Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengaruh El-Nino terhadap Perubahan Cuaca dan Iklim Global

3,577 views

Published on

Naiknya suhu permukaan laut di Pasifik Tengah dan Timur mengakibatkan perubahan cuaca dan iklim global, dimana saat terjadinya El-Nino Indonesia mengalami kekeringan dan hal sebaliknya terjadi pada Amerika Selatan

Published in: Science
  • Login to see the comments

Pengaruh El-Nino terhadap Perubahan Cuaca dan Iklim Global

  1. 1. Memasuki Agustus, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kebakaran hutan yang cukup parah. Hal ini diiringi dengan bencana kekeringan lantaran fenomena El-Nino yang ikut menaikkan suhu udara di sejumlah daerah pada musim kemarau. Menteri Lingkungan Hidup memprediksi, kebakaran hutan pada tahun ini bisa separah pada tahun 1997. Sebab, intensitas El-Nino dikalkulasi lebih tinggi dibandingkan pada tahun tersebut (Minggu, 02 Agustus 2015, 16:30 WIB) KEBAKARAN HUTAN DIIRINGI EL-NINO
  2. 2. Suhu permukaan pasifik barat lebih hangat daripada tengah dan timur Air dingin dan angin pasat bergerak dari Timur-Barat  Tekanan di pasifik barat lebih rendah daripada pasifik tengah dan timur, sehingga arus laut bergerak dari Timur- Barat  Suhu permukaan pasifik tengah dan timur mengalami kenaikan  Air dingin berkurang bahkan menghilang dan angit pasat melemah  Tekanan di pasifik barat lebih tinggi daripada pasifik tengah dan timur, sehingga arus laut bergerak dari Barat- Timur  Daerah yang berpotensi tumbuh awan
  3. 3. El-Nino akan terjadi apabila perairan yang lebih panas di Pasifik tengah dan timur meningkatkan suhu dan kelembaban pada atmosfer yang berada di atasnya. Kejadian ini mendorong terjadinya pembentukan awan yang akan meningkatkan curah hujan di sekitar kawasan tersebut. Bagian barat Samudra Pasifik tekanan udara meningkat sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan awan di atas lautan bagian timur Indonesia, sehingga di beberapa wilayah Indonesia terjadi penurunan curah hujan yang jauh dari normal
  4. 4. Lemah (0,5-1,0 Celcius) Minimal selama 3 bulan Moderate (1,1-1,5 Celcius) Minimal selama 3 bulan Kuat (>1,5 Celcius) Minimal selama 3 bulan  Suhu permukaan air laut diukur menggunakan pelampung yang dilengkapi dengan sensor di dasar laut dan di atmosfer pada ekuator pasifik  Sensor di dasar laut dilengkapi dengan sensor arus dan sensor suhu, sehingga bisa diketahui arah pergerakan air laut dan juga suhu air laut  Sensor di atmosfer dilengkapi dengan sensor suhu, tekanan, hujan dan radiasi matahari Dengan parameter-parameter tersebut dapat ditentukan intensitas El-Nino
  5. 5. Tetapi kekuatan El Nino umumnya diukur berdasarkan parameter fisis berupa suhu muka laut (SST), terutama di wilayah Samudera Pasifik Tengah-Timur. Bila SST di wilayah ini lebih hangat dibandingkan Pasifik Barat, maka tekanan udara akan lebih rendah dan massa uap air akan 'tertarik' ke Pasifik Timur, meninggalkan Pasifik Barat dalam keadaan kering. Tingginya SST juga akan menyebabkan penguapan lebih mudah terjadi. Analoginya sama dengan panci berisi air yang dipanaskan. Tentunya lebih mudah mendidihkan/menguapkan air yang sudah hangat dibandingkan air dingin. Pada saat penguapan meningkat inilah, Pasifik Timur menjadi lebih basah, hujan dan badai pun lebih sering terjadi, yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Sementara kondisi sebaliknya terjadi di wilayah Pasifik Barat, kering kerontang yang berpotensi memicu kemarau panjang. Selain itu, adapula indikator berupa SOI yang dijadikan sebagai parameter untuk menentukan intensitas El-Nino. SOI diukur dari fluktuasi bulanan perbedaan tekanan udara antara Tahiti dan Darwin. Semakin negatif nilai SOI, maka intensitas El-Nino semakin kuat. Formulanya ialah sebagai berikut :
