Buku 3 (Wariki)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Buku 3 (Wariki)

on

  • 8,457 views

 

Statistics

Views

Total Views
8,457
Views on SlideShare
8,453
Embed Views
4

Actions

Likes
0
Downloads
290
Comments
0

1 Embed 4

http://www.slideshare.net 4

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Buku 3 (Wariki) Buku 3 (Wariki) Presentation Transcript

  • DAFTAR BUKU Judul buku : Menjadi Guru Profesional Pengarang : Dr. E. Mulyasa, M.Pd. Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya Bandung Tahun : 2005 Halaman : 215 halaman
  • BAB I PENDAHULUAN
    • Terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkotribusi terhadap peningkatan kualitas SDM, yakni :
      • Sarana gedung.
      • Buku yang kualitas
      • Guru dan tenaga kependidikan yang profesional
      • Untuk mewujudkan masyarakat madani dalam NKRI yang lebih demokratis, transparan, dan menunjung tinggi HAM hanya dapat dilakukan melalui pendidikan. Melakui pendidikan yang benar bangsa ini dapat membebaskan diri dari belenggu kritis multidimensi yang berkepanjangan.
    • Pendidikan diperlukan untuk senantiasa meningkatkan kualitas secara terus menerus dan berkesinambungan. Kualitas guru daapt ditunjau dari dua segi, yaitu :
      • Segi proses, yaitu guru dikatakan berhasil apabila mampu melibatkan sebagian besar peserta didik secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran.
      • Segi hasil, gurur dikatakan berhasil apabila pembelajaran yang diberiakan mampu mengubah perilaku sebagian besar peserta didik ke arah penguasaan kompetensi dasar yang lebih baik.
      • Guru dituntut untuk menjadi ahli penyebar informasi yang baik, karena tugas utamanya antara lain menyampaikan informasi kepada peserta didik. Guru juga berperan sebagai perencana, pelaksana, dan penilai pembelajaran.
  • Refleksi
    • Melalui pendidikan bangsa ini dapat mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki rasa percaya diri untuk bersanding dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Tanpa pendidikan yang kuat dapat dipastikan bangsa ini akan terus tenggelam dalam keterpurukan. Tanpa pendidikan yang memadai bangsa ini akan terus dililit oleh kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan.
  • BAB II TUJUH KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN GURU
    • Upaya meningkatkan kualitas guru, antar lain melalui pelatihan, seminar, dan lokakarya, bahkan melalui pendidikan formal dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Namun guru sering melakukan kesalahan dalam prose pembelajaran tanpa mereka sadari, kesalahan yang sering dilakukan yaitu :
      • Mengambil jalan pintas dalam pembelajaran.
        • Dalam kaitannya dengan perencanaan gru dituntut untuk membuat persiapan mengajar yang efektif dan efisien. Namun dalam kenyataannya dengan berbagai alasan banyak guru yang mengambil jalan pintas dengan tidak membuat persiapan ketika mau melakukan pembelajaran, sehingga gruru mengajar tanpa persiapan.
    • Menunggu peserta didik berperilaku negatif. Banyak guru yang sering mengabaikan perkembangan kepribadian peserta didik, serta lupa memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik namun guru akan memberikan perhatian kepada peserta didik ketika ribut, tidak memperhatikan atau mengantuk dikelas.
    • Menggunakan destructive discipline. Seringkali guru memberikan hukuman kepada peserta didik tanpa melihat latar belakang kesalahan yang dilakukannya, tidak jarang guru yang memberikan hukuman melampaui batas kewajaran pendidikan dan sesuai dengan jenis kesalahan.
    • Mengabaikan perbedaan peserta didik. Setiap peserta didik memiliki perbedaan yang unik, mereka memiliki kekuatan, kelemahan, minat dan perhatian yang berbeda-beda. Latar belakang keluarga, sosial ekonomi, dan lingkungan yang membuat peserta didik berbeda dalam aktivitas, kreatifitas, intelegensi, dan kompetensi.
    • Merasa paling pandai. Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik di sekolah usianya relatif lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh dibanding dirinya.
    • Tidak adil. Keadilan dalam pembelajaran merupakan kewajiban guru dalam pembelajaran dan hak peserta didik untuk memperolehnya. Dalam prakteknya banyak guru yang tidak adil, sehingga merugikan perkembangan peserta didik terutama dalam penilaian.
    • Memaksa hak peserta didik. Ini ini merupakan kesalahan guru sering dilakukan sebagai akibat dari kebiasaan guru berbisnis dalam pembelajaran sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.
  • Refleksi
    • Guru harus mampu memahami kondisi-kondisi yang emungkinkan dirinya berbuat salah, dan yag paling penting adalah mengendalikan diri serta menghindari dari kesalahan-kesalahan.
