cadangan sumber air, listrik dan gas medis selama 7 hari 24 jam sesuai kebutuhan. • Prasarana air, listrik, dan prasarana penting lainnya, seperti genset, perpipaan air, panel listrik, perlu diperiksa dan dipelihara untuk menjaga ketersediaannya dalam mendukung kegiatan pelayanan . • prasarana air bersih perlu dilakukan pemeriksaan seperti, uji kualitas air secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ELEMEN PENILAIAN : 1. Dilakukan inventarisasi system utilitas sesuai dengan ASPAK (R) 2. Dilaksanakan program pengelolaan sistem utilitas dan sistem penunjang lainnya sesuai huruf f pada kriteria 1.4.1. (R) 3. Sumber air, listrik dan gas medik tersedia selama 7 hari 24 jam untuk pelayanan di Puskesmas. (D,O)
  • 57.
    PROGRAM PENGELOLAAN SISTEM UTILITAS Ketersediaanlistrik, air, gas medis Identifikasi area berisiko kegagalan listrik, air Uji coba sumber air Dan listrik cadangan Pemeriksaan kualitas air Identifikasi & Ketersediaan sistem utilitas kunci yang lain Pemeliharaan system utilitas implementasi
  • 58.
    PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN TERENCANA PEMELIHARAAN TIDAK TERENCANA PEMELIHARAAN PENCEGAHAN PEMELIHARAAN KOREKTIF PEMELIHARAAN DARURAT Pemeriksaan termasuk penyetelan danpelumasan Penggantian komponen minor yaitu pekerjaan yang timbul langsung dari pemeriksaan Reparasi minor yang tidak ditemukan waktu pemeriksaan Lihat, rasakan dengarkan Pemeliharaan Waktu berhenti Pemeliharaan waktu berjalan Overhaul terencana SISTEM PEMELIHARAAN
  • 59.
    1.4.8. DIKLAT MFK 1.4.8Puskesmas menyusun dan melaksanakan pendidikan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)bagi petugas POKOK PIKIRAN • Dalam rangka meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan dalam pelaksanaan Manajemen Fasilitas Dan Keselamatan (MFK) perlu dilakukan pendidikan petugas agar dapat menjalankan peran mereka dalam menyediakan lingkungan yang aman bagi pasien, petugas, dan masyarakat. • Pendidikan petugas dapat berupa edukasi, pelatihan, dan in house training/workshop/lokakarya. • Pendidikan petugas sebagaimana dimaksud tertuang dalam rencana program pendidikan manajamen fasilitas dan keselamatan Elemen penilaian : 1. Ada rencana program pendidikan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan bagi petugas. (R) 2. Dilaksanakan program pendidikan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan bagi petugas sesuai rencana. (D,W) 3. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut perbaikan dalam pelaksanaan program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan bagi petugas. (D,W)
  • 60.
    BAB I -KMP STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI PERENCANAAN PUSKESMAS  2 KRITERIA  11 EP 1.1 BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS 7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN TATAKELOLA ORGANISASI  5 KRITERIA  16 EP 1.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA  6 KRITERIA  12 EP 1.3 MANAJEMEN KEUANGAN  1 KRITERIA  2 EP 1.5 PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN KINERJA  3 KRITERIA  15 EP 1.6 PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  1 KRITERIA  8 EP 1.7 MANAJEMEN FASILITAS & KESELAMATAN (MFK)  8 KRITERIA  30 EP 1.4
  • 61.
    STANDAR 1.5. MANAJEMENKEUANGAN 1.5.1 Kepala Puskesmas dan Penanggungjawab keuangan melaksanakan manajmen keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan • Anggaran yg tersedia di Puskesmas harus dikelola secara transparan, akuntabel, efektif dan efektif • Perlu ditetapkan Kebijakan dan prosedur manajmen keuangan yg mengacu pada peraturan perundangan • Utk puskesmas yang menerapkan PPK BLUD harus mengikuti peraturan perundangan dalam manajmen keuangan BLUD dan menerapkan Standart Akutansi Profesi (SAP) ELEMEN PENILAIAN : 1. Ditetapkan Petugas Pengelola Keuangan Puskesmas dengan kejelasan tugas, dan tanggungjawab dan wewenang ® 2. Ditetapkan Kebijakan dan prosedur manajemen Keuangan dalam pelaksanaan pelayanan Puskesmas ® STANDAR 1.5. PENGAWASAN, PENGENDALIAN DAN PENILAIAN KINERJA ELEMEN PENILAIAN
  • 62.
