Mastering Studi Islam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Mastering Studi Islam

on

  • 956 views

 

Statistics

Views

Total Views
956
Slideshare-icon Views on SlideShare
956
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
29
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Mastering Studi Islam Mastering Studi Islam Presentation Transcript

    • By : AL USTAD ASRORI MUKHTAROM, S.H, M.A
    • 1. Yang SINGKAT adalah WAKTU 2. Yang MENIPU adalah DUNIA 3. Yang DEKAT adalah KEMATIAN 4. Yang BESAR adalah NAFSU 5. Yang BERAT adalah AMANAH 6. Yang SULIT adalah IKHLAS 7. Yang MUDAH adalah BERBUAT DOSA 8. Yang SUSAH adalah SABAR 9. Yang LUPA adalah BERSYUKUR
    • KAJIAN STUDI ISLAM  AQIDAH  IBADAH  MU’AMALAH  AKHLAK
    • MATERI I AQIDAH
    • Pengertian Agama  Agama berasal dari bahasa sansakerta yang berarti peraturan, tata cara. Agama dalam bahasa arab berarti Din.  Sinonim Addin adalah Al-Millah : peraturan dari Tuhan yang dipakai sebagai pedoman hidup manusia. Dan AsySyari’ah : hukum-hukum yang mengatur permasalahan hidup manusia. Dalam bahasa inggris agama berarti religion dari kata relegre dalam bahasa latin. Religion berarti berpegang atau keterikatan kepada norma-norma.
    • Pengertian Islam  Islam berasal dari bahasa arab “ aslama-yuslimu- islaman” yang berarti berserah diri/pasrah. Akar kata lain dari asal “Salima-Yuslamu” yang berarti selamat, damai, sejahtera.
    • Pengertian Agama Islam  Agama Islam adalah apa yang disyariatkan Allah dengan perantaraan Nabi-nabinya, berupa perintah-perintah, larangan-larangan, serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan di dunia dan akhirat. (HPT)  Agama Islam adalah agama/peraturan atau ajaran yang berasal dari Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disebarluaskan kepada umat manusia yang berada di bumi agar mereka mendapatkan petunjuk yang lurus dan benar dengan tujuan mencapai keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
    • Islam agamaku Hanya agama Islam yang diridai Allah SWT QS Ali-Imraan : 19 : “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”.
    • Sumber Ajaran Islam  Pengertian sumber ajaran Islam adalah asal ajaran Islam, atau dapat dikatakan suatu pokok ajaran yang dijadikan sumber untuk menentukan hukum-hukum Islam. Sumber ajaran Islam yang pertama adalah AL-QUR’AN, yaitu Firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, dan dinilai ibadah bagi yang membacanya. Kemudian sumber kedua ajaran Islam adalah AS-SUNAAH/HADIST, yaitu segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW. Salah satu fungsi sunnah terhadap al Qur’an adalah memerinci petunjuk dan isyarat al Qur’an yang bersifat global atau umum dan sebagai pemberi informasi terhadap sesuatu kasus yang tidak dijumpai didalam al Qur’an.
    • Sistematika Sumber Ajaran Islam Al Qur’an Sunnah Ijtihad (keputusan Ulama)
    • Ijtihad sebagai sumber hukum  Al-Qur’an pada dasarnya hanya berisi petunjuk- petunjuk umum dan hadist sebagai sumber kedua memberikan penjelasan terhadap al Qur’an. Walaupun demikian, keduanya tidak mencakup seluruh permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam. Oleh karena itu, kedua sumber diatas memberikan peluang yang besar bagi umat Islam untuk melakukan IJTIHAD jika masalah-masalah yang tidak ditemukan hukumnya didalam kedua sumber itu.
    • Dasar Hukum Ijtihad  “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)…(QS. AnNisa:59).  Dari ayat yang telah disebutkan tampak jelas bahwa setiap Muslim wajib mentaati Allah dan Rasul-Nya serta ulil amri (pemimpin). Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya ini mengandung konsekuensi ketaatan kepada ketentuan-Nya yang terdapat dalam al Qur’an dan ketentuan Nabi Muhammad SAW yang terdapat dalam hadistnya. Selanjutnya ketaatan kepada ulil amri atau pemimpin sifatnya kondisional, atau tidak mutlak, karena betapapun hebatnya ulil amri itu, ia tetap manusia yang memiliki kekurangan dan tidak dapat dikultuskan. Kita wajib mengikuti ulil amri jika ulil amri tersebut mengikuti ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
    • Ciri-ciri Ajaran Islam  Ajaran Tauhid. Islam mengajarkan pemeluknya tentang keesaan Allah SWT dan menentang segala bentuk kemusyrikan.  Pembawa rahmat bagi seluruh manusia di dunia dan alam semesta. Agama Islam yang diturunkan atau diwahyukan oleh Allah SWT kepada para Nabi-Nya memiliki misi atau tugas yakni sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam (QS al Anbiya: 107). “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Untuk menunjukan bahwa Islam sebagai pembawa rahmat dapat dilihat dari pengertian Islam itu sendiri. Kata Islam mengandung arti perdamaian, dan orang Muslim adalah orang yang damai dengan Allah dan damai dengan manusia. Damai dengan Allah, artinya berserah diri sepenuhnya kepada kehendak-Nya, dan damai dengan manusia bukan saja berarti menyingkirkan perbuatan jahat dan sewenang-wenang dengan sesamanya, melainkan pula ia berbuat baik kepada sesama, baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya.
    • Ciri-ciri ajaran Islam  Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk selalu senantiasa peduli terhadap sesama, terutama kepada saudara yang kurang mampu. Salah satu perintah yang terkandung dalam ajaran Islam yang ada hubungan nya dengan nilai-nilai kemanusiaan adalah zakat. Dengan zakat setidaknya dapat menumbuhkan sikap peduli sesama, tolong-menolong, serta menanamkan sikap dermawan.  Persamaan hak. Salah satu sendi ajaran Islam yang paling tinggi adalah prinsip persamaan hak. Semua manusia dalam pandangan Islam tidak ada perbedaan, baik laki-laki maupun perempuan, warna kulit, kaya miskin, dalam memperoleh keadilan
    • Sistematika Ajaran Islam/ Pokok-pokok ajaran Islam  Secara garis besar, ruang lingkup ajaran agama Islam mencakup ajaran menyeluruh yang terdiri atas Aqidah, Syari’ah (Ibadah dan Mu’amalah), dan Akhlaq. Hal tersebut mengikuti sistematika Iman, Islam, dan Ihsan yang berasal dari Nabi Muhammad SAW.  Aqidah sebagai pegangan hidup, Syari’ah sebagai jalan hidup, dan akhlak sebagai sikap hidup.
    • Klasifikasi Ajaran Islam ISLAM AQIDAH Iman SYARI’AH (Ibadah & Mu’amalah) AKHLAK Ihsan
    • Keterangan  Aqidah: keyakinan, iman, tauhid.  Ibadah: hubungan manusia dengan Allah secara khusus, contohnya: sholat zakat puasa haji  Mu’amalah: hubungan manusia dengan manusia. Contohnya: jual beli, tolong menolong, nikah, waris,.  Akhlak: perilaku, etika, moral, sikap manusia.
    • Aqidah  Aqidah berasal dari kata bahasa arab “ aqada-ya’qidu- uqdatan- wa aqidatan”, yang artinya ikatan atau perjanjian, maksudnya sesuatu yang menjadi tempat bagi hati dan hati nurani terikat padanya. Setelah terbentuk menjadi kata aqidah berarti keyakinan.  Menurut Hasan al-Bana istilah aqidah adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hatimu, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur dengan sedikit pun keraguan. Aqidah merupakan suatu pokok atau dasar keyakinan yang harus dipegang oleh orang yang mempercayainya. Jadi aqidah Islam adalah pokok-pokok kepercayaan yang diyakini kebenarannya oleh setiap muslim berdasarkan Al-Qur’an dan Assunnah.  Kedudukan aqidah sangat fundamental dan mendasar yang direalisasikan dalam arkanul Iman.
    • Pengertian Iman  Iman secara bahasa berarti membenarkan dan pengakuan. Secara istilah iman adalah membenarkan dengan hati (kepercayaan, pembenaran, dan pengakuannya), diucapkan dengan lisan (pengikraran dengan mengucapkan dua kalimah syahadat), dan direalisasikan dengan perbuatan (melaksanakan segala perintahkan dan menjauhi segala larangan).  “Tidak ada iman kecuali dengan perbuatan, tidak ada ucapan dan perbuatan kecuali dengan niat, dan tidak ada ucapan, perbuatan, dan niat kecuali dengan tuntunan yang sesuai dengan sunnah”. (Imam al Auza’i). Ibadah dan amal sholeh merupakan realisasi dari keimanan.
    • Iman Kepada Allah SWT  Iman kepada Allah berarti meyakini akan keberadaan/wujud Allah. Fitrah manusia adalah bertuhankan Allah. Apa yang kita lakukan ketika kita dalam situasi bahaya, yang dimana sudah tidak ada yang bisa lagi menolong? Siapa yang yang menciptakan alam semesta dan seisinya? Siapa yang mengatur peredaran matahari, malam siang, planet dll
    • Tauhid  Esensi iman kepada Allah adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah, dan tidak meyekutukan Allah dengan apapun. Tauhid dibagi tiga : 1. Rububiyah, 2. Uluhiyah/Ubudiyah, 3. Asma wa sifat. 1. Tauhid Rububiyah Asal kata dari Rabb yang artinya memelihara, menumbuhkan, menciptakan, member rizki. Maksudnya adalah meyakini bahwasannya yang menciptakan, menumbuhkan segala sesuatunya di alam semesta ini adalah Allah SWT. 2. Tauhid Uluhiyah/ Ubudiyah Ubud artinya sembah, ma’bud yang disembah. Maksudnya adalah bahwa yang wajib disembah adalah Allah SWT 3. Tauhid Asma wa Sifat Meyakini bahwa nama dan sifat yang sempurna adalah milik Allah yang terdapat didalam asma al husna
    • Syirik  Syirik adalah mempersekutukan Allah dengan yang lain. Contohnya meyakini ada kekuatan melebihi Allah SWT, berdoa kepada selain Allah SWT. 1. SYIRIK BESAR Perbuatan syirik besar adalah menjadikan Allah sekutu, berdoa, takut, beribadah kepada selain Allah SWT. Menyembah patung, matahari, bulan dsb. Syirik besar dibagi 2 : syirik jali, adalah syirik yang jelas nampak dilakukan seperti menyembah patung dll. Syirik khofi, adalah syirik yang tersembunyi, contohnya meminta pertolongan kepada orang yang sudah mati. Syirik besar tidak diampuni dosanya kecuali jika bertaubat sebelum meninggal
    • SYIRIK KECIL 2 Syirik kecil Adalah semua perbuatan yang akan membawa seseorang kepada kemusyrikan. Ditakutkan syirik jenis ini akan membawa kepada syirik besar. Contoh perbuatan syirik kecil : bersumpah dengan selain Allah, memakai jimat untuk menolak bala, ramalan, beribadah bukan karena Allah, tetapi ingin dilihat orang (riya)
    • Penyakit yang merusak aqidah Islam (TBC)  Tahayul: reka-rekaan atau khayalan. Kepercayaan – kepercayaan yang bertentangan serta tidak bersumber pada al Qur’an Sunnah. Contohnya: ketika terjadi sebuah bencana, masyarakat meyakininya bencana tersebut akibat dari kekuatan ruh jahat atau kemarahan para penghuni alam yg terkena bencana tersebut.  Contoh lain dari tahayul yakni, meyakini benda-benda pusaka yg memiliki kekuatan.
    • Bid’ah  Bid’ah: mengada-ngada atau menambah- nambah dalam hal urusan agama Islam (aqidah dan ibadah) yang sumbernya tidak ada dalam al Qur’an dan Sunnah. Contohnya: ziarah ke kuburan dengan maksud meminta pertolongan kepada si mayit . Contoh yang lain, meyakini ada hari baik dan apes. Membuat hal-hal yang baru dalam ibadah yang tidak ada tuntunannya.
    • Churafat Khurafat: dongeng dusta atau cerita bohong. Contoh khurafat yakni, kisah tentang nyi roro kidul dengan kekuatan ghaibnya. dll
    • Iman Kepada Malaikat  Semua makhluk yang diciptakan Allah SWT dapat dibagi 2 : yang ghaib dan yang nyata (syahadah). Yang membedakan keduanya adalah bisa dan tidak bisanya dijangkau oleh panca indera manusia. Untuk mengetahui dan mengimani wujud makhluk, seseorang dapat menempuh dua cara : pertama, melalui berita atau informasi yang diberikan oleh sumber tertentu (bil akhbar). Kedua, melalui bukti-bukti nyata yang menunjukan bahwa makhluk gaib itu ada (bil atsar). Contohnya adalah malaikat yang dapat kita ketahui dari sumber atau informasi al Qur’an dan Sunnah. Dan malaikat juga dapat kita buktikan melalui kejadian mati, yang mana malaikat maut ditugaskan untuk mencabut nyawa manusia.
    • Pengertian Malaikat  Secara etimologis kata malaikah (dalam bahasa Indonesia disebut malaikat) adalah bentuk jamak dari malak, berasal dari mashdar al-alukah artinya ar risalah (misi atau pesan). Dalam surat Hud : 69, malaikat disebut rusul (utusan-utusan).  Secara istilah malaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah dari cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu.
    • Penciptaan Malaikat  Penciptaan Malaikat Malaikat diciptakan lebih dahulu dibandingkan manusia.  Wujud Malaikat Sebagai makhluk gaib wujud malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium, dan dicicipi (dirasakan) oleh manusia, dan tentunya tidak dapat dijangkau dengan panca indera. Tapi atas kehendak Allah SWT, malaikat bisa berubah wujud menjadi manusia.
