Pengaruh kompetensi dan independensi auditor

  • 3,621 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
3,621
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
73
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) DI YOGYAKARTA SKRIPSIDiajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Oleh: ADITYA WIRAMURTI 05412144004 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010
  • 2. ii
  • 3. iii
  • 4. PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSIYang bertanda tangan di bawah ini, Nama : Aditya Wiramurti NIM : 05412144004 Program Studi : Akuntansi Fakultas : Ilmu Sosial dan Ekonomi Judul Tugas Akhir : PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) DI YOGYAKARTADengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya sendiri.Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atauditerbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tatapenulisan karya ilmiah yang telah lazim.Demikian, pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak dipaksakan. Yogyakarta, 22 November 2010 Penulis, Aditya Wiramurti NIM. 05412144004
  • 5. MOTTO“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah akanmemudahkan padanya jalan menuju ke surga” (H.R. Muslim).“Bermimpilah... Karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.....” (Nidji).“Nasib saya ada ditangan saya sendiri. Maju atau mundur, tergantung padadiri sendiri” (Afifah A.).“Work and pray makes all the things HAPPEN” (Penulis). v
  • 6. PERSEMBAHANDengan mengucap rasa Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, kupersembahkan karya kecilku ini dengan segala kerendahan hati untuk orang-orang yang mencintai dan menyayangiku dengan penuh ketulusan...♥ My dad n my mam, thank’s for All... I can’t life without you....♥ My big family...because you’re my everything.....♥ Almamaterku Universitas Negeri Yogyakarta yang kubanggakan… vi
  • 7. BINGKISANKubingkiskan karya kecil ini untuk: Eliana, thank’s for All my friend…. Tiga Driver berpengalaman (Ando, Budi dan Gama), terima kasih untuk kebersamaan, keceriaan, dan kenangan yang terindah yang tak terlupakan. Achie and Family, terima kasih atas segala bentuk perhatian dan dukungannya di masa lalu. Wish me luck…!! Ivan Dibyo, terima kasih atas kerjasama dan masukannya kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Nopan, terima kasih atas bantuan dan keceriaan yang gila sewaktu di Bandung, penulis tidak akan pernah lupa peristiwa tersebut. Hasta, yang telah memberikan motivasi dan kritik-kritik yang pedas kepada penulis. Rey, Ian, Siam, Browni, Andy, Terry, Boiem, Slamet, Lukman dkk Kost B29 tercinta, yang selama ini telah memberikan suka duka menjadi anak kost. Horas, yang telah menjadi penyemangat di saat aku sendirian. Teman-temanku semua Akuntansi angkatan 2005, especially NR-B. Terima kasih atas segala keceriaan dan kegilaan yang telah kita lalui selama ini. Chayo…!!! vii
  • 8. PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) DI YOGYAKARTA Oleh: ADITYA WIRAMURTI 05412144004ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif yang merupakantipe penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan sebab akibat antaradua variabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antaraKompetensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik(KAP) di Yogyakarta, pengaruh antara Independensi Auditor terhadapKelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta, dan pengaruhantara Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kelangsungan UsahaKantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di KantorAkuntan Publik (KAP) di Yogyakarta dengan sampel penelitian sebanyak 38auditor yang diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling. Variabelindependen dalam penelitian ini adalah Kompetensi dan Independensi Auditor,sedangkan variabel dependennya adalah Kelangsungan Usaha Kantor AkuntanPublik (KAP) di Yogyakarta. Metode pengumpulan data dilakukan denganmetode kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisisdeskriptif, regresi sederhana dan regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan: (1). Terdapat pengaruh yangsignifikan antara Kompetensi Auditor (X1) dengan Kelangsungan Usaha KantorAkuntan Publik (KAP) di Yogyakarta (Y) yang ditunjukkan dengan nilai t hitung> t tabel untuk taraf signifikansi 5% yaitu sebesar (2,7507 > 2,028094). Dari hasilanalisis juga diperoleh koefisien regresi rx1y sebesar 0,417 dan koefisiendeterminasi R2 sebesar 0,174. (2). Terdapat pengaruh yang signifikan antaraIndependensi Auditor (X2) dengan Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik(KAP) di Yogyakarta (Y) yang ditunjukkan dengan nilai t hitung > t tabel untuktaraf signifikansi 5% yaitu sebesar (2,377 > 2,028094). Dari hasil analisis jugadiperoleh koefisien regresi rx1y sebesar 0,368 dan koefisien determinasi R2 sebesar0,136. (3). Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi (X1) danIndependensi Auditor (X2) terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik(KAP) di Yogyakarta (Y) yang ditunjukkan dengan nilai F hitung > F tabel untuktaraf signifikansi 5% yaitu sebesar (7,561 > 5,518). Dari hasil analisis jugadiperoleh koefisien regresi rx1y sebesar 0,490 dan koefisien determinasi R2 sebesar0,240. viii
  • 9. KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia danlimpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kelangsungan UsahaKantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta”. Maksud dari penyusunan skripsiini adalah untuk memenuhi dan melengkapi salah satu syarat dalammenyelesaikan pendidikan pada Jurusan Akuntansi S1 Fakultas Ilmu Sosial danEkonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam menyusun skripsi ini, penulis memperoleh bantuan, bimbingan danpengarahan dari berbagai pihak, oleh karena itu dengan kerendahan hati, penulisucapkan terimakasih kepada :1. Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A., Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.2. Sardiman A.M., M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.3. Rr. Indah Mustikawati, M.Si, Ak., Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Dosen Pembimbing yang penuh perhatian dan kesabaran dalam memberikan bimbingan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. ix
  • 10. 4. Dhyah Setyorini, M.Si, Ak., Dosen Penguji yang telah meluangkan waktu dan memberi masukan kepada penulis.5. Bapak Ibu Dosen, yang telah memberi bekal ilmu yang tidak ternilai harganya kepada penulis selama belajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.6. Bapak, Ibu, Saudara/i Akuntan Publik di Yogyakarta, yang telah bersedia menjadi responden dan meluangkan waktu guna mengisi kuesioner yang disebarkan penulis.7. Semua pihak-pihak terkait yang telah membantu penulis menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Akhir kata semoga Allah SWT memberikan karunia, limpahan rahmat danberkat-Nya atas semua kebaikan yang telah diberikan kepada penulis. Penulisberharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan pihak-pihak yang membutuhkannya. Yogyakarta, 22 November 2010 Penulis Aditya Wiramurti x
  • 11. DAFTAR ISI HalamanHALAMAN JUDUL .................................................................................. iHALAMAN PERSETUJUAN ................................................................... iiHALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iiiHALAMAN KEASLIAN KARYA ............................................................ ivMOTTO ...................................................................................................... vPERSEMBAHAN ....................................................................................... viBINGKISAN .............................................................................................. viiABSTRAK .................................................................................................. viiiKATA PENGANTAR ................................................................................ ixDAFTAR ISI .............................................................................................. xiDAFTAR TABEL ...................................................................................... xvDAFTAR GAMBAR ……………………………………………………..........xviiDAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xviiiBAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ................................................................. 7 C. Pembatasan Masalah ................................................................ 7 D. Rumusan Masalah ................................................................... 7 E. Tujuan Penelitian ..................................................................... 8 F. Manfaat Penelitian ................................................................... 8 xi
  • 12. BAB II KAJIAN TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS ..................... 10 A. Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) ................. 10 1. Pengertian Kelangsungan Usaha ......................................... 10 2. Kantor Akuntan Publik (KAP) .............................................. 11 3. Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP)............. 14 B. Kompetensi Auditor ................................................................... 16 1. Tingkat Pendidikan Auditor ................................................. 17 2. Pelatihan dan Pengalaman Auditor ........................................ 18 C. Independensi Auditor ................................................................. 21 D. Penelitian Relevan ..................................................................... 26 E. Kerangka Berpikir ..................................................................... 29 F. Model Penelitian ........................................................................ 30 G. Hipotesis Penelitian ................................................................... 31BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 32 A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................... 32 B. Jenis Penelitian .......................................................................... 32 C. Populasi dan Sampel Penelitian ................................................. 33 D. Definisi Operasional Variabel Penelitian .................................... 33 E. Teknik Pengambilan Sampel ...................................................... 35 F. Instrumen Penelitian .................................................................. 36 G. Uji Coba Instrumen ................................................................... 39 1. Uji Validitas ........................................................................ 39 xii
  • 13. 2. Uji Reliabilitas ..................................................................... 41 H. Teknik Analisis Data ................................................................. 42 1. Uji Normalitas ..................................................................... 42 2. Uji Linieritas ........................................................................ 44 3. Uji Multikolineritas .............................................................. 45 4. Uji Heteroskedastisitas ......................................................... 46 I. Pengujian Hipotesis ................................................................... 47 1. Regresi Linier Sederhana ..................................................... 47 2. Regresi Linier Berganda ...................................................... 48BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................. 50 A. Deskripsi Sampel Penelitian ...................................................... 50 B. Deskripsi Responden ................................................................. 52 C. Deskripsi Variabel Penelitian ..................................................... 56 1. Kompetensi Auditor ............................................................. 56 2. Independensi Auditor ........................................................... 58 3. Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta ............................ 60 D. Hasil Pengujian Hipotesis ........................................................... 62 1. Uji Hipotesis Linear Sederhana ............................................ 62 2. Uji Hipotesis Linear Berganda .............................................. 66 E. Pembahasan ............................................................................... 69 F. Keterbatasan .............................................................................. 74BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 75 A. Kesimpulan ............................................................................... 75 xiii
  • 14. B. Saran ......................................................................................... 76DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 78LAMPIRAN ................................................................................................. 81 xiv
  • 15. DAFTAR TABELTabel Halaman 1. Daftar KAP di Yogyakarta ...................................................................... 33 2. Nama KAP dan Jumlah sampel ............................................................... 36 3. Penilaian Skor Pernyataan ....................................................................... 37 4. Instrumen Penelitian ................................................................................ 37 5. Hasil Uji Validitas ................................................................................... 40 6. Hasil Uji Reliabilitas ............................................................................... 41 7. Hasil Uji Normalitas Data ........................................................................ 42 8. Model Summary Regresi ......................................................................... 45 9. ANOVA Regresi ..................................................................................... 4510. Hasil Uji Multikolineritas ....................................................................... 4611. Data Responden Berdasarkan Jabatan ..................................................... 5212. Data Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja .................................... 5313. Data Responden BerdasarkanJenjang Pendidikan ................................. . 5414. Tingkat Pengembalian Kuesioner ........................................................... 5515. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kompetensi Auditor ...................... 5716. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Independensi Auditor .................... 5917. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta ............................................................................................. 6118. Model Summary Regresi X1 terhadap Y ................................................. 6319. Koefisien Regresi X1 terhadap Y ............................................................. 63 xv
  • 16. 20. Model Summary Regresi X2 terhadap Y .................................................. 6521. Koefisien Regresi X2 terhadap Y ............................................................. 6522. Model Summary Regresi X1, X2 terhadap Y ............................................. 6723. Koefisien Regresi X1, X2 terhadap Y........................................................ 67 xvi
  • 17. DAFTAR GAMBARGambar Halaman 1. Hierarki Kantor Akuntan Publik .......................................................... 12 2. Model Penelitian .................................................................................. 30 3. Histogram Hasil Pengujian Asumsi Normalitas .................................... 43 4. Hasil Pengujian Asumsi Normalitas dengan P-Plot .............................. 44 5. Grafik Uji Heteroskedastisitas ............................................................. 47 6. Histogram Distribusi Responden Berdasarkan Jabatan ......................... 53 7. Histogram Distribusi Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja ........ 54 8. Histogram Distribusi Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan ..... 55 9. Histogram Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kompetensi Auditor . 57 10. Histogram Distribusi Kecenderungan Frekuensi Independensi Auditor 59 11. Histogram Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta ...................................................................................... 62 xvii
  • 18. DAFTAR LAMPIRANLampiran Halaman 1. Kuesioner (Instrumen Penelitian) ......................................................... 83 2. Tabel Data Uji Instrumen .................................................................... 90 3. Uji Validitas dan Reliabilitas .............................................................. 93 4. Data Hasil Penelitian .......................................................................... 97 5. Perhitungan Kecenderungan Frekuensi ................................................ 100 6. Uji Normalitas ..................................................................................... 103 7. Uji Linearitas ...................................................................................... 103 8. Uji Multikolineritas ............................................................................ 104 9. Uji Heteroskedastisitas ....................................................................... 104 10. Hasil Regresi ...................................................................................... 105 11. Daftar KAP di Yogyakarta ................................................................. 109 12. Surat Izin Penelitian ........................................................................... 111 xviii
  • 19. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan suatu perusahaan merupakan salah satu sumber informasi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan. Ketika seorang investor akan melakukan investasi pada suatu perusahaan, ia perlu mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut terutama menyangkut kelangsungan usaha perusahaan. Informasi akuntansi merupakan kebutuhan yang paling mendasar untuk pengambilan keputusan bagi investor di pasar modal. Informasi akuntansi tersebut dapat dilihat dari laporan keuangan yang telah dibuat oleh pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu, ada kecenderungan pihak manajemen perusahaan untuk memanipulasi kinerja laporan keuangan perusahaan dengan cara memperbaiki laporan keuangan sedemikian rupa sehingga tampak lebih baik dari semestinya dengan tujuan untuk mendapatkan penilaian yang positif atas tanggung jawabnya sebagai pihak yang mengelola perusahaan. Untuk memastikan kesesuaian antara laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dengan standar akuntansi yang ada, maka laporan keuangan perlu diaudit oleh pihak ketiga yang bebas, tidak memihak atau independen. Pihak yang bisa melakukan audit atas laporan keuangan tersebut adalah auditor independen atau akuntan publik. Dalam hal ini, akuntan publik berfungsi sebagai pihak ketiga yang menghubungkan pihak manajemen perusahaan dengan pihak luar perusahaan dan berkepentingan untuk memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan pihak manajemen dapat dipercaya sebagai dasar dalam membuat 1
  • 20. 2keputusan. Tanpa menggunakan jasa akuntan publik, manajemen perusahaan tidakakan dapat meyakinkan pihak luar bahwa laporan keuangan yang disajikanmanajemen perusahaan berisi informasi yang dapat dipercaya. Di sisi lain,pemakai laporan keuangan juga menaruh kepercayaan yang besar terhadap hasilpekerjaan auditor yang berupa laporan audit. Laporan auditor penting sekali dalam suatu audit karena laporan tersebut dapatmenginformasikan tentang apa yang dilakukan auditor dan kesimpulan yangdiperolehnya. Auditor mempunyai tanggung jawab untuk menilai apakah terdapatkesangsian besar terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankankelangsungan usahanya selama periode waktu tertentu dan membuktikankewajaran atas laporan keuangan yang disajikan oleh klien. Auditor juga harusmemiliki keberanian untuk mengungkapkan permasalahan mengenaikelangsungan usaha perusahaan klien. Semakin banyaknya K a n t o r A k u n t a n P u b l i k ( KAP) yang berdiri,menyebabkan semakin ketatnya persaingan antar KAP tersebut. Persainganyang ketat di zaman sekarang ini membuat Kantor Akuntan Publik harus dapatmempertahankan mutu jasa audit agar dapat mempertahankan eksistensi ataukelangsungan usahanya. Jika mutu jasa audit dalam suatu KAP tidak diakui lagi,maka tidak mungkin KAP tersebut tidak akan terpakai lagi dan akhirnya tidakdapat mempertahankan kelangsungan usahanya. Eksistensi KAP ditentukan olehmutu jasa yang diberikan oleh auditor yang dalam hal ini adalah laporan audit.Untuk menghasilkan jasa audit yang berkualitas, auditor harus berpedomanpada Standar Auditing dan Aturan Etika Akuntan Publik. Standar auditingmenurut Munawir (1999:30) digunakan sebagai pedoman mutu profesional
  • 21. 3auditor independen dan pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan audit,sedangkan bagi masyarakat umum Standar Auditing merupakan jaminankeyakinan akan mutu audit yang dilakukan oleh auditor. Sedangkan aturan etikadigunakan sebagai sarana yang menjadi dasar kepercayaan masyarakat terhadapkualitas atau mutu jasa yang diberikan oleh profesi akuntan tanpa memandangsiapa individu yang melaksanakannya. Dalam hal ini kompetensi danindependensi merupakan bagian dari Standar Auditing dan juga termasuk dalamAturan Etika Akuntan Publik. Kompetensi berkaitan dengan kemampuan,keahlian dan pengalaman dari auditor (Christiawan:2002). Sedangkanindependensi adalah sikap auditor yang jujur, bebas, tidak memihak dan tidakmudah dipengaruhi (Christiawan:2002). Kelangsungan usaha Kantor Akuntan Publik ditentukan oleh mutu jasa yangdiberikan oleh auditor yang dalam hal ini adalah laporan audit. Untukmenghasilkan mutu jasa audit yang berkualitas, auditor harus berpedoman padaStandar Auditing dan Kode Etik Profesi. Menurut Munawir (1999: 30), Standarauditing digunakan sebagai ukuran mutu profesional (professional qualities)auditor independen dan pertimbangan (judgement) yang digunakan dalampelaksanaan audit dan penyusunan laporan auditor, sedangkan bagi masyarakatumum Standar Auditing merupakan jaminan keyakinan akan kualitas audit yangdilakukan oleh auditor. Dalam pelaksanaan audit atas laporan keuangan olehakuntan publik, hasilnya bukan hanya untuk kepentingan klien tapi juga untukpihak ketiga yang meliputi para investor, kreditor, lembaga keuangan, pemerintah,masyarakat dan pihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap laporankeuangan klien yang telah diaudit oleh akuntan publik. Adanya harapan yang
  • 22. 4besar baik dari manajemen maupun pemakai laporan keuangan yang menuntutakuntan publik untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu audit yangdilakukan. Kepercayaan yang besar dari pemakai laporan keuangan auditan danjasa yang diberikan akuntan publik akhirnya mengharuskan akuntan publikmemperhatikan kualitas audit yang dilakukannya. Adapun pertanyaan darimasyarakat tentang kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan publik semakinbesar setelah terjadi banyak skandal yang melibatkan akuntan publik baik di luarnegeri maupun di dalam negeri, misalnya terdapat kasus keuangan dan manajerialperusahaan publik yang tidak bisa terdeteksi oleh akuntan publik yangmenyebabkan perusahaan didenda oleh Bapepam (Christiawan: 2002). Dalamkasus Raden Motor pada tahun 2009, seorang akuntan publik yang membuatlaporan keuangan perusahaan Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman modalsenilai Rp 52 miliar dari dari BRI Cabang Jambi pada tahun 2009, diduga terlibatkasus korupsi dalam kredit macet. Hal ini terungkap setelah pihak Kejati Jambimengungkap kasus dugaan korupsi tersebut. Fitri Susanti, kuasa hokum tersangkaEffendi Syam, pegawai BRI yang terlibat kasus itu, Selasa (18/5/2010)mengatakan, setelah kliennya diperiksa dan dikonfrontir keterangannya denganpara saksi, terungkap ada dugaan kuat keterlibatan dari Biasa Sitepu sebagaiakuntan publik dalam kasus ini. Hasil pemeriksaan dan konfrontir keterangantersangka dengan saksi Biasa Sitepu terungkap dalam laporan keuanganperusahaan Raden Motor dalam mengajukan pinjaman ke BRI. Sedangkanskandal di luar negeri, Raju, mantan pemimpin Satyam, awal tahun lalu mengakuiperbuatannya, telah memalsukan keuntungan perusahaan. Dalam surat pengakuan,ia mengatakan telah membesar-besarkan laba perusahaan selama bertahun-tahun
  • 23. 5dan meningkatkan neracanya hingga Iebih dari US$ 1 miliar. Satyam merupakanperusahaan teknologi informasi outsourcing terbesar keempat di India. Kliennyaterdiri atas Nestle, General Electric, dan General Motors. Akibat kasus ini,perusahaan kemudian diambil alih oleh Tech Mahindra dengan nilai US$ 600 jutauntuk kepemilikan mayoritas. Atas pengakuan itu, ia menghadapi dakwaankonspirasi, kecurangan, hingga pemalsuan. Ia kemudian menarik kembalipengakuannya. Namun polisi menetapkan surat itu merupakan pengakuanpenipuan yang sifatnya sukarela. Pengadilan di India mulai mengadili pendiriperusahaan teknologi informasi Satyam, B. Ramalinga Raju, yang dituduhmelakukan penipuan terbesar dalam sejarah korporasi negara itu. Modus kasus inimirip skandal rekayasa laporan keuangan Enron, perusahaan raksasa listrik dangas asal Texas, Amerika Serikat. Dalam konteks skandal keuangan di atas, memunculkan pertanyaan apakahtrik-trik rekayasa tersebut mampu terdeteksi oleh akuntan publik yang mengauditlaporan keuangan tersebut atau sebenarnya telah terdeteksi namun auditor justruikut mengamankan praktik kejahatan tersebut. Tentu saja jika yang terjadi adalahauditor tidak mampu mendeteksi trik rekayasa laporan keuangan, maka yangmenjadi inti permasalahannya adalah kompetensi atau keahlian auditor tersebut.Namun jika yang terjadi justru akuntan publik ikut mengamankan praktikrekayasa tersebut, maka inti permasalahannya adalah independensi auditortersebut. Terkait dengan konteks inilah, muncul pertanyaan seberapa tinggitingkat kompetensi dan independensi auditor saat ini dan apakah kompetensi danindependensi auditor tersebut berpengaruh terhadap mutu jasa audit yangdihasilkan oleh akuntan publik.
