SlideShare a Scribd company logo

Gejala-Gejala Campuran.docx

Free Download Wordhttps:https://centersaintek.net/makalah-gejala-gejala-campuran/

1 of 10
Download to read offline
i
Gejala-Gejala Campuran
Makalah
Dosen Pengampu: Ibnul Arobi,M.Fil.I
Disusun oleh : Kelompok VII
1. Jauharatul Kamalia (7278)
2. Kevin Dinoval Aziz (7279)
3. Ikromullah Hakiki (7270)
4. Ilvatun Khomsiyah (7271)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM ZAINUL HASAN GENGGONG
KRAKSAAN-PROBOLINGGO
2023
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kemudahan kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Gejala-
Gejala Campuran".
Sholawat dan salam semoga tetep tercurahkan kepada pahlawan revolusi islam yang
telah membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang yakni
baginda Nabi besar Muhammad SAW.
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat mata
kuliah studi psikologi pendidikan dan pembelajaran. Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kami mohon maaf apabila dalam penulisan makalah
ini masih terdapat kesalahan-kesalahan yang merupakan akibat dari kelemahan kami semata.
Semoga makalah sederhana ini dapat di pahami bagi siapapun yang membacanya. Dan
semoga tugas makalah yang telah di susun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya.
Kraksaan 17 Juni 2023
(Penyusun)
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1. Latar Belakang.............................................................................................1
2. Rumusan Masalah........................................................................................1
3. Tujuan Masalah............................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................2
1. Perhatian…… ..............................................................................................2
2. Sugesti………..............................................................................................3
3. Kelelahan…… .............................................................................................4
BAB III PENUTUP............................................................................................…7
1. Kesimpulan ............................................................................................…..7
2. Saran………… ............................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................8
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Psikologi kognitif adalah studi ilmiah tentang jiwa yang berpikir dan berkaitan
dengan bagaimana kita memperhatikan serta memperoleh informasi mengenai dunia,
bagaimana informasi tersebut disimpan dan diproses oleh otak, dan bagaimana kita
memecahkan problem, berpikir, dan merumuskan bahasa.1
Gejala perhatian, kelelahan, dan sugesti ini selalu ada di diri seseorang dan selalu
dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kita juga bisa menghindari dengan beberapa cara
dan peringatan agar dapat memajukan perhatian. Menghindari kelelahan dan sugesti.
Perhatian itu sangat penting dipengaruhi oleh perasaan dan suasana hati, dan atas
ketentuan kemauan kita. Artinya ika seseorang itu Susana hatinya lagi kacau maka
sangat sulit rasa perhatian ini timbul. Sedangan kelelahan itu seperti kalian kehilangan
energi pada diri sehingga menadi susut sebagai akibnat pemakaian energy yang
berlebihan karena menyelsaikan tugas-tugas. Sedangakan sugesti ini pemberi pengaruh
atau pandangan orang lain tanpa memikiran dampaknya.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana definisi dari perhatian?
2. Bagaimana definisi sugesti?
3. Bagaimana definisi kelelahan?
C. Tujuan masalah
1. Untuk mengetahui definisi perhatian
2. Untuk mengetahui definisi sugesti
3. Untuk mengetahui definisi kelelahan
1 Solso, Cognitive Psychology. (Needham Heights, MA: Sixth Edition. Allyn & Bacon, 2001), 2.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perhatian
Perhatian adalah reaksi umum yang menyebabkan bertambahnya aktifitas daya
konsentrasi, terhadap pengamatan, pengertian, dan sebagainya dengan mengesampingkan
yang lain dari pada itu.2
Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh
aktivitas individu yang di tujukan kepada sesuatu atas sekumpulan objek.3
Selain itu individu dapat mencurahkan konsentrasinya pada banyak objek sekaligus
dalam satu waktu. Jadi objek yang dicakup tidak hanya bersifat tunggal atau satu objek
saja, tetapi melainkan bisa sekumpulan objek. Dengan demikian, dapat disimpulkan pula
bbahwa perhatian merupakan proses penyeleksian.
Perhatian sangatlah dipengaruhi oleh perasaan dan suasana hati, serta ditentukan oleh
kemauan (konasi/motivasi). Sesuatu yang dianggap luhur, mulia, dan indah akan sangat
memikat perhatian. Demikian pula sesuatu hal yang dapat menimbulkan rasa nyeri dan
ketakutan,akan mencekam perhatian. Sebaliknya, segala sesuatu yang membosankan,
sepele, dan terus-menerus berlangsung tidak akan bisa mengikat perhatian.
Dalam percakapan sehari-hari, terkadang kita juga dapat dikacaukan oleh pengertian
perhatian dan minat. Dalam praktiknya, perhatian seolah-olah lebih menonjolkan fungsi
pikir, sementara minat seolah-olah lebih menonjolkan fungsi rasa. Padahal, kenyataanya,
apa yang menarik minat kta menyebabkan kita berperhatian.4
Perhatian memiliki beragam jenis yang di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Perhatian spontan dan disengaja.
2. Perhatian statis dan dinamis, atau perhatian yang tetap terhadap sesuatu, atau
perhatian yang mudah berubah-ubah.
3. Perhatian konsentratif dan distributif, atau perhatian yang hanya ditujukan kepada
suatu objek (masalah) tertentu, dan perhatian yang dibagi-bagi pada beberapa arah
sekaligus.
2 Warsah & Baheri, Psikologi: Suatu Pengantar, (Yogyakarta: Tunas Gemilang Press, 2021), 146
3 Fikky Prasetya, Buku Ajar Psikologi Kesehatan, (Guepedia, 2020), 105
4 Warsah & Baheri, Psikologi: Suatu Pengantar, (Yogyakarta: Tunas Gemilang Press, 2021), 147
3
4. Perhatian sempit dan luas, yang artinya seseorang dengan perhatian sempit mudah
memusatkan perhatiannya pada suatu objek spesifik, sebaliknya individu dengan
perhatian luas kesulitan mengarah pada suatu spesifik.
5. Perhatian fiktif (melekat) dan fluktuatif, atau perhatian yang dapat melekat lama
dan perhatian yang berubah-ubah lekatannya atau hanya melekat pada yang dirasa
penting saja.
B. Sugesti
Sugesti adalah pengaruh terhadap jiwa atau laku seseorang dengan maksud tertentu,
sehingga pikiran dan kemauan terpengaruh olehnya (Warsah & Daheri, 2021, hlm. 157).
Misalnya, hal ini dapat ditimbulkan kepada siswa yang akan mengikuti apa yang
dikehendaki oleh gurunya (supaya mau belajar). Hal tersebut dapat terjadi karena siswa
yang sedang belajar memang sedang dalam keadaan, situasi, dan kondisi untuk untuk belajar
di lingkungan yang mendukungnya pula (sekolah), dan guru memiliki kewajiban dan
wewenang untuk mengajar.
Lebih lanjut mengenai sugesti, Ahmadi (dalam Warsah & Daheri, 2021, hlm. 157)
pernah berkata “Sugesti adalah pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang sehingga
pikiran, perasaan dan kemauannya terpengaruh dan dengan begitu orang mengakui atau
meyakini apa yang dikehendaki dari padanya”. Artinya, sugesti adalah pengaruh atas jiwa
atau perbuatan seseorang, sehingga pikiran, perasaan dan kemauannya terpengaruh, dan
dengan begitu orang mengakui apa yang dikehendaki dari padanya.
Inti dari pada sugesti ialah didesakkan suatu keyakinan kepada seseorang, yang olehnya
diterima mentah-mentah, tanpa pertimbangan yang dalam. Hal tersebut dapat dilakukan
apabila syaratnya terpenuhi, yakni:
1. Pihak yang mempengaruhi, mendesakkan suatu keyakinan, pendapat atau anggapan
kepada orang lain.
2. Pihak yang dipengaruhi, didesak untuk menurut dan menerima pendapat atau
tanggapan yang dikenakan kepadanya.
Tanpa adanya kedua hal tersebut, maka sugesti tidak akan terjadi (hanya satu pihak).
Menyugesti orang berarti mempengaruhi proses kejiwaan (pikiran, perasaan, dan kemauan)
orang lain, sehingga orang yang disugesti mengikuti dan berbuat apa seperti yang
disugestikan kepadanya.

