PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DASAR –DASAR ELEKTRONIKA BA...
KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatdan hidayah-Nya, sehingga proposa...
Proposal penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penelitimengharapkan kritik dan saran yang bersifat mem...
BAB I                              PENDAHULUANA.   Latar Belakang Masalah             Pendidikan adalah investasi jangka p...
Pendidikan) adalah SMKN 39 Jakarta Pusat. Secara khusus pemerintahtelah merancang struktur kurikulum yang sangat baik menc...
B.   Identifikasi Masalah            Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan     permasalahan yang d...
E.   Tujuan Penelitian      1. Tujuan Umum      Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi  ...
b. Guru   1. Guru sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu       pendidikan di kelasnya.   2. Menambah wawasan g...
BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN PERUMUSAN                                 HIPOTESISA.    Kerangka Teoriti...
ialah adanya perubahan tingkah laku orang yang belajar yang terjadikarena proses kematangan dan hasil belajar bersifat rel...
3. Hasil Belajar Dasar – Dasar Elektronika         Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa hasil belajar       ada...
4. Hakikat Model Pembelajaran          Model dirancang untuk mewakili realitas yang sesungguhnya,   walaupun model       i...
pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesaijika salah satu teman dalam kelompok belum mengua...
3.   Pengembangan keterampilan social, yaitu untuk mengembangkan             keterampilan social siswa diantaranya: berbag...
6    Memberikan penghargaan Guru mencari cara untuk menghargai upaya atau                               hasil   belajar   ...
menyebabkan tumbuhnya rasa kesadaran pada diri siswa bahwa belajarsecara kooperatif sangat menyenangkan.b)   Games Tournam...
Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 5 sampai 6                orang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, d...
menunjukkan tingkat penguasaan yang tinggi terhadap tugas-tugas belajaryang harus dikuasai dengan sasaran dan tujuan pembe...
C.   Perumusan Hipotesis              Hipotesis yang akan diajukan dalam proposal penelitian ini adalah     Jika   pembela...
BAB III                       METODOLOGI PENELITIANA. Lokasi dan Waktu Penelitian   1. Lokasi Penelitian      Lokasi penel...
benar antara pembelajaran biasa dengan PTK. Yang dituliskan dalam siklushanyalah bagian yang diteliti saja.2. Tindakan ( A...
Alur ilustrasi pelaksanaan tindakan dari siklus I sampai dengan siklus                                     selanjutnyaD. I...
3. Catatan Lapangan      Catatan – catatan lapangan diperlukan untuk merekam kejadian – kejadian      selama proses pembel...
Tabel. 1. Tingkat penguasaan dan kategori hasil belajar siswa    Tingkat Penguasaan                  Kategori           8,...
DAFTAR PUSTAKAPumomo. Edy dan Munadi, Sudji. Evaluasi Hasil Belajar Dalam ImplementasiKurikulum Berbasis Kompetensi Di sek...