  • 24. 6 Mutu jasa audit ditentukan oleh dua hal yaitu kompetensi dan independensi(Christiawan: 2002), sedangkan kualitas pemeriksaan ditentukan oleh persepsimasyarakat atas independensi pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan.Kompetensi dan independensi merupakan bagian dari standar auditing dantermasuk juga di dalam etika profesional. Kompetensi berkaitan dengankemampuan, keahlian dan pengalaman dari auditor (Christiawan: 2002). Dalammelaksanakan audit, akuntan publik harus bertindak sebagai seorang yang ahlidalam bidang akuntansi dan auditing. Pencapaian keahlian sebagai auditor,seseorang harus telah memperoleh pendidikan formal, pelatihan teknis yangkemudian diperluas melalui pengalaman dalam praktik audit (Munawir, 1999:32). Pengalaman merupakan unsur profesi terpenting karena akan mempengaruhikemampuan auditor untuk mengetahui kekeliruan dan pelatihan yang dilakukanakan meningkatkan keahlian dalam melakukan audit. Sedangkan independensiadalah sikap auditor yang jujur, tidak memihak, dan tidak mudah dipengaruhi(Christiawan: 2002). Menurut Munawir (1999: 35) independensi akuntan publikmenyangkut dua aspek yaitu independensi dalam fakta (independence in fact) danindependensi dalam penampilan (independence in appearance). Akuntan publiktidak dibenarkan memihak kepentingan siapapun. Auditor berkewajiban untukjujur tidak hanya kepada manajemen dan pemilik perusahaan, namun juga kepadakreditur dan pihak lain yang meletakkan kepercayaan atas pekerjaan akuntanpublik. Walaupun auditor dapat mempertahankan independensinya, namunapabila pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan yakin bahwaauditor memihak kepada auditee maka opini dari hasil audit yang telah dibuat
  • 25. 7auditor tidak akan dapat dipercaya lagi. Mengingat kompleksitas pekerjaan auditmenuntut tanggung jawab yang besar, maka penting bagi auditor yang bekerja disuatu Kantor Akuntan Publik untuk memiliki kompetensi dan independensi yangtinggi. Menurut Nugrahaningsih (2005) dalam Nizarul, dkk. (2007) kompetensi danindependensi yang dimiliki auditor dalam penerapannya akan terkait dengan etika.Seorang auditor berkewajiban untuk menjaga standar perilaku etis tertinggimereka kepada organisasi dimana mereka bernaung, profesi mereka, masyarakatdan diri mereka sendiri. Kompetensi dan independensi yang dimiliki oleh auditorinilah yang menjadi pertimbangan bagi para pihak yang membutuhkan jasa audituntuk menggunakan jasa mereka. Penting bagi pemakai laporan keuangan untukmemandang Kantor Akuntan Publik sebagai pihak yang independen dankompeten, karena akan mempengaruhi berharga atau tidaknya jasa yang telahdiberikan oleh Kantor Akuntan Publik kepada pemakai. Jika pemakai merasaKantor Akuntan Publik memberikan jasa yang berguna dan berharga, maka nilaiaudit atau kualitas audit juga meningkat. Para pembaca laporan audit yang merasayakin akan kompetensi dan independensinya, maka secara tidak langsung hal iniakan membawa pengaruh terhadap eksistensi atau kelangsungan usaha KantorAkuntan Publik dimana auditor tersebut bertugas (Canyaning, 2003). Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan olehCanyaning (2003) dan Christiawan (2002). Perbedaan penelitian terdahulu denganpenelitian ini yaitu penelitian terdahulu menggunakan objek penelitian KantorAkuntan Publik (KAP) yang berada di Malang (Canyaning) dan Surabaya
  • 26. 8 (Christiawan) sedangkan dalam penelitian ini menggunakan objek penelitian Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Yogyakarta. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta”.B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: 1. Banyaknya skandal keuangan yang melibatkan profesi akuntan publik, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. 2. Persaingan yang ketat membuat Kantor Akuntan Publik harus dapat mempertahankan eksistensi atau kelangsungan usahanya. 3. Sulitnya mempertahankan objektifitas yang dapat mempengaruhi auditor dalam mewujudkan independensinya. 4. Sulitnya auditor dalam mempertahankan kompetensi dan independensi dalam melaksanakan tugasnya.C. Pembatasan Masalah Mengingat luasnya ruang lingkup penelitian maka diperlukan pembatasan masalah dalam penelitian ini. Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas, pembatasan masalah dalam penelitian ini mencakup Kompetensi dan Independensi Auditor yang mempengaruhi Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta.
  • 27. 9D. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah yang ada, maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apakah terdapat pengaruh antara Kompetensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta? 2. Apakah terdapat pengaruh antara Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta? 3. Apakah terdapat pengaruh antara Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta?E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui pengaruh antara Kompetensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. 2. Untuk mengetahui pengaruh antara Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. 3. Untuk mengetahui pengaruh antara Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta.
  • 28. 10F. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Manfaat teoristis a) Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan ilmu akuntansi khususnya dalam bidang audit. b) Bagi para peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan referensi dalam penelitian berikutnya. 2. Manfaat Praktis a) Bagi Kantor Akuntan Publik, hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai saran yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam praktik Akuntan Publik. b) Bagi penulis, dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang auditing ke dalam kondisi yang nyata.
  • 29. BAB II KAJIAN TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESISA. Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) 1. Pengertian Kelangsungan Usaha Going concern adalah suatu asumsi akuntansi bahwa perusahaan akan berjalan terus sampai pada masa yang tak dapat ditetapkan, atau cukup lama untuk melaksanakan rencananya (Sujana Ismaya, 2006). Dengan adanya going concern maka suatu entitas dianggap akan mampu mempertahankan kegiatan usahanya dalam jangka panjang, tidak akan dilikuidasi dalam jangka waktu pendek. Laporan audit dengan modifikasi mengenai going concern merupakan suatu indikasi bahwa dalam penilaian auditor terdapat risiko auditee tidak dapat bertahan dalam bisnis. Dari sudut pandang auditor, keputusan tersebut melibatkan beberapa tahap analisis. Auditor harus mempertimbangkan hasil dari operasi, kondisi ekonomi yang mempengaruhi perusahaan, kemampuan membayar hutang, dan kebutuhan likuiditas di masa yang akan datang. Selain melakukan pendekatan secara komprehensif dan menyusun kebijakan dan prosedur yang sesuai, profesi akuntan melalui Ikatan Akuntan Indonsesia telah menerbitkan PSAK dan SPAP baru. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pedoman pelaksanaan pengauditan dalam praktek audit yang makin kompleks. 10
  • 30. 11a. PSAK (Indonesian GAAP) Mengantisipasi perubahan- perubahan yang terjadi selama krisis, pihakpembuat regulasi dalam hal ini Ikatan Akuntan Indonesia merespon denganmengeluarkan sejumlah PSAK baru diantaranya : 1) PSAK 46 = International Accounting Standard (IAS) 12 Akuntansi untuk pajak pendapatan yang ditangguhkan (deffered income tax accounting) yang berlaku mulai Januari 1999 untuk perusahaan yang go public dan Januari 2001 untuk perusahaan yang belum go public. PSAK ini muncul karena kebutuhan untuk mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode mendatang untuk pemulihan nilai aktiva yang diakui pada neraca perusahaan atau pelunasan nilai tercatat kewajiban yang diakui pada neraca perusahaan. 2) PSAK 48 = IAS 36 Impairment of Assets yang berlaku Januari 2000. PSAK ini mengatur perlakuan akuntansi aktiva yang turun nilainya dan konsekuensi penurunan nilai tersebut. 3) PSAK 55 = Statement of Financial Accounting Standarts (SFAS) 133 Akuntansi untuk derivative dan hedging (lindung nilai). Pernyataan ini memperlakukan akuntansi untuk instrument derivative, termasuk instrument derivative tertentu yang melekat pada perjanjian lainnya dan aktivitas lindung nilai 4) PSAK 52 yang dalam hal tertentu sama dengan SFAS 52 PSAK ini mengatur mengenai mata uang yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang menggunakan mata uang selain rupiah sebagai mata uang pelaporan, dimana hal ini dimungkinkan untuk dilakukan mengingat nilai rupiah sangat fluktuatif. 5) PSAK 54 = SFAS 15 Akuntansi untuk restrukturasi hutang dan piutang bermasalah, bagi bagi debitur maupun kreditur. 6) PSAK 51 Akuntansi untuk kuasi-reorganisasi. Pernyataan ini mengatur tentang pelaksanaan prosedur akuntansi yang mengatur perusahaan yang merekstrukturisasi ekuitasnya dengan menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh aktiva dan kewajibannya tanpa melalui reorganisasi secara hukum.
  • 31. 12b. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) / Indonesian GAAS Selain PSAK, standar untuk melakukan pengauditan juga makindikembangkan melalui perubahan yang terjadi sebagaimana dipaparkandidepan. Peraturan-peraturan baru yang muncul diantaranya bertkaitan dngan : 1) Audit untuk Partai Politik (disyaratkan oleh UU No. 3 tahun 1999) yang harus dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum 2) Sanksi kepada auditor yang memberikan opini yang tidak sesuai 3) Dampak Keputusan Bapepam No. 49 tentang penangguhan kerugian nilai tukar terhadap opini audit (IPSA 29.04) Januari 1999. 4) Usulan standar atestasi yang kurang lebih sama dengan yang ada pada Statement on Auditing Standarts (SAS) Amerika. 5) Pertimbangan auditor terhadap memburuknya kondisi ekonomi (IPSA 30.01), Maret 1998 dibuat. Bagi perusahaan yang terkena dampak memburuk kondisi ekonomi dandampak yang mempengaruhi kelangsungan hidupnya, perusahaan perlumenyusun rencana-rencana manajemen. Rencana-rencana tersebutmenggambarkan tindakan-tindakan apa yang dilakukan oleh manajemen untukmengatasi masalah going concern. Rencana-rencana yang dibuat olehmanajemen tersebut menjadi dasar bagi auditor untuk melakukan penilaianselanjutnya. Evaluasi yang mendalam atas rencana manajemen harusdilakukan untuk memberikan penilaian atas kelayakan rencana-rencana yangdibuat. Setelah melakukan evaluasi secara kritis kritis terhadap rencana-rencanamanajemen, jika auditor menyimpulkan bahwa masih terdapat keragu-raguanyang besar tentang apa yang akan terjadi ke depan auditor harus men‘disclose’ peristiwa dan situasi yang menurut auditor sangat mendasar dalam
  • 32. 13catatan atas laporan keuangan. Selain itu auditor juga harus menambahkansatu paragraf tambahan yang menekankan pada masalah yang menjadiconcern auditor. Perusahaan yang mengalami masalah going concern tetapitidak menyusun rencana manajemen dapat diberikan opini going concernqualification. Jika terdapat keragu-raguan yang besar, auditor dapatmemberikan opini disclaimer. Going concern dipakai sebagai asumsi dalam pelaporan keuangansepanjang tidak terbukti adanya informasi yang menunjukkan hal berlawanan(contrary information). Biasanya informasi yang secara signifikan dianggapberlawanan dengan asumsi kelangsungan hidup satuan usaha adalahberhubungan dengan ketidakmampuan satuan usaha dalam memenuhikewajiban pada saat jatuh tempo tanpa melakukan penjualan sebagian besaraktiva kepada pihak luar melalui bisnis biasa, restrukturisasi utang, perbaikanoperasi yang dipaksakan dari luar dan kegiatan serupa yang lain. Going concern adalah salah satu konsep yang paling penting yangmendasari pelaporan keuangan (Gray & Manson, 2000). Kelayakan daripersiapan laporan keuangan menggunakan dasar going concern merupakantanggung jawab utama director dan tanggung jawab auditor untukmeyakinkan dirinya bahwa penggunaan dasar going concern oleh perusahaanadalah layak dan diungkapkan secara memadai dalam laporan keuangan(Setiawan, 2006). Menurut Altman dan McGough (1974) masalah goingconcern terbagi dua, yaitu masalah keuangan yang meliputi kekurangan(defisiensi) likuiditas, defisiensi ekuitas, penunggakan utang, kesulitanmemperoleh dana, serta masalah operasi yang meliputi kerugian operasi yang
  • 33. 14 terus-menerus, prospek pendapatan yang meragukan, kemampuan operasi terancam, dan pengendalian yang lemah atas operasi.2. Kantor Akuntan Publik (KAP) Untuk menjalani profesi akuntan publik, seseorang harus memiliki register akuntan yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan RI sebagaimana diatur pada pasal 3 ayat 4 Undang-undang No. 34 tahun 1954 tentang Pemakaian Gelar Akuntan. Nomor Register Akuntan hanya dapat diberikan oleh Departemen Keuangan RI kepada: a. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Universitas Negeri yang telah mendapat persetujuan dari Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. b. Orang yang lulus mengikuti Ujian Negara Akuntansi (UNA) yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ujian ini diperuntukkan bagi lulusan dari jurusan Akuntansi pada Perguruan Tinggi Swasta (Fakultas Ekonomi dan STIE) dan lulusan Fakultas Ekonomi Negeri yang belum mendapat persetujuan Dirjen Pendidikan Tinggi untuk dibebaskan dari UNA (Abdul Halim, 2003: 13). Untuk melaksanakan tugasnya, seorang akuntan publik bekerja pada kantor akuntan publik. Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah lembaga yang memiliki izin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Akuntan Publik dalam menjalankan pekerjaannya. Menurut pasal 6 SK. Menkeu No. 43/ 1997, izin untuk membuka Kantor Akuntan Publik (KAP) akan diberikan apabila pemohon memenuhi persyaratan sebagai berikut: Badan usaha KAP dapat berbentuk: 1) Perseorangan – hanya dapat didirikan dan dijalankan oleh seorang akuntan publik yang juga sekaligus bertindak sebagai pimpinan. 2) Persekutuan perdata atau persekutuan firma – hanya dapat didirikan oleh paling sedikit 2 orang akuntan publik dan/atau 75% dari seluruh sekutu adalah akuntan publik. Masing-masing sekutu disebut Rekan (Partner) dan salah seorang sekutu bertindak sebagai Pemimpin Rekan.
  • 34. 15 Izin usaha KAP dikeluarkan oleh Menteri Keuangan. KAP berbentukbadan usaha perseorangan yang mengajukan permohonan untuk mendapatkanizin usaha KAP harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:1) Memiliki izin akuntan publik.2) Menjadi anggota IAPI.3) Mempunyai paling sedikit 3 orang auditor tetap dengan tingkat pendidikan formal bidang akuntansi yang paling rendah berijazah setara Diploma III dan paling sedikit 1 orang diantaranya memiliki register negara untuk akuntan.4) Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).5) Memiliki rancangan Sistem Pengendalian Mutu (SPM) KAP yang memenuhi Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan paling kurang mencakup aspek kebijakan atas seluruh unsur pengendalian mutu.6) Domisili Pemimpin KAP sama dengan domisili KAP.7) Memiliki bukti kepemilikan atau sewa kantor, dan denah kantor yang menunjukkan kantor terisolasi dari kegiatan lain.8) Membuat Surat Permohonan, melengkapi formulir Permohonan Izin Usaha Kantor Akuntan Publik, dan membuat surat pernyataan bermeterai cukup yang menyatakan bahwa data persyaratan yang disampaikan adalah benar. Untuk KAP berbentuk badan usaha persekutuan, selain persyaratan-persyaratan di atas, juga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:1) Memiliki NPWP KAP.2) Memiliki perjanjian kerja sama yang disahkan oleh notaris.3) Memiliki surat izin akuntan publik bagi Pemimpin Rekan dan Rekan yang akuntan publik.4) Memiliki tanda keanggotaan IAPI yang masih berlaku bagi Pemimpin Rekan dan Rekan yang akuntan publik.5) Memiliki surat persetujuan dari seluruh Rekan KAP mengenai penunjukan salah satu Rekan menjadi Pemimpin Rekan.6) Memiliki bukti domisili Pemimpin Rekan dan Rekan KAP.
  • 35. 16 KAP berbentuk badan usaha persekutuan dapat membuka Cabang KAP diseluruh wilayah Indonesia dengan izin dari Menteri Keuangan. KAP berbentuk badan usaha perseorangan menggunakan nama akuntanpublik yang bersangkutan. Untuk KAP berbentuk badan usaha persekutuan,menggunakan nama seorang atau lebih Rekan akuntan publik dan adapenambahan kata “& Rekan” di belakangnya apabila jumlah akuntan publikpada KAP tersebut lebih banyak dari jumlah akuntan publik yang namanyatercantum sebagai nama KAP. Nama KAP dilarang menggunakan singkatanatau penggalan nama. KAP dapat melakukan kerjasama dengan KAP atau organisasi audit asing.KAP dapat mencantumkan nama KAP atau organisasi audit asing tersebutpada dokumennya setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. Penulisanhuruf nama KAP atau organisasi audit tidak boleh melebihi besarnya hurufnama KAP. PARTNER MANAJER AKUNTAN SENIOR AKUNTAN YUNIOR Gambar 1. Hirarki Kantor Akuntan Publik Sumber: Abdul Halim (2003: 17)
  • 36. 17 Hirarki staf organisasi KAP pada umumnya seperti yang digambarkan sebagai berikut : a. Partner, merupakan top legal client relationship, yang bertugas mereview (menelaah) pekerjaan audit, menandatangani laporan audit, menyetujui masalah fee dan penagihannya, dan penanggungjawab atas segala hal yang berkaitan dengan pekerjaan audit. b. Manajer, merupakan staf yang banyak berhubungan dengan klien, mengawasi langsung pelaksanaan tugas-tugas audit, me-review lebih rinci terhadap pekerjaan audit, dan melakukan penagihan atas fee audit. c. Akuntan senior, merupakan staf yang bertanggung jawab langsung terhadap perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan audit, dan me-review pekerjaan para akuntan yunior di bawahnya. d. Akuntan yunior, merupakan staf pelaksana langsung dan bertanggung jawab atas pekerjaan lapangan. Selain itu akuntan publik juga harus berpedoman pada Standar ProfesionalAkuntan Publik (SPAP) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI),dalam hal ini adalah standar auditing. Standar auditing terdiri dari standarumum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan SPAP (SA Seksi 150.02): 1) Standar Umum a) Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. b) Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. c) Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. 2) Standar Pekerjaan Lapangan a) Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. b) Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menetukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. c) Bukti audit kompeten yang cukup harus dapat diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.
