PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI
D I N A S K E S E H A T A N
UPTD PUSKESMAS CARINGIN
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
Jl. Cikukulu – Caringin KM 3 No. 280 Selaawi Kec. Caringin Telp. (0266)
6244416
e-mail: puskesmas.caringin@gmail.com
LAPORAN AUDIT KEPATUHAN CUCI TANGAN
BULAN SEPTEMBER 2023
PUSKESMAS CARINGIN
A. LATAR BELAKANG
Puskesmas merupakan health care system yang di dalamnya terdapat sistem
surveilans sebagai upaya pengendalian dan pencegahan yang di dalamnya
Puskesmas mempunyai peran strategis dalam upaya mempercepat peningkatan
Kesehatan masyarakat di Indonesia, karena Puskesmas merupakan fasilitas yang
padat karya dan padat teknologi. Peran strategi Puskesmas sangat di perlukan
untuk menghadapi transisi epidemiologi yang terjadi saat ini.
HAIs (Health-care Associated Infections) merupakan kejadian infeksi yang
didapatkan penderita setelah mendapatkan perawatan >48 jam dan pasien tidak
dalam masa inkubasi . Karena HAIs, di identifikasi melalui kegiatan surveilans,
media penularan utama dari Sebagian besar baktari atau virus penyebab infksi
adalah tangan - tangan pemberi asuhan yang terkontaminasi.
Hand hygiene adalah istilah yang di gunakan untuk mencuci tangan
menggunakan antiseptic pencuci tangan. Pada tahun 2009, WHO mencetuskan
global patient safety challenge dengan clean care is safe care, yaitu merumuskan
inovasi strategi penerapan hand hygiene untuk petugas Kesehatan dengan my five
moments for hand hygiene yaitu melakukan cuci tangan sebelum bersentuhan
dengan pasien, sebelum melakukan prosedur bersih dan steril, setelah
bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien. Pengetahuan tentang infeksi
nosocomial dan pencegahannya merupakan stimulus sosial yang dapat menimbulk
respon emosional terhadap upaya iniversal precaution sehingga akan meningkatan
peran sertanya dalam upaya pencegahan inkfesi nosocomial. Kegagalan melakukan
kebersihan tangan yang baik dan benar dianggap sebagai penyebab utama infeksi
nosocomial atau HAIs dan penyabaran mikroorganisme multi resisten di fasilitas
pelayanan Kesehatan dan telah diakui sebagai kontribusi yang penting terhadap
timbulnya wabah. Sehingga perlu adanya audit kepatuhan hand hygiene untuk
evaluasi kegiatan hand hygiene yang telah dilakukan oleh tim Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PPI) Pusesmas Caringin.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Maksud :
Meningkatkan pemahaman tentang kebersihan tangan (hand hygiene).
2. Tujuan :
a. Meningkatkan pengetahuan dalam melakukan cuci tanagan (hand
hygiene) dengan handrub maupun handwash.
b. Meningkatkan kepatuhan petugas Kesehatan dalam kebersihan tangan
(hand hygiene)
c. Meningkatkan perilaku sehat dengan selalu melakukan cuci tangan
(hand hygiene) dengan 6 langkah dalam 5 momen.
d. Mendapatkan data tentang gambaran kepatuhan cuci tangan dan
ketersediaan fasilitas cuci tangan.
C. PENGERTIAN
Pencegahan dan pengendalian infeksi mutlak harus dilakukan oleh seluruh
pegawai Puskesmas terutama orang yang terlibat dalam perawatan pasien.Untuk
menanggapi hal ini, Tim PPI melakukan penilaian terhadap kepatuhan cuci tangan
kepada petugas yang bersentuhan langsung dengan pasien yang di nilai setiap
bulan. Penilaian ini berdasarkn dilakukan atau tidaknya cuci tangan dalam five
moments for hand hygiene (lima momen cuci tangan) yang di tetapkan oleh WHO.
Lima moment tersebut adalah:
1. Sebelum bersentuhan dengan pasien
2. Sebelum melakukan prosedur bersih/steril
3. Sebelum bersentuhan dengan cairan tubuh pasien resiko tinggi
4. Setelah bersentuhan dengan pasien
5. Setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien
Jumlah petugas yang dinilai (audit) berasal dari Profesi Pemberi asuhan (PPA) dan
orang yang bersentuhan langsung dengan pasien untuk dilakukan audit hand
hygiene. Data dikumpulkan dengan cara menggunakan lembar observasi. Lembar
opservasi berisi checklist untuk melihan Pratik hand hygiene yang dilakukan oleh
petugas (PPA), yang terdiri dari penilaian lima momen cuci tangan dengan
membandingkan jumlah nilai Opportunity dan jumlah Action setiap petugas dalam
melakukan Tindakan cuci tangan. Penilaian Fasilitas cuci tangan juga
menggunakan lembar Observasi dilakukan berupa format yang berisi item – item
yang perlu diamati menggunakan cheklist.