Recommended

Perhatian Tugas Pendidikan
Perhatian Tugas PendidikanPerhatian Tugas Pendidikan
Perhatian Tugas Pendidikanguest45be8c
 
Perhatian Tugas Pendidikan
Perhatian Tugas PendidikanPerhatian Tugas Pendidikan
Perhatian Tugas Pendidikanjasapsikologi
 
Makalah faktor faktor yang mempengaruhi belajar (kelompok 10)
Makalah faktor faktor yang mempengaruhi belajar (kelompok 10)Makalah faktor faktor yang mempengaruhi belajar (kelompok 10)
Makalah faktor faktor yang mempengaruhi belajar (kelompok 10)Winda010293
 
Peran Layanan Konseling Terhadap Kesehatan Mental Peserta Didik
Peran Layanan Konseling Terhadap Kesehatan Mental Peserta DidikPeran Layanan Konseling Terhadap Kesehatan Mental Peserta Didik
Peran Layanan Konseling Terhadap Kesehatan Mental Peserta Didikwiyadnya
 
Prinsip Perkembangan dan Pertumbuhan
Prinsip Perkembangan dan PertumbuhanPrinsip Perkembangan dan Pertumbuhan
Prinsip Perkembangan dan PertumbuhanUnnes
 
Makna Psikologi Perkembangan Peserta Didik
Makna Psikologi Perkembangan Peserta DidikMakna Psikologi Perkembangan Peserta Didik
Makna Psikologi Perkembangan Peserta Didiksintaroyani
 

More Related Content

Similar to Gejala-Gejala Campuran.docx

Persepsi Sosial - doc
Persepsi Sosial - docPersepsi Sosial - doc
Persepsi Sosial - docNofrida Atika
 
Psikologi pendidikan jadi
Psikologi pendidikan jadiPsikologi pendidikan jadi
Psikologi pendidikan jadiNarendra
 
Teori dan prinsip prinsip yang mendasari pengajaran
Teori dan prinsip prinsip yang mendasari pengajaranTeori dan prinsip prinsip yang mendasari pengajaran
Teori dan prinsip prinsip yang mendasari pengajaranAtika Aziz
 
Tugas makalah b. indonesia januari 20011
Tugas makalah b. indonesia januari 20011Tugas makalah b. indonesia januari 20011
Tugas makalah b. indonesia januari 20011Setyo Gonzalez
 
Makalah Model Keperibadian Sehat
Makalah Model Keperibadian SehatMakalah Model Keperibadian Sehat
Makalah Model Keperibadian SehatYudiSiswanto5
 
psikologi kepribadian
psikologi kepribadianpsikologi kepribadian
psikologi kepribadianfahim alwi
 
Emosi, Stress dan Adaptasi
Emosi, Stress dan AdaptasiEmosi, Stress dan Adaptasi
Emosi, Stress dan Adaptasipjj_kemenkes
 
Persepsi sosial
Persepsi sosialPersepsi sosial
Persepsi sosialtyaadhietz
 
Persepsi sosial
Persepsi sosial Persepsi sosial
Persepsi sosial tyaadhietz
 
Persepsi sosial
Persepsi sosialPersepsi sosial
Persepsi sosialtyaadhietz
 
Persepsi sosial
Persepsi sosialPersepsi sosial
Persepsi sosialmuji3228
 
Kesadaran Diri dan Afek Emosi Manusia
Kesadaran Diri dan Afek Emosi ManusiaKesadaran Diri dan Afek Emosi Manusia
Kesadaran Diri dan Afek Emosi Manusiapjj_kemenkes
 
Makalah psikologi umu1
Makalah psikologi umu1Makalah psikologi umu1
Makalah psikologi umu1Warnet Raha
 
KONSEP DASAR BELAJAR
KONSEP DASAR BELAJARKONSEP DASAR BELAJAR
KONSEP DASAR BELAJARRetno Nindia
 

Similar to Gejala-Gejala Campuran.docx (20)

Persepsi Sosial - doc
Persepsi Sosial - docPersepsi Sosial - doc
Persepsi Sosial - doc
 
Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikanPsikologi pendidikan
Psikologi pendidikan
 
Psikologi pendidikan jadi
Psikologi pendidikan jadiPsikologi pendidikan jadi
Psikologi pendidikan jadi
 
Teori dan prinsip prinsip yang mendasari pengajaran
Teori dan prinsip prinsip yang mendasari pengajaranTeori dan prinsip prinsip yang mendasari pengajaran
Teori dan prinsip prinsip yang mendasari pengajaran
 
Tugas makalah b. indonesia januari 20011
Tugas makalah b. indonesia januari 20011Tugas makalah b. indonesia januari 20011
Tugas makalah b. indonesia januari 20011
 
Makalah Model Keperibadian Sehat
Makalah Model Keperibadian SehatMakalah Model Keperibadian Sehat
Makalah Model Keperibadian Sehat
 
psikologi kepribadian
psikologi kepribadianpsikologi kepribadian
psikologi kepribadian
 
Emosi, Stress dan Adaptasi
Emosi, Stress dan AdaptasiEmosi, Stress dan Adaptasi
Emosi, Stress dan Adaptasi
 
Persepsi sosial
Persepsi sosialPersepsi sosial
Persepsi sosial
 
Persepsi sosial
Persepsi sosial Persepsi sosial
Persepsi sosial
 
Persepsi sosial
Persepsi sosialPersepsi sosial
Persepsi sosial
 
Persepsi sosial
Persepsi sosialPersepsi sosial
Persepsi sosial
 
Makalah psikopend kel 7
Makalah psikopend kel 7Makalah psikopend kel 7
Makalah psikopend kel 7
 
2 teori belajar 1
2 teori belajar 12 teori belajar 1
2 teori belajar 1
 
Kesadaran Diri dan Afek Emosi Manusia
Kesadaran Diri dan Afek Emosi ManusiaKesadaran Diri dan Afek Emosi Manusia
Kesadaran Diri dan Afek Emosi Manusia
 
Makalah psikologi umu1
Makalah psikologi umu1Makalah psikologi umu1
Makalah psikologi umu1
 
Makalah psikologi umu1
Makalah psikologi umu1Makalah psikologi umu1
Makalah psikologi umu1
 
KONSEP DASAR BELAJAR
KONSEP DASAR BELAJARKONSEP DASAR BELAJAR
KONSEP DASAR BELAJAR
 
Definisi belajar
Definisi belajarDefinisi belajar
Definisi belajar
 
Bengkel Pengurusan Stress
Bengkel Pengurusan StressBengkel Pengurusan Stress
Bengkel Pengurusan Stress
 

More from Zukét Printing

ASURANSI SYARIAH. ppt.pptx
ASURANSI SYARIAH. ppt.pptxASURANSI SYARIAH. ppt.pptx
ASURANSI SYARIAH. ppt.pptxZukét Printing
 
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.pdf
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.pdfMenyusun Penilaian Media Pembelajaran.pdf
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.pdfZukét Printing
 
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.docx
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.docxMenyusun Penilaian Media Pembelajaran.docx
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.docxZukét Printing
 
Manajemen Perpustakaan Sekolah.pdf
Manajemen Perpustakaan Sekolah.pdfManajemen Perpustakaan Sekolah.pdf
Manajemen Perpustakaan Sekolah.pdfZukét Printing
 
Manajemen Perpustakaan Sekolah.docx
Manajemen Perpustakaan Sekolah.docxManajemen Perpustakaan Sekolah.docx
Manajemen Perpustakaan Sekolah.docxZukét Printing
 
Hukum Korporasi Dana Pensiun.pdf
Hukum Korporasi Dana Pensiun.pdfHukum Korporasi Dana Pensiun.pdf
Hukum Korporasi Dana Pensiun.pdfZukét Printing
 
Hukum Korporasi Dana Pensiun.docx
Hukum Korporasi Dana Pensiun.docxHukum Korporasi Dana Pensiun.docx
Hukum Korporasi Dana Pensiun.docxZukét Printing
 
Gejala-Gejala Campuran.pdf
Gejala-Gejala Campuran.pdfGejala-Gejala Campuran.pdf
Gejala-Gejala Campuran.pdfZukét Printing
 
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.pdf
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.pdfKaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.pdf
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.pdfZukét Printing
 
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.docx
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.docxKaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.docx
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.docxZukét Printing
 
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.pdf
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.pdfSubjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.pdf
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.pdfZukét Printing
 
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.docx
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.docxSubjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.docx
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.docxZukét Printing
 

More from Zukét Printing (20)

ASURANSI SYARIAH. ppt.pptx
ASURANSI SYARIAH. ppt.pptxASURANSI SYARIAH. ppt.pptx
ASURANSI SYARIAH. ppt.pptx
 
Fiqih Janaiz.pdf
Fiqih Janaiz.pdfFiqih Janaiz.pdf
Fiqih Janaiz.pdf
 
Fiqih Janaiz.doc
Fiqih Janaiz.docFiqih Janaiz.doc
Fiqih Janaiz.doc
 
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.pdf
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.pdfMenyusun Penilaian Media Pembelajaran.pdf
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.pdf
 
