Nama : Firman Sahari
Kelas : 5P_Ak
NIM : 12140049
MK : Perekonomian Indonesia
Peranan Sektor Pertanian
Pengertian dan lingkup sektor pertanian
Pertanian adalah salah satu sektor dimana didalamnya terdapat
penggunaan sumberdaya hayati untuk memproduksi suatu bahan
pangan,bahan baku industri dan sumber energi. Bagian terbesar
penduduk dunia adalah bermata pencaharian dalam bidang – bidang
pertanian dan pertanian juga mencakup berbagai bidang, tetapi
pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia.
Perkembangan dan peranan sektor pertanian dalam
perekonomian
Sektor pertanian hingga kini masih menjadi sumber mata
pencaharian utama sebagian besar penduduk Indonesia, pola perkembangan
sektor pertanian Indonesia ditempuh melalui 3 kemungkinan pola atau jalur
:
1. Jalur kapitalistik, yakni melalui pengembangan usaha tani-usaha tani
berskala besar dan melibatkan satuan-satuan yang berskala kecil.
2. Jalur sosialistik, yakni melalui pembentukan usaha tani kolektif
berskala besar yang diprakarsai oleh Negara.
3. Jalur koprasi semi kapitalistik yakni melalui pembinaan usaha tani,
usaha tani
kecil padat modal yang digalang dalam suatu koperasi nasional di
bawah pengelolaan Negara.
Salah satu teori yang menjelaskan peranan sektor pertanian
dalam perekonomian adalah teori petumbuhan ekonomi model lewis
tentang proses tranformasi pembangunan ekonomi di Negara
berkembang. Teori petumbuhan ekonomi lewis diasumsikan bahwa
terdapat kelebihan jumlah tenaga kerja dan perekonomian terdiri dari
sektor industry (kapitalis) dan sektor pertanian atau disebut dengan
sektor subsisten. Sektor ekonomi pertanian dicirikan dengan sektor yang
memberikan tingkat produktifitas (marginal physical produck) relative
lebih rendah daripada sektor industry karna jumlah tenaga kerja yang
bekerja di sektor pertanian lebih banyak dengan tingkat keterampilan
lebih rendah dibandingkan yang bekerja di sektor industry. Adapun
menurut Kuznet sektor pertanian mampu menghasilkan surplus atau
neraca pembayaran karena sumbangannya terhadap ekspor maupun
pengembangan produk substitusi impor dan ekspansi sektor
nonpertanian melalui penyediaan pangan dan bahan baku bagi industry
pengolahan.
Peranan penting pertanian antara lain adalah :
1. Menyediakan kebutuhan bahan pangan yang diperlukan masyarakat
untuk menjamin ketahanan pangan.
2. Menyediakan bahan baku industry
3. Sebagai pasar potensial bagi produk-produk yang dihasilkan industry
4. Sumber tenaga kerja dan pembentukan modal yang diperlukan bagi
pembangunan sektor lain
5. Sumber perolehan devisa (Kuznets,1964)
6. Mengurangi tingkat kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan
7. Menyumbang pembangunan perdesaan dan pelestarian lingkungan
• Penyedia bahan pangan dan bahan baku industri
• Penyumbang PDB
• Penghasil devisa negara
• Penyerap tenaga kerja
• Sumber utama pendapatan rumah tangga perdesaan
• Penyedia bahan pakan dan bioenergi
• Komoditas padi [relatif rendah]
• Komoditas palawija
- Kedelai [tidak memiliki keunggulan]
- Jagung [relatif baik]
- Kacang tanah [cukup baik]
• Komoditas hortikultura/sayuran [baik]
• Komoditas perkebunan [relatif baik]
-Sawit, karet, kopi, teh, kakao, tembakau
• Komoditas peternakan
- ayam ras [relatif rendah bahkan tidak kompetitif]
Posisi Daya Saing Produk Pertanian Indonesia di
ASEAN
• Komoditas yg kompetitif bagi negara ASEAN lain:
- beras,gula, buah tropis segar, karet alam cair
jagung manis (Thailand)
- pepaya (Thailand, Filipina, Malaysia)
- semangka (Malaysia)
- mangga (Thailand, Filipina)
- pisang, nenas (Filipina)
- tembakau (Filipina)
- kacang tanah (Myanmar)
Posisi Daya Saing Produk Pertanian Indonesia di ASEAN
9
Tantangan Sektor Pertanian
Internal
• Daya saing pertanian
• Kestabilan harga komoditas pertanian
• Tata niaga hasil pertanian
• Iklim usaha (pembiayaan, suku bunga, insentif)
• Sumber Daya Manusia (pendidikan, minat menjadi petani)
• Infrastruktur dan sistem logistik-distribusi
• Dukungan inovasi dan litbang
Eksternal
• Penyelarasan kebijakan nasional dengan integrasi kawasan
• Pemenuhan komitmen terhadap Roadmap menuju MEA 2015
secara individu dan kolektif di ASEAN
• Sistem hukum dan perundangan-undangan yang berbeda di
setiap negara ASEAN
 Daya serap sektor pertanian terhadap tenaga kerja
cukup besar.