D. HASIL KEGIATAN
Kepatuhan Hand Hygiene di Puskesmas Caringin. Audit hand Hygiene merupakan
cara yang dilakukan untuk mengobservasi dan mengukur kepatuhan para petugas
Kesehatan dalam melakukan hand hygiene yang merupakan perilaku mendasar
dalam upaya mencegah timbulnya infek nosokomial. Dari pelaksanaan audit hand
hygiene yang dilaksanakan di Puskesmas berikut ini laporan kepatuhan hand
hygiene pada setiap unit pelayanan Kesehatan Puskesmas bulan September
oktober 2023
Table hasil monitoring KKT Bulan September 2023
Pemantauan Target Capaian Masalah
Analisis penyebab
masalah
Rencana
tindak lanjut
Tindak lanjut
Evaluasi
Tindak lanjut
Kepatuhan
Kebersihan
Tangan
85% 75,5 %
Tidak
mencapai
target
1. Kurangnya
akses/fasilitas
cuci tangan
menggunakan
sabun dan air
2. Sebagian
petugas masih
kurang
memahami
SOP cuci
tangan enam
langkah
3. Kurangnya
pengetahuan
petugas
tentang
pentingnya
melakukan
kepatuhan
kebersihan
tangan.
4. Kurangnya
monitoring
petugas PPI
terhadap
kepatuhan
pegawai
dalam
melaksanakan
KKT
Puskesmas
akan
menyediakan
fasilitas cuci
tangan yang
memadai.
Sosialisasi
SOP
Melakukan
reedukasi
rutin
Membuat
jadwal
monitoring
Menyediakan
fasilitas cuci
tangan :
wasrafel,hand
soap,hand
rub,tisu
Melaksanakan
sosialisasi sop
pada saat
pertemuan.
Melaksanakan
sosialisasi
pentingnya
cuci tangan 5
moment
Melaksanakan
monitoring
rutin
Tersedia
fasilitas cuci
tangan pada
bulan
november
Terlaksananya
sosialisasi sop
pada
pertemuan
mutu di bulan
oktober
Terlaksananya
sosialisasi
pentingya cuci
tangan 5
moment pada
pertemuan
mutu di bulan
oktober.
Terlaksananya
monitoring
rutin bulan
otober
E. ANALISA DAN EVALUASI
1. Berdasarkan hasil laporan diatas terhadap kepatuhan kebersihan tangan
(hand hygiene) petugas bulan oktober di Puskesmas Ceringin masih
dibawah standar yaitu 75,81%, sedangkan standart atau target yang di
harapan yaitu 85%. Ini menunjukan masih minimalnya kepatuhan petugas
dalam melakukan cuci tangan.
2. Ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab kurangnya kepatuhan
petugas dalam cuci tangan antara lain:
a. Kurangnya akses/fasilitas cuci tangan menggunakan sabun dan air
b. Petugas kurang memahami SOP cuci tangan 6 langkah
c. Kurangnya pengetahuan petugas tentang pentingnya melakukan
kepatuhan kebersihan tangan
d. Kurangnya monitoring petugas PPI terhadap kepatuhan pegawai
dalam melaksanakan KKT
F. UPAYA TINDAK LANJUT
Maka Tim PPI merencanakan peningkatan kepatuhan kebersihan tangan (hand
hygiene) dengan cara :
1. Melakukan reedukasi rutin.
2. Membuat stiker cuci tangan, yang nantinya akan diberikan kepada setiap
petugas yang sudah bisa melakukan cuci tangan dengan baik dan benar.
3. Melakukan monitoring sarana dan prasarana untuk cuci tangan.
4. Menempel poster hand hygiene.
5. Membagikan brosur/leaflet hand hygiene.
6. Untuk pelaksanaan hand hygiene agar maksimal maka Puskesmas perlu
menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai.
G. PENUTUP
a. Pemahaman petugas tentang PPI sudah memadai, dan informasi tentang PPI
juga sudah di sampaikan ke petugas ruangan, namun untuk merubah prilaku
petugas Kesehatan juga harus didukung oleh ketersediaan fasilitas cuci tangan
untuk kepentingan pasien dan Puskesmas tentunya.
b. Hasl akhir yang diharapkan dari meningkatnya kepatuhan petugas dalam
kebersihan tangan ini adalah tidak terjadinya HAIs pada pasien Puskesmas.
Karena kebersihan tangan merupakan salah satu indicator pacient safety yang
harus dijalankan oleh petugas di Puskesmas, maka meningkatnya kepatuhan
petugas dalam cuci tangan juga berarti mengkatnya kwalitas pelayanan
Puskesmas.
