PENGARUH PROGRAM INTERVENSI KEPERAWATAN BERBASIS MODEL
KONSEPTUAL LEVINE TERHADAP PEMULIHAN PASIEN FRAKTUR
DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
HENRIANTO KAROLUS SIREGAR
177046041/KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
Jumat, 19 Juli 2019
Komisi Penguji
Ketua : Dr. Dudut Tanjung, S.Kp., M.Kep., Sp.KMB.
Anggota : Nunung Febriany Sitepu, S.Kep.,Ns. MNS
Dr. dr. Ridha Dharmajaya, Sp. BS
Ns. Asrizal, M.Kep., RN., WOC(ET)N.,CHt.N
MAGISTER ILMU KEPERAWATAN USU
PROPOSAL TESIS
BAB 1
PENDAHULUAN
 5,6 juta orang meninggal disebabkan karena kecelakaan
 1,3 juta orang mengalamai kecacatan fisik secara permanen
 60 juta penduduk Amerika Serikat mengalami trauma berat
 50 % akan memerlukan perawatan di rumah sakit.
(Data WHO, 2011).
• Fraktur
Di Indonesia bahwa kejadian fraktur
mengakibatkan kegiatan sehari-hari terganggu
yaitu:
 Tahun 2013 mengalami fraktur 8,2 %
 Tahun 2018 megalami fraktur 9,2%.
(Riskesdas, 2018)
Prevalensi kejadian fraktur di Sumatera Utara
terdapat 864 orang yaitu:
 Fraktur ekstremitas bawah sebanyak 549 orang
(63,5%)
 Fraktur ekstremitas atas sebanyak 250 orang
(28,9%)
 Fraktur panggul sebanyak 39 orang (4,5%)
 Fraktur tulang belakang sebanyak 26 orang
(3,1%).
(Moesbar, 2013).
Prevalensi Fraktur di RSUP H. Adam Malik Sebanyak 428
orang yaitu :
 Fraktur tulang anggota gerak lainnya sebanyak 158 orang
 Fraktur tulang muka dan tengkorak sebanyak 147 orang
 Fraktur paha sebanyak 76 orang
 Fraktur leher dan thoraks sebanyak 35 orang
 Disklokasi sebanyak 9 orang
 Fraktur meliputi daerah badan multipel sebanyak 3 orang.
(Rekam Medis RSUP H. Adam Malik Medan, 2018).
Fraktur tersebut dapat menyebabkan perubahan yang signifikan pada
hidup seseorang sehingga mengalami pembatasan aktivitas, kecacatan, dan
kehilangan kemandirian. Maka harus segera dilakukan pemulihan fraktur.
• (Black & Hawks, 2014).
Pemulihan fraktur merupakan suatu tahap proses penyembuhan fraktur
yang akan dimulai sejak terjadinya proses fraktur sebagai usaha tubuh untuk
dapat memperbaiki kerusakan yang dialami oleh tubuh. Pemulihan akibat
trauma sangat membutuhkan waktu pemulihan yang berbeda-beda.
• (Whiteing, 2008).
(Einhorn &
Gerstenfeld,
2015).
• Pemulihan fraktur tergantung pada faktor usia dimana semakin tua usia seseorang
maka semakin lama proses pemulihan fraktur tersebut.
(Potter,
Perry,
Stockert, &
Hall, 2016).
• Pasien fraktur sering mengalami perubahan baik secara fisik maupun perubahan dari
psikologisnya.
(Alexiou,
Roushias,
Varitimidis,
& Malizos,
2018).
• Perubahan psikologis yang dialami akibat fraktur adalah depresi yang dapat
meningkatkan intensitas nyeri dan stres emosional. Hal ini dapat menghambat
pemulihan pasien fraktur.
(Corrarino,
2015).
• Faktor yang dapat mempengaruhi pemulihan fraktur yaitu tingkat pemindahan,
stabilitas mekanik, integritas tulang, infeksi, usia, status nutrisi, dan komplikasi
penyakit.