    BAB I -KMP STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI PERENCANAAN PUSKESMAS  2 KRITERIA  11 EP 1.1 BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS 7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN TATAKELOLA ORGANISASI  5 KRITERIA  16 EP 1.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA  6 KRITERIA  12 EP 1.3 MANAJEMEN KEUANGAN  1 KRITERIA  2 EP 1.5 PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN KINERJA  3 KRITERIA  15 EP 1.6 PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  1 KRITERIA  8 EP 1.7 MANAJEMEN FASILITAS & KESELAMATAN (MFK)  8 KRITERIA  30 EP 1.4
  • 63.
    Untuk menilai efektivitasdan efisiensi penyelenggaraan tata kelola, kesesuaian dengan rencana, dan pemenuhan terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat, maka dilakukan pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja puskesmas dapat berupa pemantauan, supervisi, lokakarya mini, audit internal, dan rapat tinjauan manajemen. STANDAR 1.6. PENGAWASAN, PENGENDALIAN DAN PENILAIAN KINERJA
  • 64.
    1.6.1 INDIKATOR KINERJA 1.6.2 LOKAKARYA MINI 1.6.3 AUDIT INTERNAL & PERTEMUANTINJAUAN MANAJEMEN 1.6 Pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja dilakukan secara periodik STANDAR 1.6. PENGAWASAN, PENGENDALIAN DAN PENILAIAN KINERJA LIHAT JUGA DI 2.8.1 * 2.8.2 * 2.8.3 * 2.8.4
  • 65.
    1.6.1. PENGAWASAN, PENGENDALIAN,PENILAIAN DILAKUKAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KINERJA 1.6.1 Dilakukan pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja dengan menggunakan indikator kinerja yang ditetapkan sesuai dengan jenis pelayanan yang disediakan dan kebijakan pemerintah POKOK PIKIRAN  Pengawasan, pengendalian dan penilaian terhadap kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja yang jelas untuk memudahkan melakukan perbaikan penyelenggaraan pelayanan dan perencanaan pada periode berikutnya  Bentuknya dapat berupa pemantauan dan evaluasi, supervisi, lokakarya mini, audit internal, dan rapat tinjauan manajemen.  Indikator kinerja adalah indikator untuk menilai cakupan kegiatan dan manajemen Puskesmas  Indikator kinerja untuk tiap jenis pelayanan dan kegiatan perlu disusun, dipantau dan dianalisis secara periodik sebagai bahan untuk perbaikan kinerja dan perencanaan periode berikutnya  Indikator-indikator kinerja tersebut meliputi: • Indikator kinerja Manajemen Puskesmas • Indikator kinerja cakupan pelayanan UKM yang mengacu pada indikator nasional seperti Program Prioritas Nasional, indikator yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Daerah Propinsi dan Indikator yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Daerah kabupaten/Kota • Indikator kinerja cakupan pelayanan UKP, Kefarmasian, dan Laboratorium • Dalam menyusun indikator-indikator tersebut harus mengacu pada Standar Pelayanan Minimal Kabupaten, Kebijakan/Pedoman dari Kementerian Kesehatan, Kebijakan/Pedoman dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kebijakan/Pedoman dari dinas kesehatan daerah kabupaten/kota
  • 66.
    ELEMEN PENILAIAN 1. Ditetapkanindikator kinerja Puskesmas sesuai dengan jenis-jenis pelayanan yang disediakan dan kebijakan pemerintah Pusat dan Daerah (R) 2. Dilakukan pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja secara periodik sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan, dan hasilnya diumpanbalikkan pada lintas program dan lintas sektor (R, D, W) 3. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja terhadap target yang ditetapkan dan hasil kaji banding dengan Puskesmas lain (D) 4. Dilakukan analisis terhadap hasil pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja untuk digunakan dalam perencanaan kegiatan masing-masing upaya Puskesmas, dan untuk perencanaan Puskesmas (D) 5. Hasil pengawasan, pengendalian dalam bentuk perbaikan kinerja disediakan dan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan kegiatan Puskesmas dan revisi perencanaan kegiatan bulanan (D, W) 6. Hasil pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja dalam bentuk Laporan Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP), serta upaya perbaikan kinerja dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota (D) 1.6.1. PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN DILAKUKAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KINERJA
  • 67.