Sukabumi, November 2023
Mengetahui
Koordinator PPI Sekretaris Tim PPI
drg. Windhy Rosdiana Diyan Sundariyanti, Am.keb

audit cuci tangan.docx

  • 1.
    PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI DI N A S K E S E H A T A N UPTD PUSKESMAS CARINGIN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH Jl. Cikukulu – Caringin KM 3 No. 280 Selaawi Kec. Caringin Telp. (0266) 6244416 e-mail: puskesmas.caringin@gmail.com LAPORAN AUDIT KEPATUHAN CUCI TANGAN BULAN SEPTEMBER 2023 PUSKESMAS CARINGIN A. LATAR BELAKANG Puskesmas merupakan health care system yang di dalamnya terdapat sistem surveilans sebagai upaya pengendalian dan pencegahan yang di dalamnya Puskesmas mempunyai peran strategis dalam upaya mempercepat peningkatan Kesehatan masyarakat di Indonesia, karena Puskesmas merupakan fasilitas yang padat karya dan padat teknologi. Peran strategi Puskesmas sangat di perlukan untuk menghadapi transisi epidemiologi yang terjadi saat ini. HAIs (Health-care Associated Infections) merupakan kejadian infeksi yang didapatkan penderita setelah mendapatkan perawatan >48 jam dan pasien tidak dalam masa inkubasi . Karena HAIs, di identifikasi melalui kegiatan surveilans, media penularan utama dari Sebagian besar baktari atau virus penyebab infksi adalah tangan - tangan pemberi asuhan yang terkontaminasi. Hand hygiene adalah istilah yang di gunakan untuk mencuci tangan menggunakan antiseptic pencuci tangan. Pada tahun 2009, WHO mencetuskan global patient safety challenge dengan clean care is safe care, yaitu merumuskan inovasi strategi penerapan hand hygiene untuk petugas Kesehatan dengan my five moments for hand hygiene yaitu melakukan cuci tangan sebelum bersentuhan dengan pasien, sebelum melakukan prosedur bersih dan steril, setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien. Pengetahuan tentang infeksi nosocomial dan pencegahannya merupakan stimulus sosial yang dapat menimbulk respon emosional terhadap upaya iniversal precaution sehingga akan meningkatan peran sertanya dalam upaya pencegahan inkfesi nosocomial. Kegagalan melakukan kebersihan tangan yang baik dan benar dianggap sebagai penyebab utama infeksi nosocomial atau HAIs dan penyabaran mikroorganisme multi resisten di fasilitas pelayanan Kesehatan dan telah diakui sebagai kontribusi yang penting terhadap timbulnya wabah. Sehingga perlu adanya audit kepatuhan hand hygiene untuk evaluasi kegiatan hand hygiene yang telah dilakukan oleh tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Pusesmas Caringin. B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud : Meningkatkan pemahaman tentang kebersihan tangan (hand hygiene).
  • 2.
    2. Tujuan : a.Meningkatkan pengetahuan dalam melakukan cuci tanagan (hand hygiene) dengan handrub maupun handwash. b. Meningkatkan kepatuhan petugas Kesehatan dalam kebersihan tangan (hand hygiene) c. Meningkatkan perilaku sehat dengan selalu melakukan cuci tangan (hand hygiene) dengan 6 langkah dalam 5 momen. d. Mendapatkan data tentang gambaran kepatuhan cuci tangan dan ketersediaan fasilitas cuci tangan. C. PENGERTIAN Pencegahan dan pengendalian infeksi mutlak harus dilakukan oleh seluruh pegawai Puskesmas terutama orang yang terlibat dalam perawatan pasien.Untuk menanggapi hal ini, Tim PPI melakukan penilaian terhadap kepatuhan cuci tangan kepada petugas yang bersentuhan langsung dengan pasien yang di nilai setiap bulan. Penilaian ini berdasarkn dilakukan atau tidaknya cuci tangan dalam five moments for hand hygiene (lima momen cuci tangan) yang di tetapkan oleh WHO. Lima moment tersebut adalah: 1. Sebelum bersentuhan dengan pasien 2. Sebelum melakukan prosedur bersih/steril 3. Sebelum bersentuhan dengan cairan tubuh pasien resiko tinggi 4. Setelah bersentuhan dengan pasien 5. Setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien Jumlah petugas yang dinilai (audit) berasal dari Profesi Pemberi asuhan (PPA) dan orang yang bersentuhan langsung dengan pasien untuk dilakukan audit hand hygiene. Data dikumpulkan dengan cara menggunakan lembar observasi. Lembar opservasi berisi checklist untuk melihan Pratik hand hygiene yang dilakukan oleh petugas (PPA), yang terdiri dari penilaian lima momen cuci tangan dengan membandingkan jumlah nilai Opportunity dan jumlah Action setiap petugas dalam melakukan Tindakan cuci tangan. Penilaian Fasilitas cuci tangan juga menggunakan lembar Observasi dilakukan berupa format yang berisi item – item yang perlu diamati menggunakan cheklist. D. HASIL KEGIATAN Kepatuhan Hand Hygiene di Puskesmas Caringin. Audit hand Hygiene merupakan cara yang dilakukan untuk mengobservasi dan mengukur kepatuhan para petugas Kesehatan dalam melakukan hand hygiene yang merupakan perilaku mendasar dalam upaya mencegah timbulnya infek nosokomial. Dari pelaksanaan audit hand hygiene yang dilaksanakan di Puskesmas berikut ini laporan kepatuhan hand hygiene pada setiap unit pelayanan Kesehatan Puskesmas bulan September oktober 2023
  • 3.
