SISTEM EKONOMI SOSIALISME
OLEH: H. DWI CONDRO TRIONO, Ph.D
MATERI SYARI’AH ISLAMIYAH 8
SISTEM EKONOMI SOSIALISME
• Karl marx merupakan pendiri faham ekonomi
sosialisme yang mengkritik keras faham
ekonomi aliran klasik.
• Dalam memberikan kritiknya, Marx
menggunakan asumsi-asumsi dasar yang
digunakan oleh aliran klasik.
• Dari asumsi-asumsi dasar itulah, kemudian
Marx memberikan kritik balik yang sangat
telak terhadap faham ekonomi aliran klasik.
1. Surplus labor and value theory
• Dalam membangun teorinya, Marx berangkat
dari pandangan nilai (value) menurut Adam
Smith dan David Ricardo.
• Nilai suatu barang itu diukur dari seberapa
banyak tenaga yang telah dikorbankan oleh
pekerja untuk memproduksi barang tersebut.
• Dengan adanya perubahan pola produksi dari
sistem yang primitif kepada sistem yang
modern, maka akan muncul ketidakadilan
dalam ekonomi.
• Pola produksi yang primitif:
1. Kepemilikan bersifat individual.
2. Produksi bersifat individual.
3. Penjualan bersifat individual.
4. Pembagian keuntungan bersifat individual.
• Pola produksi yang modern:
1. Kepemilikan bersifat individual.
2. Produksi bersifat kolektif.
3. Penjualan bersifat kolektif.
4. Pembagian keuntungan bersifat individual.
• Dalam pola produksi modern, yang bekerja adalah
buruh-buruh perusahaan.
• Majikan sebagai pemilik perusahaan tidak terlibat
dalam produksi, tetapi yang menikmati seluruh
keuntungan.
• Tenaga buruh hanya dianggap sebagai bagian dari
komponen biaya produksi.
• Untuk memperoleh keuntungan yang maksimum,
metodenya adalah dengan menekan biaya produksi
seminimum mungkin (lihat box 1).
• Jika nilai barang itu diukur dari besarnya tenaga
yang telah dikorbankan, maka sesungguhnya telah
terjadi surplus nilai tenaga buruh yang telah diambil
oleh majikannya.
• Dengan demikian, ekonomi kapitalisme adalah
ekonomi yang sangat zalim.
Box 1. Maksimisasi Keuntungan
• TP = TR – TC
• TP max = TR max – TC min
• TC = TFC + TVC
• TC min = TFC min + TVC min
• TVC = bahan baku + tenaga kerja dll
• TVC min = bea tenaga kerja minimal
• TP seluruhnya akan diambil oleh pemilik
modal (majikan).
2. The law of capital acumulations
• Menurut Marx, dalam persaingan yang bebas,
perusahaan yang besar akan senantiasa
“memakan” perusahaan yang kecil (lihat box
2)
• Maka, jumlah majikan akan semakin
berkurang, sebaliknya jumlah kaum buruh
akan semakin banyak.
• Demikian juga, jumlah perusahaan juga akan
semakin sedikit, namun akumulasi kapitalnya
akan semakin besar.
• Dengan demikian, nasib kaum buruh akan
semakin tertindas.
Box 2. Memenangkan Persaingan
• TP = TR – TC
• TP max = TR max – TC min
• TR = P X Q
• TR max = P max X Q max
• TR max tetapi tidak kompetitif
• TR kompetitif = P min X Q max
• Q max hanya damat diperoleh dari modal yang
maksimal (modal besar).
• Perusahaan besar akan selalu memenangkan
persaingan bebas.
3. Hukum Upah Besi (The Iron Wage’s Law)
UPAH BURUH
TIDAK DAPAT DINAIKKAN TIDAK DAPAT DITURUNKAN
YANG ANTRE UNTUK MEMPEROLEH
KERJA SANGAT BANYAK
JIKA BURUH MENUNTUT UPAH NAIK
MEREKA SIAP UNTUK DIPEKERJAKAN
DENGAN UPAH YANG LEBIH RENDAH
UPAH TIDAK DAPAT KURANG DARI
KEBUTUHAN FISIK MINIMUM
AKAN MENGURANGI
PRODUKTIVITAS
MERUGIKAN PERUSAHAAN
EKONOMI KAPITALISME SANGAT DZOLIM
Solusi Ekonomi Sosialisme
• Untuk menghilangkan ketidakadilan yang
terjadi dalam ekonomi kapitalisme, maka
Marx memberikan solusi yang sangat
radikal, yaitu: penghapusan kepemilikan
individu.
• Dengan demikian akan muncul pola
produksi yang adil, yaitu:
1. Kepemilikan bersifat kolektif.
2. Produksi bersifat kolektif.
3. Penjualan bersifat kolektif.
4. Pembagian keuntungan bersifat kolektif.

Materi syariah sistem ekonomi sosialisme Sistem Ekonomi Islam Khilafah

  • 1.
