PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI
DAN
MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI
TERHADAP KUALITAS PELAYANAN
DI KECAMATAN PARUNG
KABUPATEN BOGOR
Oleh:
ANTONIUS SULISTIANTO
MIA-0804040005
PERMASALAHAN
LATAR
BELAKANG
IDENTIFIKASI LINGKUP :
Masih belum
maksimalnya
Kualitas pelayanan
yang terjadi di
Kecamatan Parung
yang dipengaruhi
oleh berbagai
faktor, setidaknya
faktor-faktor tersebut
utamanya
menyangkut
pegawai dan
lingkungan
organisasi secara
keseluruhan
Seberapa besar pengaruh :
1. Jumlah pegawai
2. Komitmen Organisasi
3. Sikap berorientasi perubahan
4. Disiplin kerja
5. Kompetensi pegawai
6. Penghayatan budaya organisasi
7. Kualitas SDM
8. Motivasi
9. Koordinasi
10.Kepemimpinan
11.Kondisi Iklim organisasi
12.Manajemen Teknologi Informasi
KUALITAS PELAYANAN
1. Kompetensi Pegawai
2. Manajemen Teknologi
Informasi
Kualitas
Pelayanan
RUMUSAN DAN TUJUAN
RUMUSAN TUJUAN
1. Seberapa besar pengaruh
Kompetensi Pegawai terhadap
Kualitas Pelayanan di Kec.
Parung?
2. Seberapa besar pengaruh
Manajemen Teknologi
Informasi terhadap Kualitas
Pelayanan di Kec. Parung?
3. Seberapa besar pengaruh
Kompetensi Pegawai dan
Manajemen Teknologi
Informasi secara simultan
terhadap Kualitas Pelayanan di
Kec. Parung
Untuk menganalisis :
1. Besarnya pengaruh Kompetensi
Pegawai terhadap Kualitas
Pelayanan di Kec. Parung
2. Besarnya pengaruh Manajemen
Teknologi Informasi terhadap
Kualitas Pelayanan di Kec. Parung
3. Besarnya pengaruh Kompetensi
Pegawai dan Manajemen
Teknologi Informasi secara
simultan terhadap Kualitas
Pelayanan di Kec. Parung
Kajian Teori dan Hipotesis
1. KOMPETENSI :
“Kemampuan yang dilandasi oleh
keterampilan dan pengetahuan yang
didukung oleh sikap kerja serta
penerapannya dalam melaksanakan
tugas dan pekerjaan mengacu pada
persyaratan kerja yang ditetapkan
untuk menghasilkan kinerja yang
superior”. (Gordon dalam Sutrisno
,2011:203)
2. MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI :
“Tata kelola organisasi yang
menggunakan perlengkapan teknologi
berupa perangkat keras dan perangkat
lunak dalam proses pengolahan data
menjadi informasi”.
(Sholihin, 2010, 489)
3. KUALITAS PELAYANAN :
“Ukuran seberapa baik layanan yang
diberikan oleh organisasi dalam rangka
memenuhi kebutuhan dan harapan
konsumen”. (Tangkilisan, 2007:215)
1. Kompetensi pegawai
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kualitas
pelayanan di Kec. Parung Kab.
Bogor;
2. Manajemen Teknologi Informasi
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kualitas
pelayanan di Kec. Parung Kab.
Bogor;
3. Kompetensi pegawai dan
Manajemen Teknologi Informasi
secara bersama-sama
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kualitas
Pelayanan di Kec. Parung Kab.
Bogor.