    1.5.2 Lokakarya minilintas program dan lokakarya mini lintas sektor dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedur POKOK PIKIRAN • Proses maupun hasil pelaksanaan upaya Puskesmas perlu dikomunikasikan oleh Kepala Puskesmas, Penanggung jawab Upaya baik KMP, UKM, dan UKPP kepada serta lintas program dan lintas sektor terkait agar ada kesamaan persepsi untuk efektivitas pelaksanaan upaya Puskesmas. • Komunikasi dan koordinasi Puskesmas melalui Lokakarya mini bulanan lintas program dan Lokakarya mini triwulan lintas sektor dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan • Lokakarya mini bulanan digunakan untuk : menyusun secara lebih terinci kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan mendatang, khususnya dalam waktu, tempat, sasaran, pelaksana kegiatan, dukungan (lintas program dan sektor) yang diperlukan, serta metode dan teknologi yang digunakan; menggalang kerjasama dan keterpaduan serta meningkatkan motivasi petugas. • Lokakarya mini triwulan digunakan untuk : menetapkan secara konkrit dukungan lintas sektor yang akan dilakukan selama 3 (tiga) bulan mendatang, melalui sinkronisasi/harmonisasi RPK antar-sektor (antar-instansi) dan kesatupaduan tujuan; menggalang kerjasama, komitmen, dan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan di tingkat kecamatan; meningkatkan motivasi dan rasa kebersamaan dalam melaksanakan pembangunan masyarakat kecamatan 1.6.2. LOKAKARYA MINI LP DAN LOKAKARYA MINI LP 1. Perlunya Sosialisasi, Komunikasi, Koordinasi, Penyamaan Persepsi , sinkronisasi, integrasi, penggalangan Kerjasama, penguatan komitmen LP maupun LS 2. Perlu pemantauan keberhasilan kinerja secara berkesinambungan 3. Perlunya penyusunan jadwal kegiatan yad secara terinci dan terpadu LOKAKARYA MINI DI PUSKESMAS
  • 68.
    ELEMEN PENILAIAN Dilakukan lokakarya mini bulanandan tribulanan secara konsisten dan periodik untuk mengkomunikasikan, mengkoordinasikan dan mengintegrasikan upaya – upaya Puskesmas (D,W) Dilakukan pembahasan permasalahan, hambatan dalam pelaksanaan kegiatan dan rekomendasi tindak lanjut dalam lokakarya mini (D,W) Dilakukan tindak lanjut terhadap rekomendasi lokakarya mini bulanan dan triwulan dalam bentuk perbaikan pelaksanaan kegiatan. (D,W) 1 2 3 1.6.2 Lokakarya mini lintas program dan lokakarya mini lintas sektor dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedur 1.6.2. LOKAKARYA MINI LP DAN LOKAKARYA MINI LP A S D P
  • 69.
    1.6.3. AUDIT INTERNALDAN RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN 1.6.3 Kepala Puskesmas dan penanggung jawab melakukan pengawasan, pengendalian kinerja, dan kegiatan perbaikan kinerja melalui audit internal dan rapat tinjauan manajemen yang terencana sesuai dengan masalah kesehatan prioritas, masalah kinerja, risiko, maupun rencana pengembangan pelayanan POKOK PIKIRAN • Kinerja Puskesmas yang dilakukan perlu dipantau apakah mencapai target yang ditetapkan, yang dapat dilakukan melalui audit internal dan tinjauan manajemen • Audit internal merupakan salah satu mekanisme pengawasan dan pengendalian yang dilakukan secara sistematis oleh tim audit internal yang dibentuk oleh Kepala Puskesmas • Jika ada permasalahan yang ditemukan dalam audit internal tetapi tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pimpinan dan pegawai Puskesmas, maka permasalahan tersebut dapat dirujuk ke Dinas Kesehatan daerah Kabupaten/Kota untuk ditindak lanjuti • Pelaksanaan kinerja direncanakan dan dipantau serta ditindaklanjuti. • Kepala Puskesmas dan Penanggung jawab Mutu secara periodik melakukan pertemuan tinjauan manajemen untuk membahas umpan balik pelanggan, keluhan pelanggan, hasil audit internal, hasil penilaian kinerja, perubahan proses penyelenggaraan Upaya Puskesmas dan kegiatan pelayanan Puskesmas, maupun perubahan kebijakan mutu jika diperlukan, serta membahas hasil pertemuan tinjauan manajemen sebelumnya, dan rekomendasi untuk perbaikan. • Pertemuan tinjauan manajemen dipimpin oleh Penanggung jawab Mutu
  • 70.
