Analisis dan Pengendalian
Resiko Kerja
Ni Made Sri Dwijastuti,S.Si.,M.Biomed
Analisis Resiko
Potensi Bahaya :
Segala sesuatu termasuk situasi atas tindakan
yang berpotensi menyebabkan terjadinya
kerugian, kerusakan, cedera, sakit, kecelakaan,
kerusakan atau gangguan lainnya yang
berhubungan dengan proses dan sistem kerja.
– Bahan berbahaya (Hazardous Substances)
– Udara bertekanan (Pressure Hazards)
– Udara panas (Thermal Hazards)
– Kelistrikan (Electrical Hazards)
– Mekanik (Mechanical Hazards)
– Radiasi (Radiation Hazards)
– Mikrobiologi (Microbiological Hazards)
– Gravitasi dan akselerasi (Gravitational and Acceleration Hazards)
– Kebisingan dan vibrasi (Vibration and Noise Hazards)
– Ergonomi (Hazards relating to human Factors)
– Lingkungan kerja (Enviromental Hazards)
– Potensi bahaya yang berhubungan dengan kualitas produk dan
jasa, proses produksi, properti, image publik, dan lain-lain.
Kategori potensi bahaya
Jenis Bahaya
Bahaya
Mekanis
Bahaya
Listrik
Bahaya
Kimiawi
Bahaya
Fisis
Bahaya
Biologis
• Bahan-bahan eksplosif
• Bahan-bahan yang mengoksidasi ⇒ kaya oksigen,
resiko kebakaran sangat tinggi.
• Bahan-bahan yang mudah terbakar ⇒ makin rendah
titik bakarnya makin berbahaya
• Bahan-bahan beracun
• Bahan korosif ⇒ asam, alkali, atau bahan lain
penyebab kebakaran pada kulit yang tersentuh
• Bahan-bahan radioaktif ⇒ isotop-isotop radioaktif
dan semua persenyawaan yang mengandung bahan
radioaktif
Sumber Bahaya
Identifikasi bahaya
• Teknik komprehensif untuk
mengetahui potensi bahaya dari suatu
bahan, alat, atau sistem.
• Identifikasi thd:
– kondisi dan kejadian yang berpotensi
– jenis kecelakaan/PAK yang mungkin
terjadi
Teknik identifikasi bahaya
• Teknik Pasif : Mengenali bahaya dengan mengalami langsung
• Teknik Semi Proaktif : Belajar dari pengalaman orang lain
– Tidak semua bahaya telah diketahui
– Tidak semua kejadian dilaporkan/diinformasikan ke pihak lain
– Kecelakaan telah terjadi yang berarti tetap menimbulkan
kerugian
• Teknik Proaktif : Mencari bahaya sebelum menimbulkan
kerugian
– Bersifat preventif
– Bersifat Peningkatan berkelanjutan ⇒ upaya perbaikan
– Meningkatkan kepedulian dan mencegah pemborosan yang
tidak diinginkan
Kegiatan identifikasi sumber bahaya
• Wawancara, Konsultasi, Informasi ahli
• Pemeriksaan fisik lingkungan kerja dan instruksi kerja yang
dibuat oleh pabrik
• Evaluasi catatan insiden/ hasil inspeksi terdahulu
– Benda yang menjadi sumber kecelakaan
– Jenis kecelakaan yang terjadi
– Kondisi dan tindakan tidak aman yang menimbulkan insiden
– Bagian tubuh yang cedera
– Unit yang sering ditemukan penyimpangan pada catatan
inspeksi terdahulu,
– Jenis penyimpangan yang ditemukan dari hasil inspeksi
terdahulu,
– Daerah kritis yang sering terlepas dari pengawasan supervisor.
• Sistem formal analisa bahaya, misalnya Hazard dan Hazop
Pengendalian Resiko
• Pendekatan ”Long Term Gain” yaitu
pengendalian berorientasi jangka panjang
dan bersifat permanen
• Pendekatan ”Short Term Gain”, yaitu
pengendalian berorientasi jangka pendek
dan bersifat temporari atau sementara
Hirarki Pengendalian Resiko:
tingkatan pencegahan dan pengendalian
resiko
Pengendalian resiko
Langkah-langkah pengendalian sumber
bahaya
• Peraturan perundangan
• Standarisasi
• Inspeksi
• Riset teknis, medis,
psikologis dan statistik
• Budaya dan motivasi
karyawan/tim
• Pendidikan, pelatihan
dan persuasi
• Asuransi
• Implementasi
• Supervisi
• Kontrol pekerjaan
• Teknis
– Eliminasi
– Subtitusi
– Isolasi
– Enclosing
– Ventilasi
– Maintenance
• Administratif
– Labelling
– Pemeriksaan kesehatan
– Rotasi kerja
– Housekeeping: 5S
– Sanitasi yang bersih dan
penyediaan fasilitas kesehatan.
Tugas
• Buat Resume:
– Penyakit akibat kerja di laboratorium kimia dan
Biologi/Mikrobiologi(NIM genap)
– Teknik pertolongan kecelakaan kerja di
laboratorium (NIM ganjil)
• Maksimal 1 halaman A4 times new roman 12
spasi 1,5
• Siapkan presentasi (boleh dengan bantuan
media gambar/poster, ppt, dll)
TERIMAKASIH

Analisis dan Pengendalian Risiko.pptx

  • 1.