Proposal Tugas Metlit (PTK)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Proposal Tugas Metlit (PTK)

2,295

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,295
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Proposal Tugas Metlit (PTK)"

  1. 1. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DASAR –DASAR ELEKTRONIKA BAGI SISWA KELAS X TAV SMK NEGERI 39 JAKARTA DI SUSUN OLEH M. NING ISKANDAR 5215083427 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO - FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA JANUARI 2012
  2. 2. KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatdan hidayah-Nya, sehingga proposal penelitian ini telah selesai meskipun jauhdari sempurna. Peneliti berharap proposal penelitian ini, dapat diterima danbermanfaat bagi semua pihak, khususnya dalam bidang pendidikan.Proposal penelitian ini disusun untuk menjelaskan tentang PENERAPANMODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAMUPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DASAR – DASARELEKTRONIKA BAGI SISWA KELAS X TAV SMK NEGERI 39 JAKARTAkarena dengan penelitian ini sangat berguna untuk mengetahui sejauh mana hasilbelajar yang dicapai dalam pemberian tugas pekerjaan rumah.Dalam penyusunan proposal penelitian ini peneliti banyak menghadapi kesulitanbaik dalam penyusunan maupun dalam pengumpulan data. Tetapi semua itu dapatpeneliti atasi. Oleh karena itu, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepadapihak-pihak yang telah membantu, terutama : 1. Orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan moril maupun materil. 2. Bapak Dr. Bambang Dharma Putra, M.Pd sebagai dosen pembimbing dalam penelitian. 3. Semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
  3. 3. Proposal penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penelitimengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kelengkapanproposal penelitian ini. Akhir kata semoga proposal penelitian ini dapatbermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca umumnya. Jakarta, Januari 2012 Peneliti
  4. 4. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidikan dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada permasalahan klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali. SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) kelompok teknologi industri sebagai suatu lembaga formal yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan system pendidikan yang mengacu pada perkembangan teknologi di dunia industri. Salah satu sekolah menengah kejuruan yang telah melaksanakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan
  5. 5. Pendidikan) adalah SMKN 39 Jakarta Pusat. Secara khusus pemerintahtelah merancang struktur kurikulum yang sangat baik mencakup matapelajaran umum dan mata pelajaran kejuruan Pada tahun 2006 untuk siswa kelas X semua sekolah wajibmenyusun KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) tanpaperkecualian, sehingga tuntutan masyarakat terhadap pendidikan disekolahberbeda-beda. Akan tetapi satuan pendidikan boleh mengadopsi ataumengadopsi model KTSP yang tersedia dengan mempertimbangkankebutuhan dan potensi peserta didik serta kondisi sumber daya pendidikansekolah yang bersangkutan. SMK Negeri 39 Jakarta merupakan salah satu bagian daripendidikan formal yang memiliki 3 (tiga) program studi. Salah satudiantaranya yaitu Audio Video. Program studi Audio Video mempunyaibeberapa kompetensi yang seluruhnya dijadikan judul mata diklat. Salahsatu dari mata diklat itu yaitu Teori Dasar Elektronika dengan StandarKompetensi Menguasai Dasar-dasar Elektronika. Mata diklat ini diberikanpada kelas X semester I. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untukmeningkatkan hasil belajar adalah dengan mengubah cara belajarnya danmenggunakan model pembelajaran yang dapat merangsang keaktifan siswadalam belajar. Salah satu model pembelajaran itu adalah penerapan modelpembelajaran Teams games Tournament (TGT).
  6. 6. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah melalui penerapan model pembelajaran Teams games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi belajar dasar-dasar elektronika siswa kelas X Teknik Audio Video SMK Negeri 39 Jakarta ?C. Pembatasan Masalah Dari latar belakang masalah dan berbagai permasalahan yang telah diidentifikasi di atas, maka perlu adanya pembatasan masalah dalam penelitian ini, pembahasan masalah hanya mencakup: “Apakah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournamnet (TGT) dapat meningkatakan hasil belajar Dasar – Dasar Elektronika”?D. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DASAR –DASAR ELEKTRONIKA BAGI SISWA KELAS X TEKNIK AUDIO VIDEO (TAV) SMK NEGERI 39 JAKARTA”.
  7. 7. E. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). 2. Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah “Untuk mengetahui apakah melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT).dapat meningkatkan hasil belajar dasar-dasar elektronika bagi siswa kelas X TAV SMK Negeri 39 Jakarta.”F. Manfaat Hasil Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : a. Sekolah 1. Dalam hal ini adalah SMK Negeri 39 Jakarta dengan hasil penelitian ini diharapkan SMK Negeri 39 Jakarta dapat lebih meningkatkan kegiatan pembelajaran melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) agar prestasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain. 2. Berbagi informasi dengan sekolah lain dalam menerapkan pembelajaran.