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.docx
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.docxMenyusun Penilaian Media Pembelajaran.docx
Menyusun Penilaian Media Pembelajaran.docx
 
Manajemen Perpustakaan Sekolah.pdf
Manajemen Perpustakaan Sekolah.pdfManajemen Perpustakaan Sekolah.pdf
Manajemen Perpustakaan Sekolah.pdf
 
Manajemen Perpustakaan Sekolah.docx
Manajemen Perpustakaan Sekolah.docxManajemen Perpustakaan Sekolah.docx
Manajemen Perpustakaan Sekolah.docx
 
Fiqih Muamalah.pdf
Fiqih Muamalah.pdfFiqih Muamalah.pdf
Fiqih Muamalah.pdf
 
Fiqih Muamalah.docx
Fiqih Muamalah.docxFiqih Muamalah.docx
Fiqih Muamalah.docx
 
Fiqih Janaiz.pdf
Fiqih Janaiz.pdfFiqih Janaiz.pdf
Fiqih Janaiz.pdf
 
Fiqih Janaiz.doc
Fiqih Janaiz.docFiqih Janaiz.doc
Fiqih Janaiz.doc
 
Hukum Korporasi Dana Pensiun.pdf
Hukum Korporasi Dana Pensiun.pdfHukum Korporasi Dana Pensiun.pdf
Hukum Korporasi Dana Pensiun.pdf
 
Hukum Korporasi Dana Pensiun.docx
Hukum Korporasi Dana Pensiun.docxHukum Korporasi Dana Pensiun.docx
Hukum Korporasi Dana Pensiun.docx
 
Integral.docx
Integral.docxIntegral.docx
Integral.docx
 
Integral.pdf
Integral.pdfIntegral.pdf
Integral.pdf
 
Gejala-Gejala Campuran.pdf
Gejala-Gejala Campuran.pdfGejala-Gejala Campuran.pdf
Gejala-Gejala Campuran.pdf
 
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.pdf
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.pdfKaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.pdf
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.pdf
 
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.docx
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.docxKaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.docx
Kaidah - Kaidah Bahasa dalam Ushul Fiqih.docx
 
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.pdf
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.pdfSubjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.pdf
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.pdf
 
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.docx
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.docxSubjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.docx
Subjek Pendidikan dalam s. Ar rahman ayat 1-4.docx
 

Gejala-Gejala Campuran.docx

  • 1. i Gejala-Gejala Campuran Makalah Dosen Pengampu: Ibnul Arobi,M.Fil.I Disusun oleh : Kelompok VII 1. Jauharatul Kamalia (7278) 2. Kevin Dinoval Aziz (7279) 3. Ikromullah Hakiki (7270) 4. Ilvatun Khomsiyah (7271) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM ZAINUL HASAN GENGGONG KRAKSAAN-PROBOLINGGO 2023
  • 2. ii KATA PENGANTAR Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kemudahan kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Gejala- Gejala Campuran". Sholawat dan salam semoga tetep tercurahkan kepada pahlawan revolusi islam yang telah membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang yakni baginda Nabi besar Muhammad SAW. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah studi psikologi pendidikan dan pembelajaran. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kami mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini masih terdapat kesalahan-kesalahan yang merupakan akibat dari kelemahan kami semata. Semoga makalah sederhana ini dapat di pahami bagi siapapun yang membacanya. Dan semoga tugas makalah yang telah di susun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Kraksaan 17 Juni 2023 (Penyusun)
  • 3. iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................................ii DAFTAR ISI......................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1 1. Latar Belakang.............................................................................................1 2. Rumusan Masalah........................................................................................1 3. Tujuan Masalah............................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN........................................................................................2 1. Perhatian…… ..............................................................................................2 2. Sugesti………..............................................................................................3 3. Kelelahan…… .............................................................................................4 BAB III PENUTUP............................................................................................…7 1. Kesimpulan ............................................................................................…..7 2. Saran………… ............................................................................................7 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................8
  • 4. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Psikologi kognitif adalah studi ilmiah tentang jiwa yang berpikir dan berkaitan dengan bagaimana kita memperhatikan serta memperoleh informasi mengenai dunia, bagaimana informasi tersebut disimpan dan diproses oleh otak, dan bagaimana kita memecahkan problem, berpikir, dan merumuskan bahasa.1 Gejala perhatian, kelelahan, dan sugesti ini selalu ada di diri seseorang dan selalu dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kita juga bisa menghindari dengan beberapa cara dan peringatan agar dapat memajukan perhatian. Menghindari kelelahan dan sugesti. Perhatian itu sangat penting dipengaruhi oleh perasaan dan suasana hati, dan atas ketentuan kemauan kita. Artinya ika seseorang itu Susana hatinya lagi kacau maka sangat sulit rasa perhatian ini timbul. Sedangan kelelahan itu seperti kalian kehilangan energi pada diri sehingga menadi susut sebagai akibnat pemakaian energy yang berlebihan karena menyelsaikan tugas-tugas. Sedangakan sugesti ini pemberi pengaruh atau pandangan orang lain tanpa memikiran dampaknya. B. Rumusan masalah 1. Bagaimana definisi dari perhatian? 2. Bagaimana definisi sugesti? 3. Bagaimana definisi kelelahan? C. Tujuan masalah 1. Untuk mengetahui definisi perhatian 2. Untuk mengetahui definisi sugesti 3. Untuk mengetahui definisi kelelahan 1 Solso, Cognitive Psychology. (Needham Heights, MA: Sixth Edition. Allyn & Bacon, 2001), 2.
  • 5. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Perhatian Perhatian adalah reaksi umum yang menyebabkan bertambahnya aktifitas daya konsentrasi, terhadap pengamatan, pengertian, dan sebagainya dengan mengesampingkan yang lain dari pada itu.2 Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang di tujukan kepada sesuatu atas sekumpulan objek.3 Selain itu individu dapat mencurahkan konsentrasinya pada banyak objek sekaligus dalam satu waktu. Jadi objek yang dicakup tidak hanya bersifat tunggal atau satu objek saja, tetapi melainkan bisa sekumpulan objek. Dengan demikian, dapat disimpulkan pula bbahwa perhatian merupakan proses penyeleksian. Perhatian sangatlah dipengaruhi oleh perasaan dan suasana hati, serta ditentukan oleh kemauan (konasi/motivasi). Sesuatu yang dianggap luhur, mulia, dan indah akan sangat memikat perhatian. Demikian pula sesuatu hal yang dapat menimbulkan rasa nyeri dan ketakutan,akan mencekam perhatian. Sebaliknya, segala sesuatu yang membosankan, sepele, dan terus-menerus berlangsung tidak akan bisa mengikat perhatian. Dalam percakapan sehari-hari, terkadang kita juga dapat dikacaukan oleh pengertian perhatian dan minat. Dalam praktiknya, perhatian seolah-olah lebih menonjolkan fungsi pikir, sementara minat seolah-olah lebih menonjolkan fungsi rasa. Padahal, kenyataanya, apa yang menarik minat kta menyebabkan kita berperhatian.4 Perhatian memiliki beragam jenis yang di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Perhatian spontan dan disengaja. 