(Atrial Septal Defect)
ASD
Definisi :
ASD adalah sebuah
“Lubang” di dinding yang
memisahkan dua ruang
atas jantung.
ASD merupakan
cacat pada septum antara
dua bilik atas jantung
(atrium). Septum adalah
dinding yang memisahkan
sisi kiri dan kanan jantung.
(AHA,2015)
Jenis ASD
dibedakan menjadi 3
berdasarkan letak,
yaitu:
1. ASD Sinus
Venosus
2. ASD Ostium
Sekundum
3. ASD Ostium
Primum
(Sommer RJ, 2008)
Klasifikasi :
Jenis ASD
dibedakan menjadi
3, yaitu:
1. ASD Sinus
Venosus
2. ASD Ostium
Sekundum
3. ASD Ostium
Primum
(Sommer RJ, 2008)
Klasifikasi :
Etiologi :
Penyebab dari tidak menutupnya lubang pada septum
atrium ini tidak diketahui secara pasti (Idiopatik) .
Menurt Rilantoro (2013),ada beberapa faktor yang paling
berperan dalam pembentukan ASD adalah :
• Faktor Prenatal
a. Ibu menderita infeksi Rubella
b. Ibu alkoholisme
c. Umur ibu lebih dari 40 tahun
d. Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu
• 2. Faktor genetik
a. Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB
b. Ayah atau ibu menderita PJB
c. Kelainan kromosom misalnya Sindroma Down
Patofisiologi :
Setiap anak lahir dengan
bukaan diantara bilik jantung
bagian atas. Setelah lahir,
pembukaan akan tertutup
atau menjadi sangat kecil
dalam beberapa minggu
atau bulan
Pada pasien dengan ASD,
terjadi kegagalan fusi
septuminter atrial yang
menyebabkan terentuknya
celah/ lubang antara ruang
atrium kanan dan atrium kiri
Patoflow:
Manifestasi Klinis :
1. Infeksi saluran nafas berulang
2. Sesak nafas Kesulitan
menyusu
3. Gagal tumbuh kembang
4. Cepat Lelah
(PERKI,2015)
Pemeriksaan Fisik :
1. Takipnoe
2. Sianosis
3. Auskultasi: splitting BJ II, P2
mengeras, ejection sistolik
murmur di sela iga 2 para
sternal kiri, mid diastolik
murmur di katup tricuspid
(PERKI,2015)
Pemeriksaan Penunjang:
• Chest X-Ray AP – PA
• ECG 12 Lead
• Echocardiografi : TEE
• MRI / CT Scan
• Right Heart Study
Komplikasi :
1. Gagal Jantung
2. Sindroma Eissen Menger
3. Pulmonary Hypertension
4. Gagal Tumbuh Kembang
(PERKI,2015)
Penatalaksanaan Medis:
Seluruh penderita
dengan ASD harus
menjalani tindakan
penutupan pada defek
tersebut, karena ASD
tidak dapat menutup
secara spontan.
Penatalaksanaan Medis:
Penutupan ASD dapat dilakukan
dengan bedah atau non bedah
dengan pemasangan device
Penatalaksanaan Bedah:
Dahulu semua ASD hanya dapat
ditangani dengan operasi bedah
jantung terbuka.
Penutupan dengan metode bedah
dapat dilakukan bila diagnosis pasti.
Pembedahan jantung selalu
didasarkan pada ukuran shunt dan
mempertimbangkan usia yang tepat
untuk meningkatkan kesuksesan dan
survival pasca operasi.
ASD Pacth Closure
Pemasangan Device :
Seiring dengan
perkembangan
teknologi,Para ilmuwan
menemukan alternatif baru
penutupan ASD dengan
tindakan intervensi non
bedah (tanpa bedah
jantung terbuka), yaitu
dengan pemasangan alat
Amplatzer Septal Occluder
(ASO).
Amplatzer Septal Occluder
• ASO (Amplatzer Septal Ocluder) adalah
alat khusus yang dibuat untuk menutup ASD
tipe sekundum secara non bedah yang
dipasang melalui kateter secara
perkutaneus lewat pembuluh darah di lipat
paha (vena femoralis).