Kajian Teori
Hipotesis
No. Variabel Dimensi Indikator
1 Kompetensi (Gordon dalam
Sutrisno (2011: 204-205)
Pengetahuan
Pemahaman
Kemampuan
Nilai
Sikap
Minat
Identifikasi, Pembelajaran
Karakteristik, Kondisi
Efektif, Efisien
Kejujuran, Demokratis
Reaksi, Perasaan
Perubahan, Tugas
2. Manajemen Teknologi
Informasi (Sholihin (2010: 489)
Terkoneksi
Efisien
Terintegrasi
Perangkat, Jaringan,
On-line
Cepat, Mudah,
Kesalahan
Data base , Komunikasi, Hubungan,
Informasi
3. Kualitas Pelayanan
(Tangkilisan, 2007: 216-217)
Bukti langsung (tangibles)
Keandalan (reliability)
Daya tanggap
(responsiveness)
Jaminan (assurance)
Empati
(empathy)
Sarana fisik,
Penampilan personel, Sarana komunikasi
Segera,
Akurat,
Memuaskan
Cepat
Sigap
Pengetahuan,
Kemampuan
Kesopanan,
Dapat dipercaya
Komunikasi,
Perhatian,
Pemahaman
Operasionalisasi Penelitian
POPULASI DAN SAMPEL
N
n =
1+N.e²
86
n = = 71
1+(86x0,05²)
Rumus SLOVIN :
No. Uraian Populasi Sampel
1
Pegawai
Kecamatan
26 (26 : 86) x 71 = 21.47 = 21
2
Masyarakat yang
dilayani
60 (60 : 86) x 71 = 49.53 = 50
86 71
Hasil Penelitian
Hipotesis 1 (x1-y)
• x1y (+)
yang ditunjukkan oleh nilai
koefisien korelasi sederhana
ry1 = 0.533;
nilai koefisien determinasi
sederhana ry1
2 = 0.284; dan
model persamaan regresi
sederhana
Ŷ = 30.616 + 0.514X1.
• Pengaruh tersebut signifikan
karena nilai thitung > ttabel
(5.235 > 1.995) dan atau
Sig. < (0.000 < 0.05).
• Kompetensi Pegawai
memiliki hubungan positif
kategori sedang dengan
kualitas pelayanan, yang
secara individual
mempengaruhi 28,4% variasi
kualitas pelayanan. Sisanya
sebesar 71,6% adalah faktor
lain.
Hipotesis 2 (x2-y)
• x2y (+)
ditunjukkan oleh nilai
koefisien korelasi
sederhana ry2 = 0.488; nilai
koefisien determinasi
sederhana ry2
2 = 0.238; dan
model persamaan regresi
sederhana
Ŷ = 33.421 + 0.549X2.
• Pengaruh tersebut
signifikan karena nilai thitung
> ttabel (4.639 > 1.995) dan
atau Sig. < (0.000 < 0.05)
• Manajemen TI memiliki
hubungan positif kategori
sedang dengan kualitas
pelayanan, yang secara
individual mempengaruhi
23,8% variasi kualitas
pelayanan. Sisanya
sebesar 76,2% adalah
faktor lain.
Hipotesis 3 (x1+x2 – y)
• x1+x2  y (+)
ditunjukkan oleh nilai
koefisien korelasi ganda
ry.12 = 0.623;
koefisien determinasi ganda
ry.12
2 = 0.388; dan model
persamaan regresi ganda
Ŷ = 22.362 + 0.399X1 + 0.387X2.
• Pengaruh tersebut signifikan
karena nilai Fhitung > Ftabel
(21.584 > 3.13) dan atau Sig.
< (0.000 < 0.05)
• Kompetensi Pegawai dan
Manajemen TI secara
bersama-sama memiliki
hubungan positif kategori kuat
dengan kualitas
pelayanan, yang secara
bersama-sama
mempengaruhi 38,8% var
kualitas pelayanan
sedangkan sisanya 61,2 %
oleh faktor lain.
Kesimpulan
Terdapat pengaruh (+) dan signifikan :
1. Kompetensi Pegawai dgn Kualitas Pelayanan  makin tinggi
kompetensi pegawai, makin tinggi pula kualitas pelayanan;
2. Manajemen TI dgn Kualitas Pelayanan  makin baik
manajemen TI maka makin baik pula kualitas pelayanan;
3. Kompetensi Pegawai dan Manajemen TI secara bersama-sama
dgn Kualitas Pelayanan  semakin tinggi kompetensi pegawai
dan manajemen TI, semakin lebih baik kualitas pelayanan.
KESIMPULAN
SEKIAN &TERIMA KASIH
Kesimpulan dan Saran
Terdapat pengaruh (+) dan signifikan :
1. Kompetensi Pegawai dgn Kualitas
Pelayanan  makin tinggi
kompetensi pegawai, makin tinggi
pula kualitas pelayanan;
2. Manajemen TI dgn Kualitas
Pelayanan  makin baik
manajemen TI maka makin baik pula
kualitas pelayanan;
3. Kompetensi Pegawai dan
Manajemen TI secara bersama-
sama dgn Kualitas Pelayanan 
semakin tinggi kompetensi pegawai
dan manajemen TI, semakin lebih
baik kualitas pelayanan.
1. Sekretaris Daerah  mendorong
SKPD terkait kompetensi dgn diklat
& menambah sarpras TI
2. Pimpinan Kecamatan 
mengupayakan kompetensi
pegawai & manajemen TI  kualitas
pelayanan lebih baik.
3. Peningkatan x1 & x2 secara
bersama-sama dengan prioritas x1
4. Penelitian lanjutan  uji variabel lain
yang potensi pengaruhnya lebih kuat
KESIMPULAN SARAN
Hasil Penelitian
• Kompetensi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas pelayanan
yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana y1 =
0.533; nilai koefisien determinasi sederhana y1
2 = 0.284; dan
model persamaan regresi sederhana Ŷ = 30.616 + 0.514X1.
• Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (5.235 >
1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05).
• Makin baik kompetensi pegawai maka makin baik pula kualitas
pelayanan sebaliknya makin rendah kompetensi pegawai maka
makin buruk pula kualitas pelayanan.
• Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya
yang dilakukan oleh Efendy (2010), Zuamah (2007), Tobing
(2009), dan Darmawan (2009).
• Ketika pegawai pelayanan memiliki keterampilan, pengetahuan
dan sikap kerja sesuai persyaratan organisasi maka pelayanan
menjadi lebih baik. Sebaliknya ketika keterampilan, pengetahuan
dan sikap kerja kurang baik maka kualitas pelayanan juga akan
makin tidak baik.
Hasil Penelitian (2)
• Manajemen teknologi informasi memiliki pengaruh positif terhadap
kualitas pelayanan ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana y2
= 0.488; nilai koefisien determinasi sederhana y2
2 = 0.238; dan model
persamaan regresi sederhana Ŷ = 33.421 + 0.549X2.
• Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (4.639 > 1.995) dan
atau Sig. < (0.000 < 0.05)
• Makin baik manajemen teknologi informasi maka makin baik pula kualitas
pelayanan sebaliknya makin buruk manajemen teknologi informasi maka
makin buruk pula kualitas pelayanan.
• Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Yanuarni (2010).
• Manajemen teknologi informasi yang makin baik ditandai dengan
tersedianya perangkat yang lengkap, terkoneksi, efisien dan terintegrasi
membantu tugas pegawai dalam bekerja sehingga kinerjanya akan
semakin baki, sebaliknya jika hardware dan sofware yang digunakan
untuk mengelola teknologi informasi tidak memadai dan pegawai yang
menggunakan hardware dan software tidak menguasai dengan baik
maka kualitas pelayanan akan menjadi buruk.
Hasil Penelitian (3)
• Kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi secara
bersama-sama berpepngaruh positif terhadap kualitas pelayanan
ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi ganda y.12 = 0.623; koefisien
determinasi ganda y.12
2 = 0.388; dan model persamaan regresi ganda Ŷ
= 22.362 + 0.399X1 + 0.387X2.
• Pengaruh tersebut signifikan karena nilai Fhitung > Ftabel (21.584 > 3.13)
dan atau Sig. < (0.000 < 0.05)
• Makin tinggi kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi
maka makin baik pula kualitas pelayanan sebaliknya makin rendah
kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi maka makin
buruk pula kualitas pelayanan.
• Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang
dilakukan Efendy (2010), Zuamah (2007), Tobing (2009), dan Darmawan
(2009) maupun Yanuarni (2010).
• Keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja pegawai yang sesuai
persyaratan organisasi didukung teknologi informasi yang
terkoneksi, efisien dan terintegrasi membuat kualitas pelayanan menjadi
lebih baik. Sebaliknya tidak adanya keterampilan, pengetahuan dan sikap
kerja yang baik ditambah tidak tersedianya hardware dan software yang
memadai akan membuat kualitas pelayanan menjadi buruk.
Kajian Teori
Kompetensi :
1. Simamora (2004:92), 14 jenis keahlian, pengetahuan & kemampuan
2. Sutrisno (2011:203), 14  kemampuan, keterampilan, pengetahuan
3. Rivai (2009:422), 14 karakteristik dasar individu, unjuk kerja superior
4. Hartanto (2009:429), 15 karakteristik, kinerja efektif
Manajemen Teknologi Informasi :
1. Rochaety, Setyowati dan Ridwan Z (2011:6), 22  manajemen
2. William dan Sawyer (2003) TI= komputasi, jalur komunikasi, data, suara
3. Suwatno dan Priansa (2011:330), 23SIM, sub sistem utama SI, berbasis komputer
4. Solihin (2010:489), 28pengembangan sistem, dukungan teknis, op data pusat lahta
Kajian Teori
Kualitas Pelayanan :
1. Latunreng (2010:151), 31pelayanan, aktivitas, kebutuhan, kepuasan
2. Moenir (2002:27),31pelayanan, kegiatan, proses, rutin, berkesinambungan
3. Simamora (2001:180), 32tingkat keunggulan, pengendalian, keinginan pelanggan
4. Hidayat (2007:3,), 32ukuran, jasa pelayanan, memuaskan, konsumen
5. Tangkilisan (2007:215)persepsi pelanggan, superioritas layanan, akumulasi
kepuasan, pelanggan
Hasil Penelitian
Hipotesis 1 (x1-y)
• T hitung 5,235, T tabel 1.995
T hitung > T
tabel, sehingga H1
diterima.
• Untuk mengetahui
besarnya pengaruh x1-y
dilakukan dengan uji
persamaan regresi parsial
sebagai berikut
Y = 30.616 + 0.514X1
Setiap variabel X1 naik
satu tingkat maka akan
berpengaruh terhadap
peningkatan variabel Y
(kualitas pelayanan).
• Untuk mengetahui
besarnya pengaruh X1
terhadap Y di dapat
melalui uji determinasi
sebesar 28,4%. Sisanya
sebesar 71,6% adalah
faktor lain.
Hipotesis 2 (x2-y)
• T hitung 4,639.
T hitung > T
tabel, sehingga H1
diterima.
• Untuk mengetahui
besarnya pengaruh X2-Y
dilakukan dengan uji
persamaan regresi parsial
sebagai berikut
Y = 33.421 + 0.549 X2
Setiap variabel X2 naik
satu tingkat maka akan
berpengaruh terhadap
peningkatan variabel Y
(kualitas pelayanan).
• Untuk mengetahui
besarnya pengaruh X2
terhadap Y di dapat
melalui uji determinasi
sebesar 23,8%. Sisanya
sebesar 76,2% adalah
faktor lain.
Hipotesis 3 (x1+x2 – y)
• Setiap X1 bergerak 1 angka
menyebabkan perubahan
terhadap Y sebesar 0,339
dengan catatan X2 konstan.
• Setiap X2 bergerak 1 angka
menyebabkan perubahan
terhadap Y sebesar 0,387
dengan X1 konstan.
• Untuk mengetahui pengaruh
bersama X1 dan X2 terhadap
kompetensi dan manajemen
teknologi informasi dilakukan
uji determinasi regresi
berganda
Y = 22,362 + 0,339 X1 + 0,387 X2
sehingga didapatkan nilai
sebesar 38,8% sedangkan
sisanya oleh faktor lain.
Hasil Penelitian
Hipotesis 3
Setiap X1 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,339 dengan
catatan X2 konstan.
Setiap X2 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,387
dengan X1 konstan.
Untuk mengetahui pengaruh bersama X1 dan X2 terhadap kompetensi dan manajemen
teknologi informasi dilakukan uji determinasi regresi berganda
Y = 22,362 + 0,339 X1 + 0,387 X2
sehingga didapatkan nilai sebesar 38,8% sedangkan sisanya oleh faktor lain.
Kesimpulan
a. Kompetensi pegawai memiliki pengaruh positif
dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di
kecamatan Parung kabupaten Bogor
b. Manajemen teknologi informasi memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas
pelayanan di kecamatan Parung kabupaten
Bogor
c. Kompetensi pegawai dan manajemen teknologi
informasi secara bersama-sama memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas
pelayanan di kecamatan Parung kabupaten
Bogor
Saran
a. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor selaku pimpinan staf
pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor senantiasa
dapat terus mendorong SKPD terkait untuk terus
meningkatkan Kompetensi pegawainya melalui pendidikan
dan pelatihan, serta menambah sarana dan prasarana
Teknologi Informasi untuk meningkatkan layanan kepada
masyarakat serta tercapainya Pelayanan Prima.
b. Pimpinan kecamatan Parung kabupaten Bogor hendaknya
mengupayakan peningkatan kompetensi pegawai dan
manajemen teknologi informasi agar kualitas pelayanan
kepada masyarakat menjadi lebih baik.
d. Peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan
dengan menguji faktor lain yang belum diteliti karena masih
banyak faktor lain yang potensi pengaruhnya lebih kuat.
Kualitas Pelayanan
Kualitas pelayanan adalah ukuran seberapa baik layanan yang
diberikan oleh organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan dan
harapan konsumen.