Pemulihan
Fraktur
Prevalensi pemulihan fraktur di Amerika Serikat menyatakan
bahwa sekitar 7,9 juta individu mengalami fraktur yang terjadi
setiap tahun adalah 5-10% mengalami gangguan pemulihan (Buza
& Einhorn, 2016)
Di Swedia terdapat 61 orang
pemulihan fraktur secara normal
dengan waktu pemulihan dalam 17
minggu, 27 orang pemulihan fraktur
yang lambat dengan waktu pemulihan
35 minggu dan 16 orang pemulihan
fraktur abnormal dengan waktu
pemulihan 69 minggu (Karladani et
al., 2001).
Di United Kingdom menyatakan kekuatan fisik individu yang kuat
dapat mempercepat pemulihan fraktur dengan rata-rata 30%
pemulihan dipercepat dalam waktu 12 minggu (Mirhadi, Ashwood, &
Karagkevrekis, 2013).
Hal tersebut dipengaruhi
berbagai faktor yang dirasakan
individu pada saat pengobatan
fraktur.
Individu yang mengalami fraktur sering mengalami masalah yang
kompleks seperti kelelahan, gangguan tidur, penurunan tonus otot,
adanya keterbatasan gerak, menurunnya kekuatan otot, nyeri,
keyakinan diri yang rendah, kecemasan, dan lamanya penyembuhan.
Untuk menjaga kemampuan individu dalam melawan rintangan, melakukan
adaptasi yang sesuai, dan menghadapi ketidakmampuan maka digunakan
model konsepetual konservasi Levine.
Model konseptual Levine ini bertujuan untuk dapat memelihara kebutuhan
individu yang akan menggunakan prinsip konservasi yang diharapkan dapat
berperan meningkatkan kemampuan individu melalui intervensi yang dilakukan
(Alligood & Tomey, 2014).
Model
Konseptual
Levine
Prinsip
Konservasi
Energi
Konservasi
Integritas
Struktural
Konservasi
Integritas
Pribadi
Konservasi
Integritas
Sosial
(Delmore
, 2006).
• Konservasi energi bertujuan untuk menghindari penggunaan energi yang berlebihan yang dapat
mengakibatkan gangguan tidur.
(Klafke et
al., 2015).
• Konservasi integritas struktural bertujuan untuk melakukan perawatan secara efektif, perawat
berperan sebagai conservator yang mendukung untuk mengurangi nyeri yang dirasakan oleh pasien
tersebut.
(Delmore,
2006).
• Konservasi integritas pribadi bertujuan untuk meningkatkan keyakinan diri dan mengurangi
kecemasan yang dirasakan oleh pasien tersebut selama perawatan di rumah sakit.
(Leach,
2006).
• Konservasi integritas sosial bertujuan untuk meningkatkan hubungan individu dengan keluarga, dan
masyarakat agar tercapai hubungan yang baik.
Tujuan
umum
• Untuk mengidentifikasi pengaruh program intevensi keperawatan berbasis model
konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H. Adam Malik Medan.
Tujuan
khusus
• Mengidentifikasi efektivitas pemulihan fraktur sesudah dilakukan program intervensi
keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP
H. Adam Malik Medan.
• Mengidentifikasi efektivitas pemulihan fraktur sesudah dilakukan program intervensi
keperawatan berbasis standar rumah sakit terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H.
Adam Malik Medan.
• Mengindentifikasi efektivitas pemulihan fraktur dibandingkan program intervensi
keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP
H. Adam Malik Medan.
• Mengindentifikasi hubungan pemulihan fraktur dengan program intervensi keperawatan
berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H. Adam
Malik Medan.
Tujuan Penelitian
Hipotesis
• Hipotesis penelitian ini adalah meningkatakan efektifitas pada program intervensi
keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP
H. Adam Malik Medan.
Manfaat
Penelitian
• Pendidikan Keperawatan
• Pelayanan Keperawatan
• Penelitian Keperawatan
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Fraktur Konsep Pemulihan Konsep Pemulihan
Fraktur
Konsep Model
Konservasi Levine
 Pengertian
 Penyebab
 Manifestasi klinis
 Klasifikasi
 Komplikasi
 Penatalaksanaan
 Faktor-faktor yang
mempengaruhi fraktur
 Pengertian
 Mekanisme
 Faktor yang
mempengaruhi
pemulihan.