  8. 8. b. Guru 1. Guru sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya. 2. Menambah wawasan guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). 3. Menjadi umpan balik untuk mengetaui kesulitan siswa yang dihadapi siswa.c. Siswa 1. Menggembangkan kemmapuan berfikir, belajar mandiri, serta kerja sama dalam kegiatan belajar dasar – dasar elektronika. 2. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). 3. Meningkatkan hasil belajar siswa khusunya pada mata pelajaran Dasar – Dasar Elektronika.d. Peneliti 1. Memperoleh pengalaman strategi pembelajaran, melakukan seleksi materi, dan mengembangkan seleksi instrument. 2. Memperoleh pengalaman tentang pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) yang berorientasi pada hasil belajar siswa
  9. 9. BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN PERUMUSAN HIPOTESISA. Kerangka Teoritis 1. Hakikat Belajar Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru ( Dimyati, 2002-10). Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb )supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 ). Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan olh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran Dasar Dasar Eelektronika Teknik Audio Video. 2. Hakikat Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti serangkaian kegiatan instruksional tertentu. Hasil belajar yang dicapai oleh siswa erat kaitannya dengan rumusan instruksional yang direncanakan oleh guru sebelumnya. Hasil dan bukti belajar
  10. 10. ialah adanya perubahan tingkah laku orang yang belajar yang terjadikarena proses kematangan dan hasil belajar bersifat relatif menetap,misalnya dati tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadimengerti. Menurut Mudjiono (2000), bahwa hasil dan bukti belajaradalah adanya perubahan tingkah laku orang yang belajar. Menurut Howard Kingsley (Sudjana, 1989), ada tiga macamhasil belajar yakni (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuandan pengertian, (c) sikap dan cita-cita, yang masing-masing dapatgolongan, dapat diisi dengan bahan yang diterapkan dalam kurikulumsekolah. Benyamin Bloom berpendapat bahwa tujuan pendidikanyang hendak kita capai terdiri dari tiga bidang, yaitu bidang kognitif,bidang afektif, dan bidang psikomotorik. Setiap kegiatan yang berlangsung pada akhirnya kita inginmengetahui hasilnya, demikian pula dengan pembelajaran. Untukmengetahui hasil kegiatan pembelajaran, harus dilakukan pengukurandan penilaian. Pengukuran adalah suatu usaha untuk mengetahuisesuatu seperti apa adanya, sedangkan penilaian adalah usaha yangbertujuan untuk mengetahui keberhasilan belajar dalam penguasaankompetensi (Haling, 2002). Dengan demikian pengukuran hasilbelajar adalah suatu usaha untuk mengetahui kondisi statuskompetensi dengan menggunakan alat ukur sesuai dengan apa yangdiukur, sedangkan penilaian adalah usaha untuk membandingkan hasilpengukuran dengan patokan yang ditetapkan.
  11. 11. 3. Hasil Belajar Dasar – Dasar Elektronika Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti serangkaian kegiatan instruksional tertentu. Maka hasil belajar dasar – dasar elektronika adalah hasil belajar yang dicapai oleh siswa yang erat kaitannya dengan rumusan instruksional yang direncanakan oleh guru sebelumnya pada hal ini adalah penyesuaian pencapaian indikator kriteria keberhasilan dalam hasil belajar atau Ketuntasan Kriteria Minimal (KKM) yang telah di tetapkan oleh seorang guru sebelum mengajar pada silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam hal ini tentunya seorang guru hendaknya menentukan terlebih dahulu Standar Kompetensi serta Kompetensi Dasar apa saja yang akan di ajarkan dalam kegiatan pembelaran yang semuanya telah tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan silabus dalam hal ini adalah mata pelajaran Dasar - Dasar Elektronika. Dasar - Dasar Elektronika adalah salah satu mata pelajaran kejuruan teknik audio video yang ada di SMK. Bahkan sebagian mata pelajaran ada yang sudah menjadi mata diklat pada kejuruan teknik audio video. Hasil belajar yang dicapai dapat di lihat melalui hasil belajar teori atau praktik pada saat kegiatan pembelajaran dan tentunya mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan silabus yang digunakan pada saat Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM).
