• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Chapt 5. interface design principles
 

Chapt 5. interface design principles

on

  • 1,577 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,577
Views on SlideShare
1,577
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
59
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • ibnu sani wijaya,S.Kom,MSI

Chapt 5. interface design principles Chapt 5. interface design principles Presentation Transcript

  • Pert-5Interface design principles Ibnu Sani Wijaya, S.Kom, M.S.I Stikom Dinamika Bangsa Jambi 1
  • Prinsip – prinsip desain antarmuka• Merefleksikan model mental user  Merefleksikan kombinasi pengalaman dunia riil, pengalaman dari software lain, dan penggunaan komputer secara umum• Explicit and Implied Action  Explicit actions adalah kondisi yang jelas dalam memberikan petunjuk untuk manipulasi suatu obyek.  Implied actions adalah kondisi yang hanya memberikan kesan visual untuk memanipulasi obyek.
  • • Direct Manipulation  user mendapatkan dampaknya dengan segera setelah melakukan suatu aksi.• User Control  mengijinkan user mengontrol dan menginisialisasi aksi.• Feedback and Communication  selalu memberitahukan user apa yang terjadi dari suatu aksi.• Consistency  user dapat mentransfer pengetahuan dan kemampuan dari suatu aplikasi ke aplikasi lain.• WYSIWYG (What You See Is What You Get)  tidak ada perbedaan antara yang dilihat di layar dengan hasil outputnya.• Aesthetic Integrity  informasi diorganisasikan dengan baik dan konsisten dengan prinsip desain visual yang baik.
  • Konsep Desain
  • Terjemahan Model Analisis(cont.)• Data design → mengubah model informasi (entity relationship diagram dan data dictionary) menjadi struktur data• Architectural design → berisi hubungan antar elemen dalam program• Interface design → menjelaskan bagaimana bagaimana komunikasi di dalam perangkat lunak, dengan sistem, dan dengan manusia yang menggunakannya.  Sebuah interface mengandung maksud sebuah aliran informasi.
  • Terjemahan Model Analisis(cont.)• Procedural design → mengubah elemen struktural dari arsitektur program menjadi deskripsi prosedural dari komponen perangkat lunak
  • Prinsip Desain• Proses desain tidak boleh mengalami “tunnel vision”• Desain harus dapat dilacak ke model analisis• Tidak melakukan desain pada hal yang sama berulang-ulang• Desain harus merepresentasikan masalah pada keadaan nyata• Desain harus memperlihatkan keseragaman dan integrasi
  • Prinsip Desain (cont.)• Desain harus terstruktur untuk mengatisipasi adanya perubahan • Desain bukan coding, coding bukan desain • Penilaian kualitas desain harus dilaksanakan pada saat desain tersebut dibuat • Desain harus di-review untuk meminimasi kesalahan konseptual
  • Konsep Desain• Abstraksi• Modularitas• Arsitektur software• Hirarki kontrol• Pembagian struktural• Data struktur• Software procedure• Penyembunyian informasi
  • Dokumentasi DesainI. Lingkup SistemII. Desain DataIII. Desain ArchitecturalIV. Desain AntarmukaV. Desain ProseduralVI. Catatan Khusus
  • Data Design• Mengubah objek data yang didefinisikan pada model analisis menjadi struktur data yang ada dalam perangkat lunak• Atribut yang dimiliki objek data, hubungan di antara objek data, dan penggunaannya dalam program, semuanya mempengaruhi pemilihan struktur data
  • Architectural Design• Menggunakan karakteristik aliran informasi dalam model analisis untuk menghasilkan struktur program• Sebuah data flow diagram dipetakan menjadi struktur program menggunakan dua pendekatan : • Transform mapping • Transaction mapping• Transform mapping : diterapkan untuk sebuah aliran data yang menunjukkan batas yang jelas antara data yang masuk dan yang keluar
  • Architectural Design (cont.)• DFD dipetakan menjadi sebuah struktur yang mengalokasikan kontrol menjadi input, pemorsesan, dan output bersama dengan hirarki modul• Transaction mapping : diterapkan jika sebuah item informasi menyebabkan percabangan• DFD dipetakan menjadi sebuah struktur yang mengalokasikan kontrol menjadi sebuah substruktur yang mendapatkan dan mengevaluasi sebuah transaksi
  • Interface Design• Meliputi antarmuka program internal dan eksternal serta desain untuk antarmuka pengguna• Desain antarmuka internal dan eksternal diarahkan oleh informasi yang diperoleh dari model analisis
  • Mengembangkan software yang baik.• High Performance software yang dibuat mempunyai performance yang tinggi, walaupun digunakan oleh beberapa user.• Mudah digunakan software yang dibuat mempunyai sifat easy to use (mudah digunakan) sehingga tidak membutuhkan proses yang lama untuk mempelajarinya• Penampilan yang baik software mempunyai antarmuka (interface) yang baik, sehingga user tidak merasa jenuh.• Reliability kehandalan, sejauh mana suatu software dapat diharapkan untuk melakukan fungsinya sesuai dengan ketelitian yang diperlukan.• Mampu beradaptasi sejauh mana software yang dibuat mampu beradaptasi dengan perubahan- perubahan teknologi yang ada.
  • Mengembangkan software yang baik.• Interoperability software yang dibuat haruslah mampu berinteraksi dengan aplikasi lain. Biasanya dapat dilihat dari adanya fasilitas untuk eksport dan import data dari aplikasi lain.• Mobility software yang dibuat dapat berjalan pada bermacam-macam sistem operasi.
  • Mengambil Keputusan Dalam Desain• Aplikasi semakin membesar, dan menjadi semakin lambat.• User Interface pada aplikasi semakin kompleks.• Waktu yang diperlukan untuk mengembangkan fitur baru menjadi lebih lama.• Dokumentasi aplikasi dan dokumen help menjadi lebih melebar.• Resiko adanya efek pada fitur yang sudah ada.• Meningkatkan waktu yang diperlukan untuk memvalidasi aplikasi
  • Mendesain LayoutModel AplikasiAda 3 Model Aplikasi:1. Berbasis Dokumen Aplikasi ini menghasilkan sebuah dokumen berupa file-file yang nantinya bisa dibuka dan dirubah kembali jika perlu. Aplikasi yang berbasis dokumen misalnya: Microsoft Word, Microsoft Excel, Open Office, Corel Draw, Photoshop, dll.2. Berbasis Non Dokumen Aplikasi ini sifatnya tidak menghasilkan dokumen yang bisa dibuka dan dirubah kembali. Contoh dari aplikasi berbasis non dokumen ini adalah: Microsoft Outlook, MySQL, MYOB, dll
  • Mendesain Layout3. Utilitas Aplikasi ini sifatnya adalah untuk penunjang saja (sifatnya hanya tambahan). Ada kecenderungan aplikasi seperti ini menekankan pula pada style disamping fitur aplikasi. Contoh dari aplikasi ini adalah seperti aplikasi untuk mendengarkan musik atau menonton video (Winamp, Media Player, PowerDVD), aplikasi untuk anti virus (Kaspersky, Norton, F-Secure)
  • 1. Layout Berbasis Dokumen Microsoft Word 2003 Header Menubar Toolbar pane Lembar kerja
  • Macromedia Flash MX 2004
  • 2. Layout Berbasis Non DokumenMicrosoft Outlook 2003
  • My SQL
  • M.Y.O.B
  • 3. Layout UtilitasAda kecenderungan aplikasi seperti ini menekankanpula pada style disamping fitur aplikasi Power DVD XP
  • Kaspersky Anti Virus
  • Control Center Pada Linux
  • 30