Indikasi Pemasangan
• ASD sekundum diameter kurang atau sama dengan
34 mm
• Flow ratio lebih atau sama dengan 1,5 atau terdapat
tanda-tanda beban volume pada ventrikel kanan
• Mempunyai rim minimal 5 mm dari sinus koronarius,
katup atrio-ventrikular, katup aorta dan vena
pulmonalis kanan
Indikasi Pemasangan
• Defek tunggal dan tanpa kelainan jantung lainnya
yang memerlukan intervensi bedah
• Muara vena pulmonalis normal ke atrium kiri
• Hipertensi pulmonal dengan resistensi vaskuler paru
(Pulmonary Artery Resistance Index = PARi) kurang
dari 7 - 8 U.m2
• Bila ada gagal jantung, fungsi ventrikel (EF) harus
lebih dari 30%.
Kontraindikasi Pemasangan
1) Memiliki kelainan jantung yang
membutuhkan tindakan pembedahan
2) Terdapat Infeksi berat yang tidak respon
terhadap pengobatan
3) Mempunyai kelainan faktor pembekuan
darah serta tidak dapat mengkonsumsi
aspirin
Kontraindikasi Pemasangan
4) Alergi terhadap nikel
5) Ibu hamil ( kontraindikasi relative)
6) Jantung tidak memilik cukup jaringan di
sekitar defek (rim) untuk mengapit alat ASO
Komplikasi
• Komplikasi Mayor:
– Perforasi ruang jantung
– Dekompensasi hemodinamik yang mengancam
nyawa sehingga memerlukan therapi segera
– Menimbulkan lesi fungsional atau anatomik yang
bersifat permanen dan signifikan akibat tindakan
kateterisasi.
Komplikasi
• Komplikasi Minor:
– Embolisasi/alat device terlepas
– Aritmia seperti atrial fibrilasi dan atrioventrikular
blok
– Pembentukan trombus di diskus atrium kiri yang
dapat menyebabkan stroke.
– Diseksi vena ilaka kanan, hematoma pada
femoralis yang di pungsi, serta perdarahan.
Case Study :
• Pasien : ny. AF
• Usia : 15 tahun 10 bulan
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Diagnosis : ASD Secundum
L-R Shunt
Pengkajian:
• Riwayat Penyakit :
Riwayat TB paru sejak usia 3 bulan ,riwayat
malnutrisi dan gagal tumbuh , Riwayat Otitis
Media sejak usia 8 tahun post
tympanomastoidectomy 2018.
• Keluhan :
Sering cepat capai ketika beraktivitas,
namun dianggap wajar menurut pasien.
Pengkajian Fisik:
• GCS : E4M6V5
• TTV : TD= 110/70 mmHg , HR : 96
x/mnt ,RR : 19 x/mnt , S: 35,8’C
,SpO2 : 96 % Room Air
• BB : 42 Kg , TB: 154 cm
• Auskutasi Jantung : Murmur (+)
Pemeriksaan Penunjang
• Chest X-ray :
– Jantung : CTR <50% , konus pulmonal menonjol
– Susp.ASD d.d MS
• Echocardiogram :
– Mild dilatasi RA & RV
– Tampak echo gap di IAS (1.9-2 cm)
– TR Mild (moderate probability Pulmonary Hypertension)
– Kesimpulan :
– Large ASD Sekundum + TR Mild (moderate probability
PH)
– LVEF = 68%
Pemeriksaan Penunjang
• TEE :
– Atrial Septal Defect Ukuran 1,5 x 1,9 cm, L-R Shunt
– TR Mild Tidak ada Hipertensi Pulmonal
– Rim-Rim ASD adekuat untuk ditutup dengan Device
• Right Heart Study :
– Qp = 57.25
– PARi = 0.09 U.m2
– FR = 10.3
Pre Prosedural :
• Persiapan Administrasi , ( Informed Consent, Surat
Jaminan, dan Hasil –hasil pemeriksaan sebelumnya )
• Persiapan pasien
• Anamnesa
• Pemeriksaan laboratorium
• Pemeriksaan rekam EKG
• Pasien dipuasakan 6 jam
• Pencukuran daerah inguinal dan pubis
• Pengecekan pulsasi arteri dorsalis pedis sebelum
tindakan ASO
Intra Prosedural:
• Persiapan Alat :
– Angio pack /Drapping Steril
– Set instrument Steril/ Angio set
– Alat Steril sekali pakai / Consumable
(Syringe,Glove steril dll,..)