  • BAB 3 PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN
    • Guru sebagai pendidik. Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungan. Berkaitan dengan tanggung jawab guru harus mengetahui serta memahami nilai, moral, norma, dan sosial serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma. Berkenaan dengan wibawa guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional.
    • Guru sebagai pengajar. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran, yaitu :
      • Membuat ilistrasi, menghubungkan sesuatu yang sedang dipelajari peserta didik dengan sesuatu yang telah diketahuinya.
      • Mendefinisikan, meletakan sesuatu yang dipelajari secara jelas dan sederhana.
      • Menganalisis, membahas masalah yang telah dipelajari bagian demi bagian.
      • Mensintesis, mengembalikan bagian-bagian yang telah dibahas ke dalam suatu konsep yang utuh sehingga memiliki arti.
      • Bertanya.
      • Merespon, menanggapi pertanyaan peserta didik.
      • Mendengarkan, memahami peserta didik dan berusaha menyederhanakan setiap masalah.
      • Dan sebagainya.
    • Guru sebagai pembimbing. Guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menilai kelancaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
    • Guru sebagai pelatih. Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan baik intelektual maupum motorik, sehingga menuntut untuk bertindak sebagai pendidik.
  • Refleksi
    • Guru sangat berperan dlam membantu perkembagan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Betapa besar jaa guru dalam membantu perubahan dan perkembangan para peserta didik. Mereka memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guru menyiapkan dan mengembangkan SDM.
  • BAB IV MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN KREATIF DAN MENYENANGKAN
    • Menggunakan ketereampilan bertanya. Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasi guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru di tuntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.
    • Memberi penguatan. Penguatan merupakan respon terhadap suatu perilaku yang dapat menungkatkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan bertujuan untuk :
      • Meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran.
      • Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar.
      • Meningkatkan kegiatan belajar, dan membina perilaku yang produktif.
    • Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasi guru dalam pembelajaran, untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selaku antusias, tekun, dan penuh partisipasi.
    • Menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta, dan sesuai dengan waktu dan hukuman yang berlaku. Menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru untuk memberikan penjelasan agar tujuan pembelajaran dapat optimal.
    • Membuka dan menutup pelajaran. Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan profesional akam memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran, misalnya peserta didik memiliki kejelasan mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan, langkah yang harus dikerjakan untk menyelesaikan tugas, dan batasan waktu pengumpulan tugas.
    • Membimbing diskusi kelompok kecil. Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah.
    • Mengelola kelas. Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.
  • Refleksi
    • Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, dan menyenangkan, diperlukan berbagai keterampilan. Diantaranya adalah keterampilan membelajaran atau keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar memiliki komponen dan prinsip dasar tersendiri.
  • BAB V PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
    • Terdapat liam pendektan pembelajaran yang perlu dipahami oleh guru untuk dapat mengajar dengan baik, yaitu :
      • Pendektan kompetensi. Kompetensi menunjuk kepada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melaui pembelajaran dan latihan. Hubungannya dengan proses pembelajaran, kompetensi menunjuk kepada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam proses belajar.
      • Pendekatan keterampilan proses. Keterampilan ini merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas dan kreatifitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
      • Pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik perhatian peserta didik jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan, sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan lingkungannya.
      • Pendekatan kontekstual yang sering disebut dengan CTL merupakan salah satu model pembelajaran berbasis kompetensi yang dapat digunakan untuk mengefektifkan dan menyukseskan implementasinya Kurikulum 2004. CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata.