 Pengertian
 Proses pemulihan
fraktur
 Faktor-faktor yang
mempengaruhi
pemulihan fraktur.
 Pengertian
 Metaparadigma model
konservasi Levine
 Teori keperawatan
 Intervensi keperawatan
model konservasi Levine
Variabel Independen:
 Intervensi keperawatan: teknik relaksasi
benson
 Intervensi keperawatan: teknik relaksasi
nafas dalam
 Intervensi keperawatan: relaksasi otot
progresif
 Intervensi keperawaan: pendidikan
kesehatan
Variabel Dependen
 Gangguan tidur
 Nyeri
 Kecemasan
 Dukungan keluarga
Faktor Perancu
 Umur
 Status nutrisi
 Komplikasi penyakit
Kerangka Konsep Penelitian
BAB 3
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
- Quasi Experiment
- Metode Nonequivalent
Post Test Only Control
Group Design.
Lokasi dan Waktu
Penelitian
- RSUP HAM
- Agustus s/d September
2019
Populasi dan Sampel
- Seluruh pasien Fraktur
yang di rawat di ruang
RB 3 RSUP HAM
- 81 orang
Metode Pengumpulan Data
Tahap
persiapan
Tahap
Intervensi
Post test
Informed
Consent
Selama 30 menit,
frekuensi 1 kali
sehari dan interval
waktu selama 3 hari.
Penilaian dilakukan
dengan kuesioner
Questionnaire about
the Process of
Recovery (QPR).
Variabel dan Defenisi Operasional
Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala
Variabel Independen:
Teknik relaksasi
benson
Teknik relaksasi napas
dalam
Teknik relaksasi otot
progresif
Pendidikan Kesehatan
Suatu tindakan terapi yang
mudah diterapkan dan
berfokus pada bentuk
ekspresi.
Suatu bentuk latihan agar
melakukan teknik relaksasi
napas dalam dengan baik.
Memfasilitasi pelepasan
dan peregangan otot yang
menghasilkan sensasi.
Suatu cara yang
mengembangkan
pengalaman belajar yang
dapat memfasilitasi
perilaku individu.
Variabel dan Defenisi Operasional
Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala
Variabel Dependen:
Gangguan tidur Suatu kebutuhan mental dan
fisik bagi responden untuk
memberikan kesempatan bagi
otot untuk dapat beristirahat.
Sleep Quality Scale 0-27: kualitas tidur baik
28-55: kualitas tidur cukup
56-84: kualitas tidur buruk
Interval
Nyeri Suatu pengalaman yang
dirasakan baik pengalaman
sensori dan pengalaman
emosional.
Numeric rating scale 0: tidak nyeri
2-3: nyeri ringan
4-6: nyeri sedang
7-10: nyeri berat.
Interval
Kecemasan Perasaan tidak nyaman yang
disertai respon autonom.
Hamilton anxiety
rating scale
0-17: kecemasan ringan
18-24: kecemasan sedang
25-30: kecemasan berat.
Interval
Dukungan keluarga Dukungan keluarga adalah
peningkatan minat, tujuan,
dan nilai-nilai keluarga.
Family support scale 0-15: dukungan keluarga kurang
16-31: dukungan keluarga cukup
32-48: dukungan keluarga baik.
Interval
Metode Pengukuran
Instrument
Kuesioner:
Questionnaire about
the Process of
Recovery (QPR), Sleep
Quality Scale (SQS),
Numeric Rating Scale,
Hamilton Anxiety
Rating Scale, dan
Family support scale
Validitas
- Content validity
index (CVI) adalah 0.8.
- Uji valid kepada
3 orang experts
Reliabilitas
-Hasil uji Instrumen
menggunakan
cronbach’s alpha
Metode Analisis Data
Pengolahan Data Analisa Univariat Analisa Bivariat
Editing Distribusi Frekuensi Uji Kolmogrov Smirnov.