  • 37. 18 3) Standar Pelaporan a) Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. b) Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan jika ada ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. c) Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor d) Laporan auditor harus memuat pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atas suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Sebagai upaya untuk menjaga mutu audit, organisasi profesi mewajibkan setiap KAP untuk memiliki suatu sistem pengendalian mutu dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap klien, masyarakat umum dan pemerintah. Dalam SPAP (SPM Seksi 100. 03) dijelaskan bahwa sistem pengendalian mutu KAP mencakup struktur organisasi, kebijakan dan prosedur yang ditetapkan KAP untuk memberikan keyakinan memadai tentang kesesuaian perikatan professional dengan SPAP. Sistem pengendalian mutu harus komperhensif dan harus dirancang selaras dengan struktur organisasi, kebijakan, dan sifat praktik KAP. Kemudian untuk menjaga kredibilitas auditor, Ikatan Akuntan Indonesia mengeluarkan Standar Profesional Akuntan Publik dan Kode Etik Akuntan.3. Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) Kantor Akuntan Publik (KAP) pada umumnya menawarkan beberapa tipe jasa tergantung pada kapasitas dan kebutuhan kliennya. Pendapat Arens dan Loebecke (1991 : 13) menyatakan ada 4 kategori jasa yang disediakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) :
  • 38. 19 1) Kegiatan Pembuktian / pengujian (attestation service) Kegiatan pembuktian / pengujian meliputi semua kegiatan Kantor Akuntan Publik dimana diterbitkan suatu laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan dari pernyataan tertulis yang merupakan tanggung jawab pihak. Ada tiga jenis pembuktian : (a) Audit Laporan Keuangan historis (b) Review Laporan Keuangan Historis (c) Jasa Atestasi lainnya 2) Jasa Akuntansi serta administrasi pembukuan Jasa Kantor Akuntan Publik dalam membantu kliennya untuk menyiapkan jurnal dan buku besar dalam beberapa kasus laporan keuangan tersebut diserahkan kepada pihak ke-3. Untuk jasa tersebut disertai juga dengan review / bahkan audit ( compilation report) dalam beberapa laporan tersebut Kantor Akuntan Publik tidak menyediakan assurance. 3) Penyuluhan pajak Kantor Akuntan Publik menyusun surat pemberitahuan pajak dari perusahaan dan persorangan baik yang merupakan kliennya maupun yang bukan. 4) Konsultasi manajemen Jasa Kantor Akuntan Publik dalam menyediakan rekomendasi kepada manajemen bagaimana menjalankan perannya secara efektif misalnya pemberian saran sederhana mengenai pembenahan sistem akuntansi menyusun strategi pemasaran, memanfaatkan instalasi komputer yang ada dengan sebaik-baiknya dan konsultasi asuransi. Kepercayaan publik (public trust) merupakan sesuatu yang membuatakuntan publik tetap bertahan dalam kelangsungan usahanya, peran sosialAkuntan Publik dalam masyarakat adalah menyediakan suatu keyakinan memadai(reasonable assurance) bahwa asersi yang dibuat manajemen telah sesuai denganPrinsip Akuntansi Berlaku Umum (PABU) dan bebas dari salah saji materiil baikyang disebabkan oleh kesalahan ataupun kecurangan. Kantor Akuntan Publikdapat terus bertahan di dalam bisnis dikarenakan oleh mutu jasa audit yangdihasilkan dapat memuaskan publik, yang di dalamnya meliputi profesionalisme,independensi, kredibilitas, dan kualitas audit (Canyaning, 2003). Sikap profesionalisme Kantor Akuntan Publik merupakan suatu mentalitasprofessional yang menemukan kompetensi, tingkah laku dan komitmen sebagai
  • 39. 20 Kantor Akuntan Publik. Apabila gagal mempertahankan sikap profesionalisme maka Kantor Akuntan Publik tersebut akan kehilangan kepercayaan publik. Sedangkan Kepercayaan publik merupakan salah satu nilai yang membuat Kantor Akuntan Publik tersebut bertahan. Kehilangan kepercayaan publik karena mutu jasa audit yang dihasilkan kurang memuaskan maka akan mempengaruhi kelangsungan usaha Kantor Akuntan Publik tersebut, maka untuk mempertahankan mutu jasa audit yang berkualitas, Kantor Akuntan Publik harus dapat meningkatkan sikap profesionalisme auditor-auditor di dalamnya, dan kualitas auditnya (Canyaning, 2003).B. Kompetensi Auditor Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang berhubungan dengan pekerjaan, serta kemampuan yang dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan non-rutin. Dalam Kamus Besar Indonesia, kompetensi diartikan sebagai kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu). Surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002. tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi mengemukakan “Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu”. Association K.U. Leuven mendefinisikan bahwa pengertian kompetensi adalah peingintegrasian dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memungkinkan untuk melaksanakan satu cara efektif. Dari definisi di atas kompetensi dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melaksanakan satu tugas, peran atau tugas, kemampuan mengintegrasikan pengetahuan, ketrampilan-ketrampilan, sikap-sikap dan nilai-nilai pribadi, dan
  • 40. 21kemampuan untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang didasarkanpada pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan. Susanto (2000) dalamNizarul, dkk. (2007) menyatakan bahwa definisi tentang kompetensi yang seringdipakai adalah karakteristik-karakteristik yang mendasari individu untukmencapai kinerja superior. Untuk melakukan tugas pengauditan, auditormemerlukan pengetahuan pengauditan (umum dan khusus) dan pengetahuanmengenai bidang pengauditan, akuntansi dan industri klien. Lee dan Stone (1995)dalam Eunike (2007) mendefinisikan kompetensi sebagai keahlian yang cukupyang secara eksplisit dapat digunakan untuk melakukan audit secara objektif.Sedangkan menurut Christiawan (2005) kompetensi berkaitan dengan pendidikandan pengalaman yang memadai dalam bidang akuntansi dan pemeriksaan atauaudit. Sementara itu, Abdul Halim (2003: 49) mengemukakan bahwa kompetensiditentukan oleh tiga faktor, yaitu: Pendidikan formal dalam bidang akuntansi disuatu perguruan tinggi termasuk ujian profesi auditor, pelatihan yang bersifatpraktis dan pengalaman dalam bidang auditing, dan pendidikan profesional yangberkelanjutan selama menekuni karir auditor profesional.1. Tingkat Pendidikan Auditor Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggotaseyogyanya tidak menggambarkan dirinya memilki keahlian atau pengalamanyang tidak mereka punya. Dalam semua penugasan dan dalam semua tanggungjawabnya, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatankompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang diberikan memenuhitingkatan profesionalisme tinggi seperti disyaratkan pada Prinsip Etika.Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 (dua) fase yang terpisah:
  • 41. 22 a) Pencapaian Kompetensi Profesional Pencapaian kompetensi profesional pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian professional dalam subyek-subyek yang relevan, dan pengalaman kerja. Hal ini harus menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota. b) Pemeliharaan Kompetensi Profesional (1) Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui komitmen untuk belajar dan melakukan peningkatan profesional secara berkesinambungan selama kehidupan profesional anggota. (2) Pemeliharaan kompetensi profesional memerlukankesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi, termasuk di antaranya pernyataan-pernyataan akuntansi, auditing dan peraturan lainnya, baik nasional maupun internasional yang relevan. (3) Anggota harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten dengan standar nasional dan internasional. (http://www.iaiglobal.or.id/tentang_iai.php.htm)2. Pelatihan dan Pengalaman Auditor Audit menuntut keahlian dan profesionalisme yang tinggi. Keahlian tersebuttidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan formal tetapi banyak faktor lain yangmempengaruhi antara lain adalah pengalaman. Menurut Tubbs (1992) dalamMayangsari (2003) auditor yang berpengalaman memiliki keunggulan dalam hal:mendeteksi kesalahan, memahami kesalahan secara akurat, dan mencari penyebabkesalahan. Kompetensi seorang auditor dapat diukur melalui banyaknya ijazahatau sertifikat yang dimiliki serta banyaknya keikutsertaan yang bersangkutandalam pelatihan-pelatihan, seminar. Semakin banyak sertifikat yang dimiliki dansemakin sering mengikuti pelatihan atau seminar diharapkan auditor yangbersangkutan akan semakin cakap dalam melaksanakan tugasnya. Pemeriksaan
  • 42. 23atau audit harus dilaksanakan oleh seorang atau beberapa orang akuntan publikyang memiliki keahlian dalam bidangnya dan telah menjalani latihan teknis yangcukup. Pencapaian keahlian dimulai dengan pendidikan formal, yang selanjutnyadiperluas melalui pengalaman dalam praktik audit. Selain itu, akuntan publikharus menjalani pelatihan teknis yang cukup. Pelatihan ini harus secara memadaimencakup aspek teknis maupun pendidikan umum SPAP (SA Seksi 210. 03).Seorang auditor juga harus selalu mengikuti perkembangan yang terjadi dalamdunia bisnis dan lingkungan profesinya. Dengan adanya pendidikan, pelatihan,dan pengalaman, auditor mempunyai kemampuan untuk menilai secara objektifdan dapat menggunakan pertimbangannya tanpa memihak. Seorang auditor harus cukup mampu untuk memahami kriteria-kriteria yangdigunakan dan kompeten untuk mengetahui dengan pasti jenis dan jumlah faktayang dibutuhkan, agar pada akhir pemeriksaan dia dapat menarik kesimpulanyang tepat (Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke, 1995: 2). Menurut Libby(1995) dalam Ramaraya (2005) berbagai penelitian auditing menunjukkan bahwasemakin berpengalaman seorang auditor semakin mampu dia menghasilkankinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas yang semakin kompleks. Dengandemikian maka kompleksitas tugas yang dihadapi oleh seorang auditor akanmenambah pengalaman serta pengetahuannya. Pendapat ini didukung olehAbdolmohammadi dan Wright (1987) dalam Herliansyah (2006) yangmenunjukkan bahwa auditor yang tidak berpengalaman mempunyai tingkatkesalahan yang lebih signifikan dibandingkan dengan auditor yang lebihberpengalaman. Pemakai laporan keuangan auditan juga akan meragukankewajaran laporan keuangan yang diterimanya jika diketahui bahwa akuntan yang
  • 43. 24melakukan audit ternyata tidak memiliki kompetensi dalam bidangnya. Tidakadanya kompetensi akan menyebabkan laporan keuangan auditan yang disajikansalah dan prosedur audit yang diterapkan akuntan publik tidak mampu mendeteksiadanya salah saji material. Pengalaman audit adalah pengalaman auditor dalam melakukan audit laporankeuangan baik dari segi lamanya waktu maupun banyaknya penugasan yangpernah ditangani. Penelitian yang dilakukan oleh Libby and Frederick (1990)dalam Ida Suraida (2005) menemukan bahwa semakin banyak pengalamanauditor semakin dapat menghasilkan berbagai macam dugaan dalam menjelaskantemuan audit. Mereka juga lebih mampu memberi penjelasan yang masuk akalatas kesalahan dalam laporan keuangan. Selain itu mereka dapatmengelompokkan kesalahan berdasarkan tujuan audit dan struktur dari sistemakuntansi yang mendasari. Untuk melakukan tugas pengauditan, auditor memerlukan pengetahuanpengauditan (umum dan khusus) dan pengetahuan mengenai bidang pengauditan,akuntansi dan industri klien. Secara umum ada lima jenis pengetahuan yang harusdimiliki auditor yaitu pengetahuan umum, area fungsional, isu akuntansi, industrikhusus, dan pengetahuan bisnis umum serta penyelesaian masalah (Eunike: 2007). Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensimerupakan keahlian profesional yang dimiliki oleh auditor sebagai hasil daripendidikan formal, ujian profesional maupun keikutsertaan dalam pelatihan,seminar, simposium dan lain-lain seperti : a) USAP (Ujian Sertifikat Akuntan Publik). b) PPB (Pendidikan Profesi Berkelanjutan).
  • 44. 25 c) Pelatihan-pelatihan intern dan ekstern. d) Keikutsertaan dalam seminar, simposium dan lain-lain. Dengan dikuasainya kompetensi tersebut oleh seseorang, maka yangbersangkutan akan mampu: a) Mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan akuntansi. b) Mengorganisasikan agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan. c) Menentukan langkah apa yang harus dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula. d) Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda. Menurut Herawaty (2008) gambaran seseorang yang profesional dalamprofesi dicerminkan dalam lima dimensi profesionalisme, yaitu: a) Pengabdian pada profesi dicerminkan dari dedikasi dengan menggunakan pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki serta keteguhan untuk tetap melaksanakan pekerjaan meskipun imbalan ekstrinsik kurang. Sikap ini adalah ekspresi dari pencurahan diri yang total terhadap pekerjaan. b) Kewajiban sosial adalah suatu pandangan tentang pentingnya peranan profesi serta manfaat yang diperoleh baik masyarakat maupun kalangan profesional lainnya karena adanya pekerjaan tersebut. c) Kemandirian dimaksudkan sebagai suatu pandangan bahwa seorang yang profesional harus mampu membuat keputusan sendiri tanpa tekanan dari pihak lain (pemerintah, klien dan mereka yang bukan anggota profesi). Setiap ada campur tangan dari luar dianggap sebagai hambatan kemandirian secara profesional. d) Keyakinan terhadap profesi adalah suatu keyakinan bahwa yang paling berwenang menilai apakah suatu pekerjaan yang dilakukan profesional atau tidak adalah rekan sesame profesi, bukan pihak luar yang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang ilmu dan pekerjaan tersebut. e) Hubungan dengan sesama profesi adalah dengan menggunakan ikatan profesi sebagai acuan, termasuk di dalamnya organisasi formal dan kelompok kolega informal sebagai ide utama dalam melaksanakan pekerjaan.