  6. 6. Cuaca / Iklim IndonesiaCuaca / Iklim Global Angin pasat timur melemah Sirkulasi monsoon melemah Akumulasi curah hujan berkurang di wilayah Indonesia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian Utara. Cuaca di daerah ini cenderung lebih dingin dan kering Potensi hujan terdapat disepanjang Pasifik Ekuator Tengah dan Timur. Cuaca cenderung hangat dan lembab Curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang Menurunnya debit air sungai irigasi Mendinginnya suhu permukaan air laut di perairan Indonesia karena seluruh massa air hangat tertarik ke Samudera Pasifik Tengah dan Timur Musim kemarau yang panjang, dan musim hujan yang singkat serta terlambat El-Nino diketahui memiliki dampak negatif berupa kekeringan dan minimnya curah hujan hingga berimplikasi pada kebakaran hutan , namun tidak banyak orang tahu terhadap dampak positifnya. Salah satu dampak positif adanya El-Nino di perairan Indonesia ialah meningkatnya klorofil di perairan Indonesia yang merupakan nutrisi bagi ikan-ikan sehingga banyak ikan yang bermigrasi ke perairan Indonesia. Hal ini tentu sangat menguntungkan para nelayan.
  7. 7. Membangun embung sebagai tempat penampungan air Memperbaiki saluran dan sarana irigasi Menyelamatkan waduk dari pendangkalan dengan melakukan penghijauan, serta mengurangi konversi lahan di area hulu Menyediakan air untuk pengairan tanaman di musim kemarau Meningkatkan produktivitas lahan, intensitas tanam, dan pendapatan petani di lahan tadah hujan Mencegah luapan air di musim hujan, menekan resiko banjir
  8. 8. IKLIMCUACA Ialah kondisi rata-rata keadaan cuaca pada daerah yang lebih luas dan dalam waktu yang cukup lama Ialah keadaan udara pada suatu daerah yang sempit dalam waktu yang relatif singkat, unsur cuaca selalu berubah- ubah UNSUR IKLIMUNSUR CUACA Sinar Matahari Awan Hujan Angin Kelembapan Udara Suhu Udara Tekanan Udara
  9. 9. A. Sinar Matahari Bumi menerima energi matahari dalam bentuk pancaran radiasi sinar matahari. Sinar matahari yang dipancarkan ke bumi tersebut hanya sedikit diserap oleh lapisan atmosfer. Sebagian besar sinar matahari langsung diterima permukaan bumi, baru kemudian dipantulkan kembali sebagian ke atmosfer. Sebagian sinar matahari yang diterima permukaan bumi juga ditransfer secara horizontal ke arah kutub-kutub bumi melalui angin dan arus laut. Hal ini yang menjaga agar bagian ekuator tidak terlampau panas dan bagian kutub juga tidak terlampau dingin. Banyaknya panas matahari yang yang diterima permukaan bumi terutama dipengaruhi oleh :  Lamanya penyinaran matahari Semakin lama matahari memancarkan sinarnya di suatu daerah, semakin banyak panas yang diterima bagian bumi ini. Keadaan udara yang cerah sepanjang hari akanteras lebih panas dari pada jika hari itu berawan sejak pagi. Di daerah lintang pertengahan, panjang siang hari pada musim panas lebih panjang daripada musim dingin, sehingga penyinaran matahari lebih lama saat musim panas. Hal ini yang menyebabkan lahirnya pambagina musim-musin tersebut.
  10. 10.  Kemiringan sinar matahari Jika datangnya cahaya matahari memancarkan di suatu daerah lebih tegak, panas di daerah itu akan lebih tinggi dari pada jika cahaya yang datang lebih miring. Hal ini desebabkan luas area yang terkena cahaya miring lebih besar dari cahaya tegak sehingga panasnya lebih tersebar.  Keadaan permukaan bumi Yang dimaksud dengan keadaan permukaan bumi ialah perbedaan batuan dan perbedaan sifat daratan dan laut. Batuan yang berwarna cerah lebih cepat menerima panas dan lebih cepat pula melepaskan panas daripada batuan yang berwarna gelap. Permukaan darat lebih cepat menerima dan melepaskan panas daripada permukaan laut.  Keadaan awan Awan menyerap sebagian kecil radiasi sinar matahari. Keberadaan awan mengurangi sinar matahari yang mencapai permukaan bumi maupun yang dipantulkan kembali ke atmosfer. Semakin tebal awan, semakin banyak sinar matahari yang diserap. Awan dapat mengurangi panas saat siang hari, tapi juga dapat berperan seperti selimut yang menahan panas saat malam hari. Hal ini berarti, daerah yang memiliki langit cerah (hanya tertutup awan tipis) akan lebih panas pada siang hari dan lebih dingindi malam hari dibandingkan daerah yang tertutupi awan tebal.