    SISTEM EKONOMI SOSIALISME OLEH:H. DWI CONDRO TRIONO, Ph.D MATERI SYARI’AH ISLAMIYAH 8
  • 2.
    SISTEM EKONOMI SOSIALISME •Karl marx merupakan pendiri faham ekonomi sosialisme yang mengkritik keras faham ekonomi aliran klasik. • Dalam memberikan kritiknya, Marx menggunakan asumsi-asumsi dasar yang digunakan oleh aliran klasik. • Dari asumsi-asumsi dasar itulah, kemudian Marx memberikan kritik balik yang sangat telak terhadap faham ekonomi aliran klasik.
  • 3.
    1. Surplus laborand value theory • Dalam membangun teorinya, Marx berangkat dari pandangan nilai (value) menurut Adam Smith dan David Ricardo. • Nilai suatu barang itu diukur dari seberapa banyak tenaga yang telah dikorbankan oleh pekerja untuk memproduksi barang tersebut. • Dengan adanya perubahan pola produksi dari sistem yang primitif kepada sistem yang modern, maka akan muncul ketidakadilan dalam ekonomi.
  • 4.
    • Pola produksiyang primitif: 1. Kepemilikan bersifat individual. 2. Produksi bersifat individual. 3. Penjualan bersifat individual. 4. Pembagian keuntungan bersifat individual. • Pola produksi yang modern: 1. Kepemilikan bersifat individual. 2. Produksi bersifat kolektif. 3. Penjualan bersifat kolektif. 4. Pembagian keuntungan bersifat individual.
  • 5.
    • Dalam polaproduksi modern, yang bekerja adalah buruh-buruh perusahaan. • Majikan sebagai pemilik perusahaan tidak terlibat dalam produksi, tetapi yang menikmati seluruh keuntungan. • Tenaga buruh hanya dianggap sebagai bagian dari komponen biaya produksi. • Untuk memperoleh keuntungan yang maksimum, metodenya adalah dengan menekan biaya produksi seminimum mungkin (lihat box 1). • Jika nilai barang itu diukur dari besarnya tenaga yang telah dikorbankan, maka sesungguhnya telah terjadi surplus nilai tenaga buruh yang telah diambil oleh majikannya. • Dengan demikian, ekonomi kapitalisme adalah ekonomi yang sangat zalim.
  • 6.
    Box 1. MaksimisasiKeuntungan • TP = TR – TC • TP max = TR max – TC min • TC = TFC + TVC • TC min = TFC min + TVC min • TVC = bahan baku + tenaga kerja dll • TVC min = bea tenaga kerja minimal • TP seluruhnya akan diambil oleh pemilik modal (majikan).
  • 7.
    2. The lawof capital acumulations • Menurut Marx, dalam persaingan yang bebas, perusahaan yang besar akan senantiasa “memakan” perusahaan yang kecil (lihat box 2) • Maka, jumlah majikan akan semakin berkurang, sebaliknya jumlah kaum buruh akan semakin banyak. • Demikian juga, jumlah perusahaan juga akan semakin sedikit, namun akumulasi kapitalnya akan semakin besar. • Dengan demikian, nasib kaum buruh akan semakin tertindas.
  • 8.
    Box 2. MemenangkanPersaingan • TP = TR – TC • TP max = TR max – TC min • TR = P X Q • TR max = P max X Q max • TR max tetapi tidak kompetitif • TR kompetitif = P min X Q max • Q max hanya damat diperoleh dari modal yang maksimal (modal besar). • Perusahaan besar akan selalu memenangkan persaingan bebas.
  • 9.
    3. Hukum UpahBesi (The Iron Wage’s Law) UPAH BURUH TIDAK DAPAT DINAIKKAN TIDAK DAPAT DITURUNKAN YANG ANTRE UNTUK MEMPEROLEH KERJA SANGAT BANYAK JIKA BURUH MENUNTUT UPAH NAIK MEREKA SIAP UNTUK DIPEKERJAKAN DENGAN UPAH YANG LEBIH RENDAH UPAH TIDAK DAPAT KURANG DARI KEBUTUHAN FISIK MINIMUM AKAN MENGURANGI PRODUKTIVITAS MERUGIKAN PERUSAHAAN EKONOMI KAPITALISME SANGAT DZOLIM
  • 10.
    Solusi Ekonomi Sosialisme •Untuk menghilangkan ketidakadilan yang terjadi dalam ekonomi kapitalisme, maka Marx memberikan solusi yang sangat radikal, yaitu: penghapusan kepemilikan individu. • Dengan demikian akan muncul pola produksi yang adil, yaitu: 1. Kepemilikan bersifat kolektif. 2. Produksi bersifat kolektif. 3. Penjualan bersifat kolektif. 4. Pembagian keuntungan bersifat kolektif.