mengapa… AKU
enggan MEMBINA ??!!

                asdianurhadi.co.cc
                   @asdianurhadi
Latar Belakang #1
 Belum Memiliki
  Tujuan Hidup
Latar Belakang #2
Belum Mengetahui
 Tujuan Membina
Latar Belakang #3
      Belum Mengetahui
“Keuntungan” Menjadi Pembina
Latar Belakang #4

   Kurang PD
 untuk Membina
Solusi #2
Tujuan Kita Membina
Kader yang tidak hanya menikmati dakwah,
tetapi Kader yang mau bergerak untuk dakwah
Aktifitas
 dakwah yang
dilakukan oleh
 seorang da'i
     harus
 istimrariyah
Solusi #3
                            “Keuntungan” Menjadi Pembina




Siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru
kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata: “Sesungguhnya
   aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (QS Fussilat, :33)
"Allah memberikan HIDAYAH kepada seseorang
dengan PERANTARAAN KAMU adalah LEBIH BAIK
      bagimu daripada seekor UNTA MERAH yang
                          kamu miliki."(HR Bukhari)
“Barangsiapa yang MENUNJUKKAN KEPADA
  KEBAIKAN maka baginya pahala SEPERTI
 PAHALA ORANG YANG MELAKUKANNYA.”
             (HR. Muslim)
Solusi #4

  Percaya Diri
Menjadi Pembina
Perintah Alloh
   agar kita PD
   “Janganlah kamu
  bersikap lemah, dan
janganlah (pula) kamu
 bersedih hati, padahal
 kamulah orang-orang
   yang paling tinggi
(derajatnya), jika kamu
   orang-orang yang
 beriman” (QS. 3 : 139)
Lakukan
    visualisasi
     tentang
akhir yang sukses
dari halaqah yang
      kita isi
Orang yang percaya
diri mencari alasan
  untuk berbuat
       vs
 Orang yang tidak
   percaya diri
  mencari alasan
   untuk tidak
     berbuat
Modal Menjadi Da’i yang Takwa
Al-Iman (keimanan)




• Al Ahzab ayat 22–23.
  “Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-
  golongan yang bersekutu itu, mereka Berkata: “Inilah yang
  dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah
  Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah
  menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.”
Al-Ikhlas (keikhlasan)




Seorang pengemban dakwah ini selayaknya selalu memiliki daya
tahan terhadap rayuan dunia. Dalam hatinya hanya balasan dan
keridhaan Allah semata yang paling berharga.
Asy-syaja’ah
                                         (keberanian)




• Al-Maidah ayat 44.
  ... Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi)
  takutlah kepada-Ku ...
Ash-shabru (kesabaran)




Perhatikan surat Ali Imran ayat 200.
  “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan
  kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di
  perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah,
  supaya kamu beruntung.”
At-tafa’ul (optimisme)




• Seorang dai harus mengokohkan bangunan optimisnya
  agar selalu penuh harapan dan tidak ada ruang
  kekecewaan sekecil apapun dalam jiwanya.
Do’a Ustadz Rahmat
 ”Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu
 Engkau kirimkan kepada kami da’i
 penyeru iman…Kepada nenek
 moyang kami penyembah
 berhala…Dari jauh mereka datang
 karena cinta mereka kepada
 da’wah…
 Berikan kami kesempatan dan
 kekuatan, keikhlasan dan
 kesabaran…Untuk menyambung
 risalah suci dan mulia ini kepada
 generasi berikut kami…
 Jangan jadikan kami pengkhianat
 yang memutuskan mata rantai
 kesinambungan ini dengan sikap
 malas dan enggan berda’wah, karena
 takut rugi dunia dan dibenci bangsa”

Motivasi membina

  • 1.
    mengapa… AKU enggan MEMBINA??!! asdianurhadi.co.cc @asdianurhadi
  • 2.
    Latar Belakang #1 Belum Memiliki Tujuan Hidup
  • 3.
    Latar Belakang #2 BelumMengetahui Tujuan Membina
  • 4.
    Latar Belakang #3 Belum Mengetahui “Keuntungan” Menjadi Pembina
  • 5.
    Latar Belakang #4 Kurang PD untuk Membina
  • 6.
  • 7.
    Kader yang tidakhanya menikmati dakwah, tetapi Kader yang mau bergerak untuk dakwah
  • 8.
    Aktifitas dakwah yang dilakukanoleh seorang da'i harus istimrariyah
  • 9.
    Solusi #3 “Keuntungan” Menjadi Pembina Siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (QS Fussilat, :33)
  • 10.
    "Allah memberikan HIDAYAHkepada seseorang dengan PERANTARAAN KAMU adalah LEBIH BAIK bagimu daripada seekor UNTA MERAH yang kamu miliki."(HR Bukhari)
  • 11.
    “Barangsiapa yang MENUNJUKKANKEPADA KEBAIKAN maka baginya pahala SEPERTI PAHALA ORANG YANG MELAKUKANNYA.” (HR. Muslim)
  • 12.
    Solusi #4 Percaya Diri Menjadi Pembina
  • 13.
    Perintah Alloh agar kita PD “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. 3 : 139)
  • 14.
    Lakukan visualisasi tentang akhir yang sukses dari halaqah yang kita isi
  • 15.
    Orang yang percaya dirimencari alasan untuk berbuat vs Orang yang tidak percaya diri mencari alasan untuk tidak berbuat
  • 16.
  • 17.
    Al-Iman (keimanan) • AlAhzab ayat 22–23. “Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan- golongan yang bersekutu itu, mereka Berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.”
  • 18.
    Al-Ikhlas (keikhlasan) Seorang pengembandakwah ini selayaknya selalu memiliki daya tahan terhadap rayuan dunia. Dalam hatinya hanya balasan dan keridhaan Allah semata yang paling berharga.
  • 19.
    Asy-syaja’ah (keberanian) • Al-Maidah ayat 44. ... Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku ...
  • 20.
    Ash-shabru (kesabaran) Perhatikan suratAli Imran ayat 200. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”
  • 21.
    At-tafa’ul (optimisme) • Seorangdai harus mengokohkan bangunan optimisnya agar selalu penuh harapan dan tidak ada ruang kekecewaan sekecil apapun dalam jiwanya.
  • 22.
    Do’a Ustadz Rahmat ”Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman…Kepada nenek moyang kami penyembah berhala…Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah… Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran…Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami… Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini dengan sikap malas dan enggan berda’wah, karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa”