10.bahaya fisik rs

4,347 views

Published on

3 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,347
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
46
Actions
Shares
0
Downloads
124
Comments
3
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

10.bahaya fisik rs

  1. 1. Gangguan Kesehatan Potensial Bahaya Faktor Fisik di Rumah Sakit
  2. 2. Faktor Fisik <ul><li>Tekanan panas / Thermal stress </li></ul><ul><li>Radiasi elektromagnetik </li></ul><ul><li>Partikel berenergi tinggi </li></ul><ul><li>Kebisingan. </li></ul><ul><li>Getaran </li></ul><ul><li>Dapur, Laundry </li></ul><ul><li>Radiologi, laboratorium </li></ul><ul><li>Radiologi </li></ul><ul><li>Generator, Laundry, Penanganan limbah </li></ul>
  3. 3. Thermal Stress <ul><li>Sumber: </li></ul><ul><ul><li>Alam; gurun pasir, iklim tropis dll </li></ul></ul><ul><ul><li>Man made source; industri </li></ul></ul><ul><li>Fisiologi suhu: </li></ul><ul><ul><li>Suhu normal : 37 0 C </li></ul></ul><ul><ul><li>Suhu kulit : 33 + 3-4 0 C </li></ul></ul>
  4. 4. Mekanisme kontrol <ul><li>Konveksi </li></ul><ul><li>Radiasi </li></ul><ul><li>Vasodilatasi / Vasokonstriksi </li></ul><ul><li>Berkeringat ---  evaporasi </li></ul><ul><li>Menggigil ---  panas metabolik </li></ul>
  5. 5. Mekanisme kontrol <ul><li>Aklimatisasi : proses fisiologis penyesuaian tubuh terhadap pajanan panas berulang. </li></ul>
  6. 6. Keseimbangan panas <ul><li>H = M + W = E – R – C – K – S </li></ul><ul><ul><li>H = Produksi panas </li></ul></ul><ul><ul><li>M= panas metabolisme </li></ul></ul><ul><ul><li>E = evaporasi </li></ul></ul><ul><ul><li>R = radiasi </li></ul></ul><ul><ul><li>C= konveksi </li></ul></ul><ul><ul><li>K = konduksi </li></ul></ul><ul><ul><li>S = panas tertahan dalam tubuh </li></ul></ul>
  7. 7. Komponen lingkungan <ul><li>Suhu udara </li></ul><ul><li>Panas radiasi </li></ul><ul><li>Kelembaban </li></ul><ul><li>Pergerakan udara / angin </li></ul>
  8. 8. Komponen lingkungan <ul><li>Indeks tekanan panas : WBGT / ISBB (Wet Bulb Globe Temperature / Indeks Suhu Basah dan Bola) </li></ul>
  9. 9. Nilai Ambang Batas Jenis Kerja Ringan Sedang Berat Kontinyu 75% – 25% istirahat 50% - 50% 25%- 75% 30.0 30.6 31.4 32.2 26.7 28.0 29.4 31.1 25.0 25.9 27.9 30.0
  10. 10. Faktor yang berpengaruh <ul><li>Determinan internal: </li></ul><ul><ul><li>Umur, jenis kelamin dan genetik </li></ul></ul><ul><li>Determinan eksternal: </li></ul><ul><ul><li>Hidrasi dan nutrisi </li></ul></ul>
  11. 11. Efek kesehatan <ul><li>Eritema dan miliaria </li></ul><ul><li>Sinkope </li></ul><ul><li>Heat cramps </li></ul><ul><li>Heat exhaustion </li></ul><ul><li>Heat stroke </li></ul>
  12. 12. GETARAN <ul><li>Getaran non akustik yang dihantarkan oleh kontak langsung dengan permukaan yang bergetar. </li></ul><ul><li>Dapat dijumpai pada alat fisioterapi, maintenace alat/bangunan, generator listrik </li></ul>
  13. 13. GETARAN <ul><li>Dibedakan seluruh tubuh maupun lokal. </li></ul><ul><li>Efek getaran: motion sickness , penglihatan kabur, lelah, dan ketidaknyamanan. </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Gangguan pada mata dan penglihatan terjadi pada frekuensi 2 - 27 Hz. </li></ul><ul><li>Getaran pada tangan dan lengan: fenomena Raynaud dan peningkatan ambang rasa getar. Keadaan ini dapat bersifat permanen. </li></ul>
  15. 15. Kebisingan <ul><li>Suara: rasa yang diartikan oleh indra pendengar akibat rangsangan getaran yang datang melalui media; berasal dari benda yang bergetar. </li></ul>
  16. 16. Kebisingan <ul><li>Bising adalah suara atau bunyi yang tidak dikehendaki ; baik berasal dari buatan manusia maupun dari kegiatan alam. </li></ul>
  17. 17. Kualitas bunyi <ul><li>ditentukan oleh; </li></ul><ul><ul><li>1. Frekuensi dalam satuan Hertz </li></ul></ul><ul><ul><li>Manusia dapat mendengar suara dengan frekuensi 20 sampai 20.000 Hz. </li></ul></ul><ul><ul><li>2. Intensitas bunyi dengan satuan desiBell (dB). </li></ul></ul>
  18. 18. Efek kesehatan <ul><li>Gangguan fisiologis yang menyebabkan stimulasi endokrin dan gangguan pencernaan. </li></ul><ul><li>Gangguan komunikasi. </li></ul><ul><li>Gangguan perilaku seperti mudah marah, gelisah dan takut. </li></ul><ul><li>Gangguan pendengaran </li></ul>
  19. 19. Gangguan pendengaran <ul><li>Trauma akustik </li></ul><ul><li>Ketulian sementara </li></ul><ul><li>Ketulian menetap , merusak sistim syaraf alat pendengar. </li></ul><ul><li>Nilai Ambang Batas: 85 dB </li></ul>