  11. 11. B. Awan Awan adalah uap air yang terkondensasi dan di dalam atmosfer membentuk titik-titik air atau kristal es. Proses kondensasi uap air pada umunya terjadi apabila udara yang mengandung uap bergerak ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi sehingga uap air mengalami pendinginan akibat penurunan suhu. Titik-titik air yang terbentuk begitu kecil dan ringan sihingga tetap berada di langit dalam bentuk awan dan terbawa arus udara. Klasifikasi awan berdasarkan bentuk :  Cumulus  Stratus  Cirrus
  12. 12. Klasifikasi awan berdasarkan ketinggiannya :  Awan tinggi (>6000m), terdiri atas awan cirrus (Ci); awan cirrocumulus (Cc); dan awan cirrostratus (Cs) yang merupakan pertanda datangnya hujan. Awan sedang (2000-6000m), terdiri atas awan altocumulus (Ac); awan altostratus (As). Awan rendah (0-2000m), terdiri atas awan stratocumulus (Sc) yang merupakan pertanda datangnya hujan salju; awan stratus (St). Awan dengan susunan vertikal (batas bawahnya 500-2000 m dan puncak sampai 10.000 m), terdiri atas awan nimbostratus (Ns) yang merupakan awan gerimis; awan cumulus (Cu); awan
  13. 13. C. Hujan Apabila kondensasi uap air di udara terus berlangsung, titik-titik air yang membentuk awan akan bertambah banyak dan bergulung menjadi lebih besar. Titik air yang besar akan menjadi labih berat sehingga kemudian jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Titik-titik air hujan pada umumnya berjari-jari 0,3-3 mm, sedangkan pada hujan rintik-rintik berjari-jari antara 0,04-0,3 mm. Selain hujanyang berupa cairan, ada pula hujan yang berupa padatan, yaitu hujan salju dan hujan es. Hal ini terjadi karena uap air langsung menjadi padat berbentuk kristal, apabila terjadi penurunan suhu antara -15oC sampai -20oC. Proses itu dinamakan sublimasi. Macam-macam hujan :  Hujan orografis Terjadi karena udara yang membawa uap air bergerak menaiki gunung kemudian jatuh sebagai hujan Hujan Orografis
  14. 14.  Hujan frontal Terjadi karena adanya pertemuan massa udara panas dan massa udara dingin. Massa udara panas membumbung naik mengalami kondensasi dan jatuh sebagai hujan frontal. Hujan Frontal Udara Dingin Udara Panas  Hujan zenithal Udara naik karena terjadi pemanasan tinggi. Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan Hujan Zenithal Udara DinginUdara Dingin
  15. 15. Macam-macam angin :  Angin darat Pada malam hari suhu udara di darat lebih dingin daripada lautan. Suhu yang demikian menyebabkan tekanan udara yang tinggi di daratanm maka udara akan mengalir dari darat menuju laut Angin Darat Suhu daratan lebih dingin Suhu lautan Lebih panas ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ D. Angin Angin adalah gerakan udara yang terjadi diatas permukaan bumi. Pada umumnya angin bergerak horizontal, namun dalam meteorologi ditemukan juga angin yang bergerak vertikal atau miring mengikuti lereng. Penyebab terjadinya angin adalah perbedaan tekanan udara di dua wilayah yang berdekatan. Angin bersifat meratakan/menyeimbangkan tekanan udara. Semakin besar perbedaaan tekanan udara, semakin kencang aliran angin.