  • 45. 26C. Independensi Auditor Menurut Siti Kurnia Rahayu (2010, 41-42) Independen artinya tidak mudah dipengaruhi, karena auditor melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum. Auditor tidak dibenarkan memihak kepada kepentingan siapapun. Untuk memenuhi pertanggungjawaban profesionalnya, akuntan publik harus bersikap independen karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum. Independensi juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang objektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya. Independensi menghindarkan diri dari hubungan yang bisa merusak objektifitas seorang auditor dalam melakukan jasa atestasi. Independensi merupakan sikap pikiran seseorang yang dicirikan oleh pendekatan integritas dan objektivitas tugas profesionalnya terlepas dari kepentingan pribadi yang melekat pada fakta yang dihadapinya. Begitu banyak pihak yang menggantungkan kepercayaan para pemakai laporan keuangan terhadap kelayakan laporan keuangan berdasarkan laporan auditor karena mereka ingin mendapatkan suatu pandangan yang tidak memihak. Menurut Haryono Jusup (2001: 101) sikap mental independen auditor harus meliputi independen dalam fakta (independence in fact) dan independen dalam penampilan (independence in appearance). Independen dalam fakta adalah kemampuan auditor untuk bersikap bebas, jujur, dan objektif dalam melakukan penugasan audit. Independen dalam fakta ini merupakan independen dalam diri auditor. Sedangkan independen dalam penampilan adalah independen dipandang dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
  • 46. 27perusahaan yang diaudit yang mengetahui hubungan antara auditor dengankliennya. Independensi penampilan berhubungan dengan persepsi masyarakatterhadap independensi akuntan publik. Independensi sikap mental sulitdiketahui oleh masyarakat karena masyarakat lebih cenderung menilaiindependensi penampilan akuntan publik daripada independensi sikap mental.Sikap auditor yang independen akan sangat mempengaruhi kepercayaanmasyarakat umum dan hal ini sangat penting bagi perkembangan profesiakuntan publik. Ada enam faktor yang mempengaruhi independensi menurutpersepsi akuntan pemeriksa dan pihak-pihak yang menggunakan jasa-jasanya,yaitu: 1. Kepentingan keuangan dalam perusahaan klien dan hubungan bisnis dengan para kliennya. 2. Persaingan dalam menyediakan jasa audit diantara KAP. 3. Jasa non audit yang diberikan oleh kantor akuntan. 4. Hubungan audit yang lama antara suatu kantor akuntan dengan klien tertentu. 5. Ukuran KAP. 6. Besarnya “fee” audit (Supriyono, 1988). Lebih lanjut Munawir (1999: 35) menyatakan bahwa berdasarkan ketentuanBursa Efek, auditor akan dianggap tidak independen jika: 1. Kantor akuntan yang bersangkutan atau salah satu pegawainya menjadi pimpinan/ direktur perusahaan klien. 2. Kantor akuntan yang bersangkutan atau salah satu pegawainya melakukan pekerjaan akuntansi klien, termasuk pembuatan jurnal, pencatatan dalam buku besar, jurnal penutup dan penyusunan laporan keuangan. 3. Kantor akuntan dengan klien saling melakukan peminjaman pribadi (kepentingan keuangan) dalam jumlah materiil ditinjau dari jumlah kekayaan auditor yang bersangkutan. Independensi merupakan salah satu karakter yang sangat penting bagiprofesi akuntan publik dalam melaksanakan pemeriksaan (auditing) terhadapkliennya. Akuntan publik harus memenuhi kewajiban profesionalnya untuk
  • 47. 28bersikap independen meskipun hal ini berarti bertentangan atau mengingkarikehendak kliennya dan berakibat akuntan publik tersebut tidak digunakan lagioleh kliennya. Masyarakat menilai independensi akuntan publik biasanya tidakhanya secara individu tetapi dari segi profesi akuntan publik secara keseluruhan.Kepercayaan masyarakat akan menurun, jika terdapat bukti bahwaindependensi sikap auditor ternyata berkurang dalam menilai kewajaranlaporan keuangan yang disajikan manajemen. Kecurigaan tersebut dapatberakibat hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan publikkhususnya dalam pemberian jasa pemeriksaan akuntansi. Profesi akuntan publik telah menetapkan dalam Kode Etik Akuntan Indonesia(KEAI) agar anggota profesi menjaga dirinya dari kehilangan persepsiindependensi dari masyarakat. Sepanjang persepsi independensi inidimasukkan ke dalam aturan etika, maka hal ini akan mengikat auditor untukmenurut pada ketentuan profesi. Independensi merupakan dasar bagi akuntanpublik untuk merumuskan dan menyatakan pendapat atas laporan keuangan yangdiperiksa. Apabila akuntan publik tetap memelihara independensi selamamelaksanakan pemeriksaan, maka laporan keuangan yang telah diperiksatersebut bertambah kredibilitasnya dan dapat diandalkan bagi pihak yangberkepentingan. Banyak pihak yang menggantungkan kepercayan terhadapkelayakan laporan keuangan berdasarkan laporan auditor, karena harapan pemakailaporan untuk mendapatkan suatu pandangan yang tidak memihak. Agar dipercaya masyarakat atas independensinya bagi kepentinganperkembangan profesi akuntan publik, auditor harus bebas dari setiap kewajibanklien, tidak mempunyai suatu kepentingan dengan klien. Auditor independen
  • 48. 29tidak hanya berkewajiban mempertahankan fakta bahwa ia independen, namunauditor harus pula menghindari keadaan yang dapat menyebabkan pihak luarmeragukan sikap independensinya. Bagaimanapun sempurnanya keahlian teknisauditor jika auditor memihak salah satu kepentingan maka dia tidak bisamempertahankan kebebasan pendapatnya, ia kehilangan sikap tidak memihak,berarti auditor tidak memiliki sikap mental independen. Independensi secara intrinsik merupakan masalah mutu pribadi, bukanmerupakan suatu aturan yang dirumuskan untuk dapat diuji secara obyektif.Sepanjang persepsi independensi dimasukkan ke dalam aturan etika, hal ini akanmengikat auditor independen menurut ketentuan profesi. Untuk menekankanindependensi auditor dari manajemen, penunjukan auditor di banyak perusahaandilaksanakan oleh dewan komisaris, rapat umum pemegang saham atau komiteaudit. Kode Etik Akuntan Publik menyebutkan bahwa independensi adalah sikapyang diharapkan dari seorang akuntan publik untuk tidak mempunyai kepentinganpribadi dalam melaksanakan tugasnya, yang bertentangan dengan prinsipintegritas dan objektivitas. Carey dalam Mautz (1993:205) mendefinisikanindependensi akuntan publik dari segi integritas dan hubungannya denganpendapat akuntan atas laporan keuangan. Independensi meliputi: 1. Kepercayaan terhadap diri sendiri yang terdapat pada beberapa orang profesional. Hal ini merupakan bagian integritas profesional. 2. Merupakan istilah penting yang mempunyai arti khusus dalam hubungannya dengan pendapat akuntan publik atas laporan keuangan. Independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif tidak
  • 49. 30 memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya. Independensi akuntan publik merupakan dasar utama kepercayaan masyarakat pada profesi akuntan publik dan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk menilai mutu jasa audit. Definisi independensi dalam The CPA Handbook menurut E.B. Wilcox dalam Mautz dan Sharaf (1993) adalah merupakan suatu standar auditing yang penting karena opini akuntan independen bertujuan untuk menambah kredibilitas laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen. Jika akuntan tersebut tidak independen terhadap kliennya, maka opininya tidak akan memberikan tambahan apapun (Mautz dan Sharaf, 1993:246). Kode Etik Akuntan tahun 1994 menyebutkan bahwa independensi adalah sikap yang diharapkan dari seorang akuntan publik untuk tidak mempunyai kepentingan pribadi dalam pelaksanaan tugasnya, yang bertentangan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Oleh karena itu dibutuhkan upaya pemeliharaan independensi. Upaya dapat berupa persyaratan atau dorongan lain, hal-hal tersebut antara lain : 1. Kewajiban hukum, adanya sanksi hukum bagi auditor yang tidak independen. 2. Standar auditing yang berlaku umum, sebagai pedoman yang mengharuskan auditor mempertahankan sikap independen, untuk semua hal yang berkaitan dengan penugasan.D. Penelitian yang Relevan 1. Penelitian dari Canyaning (2003) Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Kompetensi dan Independensi terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Malang”. Dari penelitian tersebut dihasilkan bahwa secara umum KAP di Malang cukup kompeten dan independensi KAP di Malang juga cukup baik. Secara bersama- sama variabel Kompetensi dan Independensi berpengaruh terhadap Kelangsungan
  • 50. 31Usaha KAP di Malang. Akan tetapi secara parsial diantara variabel yang ditelititernyata variabel Kompetensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadapKelangsungan Usaha. Hal ini berarti bahwa Kompetensi dijadikan pertimbanganklien dalam memakai jasa suatu KAP. Sedangkan variabel Independensi tidakmempunyai pengaruh yang signifikan dengan Kelangsungan Usaha. Dengan katalain dalam menggunakan jasa suatu KAP, klien tidak memperhatikan apakah KAPtersebut Independen ataupun tidak. Persamaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu yaitu sama-samamenggunakan variabel Kompetensi dan Independensi Auditor sebagai variabelindependen dan variabel Kelangsungan Usaha KAP sebagai variabel dependen.Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak padaobjek penelitian. Penelitian ini menggunakan objek KAP yang ada di wilayahYogyakarta sedangkan penelitian terdahulu menggunakan obejek penelitian KAPyang ada di wilayah Malang.2. Penelitian dari Christiawan (2002) Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Kompetensi dan Independensiterhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surabaya”.Penelitian ini mengangkat masalah apakah Kelangsungan Usaha Kantor AkuntanPublik dipengaruhi oleh independensi dan kompetensi. Dari penelitian inidiketahui bahwa faktor yang mempengaruhi kompetensi adalah kualitaspendidikan formal akuntansi, kurikulum pendidikan akuntansi yang berlaku,pengalaman dan pelatihan akuntan publik, sedangkan faktor yang mempengaruhiindependensi adalah adanya hubungan bisnis, keuangan dan manajemen ataukaryawan antara auditor dengan klien. Selain itu juga dapat diketahui pula bahwa
  • 51. 32kompetensi dan independensi sangat berpengaruh terhadap Kelangsungan UsahaKantor Akuntan Publik (KAP). Persamaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu yaitu sama-samamenggunakan variabel Kompetensi dan Independensi Auditor sebagai variabelindependen dan Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik sebagai variabeldependen . Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaituterletak pada objek penelitian. Penelitian ini menggunakan objek penelitian KAPyang ada di Yogyakarta, sedangkan penelitian terdahulu menggunakan objekpenelitian KAP yang ada di Surabaya.3. Penelitian dari Nizarul Alim, dkk (2007) Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Kompetensi dan Independesiterhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi”,berhasil membuktikan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadapkualitas audit. Hal ini berarti bahwa Kualitas Audit dapat dicapai jika auditormemiliki Kompetensi yang baik dimana Kompetensi tersebut terdiri dari duadimensi yaitu pengalaman dan pengetahuan. Sementara itu, interaksi Kompetensidan Etika Auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit.Penelitian ini juga menemukan bukti empiris bahwa Independensi berpengaruhsignifikan terhadap Kualitas Audit. Selanjutnya interaksi Independensi dan EtikaAuditor berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit. Hal ini berarti KualitasAudit didukung oleh sampai sejauh mana auditor mampu bertahan dari tekananklien disertai dengan perilaku etis yang dimiliki. Dalam kerangka yang lebih luasdapat disimpulkan bahwa Independensi dan Kompetensi Akuntan Publik sangatmempengaruhi tingkat kepercayaan pemakai laporan keuangan auditan
  • 52. 33 (masyarakat) terhadap jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik khususnya jasa audit atas laporan keuangan. Persamaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu yaitu sama-sama menggunakan variabel Kompetensi dan Independensi Auditor sebagai variabel independen. Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu terletak pada variabel dependen. Penelitian ini menggunakan variabel Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta sedangkan penelitian terdahulu menggunakan variabel Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi sebagai variabel dependen.E. Kerangka Berpikir Laporan keuangan yang dibuat oleh pihak manajemen perusahaan merupakan informasi yang penting untuk proses pengambilan keputusan bagi para pemakai laporan keuangan. Dari laporan keuangan tersebut dapat dilihat kinerja suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi. Dalam penyajian laporan keuangan, pihak manajemen ada kecenderungan untuk memanipulasi laporan keuangan tersebut agar terlihat kinerja manajemen yang baik agar para investor tertarik untuk menginvestasikan modalnya. Informasi dari laporan keuangan tersebut akan bebas resiko dan lebih dipercaya oleh pihak luar jika telah diaudit. Pihak yang dapat mengaudit laporan keuangan ini adalah akuntan publik atau auditor. Seorang auditor bertugas untuk membuktikan kewajaran suatu laporan keuangan yang disajikan oleh klien. Untuk dapat memberikan jasa audit atas laporan keuangan, akuntan publik harus bergabung dalam suatu Kantor Akuntan Publik (KAP). Kinerja KAP yang berkualitas sangat ditentukan oleh kinerja auditor secara ideal di dalam menjalankan profesinya.
  • 53. 34 Kelangsungan hidup Kantor Akuntan Publik sangat bergantung kepada kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat akan menghargai Kantor Akuntan yang menetapkan standar kualitas yang tinggi dalam memberikan jasanya kepada masyarakat, khususnya jasa atestasi. Kepercayaan masyarakat terhadap Kantor Akuntan Publik (KAP) akan meningkat jika akuntan yang bekerja di Kantor Akuntan Publik memiliki kompetensi dan independensi.F. Model Penelitian Model penelitian ini bisa digambarkan sebagai berikut: Kompetensi Auditor (X1) 1 Kelangsungan Usaha KAP 3 (Y) Independensi Auditor 2 (X2) Gambar 2. Model Penelitian Keterangan : 1. Pengaruh Kompetensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP). 2 Pengaruh Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) 3 Pengaruh Kompetensi Auditor dan Independensi Auditor secara simultan terhadap terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP)
  • 54. 35G. Hipotesis Penelitian Berdasarkan ulasan di atas maka hipotesis yang diajukan yaitu: H1: Terdapat pengaruh antara Kompetensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP). H2: Terdapat pengaruh antara Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP). H3: Terdapat pengaruh antara Kompetensi Auditor dan Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP).
  • 55. BAB III METODE PENELITIANA. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Akuntan Publik yang ada di Yogyakarta. Waktu penelitian yaitu bulan Juni sampai dengan Juli 2010.B. Jenis Penelitian Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang berupa data primer yang diperoleh dari objek penelitian. Menurut Indriantoro (1999: 146) data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dalam penelitian ini menggunakan objek yaitu auditor yang bekerja di KAP-KAP yang berada di Yogyakarta. Penelitian ini mengambil lokasi pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. Dipilih Yogyakarta karena tingkat perekonomian untuk daerah Yogyakarta setiap tahun meningkat dan tumbuh berkembang. Selain itu, banyak perusahaan-perusahaan yang berdiri dan bersaing di Yogyakarta yang tentunya untuk menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan jasa Kantor Akuntan Publik. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan angket. Angket merupakan metode pengumpulan data yang berisi kumpulan-kumpulan dari pertanyaan yang diajukan secara tertulis kepada responden dan cara menjawab juga dilakukan secara tertulis. Angket diberikan kepada responden untuk menilai Kompetensi dan Independensi Auditor. Angket tersebut disebar secara personal yang disampaikan langsung oleh peneliti. 32
  • 56. 33C. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti (bahan penelitian) (Arikunto, 2007: 84). Populasi dalam penelitian ini adalah Auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, karena tiap orang anggota dalam populasi itu derajat dan kualifikasinya sama atau setara, atau sama dan serupa tiada bedanya, setiap anggota populasi memiliki kebebasan dan kesempatan yang sama untuk disampel. Tabel 1. Daftar KAP di Yogyakarta No. Nama KAP Jumlah auditor 1. KAP Bismar, Muntalib & Yusuf 15 orang 2 KAP Doli, Bambang, Sudarmadji dan 10 orang Dadang 3 KAP Drs. Hadiono 4 orang 4 KAP. Hadori Sugiarto Adi & Rekan 16 orang 5 KAP Drs. Kumalahadi 10 orang 6 KAP Drs. Soeroso Donosapoetro, MM, 8 orang Ak, 7 KAP Dra. Suhartati & Rekan 10 orang 8 KAP Drs. Henry & Sugeng 10 orang 9 KAP Drs. Inarejz Kemalawarta 5 orang Total auditor 88 orang Sumber : Data yang diolahD. Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel penelitian dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi dua, yaitu variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat). Penelitian ini mempunyai dua variabel independen (bebas) dan satu variabel dependen (terikat). Kompetensi Auditor sebagai variabel independen pertama (X1) dan Independensi
  • 57. 34Auditor sebagai variabel independen kedua (X2), sedangkan Kelangsungan UsahaKantor Akuntan Publik di Yogyakarta sebagai variabel dependen (Y). Definisioperasional masing-masing variabel sebagai berikut: 1. Variabel Dependen Variabel dependen penelitian ini adalah Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. Kepercayaan publik (public trust) merupakan suatu hal yang membuat akuntan publik tetap bertahan dalam kelangsungan usahanya, peran sosial Akuntan Publik dalam masyarakat adalah menyediakan suatu keyakinan memadai (reasonable assurance) bahwa asersi yang dibuat manajemen telah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum (PABU) dan bebas dari salah saji materiil baik yang disebabkan oleh kesalahan ataupun kecurangan. Kantor Akuntan Publik dapat terus bertahan di dalam bisnis dikarenakan oleh mutu jasa audit yang dihasilkan dapat memuaskan publik. Eksistensi KAP ditentukan oleh mutu jasa yang diberikan oleh auditor yang dalam hal ini adalah laporan audit. Untuk menghasilkan jasa audit yang berkualitas, auditor harus berpedoman pada Standar Auditing dan Aturan Etika Akuntan Publik. Indikator yang digunakan untuk mengukur Kelangsungan Usaha dalam KAP tersebut adalah kepuasan klien, kualitas audit yang diberikan KAP, dan profesionalisme auditor. 2. Variabel Independen a) Kompetensi Auditor (X1) Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan akuntan publik sebagai
  • 58. 35 auditor. Kompetensi ditentukan oleh tiga faktor, yaitu: pendidikan formal dalam bidang akuntansi di suatu perguruan tinggi termasuk ujian profesi auditor, pelatihan yang bersifat praktis dan pengalaman dalam bidang auditing, serta pendidikan profesional yang berkelanjutan selama menekuni karir auditor profesional. b). Independensi Auditor (X2) Independensi Auditor adalah sikap mental auditor untuk tidak mudah dipengaruhi, jujur, dan objektif dalam setiap melakukan audit. Sikap mental independensi auditor harus meliputi independen dalam fakta (independence in fact) dan independen dalam penampilan (independence in appearance). Independen dalam fakta adalah kemampuan auditor untuk bersikap bebas, jujur, dan objektif dalam melakukan penugasan audit. Independen dalam fakta ini merupakan independen dalam diri auditor. Independen dalam penampilan adalah independen dipandang dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan yang diaudit yang mengetahui hubungan antara auditor dengan kliennya.E. Teknik Pengambilan Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi (Arikunto, 2007: 84). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja dalam KAP. Sedang teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling yang merupakan bentuk random sampling yang sifatnya sederhana, tiap sampel yang berukuran sama memiliki probabilitas sama
  • 59. 36 untuk terpilih dari populasi (Iqbal Hasan, 2005: 87). Menurut Arikunto (2007: 96) semua subjek yang termasuk dalam populasi mempunyai hak untuk dijadikan anggota sampel. Dari 9 KAP yang ada di wilayah Yogyakarta, hanya 5 KAP yang bersedia menerima kuesioner dan itupun hanya bersedia menerima 5-15 kuesioner saja. Berikut adalah adalah tabel mengenai distribusi kuesioner pada sampel dari tiap- tiap KAP yang bersedia dijadikan objek penelitian: Tabel 2. Nama KAP dan Jumlah Sampel Jumlah No. Nama KAP auditor 1. KAP Bismar, Muntalib & Yusuf 15 orang 2. KAP Doli, Bambang, Sudarmadji dan Dadang 10 orang 3. KAP Drs. Henry & Sugeng 5 orang 4. KAP Drs. Soeroso Donosapoetro, MM, Ak 5 orang 5. KAP Dra. Suhartati 8 orang Total auditor 43 orang Sumber: Data yang diolahF. Instrumen Penelitian Menurut Sugiyono (2007: 119) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket dalam penelitian ini terdiri dari 2 bagian yaitu: 1. Identitas responden Pada bagian ini berisi beberapa pertanyaan tentang data diri responden yang meliputi: umur responden, jenjang pendidikan, lama pengalaman kerja, jabatan, kursus atau pelatihan lain yang menunjang bidang keahlian.
  • 60. 37 2. Pernyataan mengenai Kompetensi Auditor dan Independensi Auditor serta Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) Pada bagian ini berisi pernyataan-pernyataan mengenai Kompetensi Auditor dan Independensi Auditor serta Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP). Jenis pernyataan adalah tertutup, dimana responden tinggal memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang telah tersedia. Adapun setiap jawaban dari pernyataan tersebut telah ditentukan skornya. Berikut penilaian atau skor alternatif dari setiap jenis pernyataan yang digunakan dalam penelitian. Penilaian dalam kuesioner yang dibuat menggunakan skala penelitian 1 sampai 4.Tabel 3. Penilaian Skor PernyataanJenis Pernyataan Jenis Jawaban skorPositif SS (Sangat Setuju) 4 S (Setuju) 3 TS (Tidak Setuju) 2 STS (Sangat Tidak Setuju) 1Sumber: Canyaning (2003) Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.instrumen penelitiannya adalah sebagai berikut:
  • 61. 38Tabel 4. Instrumen Penelitian Variabel Indikator No. Sumber item Kompetensi Tingkat Tingkat 1,2 Auditor pendidikan pendidikan Formal Pelatihan dan Pelatihan dan 3,4,5 Auditor pengalaman keahlian khusus yang dimiliki Dilakukan review 6,7 Auditor dan monitoring Pengalaman 8,9,10 Auditor Personel Jumlah auditor 11 Auditor Senior 12 Auditor Pendidikan profesional yang berkelanjutan Independensi Independensi Kejujuran dalam 13,14, Auditor Auditor dalam fakta melaksanakan 15,16 (in fact) audit Independensi Pemberian jasa 17 Auditor dalam lain, penampilan selain jasa audit (in oleh KAP appearance) Hubungan 18,19 Auditor auditor dengan klien diluar hubungan audit Besarnya fee 20,21 Auditor audit Waktu (lamanya) 22,23 Auditor penugasan audit
  • 62. 39 Variabel Indikator No. Sumber item Kelangsungan Mutu Jasa Kepuasan klien 27 Auditor usaha KAP Audit Kualitas audit 28,29, Auditor 30,31, 32 Staf profesional 33 Auditor Sumber: Canyaning (2003)G. Uji Coba Instrumen Kualitas data penelitian ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen yang valid adalah alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang bias jika datanya kurang reliabel dan kurang valid. Untuk itu diperlukan uji kualitas data agar data yang akan digunakan valid dan reliabel. Karena keterbatasan responden maka Uji kualitas data dalam penelitian ini melalui uji terpakai, yang populasinya dilakukan pada 30 responden auditor secara acak yang bekerja di KAP-KAP yang ada di Yogyakarta. Ada dua konsep untuk mengukur kualitas data, yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. 1. Uji validitas Validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen yang bersangkutan mampu mengukur apa yang akan diukur (Arikunto, 2007: 167). Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh
  • 63. 40 mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Uji Validitas dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment.Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel No Koefisien keterangan butir Korelasi Butir TotalKompetensi Auditor 1 0.502 Valid 2 0.512 Valid 3 0.421 Valid 4 0.235 Tidak Valid 5 0.453 Valid 6 0.496 Valid 7 0.484 Valid 8 0.255 Tidak Valid 9 0.394 Valid 10 0.455 Valid 11 0.265 Tidak Valid 12 0.498 ValidIndependensi 13 0.488 ValidAuditor 14 0.446 Valid 15 0.474 Valid 16 0.394 Valid 17 0.412 Valid 18 0.397 Valid 19 0.457 Valid 20 0.369 Valid 21 0.502 Valid 22 0.098 Tidak Valid 23 0.421 Valid 24 0.381 Valid 25 0.502 Valid 26 0.398 ValidKelangsungan 27 0.192 Tidak ValidUsaha KAP di 28 0.459 ValidYogyakarta 29 0.582 Valid 30 0.501 Valid 31 0.511 Valid 32 0.597 Valid 33 0.485 ValidSumber : Data yang diolah
  • 64. 41 Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan instrumen penelitian sebanyak 33 pertanyaan diperoleh 28 butir valid dan 5 butir tidak valid yaitu nomor 4, 8, 11, 22, dan 27 karena pernyataan kuesioner tersebut memiliki koefisien korelasi butir total di bawah r tabel (0,361).2. Uji reliabilitas Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya tingkat keandalan alat ukur dalam penggunaannya atau dengan kata lain alat ukur tersebut memiliki hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali. Besarnya koefisien alpha yang diperoleh menunjukkan koefisien reliabilitas instrumen. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan koefisien Alpha Cronbach. Menurut Suharsimi Arikunto (2007: 180) hasil perhitungan menggunakan rumus di atas diinterpretasikan dengan tingkat keandalan koefisien korelasi, sebagai berikut : Antara 0,800 sampai 1,000 adalah sangat tinggi Antara 0,600 sampai 0,799 adalah tinggi Antara 0,400 sampai 0,599 adalah cukup Antara 0,200 sampai 0,399 adalah rendah Antara 0,000 sampai 0,199 adalah sangat rendah. Untuk selanjutnya dalam penghitungan reliabilitas data akan digunakan alat bantu dengan program SPSS 16.0. Berikut ini adalah tabel hasil uji reliabilitas.