    ELEMEN PENILAIAN 1. KepalaPuskesmas membentuk tim audit internal dengan uraian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas. (R) 2. Disusun rencana program audit internal tahunan yang dilengkapi kerangka acuan audit dan dilakukan kegiatan audit sesuai dengan rencana yang telah disusun. (R) 3. Ada laporan dan umpan balik hasil audit internal kepada Kepala Puskesmas, Tim Mutu, pihak yang diaudit dan unit terkait. (D) 4. Tindak lanjut dilakukan terhadap temuan dan rekomendasi dari hasil audit internal baik oleh kepala Puskesmas, penanggung jawab maupun pelaksana. (D) 5. Kepala Puskesmas bersama dengan Tim Mutu merencanakan pertemuan tinjauan manajemen dan pelaksanaan pertemuan tinjauan manajemen dilakukan dengan agenda sebagaimana pokok pikiran. (D, W) 6. Rekomendasi hasil pertemuan tinjauan manajemen ditindaklanjuti dan dievaluasi. (D) 1.6.3. AUDIT INTERNAL DAN RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN
  • 71.
    BAB I -KMP STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS REVISI PERENCANAAN PUSKESMAS  2 KRITERIA  11 EP 1.1 BAB I KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSKESMAS 7 STANDAR, 26 KRITERIA, 104 ELEMEN PENILAIAN TATAKELOLA ORGANISASI  5 KRITERIA  16 EP 1.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA  6 KRITERIA  12 EP 1.3 MANAJEMEN KEUANGAN  1 KRITERIA  2 EP 1.5 PENGAWASAN, PENGENDALIAN, PENILAIAN KINERJA  3 KRITERIA  15 EP 1.6 PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  1 KRITERIA  8 EP 1.7 MANAJEMEN FASILITAS & KESELAMATAN (MFK)  8 KRITERIA  30 EP 1.4
  • 72.
    STANDAR 1.7. PERANDINAS KESEHATAN KAB/KOTA POKOK PIKIRAN • Dinas Kesehatan menetapkan Struktur Organisasi Puskesmas. • Dinas Kesehatan melakukan pembinaan Puskesmas melalui TPCB • Dalam rangka menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota melakukan bimbingan teknis dan supervisi, pemantauan evaluasi, dan pelaporan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan • Pembinaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota dalam hal penyelenggaraan Puskesmas mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan hingga evaluasi kinerja Puskesmas • Pembinaan tersebut dilaksanakan secara periodik termasuk pembinaan dalam rangka pencapaian target PIS PK, target Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan Program Prioritas Nasional (PPN), serta pemenuhan standar pelayanan • Tugas TPCB meliputi : a. Melakukan supervise terhadap penyelenggaraan Pelayanan di Puskesmas secara periodic b. Memberikan bimbingan tehnis , antara lain 1. Pengisian penilaian mandiri ( self assessment) 2. Penyusunan program peningkatan mutu 3. Penetapan dan pengukuran indicator mutu 4. Pelaporan insiden keselamatan pasien 5. Pendampingan periapan survey akreditasi 6. Pendampingan penyusunan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) c. Melakukan pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pelayanan di Puskesmas secara berkala, diantaranya : 1. Pemantauan hasil Penilaian Kinerja Puskesmas 2. Pemantauan Pengukuan Indikator Mutu (INM) 3. Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) 1.7.1 Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota dalam rangka perbaikan kinerja Puskesmas termasuk peningkatan mutu pelayanan Puskesmas
  • 73.