  12. 12. 4. Hakikat Model Pembelajaran Model dirancang untuk mewakili realitas yang sesungguhnya, walaupun model itu sendiri bukanlah realitas dari dunia yang sebenarnya. Atas dasar pengertian tersebut, maka model mengajar dapat dipahami seb agai kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perencanaan pengajaran bagi para guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran (Sagala, 2005:176). Model pembelajaran adalah pola pembelajaran khusus yang direncanakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu ( Agustian, 2004:8). Model pembelajaran sesungguhnya disusun untuk mengarahkan belajar, dimana guru membantu siswa untuk memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berfikir dan mengekspresikan dirinya (Joyce et al, 2009:7).5. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi
  13. 13. pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesaijika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yangmengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuanpembelajaran. Pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri:1. Untuk memuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara bekerja sama2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah3. Jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang heterogen ras, suku, budaya, dan jenis kelamin, maka diupayakan agar tiap kelompok terdapat keheterogenan tersebut.4. Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan.Tujuan Pembelajaran Kooperatif1. Hasil belajar akademik , yaitu untuk meningkatkan kinerja siswa dalm tugas-tugas akademik. Pembelajaran model ini dianggap unggul dalam membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang sulit.2. Penerimaan terhadap keragaman, yaitu agar siswa menerima teman- temannya yang mempunyai berbagai macam latar belakang.
  14. 14. 3. Pengembangan keterampilan social, yaitu untuk mengembangkan keterampilan social siswa diantaranya: berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau mengungkapkan ide, dan bekerja dalam kelompok. Fase-fase Model Pembelajaran Kooperatif :Fase Indikator Aktivitas Guru1 Menyampaikan tujuan Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang dan memotivasi siswa ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan3 Mengorganisasikan siswa Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana ke dalam kelompok- caranya membentuk kelompok belajar dan kelompok belajar membantu setiap kelompok agar melakukan transisi efisien4 Membimbing kelompok Guru membimbing kelompok-kelompok belajar bekerja dan belajar pada saat mengerjakan tugas5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
  15. 15. 6 Memberikan penghargaan Guru mencari cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar siswa baik individu maupun kelompok. 6. Hakikat Model Pembelajaran TGT TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda. Menurut Slavin pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari 5 langkah tahapan yaitu : tahap penyajian kelas (class precentation), belajar dalam kelompok (teams), permainan (geams), pertandingan (tournament), dan perhargaan kelompok ( team recognition). Berdasarkan apa yang diungkapkan oleh Slavin, maka model pembelajaran kooperatif tipe TGT memiliki ciri – ciri sebagai berikut. a) Siswa Bekerja Dalam Kelompok – Kelompok Kecil Siswa ditempatkan dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda. Dengan adanya heterogenitas anggota kelompok, diharapkan dapat memotifasi siswa untuk saling membantu antar siswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini akan
  16. 16. menyebabkan tumbuhnya rasa kesadaran pada diri siswa bahwa belajarsecara kooperatif sangat menyenangkan.b) Games Tournament Dalam permainan ini setiap siswa yang bersaing merupakan wakildari kelompoknya. Siswa yang mewakili kelompoknya, masing – masingditempatkan dalam meja – meja turnamen. Tiap meja turnamen ditempati5 sampai 6 orang peserta, dan diusahakan agar tidak ada peserta yangberasal dari kelompok yang sama. Dalam setiap meja turnamendiusahakan setiap peserta homogen.c) Penghargaan Kelompok Langkah pertama sebelum memberikan penghargaan kelompokadalah menghitung rerata skor kelompok. Untuk memilih rerata skorkelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh olehmasing – masing anggota kelompok dibagi dengan dibagi denganbanyaknya anggota kelompok. Pemberian penghargaan didasarkan atasrata – rata poin yang didapat oleh kelompok tersebut.Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ada beberapatahapan yang perlu ditempuh, yaitu : (1) Mengajar (teach) Mempersentasekan atau menyajikan materi, menyampaikan tujuan, tugas, atau kegiatan yang harus dilakukan siswa, dan memberikan motivasi. (2) Belajar Kelompok (team study)