  • 65. 42 Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Nilai X1 X2 Y Cronbach’s Alpha 0, 755 0, 753 0, 802 Interpretasi Tinggi Tinggi Sangat tinggi keandalan Sumber: Data yang diolahH. Uji Prasyarat Analisis Sebelum melakukan pengujian regresi, terdapat beberapa asumsi yang harus dipenuhi agar data yang akan dimasukkan dalam model regresi telah memenuhi ketentuan dan syarat dalam regresi. Beberapa asumsi tersebut adalah: a) Pengujian asumsi Normalitas, b) Pengujian asumsi Linearitas, c) Pengujian asumsi Multikolineritas, dan d) Pengujian asumsi Heteroskedastisitas. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS 16.0. a. Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Imam Ghozali 2009: 147). Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Uji normalitas data tersebut dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu menggunakan Uji Kolmogorof-Smirnov (Uji K-S), grafik histogram dan kurva penyebaran P-Plot. Untuk Uji K-S yakni jika nilai signifikasi lebih lebih tinggi dibandingkan dengan taraf signifikansi 5% (0,05), maka distribusi data dinyatakan normal, dan bila lebih rendah dinyatakan tidak normal. Sedangkan melalui pola penyebaran P Plot dan grafik
  • 66. 43 histogram, yakni jika pola penyebaran memiliki garis normal maka dapat dikatakan data berdistribusi normal.b. Uji Linearitas Uji linearitas digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat bersifat linear atau tidak. Pengujian ini menggunakan uji lagrange multiplier. Kriteria yang digunakan yaitu regresi dikatakan linear jika c2 hitung < c2 tabel dan regresi dikatakan linear jika nilai signifikansi lebih besar dari alpha yang ditentukan yaitu 5% (0,05).c. Uji Multikolineritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas penelitian. Multikolineritas berarti antara variabel bebas yang satu dengan variabel yang lain dalam model regresi saling berkorelasi linear (Arikunto, 2007: 292). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Biasanya korelasinya mendekati sempurna atau sempurna (koefisien korelasinya tinggi atau bahkan satu). Pengukuran Multikolineritas dalam suatu regresi dapat menggunakan korelasi product moment. Jika angka tolerance dari variabel bebas mempunyai nilai tolerance lebih dari 10 % dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 maka model regresi tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas tersebut.
  • 67. 44 d. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dimaksudkan untuk mengetahui kesamaan varian masing-masing variabel bebas X1 dan X2 terhadap variabel terikat (Y). Pengujian homogenitas terhadap variabel penelitian digunakan uji heterokedastisitas. Uji heteroskedastisitas menggunakan metode grafik plot Regression Standarized Predicted Value dengan Regression Stutentised Residual.I. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakananalisis regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. 1. Regresi Linear Sederhana Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2003: 243). Alat analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis pertama dan kedua. Persamaan regresi sederhana adalah: y = a + bX Keterangan: Y = subjek dalam variabel dependen a = harga Y bila X = 0 (harga konstan) b = angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b ( + ) maka naik, dan bila ( - ) maka terjadi penurunan. X= subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu (Sugiyono, 2003: 244).
  • 68. 45 Untuk mengetahui apakah hipotesis yang telah ditetapkan diterimaatau ditolak, maka dilakukan pengujian penelitian secara statistik.Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan uji statistik t.Uji statistik t dimaksudkan untuk menguji diterima atau ditolaknya suatuhipotesis. Hasil output regresi dengan SPSS akan terlihat t hitung da dannilai signifikansinya. Terdapat dua cara untuk melihat signifikansi thitung yaitu jika nilai t-hitung > t-tabel maka variabel X secara t tabelindividual (parsial) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabelY dan jika nilai t-hitung < t-tabel maka variabel X secara individual tabel(parsial) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y.2. Regresi Linear Berganda B Digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabelbebas terhadap variabel terikat. Analisis ini digunakan untuk menjawab riabelbagaimana pengaruh reputasi dan Independensi Auditor terhadap perpindahanKAP di Yogyakarta. Model yang digunakan dalam analisis regresi linearberganda adalah sebagai berikut: Y = a+ +Keterangan: Y = Kelangsungan Usaha KAP = Kompetensi Auditor = Independensi Auditor a = harga Y jika X = 0 (konstanta) b = angka arah/ koefisien regresi linear berganda (Sugiyono, 2003)
  • 69. 46 Untuk mengetahui apakah hipotesis yang telah ditetapkan diterima atauditolak, maka dilakukan pengujian penelitian secara statistik. Pengujianhipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan uji statistik F. Nilai F-hitung digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabelX terhadap variabel Y secara bersama-sama. Jika nilai F-hitung > F-tabelmaka variabel X secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikanterhadap variabel Y dan jika nilai F-hitung < F-tabel maka variabel Xsecara bersama-sama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadapvariabel Y.
  • 70. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Deskripsi Sampel Penelitian Obyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ada di Yogyakarta. KAP yaitu lembaga yang memiliki izin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Akuntan Publik dalam menjalankan pekerjaannya. Sedangkan Akuntan Publik atau Auditor Independen adalah akuntan yang telah memperoleh ijin dari Menteri Keuangan atau pejabat yang berwenang untuk memberikan jasanya. KAP dapat berbentuk perseroan terbatas dan persekutan dimana beberapa akuntan publik bergabung untuk menjalankan usahanya bersama-sama sebagai sekutu atau rekan (partner). Selain itu KAP dapat juga berbentuk Koperasi Jasa Audit (KJA) yang hanya memberikan jasanya pada koperasi saja. KAP dalam pekerjaannya memberikan beberapa jasa yang disebut dengan jasa audit. Penjelasan dari jasa-jasa tersebut yaitu: 1. Jasa Audit Laporan Keuangan Dalam kapasitasnya sebagai auditor independen, kantor akuntan publik melakukan audit umum atas laporan keuangan untuk memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan. 2. Jasa Audit Khusus Audit khusus dapat merupakan audit atas akun atau pos laporan tertentu yang dilakukan dengan menggunakan prosedur yang disepakati bersama, audit atas laporan keuangan yang disusun berdasarkan basis yang komprehensif dan audit atas informasi keuangan untuk tujuan tertentu. 50
  • 71. 513. Jasa Atestasi Jasa yang berkaitan dengan penerbitan laporan yang memuat suatu kesimpulan tentang keadaan asersi (pernyataan) tertulis menjadi tanggung jawab pihak lain, dilaksanakan mulai pemeriksaan, review dan prosedur yang disepakati bersama.4. Jasa Review Laporan Keuangan Jasa yang memberikan keyakinan terbatas bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus dilaksanakan agar laporan keuangan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atas basis akuntansi komprehensif lainnya.5. Jasa Kompilasi Laporan Keuangan Jasa untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan catatan data keuangan serta inforamsi lainnya yang diberikan manajemen suatu entitas tertentu.6. Jasa Konsultasi Jasa ini meliputi berbagai bentuk dan bidang sesuai dengan kompetensi akuntan publik. Misalnya jasa konsultasi umum kepada pihak manajemen, perencanaan sistem dan implementasi sistem akuntansi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan seleksi dan rekruitmen pegawai sampai memberikan jasa konsultasi lainnya.7. Jasa Perpajakan Jasa yang diberikan meliputi jasa konsultasi umum perpajakan, perencanaan pajak, review jenis pajak, pengisian SPT dan penyelesaian masalah perpajakan.
  • 72. 52 Penelitian ini dilakukan terhadap akuntan publik dengan sampel 42 (empat puluh dua) responden. Data diambil menggunakan instrumen berupa angket yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya pada populasi di luar sampel.B. Deskripsi Responden Data penelitian ini dikumpulkan dengan menyebarkan 43 kuesioner secara langsung kepada KAP yang berada di wilayah Yogyakarta. Data kuesioner yang dapat digunakan sebanyak 42 kuesioner dari 43 kuesioner yang disebarkan. Berikut tabel mengenai pengiriman dan pengembalian kuesioner dalam penelitian ini. Tabel 14. Tingkat Pengembalian Kuesioner Keterangan Jumlah Persentase Total kuesioner yang dibagikan 43 100 % Total kuesioner yang tidak kembali 1 2% Total kuesioner yang tidak lengkap 0 0% Total kuesioner yang dapat digunakan 38 89 % Total kuesioner yang tidak dapat digunakan 4 9% Sumber: Data yang diolah Deskripsi profil responden terdiri dari jabatan, pengalaman kerja dan jenjang pendidikan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan latar belakang responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini.
  • 73. 53 Dalam penelitian ini responden memiliki jabatan yang bervariasi diantaranya adalah sebagai auditor senior sebanyak 14 responden atau (33,3%),auditor yunior sebanyak 21 responden atau (50,0 %), staf auditor sebanyak 3responden atau (7,2 %) dan jabatan lain sebanyak 4 responden atau (9,5 %). sebanyakBerikut tabel data responden berdasarkan jabatan:Tabel 11. Data Responden Berdasarkan Jabatan . No. Jabatan Jumlah Persentase 1. Auditor senior 14 responden 36,84% 2. Auditor yunior 21 responden 55,26% 3. Staf auditor 3 responden 7,90% Total 38 responden 100%Sumber: Data yang diolahBerdasar tabel di atas dapat digambarkan histogram sebagai berikut: Responden Berdasarkan Jabatan 8% auditor senior 37% auditor yunior 55% staf auditor Gambar 6. Histogram Distribusi Responden Berdasarkan Jabatan .
  • 74. 54 Berdasarkan pengalaman kerja yaitu kurang dari 5 tahun sebanyak 19responden atau (50,0 %), berpengalaman 5 sampai 10 tahun sebanyak 7 50,0responden atau (18,4 %), berpengalaman lebih dari 10 tahun sebanyak 12 18,4responden atau (31,6 %). Berikut tabel data responden berdasarkan 31,6 denpengalaman kerja:Tabel 12. Data Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja . No. Pengalaman kerja Jumlah Persentase 1. < 5 tahun 19 responden 50,0% 2. 5 – 10 tahun 7 responden 18,4% 3. > 10 tahun 12 responden 31,6% Total 38 responden 100%Sumber: Data yang diolahBerdasar tabel di atas dapat digambarkan histogram sebagai berikut: Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja < 5 tahun 32% 50% 5-10 tahun 18% > 10 tahun Gambar 7. Histogram Distribusi Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja . Berdasarkan jenjang pendidikan yakni D3 sebanyak 2 responden atau(4,8 %), S1 sebanyak 40 responden atau (95,2 %), S2 sebanyak 0 respondendan S3 sebanyak 0 responden. Berikut tabel data responden berdasarkanjenjang pendidikan:
  • 75. 55 Tabel 13. Data Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan . No. Jenjang Pendidikan Jumlah Persentase 1. D3 2 responden 5,3% 2. S1 36 responden 94,7% 3. S2 0 responden 0% 4. S3 0 responden 0% Total 38 responden 100% Sumber: Data yang diolah Berdasar tabel di atas dapat digambarkan histogram sebagai berikut: Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan 0% 0% 5% D3 S1 95% S2 S3 Gambar 8. Histogram Distribusi Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan .C. Deskripsi Variabel Penelitian Untuk mengetahui seberapa besar tingkat Kompetensi, Independensi dan Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta, peneliti menggunakan analisis deskriptif. Adapun hasil perhitungan dari analisis deskriptif untuk tiap variabel tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta Untuk mengukur Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta dalam penelitian ini menggunakan dimensi mutu jasa audit. Kelangsungan Usaha
  • 76. 56KAP diungkap dengan 6 butir pernyataan dengan jumlah respondensebanyak 38. Berdasarkan data Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakartayang diolah menggunakan program SPSS versi 16.0 maka diperoleh mean24,0789, median 24,0000, standar deviasi 2,210310, variance 4,885, nilaininimum 21 dan nilai maximum 28. Penentuan kecenderungan variabel setelah nilai minimum (Xmin) dannilai maksimum (Xmax) diketahui, maka selanjutnya mencari nilai rata-rataideal (Mi) dengan rumus: 1 Mi = (Xmax + Xmin) 2diperoleh Mi = 25. Perhitungan selanjutnya yaitu mencari standar deviasiideal (SDi) dengan rumus: 1 SDi = ( Xmax - Xmin) 6diperoleh nilai SDi = 2. Adapun pengkategorian variabel adalah sebagaiberikut:Rendah = X< (Mi – 1 SDi)Sedang = X > (Mi – 1 SDi) sampai dengan (Mi + 1 SDi)Tinggi = X > (Mi + 1 SDi) Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dikategorikan dalam 3kelas yaitu: Rendah X < 24, Sedang apabila X >24 sampai dengan 27, danTinggi apabila X > 27 (perhitungan lebih lengkap dapat dilihat dalamLampiran 5). Untuk lebih jelasnya mengenai pengkategorian ini, makadapat dilihat pada tabel distribusi kecenderungan sebagai berikut:
  • 77. 57Tabel 17. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kelangsungan Usaha KAP . di Yogyakarta No. Interval F Persen Kategori 1. 21-23 14 36,9 Rendah 2. 24-26 17 44,7 Sedang 3. 27-28 7 18,4 Tinggi Total 38 100Sumber: Data Primer yang diolah Berdasarkan distribusi kecenderungan frekuensi dataKelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta pada tabel 13, dapatdigambarkan histogram sebagai berikut: Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta 20 15 21-23 23 Frekuensi 24-26 26 10 27-28 28 5 0 21-23 24-26 27-28 Kelas Interval Gambar 11. Histogram Distribusi Kecenderungan Frekuensi 11. Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta Tabel 16 tersebut menunjukkan bahwa frekuensi KelangsunganUsaha KAP di Yogyakarta pada kategori kurang sebanyak auditor(36,9%), sedang (44,7%), dan kategori tinggi sebanyak (18,4%). ( %), (Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa tingkat KelangsunganUsaha KAP di Yogyakarta ditinjau dari dimensi mutu jasa audit termasukdalam kategori sedang sedang.
  • 78. 582. Kompetensi Auditor Dalam mengukur tingkat Kompentensi Auditor, maka dalam penelitian ini menggunakan 3 dimensi yaitu tingkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman, dan pendidikan profesional yang berkelanjutan. Hasil penelitian diperoleh dari angket dengan 9 butir pernyataan dan dengan jumlah responden sebanyak 38. Berdasarkan data Kompetensi Auditor yang diolah menggunakan program SPSS versi 16.0 maka diperoleh mean 33,2632, median 34,0000, standar deviasi 2,64763, variance 7,010, nilai ninimum 28 dan nilai maximum 40. Penentuan kecenderungan variabel setelah nilai minimum (Xmin) dan nilai maksimum (Xmax) diketahui, maka selanjutnya mencari nilai rata-rata ideal (Mi) dengan rumus: 1 Mi = (Xmax + Xmin) 2 diperoleh Mi = 34. Perhitungan selanjutnya yaitu mencari standar deviasi ideal (SDi) dengan rumus: 1 SDi = ( Xmax - Xmin) 6 diperoleh nilai SDi = 2. Adapun pengkategorian variabel adalah sebagai berikut: Rendah = X < (Mi – 1 SDi) Sedang = X > (Mi – 1 SDi) sampai dengan (Mi + 1 SDi) Tinggi = X > (Mi + 1 SDi) Berdasarkan acuan di atas dapat dikategorikan dalam 3 kelas yaitu: Rendah X < 32, Sedang apabila X > 32 sampai dengan 36, dan Tinggi
  • 79. 59apabila X > 36 (perhitungan lebih lengkap dapat dilihat dalam Lampiran5). Untuk lebih jelasnya mengenai pengkategorian ini, maka dapat dilihatpada tabel distribusi kecenderungan sebagai berikut:Tabel 15. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kompetensi Auditor . No. Interval F Persen Kategori 1. 28-31 7 18,4 Rendah 2. 32-35 21 55,3 Sedang 3. 36-40 10 26,3 Tinggi Total 38 100Sumber: Data yang diolah Berdasarkan distribusi kecenderungan frekuensi data KompetensiAuditor pada tabel 15, dapat digambarkan histogram sebagai berikut: 15, Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kompetensi Auditor 25 20 28 28-31 Frekuensi 15 32 32-35 10 36 36-40 5 0 28-31 32-35 36-40 Kelas Interval Gambar 9. Histogram Distribusi Kecenderungan Frekuensi Kompetensi Auditor Tabel 15 tersebut menunjukkan bahwa frekuensi KompetensiAuditor pada kategori kurang sebanyak auditor (18,4 %), sedang ( ( (55,3 %),dan kategori tinggi sebanyak (26,3 %). Berdasarkan tabel tersebut dapat (diketahui bahwa tingkat Kompetensi Auditor di Yogyakarta ditinjau daridimensi tingkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman, serta pendidikanprofesional yang berkelanjutan termasuk dalam kategori sedang.