      • Pendekatan tematik, merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam implementasi Kurikulum 2004, terutama Taman Kanak-Kanak dan RA, serta pada kelas rendah di DS dan MI. Pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.
    • Memilih metode pembelajaran yang efektif, yaitu :
      • Metode demonstrasi. Melalui metode ini guru memperlihatkan suatu proses, peristiwa, atau cara kerja suatu alat kepada peserta didik.
      • Metode inquiri. Metode inquiri merupakan metode penyelidikan yang melibatkan proses mental dengan kegiatan mengajukan pertanyaan, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang dan melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan.
      • Metode penemuan. Penemuan merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung. Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar.
      • Metode eksperimen merupakan suatu bentuk pembelajaran yang melibatkan peserta didik bekerja dengan benda, bahan, dan peralatan laboraturium, baik secara perseorangan maupun kelompok.
      • Metode pemecahan masalah. Pemecahan masalah memegang peran penting baik dalam pelajaran sains maupun dalam banyak disiplin ilmu lainnya, terutama agar pembelajaran berjalan dengan fleksible.
      • Metode karyawisata. Meskipun karyawisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademin, tujuan umum pendidikan dapat segera tercapai, terutam berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar.
      • Metode perolehan konsep. Konsep merupakan dasar bagi proses-proses mental yang lebih tinggi untuk memasukan prinsip-prinsip dan generalisasi.
      • Metode punugasan. Peserta didik diberikan tugas setelah akhir pembelajaran agar peserta didik mampu mengukur kemampuan yang mereka miliki.
      • Metode ceramah.
      • Metode tanya jawab merupakan cara menyajikan bahan ajar dalam bentuk pertanyaan dan kemudian pertanyaan tersebut dilempar ke peserta didik, kemudian peserta didik merespon pertanyaan tersebut untuk menjawabnya.
      • Metode diskusi.
  • Refleksi
    • Menjadi guru kreatif, profesional, dan menyenangkan dituntut untuk memiliki kemampuan mengembangkan pendekatan dan memilih metode pembelajaran yang efektif.
  • BAB VI MEMBIMBING KEBERHASILAN PESERTA DIDIK
    • Kemampuan peserta didik berbeda-beda , sehingga ada bimbingan tersendiri yang dilakukan guru :
      • Membimbing peserta didik yang lamban. Guru dan pembimbing dituntut kesabarannya dalam menghadapi peserta didik yang lamban belajar. Bimbingan yang diberikan tergantung pada kemungkinan masalah atau latar belakang masalah masing-masing.
      • Membimbing peserta didik yang cerdas di atas normal. Guru akan berupaya mengembnagkan potensi yang dimiliki peserta didik secara optimal. Bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan yang lebih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan suatu program pendidikan dalam jangka waktu yang lebih singkat berbeda dengan seharusnya.
      • Individualisme pembelajaran. Unutk menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, kreatif, dan menyenangkan, hendaknya pembelajaran tidak terbatas pada pembelajaran klasikal tetapi perlu diupayakan pembelajaran yang dapat melayani perbedaan peserta didik secara individual.
  • Refleksi
    • Keberhasilan peserta didik dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan itu disebabkan dari bagaimana guru memberikan bimbingan terhadap peserta didiknya secara kreatif karena setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda.
  • BAB VII PENELITIAN TINDAKAN KELAS
    • Cara melakukan penelitian kelas
      • Hal terpenting yang harus dipahami dalam memulai suatu penelitian adalah memilih topik penelitian yang masuk akal dan bisa menimbulkan motivasi.
      • Kita harus memahami berbagai pendekatan metode, dan teknik yang tersedia untuk seorang peneliti agar bisa memilih metode yang tepat.
      • Membaca merupakan bagian utama dalam prose penelitian.
      • Mengatur waktu dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas penelitian.
      • Mengumpulkan data baik dari dokumen, wawancara, pengamatan, dan kuesioner yang dapat membantu dalam penelitian.
      • Analisa data
      • Memulai laporan penelitian hanyalah bagian kecil karena ada cara lain untuk mengkomunikasikan hasil penelitian melalui prentasi lisan.
      • Mengakhiri penelitian.
    • Penelitian tindakan. Penelitian tindakan bisa memiliki makna bermacam-macam bergantung pada referensi yang dugunakan sebagai acuan.
    • Cara melakukan penelitian tindakan kelas.