No. Variabel Dimensi Indikator
3 Kualitas Pelayanan
(Tangkilisan, 2007:
216-217)
Bukti langsung
(tangibles)
Keandalan
(reliability)
Daya tanggap
(responsiveness)
Jaminan (assurance)
Empati
(empathy)
Sarana fisik,
Penampilan personel, Sarana
komunikasi
Segera,
Akurat,
Memuaskan
Cepat
Sigap
Pengetahuan,
Kemampuan
Kesopanan,
Dapat dipercaya
Komunikasi,
Perhatian,
Pemahaman
Populasi dan Sampel
Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai
Kecamatan Parung Kabupatan Bogor yang berjumlah 26 orang dan
rata-rata masyarakat yang dilayani dalam satu bulan sebanyak 60
orang sehingga populasi dalam penelitian ini sebanyak 86 orang.
No. Uraian Populasi Sampel
1 Pegawai Kecamatan 26 (26 : 86) x 71 = 21.47 = 21
2
Masyarakat yang
dilayani
60 (60 : 86) x 71 = 49.53 = 50
86 71
Hasil Penelitian
Hipotesis 1
T hitung 5,235. T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima.
Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1-Y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial
sebagai berikut
Y = 30.616 + 0.514X1
Setiap variabel X1 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y
(kualitas pelayanan).
Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar
28,4%. Sisanya sebesar 71,6% adalah faktor lain.
Hipotesis 2
T hitung 4,639. T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima.
Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2-Y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial
sebagai berikut
Y = 33.421 + 0.549 X2
Setiap variabel X2 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y
(kualitas pelayanan).
Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar
23,8%. Sisanya sebesar 76,2% adalah faktor lain.

Slide Tesis sidang- Stiami

  • 1.
    PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI DAN MANAJEMENTEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR Oleh: ANTONIUS SULISTIANTO MIA-0804040005
  • 2.
    PERMASALAHAN LATAR BELAKANG IDENTIFIKASI LINGKUP : Masihbelum maksimalnya Kualitas pelayanan yang terjadi di Kecamatan Parung yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, setidaknya faktor-faktor tersebut utamanya menyangkut pegawai dan lingkungan organisasi secara keseluruhan Seberapa besar pengaruh : 1. Jumlah pegawai 2. Komitmen Organisasi 3. Sikap berorientasi perubahan 4. Disiplin kerja 5. Kompetensi pegawai 6. Penghayatan budaya organisasi 7. Kualitas SDM 8. Motivasi 9. Koordinasi 10.Kepemimpinan 11.Kondisi Iklim organisasi 12.Manajemen Teknologi Informasi KUALITAS PELAYANAN 1. Kompetensi Pegawai 2. Manajemen Teknologi Informasi Kualitas Pelayanan
  • 3.
    RUMUSAN DAN TUJUAN RUMUSANTUJUAN 1. Seberapa besar pengaruh Kompetensi Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung? 2. Seberapa besar pengaruh Manajemen Teknologi Informasi terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung? 3. Seberapa besar pengaruh Kompetensi Pegawai dan Manajemen Teknologi Informasi secara simultan terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung Untuk menganalisis : 1. Besarnya pengaruh Kompetensi Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung 2. Besarnya pengaruh Manajemen Teknologi Informasi terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung 3. Besarnya pengaruh Kompetensi Pegawai dan Manajemen Teknologi Informasi secara simultan terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung
  • 4.
    Kajian Teori danHipotesis 1. KOMPETENSI : “Kemampuan yang dilandasi oleh keterampilan dan pengetahuan yang didukung oleh sikap kerja serta penerapannya dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan mengacu pada persyaratan kerja yang ditetapkan untuk menghasilkan kinerja yang superior”. (Gordon dalam Sutrisno ,2011:203) 2. MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI : “Tata kelola organisasi yang menggunakan perlengkapan teknologi berupa perangkat keras dan perangkat lunak dalam proses pengolahan data menjadi informasi”. (Sholihin, 2010, 489) 3. KUALITAS PELAYANAN : “Ukuran seberapa baik layanan yang diberikan oleh organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen”. (Tangkilisan, 2007:215) 1. Kompetensi pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di Kec. Parung Kab. Bogor; 2. Manajemen Teknologi Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di Kec. Parung Kab. Bogor; 3. Kompetensi pegawai dan Manajemen Teknologi Informasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung Kab. Bogor. Kajian Teori Hipotesis
  • 5.