  • 80. 603. Independensi Auditor Untuk mengukur Independensi Auditor di Yogyakarta, dalam penelitian ini digunakan 2 dimensi yaitu Independensi dalam fakta (in fact) dan Independensi dalam penampilan (in appearance). Hasil penelitian diperoleh dari angket dengan 13 butir pernyataan dan dengan jumlah responden sebanyak 38. Berdasarkan data Independensi Auditor yang diolah menggunakan program SPSS versi 16.0 maka diperoleh mean 34,4474, median 34,0000, standar deviasi 2,37893, variance 5,659, nilai ninimum 30 dan nilai maximum 40. Penentuan kecenderungan variabel setelah nilai minimum (Xmin) dan nilai maksimum (Xmax) diketahui, maka selanjutnya mencari nilai rata-rata ideal (Mi) dengan rumus: 1 Mi = (Xmax + Xmin) 2 diperoleh Mi = 35. Perhitungan selanjutnya yaitu mencari standar deviasi ideal (SDi) dengan rumus: 1 SDi = ( Xmax - Xmin) 6 diperoleh nilai SDi = 2. Adapun pengkategorian variabel adalah sebagai berikut: Rendah = X < (Mi – 1 SDi) Sedang = X > (Mi – 1 SDi) sampai dengan (Mi + 1 SDi) Tinggi = X > (Mi + 1 SDi) Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dikategorikan dalam 3 kelas yaitu: Rendah X < 33, Sedang apabila X > 33 sampai dengan 37, dan
  • 81. 61Tinggi apabila X > 37 (perhitungan lebih lengkap dapat dilihat dalamLampiran 5). Untuk lebih jelasnya mengenai pengkategorian ini, maka pengkategoriandapat dilihat pada tabel distribusi kecenderungan sebagai berikut:Tabel 16. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Independensi Auditor . No. Interval F Persen Kategori 1. 30-32 10 26,3 Rendah 2. 33-36 19 50,0 Sedang 3. 37-40 9 23,7 Tinggi Total 38 100Sumber: Data yang diolah Berdasarkan distribusi kecenderungan frekuensi data IndependensiAuditor pada tabel 15, dapat digambarkan histogram sebagai berikut: 1 , Distribusi Kecenderungan Frekuensi Independensi Auditor 20 15 30-32 32 Frekuensi 33-36 36 10 37-40 40 5 0 30-32 33-36 37-40 Kelas Interval Gambar 10. Histogram Distribusi Kecenderungan 10 Frekuensi Independensi Auditor Tabel 15 tersebut menunjukkan bahwa frekuensi IndependensiAuditor pada kategori kurang sebanyak auditor (26,3 %), sedang ( ( (50,0 %),dan kategori tinggi sebanyak (23,7 %). Berdasarkan tabel tersebut dapat (diketahui bahwa tingkat Independensi Auditor di Yogyakarta ditinjau dari Auditordimensi Independensi dalam fakta (in fact) dan Independensi dalam
  • 82. 62 penampilan (in appearance) yang berkelanjutan termasuk dalam kategori sedang.D. Uji Prasyarat Analisis Data Sebelum data dianalisis lebih lanjut menggunakan analisis regresi berganda, terlebih dahulu diuji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji linearitas agar data yang akan dimasukkan dalam model regresi telah memenuhi ketentuan dan syarat dalam regresi. 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan Uji Kolmologorov-Smirnov (Uji K-S) dengan hasil analisis sebagaimana disajikan pada tabel berikut ini.Tabel 7. Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kelangsungan UsahaKAP Kompetensi IndependensiN 38 38 38 aNormal Parameters Mean 24.0789 33.2632 34.4474 Std. Deviation 2.21031 2.64763 2.37893Most Extreme Differences Absolute .142 .136 .123 Positive .142 .127 .123 Negative -.091 -.136 -.111Kolmogorov-Smirnov Z .877 .838 .760Asymp. Sig. (2-tailed) .425 .484 .610a. Test distribution is Normal.
  • 83. 63 Hasil uji normalitas pada Tabel 7 di atas didapatkan nilaisignifikansi dari Uji K-S masing-masing yaitu: Residual regresi X1terhadap Y sebesar 0,425, residual regresi X2 terhadap Y sebesar 0,484,dan residual regresi ganda X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,610. Angkatersebut lebih tinggi dibandingkan dengan taraf signifikansi 5% (0,05). Haltersebut memberikan gambaran bahwa sebaran data telah memenuhiasumsi normalitas. Untuk lebih memperjelas tentang sebaran data dalampenelitian ini maka akan disajikan dalam grafik histogram dan grafiknormal P-plot. Dimana dasar pengambilan keputusan menurut ImamGhozali (2005: 149) yaitu: a) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. b) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/ atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Gambar 3. Histogram Hasil Pengujian Asumsi Normalitas
  • 84. 64 Gambar 4. Hasil Pengujian Asumsi Normalitas dengan P-Plot Dengan melihat tampilan grafik histogram maupun grafik normalP-Plot diatas dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan poladistribusi yang mendekati normal, sedangkan pada grafik normal P-Plotterlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta arahpenyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Kedua grafik tersebutmenunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsinormalitas.2. Uji Linearitas Uji linearitas digunakan untuk mengetahui hubungan antaravariabel bebas dan variabel terikat bersifat linear atau tidak. Pengujian inimenggunakan uji lagrange multiplier. Kriteria yang digunakan yaituregresi dikatakan linear jika c2 hitung < c2 tabel dan regresi dikatakan
  • 85. 65 linear jika nilai signifikansi lebih besar dari alpha yang ditentukan yaitu 5% (0,05).Tabel 8. Model Summary Regresi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate1 .490a .240 .196 1.98156a. Predictors: (Constant), Independensi, Kompetensib. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAPTabel 9. ANOVA Regresi b ANOVAModel Sum of Squares df Mean Square F Sig. a1 Regression 43.332 2 21.666 5.518 .008 Residual 137.431 35 3.927 Total 180.763 37a. Predictors: (Constant), Independensi, Kompetensib. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP Berdasarkan tampilan output menunjukkan R2 sebesar 0,240 dengan jumlah n 38, maka besarnya c2 hitung = 38 x 0,240 = 9,12 Nilai ini dibandingkan dengan c2 tabel dengan df=34 dan tingkat signifikansi 0,05 didapat c2 tabel sebesar 48,6. Oleh karena nilai c2 hitung lebih kecil dari c2 tabel, maka dapat disimpulkan bahwa kedua garis regresi berbentuk linear. 3. Uji Multikolineritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas penelitian.
  • 86. 66 Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat tabel berikut: Tabel 10. Hasil Uji Multikolineritas a Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity StatisticsModel B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF1 (Constant) 6.095 5.511 1.106 .276 Kompetensi .282 .129 .338 2.189 .035 .914 1.095 Independensi .250 .143 .269 1.745 .090 .914 1.095a. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP Berdasarkan Tabel 10 di atas dapat dilihat bahwa angka tolerance dari variabel bebas kompetensi dan independensi mempunyai nilai tolerance lebih dari 10 % (0,914/ 91,4%) dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 (1,095). Dengan demikian dapat disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas tersebut. 4. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dimaksudkan untuk mengetahui kesamaan varian masing-masing variabel bebas X1 dan X2 terhadap variabel terikat (Y). Pengujian homogenitas terhadap variabel penelitian digunakan uji heterokedastisitas. Deteksi terhadap masalah heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat grafik sebaran nilai residual. Uji heteroskedastisitas menggunakan metode grafik plot Regression
  • 87. 67 Standarized Predicted Value dengan Regression Stutentised Residual. Hasil pengujian dapat dilihat pada gambar 11 berikut ini: Gambar 5. Grafik Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan grafik scatterplot di atas tampak bahwa sebaran data tidak membentuk pola yang jelas, titik-titik data menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian dapat disimpulkan model regresi ini telah memenuhi asumsi heterokedastisitas, hal ini menunjukkan bahwa variasi data homogen.E. Hasil Pengujian Hipotesis 1. Uji Hipotesis Linear Sederhana Uji regresi linear sederhana digunakan untuk menguji hipotesis pertama yang dimaksud untuk menganalisis pengaruh antara variabel dependen (Y) dengan satu variabel independen (X). Pengolahan data menggunakan SPSS versi 16.0.
  • 88. 68 a. Terdapat pengaruh antara Kompetensi Auditor dengan Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta. Berikut adalah tabel hasil pengujian data menggunakan linear sederhana.Tabel 18. Model Summary Regresi X1 terhadap Y Model Summary Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate a1 .417 .174 .151 2.03707a. Predictors: (Constant), KompetensiTabel 19. Koefisien Regresi X1 terhadap Y a Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients CoefficientsModel B Std. Error Beta t Sig.1 (Constant) 12.510 4.220 2.964 .005 Kompetensi .348 .126 .417 2.750 .009a. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP 1) Persamaan Garis regresi Dari tabel tersebut diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 12,510 + 0,348X1 Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X1 (Kompetensi Auditor) sebesar 0,348 yang berarti apabila nilai X1 (Kompetensi Auditor) meningkat 1 poin maka Y (Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta) akan naik sebesar 0,348 poin.
  • 89. 692) Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) yang diterangkan oleh variabel independennya Kompetensi Auditor (X1). Koefisien determinasi R2 yang diperoleh adalah 0,174 berarti bahwa 17,4 % variasi atau naik turunnya nilai Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta dipengaruhi oleh variabel Kompetensi Auditor. Sisanya sebesar 82,6 % (100%-17,4%) dipengaruhi oleh variabel- variabel lain yang tidak dianalisis dalam uji hipotesis ini.3) Pengujian Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji Statistik t). Dari Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing- masing variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu antara Kompetensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta. Dari hasil analisis data, didapatkan koefisien regresi sebesar 0,417, nilai t hitung sebesar 2,750 dengan signifikansi sebesar 0,009 sehingga hipotesis pertama diterima. Adapun signifikansinya kurang dari taraf signifikansi 5 % (0,05) yang berarti hipotesis nol ditolak atau nilai t hitung lebih tinggi dibandingkan dengan t tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar (2,019541).
  • 90. 70 b. Terdapat pengaruh antara Independensi Auditor dengan Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta. Berikut adalah tabel hasil pengujian data menggunakan linear sederhana:Tabel 20. Model Summary Regresi X2 terhadap Y Model Summary Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate1 .368a .136 .112 2.08327a. Predictors: (Constant), IndependensiTabel 21. Koefisien Regresi X2 terhadap Y Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients CoefficientsModel B Std. Error Beta t Sig.1 (Constant) 12.291 4.971 2.473 .018 Independensi .342 .144 .368 2.377 .023a. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP 1) Persamaan Garis regresi Dari tabel tersebut diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 12,291 + 0,342X2 Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X2 (Independensi Auditor) sebesar 0,342 yang berarti apabila nilai X2 (Independensi Auditor) meningkat 1 poin maka Y (Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta) akan naik sebesar 0,342 poin. 2) Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari
  • 91. 71 Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) yang diterangkan oleh variabel independennya Independensi Auditor (X2). Koefisien determinasi R2 yang diperoleh adalah 0,136 berarti bahwa 13,6 % variasi atau naik turunnya nilai Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta dipengaruhi oleh variabel Independensi Auditor. Sisanya sebesar 86,4 % (100-13,6) dipengaruhi oleh variabel- variabel lain yang tidak dianalisis dalam uji hipotesis ini. 3) Pengujian Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji Statistik t) Dari Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu antara Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta. Dari hasil analisis data, didapatkan koefisien regresi sebesar 0,368, nilai t hitung sebesar 2,377 dengan signifikansi sebesar 0,023 sehingga hipotesis kedua diterima. Adapun signifikansinya kurang dari taraf signifikansi 5% (0,05) yang berarti hipotesis nol ditolak atau nilai t hitung lebih tinggi dibandingkan dengan t tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar (2,019541).2. Uji Hipotesis Linear Berganda Uji regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis ketiga yang dimaksud untuk menganalisis pengaruh variabel independen (X1 dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Y). Pengolahan data menggunakan SPSS versi 16.0.
  • 92. 72Tabel 22. Model Summary Regresi X1, X2 terhadap Y Model Summary Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate a1 .490 .240 .196 1.98156a. Predictors: (Constant), Independensi, KompetensiTabel 23. Koefisien Regresi X1, X2 terhadap Y a Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients CoefficientsModel B Std. Error Beta t Sig.1 (Constant) 6.095 5.511 1.106 .276 Kompetensi .282 .129 .338 2.189 .035 Independensi .250 .143 .269 1.745 .090a. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAPTabel 24. ANOVA Regresi X1, X2 terhadap Y b ANOVAModel Sum of Squares df Mean Square F Sig. a1 Regression 43.332 2 21.666 5.518 .008 Residual 137.431 35 3.927 Total 180.763 37a. Predictors: (Constant), Independensi, Kompetensib. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP a. Persamaan Garis regresi Dari tabel tersebut diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 6,095 + 0,282X1 + 0,250X2
  • 93. 73 Persamaan tersebut menunjukkan bahwa baik konstanta maupun koefisien variabel-variabel independen memiliki nilai positif. Hal ini menandakan bahwa persamaan regresi berganda tersebut memiliki hubungan yang searah, yang berarti Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) akan meningkat seiring dengan meningkatnya Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2). Nilai koefisien X1 sebesar 0,282 yang berarti apabila nilai X1 (Independensi Auditor) meningkat 1 poin maka Y (Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta) akan naik sebesar 0,282 poin dengan asumsi X2 tetap. Koefisien X2 sebesar 0,250 yang berarti apabila nilai Kompetensi Auditor (X2) meningkat 1 poin maka Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) akan meningkat sebesar 0,250 poin dengan asumsi X1 tetap. Konstanta sebesar 6,095 berarti bahwa KAP tetap dapat memiliki kelangsungan usaha sebesar 6,095 meskipun variabel independennya (bebas) nol.b. Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) yang diterangkan oleh variabel independennya kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2). Berdasarkan hasil analisis data didapat R2 sebesar 0,240. Nilai tersebut berarti 24,0 % perubahan pada variabel Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) dapat diterangkan oleh variabel
  • 94. 74 independennya Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2), sedangkan sisanya sebesar 76,0 % dijelaskan oleh variabel yang lain yang tidak dianalisis dalam uji hipotesis ini. c. Pengujian Koefisien Regresi Secara Bersama (Uji F) Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2) secara bersama-sama (simultan) dapat berpengaruh terhadap Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y). Berdasarkan hasil analisis data koefisien regresi (R) sebesar 0,490. Uji signifikansi menggunakan uji F, kriteria yang digunakan jika F hitung > F tabel maka hipotesis diterima dan sebaliknya jika F hitung < F tabel maka hipotesis ditolak. Berdasarkan hasil uji diperoleh nilai F hitung sebesar 6,185 jika dibandingkan dengan nilai F tabel sebesar 5,518 pada taraf signifikansi 5%, maka nilai F hitung > F tabel sehingga hipotesis ketiga diterima. Selain itu probabilitas sebesar 0,008 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2) terhadap Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y).F. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2) terhadap Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y). Berdasarkan hasil analisis, maka pembahasan tentang hasil penelitian sebagai berikut.
  • 95. 75 Hasil penelitian ini mendukung hipotesis pertama bahwa terdapatpengaruh antara Kompetensi Auditor (X1) terhadap Kelangsungan UsahaKAP di Yogyakarta (Y). Hal ini berarti Kelangsungan Usaha KAP diYogyakarta dapat dicapai jika auditor memiliki Kompetensi yang baik.Hasil penelitian secara parsial untuk variabel Kompetensi Auditor (X1)diproksikan melalui tingkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman, danpendidikan profesional yang berkelanjutan seorang auditor. Berdasarkan hasilpenelitian, variabel Kompetensi Auditor (X1) memiliki nilai koefisiendeterminasi (R²) sebesar 17,4 % yang berarti bahwa variasi atau naikturunnya nilai Kelangsungan Usaha KAP (Y) dipengaruhi oleh variabelKompetensi Auditor (X1) sebesar 17,4 % dan sisanya sebesar 82,6 %dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikanantara Kompetensi Auditor (X1) dengan kelangsungan usaha Kantor AkuntanPublik (KAP) di Yogyakarta (Y) yang ditunjukkan dengan signifikansi yangdi bawah 0,05 yaitu sebesar 0,009. Hal ini sejalan dengan penelitian yangdilakukan oleh Canyaning (2003) yang didasarkan pada komponen tingkatpendidikan yang memadai, sering dilakukan pelatihan-pelatihan, sertaseringnya auditor mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan, sehinggadapat mengetahui setiap perubahan-perubahan dan perkembangan yangterjadi dalam bidang akuntansi ataupun bidang-bidang yang lain. Auditorsebagai ujung tombak pelaksanaan tugas audit memang harus senantiasameningkatkan pengetahuan yang telah dimiliki agar penerapan pengetahuandapat maksimal dalam praktiknya. Penerapan pengetahuan yang maksimal
  • 96. 76tentunya akan sejalan dengan semakin bertambahnya pengalaman yangdimiliki. Sesuai dengan standar umum bahwa auditor disyaratkan memilikipengalaman kerja yang cukup dalam profesi yang ditekuninya, sertadituntut untuk memenuhi kualifikasi teknis dan berpengalaman dalambidang industri yang digeluti kliennya (Alvin A. Arens dan James K.Loebbecke, 1995: 21). Pengalaman juga akan memberikan dampak padasetiap keputusan yang diambil dalam pelaksanaan audit sehingga diharapkansetiap keputusan yang diambil adalah merupakan keputusan yang tepat. Haltersebut mengindikasikan bahwa semakin lama masa kerja yang dimilikiauditor maka auditor akan semakin baik pula kualitas audit yang dihasilkan. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis kedua bahwa terdapatpengaruh antara Independensi Auditor (X2) terhadap Kelangsungan UsahaKAP di Yogyakarta (Y). Adapun untuk variabel Independensi Auditor (X2)yang diproksikan dalam independensi dalam fakta (in fact) dan independensidalam penampilan (in appearance) dengan indikator berupa kejujuran dalammelaksanakan audit, pemberian jasa lain selain jasa audit oleh KAP,hubungan auditor dengan klien di luar hubungan audit, besarnya fee audit,waktu (lamanya) penugasan audit, dan pemberian fasilitas dari klienmempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kelangsungan Usaha KAP diYogyakarta (Y). Berdasarkan hasil penelitian, variabel Independensi Auditor(X2) memiliki nilai koefisien determinasi parsial (R²) sebesar 0,136 yangberarti bahwa 13,6 % variasi atau naik turunnya nilai Kelangsungan UsahaKAP (Y) dipengaruhi oleh variabel Independensi Auditor (X2) dan sisanyasebesar 86,4 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain.
  • 97. 77 Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikanantara Independensi Auditor (X2) dengan Kelangsungan Usaha KantorAkuntan Publik (KAP) di Yogyakarta (Y) yang ditunjukkan dengan nilaisignifikansi di bawah 0,05 yaitu 0,023. Hal ini tidak sejalan dengan hasilpenelitian Canyaning (2003) yang mengemukakan bahwa dalammenggunakan jasa suatu KAP, klien tidak memperhatikan apakah KAPtersebut independen ataupun tidak. Auditor harus memiliki kemampuandalam mengumpulkan setiap informasi yang dibutuhkan dalampengambilan keputusan audit dimana hal tersebut harus didukung dengansikap independen. Tidak dapat dipungkiri bahwa sikap independenmerupakan hal yang melekat pada diri auditor, sehingga independen sepertitelah menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki. Tidak mudah menjagatingkat independensi agar tetap sesuai dengan jalur yang seharusnya.Kerjasama dengan klien yang terlalu lama bisa menimbulkan kerawanan atasindependensi yang dimiliki auditor. Belum lagi berbagai fasilitas yangdisediakan klien selama penugasan audit untuk auditor. Bukan tidak mungkinauditor menjadi ”mudah dikendalikan” oleh klien karena auditor beradadalam posisi yang dilematis. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis ketiga bahwa terdapatpengaruh antara Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2) terhadapKelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y). Dari hasil analisis secarasimultan, menunjukkan bahwa Kompetensi dan Independensi Auditorberpengaruh signifikan terhadap Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakartayang diproksikan pada mutu jasa audit. Dari hasil penelitian secara simultan
  • 98. 78diketahui koefisien determinasi (R²) sebesar 24,0 % , yang berarti bahwa naikturunnya nilai Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) dipengaruhi olehvariabel Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2) sebesar 24,0 % danselebihnya 76 % ditentukan oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikanantara Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2) terhadapKelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta (Y) yangditunjukkan dengan nilai signifikansi di bawah 0,05 yaitu sebesar 0,008. Darihasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Kelangsungan Usaha KAP diYogyakarta akan meningkat seiring dengan meningkatnya Kompetensi danIndependensi Auditor. Hasil tersebut dapat dipahami bahwa untuk meningkatkan mutu jasaaudit, seorang auditor sangat bergantung pada tingkat kompetensinya. Jikaauditor memiliki kompetensi yang baik maka auditor akan dengan mudahmelakukan tugas-tugas auditnya dan sebaliknya jika rendah maka dalammelaksanakan tugasnya, auditor akan mendapatkan kesulitan-kesulitansehingga kualitas audit yang dihasilkan akan rendah pula. Adapun tingkatindependensi merupakan faktor yang menentukan dari mutu jasa audit, hal inidapat dipahami karena jika auditor benar-benar independen maka akan tidakterpengaruh oleh kliennya. Auditor akan dengan leluasa melakukan tugas-tugas auditnya. Namun jika tidak memiliki independensi terutama jikamendapat tekanan-tekanan dari pihak klien maka kualitas audit yangdihasilkannya tidak akan maksimal. Kredibilitas auditor tentu sangattergantung dari kepercayaan masyarakat yang menggunakan jasa mereka.