  20. 20. Radiasi Elektromagnetik <ul><li>radiasi pengion dan radiasi tidak mengion. </li></ul><ul><li>radiasi pengion, jenis radiasi ini mampu memecah molekul yang dilaluinya. </li></ul><ul><li>termasuk pengion adalah; sinar X dan sinar gamma. </li></ul>
  21. 21. Radiasi bukan pengion <ul><li>termasuk radiasi bukan pengion: medan magnet-listrik, sinar ultra violet, sinar infra red, frekuensi radio termasuk didalamnya gelombang mikro </li></ul>
  22. 22. Radiasi pengion <ul><li>Ionisasi: suatu proses pada suatu atom atau molekul yang disertai dengan perubahan elektron, yang dihasilkan oleh partikel partikel yang bermuatan listrik. </li></ul>
  23. 23. Medan magnet listrik <ul><li>frekuensi antara 30 sampai 300 Hz. </li></ul><ul><li>Penggunaan umum adalah 60 Hz. </li></ul><ul><li>panjang gelombang antara 10 9 sampai 10 8 cm </li></ul><ul><li>energi foton sebesar + 10 -14 elektronVolt (eV). </li></ul>
  24. 24. <ul><li>Diduga dapat menyebabkan terjadinya gangguan sistem syaraf, kardiovaskular, reproduksi dan lekemia. </li></ul><ul><li>Nilai ambang batas yang direkomendasikan oleh WHO dan IRPA adalah 100  Tesla (  T) untuk medan magnet dan 10 kV/m untuk medan listrik. </li></ul>
  25. 25. Ultra violet <ul><li>mengakibatkan iritasi pada permukaan tubuh </li></ul><ul><li>dalam bentuk peradangan, terbakar dan melepuh. </li></ul><ul><li>mengenai mata menyebabkan konjungtivitis dan katarak. </li></ul><ul><li>Sumber: sinar matahari, dan las listrik. </li></ul><ul><li>Perlindungan: kaca mata kobal. </li></ul>
  26. 26. Infra merah <ul><li>mengakibatkan beban panas tubuh meningkat, dan juga katarak. </li></ul><ul><li>Sumber: peleburan baja, peleburan gelas, dan bara logam. </li></ul>
  27. 27. Gelombang mikro <ul><li>melalui proses absorbsi, pantulan </li></ul><ul><li>penetrasi ke dalam tubuh tergantung panjang gelombang </li></ul>
  28. 28. <ul><li>panjang gelombang ;3 cm umumnya diabsorbsi pada stratum korneum kulit. </li></ul><ul><li>3 - 10 cm terjadi penetrasi lebih dalam dapat mencapai 1 cm. </li></ul>
  29. 29. <ul><li>10-20 cm penetrasi dan absorbsi cukup besar yang mempunyai potensi merusak organ tubuh bagian dalam. </li></ul>
  30. 30. <ul><li>Frekuensi lebih pendek, penetrasi lebih dalam. </li></ul><ul><li>kandungan air lebih tinggi, absorbsi gelombang mikro meningkat. </li></ul>
  31. 31. Gangguan kesehatan <ul><li>konjugtivitis, </li></ul><ul><li>katarak, </li></ul><ul><li>gangguan sistem syaraf, dan </li></ul><ul><li>gangguan reproduksi. </li></ul>
  32. 32. Partikel enersi tinggi <ul><li>Sinar X, sinar Gamma, partikel alfa, beta dan netron </li></ul><ul><li>menyebabkan terjadinya kerusakan molekul atau atom yang dilaluinya. </li></ul><ul><li>dikenal dengan efek Stokastik dan efek Non Stokastik </li></ul>
  33. 33. <ul><li>Efek non stokastik ditimbulkan sebanding dengan dosis yang diterima, dan t terjadi pada ambang batas tertentu . </li></ul><ul><li>Ambang Batas umum adalah 0,55 Sv. </li></ul>
  34. 34. <ul><li>Efek stokastik berkaitan dengan fungsi dosis tanpa memperhatikan ambang batas. </li></ul>
  35. 35. <ul><li>Dipengaruhi oleh radiosensitifitas sel </li></ul><ul><li>Anak-anak lebih sensitif dibanding orang dewasa </li></ul><ul><li>Dosis yang dapat menimbulkan efek ini adalah 50 mSv per tahun. </li></ul>
  36. 36. <ul><li>Akibat radiasi dapat dalam bentuk akut, maupun kronis. </li></ul><ul><li>Efek akut berupa sindroma gastrointestinal, sindroma sistem syaraf pusat, dan sindroma hemopoetik . </li></ul>
  37. 37. <ul><li>Efek akut lain berupa eritem, pigmentasi, terbakar, melepuh dan nekrosis. </li></ul>
  38. 38. Penatalaksanaan <ul><li>Bersifat simtomatis, isolasi menghindari infeksi, dan terapi cairan. </li></ul>
  39. 39. Efek kronis <ul><li>kemandulan, </li></ul><ul><li>kanker, </li></ul><ul><li>cacat kongenital, </li></ul><ul><li>katarak. </li></ul>
  40. 40. Efek kronis <ul><li>NAB irekomendasi International, Commission on Radiological Protection untuk dosis ekivalen setahun yaitu: </li></ul><ul><ul><li>lingkungan kerja : 5 rem </li></ul></ul><ul><ul><li>masyarakat umum: adalah 0,5 rem. </li></ul></ul>
  41. 41. <ul><li>1 rad = 0.01 Gray = 0,01 J/kg. </li></ul><ul><li>Efek akut dapat terjadi dengan radiasi lebih dari 1 Gy. </li></ul>

×