    • Sifat Malaikat  Malaikat selalu memperhambakan diri kepada Allah dan patuh akan segala perintahNya, serta tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah SWT. “Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. (QS. al Anbiya :27)
    • Nama dan Tugas Malaikat  Jumlah malaikat sangat banyak, dan sesama mereka juga ada perbedaan dan tingkatan-tingkatan, tugas, pangkat dan kedudukan. Dalam surat fathir : 1 disebutkan bahwa ada malaikat yang bersayap satu, dua, dan tiga. Bahkan dalam riwayat hadist muslim rasulullah melihat malaikat jibril bersayap 600. Perbedaan jumlah sayap tersebut bisa saja berarti berbeda kemampuan, pangkat, dan kecepatan menjalankan tugas.
    • Berikut Nama-Nama Malaikat:  Jibril/ruh qudus/ruh amin, tugasnya menyampaikan wahyu  Mikail, mengatur hal-hal yang berhubungan dengan alam seperti           menurunkan hujan, melepaskan angin dll. Israfil, meniup terompet dihari kiamat Malaikat maut/izrail, tugasnya mencabut nyawa Raqib dan Atid, mencatat amal perbuatan manusia Kiraman katibin, menulis amal perbuatan manusia Hafazah, yang bertugas memelihara segala catatan amalan manusia Munkar dan Nakir, menanyai manusia di alam kubur Ridwan, menjaga syurga Malik, menjaga neraka Malaikat yang bertugas memikul arsy Malaikat yang bertugas mendo’akan orang-orang yang beriman supaya diampuni Allah
    • Jin, Iblis, dan Syaitan  Jin berasal dari kata janna yang berarti bersembunyi (tersembunyi dari pandangan manusia). Iblis berasal dari kata ablasa yang artinya putus asa (putus asa dari rahmat Allah). Syaitan berasal dari kata syatana yang artinya menjauh (jauh dari kebenaran).  Secara terminologis jin adalah sebangsa makhuk ghaib yang diciptakan Allah dari api.  Bangsa jin itu ada yang taat dan ada yang durhaka. Yang durhaka bernama iblis, dan iblis merupakan nenek moyangnya syaitan.
    • Hizb as Syaithan  Hizbu artinya golongan, partai. Berarti hizbu as syaitan adalah orang yang dengan sadar maupun tidak menjadi pengikut syaitan. Ciri-ciri pengikut syaitan adalah : pertama, mereka dikuasai syaitan. Kedua, mereka lupa dengan Allah SWT.
    • Cara Syaithan menyesatkan manusia (Tadhil).  Waswash (bisikan). Membisikan agar supaya ragu, bimbang dalam hati       manusia. Nisyan (lupa). Syaitan berusaha membuat manusia lupa dengan Allah SWT. Tamani (angan-angan). Syaitan berusaha memperdayakan pikiran manusia dengan khayalan yang mustahil terjadi dan angan-angan kosong. Tazyin (memandang baik perbuatan maksiat). Syaitan berusaha menutupi kebenaran yang sebenarnya, sehingga yang bathil kelihatan terpuji Kaidun (tipu daya). Syaitan melakukan berbagai macam tipu daya agar manusia sesat dan menyesatkan Shaddun (hambatan). Syaitan berusaha menghambat orang untuk taat kepada Allah SWT Adawah (permusuhan). Syaitan selalu menebarkan permusuhan
    • Aktifitas Syaitan yang mengganggu... (hanya ilustrasi)
    • Syaithan sering melakukan takhwif  Kalau syaitan tidak berhasil menyesatkan umat manusia, maka syaitan punya cara lain yaitu menakut-nakuti. Maksud takut disini adalah takut menegakan hukum Allah, takut menegakkan kebenaran. Kesesatan dan menakut-nakuti bukan hanya saja dilakukan oleh syaitan, akan tetapi oleh manusia yang disebut syayatinul insi (syetan berwujud manusia), bahkan syaitan berwujud manusia lebih berbahaya karena memiliki sarana dan prasarana untuk mewujudkan keinginan jahat secara konkrit. QS al-An’am :112 : 112. dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)[499]……….
    • Usaha melawan dan menghindari syaithan  Masuk Islam secara kaffah  Selalu menyadari bahwa syaitan adalah musuh utama  Ada beberapa cara yang diajarkan Rasul : membaca al- istiadzah/taawwudz (diriwayatkan mutafaq alaih), membaca al-Mu’zatain (al-Falaq dan an Nas) (HR. Nasa’i), membaca surah al Baqarah secara lengkap (HR Muslim), membaca ayat kursi (HR Muslim), membaca zikir 100 x sehari (HR. Mutafaq Alaih), berwudhu ketika marah (HR Abu Daud)
    • Iman Kepada Kitab Allah SWT  Kata kitab berasal dari kata ka-ta-ba yang berarti menulis. Kemudian menjadi bentuk kata masdhar “kitab” makna menjadi tulisan. Yang dimaksud kitab disini adalah Kitab Suci yang diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan Rasul (al-Qur’an, Taurat, Zabur, Injil, dan Suhuf Ibrahim dan Musa)
    • Kitab-Kitab Allah Sebagai Wahyu  Kata wahyu secara bahasa berasal dari kata auha, yang bermakna tersembunyi, rahasia, dan cepat. Dinamai demikian karena wahyu itu adalah semacam informasi yang rahasia, cepat, khusus diketahui oleh pihak-pihak yang dituju saja.  Secara istilah wahyu menurut Manna al Qattan adalah Kalam Allah yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul Nya.
    • Cara wahyu diturunkan  Melalui mimpi yang benar. Misalnya wahyu yang diterima oleh Nabi Ibrahim dalam mimpi untuk mengurbankan puteranya Ismail. QS as Shafat : 100102.  Kalam ilahi dari balik tabir. seperti wahyu yang diterima oleh Nabi Musa di bukit Tursina. QS. Thaha : 9-13  Melalui malaikat Jibriel. Jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad melalui cara jibril menyampaikan wahyu dengan meyerupai seorang lakilaki.
    • Sekilas Kitab-Kitab Terdahulu Sebelum al Qur’an diturunkan, Allah menurunkan 5 Kitab (Taurat, Zabur, Injil) dan 2 Shuhuf (Ibrohim dan Musa).  Taurat. Diturunkan kepada Nabi Musa sekitar abad 12 SM di daerah Israel dan Mesir. Kitab Taurat diturunkan dengan bahasa Ibrani. Isi pokok kitab Taurat adalah sepuluh firman Allah : keharusan mengakui keesaan Allah, larangan menyembah patung, larangan menyebut Tuhan Allah dengan sia-sia, memuliakan hari sabtu, menghormati orang tua, larangan membunuh, mencuri, berzina, saksi palsu, membunuh, serta menguasai hak orang lain.  Zabur. Diturunkan kepada Nabi Daud pada tahun 10 SM di Israel, isinya adalah mazmur (nyanyian pujian terhadap Tuhan).  Injil. Diturunkan kepada Isa pada permulaan abad pertama di Yerussalem
    • Fungsi al Qur’an dan perbandingannya terhadap Kitab terdahulu  1. Sebagai penyempurna  2. Sebagai penghapus ALQUR’AN KITAB-KITAB LAIN Universal/untuk semua umat Local/untuk umat tertentu Terjamin keasliannya Sudah terkontaminasi oleh kepentingan Terpelihara kemurnian teksnya Tidak terpelihara kemurniannya
    • Kewajiban manusia terhadap al Qur’an  Beriman  Membaca dan mempelajarinya  Mengamalkannya
    • Iman Kepada Rasul  Setiap muslim wajib beriman kepada Rasul yang diutus Allah SWT.
    • Pengertian Nabi dan Rasul  Nabi berasal dari kata na-ba-a yang artinya berita, maksudnya orang yang dimuliakan Allah yang diberikan berita (wahyu). Sedangkan Rasul berasal dari kata ar-sa-la yang artinya mengutus. Seorang rasul adalah orang yang diutus untuk menyampaikan pesan/risalah.
    • Rasul sang pembawa misi Islam  Rasul dan Nabi adalah manusia biasa yang dipilih untuk menerima wahyu. Tetapi ada perbedaan nabi dan rasul, perbedaannya jika nabi mendapatkan wahyu tetapi tidak diiringi kewajiban untuk menyampaikan atau mempunyai misi tertentu. Jika rasul mendapatkan wahyu diringi kewajiban untuk disampaikan kepada umat atau membawa misi tertentu.  Setiap umat Allah mengutus seorang rasul (Yunus : 47). Dan hanya sebagian saja yang diceritakan di dalam al-Qur’an (al Mukmin : 78)  Jumlah rasul yang disebutkan didalam alQur’an jumlahnya ada 25 nabi dan rasul.
    • Prasyarat Rasul  Keteladanan. Seorang yang diangkat menjadi rasul haruslah memiliki akhlaq yang mulia  Keturunan yang mulia. Seorang yang diangkat menjadi rasul haruslah berasal dari keturunan yang mulia  Dibutuhkan zaman. Kehadirannya sangat dibutuhkan untuk memperbaiki segala kerusakan yang ada didalam masyarakat
    • Sifat-sifat Rasul  As Shidqu (benar dan tidak berdusta)  Amanah (menjaga dan menunaikan amanah)  Tabligh (menyampaikan apa yang diperintahkan Allah)  Fathanah (cerdas dalam mengatasi persoalan)
    • Tugas Rasul  Semua rasul yang diutus Allah mempunyai tugas yang sama yaitu menegakkan kailmat tauhid “La ilaha illa Allah”. Dalam menjalankan sebagai tugasnya, Rasul berperan sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan.
    • Mukjizat Rasul  Untuk membuktikan kerasulan dan kebenaran ajaran yang dibawa rasul, maka Allah kemudian memberikan mukjizat (kejadian luar biasa) yang atas izin Allah. Contohnya mukjizat yang diberikan kepada nabi Ibrahim yang tidak hangus terbakar api, nabi Musa yang tongkatnya dapat membelah lautan, dan nabi Muhammad yang dari selasela jarinya keluar air untuk para sahabat berwudhu.
    • Ulul Azmi  Ulul azmi adalah gelar yang diberikan kepada nabi Muhammad, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa yang artinya teguh hati, tabah. Maksud rasul yang ulul azmi adalah rasul yang paling banyak mendapat tantangan, penderitaan, tetapi mereka tetap teguh dan sabar sampai terus berjuang sehingga mereka berhasil mengemban tugas yang dipikulnya.
    • Nabi Muhammad Khatamul Anbiya Kenabian Nabi Muhammad dapat dibuktikan melalui :  Berita tentang kedatangan nabi Muhammad yang terdapat dalam kitab-kitab terdahulu (Taurat dan Injil).  Mukjizat yang diberikan Muhammad berupa : al-Qur’an, air yang keluar dari jari-jarinya , dll
    • Kewajiban Muslim terhadap Rasul 1. Mengimaninya 2. Menjadikan uswah 3. Mengikuti segala perbuatan, dan ketetapan perkataan,
    • Iman Kepada Hari Akhir  Yang dimaksud hari akhir adalah kehidupan yang kekal sesudah kehidupan di dunia ini. Hari akhir dimulai dari kehancuran alam semesta ini (qiyamah), kebangkitan manusia dari alam kubur (Ba’ats), dikumpulkannya seluruh umat manusia di padang mashyar (Hasyr), perhitungan seluruh amal perbuatan manusia selama hidup di dunia (Hisab), penimbangan amal perbuatan manusia (Wazan), sampai kepada pembalasan di neraka dan syurga (Jaza/pembalasan).
    • Nama lain dari hari akhir  Adapun nama lain dari hari akhir : yaumul qiyamah (az-Zumar :60), yamul din/hari pembalasan (al-Fatihah : 1-3), alWaqi’ah/peristiwa dahsyat (al-Waqi’ah : 1) dll.
    • Kiamat (ilustrasi)
    • Alam Kubur  Alam kubur disebut juga alam Barzakh (yang membatasi dua hal), dalam hal ini alam barzakh adalah alam pembatas antara alam dunia dan alam akhirat.  Di alam kubur manusia akan ditanya malaikat munkar dan nakir tentang Tuhan, agama, dan Nabi. Setiap orang yang lulus dalam ujian alam kubur akan merasakan kenikmatan, sebaliknya orang yang tidak lulus ujian akan mendapatkan azab dan penderitaan.
    • Alam kubur (hanya ilustrasi)
    • Kiamat  Kiamat pasti terjadi, tapi tidak ada seorang pun yang tahu termasuk para Nabi dan Rasul. (al-Araf :187).  Rasulullah menjelaskan tentang tanda-tanda kiamat, antara lain  Tanda-tanda kecil : banyak terjadi gempa bumi, banyak timbul fitnah, banyak pembunuhan, orang-orang sama bermegahmegahan dalam gedung-gedung yang menjulang tinggi (HR Bukhari), amanah banyak disia-siakan, banyak orang yang ingin mati, dan umat Islam patuh kepada umat lain (HR. Bukhari)  Tanda-tanda besar : keluarnya asap dari Yaman, keluarnya sejenis binatang yang aneh, munculnya dajjal, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa, munculnya Yakjuz dan Makjuz, terjadinya gerhana di timur dan dibarat, dan gerhana di jazirah arab, dan terakhir keluarnya api dari Yaman (HR Muslim).
    • Hari Kebangkitan  Setelah tiupan terompet malaikat Israfil yang kedua maka dibangkitkanlah seluruh manusia dari kematiannya.