  • 99. 79 Auditor yang dianggap telah melakukan kesalahan maka akan mengakibatkan mereduksinya kepercayaan klien. Kepercayaan masyarakat akan Kompetensi dan Independensi Auditor suatu KAP secara tidak langsung akan membawa pengaruh terhadap eksistensi atau Kelangsungan Usaha KAP dimana auditor tersebut bertugas.G. Keterbatasan Setelah mengadakan penelitian, maka keterbatasan penelitian yang dapat disampaikan adalah: 1. Penelitian ini terbatas pada objek penelitian profesi auditor yang bekerja dalam Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta, sehingga dimungkinkan adanya perbedaan hasil, pembahasan ataupun kesimpulan untuk objek penelitian yang berbeda. 2. Sedikitnya data yang diperoleh, karena alasan kesibukan dari responden. 3. Penelitian hanya menggunakan kuesioner dalam pengumpulan data, maka memungkinkan data yang diperoleh bias, dibandingkan apabila juga dilakukan observasi dan wawancara langsung. 4. Karena keterbatasan responden, maka untuk uji coba instrumen menggunakan uji terpakai. Tidak adanya kontrol responden untuk mengetahui kebenaran hasil penelitian, sehingga tidak diketahui apakah kuesioner benar-benar diisi oleh pihak-pihak yang dimaksud ataukah tidak, dan tidak dapat diketahui apakah maksud semua pertanyaan dalam kuesioner dipahami oleh responden
  • 100. BAB V KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi Auditor (X1) dengan Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta (Y) yang ditunjukkan dengan nilai t hitung > t tabel untuk taraf signifikansi 5% yaitu sebesar (2,7507 > 2,019541). Dari hasil analisis juga diperoleh koefisien regresi rx1y sebesar 0,417 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,174 yang berarti bahwa variasi atau naik turunnya nilai Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) dipengaruhi oleh variabel Kompetensi Auditor (X1) sebesar 17,4 % dan sisanya sebesar 82,6 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. 2. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Independensi Auditor (X2) dengan Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta (Y) yang ditunjukkan dengan nilai t hitung > t tabel untuk taraf signifikansi 5% yaitu sebesar (2,377 > 2,019541). Dari hasil analisis juga diperoleh koefisien regresi rx1y sebesar 0,368 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,136 yang berarti bahwa 13,6 % variasi atau naik turunnya nilai Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) dipengaruhi oleh variabel 75
  • 101. 76 Independensi Auditor (X2) dan sisanya sebesar 86,4 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. 3. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2) terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Yogyakarta (Y) yang ditunjukkan dengan nilai F hitung > F tabel untuk taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 6,185 (> 5,518). Dari hasil analisis juga diperoleh koefisien regresi rx1y sebesar 0,490 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,240 yang berarti bahwa 24,0 % variasi atau naik turunnya nilai Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta (Y) dapat ditentukan oleh faktor Kompetensi (X1) dan Independensi Auditor (X2), sisanya sebesar 76,0 % ditentukan oleh variabel-variabel lain.B. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diajukan saran, antara lain: 1. Untuk meningkatkan Kelangsungan Usaha serta mempertahankan KAP dari persaingan, hendaknya KAP di Yogyakarta semakin meningkatkan kompetensi auditornya, yaitu dengan lebih banyak mengadakan pelatihan- pelatihan serta lebih sering atau bahkan selalu mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan. 2. Untuk para auditor diharapkan meningkatkan independensinya, karena faktor independensi dapat mempengaruhi kualitas audit. Auditor yang mendapat tugas dari kliennya diusahakan benar-benar independen, tidak mendapat tekanan dari klien, tidak memiliki perasaan sungkan sehingga
  • 102. 77dalam melaksanakan tugas auditnya benar-benar objektif dan dapatmenghasilkan audit yang berkualitas.
  • 103. 78 DAFTAR PUSTAKAAbdul Halim. (2003). Auditing (Dasar-dasar Audit Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.Aji Dedi Mulawarman. (2008). Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik. (http://ajidedim.wordpress.com/2008/03/21/rekonstruksiindependensiakun tanpublik-bagian-1/ , diakses tanggal 22 Januari 2009).Altman, E dan McGough, T, 1974. Evaluation of a Company as A Going Concern. Journal of Accountancy. December. 50-57.Alvin Arens & James K. Loebbecke (1995). Auditing (Suatu Pendekatan Terpadu). Jakarta: Penerbit Erlangga.Arikunto, Suharismi. (2007). Manajemen Penelitian. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.Canyaning. (2003). Pengaruh Kompetensi dan Independensi terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Malang. (http://www19.indowebster.com/7aJ2c9fe52e32a8346961746451b931a0, diakses 5 Januari 2009).Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kamus Besar Indonesia, edisi ke 3. Jakarta: Balai Pustaka.Eunike Christina Elfarini. (2007). Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah). Skripsi Universitas Negeri Semarang. (http://digilib.unnes.ac.id/gsdlcollect/skripsi/indexassoc/HASH017df1097 d28.dirdoc.pdf , diakses 3 April 2009)Gray & Manson. (2000). The Audit Process, Principles, Practice and Cases. Second Edition. Thomson Learning.Haryono Jusup, Al. (2001). Auditing (Pengauditan). Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN.Herawaty Arleen dan Yulius Kurnia Susanto. (2008). Profesionalisme, Pengetahuan Akuntan Publik dalam Mendeteksi Kekeliruan, Etika Profesi dan Pertimbangan Tingkat Materialitas. The 2nd National Conference UKWMS Surabaya, 6 September 2008.
  • 104. 79Herliansyah, Yudhi dan Meifida Ilyas. (2006). Pengaruh Pengalaman Auditor terhadap Penggunaan Bukti tidak Relevan dalam Auditor Judgment. Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang. http://www.iaiglobal.or.id/tentang_iai.php.htm ), diakses tanggal 26 Februari 2009.http://www.iaiglobal.or.id/tentang_iai.php.htm, diakses tanggal 19 April 2009http://my.opera.com/winsolu/blog/pengertian-kompetensi, diakses tanggal 19 April 2009Ida Suraida. (2005). Pengaruh Etika, Kompetensi, Pengalaman Audit dan Risiko Audit terhadap Skeptisisme Profesional Auditor dan Ketepatan Pemberian Opini Akuntan Publik. Sosiohumaniora, Vol. 7, No. 3, November 2005: 186 – 202. (http://resources.unpad.ac.id/unpad-content, diakses tanggal 13 April 2009).Ikatan Akuntan Indonesia. (2001). Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat.Imam Ghozali. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan penerbit Universitas Diponegoro.Nur Indriantoro, dan Bambang Supomo. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.M. Hasan Iqbal. (2005). Pokok-pokok Materi Statistik 2. Jakarta: Bumi Aksara.Kusharyanti. 2003. Temuan penelitian mengenai kualitas audit dan kemungkinan topik penelitian di masa datang. Jurnal Akuntansi dan Manajemen (Desember). Hal.25-60.Lenard, Mary Jane, Perualz Alam, dan David Booth. (1998). “ An Analysis of Fuzzy Clustering and a Hybrid Model for Auditor’s Going Concern”.(www.google.com, diakses tanggal 13 April 2009).Mayangsari, Sekar. (2003). Analisis Pengaruh Independensi, Kualitas Audit, serta Mekanisme Corporate Governance terhadap Integritas Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi VI Surabaya, Oktober.Mayangsari, Sekar. (2003). Pengaruh Keahlian dan Independensi terhadap Pendapat Audit: Sebuah Kuasieksperimen. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol.6 No.1 (Januari).Mautz, R.K. and Hussen A. Sharaf. 1993. The Philoshopy of Auditing. American Accounting Association.
  • 105. 80Mulyadi dan Kanaka Puradiredja. (1998). Auditing Pendekatan Terpadu. Jakarta. Salemba Empat.Munawir, H. S. (1999). Auditing Modern. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.Nizarul, dkk. (2007). Pengaruh Kompetensi dan Independensi Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi. Simposium Nasional Akuntansi X Makasar.Ramaraya Tri Koroy. (2005). Pengaruh Preferensi Klien dan Pengalaman Audit Terhadap Pertimbangan Auditor. Simposium Nasional Akuntansi VIII Solo.Santy Setiawan. (2006). “Opini Going Concern dan Prediksi Kebangkrutan Perusahaan”. Jurnal Ilmiah Akuntansi, Vol V No 1. Mei. Hal 59-67.Siti Kurnia Rahayu. (2010). Auditing, Konsep Dasar dan Pedoman Pemeriksaan Akuntan Publik. Edisi pertama. Yogyakarta, Graha IlmuSoehardi Sigit. (1999). Pengantar Metodoilogi Penelitian Sosial – Bisnis – Manajemen. Yogyakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.Sujana Ismaya. (2006). Kamus Akuntansi. Bandung : Pustaka Grafika.Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2003). Statistika untuk Peneliitian. Bandung: Alfabeta.Supriyono. (1988). Pemeriksaan Akuntan (Auditing). Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.Yulius Jogi Christiawan. (2002). Pengaruh Kompetensi dan Independensi terhadap Kelangsungan Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surabaya. Journal Directory: Kumpulan Jurnal Akuntansi dan Keuangan Unika Petra. Vol. 4 / No. 2. (http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/, diakses tanggal 22 Januari 2009)Yulius Jogi Christiawan. (2005). Aktivitas Pengendalian Mutu Jasa Audit Laporan Keuangan Historis (Studi Kasus Pada Beberapa Kantor Akuntan Publik Di Surabaya). Jurnal Akuntansi & Keuangan Unika Petra, Vol. 7, No. 1, Mei 2005: 61- 88. (http://puslit.petra.ac.id/~puslit/journals/, diakses tanggal 22 Januari 2009).
  • 106. 81
  • 107. 82 LAMPIRAN:1. Kuesioner (Instrumen Penelitian)2. Tabel Data Uji Instrumen3. Uji Validitas dan Reliabilitas4. Data Penelitian5. Perhitungan Kecenderungan Frekuensi 6. Uji Normalitas 7. Uji Linearitas 8. Uji Multikolineritas 9. Uji Heteroskedastisitas10. Hasil Regresi11. Daftar KAP di Yogyakarta12. Surat Izin Penelitian13. Surat Keterangan Penelitian
  • 108. 83Kepada Yth.Bpk/ Ibu/ Sdr/i Auditor KAP ...................................Di YogyakartaDengan hormat,Saya,Nama : Aditya WiramurtiNIM : 05412144004Prodi/ Fakultas : Akuntansi/ Fakultas Ilmu Sosial dan EkonomiUniversitas : Universitas Negeri YogyakartaSedang melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH KOMPETENSIAUDITOR DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAPKELANGSUNGAN USAHA KANTOR AKUNTAN PUBLIK”.Tujuan dari penelitian ini untuk memenuhi persyaratan mencapai gelar Sarjana S1Program Studi Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas NegeriYogyakarta.Berkaitan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Bpk/ Ibu/ Sdr/i untukmengisi pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner ini dengan lengkap. Sebagaipeneliti saya memegang teguh etika penelitian dengan tidak membocorkaninformasi yang Bpk/ Ibu/ Sdr/i isikan dalam angket.Atas perhatian dan berkenannya Bpk/ Ibu/ Sdr/i untuk mengisi kuesioner ini sayaucapkan terima kasih. Hormat Saya, Aditya Wiramurti
  • 109. 84 KUESIONER PENELITIANIdentitas responden1. Nama KAP :2. Nama Responden : (boleh tidak diisi)3. Umur Responden :4. Jenis Kelamin : ( ) pria ( ) wanita5. Jenjang pendidikan : ( ) D3 ( ) S1 ( ) S2 ( ) S36. Lama Bpk/ Ibu/ Sdr/i bekerja pada KAP tempat bekerja saat ini ... tahun.7. Apa kedudukan Anda dlm KAP ( ) Magang ( ) Auditor Yunior ( ) dll. ( ) Supervisor ( ) Auditor Senior ( ) Staf Auditor ( ) Manajer KAP8. Kursus atau pelatihan di bidang akuntansi, keuangan dan audit yang pernah Anda peroleh : 1 ……………………… 2 ……………………… 3 ………………………
  • 110. 85 Cara pengisian kuesioner Bpk/ Ibu/ Sdr/i responden cukup memberikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang tersedia (rentang angka 1 sampai dengan 4) sesuai dengan pendapat Bpk/ Ibu/ Sdr/i. Setiap pertanyaan mengharapkan hanya satu jawaban. Setiap angka akan mewakili tingkat kesesuaian dengan fakta yang sesuai dengan situasi dan kondisi Bpk/ Ibu/ Sdr/i. STS (Sangat Tidak Setuju) TS (Tidak Setuju) S (Setuju) SS (Sangat Setuju)A. Kompetensi Auditor No Pernyataan SS S TS STS . 1. Sebagai auditor, saya mampu dan telah memenuhi kualifikasi personel (indeks prestasi, asal perguruan tinggi dan lain-lain). 2. Sebagai auditor, saya telah menempuh dan lulus ujian sertifikasi akuntan publik (USAP) yang diselenggarakan oleh IAI Kompartemen Akuntan Publik. 3. Selain pendidikan formal, untuk melakukan audit yang baik, saya juga membutuhkan pengetahuan yang diperoleh dari kursus dan pelatihan-pelatihan khususnya di bidang audit. 4. Keahlian khusus yang saya miliki dapat mendukung proses audit yang saya lakukan.
  • 111. 86No Pernyataan SS S TS STS .5. KAP tempat saya bekerja/ magang selalu mengadakan trainning teknis yang cukup yang mencakup aspek teknis maupun pendidikan umum terhadap auditor baru sebelum melakukan tugasnya.6. KAP tempat saya bekerja/ magang selalu mengadakan review atas pekerjaan auditor yunior oleh auditor senior/ atasan.7. Pemilik KAP selalu melakukan monitoring terhadap kegiatan audit auditornya.8. Semakin banyak jumlah klien yang saya audit menjadikan audit yang saya lakukan/ kualitas menjadi semakin lebih baik.9. Saya telah memiliki banyak pengalaman dalam bidang audit dengan berbagai macam klien sehingga audit yang saya lakukan menjadi lebih baik.10. Sebagai seorang auditor, saya telah memiliki pengalaman kerja dalam audit umum lebih dari atau sama dengan 3000 jam dan pernah menduduki jabatan ketua/ manajer tim audit sekurang-kurangnya 1 tahun.11. Jumlah auditor senior dalam KAP tempat saya bekerja/ magang lebih banyak dari pada auditor yunior.12. Sebagai auditor, saya harus selalu mengikuti dan berpartisipasi penuh dalam pendidikan profesi berkelanjutan berupa seminar dan sebagainya yang diselenggarakan oleh IAI Kompartemen Akuntan Publik untuk meningkatkan kompetensi seorang auditor.
  • 112. 87B. Independensi Auditor No Pertanyaan SS S TS STS . 13. Sebagai auditor, saya harus mampu mempertahankan independensi, integritas, dan objektivitas dalam kondisi apapun. 14. Sebagai auditor, saya harus selalu mengacu pada standar umum dan prinsip akuntansi dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. 15. Saya takut untuk mengungkapkan keadaan perusahaan klien sebenarnya. 16. Dalam menentukan pendapat atas laporan keuangan, saya tidak mendapat tekanan dari siapapun. 17. Sebagai auditor, saya tidak pernah memberikan jasa lain selain jasa audit kepada klien pada saat penugasan, misalnya pembuatan jurnal, buku besar, laporan keuangan, ataupun jasa konsultasi karena akan mengganggu independensi auditor. 18. Jika salah satu anggota keluarga seorang auditor memiliki saham dalam perusahaan klien yang diaudit, maka opini dari auditor tersebut diragukan keakuratannya. 19. Seorang auditor akan lebih mudah dalam melakukan audit laporan keuangan bila ada hubungan dengan klien. 20. Sebagai auditor, saya selalu menjaga dan menghormati kerahasiaan klien dan tidak pernah menerima fee yang dapat merusak citra profesi dan mengganggu independensi. 21. Dengan audit fee yang besar akan mempengaruhi pendapat audit yang saya berikan.
  • 113. 88 No Pernyataan SS S TS STS . 22. Auditor dalam melakukan penugasan audit pada klien tertentu (sudah lebih dari 3 tahun) dapat merusak independensi auditor. 23. Tidak semua kesalahan klien yang saya temukan akan saya laporkan, karena lamanya hubungan dengan klien tersebut. 24. Saya selalu menolak pemberian fasilitas yang menunjang dari klien karena mengganggu independensi saya sebagai auditor. 25. Sebagai auditor, saya tidak akan melaporkan semua kesalahan klien jika auditor diberikan fasilitas yang memadai. 26. Fasilitas yang saya terima dari klien menjadikan saya sungkan terhadap klien sehingga kurang bebas dalam melakukan audit.C. Kelangsungan Usaha KAP No Pertanyaan SS S TS STS . 27. Klien yang saya audit selalu puas dengan hasil audit dari KAP tempat saya bekerja. 28. Banyaknya perusahaan yang telah diaudit akan mempengaruhi kualitas audit. 29. Hasil dari audit telah sesuai dengan SPAP dan dinyatakan berkualitas. 30. KAP tempat saya bekerja/ magang mempunyai komitmen yang kuat untuk menyelesaikan audit dalam waktu yang tepat.
  • 114. 89No Pernyataan SS S TS STS .31 KAP tempat saya bekerja/ magang selalu berhasil melakukan audit walaupun dengan risiko yang besar.32 Terdapat prosedur untuk perencanaan perikatan, prosedur untuk mempertahankan standar mutu KAP untuk pekerjaan yang dilaksanakan.33 KAP tempat saya bekerja/ magang mempunyai staf yang profesional, sehingga kualitas audit yang dihasilkan baik.
