FTIR
SPEKTROFOTOMETER FOURIER TRANSFORM INFRA RED
NAMA KELOMPOK
1. Audi Puguh A 24040114120041
2. Arsyadio Aditya Nugraha 24040115130068
3. Rizka Zakiyatul Miskiyah 24040115130093
4. Diah Ayu Suci Kinasih 24040115130099
5. Ardita Dwi Setiyono 24040115140120
PENGERTIAN FTIR
Instrumen yang menggunakan prinsip
spektroskopi inframerah yang dilengkapi
dengan transformasi fourier untuk deteksi
dan analisis hasil spectrum (Anam, 2007).
Diigunakan untuk mengidentifikasi struktur
molekul senyawa organik melalui gugus
fungsi yang terbentuk dengan spectrum
yang kompleks terdiri dari banyak puncak-
puncak (Chusnul, 2011).
Skema Alat
PRINSIP KERJA
• FTIR mengembangkan prinsip Michelson Interferometer,
bekerja dengan adanya interaksi energi (infrared) dengan
bahan.
• Berkas infrared dikenakan pada beam-splitter sehingga
berkas cahaya terbagi menjadi dua yang mengarah
menuju fixed mirror dan movable mirror. Kemudian
berkas cahaya
• sumber IR -> masuk beam splitter jadi dua berkas -> satu
ke fixed mirror satu ke vibrating mirror -> pola interferensi
-> kena sampel (absorpsi) -> masuk detektor -> sinyal
interferogram diproses dengan transformasi fourier
KELEBIHAN
KEKURANGAN
Kelebihan
1.Teknik non-destruktif
2.Menyediakan metode pengukuran tepat yang tidak
memerlukan kalibrasi eksternal
3.Meningkatkan kecepatan, menyecan hanya dalam
beberapa detik
4.Meningkatkan sensitifitas, scan pertama dan kedua
dapat ditambah untuk rasio kebisingan acak
5.mekanis sederhana dengan hanya satu bagian bergerak
Kekurangan
1.Pengiriman data lebih lambat
APLIKASI
• Diagnosis kanker payudara (dimitrova,2009)
• Deteksi masa subur hewan (sjahfirdi,2015)
• Aplikasi fiber optic infra red (wahyudi,2014)
• Mengidentifikasi jenis narkoba (Julinawati, dkk. 2016)
Pengujian
• Spektrum FTIR digunakan pada panjang gelombang 500-4000
cm-1 pada pellet KBr.
• Serbuk narkoba yang akan dianalisa sebelumnya digerus
menggunakan mortar kemudian dicampur dengan bubuk KBr
sampai mencampur rata, kemudian di kompresi hingga
membentuk pellet.
•Teknik yang dipakai adalah attenuated total reflection (ATR),
karena dapat digunakan pada sampel yang sulit di analisis dengan
teknik transmitan karena adanya benturan preparasi sampel yang
sulit seperti benda padat dan pekat (Stuart, 2004).
•Pada puncak puncak tertentu maka akan diketahui karakteristik
gugus fungsi suatu sampel.
Hasil Pengujian
Berdasarkan gambar diatas narkoba jenis I mengandung
gugus fungsi N-H amina, C-H alkane, C=C aromatic, dari
semua gugus fungsi tersebut menjelaskan bahwa narkoba
jenis I adalah jenis methamphelamin.
KESIMPULAN
1. Spektrometer FTIR spestrokopi infrared yang
dengan transformasi forier untuk deteksi dan analisa
hasil spektrum
2. FTIR dapat digunakan untuk mengetahui stuktur
molekul atau atomik dari suatu material
TERIMAKASIH

Analisa material spektrofotometer FTIR

  • 1.
  • 2.
    NAMA KELOMPOK 1. AudiPuguh A 24040114120041 2. Arsyadio Aditya Nugraha 24040115130068 3. Rizka Zakiyatul Miskiyah 24040115130093 4. Diah Ayu Suci Kinasih 24040115130099 5. Ardita Dwi Setiyono 24040115140120
  • 3.
    PENGERTIAN FTIR Instrumen yangmenggunakan prinsip spektroskopi inframerah yang dilengkapi dengan transformasi fourier untuk deteksi dan analisis hasil spectrum (Anam, 2007). Diigunakan untuk mengidentifikasi struktur molekul senyawa organik melalui gugus fungsi yang terbentuk dengan spectrum yang kompleks terdiri dari banyak puncak- puncak (Chusnul, 2011).
  • 4.
  • 5.
    PRINSIP KERJA • FTIRmengembangkan prinsip Michelson Interferometer, bekerja dengan adanya interaksi energi (infrared) dengan bahan. • Berkas infrared dikenakan pada beam-splitter sehingga berkas cahaya terbagi menjadi dua yang mengarah menuju fixed mirror dan movable mirror. Kemudian berkas cahaya • sumber IR -> masuk beam splitter jadi dua berkas -> satu ke fixed mirror satu ke vibrating mirror -> pola interferensi -> kena sampel (absorpsi) -> masuk detektor -> sinyal interferogram diproses dengan transformasi fourier
  • 6.
    KELEBIHAN KEKURANGAN Kelebihan 1.Teknik non-destruktif 2.Menyediakan metodepengukuran tepat yang tidak memerlukan kalibrasi eksternal 3.Meningkatkan kecepatan, menyecan hanya dalam beberapa detik 4.Meningkatkan sensitifitas, scan pertama dan kedua dapat ditambah untuk rasio kebisingan acak 5.mekanis sederhana dengan hanya satu bagian bergerak Kekurangan 1.Pengiriman data lebih lambat
  • 7.
    APLIKASI • Diagnosis kankerpayudara (dimitrova,2009) • Deteksi masa subur hewan (sjahfirdi,2015) • Aplikasi fiber optic infra red (wahyudi,2014) • Mengidentifikasi jenis narkoba (Julinawati, dkk. 2016)
  • 9.
    Pengujian • Spektrum FTIRdigunakan pada panjang gelombang 500-4000 cm-1 pada pellet KBr. • Serbuk narkoba yang akan dianalisa sebelumnya digerus menggunakan mortar kemudian dicampur dengan bubuk KBr sampai mencampur rata, kemudian di kompresi hingga membentuk pellet. •Teknik yang dipakai adalah attenuated total reflection (ATR), karena dapat digunakan pada sampel yang sulit di analisis dengan teknik transmitan karena adanya benturan preparasi sampel yang sulit seperti benda padat dan pekat (Stuart, 2004). •Pada puncak puncak tertentu maka akan diketahui karakteristik gugus fungsi suatu sampel.
  • 10.
  • 12.
    Berdasarkan gambar diatasnarkoba jenis I mengandung gugus fungsi N-H amina, C-H alkane, C=C aromatic, dari semua gugus fungsi tersebut menjelaskan bahwa narkoba jenis I adalah jenis methamphelamin.
  • 13.
    KESIMPULAN 1. Spektrometer FTIRspestrokopi infrared yang dengan transformasi forier untuk deteksi dan analisa hasil spektrum 2. FTIR dapat digunakan untuk mengetahui stuktur molekul atau atomik dari suatu material
  • 14.