ESBL
(Extended Spectrum
β-laktamase)
Ni Made Sri Dwijastuti
1885711033
Bakteri ESBL
 Strain bakteri (umumnya gram negatif) penghasil extended spectrum
β-laktamase (ESBL)
 β-lactamase : enzim untuk melawan antibiotik golongan β-lactam
(berasal dari penicillin dan cephalosporin)
 Canadian External Quality Assesment Advisory Group for
Antibiotic: gen yang mengontrol produksi β -lactamase terletak
di plasmid atau kromosom
 Plasmid juga membawa gen pengkode resistensi untuk golongan
obat lain (misalnya,aminoglycoside).
 ESBL :
 Mampu menghidrolisis antibiotika golongan penicillin, cephalosporin
generasi 1, 2, 3, & golongan aztreonam (tapi bukan cephamycin dan
carbapenem)
 Paling banyak dihasilkan oleh Enterobacteriaceae,
terutama Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae
 Jenis ESBL yang sering ditemukan:
 SHV β-lactamases (class A)
 TEM β -lactamases (class A)
 CTX-M β-lactamases (class A)
 OXA β -lactamases (class D)
 PER-type ESBL
 Other ESBL.
 β-laktamase pertama : TEM-1(ditandai dg adanya As.amino
serine pd bagian aktif)
 Mutasi 1 as.amino pd TEM-1 ⇒ TEM-2 (kemampuan hidrolisis
β-laktam masih sama)
 TEM-1 & TEM-2 menghidrolisis penicilin dan sefalosporin
spektrum sempit
 Tidak efektif thd sefalosporin generasi lebih tinggi (rantai
samping oxyimino)
 Th 1989 dilaporkan TEM-3 ⇒ varian TEM pertama yg
termasuk ESBL
 Kemudian terjadi > 200 mutasi pada TEM
 TEM paling banyak dihasilkan oleh E.coli
 Posisi 238 enzim β-laktamase : serine ⇒ glisine, membentuk enzim SHV-
1
 Th 1983, ditemukan ESBL turunan SHV-1
 SHV umumnya dijumpai pada Klebsiella spp
 Mutasi 1 as.amino ⇒ terbentuk enzim baru
 Sampai saat ini dikenal 140 turunan SHV
 ESBL yang paling sering dijumpai saat ini : CTMX ⇒ resisten cefotaxime
 Hingga kini terdapat 130 turunan CTMX
 OXA β-laktamae, menghidrolisis oksasilin, banyak dijumpai pada
Pseudomonas aeroginosa
Enzim lain:
 PER, VEB, GES ⇒ sangat jarang, ditemukan pada P. aeroginosa
 BES, SFO, TLA ⇒ sangat jarang, ditemukan pada Enterobacteriaceae
Epidemiologi
 Infeksi dapat terjadi di komunitas ataupun di rumah sakit
 Tigecycline Evaluation and Surveillance Trial (TEST) th
2001, angka kejadian ESBL K.pneumoniae:
 Amerika latin 44%
 Asia 22,4%
 Eropa 13,3%
 Amerika Utara 7,5%
 Di Asia:
 Paterson et al : ESBL Thailand, Taiwan, Philipina, Indonesia
berkisar 12-24%
Laporan kesehatan Malaysia:
 Malaysia dan Singapura ESBL E.coli 5,6%,ESBL K.pneumonia
5,6%
 Indonesia ESBL E.coli 23% ,ESBL K.pneumonia 33,3%
Struktur dan mekanisme kerja β -
Lactamase
 Hampir semua ESBL memiliki serine di aktif site
 β –lactamase menyerang ikatan amida di cincin β -
lactam penicillin dan cephalosporin ⇒ penicillinoic acid
dan cephalosporic acid ⇒ senyawa anti bakteri tidak
aktif
 Pada ESBL : substitusi asam amino ⇒ perubahan
konfigurasi enzim ⇒ fungsi enzim berubah
Faktor Risiko Infeksi Bakteri ESBL
Populasi Berisiko
Terimkasih

ESBL.pptx

  • 1.