    Table hasil monitoringKKT Bulan September 2023 Pemantauan Target Capaian Masalah Analisis penyebab masalah Rencana tindak lanjut Tindak lanjut Evaluasi Tindak lanjut Kepatuhan Kebersihan Tangan 85% 75,5 % Tidak mencapai target 1. Kurangnya akses/fasilitas cuci tangan menggunakan sabun dan air 2. Sebagian petugas masih kurang memahami SOP cuci tangan enam langkah 3. Kurangnya pengetahuan petugas tentang pentingnya melakukan kepatuhan kebersihan tangan. 4. Kurangnya monitoring petugas PPI terhadap kepatuhan pegawai dalam melaksanakan KKT Puskesmas akan menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai. Sosialisasi SOP Melakukan reedukasi rutin Membuat jadwal monitoring Menyediakan fasilitas cuci tangan : wasrafel,hand soap,hand rub,tisu Melaksanakan sosialisasi sop pada saat pertemuan. Melaksanakan sosialisasi pentingnya cuci tangan 5 moment Melaksanakan monitoring rutin Tersedia fasilitas cuci tangan pada bulan november Terlaksananya sosialisasi sop pada pertemuan mutu di bulan oktober Terlaksananya sosialisasi pentingya cuci tangan 5 moment pada pertemuan mutu di bulan oktober. Terlaksananya monitoring rutin bulan otober E. ANALISA DAN EVALUASI 1. Berdasarkan hasil laporan diatas terhadap kepatuhan kebersihan tangan (hand hygiene) petugas bulan oktober di Puskesmas Ceringin masih dibawah standar yaitu 75,81%, sedangkan standart atau target yang di harapan yaitu 85%. Ini menunjukan masih minimalnya kepatuhan petugas dalam melakukan cuci tangan. 2. Ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab kurangnya kepatuhan petugas dalam cuci tangan antara lain: a. Kurangnya akses/fasilitas cuci tangan menggunakan sabun dan air b. Petugas kurang memahami SOP cuci tangan 6 langkah c. Kurangnya pengetahuan petugas tentang pentingnya melakukan kepatuhan kebersihan tangan
  • 4.
    d. Kurangnya monitoringpetugas PPI terhadap kepatuhan pegawai dalam melaksanakan KKT F. UPAYA TINDAK LANJUT Maka Tim PPI merencanakan peningkatan kepatuhan kebersihan tangan (hand hygiene) dengan cara : 1. Melakukan reedukasi rutin. 2. Membuat stiker cuci tangan, yang nantinya akan diberikan kepada setiap petugas yang sudah bisa melakukan cuci tangan dengan baik dan benar. 3. Melakukan monitoring sarana dan prasarana untuk cuci tangan. 4. Menempel poster hand hygiene. 5. Membagikan brosur/leaflet hand hygiene. 6. Untuk pelaksanaan hand hygiene agar maksimal maka Puskesmas perlu menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai. G. PENUTUP a. Pemahaman petugas tentang PPI sudah memadai, dan informasi tentang PPI juga sudah di sampaikan ke petugas ruangan, namun untuk merubah prilaku petugas Kesehatan juga harus didukung oleh ketersediaan fasilitas cuci tangan untuk kepentingan pasien dan Puskesmas tentunya. b. Hasl akhir yang diharapkan dari meningkatnya kepatuhan petugas dalam kebersihan tangan ini adalah tidak terjadinya HAIs pada pasien Puskesmas. Karena kebersihan tangan merupakan salah satu indicator pacient safety yang harus dijalankan oleh petugas di Puskesmas, maka meningkatnya kepatuhan petugas dalam cuci tangan juga berarti mengkatnya kwalitas pelayanan Puskesmas. Sukabumi, November 2023 Mengetahui Koordinator PPI Sekretaris Tim PPI drg. Windhy Rosdiana Diyan Sundariyanti, Am.keb