  • 115. 902. TABEL DATA UJI INSTRUMENData Kompetensi Auditor No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Total 1 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 32 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 34 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 35 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 34 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 36 6 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 31 7 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 36 8 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 36 9 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 37 10 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 36 11 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 34 12 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 36 13 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 32 14 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 29 15 3 3 4 3 4 4 4 3 2 4 3 3 34 16 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 28 17 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 32 18 3 4 3 3 4 4 4 3 2 4 3 4 34 19 3 2 3 3 4 3 3 3 1 3 3 2 28 20 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 30 21 3 4 3 3 4 4 3 3 1 3 3 4 31 22 3 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 31 23 3 3 4 4 3 3 4 4 2 4 3 3 34 24 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 4 4 34 25 4 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 32 26 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 27 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 36 28 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 34 29 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 30 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 34
  • 116. 91Data Independensi Auditor No. 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Total 1 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 34 2 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 34 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 34 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 5 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 32 6 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 32 7 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 36 8 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 35 9 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 37 10 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 37 11 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 33 12 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 34 13 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 33 14 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 15 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 39 16 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 33 17 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 36 18 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 35 19 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 38 20 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 21 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 37 22 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 35 23 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 37 24 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 35 25 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 33 26 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 36 27 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 33 28 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 36 29 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 32 30 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 33
  • 117. 92Kelangsungan Usaha KAP di YogyakartaNo. 27 28 29 30 31 32 33 Total 1 3 3 3 3 3 3 4 22 2 4 4 3 3 3 3 4 24 3 3 3 3 4 4 4 3 24 4 4 4 4 4 4 4 4 28 5 4 4 4 4 4 4 4 28 6 3 3 3 3 3 3 3 21 7 3 4 4 4 3 3 4 25 8 4 3 3 3 4 4 4 25 9 3 3 3 3 4 4 4 24 10 4 3 4 3 4 3 4 25 11 3 3 3 4 3 3 3 22 12 3 3 3 3 3 3 3 21 13 3 3 3 4 4 3 3 23 14 3 3 3 3 3 3 4 22 15 3 3 4 3 3 3 3 22 16 3 3 3 3 3 3 3 21 17 4 3 3 3 3 3 3 22 18 4 4 4 3 3 3 4 25 19 3 4 3 4 3 3 4 24 20 3 4 4 3 3 4 4 25 21 3 3 3 4 4 4 3 24 22 4 4 4 3 3 3 3 24 23 3 4 4 4 4 4 4 27 24 3 3 3 3 4 3 3 22 25 3 3 4 3 3 3 4 23 26 4 4 4 4 4 4 4 28 27 4 4 4 4 4 4 4 28 28 4 3 4 4 3 4 4 26 29 3 3 4 4 3 3 4 24 30 4 3 4 4 3 4 4 26
  • 118. 933. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITASReliability: Kompetensi AuditorScale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N %Cases Valid 30 100.0 a Excluded 0 .0 Total 30 100.0a. Listwise deletion based on all variables in theprocedure. Reliability Statistics Cronbachs Alpha Based on StandardizedCronbachs Alpha Items N of Items .756 .789 12 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Cronbachs Alpha Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation if Item Deletedbutir1 36.90 9.748 .502 .579 .746butir2 36.93 9.789 .512 .599 .747butir3 36.93 9.995 .421 .425 .754butir4 36.77 10.668 .235 .306 .773butir5 36.87 9.982 .453 .624 .753butir6 36.93 9.995 .496 .607 .754butir7 37.00 9.655 .484 .591 .742butir8 36.90 10.093 .255 .620 .758butir9 38.33 9.540 .394 .457 .790butir10 36.93 9.857 .455 .530 .750butir11 37.27 10.478 .265 .369 .758butir12 37.00 9.931 .498 .434 .752 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 40.43 11.633 3.411 12
  • 119. 94Reliability: Independensi AuditorScale: ALL VARIABLES Scale Statistics Case Processing Summary N %Cases Valid 30 100.0 a Excluded 0 .0 Total 30 100.0a. Listwise deletion based on all variables in theprocedure. Reliability Statistics Cronbachs Alpha Based on StandardizedCronbachs Alpha Items N of Items .755 .766 14 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Cronbachs Alpha Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation if Item Deletedbutir13 42.73 12.340 .498 .702 .744butir14 42.63 12.723 .446 .549 .751butir15 42.87 12.120 .474 .656 .745butir16 43.03 13.344 .394 .633 .768butir17 43.37 12.240 .412 .515 .756butir18 43.20 12.717 .397 .461 .757butir19 43.40 12.041 .457 .623 .748butir20 43.00 13.724 .369 .743 .778butir21 43.07 11.926 .502 .724 .742butir22 43.30 14.148 .098 .324 .784butir23 42.93 12.547 .421 .776 .750butir24 43.43 13.357 .381 .548 .778butir25 42.83 11.937 .502 .623 .740butir26 42.97 12.309 .398 .798 .750
  • 120. 95 Mean Variance Std. Deviation N of Items 46.37 14.447 3.801 14Reliability: Kelangsungan Usaha KAPScale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N %Cases Valid 30 100.0 a Excluded 0 .0 Total 30 100.0a. Listwise deletion based on all variables in theprocedure. Reliability Statistics Cronbachs Alpha Based on StandardizedCronbachs Alpha Items N of Items .806 .829 7 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Cronbachs Alpha Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation if Item Deletedbutir27 18.90 2.921 .192 .386 .798butir28 18.67 2.368 .459 .338 .806butir29 18.70 2.493 .582 .588 .749butir30 18.73 2.547 .501 .337 .780butir31 18.83 3.109 .511 .451 .796butir32 18.70 2.562 .597 .438 .761butir33 18.67 2.575 .485 .488 .774
  • 121. 96 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 21.87 3.499 1.871 74. DATA HASIL PENELITIAN Pernyataan Mengenai Kompetensi Auditor No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Total 1 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 32 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 34 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 35 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 34 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 36 6 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 31 7 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 36 8 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 36 9 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 37 10 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 36 11 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 34 12 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 36 13 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 32 14 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 29 15 3 3 4 3 4 4 4 3 2 4 34 16 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 28 17 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 32 18 3 4 3 3 4 4 4 3 2 4 34 19 3 2 3 3 4 3 3 3 1 3 28 20 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 30 21 3 4 3 3 4 4 3 3 1 3 31 22 3 3 3 4 3 3 3 3 2 4 31 23 3 3 4 4 3 3 4 4 2 4 34 24 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 34 25 4 4 3 3 3 4 3 3 2 3 32 26 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 27 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 36 28 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 34 29 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 30 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 34 31 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 31 32 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 33 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 33 34 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 33 35 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 34 36 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 33 37 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 33 38 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 37
  • 122. 97 Pernyataan Mengenai Independensi AuditorNo. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Total 1 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 34 2 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 34 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 34 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 5 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 32 6 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 32 7 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 36 8 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 35 9 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 37 10 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 37 11 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 33 12 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 34 13 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 33 14 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 15 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 39 16 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 33 17 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 36 18 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 35 19 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 38 20 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 21 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 37 22 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 35 23 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 37 24 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 35 25 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 33 26 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 36 27 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 33 28 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 36 29 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 32 30 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 33 31 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 32 32 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 31 33 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 35 34 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 36 35 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 36 36 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 36 37 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 32 38 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 32
  • 123. 98 Pernyataan Mengenai Kelangsungan Usaha KAP di YogyakartaNo. 21 22 23 24 25 26 27 Total 1 3 3 3 3 3 3 4 22 2 4 4 3 3 3 3 4 24 3 3 3 3 4 4 4 3 24 4 4 4 4 4 4 4 4 28 5 4 4 4 4 4 4 4 28 6 3 3 3 3 3 3 3 21 7 3 4 4 4 3 3 4 25 8 4 3 3 3 4 4 4 25 9 3 3 3 3 4 4 4 24 10 4 3 4 3 4 3 4 25 11 3 3 3 4 3 3 3 22 12 3 3 3 3 3 3 3 21 13 3 3 3 4 4 3 3 23 14 3 3 3 3 3 3 4 22 15 3 3 4 3 3 3 3 22 16 3 3 3 3 3 3 3 21 17 4 3 3 3 3 3 3 22 18 4 4 4 3 3 3 4 25 19 3 4 3 4 3 3 4 24 20 3 4 4 3 3 4 4 25 21 3 3 3 4 4 4 3 24 22 4 4 4 3 3 3 3 24 23 3 4 4 4 4 4 4 27 24 3 3 3 3 4 3 3 22 25 3 3 4 3 3 3 4 23 26 4 4 4 4 4 4 4 28 27 4 4 4 4 4 4 4 28 28 4 3 4 4 3 4 4 26 29 3 3 4 4 3 3 4 24 30 4 3 4 4 3 4 4 26 31 3 3 4 3 3 3 3 22 32 3 3 3 3 3 3 3 21 33 3 4 3 4 4 3 4 25 34 4 4 4 4 3 4 4 27 35 4 4 3 3 3 3 4 24 36 4 4 4 3 4 4 4 27 37 3 3 4 3 3 3 4 23 38 3 3 3 3 3 3 3 21
  • 124. 99 5. PERHITUNGAN KECENDERUNGAN FREKUENSI Descriptive Statistics N Minimum Maximum Sum Mean Std. Deviation VarianceKompetensi 38 28.00 40.00 1399.00 33.2632 2.64763 7.010Independensi 38 30.00 40.00 1436.00 34.4474 2.37893 5.659KelangsunganUsaha 38 21.00 28.00 1007.00 24.0789 2.21031 4.885KAPValid N (listwise) 38 1. Perhitungan untuk menentukan Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Kompetensi Auditor a. Menghitung Mean ideal 1 Mi = (Xmax + Xmin) 2 1 = (40 + 28) 2 = 34. Jadi Mean idealnya adalah 34. b. Menghitung Standar Deviasi ideal 1 SDi = ( Xmax - Xmin) 6 1 = (40 – 28) 6 = 2. Jadi Standar Deviasi idealnya adalah 2. c. Menghitung Pengkategorian Variabel Rendah = X < (Mi – 1 SDi) = X < (34 – 1 (2)) = X < 32
  • 125. 100 Sedang = X < (Mi – 1 SDi) sampai dengan (Mi + 1 SDi) = X < (34 – 1 (2)) sampai dengan (34 + 1(2)) = X < 32 sampai dengan X > 36 Tinggi = X > (Mi + 1 SDi) = X > (34 + 1(2)) = X > 362. Perhitungan untuk menentukan Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Kompetensi Auditor a. Menghitung Mean ideal 1 Mi = (Xmax + Xmin) 2 1 = (40+30) 2 = 35. Jadi Mean idealnya adalah 35. b. Menghitung Standar Deviasi ideal 1 SDi = ( Xmax - Xmin) 6 1 = (40 – 30) 6 = 1,67 dibulatkan menjadi 2. Jadi Standar Deviasi idealnya adalah 2. c. Menghitung Pengkategorian Variabel Rendah = X < (Mi – 1 SDi) = X < (35 – 1 (2)) = X < 33
  • 126. 101 Sedang = X < (Mi – 1 SDi) sampai dengan (Mi + 1 SDi) = X < (35 – 1 (2)) sampai dengan (35 + 1(2)) = X < 33 sampai dengan X > 37 Tinggi = X > (Mi + 1 SDi) = X > (35 + 1(2)) = X > 373. Perhitungan untuk menentukan Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Kelangsungan Usaha KAP di Yogyakarta a. Menghitung Mean ideal 1 Mi = (Xmax + Xmin) 2 1 = (28 + 21) 2 = 25. Jadi Mean idealnya adalah 25. b. Menghitung Standar Deviasi ideal 1 SDi = ( Xmax - Xmin) 6 1 = (28-21) 6 = 1,167 dibulatkan menjadi 1. Jadi Standar Deviasi idealnya adalah 1. c. Menghitung Pengkategorian Variabel Rendah = X < (Mi – 1 SDi) = X < (25 – 1 (1)) = X < 24 Sedang = X < (Mi – 1 SDi) sampai dengan (Mi + 1 SDi) = X < (25 – 1 (1)) sampai dengan (25 + 1(1))
  • 127. 102 = X < 24 sampai dengan X > 27 Tinggi = X > (Mi + 1 SDi) = X > (25 + 1(1)) = X > 276. UJI NORMALITAS One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KelangsunganUs ahaKAP Kompetensi IndependensiN 38 38 38 aNormal Parameters Mean 24.0789 33.2632 34.4474 Std. Deviation 2.21031 2.64763 2.37893Most Extreme Differences Absolute .142 .136 .123 Positive .142 .127 .123 Negative -.091 -.136 -.111Kolmogorov-Smirnov Z .877 .838 .760Asymp. Sig. (2-tailed) .425 .484 .610a. Test distribution is Normal.7. UJI LINEARITAS Model Summary Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate a1 .490 .240 .196 1.98156a. Predictors: (Constant), Independensi, Kompetensi
  • 128. 103 b ANOVA Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. a 1 Regression 43.332 2 21.666 5.518 .008 Residual 137.431 35 3.927 Total 180.763 37 a. Predictors: (Constant), Independensi, Kompetensi b. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP 8. UJI MULTIKOLINERITAS a Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity StatisticsModel B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF1 (Constant) 6.095 5.511 1.106 .276 Kompetensi .282 .129 .338 2.189 .035 .914 1.095 Independensi .250 .143 .269 1.745 .090 .914 1.095a. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP
  • 129. 104 9. UJI HETEROSKEDASTISITAS Correlations Kelangsungan Kompetensi Independensi UsahaKAP Spearmans Kompetensi Correlation Coefficient 1.000 .292 .362* rho Sig. (2-tailed) . .060 .018 N 38 38 38 Independensi Correlation Coefficient .292 1.000 .403** Sig. (2-tailed) .060 . .008 N 38 38 38 * ** KelangsunganUsahaKAP Correlation Coefficient .362 .403 1.000 Sig. (2-tailed) .018 .008 . N 38 38 38 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 10. HASIL REGRESI Regression: X1, Y. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation VarianceKompetensi 38 28.00 40.00 33.2632 2.64763 7.010KelangsunganUsahaKAP 38 21.00 28.00 24.0789 2.21031 4.885Valid N (listwise) 38 Variables Entered/Removedb Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Kompetensia . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP
  • 130. 105 Model Summary Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate a1 .417 .174 .151 2.03707a. Predictors: (Constant), Kompetensi b ANOVAModel Sum of Squares df Mean Square F Sig. a1 Regression 31.376 1 31.376 7.561 .009 Residual 149.387 36 4.150 Total 180.763 37a. Predictors: (Constant), Kompetensib. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAPRegression: X2, Y. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation VarianceIndependensi 38 30.00 40.00 34.4474 2.37893 5.659KelangsunganUsahaKAP 38 21.00 28.00 24.0789 2.21031 4.885Valid N (listwise) 38 b Variables Entered/Removed Variables VariablesModel Entered Removed Method a1 Independensi . Entera. All requested variables entered.b. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP
  • 131. 106 Model Summary Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate a1 .368 .136 .112 2.08327a. Predictors: (Constant), Independensi ANOVAbModel Sum of Squares df Mean Square F Sig.1 Regression 24.522 1 24.522 5.650 .023a Residual 156.241 36 4.340 Total 180.763 37a. Predictors: (Constant), Independensib. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAPRegression: X1, X2, Y. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation VarianceKompetensi 38 28.00 40.00 33.2632 2.64763 7.010Independensi 38 30.00 40.00 34.4474 2.37893 5.659KelangsunganUsahaKAP 38 21.00 28.00 24.0789 2.21031 4.885Valid N (listwise) 38 b Variables Entered/Removed VariablesModel Variables Entered Removed Method1 Independensi, a . Enter Kompetensia. All requested variables entered.b. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP
  • 132. 107 b Variables Entered/Removed Variables VariablesModel Entered Removed Method1 Independensi, a . Enter Kompetensia. All requested variables entered.b. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP Model Summary Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate a1 .490 .240 .196 1.98156a. Predictors: (Constant), Independensi, Kompetensi b ANOVAModel Sum of Squares df Mean Square F Sig. a1 Regression 43.332 2 21.666 5.518 .008 Residual 137.431 35 3.927 Total 180.763 37a. Predictors: (Constant), Independensi, Kompetensib. Dependent Variable: KelangsunganUsahaKAP
  • 133. 10811. Daftar KAP di Yogyakarta: KAP. Bismar, Muntalib & Yunus (CAB) Izin Usaha No.: KEP-628/ KM.17/ 1998 (25 Agustus 1998) Alamat: Jl. Soka No. 24 Banciro Yogyakarta 55225 Telp. (0274) 551813 Fax. (0274) 589079 E-mail: ammuntalib@yahoo.com Anggota: Abdul Muntalib No. Izin 98.1.0084 (Pemimpin, BI, FAPM) KAP Doli, Bambang, Sudarmadji dan Dadang Izin Usaha No.: KEP-014/ KM.5/ 2006 (19 Januari 2006) Alamat: Jl. Ring Road Utara Jombor Sleman Yogyakarta 55285 Telp. (0274) 623310 Fax. (0274) 623306 Anggota: Bambang Hartadi No. Izin 98.1.0316 (Rekan, BI, FAPM) KAP Drs. Hadiono Izin Usaha No.: KEP-1125/ KM.17/ 1998 (5 Desember 1998) Alamat: Gedung HDN Jl. Kubi No. 27 Yogyakarta Telp. (0274) 5551000 Fax. (0274) 555101 E-mail: griya-hdn@yahoo.com Anggota: Hadiono No. Izin 98.1.0505 (Pemimpin) KAP Hadori dan Rekan (cabang) Izin Usaha No.: KEP-996/ KM.17/ 1998 (26 Oktober 1998) Alamat: Jl. Dr. Sardjito No.9 Yogyakarta 55233 Telp. (0274) 7100135, 7100137 Fax. (0274) 513912 E-mail: hlbjogja@hadori.co.id Anggota: Sugiarto No. Izin 99.1.0701 (Rekan, BI) KAP. Drs. Henry & Sugeng (PUSAT) Izin Usaha No.: KEP-085/ KM.17/ 1999(2 Februari 1999) Alamat: Jl Gajah mada No.22 Yogyakarta 51112 Telp. (0274) 514883 Fax. (0274) 514883 Anggota: Henry Susanto No. Izin 99.1.0573 (Pemimpin, BI) KAP Inarejz Kemalawarta Izin Usaha No.: KEP-478/ KM.1/ 2006 (15 September 2006)
  • 134. 109Alamat: Jl. Ringin Putih no.7 Prenggan Kotagede Yogyakarta 55172Telp. (0274) 383205Fax. (0274) 383205Anggota:Inarejz Kemalawarta No. Izin 98.1.0400 (Pemimpin, BI)KAP Drs. KumalahadiIzin Usaha No.: KEP-1039/ KM.17/ 1998 (29 Oktober 1998)Alamat: Jl. Kranji No. 90, Serang Baru, Mudal, Sariharjo, Ngaglik,Sleman Yogyakarta 55143Telp/Fax. (0274) 4463648e-mail: kumalahadi@yahoo.comAnggota:Kumalahadi No. Izin 98.1.0319 (Pemimpin, BI)KAP Drs. PamudjiIzin Usaha No.: KEP-071/ KM.6/ 2002 (28 Maret 2002)Alamat: Jl. Veteran No.5 Yogyakarta 55165Telp. (0274) 375085Fax. (0274) 375085Anggota:Pamudji No. Izin 01.1.07.89 (Pemimpin, BI)KAP Drs. Soeroso Donosapoetro, MMIzin Usaha No.: KEP-254/ KM.6/ 2004 (25 Juni 2004)Jl. Beo no.49 Yogyakarta 55281Telp. (0274) 55281/ 388787Anggota:Soeroso Donosapoetro, MM No. Izin 03.1.0908 (Pemimpin)KAP Drs. Suhartati dan Rekan (Cabang)Izin Usaha No.: KEP-182/ KM.6/ 2003 (21 Mei 2002)Alamat : Jl. Perum Nogotirto I/ 11 Nogotirto Gamping SlemanYogyakarta 55292Telp. (0274) 581253Fax. (0274) 581253Anggota:Paidi Priogusodo No. Izin 02.1.0822 (Rekan)