    Analisis dan Pengendalian ResikoKerja Ni Made Sri Dwijastuti,S.Si.,M.Biomed
  • 2.
    Analisis Resiko Potensi Bahaya: Segala sesuatu termasuk situasi atas tindakan yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerugian, kerusakan, cedera, sakit, kecelakaan, kerusakan atau gangguan lainnya yang berhubungan dengan proses dan sistem kerja.
  • 3.
    – Bahan berbahaya(Hazardous Substances) – Udara bertekanan (Pressure Hazards) – Udara panas (Thermal Hazards) – Kelistrikan (Electrical Hazards) – Mekanik (Mechanical Hazards) – Radiasi (Radiation Hazards) – Mikrobiologi (Microbiological Hazards) – Gravitasi dan akselerasi (Gravitational and Acceleration Hazards) – Kebisingan dan vibrasi (Vibration and Noise Hazards) – Ergonomi (Hazards relating to human Factors) – Lingkungan kerja (Enviromental Hazards) – Potensi bahaya yang berhubungan dengan kualitas produk dan jasa, proses produksi, properti, image publik, dan lain-lain. Kategori potensi bahaya
  • 4.
  • 5.
    • Bahan-bahan eksplosif •Bahan-bahan yang mengoksidasi ⇒ kaya oksigen, resiko kebakaran sangat tinggi. • Bahan-bahan yang mudah terbakar ⇒ makin rendah titik bakarnya makin berbahaya • Bahan-bahan beracun • Bahan korosif ⇒ asam, alkali, atau bahan lain penyebab kebakaran pada kulit yang tersentuh • Bahan-bahan radioaktif ⇒ isotop-isotop radioaktif dan semua persenyawaan yang mengandung bahan radioaktif Sumber Bahaya
  • 6.
    Identifikasi bahaya • Teknikkomprehensif untuk mengetahui potensi bahaya dari suatu bahan, alat, atau sistem. • Identifikasi thd: – kondisi dan kejadian yang berpotensi – jenis kecelakaan/PAK yang mungkin terjadi
  • 7.
    Teknik identifikasi bahaya •Teknik Pasif : Mengenali bahaya dengan mengalami langsung • Teknik Semi Proaktif : Belajar dari pengalaman orang lain – Tidak semua bahaya telah diketahui – Tidak semua kejadian dilaporkan/diinformasikan ke pihak lain – Kecelakaan telah terjadi yang berarti tetap menimbulkan kerugian • Teknik Proaktif : Mencari bahaya sebelum menimbulkan kerugian – Bersifat preventif – Bersifat Peningkatan berkelanjutan ⇒ upaya perbaikan – Meningkatkan kepedulian dan mencegah pemborosan yang tidak diinginkan
  • 8.
    Kegiatan identifikasi sumberbahaya • Wawancara, Konsultasi, Informasi ahli • Pemeriksaan fisik lingkungan kerja dan instruksi kerja yang dibuat oleh pabrik • Evaluasi catatan insiden/ hasil inspeksi terdahulu – Benda yang menjadi sumber kecelakaan – Jenis kecelakaan yang terjadi – Kondisi dan tindakan tidak aman yang menimbulkan insiden – Bagian tubuh yang cedera – Unit yang sering ditemukan penyimpangan pada catatan inspeksi terdahulu, – Jenis penyimpangan yang ditemukan dari hasil inspeksi terdahulu, – Daerah kritis yang sering terlepas dari pengawasan supervisor. • Sistem formal analisa bahaya, misalnya Hazard dan Hazop
  • 10.
    Pengendalian Resiko • Pendekatan”Long Term Gain” yaitu pengendalian berorientasi jangka panjang dan bersifat permanen • Pendekatan ”Short Term Gain”, yaitu pengendalian berorientasi jangka pendek dan bersifat temporari atau sementara Hirarki Pengendalian Resiko: tingkatan pencegahan dan pengendalian resiko
  • 12.
  • 13.
    Langkah-langkah pengendalian sumber bahaya •Peraturan perundangan • Standarisasi • Inspeksi • Riset teknis, medis, psikologis dan statistik • Budaya dan motivasi karyawan/tim • Pendidikan, pelatihan dan persuasi • Asuransi • Implementasi • Supervisi • Kontrol pekerjaan
  • 14.
    • Teknis – Eliminasi –Subtitusi – Isolasi – Enclosing – Ventilasi – Maintenance • Administratif – Labelling – Pemeriksaan kesehatan – Rotasi kerja – Housekeeping: 5S – Sanitasi yang bersih dan penyediaan fasilitas kesehatan.
  • 15.
    Tugas • Buat Resume: –Penyakit akibat kerja di laboratorium kimia dan Biologi/Mikrobiologi(NIM genap) – Teknik pertolongan kecelakaan kerja di laboratorium (NIM ganjil) • Maksimal 1 halaman A4 times new roman 12 spasi 1,5 • Siapkan presentasi (boleh dengan bantuan media gambar/poster, ppt, dll)
  • 16.