Pembukuan Ukm

84,504 views
84,220 views

Published on

Published in: Technology, Business
13 Comments
26 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
84,504
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3,058
Actions
Shares
0
Downloads
3,663
Comments
13
Likes
26
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pembukuan Ukm

  1. 1. PEMBUKUAN SEDERHANA UKM
  2. 2. Mengapa Akuntansi <ul><li>Pernahkah anda mengalami hal seperti ini: </li></ul><ul><li>Saya membuka usaha 6 bulan lalu, kenapa sekarang seluruhnya modalnya habis tak tersisa? </li></ul><ul><li>Pelanggan makin banyak tapi saya tidak pernah tahu apakah bisnis saya menguntungkan atau tidak? </li></ul><ul><li>Sebagian besar usaha kecil dan menengah harus tutup bukan karena tidak adanya pembukuan. </li></ul>
  3. 3. Mengapa Akuntansi <ul><li>Jika anda membuka usaha mandiri maka anda harus dapat mencatat dan menganalisa hasil usaha anda </li></ul><ul><li>Untuk dapat mencatat dan menganalisa hasil usaha anda maka harus memahami akuntansi. </li></ul>You cannot manage what you cannot measure
  4. 4. Pentingnya Pengetahuan Akuntansi <ul><li>Dapat mengetahui apakah bisnis anda menguntungkan atau justru merugikan </li></ul><ul><li>Dapat membuat laporan keuangan yang diperlukan untuk memperoleh pendanaan dari pihak ketiga, misalnya dari Bank. </li></ul>
  5. 5. Laporan Keuangan <ul><li>Neraca </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi </li></ul><ul><li>Laporan Arus Kas </li></ul>
  6. 6. Neraca, Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas <ul><li>Neraca menjelaskan nilai Aset , Kewajiban dan Modal perusahaan pada suatu tanggal tertentu, mis 31 Desember 2008. </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi memberikan informasi tentang aktivitas bisnis perusahaan, misalnya Penjualan , Beban , dan Laba atau Rugi Bersih . </li></ul><ul><li>Laporan Arus Kas menjelaskan tentang jumlah penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam satu periode beserta sumber-sumber nya. </li></ul>
  7. 7. Contoh Neraca
  8. 8. Contoh Laporan Laba Rugi
  9. 9. Basis Pencatatan Akuntansi <ul><li>Basis Kas: Pendapatan diakui (dicatat dalam pembukuan) ketika uang kas telah diterima dan beban diakui ketika sudah dibayar tanpa menunggu apakah kas sudah diterima atau belum. </li></ul><ul><li>Basis Akrual: Pendapatan diakui apabila telah terjadi tanpa memperhatikan apakah uang kas sudah diterima atau belum. Beban juga diakui setelah terjadi meski belum dibayarkan. </li></ul>
  10. 10. Keuangan Pribadi Vs Usaha <ul><li>Pencatatan keuangan usaha harus dipisahkan dengan keuangan pribadi. </li></ul><ul><li>Hal ini untuk mempermudah anda untuk menganalisa hasil usaha perusahaan. </li></ul><ul><li>Mencampur keuangan pribadi dan usaha membuat anda tidak bisa memastikan apakah kekayaan anda bertambah karena usaha anda memang menguntungkan atau dari sumber pendapatan lainnya </li></ul>
  11. 11. Konsep Objektivitas <ul><li>Pencatatan akuntansi harus didasari dengan bukti-bukti, misalnya: kwitansi dan tagihan dari pemasok . </li></ul><ul><li>Tanpa ada bukti, tidak ada pencatatan akuntansi. </li></ul>
  12. 12. Konsep Unit Pengukuran <ul><li>Kegiatan yang dicatat hanyalah kegiatan yang nilainya dapat diukur dengan uang . </li></ul><ul><li>Kegiatan yang tidak dapat diukur dengan uang tidak dicatat dalam pembukuan perusahaan. </li></ul>
  13. 13. Persamaan Akuntansi Aset = Kewajiban + Modal Pemilik Sumber daya yang dimiliki perusahaan Hutang Perusahaan berasal dari pihak ketiga