  • 2.
    Bakteri ESBL  Strainbakteri (umumnya gram negatif) penghasil extended spectrum β-laktamase (ESBL)  β-lactamase : enzim untuk melawan antibiotik golongan β-lactam (berasal dari penicillin dan cephalosporin)  Canadian External Quality Assesment Advisory Group for Antibiotic: gen yang mengontrol produksi β -lactamase terletak di plasmid atau kromosom  Plasmid juga membawa gen pengkode resistensi untuk golongan obat lain (misalnya,aminoglycoside).
  • 3.
     ESBL : Mampu menghidrolisis antibiotika golongan penicillin, cephalosporin generasi 1, 2, 3, & golongan aztreonam (tapi bukan cephamycin dan carbapenem)  Paling banyak dihasilkan oleh Enterobacteriaceae, terutama Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae  Jenis ESBL yang sering ditemukan:  SHV β-lactamases (class A)  TEM β -lactamases (class A)  CTX-M β-lactamases (class A)  OXA β -lactamases (class D)  PER-type ESBL  Other ESBL.
  • 4.
     β-laktamase pertama: TEM-1(ditandai dg adanya As.amino serine pd bagian aktif)  Mutasi 1 as.amino pd TEM-1 ⇒ TEM-2 (kemampuan hidrolisis β-laktam masih sama)  TEM-1 & TEM-2 menghidrolisis penicilin dan sefalosporin spektrum sempit  Tidak efektif thd sefalosporin generasi lebih tinggi (rantai samping oxyimino)  Th 1989 dilaporkan TEM-3 ⇒ varian TEM pertama yg termasuk ESBL  Kemudian terjadi > 200 mutasi pada TEM  TEM paling banyak dihasilkan oleh E.coli
  • 5.
     Posisi 238enzim β-laktamase : serine ⇒ glisine, membentuk enzim SHV- 1  Th 1983, ditemukan ESBL turunan SHV-1  SHV umumnya dijumpai pada Klebsiella spp  Mutasi 1 as.amino ⇒ terbentuk enzim baru  Sampai saat ini dikenal 140 turunan SHV  ESBL yang paling sering dijumpai saat ini : CTMX ⇒ resisten cefotaxime  Hingga kini terdapat 130 turunan CTMX  OXA β-laktamae, menghidrolisis oksasilin, banyak dijumpai pada Pseudomonas aeroginosa Enzim lain:  PER, VEB, GES ⇒ sangat jarang, ditemukan pada P. aeroginosa  BES, SFO, TLA ⇒ sangat jarang, ditemukan pada Enterobacteriaceae
  • 6.
    Epidemiologi  Infeksi dapatterjadi di komunitas ataupun di rumah sakit  Tigecycline Evaluation and Surveillance Trial (TEST) th 2001, angka kejadian ESBL K.pneumoniae:  Amerika latin 44%  Asia 22,4%  Eropa 13,3%  Amerika Utara 7,5%  Di Asia:  Paterson et al : ESBL Thailand, Taiwan, Philipina, Indonesia berkisar 12-24% Laporan kesehatan Malaysia:  Malaysia dan Singapura ESBL E.coli 5,6%,ESBL K.pneumonia 5,6%  Indonesia ESBL E.coli 23% ,ESBL K.pneumonia 33,3%
  • 7.
    Struktur dan mekanismekerja β - Lactamase  Hampir semua ESBL memiliki serine di aktif site  β –lactamase menyerang ikatan amida di cincin β - lactam penicillin dan cephalosporin ⇒ penicillinoic acid dan cephalosporic acid ⇒ senyawa anti bakteri tidak aktif  Pada ESBL : substitusi asam amino ⇒ perubahan konfigurasi enzim ⇒ fungsi enzim berubah
  • 9.
  • 10.
  • 11.