    • Ilustrasi bangkit dari kubur
    • Alam Mahsyar  Setelah kebangkitan, semua umat manusia akan berkumpul di padang Mahsyar menunggu perhitungan amal perbuatan mereka di dunia. Pada waktu itu keadaan manusia berbeda-beda sesuai dengan amalan perbuatan yang dilakukannya selama di dunia.  Dalam banyak hadist diriwayatkan bahwa keadaan di padang mahsyar itu sangat sulit, sangat panas, dan masing-masing mengurus dirinya sendiri. Disanalah manusia meminta syafaat Rasulullah, adapun syafaat rasulullah diberikan kepada orang-orang tertentu atas izin Allah SWT.
    • Ilustrasi alam mahsyar
    • Alam Mizan  Perhitungan akan dilaksanakan sesuai dengan isi kitab yang mencatat seluruh amalan manusia di atas dunia ini. Cara penyerahan kitab kepada masing-masing orang berbeda, ada yang menerimanya dari kanan depan (gembira) dan ada yang menerimanya dari kiri dan belakang (celaka) (al-Insyiqaq : 7-12)  Pada hari perhitungan mulut tidak bisa lagi memberikan jawaban yang tidak benar, karena seluruh tubuh akan bersaksi (Yasin : 65).  Kemudian setelah dilakukan perhitungan maka dilakukanlah pertimbangan. Siapa yang berat amalan kebaikannya maka akan masuk syurga, sebaliknya jika amalan buruknya lebih berat maka akan masuk neraka.  Setelah perhitungan dan timbangan telah dilakukan, maka tiba saatnya semua orang akan melalui/lewat jembatan yang terbentang diatas neraka jahanam, siapa yang berjalan lurus/istiqomah selama di dunia maka ketika melewati jembatan tersebut akan selamat, begitu pun sebaliknya.
    • Hari Pembalasan  Setelah melalui as-Shirath, maka setiap orang akan merasakan pembalasan dari Allah SWT. Kalau orang yang beriman dan tidak mempersekutukan Allah maka setelah masa hukumannya habis di neraka maka dia akan masuk surga.  Tingkat dan jenis siksaan yang dirasakan oleh penghuni neraka berbeda-beda sesuai dengan tingkat kekufuran, kemunafikan, dan kemusrikan.
    • Hikmah Beriman kepada Hari Akhir  Selalu ingat kekuasaan Allah  Dengan beriman kepada hari akhir akan menyadarkan manusia bahwa hidup bukan di dunia saja  Menyiapkan bekal (takwa) sebelum hari akhir itu tiba.
    • Iman Kepada Qadha dan Qadr Segala sesuatu yang ada mutlak milik Allah dan atas kehendakNya, maka untuk itu kita wajib meyakininya.
    • Pengertian Qhada dan Qadr  Yang dimaksud taqdir disini adalah Qadha dan Qadar. Qadha adalah kehendak atau ketetapan hukum Allah SWT terhadap segala sesuatu, sedangkan Qadar adalah ukuran atau ketentuan Allah SWT terhadap segala sesuatunya.
    •  Dalam literatur kajian keislaman mengenai takdir, manusia memiliki dua takdir yang paling mendasar. Takdir Musayyar dan Takdir Mukhayyar.
    • MATERI II IBADAH
    • IBADAH  Ibadah secara bahasa pengabdian, penyerahan. berarti taat, tunduk,  Ibadah secara istilah ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mentaati segala perintahNya, menjauhi larangan-laranganNya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah.
    • Mengapa manusia harus beribadah?  Tujuan manusia diciptakan untuk beribadah (QS. Ad Dzariyat: 56)  Memenuhi hak Allah, yakni disembah.  Mendapatkan tempat yang baik “syurga”.
    • KLASIFIKASI IBADAH  Ibadah dibagi menjadi 2 : 1. Ibadah khusus / mahdoh : ibadah yang ketentuan pelaksanaannya telah ditetapkan Allah dan Rasul dalam al Qur’an dan Sunnah. Contoh : sholat, zakat, puasa dan haji. 2. Ibadah umum / ghairu mahdoh : segala perbuatan yang mendatangkan kebaikan kepada diri sendiri dan orang lain, lingkungan dilaksanakan dengan niat mencari keridhoan Allah : contoh : belajar, menolong, mencari nafkah, amar ma’ruf nahi munkar (menyeru kepada kebaikan dan mencegah keburukan).  Ibadah merupakan perealisasian keimanan kepada Allah. Orang yang beriman harus beribadah. Tak ada artinya keimanan seseorang jika dia tidak beribadah kepada Allah
    • Prinsip-Prinsip Ibadah :  Hanya menyembah kepada Allah SWT (QS. Al Fatihah: 5)  Harus Ikhlas, semata-mata karena Allah SWT (QS. Al Bayyinah: 5)  Sesuai dengan tuntunan Rasul (HR. Bukhari-Muslim)
    • Dilarang membuat sesuatu hal yang baru yg tidak dicontohkan Rasul  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)
    • Thoharoh/Bersuci  Masalah bersuci dalam agama Islam menduduki tempat yang sangat penting dan merupakan salah satu dari sahnya ibadah.  Kaitannya dengan masalah bersuci, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah cinta terhadap orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersuci” (al Baqarah: 222).  Hukum bersuci adalah wajib. Seperti ketika ingin sholat maka wajib berwudhu, atau jika tidak mampu maka bertayamum.
    • Alat-Alat Bersuci  Air muthlaq. Air yang suci dan dapat dipakai untuk bersuci. ( air mata air, air sungai, air zam-zam, air hujan, salju. embun,, air laut, air sumur).  Air musta’mal. Air bekas air wudlu dan air mandi (HR. Mutafaq ‘alaih). Tetapi jika tidak berubah bau, rasa, dan warnanya. JIKA TIDAK ADA AIR, MAKA BOLEH MENGGUNAKAN :  Debu. Debu yang dapat dipakai untuk bersuci adalah debu yang suci/bersih dan kering.  Batu atau benda padat yang lainnya selain tai (kotoran) dan tulang. Contohnya: daun, tisu, dan sejenisnya.
    • Air yang tidak boleh dipakai berwudhu.  Air mutannajis. Air yang terkena najis  Air suci tetapi tidak boleh dipakai untuk bersuci. Meliputi: air kelapa, kopi, teh, susu, dan sejeninya.
    • Benda-benda najis 1. Bangkai binatang darat (kecuali bangkai belalang dan 2. 3. 4. 5. 6. ikan, serta bangkai hewan yang darahnya secara inderawi tampak seolah-olah tidak mengalir, seperti semut, nyamuk, lebah dan sebangsanya). Darah. Daging babi. (diharamkan atasmu memakan bangkai, darah, dan babi…) QS. Al Maidah: 3. Muntah, air kencing, dan kotoran manusia Air wadi dan madzi Khamar
    • Mani, Madzi, Wadi  Mani adalah air yang keluar disertai dengan “kenikmatan” saat bersenggama, wet dream, dan berkhayal. (mani tidak najis, tapi wajib mandi)  Madzi adalah air yang keluar ketika mendapat rangsangan. (madzi najis, tidak wajib mandi)  Wadi adalah air yang keluar (mengiringi air seni) ketika kencing atau setelah kencing. (wadi najis, tidak wajib mandi)
    • Jenis najis  Mukhafafah (najis ringan). Kencing bayi yang belum makan (masih minum asi). Cara membersihkannya dengan memercikan air sampai bersih.  Muthawasitah (najis sedang). Seperti darah, muntah, nanah, dsb. Cara membersihkannya dengan menyuci bagian yang terkena najis sampai hilang bau dan rasanya.  Mugholadoh (najis berat). Yang tergolong najis semacam ini adalah jilatan anjing. Cara membersihkannya dengan dicuci menggunakan air sebanyak tujuh kali dan salah satu daripadanya dicampur dengan debu atau tanah yang suci.
    • Hadast  Hadast adalah keadaan tidak suci, sehingga menyebabkan terhalangnya untuk melakukan ibadah (sholat dan haji)  Hadast kecil: kencing, mengeluarkan madzi dan wadhi, menyentuh kemaluan , tidur nyenyak dengan posisi miring. Cara bersuci dari hadast kecil dengan berwudhu atau kalau tidak ada air atau sakit bisa dengan bertayamum.  Hadast besar: setelah haid dan nifas, bersenggama, dan mengeluarkan mani. Cara bersuci dari hadast besar dengan mandi besar/junub.
    • Cara-cara bersuci  Wudhu  Tayamum  Mandi besar
    • Cara berwudhu 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Niat berwudhu karena Allah SWT dalam hati seraya mengucapkan bismillah (HR. Nasa’i dan Ibn Khuzamah) Membasuh tangan sembari menyelah-nyelah jemarinya. (HR. Tirmidzi, Nas’i, Abu Daud) Berkumur-kumur secara sempurna sambil memasukan air ke hidung. 3 kali (HR Mutafaqun ‘Alaih) Membasuh wajah 3 kali Membasuh lengan sampai siku 3 kali Mengusap kepala sekaligus dengan telinga 1 kali Membasuh kedua kaki sampai mata kaki. 3 kali Tertib Setelah berwudhu membaca do’a “Asyhadu alla ilaha illa Allah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluh” (HR. Muslim)
    • Hal-hal yang membatalkan wudhu 1. Keluarnya sesuatu dari kemaluan dan dubur 2. 3. 4. 5. (kentut). Tidur nyenyak dalam keadaan berbaring. Menyentuh kemaluan Hilang akal. Seperti: gila, pingsan, mabuk Bersetubuh.
    • Cara mandi besar/wajib/junub  Membaca basmalah disertai niat (dalam hati)  Mencuci kedua tangan.  Membasuh atau menghilangkan kotoran yang menempel pada kemaluan dengan tangan kiri. (HR. Bukhari).  Berwudhu  Menuangkan air keseluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan  Membasuh kedua kaki dengan mendahului kaki sebelah kanan
    • Hadist tentang mandi wajib  Dari Aisyah ra. Bahwa Nabi Muhammad SAW apabila mandi karena junub, beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya, lalu menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya lalu membasuh farjinya (kemaluan). Kemudian beliau berwudlu seperti wudlunya untuk sholat, kemudian mengambil air lalu memasukkan jari-jarinya ke dasar rambut hingga apabila ia sudah merasa bersih, beliau siramkan air di atas kepalanya dengan tiga siraman. Kemudian beliau meratakan ke seluruh tubuhnya, lalu membasuh kedua kakinya. (HR Bukhari – Muslim)
    • Tayamum  Tayamum adalah bersuci dengan debu yang mensucikan, jika: tidak mendapatkan air, waktu musim dingin yang mencekam, sakit yang tidak memungkinkan menggunakan air.
    • Hadist tentang tayamum  “ Beliau pun menepukan kedua telapak tangannya ke tanah lalu meniupnya kemudian mengusap keduanya pada wajah dan kedua telapak tangannya” (HR. Mutafaq Alaih)
    • Tata cara tayamum  Niat karena Allah SWT seraya mengucapkan basmalah.  Menempelkan kedua belah telapak tangan pada debu yang mensucikan  Mengusap muka kemudian langsung tangan sampai pergelangan tangan dengan mendahulukan tangan kanan.  Mengusap muka dan tangan hanya cukup sekali
    • Urgensi Sholat  Dalam ajaran Islam, ibdah sholat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan.  Sholat merupakan tiangnya agama. Maka barang siapa yang menegakkan sholat, berarti dia telah menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkan sholat maka dia telah merobohkan agama  Amalan pertama kali yang dihisab adalah sholat (HR. Thabrani).
    • Pengertian Sholat  Sholat secara bahasa artinya do’a  Sholat secara istilah adalah ibadah yang terdiri dari perbuatan /gerakan dan perkataan/ucapan tertentu yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam sesuai ketentuan al Qur’an dan Sunnah dan niat karena Allah SWT.
    • Dasar Hukum Sholat  Dan tegakkanlah sholat semata-mata untuk mengingatKu….(QS. Thoha: 14)
    • Syarat Sahnya Sholat 1. Sudah masuk waktu sholat (QS. Al 2. 3. 4. 5. Isra: 78) Suci badan dari hadast kecil dan besar Sucinya pakaian. Menutup aurat Menghadap kiblat
    • Rukun Sholat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Niat didalam hati secara ikhlas karena Allah Berdiri tegak Takbiratul ihram Membaca Al fatihah Ruku I’tidal Sujud Duduk diantara dua sujud Tasyahud awal Tasyahud akhir Salam Tertib
    • Do’a iftitah    “Ya Allah, jauhkanlah antaraku dan antara segala kesalahanku, sebagaimana kau telah jauhkan antara Timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah segala kesalahanku dengan air, air bersih, salju dan embun”.
    •  
    • Dzikir dan Do’a setelah sholat  Membaca astagfirullah 3 kali (HR. Abu Dawud)  Membaca “Allahumma antassalam...” (HR. Muslim)  Subhanallah 33 x  Al Hamdulillah 33 x  Allahu Akbar 33 x  Disempurnakan dengan La ilaha Illa Allah 1 x Banyak pilihan dzikir dalam hadist shohih
    • Sholat jamak & Qasar  Dua sholat yang digabungkan dalam satu waktu karena beberapa sebab, misalnya: dalam perjalanan/Musafir (HR. Abu Daud), hujan (HR. Jama’ah kecuali Bukhari), karena ada keperluan penting. dan sakit (HR. Muslim)  Tata caranya: jumlah rokaat sholat sama seperti aslinya. Yang bisa digabung adalah zuhur dengan ashar, dan maghrib dengan isya.  Sholat Jamak qasar adalah sholat yang digabung kemudian diperpendek atau diperingkas rakaatnya. Misalnya. Waktu zuhur digabung waktu ashar, dan bilangan rakaatnya 2 rakaat zuhur dan 2 rakaat ashar. Waktu maghrib digabung dengan isya, bilangannya 3 rakaat maghrib dan 2 rakaat isya.
    • Sholat di atas kendaraan  Sholat di atas kendaraan jika dalam keadaan darurat boleh dilaksanakan. Caranya dengan sholat sambil duduk tanpa menghadap kiblat.