Coding Persentasi Data Independent T-test
Entry
Cleaning
Prosesing
Pertimbangan Etik
Asas Manfaat (Beneficience)
Bebas Dari Kerugian dan Ketidaknyamanan
Bebas Dari Eksploitasi
Asas Menghargai Hak Asasi Manusia (Respect For Human
Dignity)
Hak untuk memperoleh informasi (the right to full disclosure)
Asas keadilan(justice)
TERIMAKASIH

1. ppt seminar proposal tesis

  • 1.
    PENGARUH PROGRAM INTERVENSIKEPERAWATAN BERBASIS MODEL KONSEPTUAL LEVINE TERHADAP PEMULIHAN PASIEN FRAKTUR DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN HENRIANTO KAROLUS SIREGAR 177046041/KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH Jumat, 19 Juli 2019 Komisi Penguji Ketua : Dr. Dudut Tanjung, S.Kp., M.Kep., Sp.KMB. Anggota : Nunung Febriany Sitepu, S.Kep.,Ns. MNS Dr. dr. Ridha Dharmajaya, Sp. BS Ns. Asrizal, M.Kep., RN., WOC(ET)N.,CHt.N MAGISTER ILMU KEPERAWATAN USU PROPOSAL TESIS
  • 2.
    BAB 1 PENDAHULUAN  5,6juta orang meninggal disebabkan karena kecelakaan  1,3 juta orang mengalamai kecacatan fisik secara permanen  60 juta penduduk Amerika Serikat mengalami trauma berat  50 % akan memerlukan perawatan di rumah sakit. (Data WHO, 2011). • Fraktur Di Indonesia bahwa kejadian fraktur mengakibatkan kegiatan sehari-hari terganggu yaitu:  Tahun 2013 mengalami fraktur 8,2 %  Tahun 2018 megalami fraktur 9,2%. (Riskesdas, 2018) Prevalensi kejadian fraktur di Sumatera Utara terdapat 864 orang yaitu:  Fraktur ekstremitas bawah sebanyak 549 orang (63,5%)  Fraktur ekstremitas atas sebanyak 250 orang (28,9%)  Fraktur panggul sebanyak 39 orang (4,5%)  Fraktur tulang belakang sebanyak 26 orang (3,1%). (Moesbar, 2013). Prevalensi Fraktur di RSUP H. Adam Malik Sebanyak 428 orang yaitu :  Fraktur tulang anggota gerak lainnya sebanyak 158 orang  Fraktur tulang muka dan tengkorak sebanyak 147 orang  Fraktur paha sebanyak 76 orang  Fraktur leher dan thoraks sebanyak 35 orang  Disklokasi sebanyak 9 orang  Fraktur meliputi daerah badan multipel sebanyak 3 orang. (Rekam Medis RSUP H. Adam Malik Medan, 2018).
  • 3.
    Fraktur tersebut dapatmenyebabkan perubahan yang signifikan pada hidup seseorang sehingga mengalami pembatasan aktivitas, kecacatan, dan kehilangan kemandirian. Maka harus segera dilakukan pemulihan fraktur. • (Black & Hawks, 2014). Pemulihan fraktur merupakan suatu tahap proses penyembuhan fraktur yang akan dimulai sejak terjadinya proses fraktur sebagai usaha tubuh untuk dapat memperbaiki kerusakan yang dialami oleh tubuh. Pemulihan akibat trauma sangat membutuhkan waktu pemulihan yang berbeda-beda. • (Whiteing, 2008).
  • 4.
    (Einhorn & Gerstenfeld, 2015). • Pemulihanfraktur tergantung pada faktor usia dimana semakin tua usia seseorang maka semakin lama proses pemulihan fraktur tersebut. (Potter, Perry, Stockert, & Hall, 2016). • Pasien fraktur sering mengalami perubahan baik secara fisik maupun perubahan dari psikologisnya. (Alexiou, Roushias, Varitimidis, & Malizos, 2018). • Perubahan psikologis yang dialami akibat fraktur adalah depresi yang dapat meningkatkan intensitas nyeri dan stres emosional. Hal ini dapat menghambat pemulihan pasien fraktur. (Corrarino, 2015). • Faktor yang dapat mempengaruhi pemulihan fraktur yaitu tingkat pemindahan, stabilitas mekanik, integritas tulang, infeksi, usia, status nutrisi, dan komplikasi penyakit.