 Penyerapan sektor pertanian:
 tidak memerlukan kualifikasi keterampilan khusus dan
level pendidikan formal tertentu
 signifikan dalam jumlah
 dipengaruhi oleh man-land ratio
 Kuznets, 1961 dalam Ghatak, 1984:
 kontribusi produk dari sektor pertanian  ekspansi
sektor non pertanian melalui penyediaan pangan dan
bahan baku bagi industri pengolahan.
 sektor pertanian mampu menghasilkan surplus atas
neraca pembayaran karena sumbangannya terhadap
ekspor maupun pengembangan produk subtitusi impor.
 Proporsi suatu sektor terhadap total PDB
merupakan alat ukur peran sektor tersebut dalam
perekonomian suatu negara.
 Semakin besar proporsi PDB suatu sektor terhadap
total PDB menunjukkan semakin besarnya
dominasi sektor tersebut terhadap penciptaan
pendapatan negara.
 Jika dilihat dari struktur perekonomian (struktur
PDB) Indonesia pada kurun waktu 1988-2005,
perekonomian Indonesia didominasi oleh tiga
sektor yaitu pertanian, industri pengolahan dan
perdagangan.
 Pada tahun 1988-1989 kontribusi sektor pertanian
berada pada proporsi lebih dari 20 persen dan
paling besar diantara 9 sektor lainnya.
 Tahun 1990 kontribusi produksi sektor industri
pengolahan telah mengambil alih kontribusi
produksi sektor pertanian dan menjadikan
industri pengolahan sebagai kontributor tertinggi
pembentuk PDB Indonesia.
 Penurunan kontribusi sektor pertanian terus
terjadi pada kurun waktu 1990-1997 sedangkan
kontribusi sektor industri pengolahan terus
meningkat hingga 26,79 persen (1997).
 sektor pertanian merupakan komoditi ekspor yang
akan memperbesar devisa negara
 Negara-negara yang memiliki suberdaya yang rendah
akan memenuhi kebutuhan (khususnya pangan)
penduduknya melalui kegiatan perdagangan (impor).
Tahun Pertanian Industri Tambang Lainnya Migas Total
(Juta $)
1996 2.912,70 32.124,80 3.019,80 35,60 11.722,00 49.814,90
1997 3.132,60 34.985,20 3.107,10 596,10 11.622,50 53.443,50
1998 3.653,50 34.593,20 2.704,40 24,20 7.872,30 48.847,60
1999 2.901,50 33.332,40 2.625,90 13,50 9.792,20 48.665,40
2000 2.709,10 42.003,00 3.040,80 4,50 14.366,60 62.124,00
2001 2.438,50 37.671,10 3.569,00 5,40 12.636,30 56.320,90
2002 2.573,70 38.724,20 3.743,70 4,40 12.112,70 57.158,80
2003 2.526,10 40.880,00 3.995,70 4,70 13.651,40 61.058,10
2004 2.513,30 48.660,20 4.761,00 4,20 15.645,30 71.584,60
2005 2.880,20 55.593,70 7.946,70 7,60 19.231,60 85.660,00
2006 3.364,90 65.023,90 11.191,50 8,90 21.209,50 100.798,50
2007 3.657,90 76.460,80 11.884,90 8,80 22.088,60 114.100,90
2008 4.584,60 88.393,50 14.906,20 24,50 29.126,30 137.020,40
2009 3.535,00 58.931,10 15.733,60 35,80 14.178,00 92.386,50
Sumber: Pusat Data Departemen Perdagangan, 2010
UPAYA YANG TELAH DAN SEDANG DILAKUKAN PEMERINTAH
Kebijakan pangan diarahkan pada peningkatan produksi dan efisiensi tanpa
harus mendorong peningkatan harga di tingkat konsumen.1
2
Peningkatan kesejahteraan petani dilakukan dengan mendorong efisiensi di
tingkat logistik dan distribusi sehingga kenaikan harga di tingkat konsumen bisa
ditekan dan pada saat yang sama harga di tingkat petani bisa membaik.
3
4
5
6
Penguatan dan perluasan peran Bulog untuk mengantisipasi efek negatif dari
struktur pasar.
Penguatan aliansi strategis antara BUMN dan swasta.
Peranan BUMN tidak hanya dalam produksi, pembibitan, pengolahan pangan
tapi juga dalam pemanfaatan lahan BUMN untuk penanaman tanaman pangan.
Pengembangan kawasan khusus untuk pangan dalam skala luas yang disertai
dengan modernisasi pengelolaan dan pengolahan pangan.
Langkah-langkah Strategis

10 peranan sektor pertanian

  • 1.
    Nama : FirmanSahari Kelas : 5P_Ak NIM : 12140049 MK : Perekonomian Indonesia
  • 2.
    Peranan Sektor Pertanian Pengertiandan lingkup sektor pertanian Pertanian adalah salah satu sektor dimana didalamnya terdapat penggunaan sumberdaya hayati untuk memproduksi suatu bahan pangan,bahan baku industri dan sumber energi. Bagian terbesar penduduk dunia adalah bermata pencaharian dalam bidang – bidang pertanian dan pertanian juga mencakup berbagai bidang, tetapi pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia.
  • 3.
    Perkembangan dan peranansektor pertanian dalam perekonomian Sektor pertanian hingga kini masih menjadi sumber mata pencaharian utama sebagian besar penduduk Indonesia, pola perkembangan sektor pertanian Indonesia ditempuh melalui 3 kemungkinan pola atau jalur : 1. Jalur kapitalistik, yakni melalui pengembangan usaha tani-usaha tani berskala besar dan melibatkan satuan-satuan yang berskala kecil. 2. Jalur sosialistik, yakni melalui pembentukan usaha tani kolektif berskala besar yang diprakarsai oleh Negara. 3. Jalur koprasi semi kapitalistik yakni melalui pembinaan usaha tani, usaha tani kecil padat modal yang digalang dalam suatu koperasi nasional di bawah pengelolaan Negara.
  • 4.
    Salah satu teoriyang menjelaskan peranan sektor pertanian dalam perekonomian adalah teori petumbuhan ekonomi model lewis tentang proses tranformasi pembangunan ekonomi di Negara berkembang. Teori petumbuhan ekonomi lewis diasumsikan bahwa terdapat kelebihan jumlah tenaga kerja dan perekonomian terdiri dari sektor industry (kapitalis) dan sektor pertanian atau disebut dengan sektor subsisten. Sektor ekonomi pertanian dicirikan dengan sektor yang memberikan tingkat produktifitas (marginal physical produck) relative lebih rendah daripada sektor industry karna jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian lebih banyak dengan tingkat keterampilan lebih rendah dibandingkan yang bekerja di sektor industry. Adapun menurut Kuznet sektor pertanian mampu menghasilkan surplus atau neraca pembayaran karena sumbangannya terhadap ekspor maupun pengembangan produk substitusi impor dan ekspansi sektor nonpertanian melalui penyediaan pangan dan bahan baku bagi industry pengolahan.
  • 5.
    Peranan penting pertanianantara lain adalah : 1. Menyediakan kebutuhan bahan pangan yang diperlukan masyarakat untuk menjamin ketahanan pangan. 2. Menyediakan bahan baku industry 3. Sebagai pasar potensial bagi produk-produk yang dihasilkan industry 4. Sumber tenaga kerja dan pembentukan modal yang diperlukan bagi pembangunan sektor lain 5. Sumber perolehan devisa (Kuznets,1964) 6. Mengurangi tingkat kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan 7. Menyumbang pembangunan perdesaan dan pelestarian lingkungan
  • 6.
    • Penyedia bahanpangan dan bahan baku industri • Penyumbang PDB • Penghasil devisa negara • Penyerap tenaga kerja • Sumber utama pendapatan rumah tangga perdesaan • Penyedia bahan pakan dan bioenergi
  • 7.
    • Komoditas padi[relatif rendah] • Komoditas palawija - Kedelai [tidak memiliki keunggulan] - Jagung [relatif baik] - Kacang tanah [cukup baik] • Komoditas hortikultura/sayuran [baik] • Komoditas perkebunan [relatif baik] -Sawit, karet, kopi, teh, kakao, tembakau • Komoditas peternakan - ayam ras [relatif rendah bahkan tidak kompetitif] Posisi Daya Saing Produk Pertanian Indonesia di ASEAN
  • 8.
    • Komoditas ygkompetitif bagi negara ASEAN lain: - beras,gula, buah tropis segar, karet alam cair jagung manis (Thailand) - pepaya (Thailand, Filipina, Malaysia) - semangka (Malaysia) - mangga (Thailand, Filipina) - pisang, nenas (Filipina) - tembakau (Filipina) - kacang tanah (Myanmar) Posisi Daya Saing Produk Pertanian Indonesia di ASEAN
  • 9.
    9 Tantangan Sektor Pertanian Internal •Daya saing pertanian • Kestabilan harga komoditas pertanian • Tata niaga hasil pertanian • Iklim usaha (pembiayaan, suku bunga, insentif) • Sumber Daya Manusia (pendidikan, minat menjadi petani) • Infrastruktur dan sistem logistik-distribusi • Dukungan inovasi dan litbang Eksternal • Penyelarasan kebijakan nasional dengan integrasi kawasan • Pemenuhan komitmen terhadap Roadmap menuju MEA 2015 secara individu dan kolektif di ASEAN • Sistem hukum dan perundangan-undangan yang berbeda di setiap negara ASEAN
  • 10.