  14. 14. Definisi Transaksi <ul><li>Transaksi adalah kegiatan atau kondisi yang merubah (menambah atau mengurangi) aset, kewajiban, modal pemilik, pendapatan, dan biaya perusahaan. </li></ul><ul><li>Contoh transaksi: </li></ul><ul><li>Menjual barang dagang senilai Rp 15.000. </li></ul><ul><li>Kegiatan menjual barang adalah transaksi karena akan menambah aset (dalam bentuk uang) dan penjualan perusahaan. </li></ul>
  15. 15. Akun <ul><li>Komponen-komponen dalam laporan keuangan, disebut dengan akun, dan seluruh akun yang ada akan membentuk buku besar (ledger). </li></ul><ul><li>Transaksi dicatat di dalam pembukuan dengan menggunakan akun. </li></ul><ul><li>Daftar seluruh akun yang ada di perusahaan disebut dengan kode akun . </li></ul>
  16. 16. Contoh Akun Nama Akun Kas No Akun: 11 Saldo Debit Kredit Tgl Debit Kredit Item Post. Ref. 2 400 00 2 400 00 2 Dec. 1 2005
  17. 17. Klasifikasi Akun Perusahaan <ul><li>Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan </li></ul><ul><li>Kewajiban adalah hutang kepada pihak di luar perusahaan </li></ul>Kas Perlengkapan Gedung Piutang Usaha Hutang dagang Hutang pajak
  18. 18. Klasifikasi Akun Perusahaan <ul><li>Modal Pemilik adalah hak pemilik atas aset perusahaan </li></ul>Pendapatan adalah kenaikan modal pemilik yang berasal dari penjualan barang dan jasa perusahaan Beban adalah penggunaan aset perusahaan untuk menghasilkan pendapatan
  19. 19. Akun T Sisi Kiri debit Sisi Kanan kredit
  20. 20. Peraturan Debit dan Kredit Modal Pemilik Aset Kewajiban Debit + Debit – Kredit – Debit – Kredit + Kredit + = +
  21. 21. Peraturan Debit dan Kredit Biaya Debit + Kredit – Pendapatan Debit - Kredit +
  22. 22. Sistem Pencatatan Double Entry Sisi debit Sisi Kredit Setiap transaksi yang dicatat setidaknya memiliki : Jumlah sisi debit harus selalu sama dengan sisi kredit.
  23. 23. Alur Pencatatan Transaksi 1 Transaksi diotorisasi 2 Transaksi terjadi 3 Dokumen disiapkan
  24. 24. Alur Pencatatan Transaksi 4 Dicatat di Jurnal 5 Dipindahkan ke Buku Besar
  25. 25. Jurnal Umum <ul><li>Jurnal umum adalah sebuah daftar untuk mencatat transaksi perusahaan pertama kali. </li></ul><ul><li>Jurnal umum dicatat secara kronologis, dimana transaksi yang pertama terjadi harus dicatat pula yang pertama </li></ul>
  26. 26. Contoh Jurnal Umum
  27. 27. Analisa Transaksi <ul><li>Tentukan apakah aset, kewajiban, modal pemilik, pendapatan, atau beban yang dipengaruhi oleh transaksi. </li></ul><ul><li>Untuk setiap akun yang dipengaruhi oleh transaksi, tentukan apakah akun itu bertambah atau berkurang dengan adanya transaksi </li></ul><ul><li>Gunakan aturan mendebit dan mengkredit untuk membuat jurnal </li></ul>
  28. 28. Contoh Pembuatan Ayat Jurnal <ul><li>TRANSAKSI 1 </li></ul><ul><li>1 Mei 2005 Bp. Anton memulai usaha jasa angkutan bis AKAP dengan menyetorkan modal berupa uang tunai sebesar Rp 1.000.000.000 </li></ul>
  29. 29. Analisa Transaksi 1
  30. 30. Jurnal Transaksi 1
  31. 31. Mengapa Perlu Jurnal Khusus <ul><li>Transaksi-transaksi perusahaan secara umum dapat dibagi menjadi: </li></ul><ul><li>- transaksi penjualan </li></ul><ul><li>- transaksi pembelian </li></ul><ul><li>- transaksi penerimaan dan pengeluaran kas </li></ul><ul><li>- transaksi lainnya </li></ul><ul><li>Penggunaan jurnal khusus akan mempercepat proses pencatatan transaksi. </li></ul>
  32. 32. Tipe Jurnal Khusus
  33. 33. Format Buku Kas
  34. 34. Buku Penjualan Kredit
  35. 35. Kartu Piutang
  36. 36. Jurnal Pembelian
  37. 37. Latihan Pencatatan Akuntansi
  38. 38. Thank You <ul><li>Materi presentasi by: </li></ul><ul><li>Catur Sasongko SE, MBA </li></ul><ul><li>Mail : catur_sasongko76@yahoo.com </li></ul>Presented by: Dwi Martani Departemen Akuntasi FEUI Mail : [email_address] ; [email_address] , http://dwimartani71.blogspot.com or http://staff.ui.ac.id/martani

×