    1.7.1. PEMBINAAN DANPENGAWASAN OLEH DINKES KAB/KOTA ELEMEN PENILAIAN 1. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota menetapkan struktur organisasi Puskesmas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (R) 2. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota menetapkan kebijakan pembinaan Puskesmas secara periodik (R, D) 3. Ada bukti Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota melaksanakan pembinaan secara terpadu melalui TPCB sesuai ketentuan kepada Puskesmas secara periodik dengan menggunakan instrument pembinaan. (D,W) 4. Ada bukti TPCB menyampaikan hasil pembinaan kepada Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten / Kota dan memberikan feed back kepada Puskesmas (D,W) 5. Ada bukti TPCB melakukan pendampingan penyusunan Rencana Usulan Kegiatan Puskesmas dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan. (D, W) 6. Ada bukti TCB menindaklanjuti pelaksanaan lokakarya mini Puskesmas yang menjadi wewenang dalam rangka membantu menyelesaikan masalah kesehatan yang tidak bisa diselesaikan di tingkat Puskesmas. (D, W) 7. Ada bukti TPCB melakukan verifikasi dan memberikan umpan balik evaluasi kinerja Puskesmas. (D, W) 8. Puskesmas menerima dan melakukan tindak lanjut umpan balik hasil pembinaan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota. (D, W)
  • 74.
    PEMBINAAN PUSKESMAS DINAS KESEHATANDAERAH KABUPATEN / KOTA melalui TPCB
  • 75.
    TUJUAN PEMBINAAN PUSKESMAS Mendorong Puskesmasdalam memenuhi standar penyelenggaraan Puskesmas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (tatakelola) Memfasilitasi Puskesmas dalam melakukan perbaikan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan (termasuk persiapan akreditasi ) Terwujudnya budaya mutu Puskesmas
  • 76.
    MANFAAT PEMBINAAN Untuk Puskesmas: 1. Terlaksananya tata Kelola Institusi dan tatakelolaa pelayanan yang optimal 2. Peningkatan capaian kinerja di Puskesmas 3. Peningkatan capaian Indikator Mutu Puskesmas 4. Meningkatkan capaian akreditasi Puskesmas 5. Peningkatan capaian IKS di wilayah kerja Puskesmas Untuk Dinas Kesehatan : 1. Memudahkan koordinasi dan kolaborasi dalam perumusan program dan kegiatan 2. Meningatkan sinergitas dalam pembinaan ke Puskesmas 3. Meningkatkan pelaporan INM dan IKP 4. Meningkatkan target kinerja Puskesmas 5. Meningkatkan capaian target kinerja Dinas Kesehatan 6. Peningkatan capaian Indeks Keluarga Sehat Kabupaten 7. Tercapainya target Program Prioritas Dinas 8. Tercapainya target PPN Untuk Masyarakat : Tercapainya target Indek Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas
  • 77.
    KONSEP PEMBINAAN TERPADU Cluster Anggrek Cluster Bugenvile Cluster Cempaka Cluster Dahlia Cluster Edelweis 1)Pembagian Cluster Binaan merupakan kesepakatan seluruh Bidang di Dinkesda Kab/Kota 2) Pembagian Cluster binaan bisa berdasarkan:  Akses, kondisi geografis dan transportasi  Sumber daya, jumlah bidang dan jumlah SDM  Ketersediaan dana operasional  Capaian kinerja Puskesmas  Permasalahan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas 3) Semua yg ada di Dinkesda Kab/Kota dibagi habis di Tim Pembina Cluster Binaan
  • 78.
    PENGORGANISASIAN TIM PEMBINA CLUSTERBINAAN (TPCB) PENANGGUNG JAWAB Kadinkes KETUA Eselon 3 SEKSI A / PJ PROGRAM SEKSI C / PJ PROGRAM SEKSI E / PJ PROGRAM SEKSI G / PJ PROGRAM SEKSI B / PJ PROGRAM SEKSI D / PJ PROGRAM SEKSI F / PJ PROGRAM SEKSI H / PJ PROGRAM
  • 80.