  17. 17. Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 5 sampai 6 orang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, dan ras / suku yang berbeda. Setelah guru menginformasikan materi, dan tujuan pembelajaran, kelompok berdiskusi dengen menggunakan LKS. Dalam kelompok terjadi diskusi untuk memecahkan masalah bersama, saling memberikan jawaban dan mengoreksi jika ada anggota kelompok yang salah dalam menjawab. (3) Permainan (game tournament) Permainan diikuti oleh anggota kelompok dari masing – masing kelompok yang berbeda. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengetahui apakah semua anggota kelompok telah menguasai materi, dimana pertanyaan – pertanyaan yang diberikan berhubungan dengan materi yang telah didiskusikan dalam kegiatan kelompok. (4) Penghargaan kelompok (team recognition) Pemberian penghargaan (rewards) berdasarkan pada rerata poin yang diperoleh oleh kelompok dari permainan.B. Kerangka Berfikir Proses belajar mengajar (PBM) dipandang berkualitas jika berlangsung efektif, bermakna dan ditunjang oleh sumber daya yang wajar. Proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil jika siswa
  18. 18. menunjukkan tingkat penguasaan yang tinggi terhadap tugas-tugas belajaryang harus dikuasai dengan sasaran dan tujuan pembelajaran. Oleh karenaitu guru sebagai pendidik bertanggung jawab merencanakan danmengelola kegiatan-kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tuntutantujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada setiap mata pelajaran. Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategiagar siswa dapat belajar secara efektif dan efisiensi, mengena pada tujuanyang diharapkan. Salah satu strategi yang harus dimiliki oleh guru adalahharus menguasai cara – cara penyajian atau biasa disebut modelpembelajaran. Model pembelajaran adalah pola pembelajaran khusus yangdirencanakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Dalam hal ini gurumenngunakan metode pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya dengantujuan agar siswa dapat berfikir kritis, kreatif, dan mengembangkan kerjasama antar tim dalam pembelajaran kooperatif Berbagai macam-macam model pembelajaran, model pembelajarankooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) diharapkan dapatdiharapkan siswa dapat lebih berminat dalam belajar mata pelajaran Dasar– Dasar Elektronika dan dapat memberikan solusi dalam memahamimateri, serta memberikan keaktifan, perhatian, belajar memecahkanmasalah yang dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalamrangka perbaikan proses belajar mengajar. Dengan demikian diharapkanagar siswa dapat meningkatkan prestasinya.
  19. 19. C. Perumusan Hipotesis Hipotesis yang akan diajukan dalam proposal penelitian ini adalah Jika pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) diterapkan maka ada peningkatan hasil belajar Dasar – Dasar Elektronika pada siswa kelas X Teknik Audio Video (TAV) SMK NEGERI 39 Jakarta.
  20. 20. BAB III METODOLOGI PENELITIANA. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang akan di ajukan dalam proposal penelitian ini adalah SMK Negeri 39 Jakarta. 2. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Maret s/d Mei.B. Subyek penelitian Subyek yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 39 Jakarta dengan jumlah sampel siswa 40 orang.C. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : 1. Perencanaan Meliputi penyampaian Rencana Perencanaan Pembelajaran (RPP), materi pelajaran, Guru membentuk siswa ke dalam beberapa grup, membantu pekerjaan siswa, latihan soal, pembahasan latian soal, ulangan harian. Bagian ini berisikan perlakuan yang akan diberikan kepada siswa sesuai dengan yang tertulis pada rencana tindakan. Di luar itu adalah pembelajaran-biasa yang telah anda lakukan sehari-hari, tidak perlu dituliskan di sini. Harus dibedakan
  21. 21. benar antara pembelajaran biasa dengan PTK. Yang dituliskan dalam siklushanyalah bagian yang diteliti saja.2. Tindakan ( Action ) Pada fase Tindakan ini kegiatan mencakup : Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup. Siklus II ( sama dengan I ) Siklus III ( sama dengan I dan II )3. Pengamatan Bagian ini berisikan hasil pengamatan menggunakan berbagaiinstrument Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah sifat triangulasi dansaturasi data. Hasil-hasil pekerjaan siswa yang otentik dapat disajikan di sini.4. Refleksi, dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian.Refleksi berisikan penjelasan tentang keberhasilan atau kegagalan yang terjadi setelah selang waktu tertentu. Refleksi diakhiri dengan perencanaan kembali untuk siklus berikutnya.