– Guide Wire amplatz , Amplatzer Sizing ballon
sesuai kebutuhan dan Amplatzer Delivery
sistem
Intra Prosedural:
• Pasien disiapkan, dilakukan perekaman dan
pemasangan monitor EKG dan NBP
• Dokter anestesi dan tim melakukan induksi dan
intubasi
• Dokter echo dan tim melakukan pemasangan
tranducer TEE (Trans Esofageal Echo)
• Pasien didesinfeksi di Femoralis dextra dengan
clorhexidin dan Chlorhexidine 2%, lalu tutup dengan
alat Drapping steril
• Dlakukan anestesi lokal di inguinal kanan dengan
lidokain 2% 10 ml
• Dilakukan pungsi FVER (Femoral Vein Right)
Intra Prosedural:
Intra Prosedural:
Proses Delivery
Device
Post Prosedural:
• Observasi tanda- tanda Komplikasi
Pemasangan dan pemantauan
hemodinamik
• Penyuluhan Kesehatan Discharge
Planing Pada Pasien dan keluarga
Yang Terpasang Amplatzer Septal
Ocluder (ASO)
• Perawatan lanjutan diruang ICCU
Reference :
• American Heart Assosiation ,2015, Atrial Septal
defect,1-3.
• Sommer RJ, Hijazi ZM, Rhodes JF Jr.Pathophysiology
of congenital heart disease in the adult: part I: shunt
lesions.Circulation. 2008;26;117(8):1090-1099.
• Rilantono,Lily l. 2013. Penyakit Jantung Kardiovaskuler
(PKV). Jakarta : FKUI.
• Ulfah, A, Tulandi, A, 2001, Buku Ajar Keperawatan
Kardiovaskuler Pusat
Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional
"Harapan
Kita", Jakarta: Bidang Pendidikan & Pelatihan Pusat
Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional
"Harapan Kita".
• Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.
Panduan Praktik Klinis (PPK) dan Clinical Pathway (CP)
Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. 2015.

ASD- ASO

  • 1.
  • 2.
    Definisi : ASD adalahsebuah “Lubang” di dinding yang memisahkan dua ruang atas jantung. ASD merupakan cacat pada septum antara dua bilik atas jantung (atrium). Septum adalah dinding yang memisahkan sisi kiri dan kanan jantung. (AHA,2015)
  • 3.
    Jenis ASD dibedakan menjadi3 berdasarkan letak, yaitu: 1. ASD Sinus Venosus 2. ASD Ostium Sekundum 3. ASD Ostium Primum (Sommer RJ, 2008) Klasifikasi :
  • 4.
    Jenis ASD dibedakan menjadi 3,yaitu: 1. ASD Sinus Venosus 2. ASD Ostium Sekundum 3. ASD Ostium Primum (Sommer RJ, 2008) Klasifikasi :
  • 5.
    Etiologi : Penyebab daritidak menutupnya lubang pada septum atrium ini tidak diketahui secara pasti (Idiopatik) . Menurt Rilantoro (2013),ada beberapa faktor yang paling berperan dalam pembentukan ASD adalah : • Faktor Prenatal a. Ibu menderita infeksi Rubella b. Ibu alkoholisme c. Umur ibu lebih dari 40 tahun d. Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu • 2. Faktor genetik a. Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB b. Ayah atau ibu menderita PJB c. Kelainan kromosom misalnya Sindroma Down
  • 6.
    Patofisiologi : Setiap anaklahir dengan bukaan diantara bilik jantung bagian atas. Setelah lahir, pembukaan akan tertutup atau menjadi sangat kecil dalam beberapa minggu atau bulan Pada pasien dengan ASD, terjadi kegagalan fusi septuminter atrial yang menyebabkan terentuknya celah/ lubang antara ruang atrium kanan dan atrium kiri
  • 7.
  • 8.
    Manifestasi Klinis : 1.Infeksi saluran nafas berulang 2. Sesak nafas Kesulitan menyusu 3. Gagal tumbuh kembang 4. Cepat Lelah (PERKI,2015)
  • 9.
    Pemeriksaan Fisik : 1.Takipnoe 2. Sianosis 3. Auskultasi: splitting BJ II, P2 mengeras, ejection sistolik murmur di sela iga 2 para sternal kiri, mid diastolik murmur di katup tricuspid (PERKI,2015)
  • 10.
    Pemeriksaan Penunjang: • ChestX-Ray AP – PA • ECG 12 Lead • Echocardiografi : TEE • MRI / CT Scan • Right Heart Study
  • 11.
    Komplikasi : 1. GagalJantung 2. Sindroma Eissen Menger 3. Pulmonary Hypertension 4. Gagal Tumbuh Kembang (PERKI,2015)
  • 12.
    Penatalaksanaan Medis: Seluruh penderita denganASD harus menjalani tindakan penutupan pada defek tersebut, karena ASD tidak dapat menutup secara spontan.
  • 13.
    Penatalaksanaan Medis: Penutupan ASDdapat dilakukan dengan bedah atau non bedah dengan pemasangan device
  • 14.
    Penatalaksanaan Bedah: Dahulu semuaASD hanya dapat ditangani dengan operasi bedah jantung terbuka. Penutupan dengan metode bedah dapat dilakukan bila diagnosis pasti. Pembedahan jantung selalu didasarkan pada ukuran shunt dan mempertimbangkan usia yang tepat untuk meningkatkan kesuksesan dan survival pasca operasi.
  • 15.
  • 16.
    Pemasangan Device : Seiringdengan perkembangan teknologi,Para ilmuwan menemukan alternatif baru penutupan ASD dengan tindakan intervensi non bedah (tanpa bedah jantung terbuka), yaitu dengan pemasangan alat Amplatzer Septal Occluder (ASO).
  • 17.
    Amplatzer Septal Occluder •ASO (Amplatzer Septal Ocluder) adalah alat khusus yang dibuat untuk menutup ASD tipe sekundum secara non bedah yang dipasang melalui kateter secara perkutaneus lewat pembuluh darah di lipat paha (vena femoralis).
  • 18.
    Indikasi Pemasangan • ASDsekundum diameter kurang atau sama dengan 34 mm • Flow ratio lebih atau sama dengan 1,5 atau terdapat tanda-tanda beban volume pada ventrikel kanan • Mempunyai rim minimal 5 mm dari sinus koronarius, katup atrio-ventrikular, katup aorta dan vena pulmonalis kanan
  • 19.
    Indikasi Pemasangan • Defektunggal dan tanpa kelainan jantung lainnya yang memerlukan intervensi bedah • Muara vena pulmonalis normal ke atrium kiri • Hipertensi pulmonal dengan resistensi vaskuler paru (Pulmonary Artery Resistance Index = PARi) kurang dari 7 - 8 U.m2 • Bila ada gagal jantung, fungsi ventrikel (EF) harus lebih dari 30%.
  • 20.
    Kontraindikasi Pemasangan 1) Memilikikelainan jantung yang membutuhkan tindakan pembedahan 2) Terdapat Infeksi berat yang tidak respon terhadap pengobatan 3) Mempunyai kelainan faktor pembekuan darah serta tidak dapat mengkonsumsi aspirin
  • 21.
    Kontraindikasi Pemasangan 4) Alergiterhadap nikel 5) Ibu hamil ( kontraindikasi relative) 6) Jantung tidak memilik cukup jaringan di sekitar defek (rim) untuk mengapit alat ASO
  • 22.
    Komplikasi • Komplikasi Mayor: –Perforasi ruang jantung – Dekompensasi hemodinamik yang mengancam nyawa sehingga memerlukan therapi segera – Menimbulkan lesi fungsional atau anatomik yang bersifat permanen dan signifikan akibat tindakan kateterisasi.
  • 23.
    Komplikasi • Komplikasi Minor: –Embolisasi/alat device terlepas – Aritmia seperti atrial fibrilasi dan atrioventrikular blok – Pembentukan trombus di diskus atrium kiri yang dapat menyebabkan stroke. – Diseksi vena ilaka kanan, hematoma pada femoralis yang di pungsi, serta perdarahan.
  • 24.