    No. Variabel DimensiIndikator 1 Kompetensi (Gordon dalam Sutrisno (2011: 204-205) Pengetahuan Pemahaman Kemampuan Nilai Sikap Minat Identifikasi, Pembelajaran Karakteristik, Kondisi Efektif, Efisien Kejujuran, Demokratis Reaksi, Perasaan Perubahan, Tugas 2. Manajemen Teknologi Informasi (Sholihin (2010: 489) Terkoneksi Efisien Terintegrasi Perangkat, Jaringan, On-line Cepat, Mudah, Kesalahan Data base , Komunikasi, Hubungan, Informasi 3. Kualitas Pelayanan (Tangkilisan, 2007: 216-217) Bukti langsung (tangibles) Keandalan (reliability) Daya tanggap (responsiveness) Jaminan (assurance) Empati (empathy) Sarana fisik, Penampilan personel, Sarana komunikasi Segera, Akurat, Memuaskan Cepat Sigap Pengetahuan, Kemampuan Kesopanan, Dapat dipercaya Komunikasi, Perhatian, Pemahaman Operasionalisasi Penelitian
  • 6.
    POPULASI DAN SAMPEL N n= 1+N.e² 86 n = = 71 1+(86x0,05²) Rumus SLOVIN : No. Uraian Populasi Sampel 1 Pegawai Kecamatan 26 (26 : 86) x 71 = 21.47 = 21 2 Masyarakat yang dilayani 60 (60 : 86) x 71 = 49.53 = 50 86 71
  • 7.
    Hasil Penelitian Hipotesis 1(x1-y) • x1y (+) yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana ry1 = 0.533; nilai koefisien determinasi sederhana ry1 2 = 0.284; dan model persamaan regresi sederhana Ŷ = 30.616 + 0.514X1. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (5.235 > 1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05). • Kompetensi Pegawai memiliki hubungan positif kategori sedang dengan kualitas pelayanan, yang secara individual mempengaruhi 28,4% variasi kualitas pelayanan. Sisanya sebesar 71,6% adalah faktor lain. Hipotesis 2 (x2-y) • x2y (+) ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana ry2 = 0.488; nilai koefisien determinasi sederhana ry2 2 = 0.238; dan model persamaan regresi sederhana Ŷ = 33.421 + 0.549X2. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (4.639 > 1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05) • Manajemen TI memiliki hubungan positif kategori sedang dengan kualitas pelayanan, yang secara individual mempengaruhi 23,8% variasi kualitas pelayanan. Sisanya sebesar 76,2% adalah faktor lain. Hipotesis 3 (x1+x2 – y) • x1+x2  y (+) ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi ganda ry.12 = 0.623; koefisien determinasi ganda ry.12 2 = 0.388; dan model persamaan regresi ganda Ŷ = 22.362 + 0.399X1 + 0.387X2. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai Fhitung > Ftabel (21.584 > 3.13) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05) • Kompetensi Pegawai dan Manajemen TI secara bersama-sama memiliki hubungan positif kategori kuat dengan kualitas pelayanan, yang secara bersama-sama mempengaruhi 38,8% var kualitas pelayanan sedangkan sisanya 61,2 % oleh faktor lain.
  • 8.
    Kesimpulan Terdapat pengaruh (+)dan signifikan : 1. Kompetensi Pegawai dgn Kualitas Pelayanan  makin tinggi kompetensi pegawai, makin tinggi pula kualitas pelayanan; 2. Manajemen TI dgn Kualitas Pelayanan  makin baik manajemen TI maka makin baik pula kualitas pelayanan; 3. Kompetensi Pegawai dan Manajemen TI secara bersama-sama dgn Kualitas Pelayanan  semakin tinggi kompetensi pegawai dan manajemen TI, semakin lebih baik kualitas pelayanan. KESIMPULAN
  • 9.
  • 11.
    Kesimpulan dan Saran Terdapatpengaruh (+) dan signifikan : 1. Kompetensi Pegawai dgn Kualitas Pelayanan  makin tinggi kompetensi pegawai, makin tinggi pula kualitas pelayanan; 2. Manajemen TI dgn Kualitas Pelayanan  makin baik manajemen TI maka makin baik pula kualitas pelayanan; 3. Kompetensi Pegawai dan Manajemen TI secara bersama- sama dgn Kualitas Pelayanan  semakin tinggi kompetensi pegawai dan manajemen TI, semakin lebih baik kualitas pelayanan. 1. Sekretaris Daerah  mendorong SKPD terkait kompetensi dgn diklat & menambah sarpras TI 2. Pimpinan Kecamatan  mengupayakan kompetensi pegawai & manajemen TI  kualitas pelayanan lebih baik. 3. Peningkatan x1 & x2 secara bersama-sama dengan prioritas x1 4. Penelitian lanjutan  uji variabel lain yang potensi pengaruhnya lebih kuat KESIMPULAN SARAN
  • 12.
    Hasil Penelitian • Kompetensimemiliki pengaruh positif terhadap kualitas pelayanan yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana y1 = 0.533; nilai koefisien determinasi sederhana y1 2 = 0.284; dan model persamaan regresi sederhana Ŷ = 30.616 + 0.514X1. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (5.235 > 1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05). • Makin baik kompetensi pegawai maka makin baik pula kualitas pelayanan sebaliknya makin rendah kompetensi pegawai maka makin buruk pula kualitas pelayanan. • Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Efendy (2010), Zuamah (2007), Tobing (2009), dan Darmawan (2009). • Ketika pegawai pelayanan memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja sesuai persyaratan organisasi maka pelayanan menjadi lebih baik. Sebaliknya ketika keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja kurang baik maka kualitas pelayanan juga akan makin tidak baik.
  • 13.
    Hasil Penelitian (2) •Manajemen teknologi informasi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas pelayanan ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana y2 = 0.488; nilai koefisien determinasi sederhana y2 2 = 0.238; dan model persamaan regresi sederhana Ŷ = 33.421 + 0.549X2. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (4.639 > 1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05) • Makin baik manajemen teknologi informasi maka makin baik pula kualitas pelayanan sebaliknya makin buruk manajemen teknologi informasi maka makin buruk pula kualitas pelayanan. • Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yanuarni (2010). • Manajemen teknologi informasi yang makin baik ditandai dengan tersedianya perangkat yang lengkap, terkoneksi, efisien dan terintegrasi membantu tugas pegawai dalam bekerja sehingga kinerjanya akan semakin baki, sebaliknya jika hardware dan sofware yang digunakan untuk mengelola teknologi informasi tidak memadai dan pegawai yang menggunakan hardware dan software tidak menguasai dengan baik maka kualitas pelayanan akan menjadi buruk.
  • 14.
    Hasil Penelitian (3) •Kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi secara bersama-sama berpepngaruh positif terhadap kualitas pelayanan ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi ganda y.12 = 0.623; koefisien determinasi ganda y.12 2 = 0.388; dan model persamaan regresi ganda Ŷ = 22.362 + 0.399X1 + 0.387X2. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai Fhitung > Ftabel (21.584 > 3.13) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05) • Makin tinggi kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi maka makin baik pula kualitas pelayanan sebaliknya makin rendah kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi maka makin buruk pula kualitas pelayanan. • Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan Efendy (2010), Zuamah (2007), Tobing (2009), dan Darmawan (2009) maupun Yanuarni (2010). • Keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja pegawai yang sesuai persyaratan organisasi didukung teknologi informasi yang terkoneksi, efisien dan terintegrasi membuat kualitas pelayanan menjadi lebih baik. Sebaliknya tidak adanya keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja yang baik ditambah tidak tersedianya hardware dan software yang memadai akan membuat kualitas pelayanan menjadi buruk.
  • 15.
    Kajian Teori Kompetensi : 1.Simamora (2004:92), 14 jenis keahlian, pengetahuan & kemampuan 2. Sutrisno (2011:203), 14  kemampuan, keterampilan, pengetahuan 3. Rivai (2009:422), 14 karakteristik dasar individu, unjuk kerja superior 4. Hartanto (2009:429), 15 karakteristik, kinerja efektif Manajemen Teknologi Informasi : 1. Rochaety, Setyowati dan Ridwan Z (2011:6), 22  manajemen 2. William dan Sawyer (2003) TI= komputasi, jalur komunikasi, data, suara 3. Suwatno dan Priansa (2011:330), 23SIM, sub sistem utama SI, berbasis komputer 4. Solihin (2010:489), 28pengembangan sistem, dukungan teknis, op data pusat lahta
  • 16.
    Kajian Teori Kualitas Pelayanan: 1. Latunreng (2010:151), 31pelayanan, aktivitas, kebutuhan, kepuasan 2. Moenir (2002:27),31pelayanan, kegiatan, proses, rutin, berkesinambungan 3. Simamora (2001:180), 32tingkat keunggulan, pengendalian, keinginan pelanggan 4. Hidayat (2007:3,), 32ukuran, jasa pelayanan, memuaskan, konsumen 5. Tangkilisan (2007:215)persepsi pelanggan, superioritas layanan, akumulasi kepuasan, pelanggan
  • 17.
    Hasil Penelitian Hipotesis 1(x1-y) • T hitung 5,235, T tabel 1.995 T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima. • Untuk mengetahui besarnya pengaruh x1-y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial sebagai berikut Y = 30.616 + 0.514X1 Setiap variabel X1 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y (kualitas pelayanan). • Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar 28,4%. Sisanya sebesar 71,6% adalah faktor lain. Hipotesis 2 (x2-y) • T hitung 4,639. T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima. • Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2-Y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial sebagai berikut Y = 33.421 + 0.549 X2 Setiap variabel X2 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y (kualitas pelayanan). • Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar 23,8%. Sisanya sebesar 76,2% adalah faktor lain. Hipotesis 3 (x1+x2 – y) • Setiap X1 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,339 dengan catatan X2 konstan. • Setiap X2 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,387 dengan X1 konstan. • Untuk mengetahui pengaruh bersama X1 dan X2 terhadap kompetensi dan manajemen teknologi informasi dilakukan uji determinasi regresi berganda Y = 22,362 + 0,339 X1 + 0,387 X2 sehingga didapatkan nilai sebesar 38,8% sedangkan sisanya oleh faktor lain.
  • 18.
    Hasil Penelitian Hipotesis 3 SetiapX1 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,339 dengan catatan X2 konstan. Setiap X2 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,387 dengan X1 konstan. Untuk mengetahui pengaruh bersama X1 dan X2 terhadap kompetensi dan manajemen teknologi informasi dilakukan uji determinasi regresi berganda Y = 22,362 + 0,339 X1 + 0,387 X2 sehingga didapatkan nilai sebesar 38,8% sedangkan sisanya oleh faktor lain.
  • 19.
    Kesimpulan a. Kompetensi pegawaimemiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di kecamatan Parung kabupaten Bogor b. Manajemen teknologi informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di kecamatan Parung kabupaten Bogor c. Kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di kecamatan Parung kabupaten Bogor
  • 20.
    Saran a. Sekretaris DaerahKabupaten Bogor selaku pimpinan staf pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor senantiasa dapat terus mendorong SKPD terkait untuk terus meningkatkan Kompetensi pegawainya melalui pendidikan dan pelatihan, serta menambah sarana dan prasarana Teknologi Informasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat serta tercapainya Pelayanan Prima. b. Pimpinan kecamatan Parung kabupaten Bogor hendaknya mengupayakan peningkatan kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi agar kualitas pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik. d. Peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan dengan menguji faktor lain yang belum diteliti karena masih banyak faktor lain yang potensi pengaruhnya lebih kuat.
  • 21.
    Kualitas Pelayanan Kualitas pelayananadalah ukuran seberapa baik layanan yang diberikan oleh organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. No. Variabel Dimensi Indikator 3 Kualitas Pelayanan (Tangkilisan, 2007: 216-217) Bukti langsung (tangibles) Keandalan (reliability) Daya tanggap (responsiveness) Jaminan (assurance) Empati (empathy) Sarana fisik, Penampilan personel, Sarana komunikasi Segera, Akurat, Memuaskan Cepat Sigap Pengetahuan, Kemampuan Kesopanan, Dapat dipercaya Komunikasi, Perhatian, Pemahaman
  • 22.
    Populasi dan Sampel Populasitarget dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kecamatan Parung Kabupatan Bogor yang berjumlah 26 orang dan rata-rata masyarakat yang dilayani dalam satu bulan sebanyak 60 orang sehingga populasi dalam penelitian ini sebanyak 86 orang. No. Uraian Populasi Sampel 1 Pegawai Kecamatan 26 (26 : 86) x 71 = 21.47 = 21 2 Masyarakat yang dilayani 60 (60 : 86) x 71 = 49.53 = 50 86 71
  • 23.
    Hasil Penelitian Hipotesis 1 Thitung 5,235. T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima. Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1-Y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial sebagai berikut Y = 30.616 + 0.514X1 Setiap variabel X1 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y (kualitas pelayanan). Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar 28,4%. Sisanya sebesar 71,6% adalah faktor lain. Hipotesis 2 T hitung 4,639. T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima. Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2-Y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial sebagai berikut Y = 33.421 + 0.549 X2 Setiap variabel X2 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y (kualitas pelayanan). Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar 23,8%. Sisanya sebesar 76,2% adalah faktor lain.