2. Perhatian statis dan dinamis, atau perhatian yang tetap terhadap sesuatu, atau perhatian yang mudah berubah-ubah. 3. Perhatian konsentratif dan distributif, atau perhatian yang hanya ditujukan kepada suatu objek (masalah) tertentu, dan perhatian yang dibagi-bagi pada beberapa arah sekaligus. 2 Warsah & Baheri, Psikologi: Suatu Pengantar, (Yogyakarta: Tunas Gemilang Press, 2021), 146 3 Fikky Prasetya, Buku Ajar Psikologi Kesehatan, (Guepedia, 2020), 105 4 Warsah & Baheri, Psikologi: Suatu Pengantar, (Yogyakarta: Tunas Gemilang Press, 2021), 147
  • 6. 3 4. Perhatian sempit dan luas, yang artinya seseorang dengan perhatian sempit mudah memusatkan perhatiannya pada suatu objek spesifik, sebaliknya individu dengan perhatian luas kesulitan mengarah pada suatu spesifik. 5. Perhatian fiktif (melekat) dan fluktuatif, atau perhatian yang dapat melekat lama dan perhatian yang berubah-ubah lekatannya atau hanya melekat pada yang dirasa penting saja. B. Sugesti Sugesti adalah pengaruh terhadap jiwa atau laku seseorang dengan maksud tertentu, sehingga pikiran dan kemauan terpengaruh olehnya (Warsah & Daheri, 2021, hlm. 157). Misalnya, hal ini dapat ditimbulkan kepada siswa yang akan mengikuti apa yang dikehendaki oleh gurunya (supaya mau belajar). Hal tersebut dapat terjadi karena siswa yang sedang belajar memang sedang dalam keadaan, situasi, dan kondisi untuk untuk belajar di lingkungan yang mendukungnya pula (sekolah), dan guru memiliki kewajiban dan wewenang untuk mengajar. Lebih lanjut mengenai sugesti, Ahmadi (dalam Warsah & Daheri, 2021, hlm. 157) pernah berkata “Sugesti adalah pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang sehingga pikiran, perasaan dan kemauannya terpengaruh dan dengan begitu orang mengakui atau meyakini apa yang dikehendaki dari padanya”. Artinya, sugesti adalah pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang, sehingga pikiran, perasaan dan kemauannya terpengaruh, dan dengan begitu orang mengakui apa yang dikehendaki dari padanya. Inti dari pada sugesti ialah didesakkan suatu keyakinan kepada seseorang, yang olehnya diterima mentah-mentah, tanpa pertimbangan yang dalam. Hal tersebut dapat dilakukan apabila syaratnya terpenuhi, yakni: 1. Pihak yang mempengaruhi, mendesakkan suatu keyakinan, pendapat atau anggapan kepada orang lain. 2. Pihak yang dipengaruhi, didesak untuk menurut dan menerima pendapat atau tanggapan yang dikenakan kepadanya. Tanpa adanya kedua hal tersebut, maka sugesti tidak akan terjadi (hanya satu pihak). Menyugesti orang berarti mempengaruhi proses kejiwaan (pikiran, perasaan, dan kemauan) orang lain, sehingga orang yang disugesti mengikuti dan berbuat apa seperti yang disugestikan kepadanya.
  • 7. 4 Cara Menyugesti Tampak bahwa sugesti merupakan salah satu gejala yang sangat bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal untuk memersuasi atau mendorong orang lain agar melakukan sesuatu. Caranya sendiri dapat berupa: 1. Membujuk, seperti bagaimana guru selalu berusaha agar didiknya maju, yaitu dengan jalan membujuk agar ia lebih rajin agar hidupnya dapat sukses atau bisa membantu orangtua 2. Memuji, merupakan suatu pernyataan yang positif tentang seseorang, dengan tulus dan sejujurnya. Pujian itu adalah sesuatu ucapan yang membuat orang yang mendengarnya merasa tersanjung, sehingga dapat juga memberikan motivasi 3. Menakut-nakuti, Misalnya dengan memperingatkan anak yang suka makan cokelat berlebih, awas jangan terlalu banyak makan cokelat, nanti gigimu bolong dan perutmu juga bisa sakit 4. Dengan menunjukkan kekurangan atau kelebihan, contohnya adalah bagaimana seorang guru akan memperingatkan bahwa jika siswanya tidak rajin belajar, maka kemungkinan sekolahmu akan gagal, dan tidak bisa sukses. Sebaliknya, apabila ia rajin dan sekolahnya berhasil, maka ia ia juga akan berhasil dalam kehidupan. Selain untuk meyakinkan diri sendiri dan orang lain, sugesti juga dapat dijadikan fasilitas bagi pengobatan gangguan psikologi. Contohnya adalah pengobatan gangguan psikologi di klinik hipnoterapi menggunakan komunikasi terapeutik. C. Kelelahan Manusia selalu terlibat dalam berbagai gerak dan kesibukan berarti dalam hidupnya. Akan