  16. 16.  Angin laut Pada siang hari suhu udara di laut lebih dingin daripada daratan. Suhu yang demikian menyebabkan tekanan udara yang tinggi di lautan, maka itu udara akan mengalir dari laut menuju ke darat ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ Angin Laut Suhu daratan lebih panas Suhu lautan Lebih dingin  Angin lembah Pada siang hari suhu udara di lembah lebih dingin daripada puncak gunung. Suhu yang demikian menyebabkan tekanan udara yang tinggi di lembah, maka itu udara akan mengalir dari lembah menuju ke puncak gunung Angin Lembah Suhu lembah Lebih dingin Suhu puncak lebih panas
  17. 17.  Angin gunung Pada malam hari suhu udara di gunung lebih dingin daripada lembah. Suhu yang demikian menyebabkan tekanan udara yang tinggi di lembah, maka itu udara akan mengalir dari gunung menuju ke lembah Angin Gunung Suhu lembah Lebih panas Suhu puncak lebih dingin  Angin fohn Angin Fohn adalah angin yang terjadi akibat gerakan udara yang menaiki pegunungan. Udara tersebut kemudian mengalami kondensasi dan membentuk awan, lalu terjadi hujan di salah satu sisi lereng gunung. Pada daerah lereng yang lain tidak terjadi hujan karena terhalang oleh tinggi gunung Angin Fohn
  18. 18. E. Kelembapan Udara Kelembaban udara merupakan jumlah kandungan air yang terdapat di udara. Kelembaban udara dibagi menjadi dua, yakni kelembaban absolut dan kelembaban relatif. Kelembaban absolut adalah bilangan yang menunjukan berapa gram uap air yang tertampung dalam satu meter kubik udara. Sedangkan kelembaban relatif adalah bilangan yang menunjukan berapa persen jumlah uap air yang ada dalam udara saat pengukuran dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut. F. Suhu Udara Suhu udara di bumi tergantung dari keadaan awan, relief muka bumi, sudut datang matahari dan jarak suatu tempat dari laut G. Tekanan Udara Udara memberikan tekanan yang cukup besar pada permukaan bumi, yaitu sekitar 1kg untuk setiap luas bidang 1cm2. Tekanan ini berasal dari berat partikel-partikel udara yang menyusun atmosfer sampai ketinggian beratus-ratus kilometer dari permukaan bumi. Tekanan udara standar besarnya adalah 1 atm atau sama dengan 1,013 bar. Seiring dengan bertambahnya ketinggian, tekanan udara akan menurun. Oleh karena itu, tekanan udara di permukaan laut akan lebih besar dari di puncak gunung. Alat pengukur tekanan udara adalah barometer yang terdiri atas dua jenis, yaitu barometer raksa dan barometer kotak.
  19. 19. Tidak ada suatu pemisahan yang jelas untuk membedakan iklim dengan cuaca. Iklim dapat dikatakan sebagai cuaca yang dialami sepanjang satu masa di suatu tempat. Iklim dapat juga diartikan sebagai susunan atau keadaan umum kondisi cuaca dari hari ke hari. Iklim merupakan kelanjutan darihasil pencatatan unsur cuaca dari hari ke hari dalam waktu yang lama, sehingga merupakan rata-rata dari unsur cuaca secara umum. Iklim bersifat stabil bila dibandingkan dengan cuaca. Perubahan iklim berlangsung dalam periode yang lama dan meliputi areal yang sangat luas. Klasifikasi iklim berdasarkan suhu dan hujan rata-rata tahunan :  Iklim Hujan Tropis Daerah beriklim hujan tropis memiliki suhu rata-rata tiap bulan di atas 18oC. Iklim ini tidak memiliki musim dingin. Curah hujan tahunan tinggi dan melebihi tingkat penguapan rata-rata tahunan. Wilayah Indonesia memiliki iklim ini.  Iklim Kering Daerah beriklim kering memiliki tingkat penguapan yang melebihi curah hujan rata-rata tahunan. Pada daerah ini tidak ada air yang berlebih dan tidak ada sungai (aliran air) yang permanan.
  20. 20.  Iklim Suhu Sedang Daerah beriklim suhu sedang memiliki suhu rata-rata pada bulan terdingin dibawah 18oC tapi di atas -3oC. Suhu rata-rata pada bulan terhangat di atas 10oC. Iklim ini memiliki musim dingin dan musim panas.  Iklim Hujan Salju Daerah beriklim hutan salju memiliki suhu rata-rata bulan terdingin di bawah -3oC. Suhu rata-rata pada bulan terhangat di atas 10oC.  Iklim Kutub Daerah beriklim kutub memiliki suhu rata-rata pada bulan terhangat di bawah 10oC. Iklim ini tidak memiliki musim panas.

×