SlideShare a Scribd company logo

Organoleptik-Penanganan contoh 3.ppt

P
putinur1

organoleptik

1 of 16
Download to read offline
Sebagian anggota dari populasi
(lot/partai yang dipilih dengan
menggunakan prosedur tertentu yang
ingin dianalisa yang ciri-ciri
keberadaannya diharapkan mampu
mewakili atau menggambarkan ciri-
ciri dan keberadaan populasi/lot yang
sebenarnya
“Suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil
contoh (bagian/unit-unit contoh secara benar dari suatu
populasi/lot/partai produk sehingga dapat digunakan sebagai
wakil yang representatif bagi populasi tersebut”
• Tidak mungkin mengambil seluruh anggota populasi
• Pengamatan bersifat merusak
• Perlu waktu lama, tenaga dan biaya yang besar.
• Mampu memberikan informasi yang lebih menyeluruh
dan mendalam (Komprehensif).
Laboratorium harus mempunyai rencana pengambilan
sampel dan prosedur untuk pengambilan sampel.
Harus tersedia dilokasi tempat pengambilan sampel
Ditujukan pada faktor-faktor yang harus dikendalikan.
Bila pelanggan menghendaki penyimpangan/pengecualian,
maka harus direkam secara rinci dan harus dicakup dalam
semua dokumen yang berisikan hasil uji.
Rekaman pengambilan sampel harus dipelihara (prosedur,
identifikasi PPC, kondisi lingkungan, dll)
Menurut SNI 01 – 2326 – 1991
Ditujukan pada faktor-faktor yang harus
dikendalikan.
Meliputi sejumlah partai yang mewakili bagian-
bagian dari suatu angkatan produksi yang
mempunyai kode produksi yang sama.
Dilakukan oleh petugas pengambil contoh
yang memenuhi persyaratan.
• Transportasi ke laboratorium sesegera mungkin, dijaga sesuai
kondisi aslinya dan dicegah dari kontaminasi
• Pada saat contoh diterima segera dicatat termasuk
abnormalitas atau penyimpangan contoh.
• Segera diserahkan kepada penerima contoh dengan disertai
berita acara penyerahan contoh.
• Segera diidentifikasi dan diberi kode untuk menjaga
kerahasiaan contoh dan menjamin tidak terjadinya kerancuan
identitas contoh.
• Jika ada keraguan mengenai kondisi contoh atau analisa yg
akan dilakukan, maka hrs dikonfirmasikan kepada pemilik
contoh.
Segera dianalisa/ disimpan sesuai dgn kondisi contoh.
Hal yang perlu diperhatikan:
 Produk beku disimpan pada suhu – 25 °C
 Produk segar disimpan pada suhu 0 – 5 °C,
analisa segera, atau maks 36 jam setelah
pengambilan contoh, atau contoh harus dibekukan.
 Produk kaleng / kering disimpan pd suhu ruang
 Contoh air dianalisa paling lambat 6 jam setelah
sampling
 Produk yang mempunyai aroma tajam seperti
tepung ikan, terasi dll harus disimpan terpisah dari
produk lain atau disimpan dalam wadah yang
kedap udara.

More Related Content

Similar to Organoleptik-Penanganan contoh 3.ppt

Penilaian Mutu Makanan
Penilaian Mutu MakananPenilaian Mutu Makanan
Penilaian Mutu MakananAgnescia Sera
 
Alat lab beserta fungsinya kimia
Alat lab beserta fungsinya kimiaAlat lab beserta fungsinya kimia
Alat lab beserta fungsinya kimiaRada Kusnadi
 
2 Pengambilan sampel.pdf
2 Pengambilan sampel.pdf2 Pengambilan sampel.pdf
2 Pengambilan sampel.pdfAndraPrima1
 
Makalah kimia Pengenalan alat-alat di Laboratorium Kimia (Irdan Arjulian)
Makalah kimia Pengenalan alat-alat  di Laboratorium  Kimia (Irdan Arjulian)Makalah kimia Pengenalan alat-alat  di Laboratorium  Kimia (Irdan Arjulian)
Makalah kimia Pengenalan alat-alat di Laboratorium Kimia (Irdan Arjulian)Irdan Arjulian
 
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_201203 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012SMKTA
 
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikanLaboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikanRidho Muhammad
 
Uji potensi antibiotik secara mikrobiologi
Uji potensi antibiotik secara mikrobiologiUji potensi antibiotik secara mikrobiologi
Uji potensi antibiotik secara mikrobiologiGuide_Consulting
 
Bab iii metode penilitian kelas 2 sma biologi
Bab iii metode penilitian kelas 2 sma biologiBab iii metode penilitian kelas 2 sma biologi
Bab iii metode penilitian kelas 2 sma biologialfanrizqi
 
Penilaianmutumakanan 170320060441
Penilaianmutumakanan 170320060441Penilaianmutumakanan 170320060441
Penilaianmutumakanan 170320060441dawam jamil
 
Laporan Praktikum Pengenalan Alat di Laboratorium
Laporan Praktikum Pengenalan Alat di LaboratoriumLaporan Praktikum Pengenalan Alat di Laboratorium
Laporan Praktikum Pengenalan Alat di LaboratoriumErnalia Rosita
 
5156 p1-p psp-pengawasan mutu
5156 p1-p psp-pengawasan mutu5156 p1-p psp-pengawasan mutu
5156 p1-p psp-pengawasan mutuWinarto Winartoap
 

Similar to Organoleptik-Penanganan contoh 3.ppt (20)

Penilaian Mutu Makanan
Penilaian Mutu MakananPenilaian Mutu Makanan
Penilaian Mutu Makanan
 
Alat lab beserta fungsinya kimia
Alat lab beserta fungsinya kimiaAlat lab beserta fungsinya kimia
Alat lab beserta fungsinya kimia
 
Laporan pengenalan alat
Laporan pengenalan alatLaporan pengenalan alat
Laporan pengenalan alat
 
Modul praktikum biokimia
Modul praktikum biokimiaModul praktikum biokimia
Modul praktikum biokimia
 
Mjlh9
Mjlh9Mjlh9
Mjlh9
 
2 Pengambilan sampel.pdf
2 Pengambilan sampel.pdf2 Pengambilan sampel.pdf
2 Pengambilan sampel.pdf
 
Pres 7
Pres 7Pres 7
Pres 7
 
Penanganan sputum
Penanganan sputumPenanganan sputum
Penanganan sputum
 
Makalah kimia Pengenalan alat-alat di Laboratorium Kimia (Irdan Arjulian)
Makalah kimia Pengenalan alat-alat  di Laboratorium  Kimia (Irdan Arjulian)Makalah kimia Pengenalan alat-alat  di Laboratorium  Kimia (Irdan Arjulian)
Makalah kimia Pengenalan alat-alat di Laboratorium Kimia (Irdan Arjulian)
 
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_201203 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012
 
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikanLaboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan
 
Blanching dan pasteurisasi
Blanching dan pasteurisasiBlanching dan pasteurisasi
Blanching dan pasteurisasi
 
Uji potensi antibiotik secara mikrobiologi
Uji potensi antibiotik secara mikrobiologiUji potensi antibiotik secara mikrobiologi
Uji potensi antibiotik secara mikrobiologi
 
Uji potensi antibiotik
Uji potensi antibiotikUji potensi antibiotik
Uji potensi antibiotik
 
Bab iii
Bab iiiBab iii
Bab iii
 
Bab iii metode penilitian kelas 2 sma biologi
Bab iii metode penilitian kelas 2 sma biologiBab iii metode penilitian kelas 2 sma biologi
Bab iii metode penilitian kelas 2 sma biologi
 
Penilaianmutumakanan 170320060441
Penilaianmutumakanan 170320060441Penilaianmutumakanan 170320060441
Penilaianmutumakanan 170320060441
 
Laporan Praktikum Pengenalan Alat di Laboratorium
Laporan Praktikum Pengenalan Alat di LaboratoriumLaporan Praktikum Pengenalan Alat di Laboratorium
Laporan Praktikum Pengenalan Alat di Laboratorium
 
5156 p1-p psp-pengawasan mutu
5156 p1-p psp-pengawasan mutu5156 p1-p psp-pengawasan mutu
5156 p1-p psp-pengawasan mutu
 
Panelis dalam evaluasi sensori
Panelis dalam evaluasi sensoriPanelis dalam evaluasi sensori
Panelis dalam evaluasi sensori
 

Recently uploaded

SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdfSERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdfDOWENSAPETUASIMARMAT
 
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptxPPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptximamasyari24
 
LANGKAH-LANGKAH OBSERVASI GURU DALAM PMM.pptx
LANGKAH-LANGKAH OBSERVASI GURU DALAM PMM.pptxLANGKAH-LANGKAH OBSERVASI GURU DALAM PMM.pptx
LANGKAH-LANGKAH OBSERVASI GURU DALAM PMM.pptxkavinjimustofa
 
Biologi asal usul kehidupan teori umum k
Biologi asal usul kehidupan teori umum kBiologi asal usul kehidupan teori umum k
Biologi asal usul kehidupan teori umum ksantasaid
 
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNContoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNwatihirma7
 
Modul Ajar Kelas 11 Ekonomi Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kelas 11 Ekonomi Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Kelas 11 Ekonomi Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kelas 11 Ekonomi Fase F Kurikulum MerdekaModul Guruku
 
Jurnal Steivy Kartika Tuegeh : Meningkatkan Nilai Bahasa Inggris dengan Tekno...
Jurnal Steivy Kartika Tuegeh : Meningkatkan Nilai Bahasa Inggris dengan Tekno...Jurnal Steivy Kartika Tuegeh : Meningkatkan Nilai Bahasa Inggris dengan Tekno...
Jurnal Steivy Kartika Tuegeh : Meningkatkan Nilai Bahasa Inggris dengan Tekno...triwahyuniblitar1
 
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptBab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptMichael Bradley
 
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian TengahSuku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian TengahPejuangKeadilan2
 
Modul Ajar Sejarah Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sejarah Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Sejarah Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sejarah Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Guruku
 
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaMedia Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaHYwg
 
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]Modul Guruku
 
Refleksi dengan model W3 ( What, So What dan Now What)
Refleksi dengan model W3 ( What, So What dan Now What)Refleksi dengan model W3 ( What, So What dan Now What)
Refleksi dengan model W3 ( What, So What dan Now What)CahyadiWahyono
 
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi gurukoneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi guruAlfianaNurulWijayant
 
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024ImronRosyadi182049
 
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'eKamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'ePejuangKeadilan2
 
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik - Fase E.pdf
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik  - Fase E.pdfModul Ajar Matematika - Laporan Statistik  - Fase E.pdf
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik - Fase E.pdfHaniNovi
 
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Fase D Bab 5 Jati Diri Bangsa Dan Bud...
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Fase D Bab 5 Jati Diri Bangsa Dan Bud...Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Fase D Bab 5 Jati Diri Bangsa Dan Bud...
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Fase D Bab 5 Jati Diri Bangsa Dan Bud...Abdiera
 
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxFORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxRamadhaniRamadhani23
 
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptxPutriSoniaAyu
 

Recently uploaded (20)

SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdfSERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
SERTIFIKAT KOMUNITAS BELAJAR FIX UPLOAD.pdf
 
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptxPPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
PPT PERSIAPAN OBSERVASI (MODUL AJAR).pptx
 
LANGKAH-LANGKAH OBSERVASI GURU DALAM PMM.pptx
LANGKAH-LANGKAH OBSERVASI GURU DALAM PMM.pptxLANGKAH-LANGKAH OBSERVASI GURU DALAM PMM.pptx
LANGKAH-LANGKAH OBSERVASI GURU DALAM PMM.pptx
 
Biologi asal usul kehidupan teori umum k
Biologi asal usul kehidupan teori umum kBiologi asal usul kehidupan teori umum k
Biologi asal usul kehidupan teori umum k
 
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNContoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
 
Modul Ajar Kelas 11 Ekonomi Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kelas 11 Ekonomi Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Kelas 11 Ekonomi Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kelas 11 Ekonomi Fase F Kurikulum Merdeka
 
Jurnal Steivy Kartika Tuegeh : Meningkatkan Nilai Bahasa Inggris dengan Tekno...
Jurnal Steivy Kartika Tuegeh : Meningkatkan Nilai Bahasa Inggris dengan Tekno...Jurnal Steivy Kartika Tuegeh : Meningkatkan Nilai Bahasa Inggris dengan Tekno...
Jurnal Steivy Kartika Tuegeh : Meningkatkan Nilai Bahasa Inggris dengan Tekno...
 
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptBab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
 
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian TengahSuku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
 
Modul Ajar Sejarah Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sejarah Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Sejarah Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Sejarah Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaMedia Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
 
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F - [modulguruku.com]
 
Refleksi dengan model W3 ( What, So What dan Now What)
Refleksi dengan model W3 ( What, So What dan Now What)Refleksi dengan model W3 ( What, So What dan Now What)
Refleksi dengan model W3 ( What, So What dan Now What)
 
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi gurukoneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
 
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
 
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'eKamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
 
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik - Fase E.pdf
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik  - Fase E.pdfModul Ajar Matematika - Laporan Statistik  - Fase E.pdf
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik - Fase E.pdf
 
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Fase D Bab 5 Jati Diri Bangsa Dan Bud...
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Fase D Bab 5 Jati Diri Bangsa Dan Bud...Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Fase D Bab 5 Jati Diri Bangsa Dan Bud...
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 8 Fase D Bab 5 Jati Diri Bangsa Dan Bud...
 
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxFORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
 
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
 

Organoleptik-Penanganan contoh 3.ppt

  • 1. Sebagian anggota dari populasi (lot/partai yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu yang ingin dianalisa yang ciri-ciri keberadaannya diharapkan mampu mewakili atau menggambarkan ciri- ciri dan keberadaan populasi/lot yang sebenarnya
  • 2. “Suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil contoh (bagian/unit-unit contoh secara benar dari suatu populasi/lot/partai produk sehingga dapat digunakan sebagai wakil yang representatif bagi populasi tersebut” • Tidak mungkin mengambil seluruh anggota populasi • Pengamatan bersifat merusak • Perlu waktu lama, tenaga dan biaya yang besar. • Mampu memberikan informasi yang lebih menyeluruh dan mendalam (Komprehensif).
  • 3. Laboratorium harus mempunyai rencana pengambilan sampel dan prosedur untuk pengambilan sampel. Harus tersedia dilokasi tempat pengambilan sampel Ditujukan pada faktor-faktor yang harus dikendalikan. Bila pelanggan menghendaki penyimpangan/pengecualian, maka harus direkam secara rinci dan harus dicakup dalam semua dokumen yang berisikan hasil uji. Rekaman pengambilan sampel harus dipelihara (prosedur, identifikasi PPC, kondisi lingkungan, dll)
  • 4. Menurut SNI 01 – 2326 – 1991 Ditujukan pada faktor-faktor yang harus dikendalikan. Meliputi sejumlah partai yang mewakili bagian- bagian dari suatu angkatan produksi yang mempunyai kode produksi yang sama. Dilakukan oleh petugas pengambil contoh yang memenuhi persyaratan.
  • 5. • Transportasi ke laboratorium sesegera mungkin, dijaga sesuai kondisi aslinya dan dicegah dari kontaminasi • Pada saat contoh diterima segera dicatat termasuk abnormalitas atau penyimpangan contoh. • Segera diserahkan kepada penerima contoh dengan disertai berita acara penyerahan contoh. • Segera diidentifikasi dan diberi kode untuk menjaga kerahasiaan contoh dan menjamin tidak terjadinya kerancuan identitas contoh. • Jika ada keraguan mengenai kondisi contoh atau analisa yg akan dilakukan, maka hrs dikonfirmasikan kepada pemilik contoh.
  • 6. Segera dianalisa/ disimpan sesuai dgn kondisi contoh. Hal yang perlu diperhatikan:  Produk beku disimpan pada suhu – 25 °C  Produk segar disimpan pada suhu 0 – 5 °C, analisa segera, atau maks 36 jam setelah pengambilan contoh, atau contoh harus dibekukan.  Produk kaleng / kering disimpan pd suhu ruang  Contoh air dianalisa paling lambat 6 jam setelah sampling  Produk yang mempunyai aroma tajam seperti tepung ikan, terasi dll harus disimpan terpisah dari produk lain atau disimpan dalam wadah yang kedap udara.
  • 7. •Contoh yang telah selesai diuji, disimpan sampai jangka waktu tertentu dan dimusnahkan dengan cara yg sesuai. •Pemusnahan contoh biasanya dilakukan setelah maksimal 4 bulan penyimpanan dan dilengkapi dengan berita acara pemusnahan contoh
  • 8. Penyiapan contoh uji sangat tergantung dari metoda uji yg digunakan: Uji beda (diskriminatif): penyiapan contoh tdk boleh menutupi, menambah atau merubah karakteristik dasar dari produk. Uji penerimaan: penyiapan contoh harus merupakan cara produk tersebut sebenarnya disiapkan dan dikonsumsi. Penyiapan contoh tidak boleh mempengaruhi rasa atau bau dari produk. Panelis biasanya dipengaruhi oleh karakteristik produk yg tdk relevan. Oki usahakan menyiapkan contoh dr perlakuan yang berbeda seidentik mungkin mis: memotong, menghaluskan dll untuk mendapatkan contoh yg uniform. Dlm uji penerimaan, contoh disajikan satu persatu daripada menghancurkan/memotong contoh utk menghilangkan perbedaan. Penambahan garam atau lada diperbolehkan dengan jumlah yg sama Perbedaan warna biasanya disamarkan dgn menggunakan lampu khusus atau pewarna yang tdk mempengaruhi flavor
