Hukum Syara’Pasti 
Mengandung Maslahat 
oleh: Dodi Abu Nabil 
Definisi : 
• Hukum syara’: seruan Syari’ yang berkaitan 
dengan perbuatan hamba 
• Maslahat artinya membawa manfaat dan 
mencegah kerusakan.
Pandangan Seputar Hukum Syara’ 
dan Maslahat 
1. “Dimana ada maslahat disitu pasti perintah 
Syara’; dan dimana ada mafsadat disitu pasti 
ada larangan Syara’” 
2. “Dimana ada perintah syara’ disitu pasti ada 
maslahat; dan dimana ada larangan syara’ 
disitu pasti ada mafsadat”
Pandangan #1 
Muncul dari anggapan: 
• Manusia dgn akalnya mampu menentukan 
apa yg baik & maslahat bagi 
• Islam datang dalam rangka memberi 
kemaslahatan bg manusia 
• Segala yang bermanfaat dibolehkan oleh 
Islam dan merusak dilarang oleh Islam
Akibat dan Bahaya Pandangan #1 
• Maslahat-mafsadat mjd tolok ukur 
perbuatan 
• Berbahaya krn akal mmanusia terbatas dan 
sering keliru 
• Mendahulukan maslahat drpd hukum 
syara’ 
• Banyak aturan Allah yang diabaikan/ 
dilanggar
Pandangan #2 
Muncul dari keyakinan bahwa: 
• Islam aturan utk keselamatan dunia akhirat 
• Islam membawa keselamatan dan mencegah 
kerusakan 
• Allah swt saja yg berhak dan mampu 
menentukan maslahat dan mafsadat bg manusia 
sec. pasti dan rinci dan tdk semua dijelaskan 
• Akal manusia hanya mampu menduga, bila 
diikuti akan berbahaya. (QS Al Baqarah: 216 
• Kemaslahatan hakiki hanya dari Allah
Pengaruh Pandangan #2 
• Yakin aturan Allah pasti maslahat (QS Al 
Anbiaya 107; Yunus 57; Al An’am 157) 
• Setiap Muslim wajib mentaati aturan Allah 
• Menjauhi maslahat yg tdk sesuai hkm syara’ 
• Tdk perlu mencari maslahat berdasar akal 
• Mengalahkan akal, kepentingan, hawa nafsu 
dan harapan 
• Terdorong utk memahami aturan Allah
Pengaruh Pandangan #2 
• Yakin aturan Allah pasti maslahat (QS Al 
Anbiaya 107; Yunus 57; Al An’am 157) 
• Setiap Muslim wajib mentaati aturan Allah 
• Menjauhi maslahat yg tdk sesuai hkm syara’ 
• Tdk perlu mencari maslahat berdasar akal 
• Mengalahkan akal, kepentingan, hawa nafsu 
dan harapan 
• Terdorong utk memahami aturan Allah

53. hukum syara'

  • 1.
    Hukum Syara’Pasti MengandungMaslahat oleh: Dodi Abu Nabil Definisi : • Hukum syara’: seruan Syari’ yang berkaitan dengan perbuatan hamba • Maslahat artinya membawa manfaat dan mencegah kerusakan.
  • 2.
    Pandangan Seputar HukumSyara’ dan Maslahat 1. “Dimana ada maslahat disitu pasti perintah Syara’; dan dimana ada mafsadat disitu pasti ada larangan Syara’” 2. “Dimana ada perintah syara’ disitu pasti ada maslahat; dan dimana ada larangan syara’ disitu pasti ada mafsadat”
  • 3.
    Pandangan #1 Munculdari anggapan: • Manusia dgn akalnya mampu menentukan apa yg baik & maslahat bagi • Islam datang dalam rangka memberi kemaslahatan bg manusia • Segala yang bermanfaat dibolehkan oleh Islam dan merusak dilarang oleh Islam
  • 4.
    Akibat dan BahayaPandangan #1 • Maslahat-mafsadat mjd tolok ukur perbuatan • Berbahaya krn akal mmanusia terbatas dan sering keliru • Mendahulukan maslahat drpd hukum syara’ • Banyak aturan Allah yang diabaikan/ dilanggar
  • 5.
    Pandangan #2 Munculdari keyakinan bahwa: • Islam aturan utk keselamatan dunia akhirat • Islam membawa keselamatan dan mencegah kerusakan • Allah swt saja yg berhak dan mampu menentukan maslahat dan mafsadat bg manusia sec. pasti dan rinci dan tdk semua dijelaskan • Akal manusia hanya mampu menduga, bila diikuti akan berbahaya. (QS Al Baqarah: 216 • Kemaslahatan hakiki hanya dari Allah
  • 6.
    Pengaruh Pandangan #2 • Yakin aturan Allah pasti maslahat (QS Al Anbiaya 107; Yunus 57; Al An’am 157) • Setiap Muslim wajib mentaati aturan Allah • Menjauhi maslahat yg tdk sesuai hkm syara’ • Tdk perlu mencari maslahat berdasar akal • Mengalahkan akal, kepentingan, hawa nafsu dan harapan • Terdorong utk memahami aturan Allah
  • 7.
    Pengaruh Pandangan #2 • Yakin aturan Allah pasti maslahat (QS Al Anbiaya 107; Yunus 57; Al An’am 157) • Setiap Muslim wajib mentaati aturan Allah • Menjauhi maslahat yg tdk sesuai hkm syara’ • Tdk perlu mencari maslahat berdasar akal • Mengalahkan akal, kepentingan, hawa nafsu dan harapan • Terdorong utk memahami aturan Allah