    KEMAMPUAN DASAR TPCByang dipunyai : 1. Kebijakan Nasional maupun Kebijakan Pelaksanaanya di daerah 2. Stndart Pelayanan Minimal (SPM) 3. Manajemen Puskesmas 4. Tata Kelola Mutu di Puskesmas 5. Konsep rujukan UKM dan UKP secara horizontal maupun vertical 6. Standart Akreditasi Puskesmas 7. Manajemen Data dan Informasi 8. Tehnik Komukasi dan pembinaan
  • 81.
    01 KOMITMEN 02 MUTU 03KERJA TIM 04 PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN 04 EFEKTIF DAN EFISIEN PRINSIP PEMBINAAN TPCB
  • 82.
    SA menggunakan Instrumen Pemantauan danEvaluasi Pembahasan SA Penyusunan skala prioritas berdasarkan hasil SA P E R S I A P A N Pembinaan Laporan TPCB Ditemukan masalah spesifik Pembinaan Teknis 1 2 • SURVEIOR AKREDITASI • ORGANISAS I PROFESI • DLL FEED BACK: ARAH PANAH 1. Bila ditemukan danya masalah tehnis, misalnya terkait MUTU, pelaksanaan pembinaan tehnis 2. Diakukan pelaporan kembali terkait hasil pembinaan tehnis ke TPCB ALUR PEMBINAAN TERPADU
  • 83.
    PELAKSANAAN PEMBINAAN A. PEMBINAANLANGSUNG B. PEMBINAANTIDAKLANGSUNG Dilaksanakan dengan cara turun langsung ke Puskesmas Dilaksanakan tanpa harus mengunjungi Puskesmas, bias melalui berbagai aplikasi, video conference, email, chatting, zoom, google meet, dsb Pelaksanaan pembinaan langsung dilakukan minimal 1 kali dalam 1 tahun Pelaksanaan pembinaan tidak langsung dilakukan dengan menyesuaikan dengan kemampuan Periodik Per triwulan
  • 84.
    TINDAK LANJUT Melakukan tindak lanjutdari permasalahan mutu yang di temukan saat pembinaan langsung. Pembinaan dilakukan oleh Seksi Mutu dengan melibatkan seksi terkait, Surveior di Kab/Kota, Organisasi Profesi, dll WASOR PROGRAM Terkait SURVEIORS AKREDITASI ORGANISASI PROFESI SAAT DILAKUKAN PEMBINAAN LANGSUNG OLEH TPCB DITEMUKAN MASALAH SPEESIFIK TERKAIT MUTU atau RENDAHNYA CAPAIAN INM (mis. RENDAHNYA CAKUPAN PENGOBATAN TB) PEMBINAAN TEHNIS
  • 85.
    PEMANTAUAN DAN EVALUASI PEMBINAANTERPADU OLEH TPCB Dinas Kesehatan Kab/Kota Dilakukan 1 kali setahun, pada bulan Desember tahun berjalan atau bulan Januari tahun berikutnya.
  • 86.
    BERSAMA KITA BISA…. KENIKIRDIREMET REMET, MAS LAN MBAKYU MIKIR…..NGANTI MUMET

Editor's Notes

  • #39 Lihat instrument HVA Harus dibedakan antara program tanggap darurat bencana dengan Disaster plan . Dalam disaster plan ada rencana kontingensi
  • #40 Disaster plan disimulasikan setiap tahun
  • #41 Di EP 2 Program manajemen bencana ini adalah Disaster Plan. Yang harus disimulasikan dan dievaluasi setiap tahun
  • #43 Dalam program penanggunlangan bencana ada Disaster Plan
  • #44 Disaster Plan meliputi tahapan Pencegahan sampai Rehabilitasi… Didalamnya ada pembuatan Rencana Kontingensi yang akan diaktifkan Ketika terjadi bencana
  • #46 Dalam identifikasi resiko Bencana maka lakukanlah HVA yakni assessment tentang Bencana yg mungkin terjadi di wilayah Vulnerability = Kerentanan = mudah terkena luka Severity (kekuatan , besarnya resiko terhadap )  thd Manusia, Sarpras, Bisnis, Kesiapsiagaan, Respon Internal, Respon eksternal