    • Sujud Sahwi  Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa atau ragu dalam sholat. 1. Jika lupa dalam sholat dengan kelebihan jumlah rakaat sholatnya, maka setelah salam disunnahkan sujud 2 kali kemudian salam lagi (HR. Jama’ah) 2. Jika lupa dengan meninggalkan kewajiban (rukun) sholat, misalnya tahiyat awal, maka disunnahkan sujud 2 kali sebelum salam (HR. Jama’ah).
    • Sujud Tilawah Sujud tilawah. Sujud yang dilakukan karena membaca ayat sajadah. Tata caranya: ketika membaca ayat sajadah dalam sholat, kemudian takbir dan langsung sujud, kemudian bertakbir lagi bangun dari sujud bacaan ketika. sujud tilawah: “Sajada wajhiya lilladzi wasowwarohu wa syaqqo sam’ahu wabashorohu bihaulihi wa quwwatihi fatabarakallahu ahsanal khaliqin”.
    • Sholat Jama’ah  Sholat yang dilakukan secara bersama-sama.  Keutamaan pahalanya lebih besar (27 derajat) dibandingkan sholat sendiri.  Kategori imam. 1. Yang fasih bacaannya (HR. Muslim) 2. Tidak fasik akhlaqnya/ tidak dibenci masyarakat (HR. Abu Daud) 3. Lebih baik kalangan sendiri dan bukan orang asing, karena ditakutkan belum jelas bacaannya.
    • Sholat jum’ah  Sholat jum’ah adalah sholat yang dilakukan pada hari jum’at hukumnya fardhu ‘ain bagi laki-laki dewasa.  Amalan ketika jum’ah: mandi sunnah jum’ah, segera pergi untuk melakukan sholat jum’at, melakukan sholat sunnah.  Pelaksanaan sholat jum’at: saat masuk waktu zuhur, dilakukan secara berjama’ah. Ada imam/khotib, ada bilal, dan ada jama’ah, diawali dengan 2 khutbah kemudian sholat 2 rakaat.
    • Sholat Jenazah  Kewajiban muslim yang masih hidup terhadap muslim yang sudah wafat: memandikan jenazah, mengkafani, mensholatkan, dan mengubur.  Hukum melaksanakan sholat jenazah adalah fardu kifayah.  Cara sholat jenazah: niat, takbir 4 kali dengan beberapa bacaan disetiap setelah takbir. Setelah takbir 1 membaca al fatihah, takbir 2 Membaca sholawat, 3 membaca do’a, takbir 4 membaca do’a, kemudian salam. Do’a khusus jenazah anak-anak “Allahummaj ‘alhu lana salafan wa furuton wa ajron”
    • Sholat Sunnah  Sholat sunnah disebut juga sholat tathawwu atau sholat nawafil.  Sholat sunnah ditinjau dari segi frekwensi pengerjaannya oleh Nabi SAW terbagi 2 macam. Sholat sunnat Mu’akkadah dan sholat sunnat Ghoiru Muakkadah.  Muakkadah : sangat ditekankan oleh Nabi karena Nabi intens melakukannya.  Ghoiru Muakkadah : pernah dilaksanakan Nabi tapi tidak intens.
    • Hukum sholat sunnah Dikerjakan mendapatkan pahala tidak dikerjakan rugi...
    • Yang termasuk sholat sunnah muakkadah 1. Sholat sunnah Rawatib : sholat sunnah yang mengiringi sholat fardu. Diantaranya : 2 rakaat sebelum shubuh, 2 rakaat sebelum dan sesudah zuhur, 2 rakaat sesudah magrib, 2 rakaat sesudah isya. (HR. Mutafaq ‘alaih) 2. Sholat sunnah dhuha : sholat sunnah yang dikerjakan pada saat matahari sudah naik. Dikerjakan 2 rakaat atau lebih.
    •  Shalat tahajjud. Shalat yang dilakukan pada malam hari setelah isya dan bangun dari tidur. Waktu tahajjud : sepertiga pertama (setelah isya sampai jam 10), sepertiga kedua ( jam 10 sampai 01), sepertiga ketiga (jam 01 sampai sebelum shubuh, ini waktu paling utama). Cara mengerjakannya : 2 rakaat salam, 4 rakaat salam, dst  Sholat sunnah witir : sholat sunnah penutup yang bilangan rakaatnya ganjil dapat dilakukan setelah sholat tarawih dan pada sholat tahajud.  Sholat sunnah tarawih : sholat sunnah yang dikerjakan selama pada malam bulan Ramadhan.  Sholat sunnah Ied : Shalat id fitri dan id adha (dilakukan di dua hari raya idul fitri dan idul adha sebanya 2 rakaat, rakaat pertama 7 kali takbir dan rakaat ke 2 sebanyak 5 kali takbir
    •  Sholat sunnah istisqa : sholat 2 rakaat dengan tujuan minta hujan. Tata caranya dengan diawali khutbah lebih dulu kemudian berdo’a dengan menghadap kiblat, lalu sholat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan tanpa diawali adzan dan qamat.  Sholat sunnah istikharah : sholat sunnah dua rakaat untuk meminta pilihan yang terbaik dalam segala urusan.  Sholat sunnah tahiyatul masjid : sholat dua rakaat sebagai penghormatan masjid sebelum duduk.
    •  Sholat sunnah gerhana : Shalat gerhana (gerhana bulan = khusuf, gerhana matahari = kusuf). Tata caranya : 2 rakaat, 4 kali ruku, 4 kali I’tidal, dan setiap bangkit dari ruku membaca al fatihah, sedangkan sujud seperti biasa.
    • Hikmah Sholat  Sholat dapat mencegah segala perbuatan keji  Sebagai wujud syukur  Mendekatkan diri kepada Allah SWT  Sehat jasmani  Melatih diri untuk selalu disiplin
    • ZAKAT  Zakat secara bahasa berarti “mensucikan” atau “membersihkan” (diambil dari asal kata “zakka” dalam bahasa arab). (QS. At Taubah: 103).  Zakat secara istilah adalah mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan al Qur’an dan Sunnah  Zakat merupakan ibadah yang mempunyai nilai sosial kemasyarakatan.
    • Dasar diwajibkannya zakat  QS. At Taubah: 103. “ ambilah zakat dari harta mereka, yang akan membersihkan dan mensucikan mereka”  QS. An Nisa: 77. “ Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat..”  Hadist Nabi. Islam ditegakkan di atas 5 prinsip, syahadat, sholat, zakat, haji, puasa ramadhan (HR. Bukhori & Muslim)
    • Macam-macam zakat 1. Zakat Jiwa/Fitrah 2. Zakat Harta/Mal
    • Zakat Fitrah  Zakat fitrah adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki kelebihan harta.  Dasar Hukum : Hadist Nabi riwayat Ibnu Umar ra. “ Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah satu sha dari kurma atau satu sha dari gandum terhadap seorang hamba merdeka, laki-laki, perempuan , anak kecil dan orang dewasa dari kalangan muslim. Dan Beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk sholat”. (HR. Mutafaq ‘alaih)
    • Zakat Fitrah  Waktu pembayarannya ketika terbenammnya matahari diakhir bulan Ramadhan  Jumlah yang dikeluarkan sebanyak 1 sha atau dua setengah kilogram beras. Boleh juga uang.  Tujuan zakat fitrah ini adalah mensucikan diri orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan busuk (HR. Abu Dawud)
    • Zakat Mal  Zakat Mal adalah zakat yang dikeluarkan yang berkaitan dengan harta benda yang dimiliki seperti Emas, Perak , hasil panen, ternak, profesi, dsb.  Zakat mal dikeluarkan jika telah cukup nisab ( minimal harta yang wajib dikeluarkan) dan haul (waktu wajib mengeluarkan, misalnya telah dimiliki satu tahun).
    • Syarat harta yang wajib dizakatkan 1. Milik sendiri 2. Hartanya berkembang dan memiliki potensi untuk 3. 4. 5. 6. berkembang dalam rangka keuntungan. Memiliki kadar jumlah yang wajib dizakati. Contoh: memiliki emas 85 gram, 30 sapi, dsb Melebihi kebutuhan pokok Bebas hutang Sudah 1 tahun (haul)
    • Cara menghitung zakat JENIS BARANG BATAS MINIMAL YANG DIZAKATKAN EMAS 85 gram 2, 50 % PERAK 595 gram 2, 50 % HASIL PERTANIAN 653 kg (dikeluarkan setiap panen) 5 ½ (jika pengairan dengan biaya. 10 ½ (jika pengairan gratis/air hujan) SAPI DAN KERBAU UNTA 30-39 ekor 40 -59 ekor 5-9 ekor 25-35 1 anak sapi umur 1 th 1 anak sapi umur 2 th 1 kambing umur setahun 1 ekor unta 1 tahun KAMBING 40 - 120 ekor 1 kambing Analogi 85 gram emas 20 % 2½% 2½ % BARANG TEMUAN (RIKAZ) WARISAN AYAM, UNGGAS, IKAN
    • Keterangan  Nisab emas minimal 20 dinar (HR. Abu Dawud). 1 dinar sama dengan 4,25 gr emas (24 karat). Jadi 20 dinar x 4,25 gr sama dengan 85 gram emas  Nisab perak minimal 200 dirham (HR. Abu Dawud). 200 dirham samadengan 595 gram perak murni.
    • Zakat Profesi  Zakat yang dikeluarkan dari hasil usaha/bekerja yang halal dan mendapatkan hasil yang banyak uang. Seperti profesi dokter, investasi, konsultan, pengusaha, dsb.  Nisab zakat profesi sama dengan 85 gram emas.
    • Yang berhak menerima zakat Fakir, miskin, amil, muallaf, budak, orang yang tenggelam dalam hutang, fisabilillah, ibnu sabil (QS aT Taubah: 60)
    • Perbedaan zakat dengan shodaqoh, hadiah, hibah  Zakat sifatnya wajib, jumlah yang dikeluarkan sudah ditentukan  Shodaqoh sifatnya sunnah, jumlah tidak terbatas, dan kapan pun bisa bersodaqoh  Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada seseorang dalam rangka penghormatan  Hibah adalah memberikan sesuatu tanpa imbalan.
    • Hikmah Zakat  Aspek keagamaan. Mensucikan harta , rasa syukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Aspek pendidikan. Mendidik manusia menjadi hamba yang tidak kikir dan dermawan.  Aspek sosial. Menumbuhkan sifat peduli terhadap sesama terutama orang yang tidak mampu.
    • PUASA  Kata puasa berasal dari “upawasa”. bahasa sansakerta  Kata puasa dalam bahasa Arab biasa disebut “shiyam” yang artinya menahan diri dari sesuatu”.  Secara istilah puasa adalah ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa yang dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari yang dilakukan sesuai syarat dan rukun yang sudah ditetapkan dalam syariat Islam dengan niat karena Allah SWT
    • Dasar hukum perintah kewajiban berpuasa  QS al Baqarah: 183 “ Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa…”  Puasa ramadhan diwajibkan Allah SWT pada tahun kedua Hijriah.
    • Cara menentukan bulan Ramadhan QS. Yunus: 5 menjelaskan cara menentukannya dengan ilmu hisab/falak/astronomi. “ Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya serta menentukan bulan itu beberapa manzilah (gugus), agar kamu sekalian mengerti bilangan tahun serta perhitungan (bulan dan hari)……”
    • Yang terkena wajib puasa  Islam  Berakal sehat  Baligh (dewasa)  Sehat jasmani  Tidak dalam musafir (jika kuat tidak apa-apa)  Tidak menstruasi dan nifas
    • Yang boleh tidak berpuasa  Orang yang sakit  Lanjut usia  Orang yang sedang dalam perjalanan  Wanita hamil dan menyusui (menggantinya dengan fidyah menurut Hanafi, menggantinya dengan puasa plus fidyah menurut syafii)  Sedang haid dan nifas Cara menggantinya jika tidak bisa berpuasa dengan menggantinya dengan hari lain
    • Yang membatalkan puasa  Makan minum dengan sengaja di siang hari  Bersetubuh di siang hari (sanksi puasa 2 bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, maka wajib memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang)  Haid & nifas  Muntah dengan sengaja.  Mengeluarkan mani dengan sengaja
    • JENIS PUASA 1. Puasa wajib : di bulan Ramadhan, puasa kafarat (karena sanksi), dan puasa nadzar 2. Puasa sunah: puasa senin & kamis, puasa 6 hari bulan syawal, puasa arafah bagi yang tidak berhaji tgl 9 zulhijjah, puasa pada bulan sya’ban, puasa asyura 10 muharram, puasa daud, dsb 3. Puasa haram: pada hari raya, hari tasyrik (11, 12, 13 zulhijjah), puasa sepanjang masa, puasa yang tidak mendapatkan ridho suami kecuali ramadhan.
    • Pantangan bagi orang yang berpuasa (yang mengurangi amalan puasa)  Bohong  Gosip/gibah  Berkata kotor  Bermaksiat “banyak orang yang berpuasa, tapi mereka hanya mendapatkan lapar dan haus saja dan tidak mendapatkan nilai takwa”
    • Amalan-amalan baik ketika berpuasa  Sahur dan berbuka  Memberikan makan bagi yang berpuasa (takjil)  Perbanyak sedekah  Berbuat hal-hal positif  Perbanyak baca al Qur’an  I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan (diam di masjid dan beribadah)  Qiyam lail (tarawih, witir)  Memperbanyak do’a
    • Hikmah berpuasa 1. Mendidik manusia menjadi insan yang bertakwa 2. Solidaritas antara sesama 3. Sehat jasmani dan rohani 4. Puasa mengajarkan kejujuran, kesabaran, dan kedisiplinan
    • HAJI DAN UMRAH  Haji secara bahasa berarti “menyengaja”.  Haji secara istilah adalah menyengaja mendatangi Baitullah untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan tata cara dan waktu yang telah ditentukan syariat, semata-mata mencari keridhoan Allah SWT.
    • DASAR HUKUM IBADAH HAJI  QS. Ali Imraan: 97: “Dan melaksanakan ibadah haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah , yaitu bagi orang-orang yang mampu atau kuasa menjalankannya”. Ibadah haji merupakan salah satu dari rukun Islam. Dan disyariatkannya pada tahun ke enam Hijrah.
    • Syarat-syarat ibadah haji 1. Islam 2. Berakal sehat 3. Baligh 4. Mampu 5. Merdeka
    • Rukun haji (hal-hal yang tidak boleh ditinggalkan) 1. Ihram (niat dan pakaian ihram) 2. Wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) 3. Tawaf Ifadah (mengelilingi ka’bah 7 kali) 4. Sa’I (lari antara shafa dan marwah) 5. Tahalul (mencukur rambut) 6. tertib
    • Wajib haji (jika ditinggalkan dapat diganti dengan denda/dam ) 1. Ihram dari miqat 2. Bermalam di muzdalifah 3. Melempar jumrah Aqabah 4. Melempar tiga jumrah 5. Bermalam di mina
    • Macam-macam haji 1. Haji Ifrad. Melaksanakan haji terlebih dahulu, baru umrah 2. Haji Tamattu. Melakukan umrah terdahulu, baru melaksanakan haji. 3. Haji Qiran. Melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan.
    • UMRAH  Secara bahasa umrah artinya berkunjung atau berziarah  Dasar hukumnya dalam surat al Baqarah:196 “Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah …”.
    • Syarat dan Rukun umrah syarat umrah :…(sama seperti haji) Rukun umrah: ihram, tawaf, sai, mencukur rambut (tahallul), tertib.
    • Hikmah haji  Mendekatkan diri kepada Allah SWT
    • MATERI III MU’AMALAH
    • Mu’amalah  Peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara kepentingan seseorang dengan yang lain untuk mendatangkan kebaikan sesama manusia.
    • Bentuk-bentuk mu’amalah  Nikah  Warist  Perniagaan  dll
    • Risalah Hati…  Salah satu diantara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah menciptakan kamu pasangan  Manusia memiliki fitrah untuk dicintai dan mencintai, karena cinta itu anugerah dari Allah, dan cintailah pasanganmu karena Allah  Allah menciptakan wanita untuk disayangi, dan Allah menciptakan laki-laki untuk dikasihi.  Perbedaan itu pasti ada, maka atas nama cinta letakkanlah perbedaan dibawah persamaan, kalau seperti itu maka perbedaan akan terasa indah.
    • Renungkanlah…. “ laki-laki dan wanita adalah dua makhluk yang membentuk suatu kelengkapan. Laki-laki yang belum mendirikan rumah tangga adalah seseorang yang kekurangan tulang rusuk, dia akan lemah dalam mendaki hidup. Barulah dia akan kuat bilamana tulang rusuk yang hilang itu dikembalikan pada dirinya. Begitupun wanita, jika dia belum nikah adalah laksana tulang rusuk yang terlepas dari dadanya. Tak tentu arah tujuan , gembiranya dibuat-buat, padahal sesungguhnya hatinya remuk”
    • Sebuah pesan bagi para pemuda dan pemudi… Dengan iman, hidup ku seakan tenang Dengan materi, hidupku seakan mudah Dengan seni, hidup ku terasa indah. Tapi, hidup akan sempurna dan bermakna jika kau mau menikah denganku….
    • Pengertian nikah  Pernikahan / nikah berasal dari kata : nakaha-yankihu- nikahan = bergaul atau bercampur, dalam bahasa Indonesia berarti perkawinan. Secara Istilah nikah adalah akad (perjanjian) yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang tidak ada hubungan mahrom, sehingga terjadi hak dan kewajiban antara keduanya.
    • Dasar hukum nikah  QS an Nisa: 1 “…bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari yang satu (adam), dan dari padanya Allah telah menciptakan istrinya (Hawa)…”  Sabda rasul: “nikah adalah termasuk sebagian dari sunnahku. Maka barangsiapa yang tidak senang sunahku (nikah), maka ia bukanlah dari umatku” (HR. Ibnu Majah dari Aisyah RA)
    • HUKUM NIKAH 1. Wajib, jika telah memiliki kemampuan, keinginan yang kuat, serta khawatir terjerumus dalam perzinahan 2. Sunnah, jika telah memiliki kemampuan dan belum merasa khawatir kalaupun belum kawin ia tidak akan melakukan perbuatan zina. 3. Haram, jika berniat menyakiti istrinya kelak atau memiliki niat yang tidak baik. 4. Makruh, jika sang calon suami belum mampu untuk memberi nafkah.
    • Pernikahan beda agama Fatwa MUI No. II/MUI/1980 : 05/Kep/Munas perkawinan wanita muslimah dan laki-laki non muslim adalah haram (begitupun sebaliknya).
    • Tips memilih Istri menurut Rasulullah SAW Harta benda cukup Keturunan bagus Kecantikannya Agamanya “ dikawininya perempuan itu karena empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka carilah yang kuat dalam beragama, engkau akan berbahagia”(HR. Bukhari dan Muslim) 5. Keshalehan dan akhlaknya 1. 2. 3. 4.
    • Menurut Bang Rhoma… Perhiasan yang paling terindah adalah memiliki istri yang sholihah…
    • Tips memilih calon suami  1. Agamanya kuat ( karna suami adalah imam)  2. Minimal sederajat status sosial, kekayaannya (kaafah)  3. Bagus akhlaknya “ Mungkin aku tak bisa semulia nabi Muhammad, tak bisa setakwa nabi Ibrahim, tak bisa sesabar nabi Ayub, tak bisa setampan nabi Yusuf. Tapi yang aku bisa hanya satu, yakni menjadi imam dan pendamping hidup bagimu….”
    • Apa kata Rita Sugiarto… Kalau ada…carikan satu untukku…suami dunia akhirat…
    • KHITBAH (meminang atau melamar)  Melakukan pinangan/lamaran terhadap wanita diperkenankan oleh agama Islam dan diatur sebagai berikut: Boleh melamar dalam keadaan tidak terikat pernikahan dengan yang lain dan dalam keadaan tidak iddah, belum dilamar orang lain (kecuali si pelamar tersebut ditolak)
    • Syarat nikah 1. Adanya persetujuan kedua belah pihak (Menurut Kompilasi Hukum Islam). 2. Ada calon kedua mempelai, wali, dan 2 saksi. (Menurut Ensiklopedi Islam) 3. Yang akan dinikahi adalah wanita yang halal 4. Sesama muslim 5. Tidak boleh melanggar larangan pernikahan 6. Pernikahannya dicatat di KUA (Menurut UU)
    • MAHAR  Pemberian wajib berupa uang atau barang dari laki- laki kepada perempuan.  Kewajiban membayar mahar disebabkan 2 hal: 1. adanya akad nikah yg sah, 2. terjadinya senggama (seorang pria berhak menggauli istrinya jika maharnya telah dibayarkan).  Dasar hukumnya dalam QS an Nisa: 4 “ berikanlah maskawin kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan…”  Syarat mahar: halal, jelas jenis dan jumlahnya, tidak ada unsur tipuan.
    • Akad Nikah  Akad nikah adalah suatu ikatan atau perjanjian perkawinan. Rukun nikah: 1. Ada wali dari pihak mempelai wanita 2. Adanya calon suami 3. Adanya calon istri 4. Ada 2 orang saksi 5. Ijab qabul (disertai dengan mahar)
    • Wali dalam pernikahan Wali harus: 1. Islam 2. Baligh/dewasa 3. Berakal sehat 4. Laki-laki 5. Merdeka Urutan wali: bapak kandung, ayah bapak, saudara lakilaki seibu sebapak, saudara laki-laki sebapak, kakak laki-laki, adik laki-laki, hakim
    • Beberapa golongan yang diharamkan untuk dinikahi 1. Pertalian 2. 3. 4. 5. darah (ibu, anak kandung, saudara kandung, keponakan, paman, bibi) Disebabkan karena besan (mertua, anak tiri yang ibunya telah digauli, menantu, ibu tiri) Sepersusuan Berbeda agama Jika dalam masa iddah
    • Etika menggauli istri 1. Sewaktu ingin melakukan berhubungan badan membaca do’a “Dengan Nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami” (HR. Muslim) 2. Jangan menggauli ketika nifas 3. Jangan menggauli lewat dubur 4. Niatkan bersebadan karna beribadah 5. Istri tidak boleh menolak ajakan suami. Rasulullah bersabda: “apabila suami mengajak istrinya bersebadan, akan tetapi istrinya tidak mengabulkan, hingga suami marah, maka malaikat akan mengutuknya. (HR. Bukhari)
    • Hak dan kewajiban suami dan istri  Hak suami: mendapatkan pelayanan lahir bathin.  Kewajiban suami: membayar mahar, menafkahi, melindungi, mengayomi, dan mendidik istri.  Kewajiban istri: memberikan pelayanan serta pengabdian yang terbaik kepada suami, menjaga nama baik dan menghormati suami  Hak istri: mendapatkan mahar, perlindungan, nafkah, dan arahan suami.
    • HIKMAH NIKAH  Mendapatkan ketenangan/ketentraman, rasa kasih , rasa sayang (sakinah, mawaddah, dan rahmah)  Memperoleh keturunan yang sah  Menjadi insan takwa yang selalu taat kepada hukum Allah  Mengindari fitnah
    • Beberapa hal yang menyebabkan putusnya pernikahan 1. Kematian 2. Talak/menceraikan. (talak dilakukan jika sudah tidak menemukan pemecahan masalah) macam-macam talak: talak raja’I (talak 1 dan 2), talak yang membolehkan kembali lagi kepada istri tanpa melakukan perkawinan baru. Talak ba’in ( talak tiga) talak yang menyebabkan tidak bisa kembali, kecuali dengan pernikahan baru (jika belum bergaul/bain sughra) atau istrinya harus menikah dengan yg lain jika suaminya telah menyetubuhinya (bain kubra).
    • Perceraian  Untuk mengatasi kemelut rumah tangga yang sudah tidak mungkin didamaikan lagi, maka agama Islam mensyariatkan perceraian sebagai jalan keluar bagi suami dan istri
    • Pengertian perceraian  Cerai adalah tindakan pengakhiran kehidupan dalam rumah tangga antara suami dan istri.  Cerai dalam bahasa Arab disebut “Talak” atau pemutusan perkawinan.  Dasar hukum dibolehkan talak adalah dalam QS. Al Baqarah:229.
    • Faktor-faktor yang menyebabkan perceraian  KDRT  Ekonomi  Moral
    • KDRT
    • Akibat KDRT
    • Lagi KANKER (Kantong Kering)
    • Stop selingkuh
    • Akibat perceraian Terputusnya perkawinan Anak menjadi korban
    • Akhir sebuah cerita cinta...
    • Kewajiban suami yang menalak isteri 1. Memberikan pemberian (berupa uang , dsb). QS. Al Baqarah: 241 2. Memberi nafkah selama masa idah
    • Iddah  Idah adalah kewajiban masa tunggu wanita dalam waktu tertentu dikarenakan akibat diceraikan dan ditinggal mati suami. MASA TUNGGU: 1. Ditinggal mati suami masa tunggu 4 bln 10 hr 2. Jika hamil, masa tunggunya sampai anak lahir 3. Jika tidak hamil, masa tunggunya 3 bln
    • POLIGAMI  Islam membenarkan suami menikah lebih dari satu istri. (QS. An Nisa: 3)  Menurut UU NO I/1974, Boleh poligami jika: 1. Istri tidak dapat menjalani kewajibannya sebagai istri. 2. Istrinya tdk punya keturunan (mandul) 3. Istrinya memiliki penyakit serius, sehingga tidak dpt melayani suami.
    • Nikah kontroversi  Nikah sirri (tersembunyi dan tidak disahkan negara)  Nikah mut’ah (nikah kontrak)  Nikah sigar
    • Masalah keluarga berencana  Yang kontra KB: memperoleh keturunan yang banyak berarti menambah generasi Islam. Banyak anak banyak rizki. Banyak yang mendo’akan. Jangan takut tidak diberikan rizki.  Yang pro KB: memperbanyak keturunan berarti menambah populasi penduduk semakin padat. Rawan tidak bertanggung jawab kepada anak-anaknya atau malah nanti mentelantarkannya, karna anak adalah amanah. Walau sedikit, tapi berkualitas.
    • Kewajiban Orang Tua Terhadap anaknya. 1. Sebagai pengayom. Bertanggung jawab atas kebutuhannya, seperti kebutuhan sandang, pangan, dan kesehatan. Memberi kasih sayang dan melindunginya. 2. Sebagai pendidik Mendidik dengan basis pendidikan Islam (aqidah, ibadah, mu’amalah, dan akhlak). “ wahai sekalian orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari siksa api neraka” (atTahrim:6)
    • Pacaran dalam pandangan Islam  Tidak ada istilah “pacaran dalam Islam”  Ta’aruf/mengenal pasangan kita sebelum menikah boleh dan tidak harus bertemu. Bisa mengenalnya lewat perantara adik, ortu, dan saudaranya.  Kalau kita kaji, pacaran ternyata lebih banyak mudhorotnya dibandingkan manfaatnya  Ketika pacaran dalam kondisi sepi kemudian bercumbu dll, itu merupakan bukan bukti cinta, tapi nafsu syaitan…  Survei mengatakan: “salah satu sebab terjadinya hamil diluar nikah, adalah karena pacaran…” dan kalau sudah hamil , hancurlah masa depan…tinggal penyesalan yang datang…
    • STOP!!! Dilarang berduaan!!!  Islam melarang “Khalwah”, yaitu berduaan dengan wanita/pria yang bukan mahromnya.  Disetiap kali berduaan, maka secepat kilat syaitan akan berusaha menjerumuskannya hingga terpelosok pada maksiat cepat atau lambat.  Hadis menjelaskan “ bila seorang wanita berduaan dengan laki-laki yang bukan mahromnya, maka yang ketiganya adalah syaitan (HR. Thabrani)
    • Dalil haramnya khulwah  Dari Uqbah bin Amir berkata: Rasulullah bersabda: Janganlah kamu menemui wanita yang bukan mahrommu (jika dia hanya sendirian). Lalu seorang laki-laki Anshor bertanya: Wahai rasulullah! Bagaimana kalau yang menemuinya itu adalah saudara ipar? Jawab Rasulullah: Saudara ipar adalah maut! (HR. Bukhari Muslim dalam kitab Lukluk wa al Marjan: 1403)
    • PERNIAGAAN DALAM ISLAM EKONOMI ISLAM  Agama Islam diturunkan di muka bumi ini tujuannya adalah rahmatan lil alamin (memberikan kasih dan sayang, keadilan, dinamis, kesejahteraan).  Salah satu hal yang diatur dalam ajaran Islam adalah perihal perniagaan, perdagangan, dan masalah ekonomi yang lainnya.
    • Jual beli (Buyu’)  Jual beli adalah pertukaran harta atas dasar kerelaan, atau memindahkan hak milik dengan ganti yang dapat dibenarkan.  Jual beli dinyatakan terjadi jika terpenuhi 3 syarat: adanya penjual pembeli, adanya barang, dan ijab kabul.
    • Hal-hal yang harus diperhatikan dalam jual beli  Jual beli adalah menukarkan harta benda dengan alat pembelian yang sah atau dengan harta lain dengan ijab kabul. Dasar hukum : Al-Baqoroh : 275. “ Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba “  Jual beli yang dilarang : 1. Jual beli yang belum jelas barangnya. 2. Jual beli binatang yang masih didalam kandungan. 3. Jual beli benda Najis (yang diharamkan) contoh : Narkoba, Miras Babi dsb. 5. membeli barang untuk 6. jual beli yang barangnya sudah dibeli orang lain.
    • Khiyar  Khiyar adalah memilih yang terbaik. Hak memilih bagi penjual dan pembeli untuk meneruskan aqad jual beli atau membatalkannya. Tujuan khiyar adalah agar kedua belah pihak memikirkan kebaikan belangsungnya jual beli.
    • Qiradl atau Mudharabah/modal kerjasama  Menyerahkan harta milik, berupa uang, emas, atau barang lain kepada seseorang sebagai modal usaha kerja dengan harapan mendapatkan keuntungan dan keuntungan tersebut dibagi berdasarkan perjanjian.
    • Bentuk-bentuk qiradh Perseorangan. Kerjasama antara seseorang dengan seseorangn yang lain  2. Kelembagaan. Kerjasama antara lembaga/institusi yang satu dengan yang lain  1.
    • Arriyah/Pinjam-meminjam  Aqad berupa pemberian manfaat suatu benda halal dari seseorang kepada orang lain untuk diambil manfaatnya tanpa imbalan dan tidak mengurangi atau merusak bendanya.
    • Kewajiban khusus si peminjam  Mengembalikan barang setelah sesesai meminjam  Merawat barang dengan sebaik-baiknya  Jangan menghilangkan barang
    • Gadai / Rahn  Gadai adalah menjadikan suatu benda sebagai jaminan yang dapat dijadikan pembayar ketika berhalangan dalam membayar
    • Ijarah/sewa menyewa  Sewa adalah mengambil manfaat dari barang disertai upah/pembayaran  Rukun sewa-menyewa: ada penyewa dan yang menyewakan, perjanjian/aqad, upah, manfaat.  Syarat sah: adanya keridhaan/tidak ada paksaan, barangnya jelas dan bermanfaat.
    • Sewa-menyewa yang diharamkan  Sewa -menyewa dikatakan haram jika barang yang disewakan adalah barangbarang maksiat
    • Hiwalah/perpindahan hutang  Hiwalah adalah memindahkan hutang kepada orang lain, artinya perpindahan hutang dari seseorang kepada orang yang kedua.  Contohnya. Si A punya hutang ke B. dan si C punya hutang kepada si A. kemudian hutang si A dialihkan ke si C. jadi yang membayar hutang si A adalah si C.
    • Wakaf  Wakaf ialah menghentikan perpindahan hak milik atas suatu harta yang bermanfaat dan tahan lama dengan cara menyerahkan harta itu kepada pengelola, keluarga maupun perorangan, lembaga untuk digunakan bagi kepentingan umum di jalan Allah SWT. Wakaf merupakan salah satu ibadah yang pahalanya tak akan terputus sepanjang manfaat harta itu dapat diambil manfaatnya.
    • Rukun wakaf  1. Orang yang mewakaf, : pemilik sah, dewasa, tidak mempunyai utang 2. Harta yang diwakafkan bermanfaat. 3. Tujuan wakaf untuk kepentingan umum/umat 4. Pernyataan orang yang berwakaf (lebih baik tertulis disertai saksi).5. diterima oleh pengelola harta wakaf atau yang disebut nadzir.
    • Luqatah  Hukumnya : 1. Wajib di ambil jika tidak diambil dimungkinkan rusak/hilang atau sia-sia. 2. Sunnah di ambil jika ia sanggup memelihara dan mengumumkan. 3. Makruh , jika tak sanggup memelihara atau khianat
    • Kewajiban yang menemukan barang  Wajib menyimpan dan memelihara barang tersebut  Mengumumkan selama 1 tahun (jika barangnya memiliki nilai kecil, cukup 3 hari).  Wajib menyerahkan kepada pemiliknya “Hendaknya engkau memberikannya jika ada pemiliknya, kemudian umumkanlah selama 1 tahun, jika datang pemiliknya maka berikanlah kepadanya, dan jika tidak ada yang mengambilnya selama 1 tahun, maka terserah padamu “.(HR. Bukhari Muslim)
    • RIBA  Riba secara bahasa berarti kelebihan atau tambahan  Riba diharamkan berdasarkan al Qur’an, Sunnah, dan Ijma.  “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al Baqarah: 275)
    • Macam-macam riba  Riba Fadhl. ada kelebihan/nilai lebih didalam menukar barang (barter). Contonya. Harga 1 kg beras dijual/ditukar dengan 1 ¼ . Kelebihannya atau ¼ adalah riba.  Riba Nasi’ah. kelebihan atas piutang yang diberikan kepada yang berutang. Contoh. Hutang 100.000, harus dibayar 110.000. kelebihannya atau 10.000 adalah riba
    • Bagaimana hukum bunga bank? Apakah riba?  Dahulu pada zaman Nabi Muhammad tidak ada bank.  Ada beberapa pendapat dikalangan para ulama: 1. Pendapat Syaikh Abu Zahrah (Guru Besar Hukum Universitas Cairo), Abu A’la al Maududi, Wahbah az Zuhaili. Bahwa bunga bank adalah haram hukumnya, karena termasuk riba nasi’ah
    • Bagaimana pendapat Muhammadiyah tentang bunga bank?  Bunga bank dikatakan haram jika mengandung unsur kedzaliman.  Pada putusan Tarjih Muhammadiyah di Sidoarjo tahun 1968 memutuskan bahwa bunga bank yang diberikan oleh bank-bank kepada nasabahnya termasuk perkara subhat (belum jelas halal dan haramnya).  Boleh, jika dalam keadaan terpaksa dan keperluan mendesak.
    • Apa kata Quraish Shihab tentang bunga bank?  Riba diharamkan jika illat/sifatnya adalah aniaya (zhalim) Catatan: Hadist: Nabi pernah meminjam unta, kemudian ketika dikembalikan untanya lebih baik (HR. Ahmad dan Abu Daud) Hadist: Jabir bin Abdullah pernah mengutangi Rasulullah, kemudian Rasulullah membayarnya lebih (Bukhari Muslim
    • WARISAN  Agama Islam mengatur perihal warisan, yang tujuannya adalah agar harta warisan jatuh ke tangan yang berhak dan adil  Di dalam Islam, perihal waris diatur didalam hukum waris/ilmu faraidl  Sumber hukum waris diatur didalam al Qur’an dan aSSunnah, diantaranya QS aNNisa: 11, 12, 176.
    • Unsur-unsur kewarisan dalam Islam 1. Pewaris 2. Harta warisan 3. Ahli waris “warisan dapat dibagikan setelah pewaris wafat”
    • Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum pembagian waris  Jika si mayit meninggalkan harta warisan, maka segala biaya yang dimulai dari pemandian sampai penguburan diambil dari harta yang ditinggalkan  Jika mayit meninggalkan hutang, maka harta yang ditinggalkannya sebagai pelunas hutang.  Jika si mayit meninggalkan pesan/wasiat agar sebagian hartanya diberikan kepada seseorang atau suatu badan, maka wasiatnya harus dilaksanakan dulu dengan syarat: harta yang diwasiatkan tidak melebihi sepertiga hartanya, diberikan kepada pihak yg tidak mendapat waris.
    • Sebab-sebab mendapatkan waris  Pertalian keluarga/nasab.  Hubungan perkawinan  Hubungan agama. Maksudnya, jika si mayit meniggalkan harta, kemudian dia tidak mempunyai ahli waris. Maka harta peninggalannya diserahkan kepada baitul mal guna kebutuhan agama.
    • Sebab-sebab tidak mendapat waris  1. berbeda agama/kafir/murtad  2. Membunuh pewaris  3. Terhalang/hijab. Terhalangnya seseorang menjadi ahli waris karena ada ahli waris lain yang lebih dekat. Contoh. Pewaris punya anak kandung dan saudarasaudaranya. Maka saudaranya terhalang oleh anak kandungnya.
    • Ahli Waris (yang mendapatkan waris) AHLI WARIS LAKI-LAKI 1. Anak laki-laki 2. Cucu laki-laki dari anak laki-laki 3. Bapak 4. Kakek dari bapak 5. Saudara laki kandung 6. Saudara laki-laki seayah 7. Saudara laki seibu 8. Keponakan laki-laki 9. Anak laki saudara seayah 10. Paman yang sekandung dengan ayah 11. Paman yang sebapak dengan ayah 12. Anak lelaki paman yang sekandung dengan ayah 13. Anal lelaki paman yang sebapak dengan ayah 14. Suami
    • Ahli waris perempuan 1. Anak perempuan 2. Cucu perempuan dari anak laki-laki 3. Ibu 4. Nenek (ibu dari ibu) 5. Nenek (ibu dari ayah) 6. Saudara perempuan sekandung 7. Saudara perempuan seayah 8. Saudara perempuan seayah 9. istri
    •  Dan manakala semua ahli waris tersebut ada, baik laki- laki maupun perempuan, maka yang berhak warisan hanyalah 5 golongan: 1. Anak laki-laki kandung 2. Anak perempuan kandung 3. Ibu 4. Bapak 5. Suami atau istri
    • Ahli waris dzawil furudl (ahli waris yang mempunyai bagian tertentu)  Yang mendapatkan dua pertiga: dua anak perempuan atau lebih, dan dua orang sekandung atau lebih, atau yang seayah.  Yang mendapatkan: anak perempuan tunggal, seorang saudara perempuan sekandug  Suami
    • MAKANAN DAN MINUMAN YANG HALAL DAN HARAM  Sebagai muslim yang taat kepada Allah sudah semestinya kita mengetahui hal-hal yang dihalalkan dan diharamkan Allah.
    • Makanan dan minuman yang diharamkan                Bangkai Darah Babi Binatang yang disembelih bukan atas nama Allah Binatang yang mati tercekik (al Maidah: 3) Binatang yang mati terpukul Binatang yang mati karena terjatuh Binatang yang mati karena tertanduk Binatang yang mati karena dimakan binatang buas Daging yang dipotong dari binatang yang masih hidup (HR. Ahmad) Binatang himar yang jinak (HR. Muslim) Binatang yang bertaring tajam dari binatang buas (HR. Muslim) Burung yang mempunyai kuku yang tajam (HR. Muslim) Binatang yang kotor dan menjijikan (al A’raf: 157) Binatang yang beracun dan berbisa (al Baqarah: 195)
    • Bangkai  “Sesungguhnya Ia hanya mengharamkan bagi kalian bangkai…” (QS. Al Baqarah: 173)  Bangkai yang boleh dimakan adalah bangkai ikan dan belalang.. (HR. Ibnu Majah)
    • Darah  Darah yang haram untuk dikonsumsi adalah khusus darah yang memancar atau mengalir (al An’am: 145)  Sedang bagi darah yang awalnya membeku seperti hati dan limpa hukumnya boleh dimakan.
    • Minuman keras  Dasar hukumnya QS. Al Maidah: 90 “ Wahai orang- orang yang beriman! Sesungguhnya meminum khomer……adalah perbuatan yang keji yang termasuk perbuatan syaitan.
    • Narkotika  Narkotika sama dengan khomer, maka hukumnya haram
    • Hukum memakai khomer dan narkotika sebagai obat  Boleh dipakai jika dalam keadaan darurat, dan tidak ada obat lagi.
    • HUDUD  Hudud adalah hukuman yang diberikan kepada pelaku kemaksiatan atau melanggar larangan Allah  Tujuan hudud: mencegah, menjaga ketertiban umum, dan keadilan.  Dasar hukum hudud adalah al Qur’an dan Sunnah
    • Beberapa perbuatan yang dijatuhi hudud  Zina  Menuduh zina  Mencuri  Merampok  Memberontak
    • Zina  Zina adalah perbuatan melakukan persetubuhan yang bukan suami istri, baik telah mengeluarkan sperma ataupun belum  Akibat zina: merusak kehormatan manusia dan kehamilan diluar nikah
    • Dua golongan pelaku zina  Pelaku zina masih berstatus bujangan dan gadis . Jika terbukti melakukan zina, maka keduanya dihukum 100 kali cambuk dan diasingkan selama 1 tahun. (QS. An Nur: 2) dan hadist Bukahari Muslim  Pelaku zina sudah berkeluarga atau sudah terikat pernikahan. Jika terbukti, maka hukumannya adalah rajam, yaitu dilempari batu sampai meninggal dunia. (Bukhari Muslim)
    • Zina karena diperkosa  Seorang wanita akan terhindar dari hukuman zina karena disetubuhi dengan cara diperkosa.  Barang siapa dalam keadaan terpaksa, sedang ia tidak menginginkannya dan tidak melampui batas, maka tidak ada dosa baginya. (QS. Al Baqarah: 173)
    • Homoseksual dan Lesbian  Homo dan lesbi merupakan abnormalitas seksual yang dilarang. Harusnya manusia pelaku homo dan lesbi malu kepada binatang, karena dalam dunia perhewanan tidak pernah ditemukan binatang yang suka sesama jenis  Homo dan lesbi dikategorikan perbuatan zina
    • Menuduh zina (Qadzaf)  Menuduh orang berbuat zina merupakan pelanggaran  Orang yang menuduh seseorang zina harus disertai 4 orang saksi (QS an Nur: 4)  Jika tuduhan zina tidak terbukti, maka si penuduh akan mendapatkan sanksi berupa: dipukul 80 kali dan saksinya tidak diterima selama-lamanya. Hukuman dapat digugurkan jika pihak tertuduh memaafkan penuduh.
    • Mencuri  Mencuri adalah mengambil yang bukan haknya  “laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, maka potonglah tangan keduanya sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah..” (QS. Al Maidah: 38)  Dalam kasus pencurian, sanksi potong tangan bukan satu-satunya alternatif. Pernah ada seseorang mencuri buah, kemudian Rasul membebaskannya dengan alasan si pencuri mengaku mencuri karena kelaparan.
    • Kisah Umar vs pencuri  Waktu Umar menjadi khalifah, ketika itu sebagian penduduk mengalami kesulitan ekonomi, yang mengakibatkan terjadinya pencurian. Namun setelah Umar tahu bahwa telah tertangkap pencurinya, maka Umar kemudian malah menghukum pencuri tersebut dengan sanksi kurungan badan.
    • Bughat/ memberontak  Bughat adalah usaha pembangkangan terhadap negara yang berdasarkan Islam penguasa yang sah dalam suatu  Kelompok yang melakukan bughat, dapat diperangi. (QS. 49: 9)
    • Merampok  Merampok adalah mengambil hak orang lain dengan cara kekerasan, melukai, bahkan cenderung membunuh.  Para fuqaha membagi perampokan menjadi 4 kategori: 1. Merampok dengan membunuh,. Ancamannya pelaku wajib dibunuh, kemudian mayatnya disalib diterik matahari (QS. Al Maidah: 33). 2. Membunuh tapi tidak mengambil hartanya. Ancamannya dibunuh 3. Merampok tanpa diikuti membunuh. Ancamannya tangannya wajib dipotong 4. Merampok dengan motif menakut-nakuti tanpa kekerasan. Ancamannya dikenai kurungan.
    • MATERI IV AKHLAK
    • AKHLAK  Akhlak secara bahasa “al khulq” yang berarti tabiat, budi pekerti, dan perangai.  Menurut Imam Ghazali akhlak secara istilah adalah suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang dari padanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran dan pertimbangan.
    • Suatu perbuatan dikatakan akhlak jika:  Perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang  Perbuatan tersebut timbul dengan mudah tanpa dipikirkan terlebih dahulu/kebiasaan.
    • Klasifikasi akhlak  Akhlak terpuji (Mahmudah/Karimah)  Akhlak tercela (Madzmumah/Sayyiah)
    • Kedudukan akhlak dalam ajaran Islam  Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam, sehingga setiap aspek dari ajaran Islam selalu berorientasi kepada pembentukan akhlak yang mulia.
    • Akhlak mulia merupakan realisasi iman, ibadah, dan mu’amalah. Ibadah Iman Mu’amalah Melahirkan Akhlak Mulia
    • Sumber akhlak  Al Qur’an (suatu perbuatan dinilai baik atau buruk sesuai ajaran yang terkandung di dalam al Qur’an).  Sunnah (segala tindak tanduk yang dilakukan Rasulullah secara lisan, perbuatan, dan takrir).
    • Ruang lingkup akhlak  Akhlak kepada Allah  Akhlak kepada Rasulullah  Akhlak kepada pribadi/diri sendiri  Akhlak dalam keluarga  Akhlak dalam bermasyarakat  Akhlak dalam bernegara  Akhlak kepada tumbuhan dan hewan  Akhlak kepada lingkungan
    • Ciri-ciri akhlak dalam Islam  Bersumber pada al Qur’an dan Sunnah  Mencakup segala aspek kehidupan (Hablu min Allah dan Hablu min anNas)
    • AKHLAK KEPADA ALLAH SWT Cara kita berakhlak kepada Allah adalah: 1. Bertakwa 2. Cinta dan Ridha 3. Ikhlas 4. Khauf (takut) dan Raja (mengharap) 5. Tawakkal 6. Syukur 7. Muraqabah 8. Taubat
    • 1. Takwa Kepada Allah SWT  Takwa memelihara diri dari siksa Allah dengan mengikuti segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya  Setiap manusia wajib bertakwa kepada Allah SWT  Orang yang bertakwa adalah orang yang takut kepada Allah.
    • Buah dari takwa  Mendapatkan sikap furqan, yaitu sikap tegas membedakan      antara hak dan yang bathil. (al- Anfal: 29) Mendapat limpahan berkah dari langit dan bumi (al-Araf: 96) Mendapatkan jalan keluar dari kesulitan (at Talaq: 2) Mendapatkan rizki tanpa diduga-duga (at Talaq: 3) Mendapatkan kemudahan dalam urusannya (at Talaq: 3) Menerima penghapusan dosa serta mendapatkan pahala besar (al Anfal: 29)
    • 2. Cinta dan Ridha kepada Allah  Cinta adalah kesadaran diri, perasaan jiwa dan dorongan hati yang menyebabkan seseorang terpaut hatinya kepada apa yang dicintainya dengan penuh semangat dan kasih sayang.  Cinta merupakan fitrah yang dimiliki setiap orang  Bagi seorang mukmin, cinta kepada Allah adalah pertama dan utama dan melebihi dari segala- galanya
    • Hirarki Cinta Cinta Allah Cinta kepada Rasul Cinta kepada yang diizinkan Allah (Ortu, pasangan, dsb)
    • Kenapa kita harus mencintai Allah melebihi segalanya…  Alasannya adalah karena Allah yang menciptakan kita dan alam semesta beserta isinya.  Dengan kasih sayangNya Dia menyediakan semua fasilitas bagi umat manusia.
    • Cinta Rasul  Sejalan dengan cinta kepada Allah, seorang mukmin akan mencintai Rasul Nya.
    • Cinta yang diizinkan Allah Kepada orang tua Kerabat Pasangan (suami isteri) dsb
    • Cinta terlarang/hina Cinta yang hina adalah mencintai sesuatu melebihi cintanya kepada Allah SWT
    • Konsekuensi cinta kepada Allah  Konsekwensi cinta kepada Allah adalah mengikuti segala perintah Allah serta ajaran Rasulullah.  “Katakanlah: “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Rasul), niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (Ali Imran:31)
    • 2. Ridha kepada Allah  Sejalan dengan cinta, seorang muslim haruslah dapat bersikap ridha/menerima terhadap segala aturan dan keputusan Allah SWT.  Demikianlah sikap cinta dan ridha kepada Allah. Dengan cinta kita mengharapkan RidhaNya, dan dengan Ridha kita mengharapkan cintaNya.
    • 3. Ikhlas  Secara etimologis kata ikhlas berakar dari kata khalasa yang artinya bersih, jernih, murni, dan tidak bercampur. Setelah dibentuk kata ikhlas (mashdar dari fi’il mutaaddi khalasa) berarti membersihkan atau memurnikan.  Secara istilah, ikhlas adalah beramal sematamata mengharap ridha Allah SWT.
    • Tiga unsur keikhlasan  Niat yang ikhlas karena Allah  Beramal dengan sebaik-baiknya (Niat yang ikhlas harus harus diikuti dengan amal yang sebaik-baiknya)  Pemanfaatan hasil usaha dengan tepat
    • Contoh ikhlas dalam menuntut ilmu Niat Dilakukan dengan maksimal Hasil usahanya bermanfaat untuk sendiri dan orang lain
    • Ikhlas VS Riya  Lawan dari ikhlas adalah riya.  Riya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah, tapi ingin dipuji atau karena pamrih.  Rasulullah menamai riya dengan syirik kecil (HR Ahmad)  Riya akan menghapus amalan
    • 4. Khauf dan Raja’  Khauf adalah takut kepada Allah dan hanya Allah lah yang paling berhak ditakuti.  Menurut Sayyid Sabiq, ada 2 sebab kenapa seseorang takut kepada Allah: 1. Karena mengenal Allah dan beriman kepada Allah SWT. 2. Takut akan azab Allah karena dosa-dosa yang dilakukannya  Raja adalah mengharap keridhoan dan rahmat Allah. Harapan harus disertai dengan usaha.
    • 5. Tawakal  Tawakal adalah membebaskan hati dari segala ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan keputusan segala sesuatunya kepada Allah  Setiap muslim hanya boleh bertawakkal kepada Allah SWT
    • Urgensi tawakal  Keimanan kepada Allah harus diikuti dengan tawakal kepada Allah.  Setiap orang yang beriman harus meyakini bahwa segala urusan kehidupan, di Tangan Allah  “… Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang beriman”. (QS al Maidah: 23)  “Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang yang mukmin bertawakal kepada Allah saja”. (QS. At Taghabun: 13)
    • Ikhtiar Tawakal harus diawali dengan ikhtiar (kerja keras dan usaha maksimal). Tidaklah dinamai tawakal jika hanya pasrah menunggu nasib sambil berpangku tangan tanpa melakukan apa-apa
    • Hikmah tawakal  Mendapatkan ketenangan bathin  Tidak putus asa  Semangat menghadapi masa depan  “barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya mencukupkannya (QS at Thalak: 3) Allah akan (keperluannnya)”.
    • 6. Syukur  Syukur adalah respon terhadap nikmat atau pemberian yang diterima dari Allah SWT  Allah akan menambahkan nikmat bagi mereka yang bersyukur, dan akan mengazab bagi mereka yang kufur  Menurut al Ghazali, ada 3 cara kita bersyukur kepada Allah. 1. Bersyukur dengan hati. 2. Bersyukur dengan lisan. 3. Bersyukur dengan perbuatan
    • 7. Muraqabah dan Muhasabah  Muraqabah adalah kesadaran seorang muslim bahwa dia selalu berada dalam pengawasan Allah SWT  Muhasabah adalah evaluasi diri terhadap amalan-amalan yang telah diperbuat.  Tujuan evaluasi diri adalah agar dihari esok lebih baik lagi
    • 8. Taubat  Taubat secara bahasa “Taba” berarti kembali  Orang yang bertaubat adalah orang yang kembali dari sifat-sifat tercela menuju sifatsifat terpuji.  Cara bertaubat: Menyadari kesalahan, Menyesali kesalahan, Memohon ampun kepada Allah, Berjanji tidak akan mengulanginya lagi, Menutupi kesalahan masa lalu dengan amal shaleh
    • Tak ada kata terlambat untuk bertaubat…  Harus diyakini bahwa Allah SWT Maha Penerima Taubat.  Betapapun besarnya dosa seorang manusia, apabila ia bertaubat, maka Allah akan mengampuninya.  “Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat seseorang hambaNya selama nyawanya belum sampai di tenggorokan”. (HR. Tirmidzi)
    • Apa kata syahrini… Taubatlah taubat…sebelum terlambat…jangan ulangi kesalahan lagi…
    • AKHLAK KEPADA RASULULLAH  Mencintai dan memuliakan Rasulullah  Mengikuti dan mentaati Rasul  Mengucapkan shalawat dan salam
    • 1. Mencintai dan memuliakan Rasulullah  Setiap orang yang mengaku beriman dan mencintai Allah, maka wajib bagi dia untuk beriman dan mencintai Rasul-Nya  Sudah sepantasnya setiap mukmin untuk selalu mencintai Rasul dan memuliakan Rasul lebih daripada memuliakan tokoh manapun dalam sejarah umat manusia
    • 2. Mengikuti dan mentaati Rasul  Mengikuti dan mentaati Rasul adalah salah satu bukti kecintaan seorang hamba terhadap Allah dan RasulNya.  Rasulullah, dan sebagaimana rasul-rasul lainnya diutus oleh Allah SWT untuk diikuti dan ditaati. “Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah SWT…” (QS. AnNisa:64)  Apa saja yang datang dari Rasulullah harus diterima, apa yang diperintahkan harus diikuti, dan apa yang dilarangnya ditinggalkan.
    • Ajaran rasul yang harus diikuti. Aqidah Ibadah Mu’amalah Akhlak
    • 3. Mengucapkan shalawat dan salam  Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk mengucapkan shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad SAW.  “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”. (QS. Al Ahzab: 56)
    • Alasan mengapa Allah bershalawat kepada Rasul  Karena betapa mulia dan terhormatnya kedudukan Rasulullah disisi Allah SWT.  Sekalipun Allah SWT dan para Malaikat bershalawat kepada Nabi, tapi pengertian shalawat masing-masing tentu berbeda dengan shalawatnya orang-orang yang beriman.  Menurut al Ghazali Khalil ‘Aid dalam bukunya Tafsir Surah al Ahzab, bahwa shalawat dari Allah untuk Nabi artinya rahmah dan keridhaan, dari Malaikat artinya permohonan ampun dan do’a, sedangkan dari orang-orang yang beriman berarti penghormatan dan do’a supaya Allah menambah kemuliaan dan kehormatan beliau.