Editor's Notes

  • #3 Setiap muslim wajib menghiasi dirinya dengan akhlak yang baik dalam menjalankan segala aktivitasnya agar amalnya benar dan sempurna. Melaksanakannya berpahala dan melalaikannya berdosa. Maka hukumnya adakalanya wajib atau sunnah dan adakalanya haram atau makruh. Tidak mempertimbangkan keuntungan materi: jujur dan berani mengkritik penguasa yg zhalim adl akhlak mulia meski akan membuatnya menderita Kusyu’ hanya akan tampak dlm shalat, jujur dan amanah akan tampak dlm mu’amalat. Krn akhlak mrpk sifat yang tidak akan tampak pd diri seseorg kecuali ketika ia melakukan aktivitas. Apa yg dinyatakan baik oleh syara’ disebut akhlak baik dmk sebaliknya Contoh: memuliakan tamu dan membantu orang yg sdg membutuhkan (selaras dgn naluri mempertahankan diri), kusyu’ dan tawadlu’ (sesuai dgn naluri beragama), kasih sayang dan berbuat kebajikan kpd anak atau orang tua ( sejalan dgn naluri melestarikan jenis)
  • #4 Al Mukminun [23]: 1-2: “Sesungguhnya beruntunglah orang2 mukmin, yakni orang2 yg khusyu’ di dlm sholatnya” Bila sholat dilakukan dgn benar dr sudut gerakan zahir, dan batin, menghayati makna lafaz dan pemikiran yg terkandung dlm bacaan sholatnya. Seperti sholatnya sahabat Abdullah bin Zubeir. Apabila beliau memulai sholat maka ditinggalkan segala sesuatu yg dpt merusak konsentrasinya. Bila ruku’ dan sujud, beliau lama sekali spt dinding (tembok), shg burung2 pun bertengger diatas punggung dan lehernya. (lihat taqarrub ila Allah) Ali Imran [3]: 159: “Karena rahmat dari Allah, engkau bersikap lemah lembut terhadap mrk, sekiranya engkau berlaku keras dan berhati kasar, tentulah mrk menjauhkan diri dari sekitarmu” Al Hadits: “Pemuka para syuhada adalah Hamzah dan seseorang yang berdiri dihadapan penguasa yang zhalim kmd menasehatinya, lalu penguasa itu membunuhnya” Ali Imran [3]: 200: Hai orang2 yg beriman bersabarlah kalian dan teguhkanlah kesabaran kalian” Al Hasyr [59]: 9: “Mereka mengutamakan (org Muhajirin) atas (kepentingan) mrk walaupun mrk dlm kesulitan” Kisah: Ali bin Ab Thalib rela menempati tempat tidur Rasulullah pd malam akan dibunuhnya Rasulullah Kisah: Ikrimah bin Jahal, Suhail bin Amru, Al Harits bin Hisyam dan sejumlah bani Mughirah yang meninggal bersama krn kehausan di perang Yarmuk An Nisa [4]: 58: “Apakah kalian menghukum di tengah2 manusia maka hendaklah kalian menghukum dgn adil”
  • #5 Al Falaq [113]: 5: “Dari kejahatan orang yg menghasud” Sabda Rasulullah saw: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan (al-’ajzi), kemalasan (al-kasali), kepenakutan (al-jubni), kepikunan (al-Harami), dan kekikiran (al-bukhli)”
  • #6 Membentuk kepribadian yg unik ketika bertransaksi dgn org lain shg menjadi orang yg perkataan dan prilakunya dipercaya. Dalam keluarga sec khusus dan antara individu2 masyarakat sec umum. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya yg plg kucintai di antara kalian dan (tmsk) org yg plg dekat tempat duduknya dgnku pd Hari Kiamat adl mrk yg plg baik akhlaknya”. (HR Bukhari). Ketika Rasulullah saw ditanya ttg apa yg plg banyak mengantarkan org masuk surga, maka Rasulullah bersabda: “Yang plg bertaqwa kpd Allah dan plg baik akhlaknya”.