    Case Study : •Pasien : ny. AF • Usia : 15 tahun 10 bulan • Jenis Kelamin : Perempuan • Diagnosis : ASD Secundum L-R Shunt
  • 25.
    Pengkajian: • Riwayat Penyakit: Riwayat TB paru sejak usia 3 bulan ,riwayat malnutrisi dan gagal tumbuh , Riwayat Otitis Media sejak usia 8 tahun post tympanomastoidectomy 2018. • Keluhan : Sering cepat capai ketika beraktivitas, namun dianggap wajar menurut pasien.
  • 26.
    Pengkajian Fisik: • GCS: E4M6V5 • TTV : TD= 110/70 mmHg , HR : 96 x/mnt ,RR : 19 x/mnt , S: 35,8’C ,SpO2 : 96 % Room Air • BB : 42 Kg , TB: 154 cm • Auskutasi Jantung : Murmur (+)
  • 27.
    Pemeriksaan Penunjang • ChestX-ray : – Jantung : CTR <50% , konus pulmonal menonjol – Susp.ASD d.d MS • Echocardiogram : – Mild dilatasi RA & RV – Tampak echo gap di IAS (1.9-2 cm) – TR Mild (moderate probability Pulmonary Hypertension) – Kesimpulan : – Large ASD Sekundum + TR Mild (moderate probability PH) – LVEF = 68%
  • 28.
    Pemeriksaan Penunjang • TEE: – Atrial Septal Defect Ukuran 1,5 x 1,9 cm, L-R Shunt – TR Mild Tidak ada Hipertensi Pulmonal – Rim-Rim ASD adekuat untuk ditutup dengan Device • Right Heart Study : – Qp = 57.25 – PARi = 0.09 U.m2 – FR = 10.3
  • 29.
    Pre Prosedural : •Persiapan Administrasi , ( Informed Consent, Surat Jaminan, dan Hasil –hasil pemeriksaan sebelumnya ) • Persiapan pasien • Anamnesa • Pemeriksaan laboratorium • Pemeriksaan rekam EKG • Pasien dipuasakan 6 jam • Pencukuran daerah inguinal dan pubis • Pengecekan pulsasi arteri dorsalis pedis sebelum tindakan ASO
  • 30.
    Intra Prosedural: • PersiapanAlat : – Angio pack /Drapping Steril – Set instrument Steril/ Angio set – Alat Steril sekali pakai / Consumable (Syringe,Glove steril dll,..) – Guide Wire amplatz , Amplatzer Sizing ballon sesuai kebutuhan dan Amplatzer Delivery sistem
  • 31.
    Intra Prosedural: • Pasiendisiapkan, dilakukan perekaman dan pemasangan monitor EKG dan NBP • Dokter anestesi dan tim melakukan induksi dan intubasi • Dokter echo dan tim melakukan pemasangan tranducer TEE (Trans Esofageal Echo) • Pasien didesinfeksi di Femoralis dextra dengan clorhexidin dan Chlorhexidine 2%, lalu tutup dengan alat Drapping steril • Dlakukan anestesi lokal di inguinal kanan dengan lidokain 2% 10 ml • Dilakukan pungsi FVER (Femoral Vein Right)
  • 32.
  • 33.
  • 34.
    Post Prosedural: • Observasitanda- tanda Komplikasi Pemasangan dan pemantauan hemodinamik • Penyuluhan Kesehatan Discharge Planing Pada Pasien dan keluarga Yang Terpasang Amplatzer Septal Ocluder (ASO) • Perawatan lanjutan diruang ICCU
  • 35.
    Reference : • AmericanHeart Assosiation ,2015, Atrial Septal defect,1-3. • Sommer RJ, Hijazi ZM, Rhodes JF Jr.Pathophysiology of congenital heart disease in the adult: part I: shunt lesions.Circulation. 2008;26;117(8):1090-1099. • Rilantono,Lily l. 2013. Penyakit Jantung Kardiovaskuler (PKV). Jakarta : FKUI. • Ulfah, A, Tulandi, A, 2001, Buku Ajar Keperawatan Kardiovaskuler Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional "Harapan Kita", Jakarta: Bidang Pendidikan & Pelatihan Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional "Harapan Kita". • Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Panduan Praktik Klinis (PPK) dan Clinical Pathway (CP) Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. 2015.