  • 5.
    Pemulihan Fraktur Prevalensi pemulihan frakturdi Amerika Serikat menyatakan bahwa sekitar 7,9 juta individu mengalami fraktur yang terjadi setiap tahun adalah 5-10% mengalami gangguan pemulihan (Buza & Einhorn, 2016) Di Swedia terdapat 61 orang pemulihan fraktur secara normal dengan waktu pemulihan dalam 17 minggu, 27 orang pemulihan fraktur yang lambat dengan waktu pemulihan 35 minggu dan 16 orang pemulihan fraktur abnormal dengan waktu pemulihan 69 minggu (Karladani et al., 2001). Di United Kingdom menyatakan kekuatan fisik individu yang kuat dapat mempercepat pemulihan fraktur dengan rata-rata 30% pemulihan dipercepat dalam waktu 12 minggu (Mirhadi, Ashwood, & Karagkevrekis, 2013). Hal tersebut dipengaruhi berbagai faktor yang dirasakan individu pada saat pengobatan fraktur.
  • 6.
    Individu yang mengalamifraktur sering mengalami masalah yang kompleks seperti kelelahan, gangguan tidur, penurunan tonus otot, adanya keterbatasan gerak, menurunnya kekuatan otot, nyeri, keyakinan diri yang rendah, kecemasan, dan lamanya penyembuhan. Untuk menjaga kemampuan individu dalam melawan rintangan, melakukan adaptasi yang sesuai, dan menghadapi ketidakmampuan maka digunakan model konsepetual konservasi Levine. Model konseptual Levine ini bertujuan untuk dapat memelihara kebutuhan individu yang akan menggunakan prinsip konservasi yang diharapkan dapat berperan meningkatkan kemampuan individu melalui intervensi yang dilakukan (Alligood & Tomey, 2014).
  • 7.
  • 8.
    (Delmore , 2006). • Konservasienergi bertujuan untuk menghindari penggunaan energi yang berlebihan yang dapat mengakibatkan gangguan tidur. (Klafke et al., 2015). • Konservasi integritas struktural bertujuan untuk melakukan perawatan secara efektif, perawat berperan sebagai conservator yang mendukung untuk mengurangi nyeri yang dirasakan oleh pasien tersebut. (Delmore, 2006). • Konservasi integritas pribadi bertujuan untuk meningkatkan keyakinan diri dan mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh pasien tersebut selama perawatan di rumah sakit. (Leach, 2006). • Konservasi integritas sosial bertujuan untuk meningkatkan hubungan individu dengan keluarga, dan masyarakat agar tercapai hubungan yang baik.
  • 9.
    Tujuan umum • Untuk mengidentifikasipengaruh program intevensi keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H. Adam Malik Medan. Tujuan khusus • Mengidentifikasi efektivitas pemulihan fraktur sesudah dilakukan program intervensi keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H. Adam Malik Medan. • Mengidentifikasi efektivitas pemulihan fraktur sesudah dilakukan program intervensi keperawatan berbasis standar rumah sakit terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H. Adam Malik Medan. • Mengindentifikasi efektivitas pemulihan fraktur dibandingkan program intervensi keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H. Adam Malik Medan. • Mengindentifikasi hubungan pemulihan fraktur dengan program intervensi keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H. Adam Malik Medan. Tujuan Penelitian
  • 10.
    Hipotesis • Hipotesis penelitianini adalah meningkatakan efektifitas pada program intervensi keperawatan berbasis model konseptual Levine terhadap pemulihan pasien fraktur di RSUP H. Adam Malik Medan. Manfaat Penelitian • Pendidikan Keperawatan • Pelayanan Keperawatan • Penelitian Keperawatan
  • 11.
    BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA KonsepFraktur Konsep Pemulihan Konsep Pemulihan Fraktur Konsep Model Konservasi Levine  Pengertian  Penyebab  Manifestasi klinis  Klasifikasi  Komplikasi  Penatalaksanaan  Faktor-faktor yang mempengaruhi fraktur  Pengertian  Mekanisme  Faktor yang mempengaruhi pemulihan.  Pengertian  Proses pemulihan fraktur  Faktor-faktor yang mempengaruhi pemulihan fraktur.  Pengertian  Metaparadigma model konservasi Levine  Teori keperawatan  Intervensi keperawatan model konservasi Levine
  • 12.