  22. 22. Alur ilustrasi pelaksanaan tindakan dari siklus I sampai dengan siklus selanjutnyaD. Instrument penelitian Instrument penelitian yang digunakan dalam pengajuan proposal ini adalah: 1. Data Hasil Belajar Siswa Kelas X Teknik Audio Video (TAV) Dalam hal ini peneliti hanya mengambil sampel 40 siswa pada data hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar – dasar elektronika. 2. Dokumen siswa Dokumen siswa berupa catatan siswa untuk menunjang lembar observasi berkurangnya kemalasan maupun kebosanan siswa. Dokumen siswa dilihat dan dicatat peneliti pada setiap akhir pelajaran.
  23. 23. 3. Catatan Lapangan Catatan – catatan lapangan diperlukan untuk merekam kejadian – kejadian selama proses pembelajaran berlangsung. Catatan lapangan meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan dari hasil refleksi ini peneliti dapat melakukan perbaikan – perbaikanterhadap rencana awal. 4. Wawancara dengan siswa Wawancara dengan siswa dilaksanakan setiap akhir siklus dengan pemilihan siswa yang diwawancarai secara acak sesuai dengan kebutuhan refleksi untuk perbaikan pada tindakan siklus berikutnya. Pedoman wawancara dengan siswa menitikberatkan pada tanggapan dan kesulitan belajar siswa selama proses pembelajaran berikutnya.E. Teknik analisis data Data hasil belajar siswa berupa tes akan dianalisis dengan menggunakan skor yang berdasarkan penilaian acuan patokan, dihitung berdasarkan skor maksimal yang mungkin dicapai oleh siswa. Nilai yang diperoleh dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Pedoman pengkategorian hasil belajar siswa yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. Di samping itu juga dideskripsikan hasil pengamatan aktifitas pembelajaran dan perilaku siswa yang diketahui dari hasil pengamatan dengan menggunakan lembar observasi yang terjadi pada pelaksanaan proses belajar mengajar.
  24. 24. Tabel. 1. Tingkat penguasaan dan kategori hasil belajar siswa Tingkat Penguasaan Kategori 8,0-10 Sangat Tinggi 6,6-7,9 Tinggi 5,6-6,5 Sedang 40-5,5 Rendah 0-3,9 Sangat Rendah
  25. 25. DAFTAR PUSTAKAPumomo. Edy dan Munadi, Sudji. Evaluasi Hasil Belajar Dalam ImplementasiKurikulum Berbasis Kompetensi Di sekolah Menengah Kejuruan.2005.FT UNY.Arikuntro,Suharsini, Donald Ary, dan Arief Furchan, Pengantar PenelitianDalam Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional, 1982Nana Sudjana. (2005) Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: RosdaKarya. Suharsimi Arikunto dkk (2007) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: BumiAksara.Bambang Dharmaputra, "Penyusunan Silabus dalam KTSP SMK," Jurnal 8Pendidikan, vol.3, No.4, 1-10 (Jakarta, April 2008).Arikunto, S. 2001. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.Arikunto, Suharsimi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.PengertianBelajardanHasilBelajar.Dalamhttp://duniabaca.com/pengertian-belajar-hasil-belajar.html.diunduh pada 4 mei 2011.ModelPembelajaranTeamsGamesTournament.Dalamhttp://wordpress.com/model-pembelajaran-teams-games-tournaments-tgt.diunduh pada 01 januari 2012.ModelPembelajaranKoopertifTipeTGT.Dalamhttp://suhadinet.wordpress.com/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-tgt-teams-games-tournaments.diunduh pada 01januari 2012.

×