tetapi lama-kelamaan kekuatan untuk berbuat itu akan semakin berkurang. Berkurangnya kekuatan bergerak (baik jasmani maupun rohani), akan berpengaruh pada kinerja aktivitas yang diperbuat. Gejala berkurangnya manusia untuk melakukan sesuatu disebut kelelahan, keletihan, kelesuan, atau kepenataan.5 Menurut Suma’mur (2014) Keadaan dan perasaan lelah atau kelelahan adalah reaksi fungsional pusat kesadaran yaitu otak (cortex celebri), yang dipengaruhi oleh dua sistem antagonistis yaitu sistem penghambat (inhibisi) dan sistem penggerak (aktivasi).6 5 Warsah & Baheri, Psikologi: Suatu Pengantar, (Yogyakarta: Tunas Gemilang Press, 2021), 153 6 Suma'mur, Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja, (Jakarta: Gunung Api, 2014)
  • 8. 5 Sistem penghambat (inhibisi) bekerja terhadap talamus (thalamus) yang mampu menurunkan kemampuan manusia bereaksi dan menyebabkan kecenderungan untuk tidur.Sementara itu sistem penggerak (aktivasi) terdapat dalam formasio retikularis (formation reticularis) yang dapat merangsang pusat vegetatif untuk konversi ergotropis dari organ dalam tubuh kearah kegiatan bekerja, berkelahi, melarikan diri, dan lain-lain. Maka berdasarkan konsep tersebut keadaan seseorang pada suatu saat sangat tergantung kepada hasil kerja antara dua sistem antagonistis yang dimaksud. Apabila sistem penghambat berada pada posisi lebih kuat daripada sistem penggerak, seseorang berada dalam kondisi kelelahan. Sebaliknya, apabila sistem penggerak lebih kuat dari sistem penghambat, maka seseorang berada dalam keadaan segar atau tidak lelah. Kelelahan disebabkan karena berlangsungnya suatu aktivitas atau pekerjaan, baik aktivitas jasmani maupun rohani yang dikerjakan dalam waktu cukup lama terus menerus. Namun demikian penyebab kelelahan juga beragam, amat tergantung dari jenis atau macam kelelahannya sendiri. Beberapa macam atau jenis kelelahan itu adalah sebagai berikut. 1. Kelelahan jasmani, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh kekuatan jasmani atau tubuh yang berkurang, sehingga tidak dapat melakukan sesuatu dengan semestinya. Faktor kelelahan jasmani seperti dapat disebabkan oleh penggunaan daya fisik besar hingga mencapai batasnya, atau faktor kesehatan dan cacat tubuh. 2. Kelelahan rohani, Kekuatan jiwa disebabkan oleh pikiran, perasaan dan kemauan yang berkurang, sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan psikis dengan semestinya. 3. Kelelahan jasmani dan rohani, Sebetulnya, kelelahan jasmani tidak dapat dipisahkan dengan kelelahan rohani, dan sebaliknya. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa antara kelelahan jasmani dan kelelahan rohani mempunyai hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi (Ahmadi, 2003 dalam Warsah & Daheri, 2018, hlm. 156). Misalnya, kelelahan dan stres karena kondisi yang berkaitan dengan pekerjaan berisiko akan mengganggu efektivitas dan produktivitas pekerja karena memang pekerjaan semacam ini menguras banyak tenaga jasmani dan rohani.
  • 9. 6 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Kami dapat menyimpulkan bahwa dalam psikologi ini terdapat gejala-gejala yang perlu kita ketahui salah satunya adalah gejala campuran. Gejala campuran ini terdiri dari perhatian, sugesti, dan kelelahan. 1. Perhatian merupakan konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang di tujukan kepada sesuatu atas sekumpulan objek. 2. Sugesti adalah pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang, sehingga pikiran, perasaan dan kemauannya terpengaruh, dan dengan begitu orang mengakui apa yang dikehendaki dari padanya. Cara untuk mensugestikan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, yang pertama bisa dilakukan dengan cara membujuknya, lalu memuji, bisa juga dengan cara menakut-nakuti, atau dengan cara menunjukkan kelebihan atau kelemahannya. 3. Kelelahan adalah gejala berkurangnya aktivitas manusia untuk melakukan sesuatu. Kelelahan ini dapat disebabkan karena berlangsungnya aktivitas yang cukup berat dalam waktu yang cukup lama dan dilakukan secara terus menerus. B. Saran Sebaiknya setiap individu ataupun organisme jauhilah perasaan menjenukan, membosankan dan sepele yang berlangsung secara terus-menerus. Perbanyaklah istirahat ketika melakukan tugas atau pekerjaan agar terhindar dari gejala kelelahan.
  • 10. 7 DAFTAR PUSTAKA Candi, John Royle, and Dedi Kurnia Syah Putra. “Proses Komunikasi Terapeutik Dalam Hipnoterapi Di Trance Clinic Kota Bandung.” eProceedings of Management 2.1 (2015). Prasetya, Fikky. 2020. Buku Ajar Psikologi Kesehatan. Guepedia. Solso, R. L. 2001. Cognitive Psychology. Needham Heights, MA: Sixth Edition. Allyn & Bacon Suma’mur, P.K. 2014. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : Gunung Agung. Warsah, I., Daheri, M. 2021. Psikologi: suatu pengantar. Yogyakarta: Tunas Gemilang Press.