    Variabel Independen:  Intervensikeperawatan: teknik relaksasi benson  Intervensi keperawatan: teknik relaksasi nafas dalam  Intervensi keperawatan: relaksasi otot progresif  Intervensi keperawaan: pendidikan kesehatan Variabel Dependen  Gangguan tidur  Nyeri  Kecemasan  Dukungan keluarga Faktor Perancu  Umur  Status nutrisi  Komplikasi penyakit Kerangka Konsep Penelitian
  • 13.
    BAB 3 METODE PENELITIAN JenisPenelitian - Quasi Experiment - Metode Nonequivalent Post Test Only Control Group Design. Lokasi dan Waktu Penelitian - RSUP HAM - Agustus s/d September 2019 Populasi dan Sampel - Seluruh pasien Fraktur yang di rawat di ruang RB 3 RSUP HAM - 81 orang
  • 14.
    Metode Pengumpulan Data Tahap persiapan Tahap Intervensi Posttest Informed Consent Selama 30 menit, frekuensi 1 kali sehari dan interval waktu selama 3 hari. Penilaian dilakukan dengan kuesioner Questionnaire about the Process of Recovery (QPR).
  • 15.
    Variabel dan DefenisiOperasional Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala Variabel Independen: Teknik relaksasi benson Teknik relaksasi napas dalam Teknik relaksasi otot progresif Pendidikan Kesehatan Suatu tindakan terapi yang mudah diterapkan dan berfokus pada bentuk ekspresi. Suatu bentuk latihan agar melakukan teknik relaksasi napas dalam dengan baik. Memfasilitasi pelepasan dan peregangan otot yang menghasilkan sensasi. Suatu cara yang mengembangkan pengalaman belajar yang dapat memfasilitasi perilaku individu.
  • 16.
    Variabel dan DefenisiOperasional Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala Variabel Dependen: Gangguan tidur Suatu kebutuhan mental dan fisik bagi responden untuk memberikan kesempatan bagi otot untuk dapat beristirahat. Sleep Quality Scale 0-27: kualitas tidur baik 28-55: kualitas tidur cukup 56-84: kualitas tidur buruk Interval Nyeri Suatu pengalaman yang dirasakan baik pengalaman sensori dan pengalaman emosional. Numeric rating scale 0: tidak nyeri 2-3: nyeri ringan 4-6: nyeri sedang 7-10: nyeri berat. Interval Kecemasan Perasaan tidak nyaman yang disertai respon autonom. Hamilton anxiety rating scale 0-17: kecemasan ringan 18-24: kecemasan sedang 25-30: kecemasan berat. Interval Dukungan keluarga Dukungan keluarga adalah peningkatan minat, tujuan, dan nilai-nilai keluarga. Family support scale 0-15: dukungan keluarga kurang 16-31: dukungan keluarga cukup 32-48: dukungan keluarga baik. Interval
  • 17.
    Metode Pengukuran Instrument Kuesioner: Questionnaire about theProcess of Recovery (QPR), Sleep Quality Scale (SQS), Numeric Rating Scale, Hamilton Anxiety Rating Scale, dan Family support scale Validitas - Content validity index (CVI) adalah 0.8. - Uji valid kepada 3 orang experts Reliabilitas -Hasil uji Instrumen menggunakan cronbach’s alpha
  • 18.
    Metode Analisis Data PengolahanData Analisa Univariat Analisa Bivariat Editing Distribusi Frekuensi Uji Kolmogrov Smirnov. Coding Persentasi Data Independent T-test Entry Cleaning Prosesing
  • 19.
    Pertimbangan Etik Asas Manfaat(Beneficience) Bebas Dari Kerugian dan Ketidaknyamanan Bebas Dari Eksploitasi Asas Menghargai Hak Asasi Manusia (Respect For Human Dignity) Hak untuk memperoleh informasi (the right to full disclosure) Asas keadilan(justice)
  • 20.