    • AKHLAK PRIBADI           Shidiq Amanah Istiqamah Iffah Mujahadah Syaja’ah Tawadhu Malu Sabar Pema’af
    • 1. Shiddiq Shiddiq artinya benar atau jujur Seorang mukmin dituntut selalu dalam “benar” lahir bathin (benar hati, benar perkataan, dan benar perbuatan).
    • Bentuk-bentuk shiddiq  Shiddiq dalam perkataan  Shiddiq dalam pergaulan  Shiddiq dalam kemauan  Shiddiq dalam berjanji  Shiddiq dalam kenyataan
    • Shiddiq VS Kadzab  Kadzab adalah bohong  Beberapa bentuk kebohongan: Khianat, ingkar janji, kesaksian palsu, fitnah, dan gunjing
    • 2. Amanah  Amanah artinya dipercaya, seakar dengan kata iman.  Secara luas pengertian amanah dapat didefinisikan: menyimpan rahasia orang, menjaga kehormatan orang, lain, dan menunaikan tugas-tugas yang diberikan
    • Bentuk-bentuk amanah  Memelihara titipan dan mengembalikannya seperti semula  Menjaga rahasia  Tidak menyalahgunakan jabatan  Menunaikan kewajiban dengan baik  Memelihara semua kenikmatan diberikan Allah yang
    • 3. Istiqamah  Secara bahasa, istiqomah diartikan tegak lurus  Secara istilah, istiqamah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keIslaman sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan
    • Buah dari istiqamah  Dijauhkan oleh Allah dari rasa takut yang negatif  Mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat  Mendapat perlindungan Allah SWT
    • 4. Iffah  Iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak, dan menjatuhkannya.
    • 5. Mujahadah  Mujahadah adalah berjuang secara sungguh-sungguh didalam melawan segala perbuatan keburukan (hawa nafsu kejahatan)  Hal-hal yang harus dilawan : jiwa yang selalu mendorong seseorang untuk melakukan kedurhakaan, hawa nafsu yang tak terkendali, syaitan yang selalu menjerumuskan manusia, hedonisme (cinta dunia berlebihan), kemunkaran, orang kafir
    • 6. Syaja’ah  Syaja’ah adalah sikap berani yang berlandaskan kebenaran  Bentuk-bentuk keberanian: menghadapi musuh dalam peperangan, keberanian dalam menyatakan kebenaran, keberanian untuk mengendalikan diri dari amarah.  Lawan dari syaja’ah adalah jubun (penakut)
    • Yang menyebabkan seseorang memiliki keberanian. (menurut Raid Abd Hadi)  Hanya takut kepada Allah, dan yakin bahwa yang       dijalankannya dalam rangka menjalankan perintahNya. Lebih mencintai akhirat daripada dunia Tidak takut mati Tidak ragu-ragu (yakin bahwa yang dilakukan adalah perintah Allah) Tidak menomorsatukan kekuatan materi Tawakal dan yakin akan pertolongan Allah Faktor pendidikan (keluarga, lingkungan, sekolah)
    • 7. Tawaddhu  Tawaddhu adalah sifat rendah hati, lawan dari sombong.  Orang yang rendah hati tidak memandang dirinya lebih dari orang lain, akan tetapi orang sombong menghargai dirinya secara berlebihan  Manusia harus sadar bahwa pada hakikatnya yang dia miliki adalah karunia Allah. Untuk itu manusia tidak berhak sombong.  Sikap tawadhu tidak akan membuat derajat seseorang rendah, bahkan orang akan menghormati dan menghargainya
    • Takabbur  Sifat takabbur atau sombong merupakan sifat yang berlawanan dengan sifat tawadhu.  Sombong merupakan sikap menganggap dirinya lebih dan meremehkan orang lain  Sifat sombong adalah sifat warisan iblis yang menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Para ulama mengatakan bahwa sombong merupakan induk segala dosa-dosa.
    • 8. Malu  Malu dalam konteks ini adalah malu untuk berbuat yang tidak baik  Malu itu sebagian dari iman, semakin kuat iman seseorang, maka semakin teballah rasa malunya. “Rasa malu dan iman utu sebenarnya berpadu menjadi satu, maka bila mana lenyap salah satunya maka hilang pulalah yang lainnya” (HR. Hakim)  Sifat malu dibagi menjadi 3: malu kepada Allah apabila ia tidak mengerjakan perintahNya, malu kepada diri sendiri karena jika berbuat kesalahan, malu kepada orang lain jika dia merugikan orang lain.
    • 9. Sabar  Sabar secara bahasa berarti menahan. Secara istilah sabar adalah menahan diri dari segala sesuatu yang tidak disukai karena mengharap Ridho Allah.  Menurut Imam Ghazali, sabar merupakan ciri khas manusia, sedangkan binatang tidak memerlukan sifat sabar , karena binatang diciptakan tunduk sepenuhnya kepada hawa nafsu.  Sabar bukan berarti pasrah, akan tetapi harus disertai usaha.
    • Macam-macam sabar menurut Yusuf Qardawi  Sabar menerima cobaan hidup  Sabar dari keinginan hawa nafsu  Sabar dalam taat kepada Allah (beribadah)  Sabar dalam berdakwah  Sabar dalam peperangan  Sabar dalam pergaulan
    • Sifat sabar bagi mahasiswa Sabar dalam menuntut ilmu Sabar dalam pergaulan Sabar dalam menghadapai cobaan yang mengganggu perkuliahan efektifitas
    • 10. Pemaaf  Pemaaf adalah sikap suka memberi maaf terhadap kesalahan orang lain tanpa ada rasa benci dan keinginan untuk membalas  Pemaaf merupakan ciri-ciri orang yang bertakwa (Ali Imran: 134)  Memaafkan harus disertai dengan sikap lapang dada
    • AKHLAK DALAM KELUARGA Birr ul Walidain  Akhlak kepada suami dan istri  Mengasihi anak  Silaturrahim dengan kerabat 
    • 1. Birrul Walidain (akhlak kepada orang tua)  Perintah berbuat baik kepada orang tua diletakkan Allah dalam al Qur’an ( QS. Al Ankabut: 8)  Kenapa kita harus berbuat baik kepada orang tua? Kerena orang tua yang telah melahirkan, mengayomi, mendidik, serta mendoakan kbaikan bagi kita. “kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali..”
    • Bentuk-bentuk akhlak kepada orang tua  Mengikuti saran dan arahan orang tua, baik masalah     pendidikan, pekerjaan, pasangan hidup, dsb. Menghormati kedua orang tua. Membantu kedua orang tua secara materil Mendo’akan orang tua Setelah orang tua meninggal, berkewajiban untuk mengurusi jenazah sampai dikuburkan, serta melunasi hutang.
    • 2. Akhlak kepada pasangan (suami istri)  Hak suami: mendapatkan pelayanan lahir bathin.  Kewajiban suami: membayar mahar, menafkahi, melindungi, mengayomi, dan mendidik istri.  Kewajiban istri: memberikan pelayanan serta pengabdian yang terbaik kepada suami, menjaga nama baik dan menghormati suami  Hak istri: mendapatkan mahar, perlindungan, nafkah, dan arahan suami.
    • Tips memilih pasangan hidup untuk pria Harta benda cukup Keturunan bagus Kecantikannya Agamanya “ dikawininya perempuan itu karena empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka carilah yang kuat dalam beragama, engkau akan berbahagia”(HR. Bukhari dan Muslim) 5. Keshalehan dan akhlaknya 1. 2. 3. 4.
    • Tips memilih pasangan hidup untuk perempuan  . Agamanya kuat ( karna suami adalah imam)  2. Minimal sederajat status sosial, kekayaannya (kaafah)  3. Bagus akhlaknya “ Mungkin aku tak bisa semulia nabi Muhammad, tak bisa setakwa nabi Ibrahim, tak bisa sesabar nabi Ayub, tak bisa setampan nabi Yusuf. Tapi yang aku bisa hanya satu, yakni menjadi imam dan pendamping hidup bagimu….”
    • 3. Akhlak kepada anak Anak adalah amanah dari Allah, maka sebagai orang tua ada beberapa kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan, diantaranya: 1. Tanggung jawab kepada anak 2. Memberikan kasih sayang yang tulus 3. Memberikan pendidikan Islam 4. Memberikan fasilitas
    • Anak menurut al Qur’an dapat dikelompokan menjadi:  Anak sebagai perhiasan hidup dunia (al Khafi: 46)  Anak sebagai ujian (al Anfal: 28)  Anak sebagai musuh (at Taghabun: 14)  Anak sebagai cahaya mata/qurrata a’yuni/ penyenang hati (al Furqan: 74)
    • Cara menjadikan anak yang sholeh  Anak shaleh bukan dilahirkan, akan tetapi sholeh karena proses pembentukan lewat pendidikan. Diantaranya: 1. Pendidikan keluarga 2. Pendidikan sekolah 3. Pendidikan lingkungan  Hendaknya seorang anak sejak dini dibekali pendidikan agama
    • 4. Akhlak kepada saudara/kerabat  Silaturrahim  Berbuat baik  Saling menghormati  Tidak memutuskan hubungan silaturrahim
    • SILLATURRAHIM  Sillah =hubungan, Rahim= kasih sayang. Jadi sillaturahim adalah menghubungakan tali kasih sayang.  2 hikmah silaturahim: memperluas rizki dan memperpanjang umur  Ancaman memutuskan silaturrahim: dilaknat Allah (QS. Muhammad: 22-23).  “Tidak masuk surga orang yang memutuskan. “menurut Sufyan dalam riwayatnya, yang dimaksud dengan orang yang memutuskan ialah orang yang memutuskan silaturrahim”. (HR. Mutafaq Alaih)
    • AKHLAQ BERMASYARAKAT  Menjaga hubungan baik dengan tetangga  Menjaga hubungan baik dengan masyarakat.  Ukhuwah Islamiyah
    • Menjaga hubungan baik dengan tetangga  Sesudah anggota keluarga sendiri, orang yang paling dekat dengan kita adalah tetangga. Dan merekalah orang yang paling dahulu memberikan bantuan jika kita membutuhkan.  Agama Islam mengajarkan kita agar bersikap baik kepada tetangga (siapapun dia).  Peran tetangga sangat penting, sampai Rasul menganjurkan kepada siapa yang akan membeli rumah, hendaklah memperhatikan siapa yang akan menjadi tetangganya. “Tetangga sebelum rumah, kawan sebelum jalan, dan bekal sebelum perjalanan”. (HR. Khatib)
    • MENJAGA HUBUNGAN BAIK DENGAN MASYARAKAT  Ada 5 kewajiban seorang muslim kepada muslim lainnya. 1. Menjawab Salam 2. Mengunjungi orang sakit 3. Mengiringkan jenazah 4. Mengabulkan undangan 5. Menyahuti orang bersin. Jika orang yang bersin mengucapkan hamdalah. Maka kita wajib mengucapkan “yarhamukallah”, dan dijawab kembali “yahdikumullah wa yuslih balakum”.
    • Toleransi Agama  Dalam berhubungan dengan masyarakat non muslim, Islam mengajarkan kepada kita untuk toleransi, yaitu menghormati keyakinan umat lain tanpa memaksa keyakinan kita kepada mereka. Tidak boleh menghina dan mencela non muslim.  Toleransi yang diajarkan hanya sebatas menjaga hubungan baik, dan tidak mengartikan toleransi mengikuti upacara/ritual ibadah bersama-sama.
    • Ukhuwah Islamiyah  Supaya ukhuwah Islamiyah dapat tegak dengan kokoh, diperlukan 4 tiang penyangga: 1. Ta’aruf. Saling mengenal 2. Tafahum. Saling memahami kelebihan dan kekuranga 3. Ta’awun. Saling tolong menolong 4. Takaful. Saling memberikan jaminan, sehingga menimbulkan rasa aman
    • AKHLAQ BERNEGARA  Musyawarah  Menegakkan keadilan  Amar makruf Nahi munkar  Taat kepada pemimpin
    • Musyawarah  Islam sangat menganggap penting tentang musyawarah. Bahkan didalam al Aqur’an ada sebuah surat yang bernama asy Sura, yang didalamnya membicarakan tentang sifat-sifat kaum muslimin yang segala urusan mereka diputuskan berdasarkan musyawarah. (QS. asySyura: 37-38).  Hal-hal yang sudah ditetapkan hukumnya didalam al Qur’an dan as Sunnah tidak boleh dimusyawarahkan lagi.
    • Sikap-sikap yang harus dimiliki ketika bermusyawarah  Lemah lembut  Pemaaf  Mohon ampunan Allah SWT
    • Menegakkan keadilan  Istilah adil memiliki dua makna. 1. sama rata atau seimbang. 2. sesuai porsinya  Keadilan hukum harus ditegakkan dalam diri, saudara, walaupun pada keluarga yang dicintainya.  Perintah berbuat adil terdapat dalam surat an Nahl: 90.
    • Amar makruf nahi munkar  Amar makruf nahi munkar berarti menyuruh kepada yang baik dan mencegah yang munkar.  Perintah beramar makruf nahi munkar dalam surat Ali Imran: 104
    • Taat kepada pemimpin  Pemimpin yang sah harus kita taati selama pemimpin tersebut taat kepada Allah dan RasulNya  Seorang pemimpin minimal harus memiliki 4 kriteria sebagai mana dijelaskan al Qur’an surat al Maidah: 55: 1. Beriman kepada Allah 2. Mendirikan Shalat 3. Membayar zakat 4. Selalu taat dan tunduk kepada Allah SWT