     Daya serapsektor pertanian terhadap tenaga kerja cukup besar.  Penyerapan sektor pertanian:  tidak memerlukan kualifikasi keterampilan khusus dan level pendidikan formal tertentu  signifikan dalam jumlah  dipengaruhi oleh man-land ratio
  • 11.
     Kuznets, 1961dalam Ghatak, 1984:  kontribusi produk dari sektor pertanian  ekspansi sektor non pertanian melalui penyediaan pangan dan bahan baku bagi industri pengolahan.  sektor pertanian mampu menghasilkan surplus atas neraca pembayaran karena sumbangannya terhadap ekspor maupun pengembangan produk subtitusi impor.
  • 12.
     Proporsi suatusektor terhadap total PDB merupakan alat ukur peran sektor tersebut dalam perekonomian suatu negara.  Semakin besar proporsi PDB suatu sektor terhadap total PDB menunjukkan semakin besarnya dominasi sektor tersebut terhadap penciptaan pendapatan negara.  Jika dilihat dari struktur perekonomian (struktur PDB) Indonesia pada kurun waktu 1988-2005, perekonomian Indonesia didominasi oleh tiga sektor yaitu pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
  • 13.
     Pada tahun1988-1989 kontribusi sektor pertanian berada pada proporsi lebih dari 20 persen dan paling besar diantara 9 sektor lainnya.  Tahun 1990 kontribusi produksi sektor industri pengolahan telah mengambil alih kontribusi produksi sektor pertanian dan menjadikan industri pengolahan sebagai kontributor tertinggi pembentuk PDB Indonesia.  Penurunan kontribusi sektor pertanian terus terjadi pada kurun waktu 1990-1997 sedangkan kontribusi sektor industri pengolahan terus meningkat hingga 26,79 persen (1997).
  • 14.
     sektor pertanianmerupakan komoditi ekspor yang akan memperbesar devisa negara  Negara-negara yang memiliki suberdaya yang rendah akan memenuhi kebutuhan (khususnya pangan) penduduknya melalui kegiatan perdagangan (impor).
  • 15.
    Tahun Pertanian IndustriTambang Lainnya Migas Total (Juta $) 1996 2.912,70 32.124,80 3.019,80 35,60 11.722,00 49.814,90 1997 3.132,60 34.985,20 3.107,10 596,10 11.622,50 53.443,50 1998 3.653,50 34.593,20 2.704,40 24,20 7.872,30 48.847,60 1999 2.901,50 33.332,40 2.625,90 13,50 9.792,20 48.665,40 2000 2.709,10 42.003,00 3.040,80 4,50 14.366,60 62.124,00 2001 2.438,50 37.671,10 3.569,00 5,40 12.636,30 56.320,90 2002 2.573,70 38.724,20 3.743,70 4,40 12.112,70 57.158,80 2003 2.526,10 40.880,00 3.995,70 4,70 13.651,40 61.058,10 2004 2.513,30 48.660,20 4.761,00 4,20 15.645,30 71.584,60 2005 2.880,20 55.593,70 7.946,70 7,60 19.231,60 85.660,00 2006 3.364,90 65.023,90 11.191,50 8,90 21.209,50 100.798,50 2007 3.657,90 76.460,80 11.884,90 8,80 22.088,60 114.100,90 2008 4.584,60 88.393,50 14.906,20 24,50 29.126,30 137.020,40 2009 3.535,00 58.931,10 15.733,60 35,80 14.178,00 92.386,50 Sumber: Pusat Data Departemen Perdagangan, 2010
  • 17.
    UPAYA YANG TELAHDAN SEDANG DILAKUKAN PEMERINTAH Kebijakan pangan diarahkan pada peningkatan produksi dan efisiensi tanpa harus mendorong peningkatan harga di tingkat konsumen.1 2 Peningkatan kesejahteraan petani dilakukan dengan mendorong efisiensi di tingkat logistik dan distribusi sehingga kenaikan harga di tingkat konsumen bisa ditekan dan pada saat yang sama harga di tingkat petani bisa membaik. 3 4 5 6 Penguatan dan perluasan peran Bulog untuk mengantisipasi efek negatif dari struktur pasar. Penguatan aliansi strategis antara BUMN dan swasta. Peranan BUMN tidak hanya dalam produksi, pembibitan, pengolahan pangan tapi juga dalam pemanfaatan lahan BUMN untuk penanaman tanaman pangan. Pengembangan kawasan khusus untuk pangan dalam skala luas yang disertai dengan modernisasi pengelolaan dan pengolahan pangan. Langkah-langkah Strategis