      • Tujuan dan kegunaan penelitian tindakan kelas untuk memperoleh dasar bagi pertimbangan suatu prosedur kerja, menjamin cara kerja dalam pendidikan yang efektif dan efesien.
      • Cara melakukan penelitian tindakan kelas harus perasaan ketidakpuasan terhadap praktek pembelajaran, berani dan jujur terhadap diri sendiri.
      • Menilai hasil penelitian tindakan kelas dapat dilakukan melihat pemecahan masalah dan perbaikan yang dapat dilakukan dengan sistem pembelajaran, membandingkan keadaan serta perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah dilakukan tindakan, membandingkan usaha yang dilakukan dengan hasil dan perubahan yang dapat dicapai.
  • Refleksi
    • Penelitian tindakan kelas perlu dilakukan untuk mengetahui metode atau tindakan yang seperti apa yang harus dilakukan oleh guru agar proses pembelajaran efektif dan efisien serta tidak terjadi kebosanan.
  • BAB VIII MENDONGKRAK KUALITAS PEMBELAJARAN
    • Dalam mendongkrak kualitas pembelajaran dapat dilakukan dengan cara :
    • Mengembangkan kecerdasan emosi karena ternyata melalui pengembangan intelegensi saja tidak mampu menghasilkan manusia yang utuh, seperti yang harapkan oleh pendidikan nasional.
    • Mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. Guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, yang mengarah pada kreativitas.
    • dalam pembelajaran mendisiplinkan peserta didik harus dilakukan dengan kasih sayang dan harus ditunjukan untuk mereka menemukan jati dirinya.
    • Membangkitkan nafsu belajar atau motivasi belajar.
  • Refleksi
    • Guru yang kreatif, profesional dan menyenangkan harus memiliki berbagai konsep dan cara untuk mendongkrak kualitas pembelajaran agar para peserta didik bisa menjadi SDM yang berkualitas dan memiliki intelegensi yang dibutuhkan.
  • BAB IX UJI KOMPETENSI GURU
    • Uji kompetensi guru baik secara teoritis maupun secara praktis memiliki manfaat yang sangat penting terutama dalam rangkan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru :
    • Sebagai alat untuk mengembangkan standar kemampuan profesional guru.
    • Merupakan alat seleksi penerimaan guru.
    • Untuk pengelompokan guru.
    • Sebagai bahan acuan dalam pengembangan kurikulum.
    • Merupakan alat pembinaan guru.
    • Mendorong kegiatan dan hasil belajar
    • Materi uji kompetensi :
    • Kemapuan dasar ( kepribadian ) meliputi beriman dan bertakwa, berwawasan pancasila, mandiri penuh tanggung jawab, berwibawa, berdisiplin, berdedikasi, bersosialisasi dengan masyarakat, mencintai peserta didik dan peduli terhadap pendidikannya.
    • Kemampuan umum ( kemampuan mengajar ) meliputi menguasai ilmu pendidikan dan keguruan, menguasai kurikulum, menguasai pengelolaan kelas, mampu melaksanakan monitoring dan evaluasi.
    • Kemapuan khusus ( pengembangan keterampilan mengajar )
    • Pelaksanaan ujian kompetensi guru hendaknya dilakukan secara berkesinambungan untuk mengetahui perkembangan profesionalisme guru.
  • Refleksi
    • Uji kompetensi guru dapat dilakukan secara nasional, regional, maupun lokal. Uji kompetensi guru untuk meningkatkan kualitas guru karena peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan guru.
  • BAB X UNDANG-UNDANG GURU
    • Pentingnya undang-undang guru untuk mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan guru, mereka juga perlu mendapatkan perlindungan hukum agar dapat bekerja secara aman, kreatif profesional dan menyenangkan.
    • Undang-undang Sisdiknas tentang guru
    • UU RI No. 20 Tahun 2003 :
      • Pasal 39 ayat 1 tenaga kependidikan bertugas melaksanakan tugas administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
      • Pasal 40 ayat 1a penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai.
      • Pasal 41 ayat 1 tentang pendidikan dan tenaga kependidikan dapat bekerja secara lintas daerah.
    • Peratutan pemerintah tentang guru diatur dalam BAB XII PERLINDUNGAN HUKUM.
    • Pasal 36 ayat 1 tentang tenaga kependidikan yang bekerja pada satuan pendidikan baik di jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal berhak mendapatkan perlindungan hukum.
    • Guru bantu merupakan guru yang diangkat secara resmi oleh pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan guru dalam Keputusan Mentri Pendidikan Nasional No. 007/U/2003, bahwa guru bantu adalah guru bukan pegawai negeri ( pasal 1 ayat 1)
  • Refleksi
    • Perlunya undang-undang guru karena jumlah guru di Indonesia merupakan populasi pegawai negeri yang cukup besar, selain itu pentingnya undang-undang guru untuk mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan guru, mereka juga perlu mendapatkan perlindungan hukum agar dapat bekerja secara aman, kreatif profesional dan menyenangkan.