  • 9. Prinsip:Contoh disajikan sedemikian rupa shg panelis hanya memberikan respon pd materi uji. Kuncinya adl keseragaman terutama pd satu uji yg diberikan bahkan dari satu uji ke uji lainnya. Faktor yg penting dipertimbangkan adl: ukuran contoh, wadah, suhu dan peralatan uji (piring dll) Ukuran contoh untuk uji beda, setiap panelis hrs menerima minimal 16 ml (0,5 ons) untuk contoh cairan dan 28 gr – 1 ons untuk contoh padat dan jumlah tersebut hrs dua kali lipat untuk uji penerimaan. Dlm bbrp uji panelis diminta untuk mengkonsumsi sejumlah normal produk mis: uji penerimaan susu yg diberi flavor, diberi 190 ml krn bbrp produk mungkin menyenangkan bila minum hanya 30 ml tetapi bila minum 190 ml mungkin akan terlalu manis atau jenuh.
  • 10. Suhu penyajian: bila memungkinkan contoh hrs disajikan pada suhu ruang krn lebih nyaman. Untuk uji penerimaan contoh disajikan pada suhu sebagaimana dikonsumsi, namun suhu ekstrim harus dihindari mis: minuman dingin tidak boleh lebih dingin dari 45 F dan makanan/minuman panas tidak boleh lebih dari 170 F. Untuk uji beda atau deskriptif, suhu harus dimodifikasi karena persepsi rasa yg paling baik pada suhu 20 dan 40 °C. Suhu contoh selama pengujian berlangsung harus dipertahankan konstan sehingga hasilnya dpt dibandingkan. Utk mencapai hal ini mungkn diperlukan oven, waterbath, styrofoam, dll
  • 11. Peralatan penyajian tidak boleh mempengaruhi rasa atau bau dari contoh. Gunakan wadah yang sama/identik untuk setiap contoh sehingga tidak ada bias. Gunakan wadah yang tidak berwarna atau putih, kecuali perbedaan dalam warna disamarkan. Pertimbangkan faktor2 mudah pengkodean, jenis produk dan suhu penyajian pada saat pemilihan wadah.
  • 12. Menghilangkan penampakan atau faktor lain:  Perbedaan dalam penampakan contoh bila menguji contoh utk karakteristik tertentu dapat dieliminasi dgn mengurangi iluminasi, lampu warna, atau penambahan zat pewarna.  Perbedaan pada faktor2 lain dapat juga dieliminasi dengan menggunakan berbagai cara seperti tekstur/konsistensi dgn dihancurkan/dihaluskan, mungkin dengan penambahan air.
  • 13. Jumlah contoh  Jumlah minimum contoh yg disajikan tergantung dr metoda uji, namun yg penting jumlah maksimum yg diperbolehkan.  Beberapa contoh atau set contoh dpt disajikan dlm satu sesi. Jumlah yg aktual tergantung dr seberapa cepat panelis menjadi fatigue atau seberapa menyenangkan metoda uji tsb.  Rekomendasi: Dlm uji penerimaan utk satu stimulus, 3 atau 4 contoh maksimum 6 Dlm uji pasangan, maksimum 3 set/pasang Dlm uji rasa (rank order), 4 – 6 contoh Dlm uji beda dgn panelis terlatih 4 – 6 contoh Dlm menguji stimulus tunggal dgn panelis terlatih, gunakan 6 contoh
  • 14. Contoh acuan: contoh acuan dpt membantu panelis dlm memberikan respon dan mungkin menurunkan perbedaan dlm pengujian. Contoh acuan hrs sama setiap pengujian Susunan penyajian  Bila pengujian lebih dari satu contoh, susunan contoh pada saat disajikan sangat penting.  Prinsipnya penyusunan contoh harus seimbang sehingga setiap contoh diuji dgn waktu yg sama.  Bila contoh disajikan secara bersamaan, seperti triangle atau rank order, satu contoh hrs dipertimbangkan sebelum yg lain. Tapi bila tidak bisa, maka keseimbangan geometrik susunan contoh dan instruksikan panelis sehingga setiap contoh mendapat perlakuan yg sama.
  • 15. Pengkodean: tdk boleh memberikan petunjuk kpd panelis ttg identitas perlakuan. Direkomendasikan menggunakan 3 digit angka secara acak. Gunakan alat yg tidak berbau untuk membuat kode pd wadah atau dgn komputer. Pembilasan: memberikan panelis bahan untuk mencuci mulut diantara contoh yg satu dgn yg lain. Bahan yg digunakan: air netral dgn suhu ruang. Bila contohberlemak diuji digunakan air hangat, teh hangat, air lemon, atau sepotong apel/pear. Unsalted cracker, seledri atau roti digunakan utk membuang sisa flavor dr mulut.
  • 16. Panelis hrs melakukannya secara konsisten setiap habis menguji satu contoh. Informasi ttg contoh: Berikan sedikit saja informasi ttg pengujian utk menghindari bias. Jangan ikutkan orang yg terlibat dalam eksperimen/persiapan contoh untuk menguji. Waktu pengujian: jam 9 – 10 pagi atau jam 2 – 3 sore.