Shabu shabu

1,650 views
1,457 views

Published on

makan tu

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,650
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
13
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Shabu shabu

  1. 1. MENGENAL “SHABU SHABU”Shabu shabu merupakan kelompok narkotika yang merupakan stimulans sistemsaraf dengan nama kimia methamphetamine hidrochloride, yaitu turunan daristimulan saraf amfetamin. Shabu shabu dikenal juga dengan julukan lain sepertiglass, quartz, hirropon atau ice cream, Shabu shabu umumnya berbentuk kristalberwarna putih seperti gula pasir atau vetsin (bumbu penyedap makanan).Metamfetamin murni bentuknya seperti pecahan kristal kaca tidak berwarna.Rumus kimianya adalah (S)-N-methyl-l-phenylpropan-2-amine (C10H15N)Dahulu metamfetamin digunakan tentara ketika berperang untuk menghilangkanrasa takut dan untuk membuat lebih agresif, seperti pada Perang Dunia yangdigunakan oleh tentara Jerman, Rusia dan Jepang. Metamfetamin dibuat dariAmfetamin yang awalnya digunakan sebagai inhaler pernapasan (nasaldecongestant dan bronchial inhaler) dan senyawa ini aktif bekerja dalam waktu6-8 jam. Bahan ini dapat meningkatkan aktifitas dan juga dipakai untukmenurunkan nafsu makan dalam rangka menguruskan badan.Pada tahun 1950-an shabu shabu banyak digunakan untuk keperluan medis.Tetapi setelah diketahui berbahaya dan dapat digunakan untuk kejahatan, makasekarang penggunaan legalpun sangat ketat sekali.PEMAKAIAN SHABU SHABU DAN EFEK PADA KESEHATANShabu shabu dikonsumsi dengan cara membakarnya diatas aluminium foilsehingga mengalir dari ujung yang satu keujung yang lain. Kemudian asap yangditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnyaberisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada
  2. 2. waktu melewati air tersebut. Ada juga sebagian pemakai memilih membakarshabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkinditimbulkan aluminium foil yang terhirup.Shabu sering dikeluhkan sebagai penyebab paranoid (rasa takut yangberlebihan), menjadi sangat sensitif (mudah tersinggung), terlebih bagi merekayang sering berpikir tidak positif dan halusinasi visual. Masing masing pemakaimengalami efek tersebut dalam kadar yang berbeda. Shabu mempunyaipengaruh yang sangat kuat terhadap syaraf. Pengguna shabu cenderung untukmenggunakan shabu dalam jumlah yang banyak dalam satu sesi dan sukaruntuk berhenti kecuali shabu yang dimiliki telah habis dan pengguna juga akanselalu merasa tergantung pada shabu tersebut.Pengaruh pemakaian langsung dapat menyebabkan nafsu makan berkurang,kecepatan napas dan denyut jantung meningkat secara tidak normal, demamtinggi, pupil melebar, rasa nyaman, energi dan kepercayaan diri meningkatsecara tidak normal, susah tidur, hiperaktif dan banyak bicara, mudah panik,mudah tersinggung, mudah marah dan agresif, pembuluh darah dapat pecahdan menyebabkan kematian.Bila penggunaannya dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkanmenurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan penyakit, beresiko tinggikurang gizi, dapat mengalami gangguan jiwa, ketergantungan, keracunanterhadap logam berat dari aluminium foilSedangkan bila pecandu mengalami gejala putus obat menyebabkan cepatmarah, tidak tenang/gelisah, cepat lelah, tidak bersemangat/ingin tidur terusDIAGNOSAAmfetamine dapat disalahgunakan melalui cara inhaler, penyalahgunaan obatyang tidak rutin (occasional abuse), penyalahgunaan obat yang kronik (chronicoral abuse), penyalahgunaan melalui intravena (intravenous abuse).Diagnosa biasanya berdasarkan : Riwayat pengguna amfetamine dan gambaran klinik dari intoksikasi obat
  3. 3. Simpatomimetik. Pemeriksaan spesifik Amfetamine dapat dideteksi melalui urine dan cairan lambung. Bagaimanapun kadar serum kuantitatif tidak berhubungan dengan beratnya efek klinis. Amfetamin ditemukan sangat cepat setelah penggunaan dan dieksresi hanya dalam beberapa hari. Toksisitas sangat kurang berhubungan dengan kadar dalam serum. Dilaporkan pula bahwa untuk mendeteksi penyalahgunaan amfetamine dapat diperiksa pada rambut manusia. Pada keringat amfetamine dapat dideteksi segera setelah dikonsumsi. Saliva atau air liur dapat digunakan pula sebagai bahan untuk mendeteksi amfetamine. Tetapi kadar obatnya jauh lebih rendah daripada dalam urine, biasanya dapat digunakan pada keadaan toksik akut. Pemeriksaan lain Kadar elektrolit, glukosa, BUN dan kreatinin, COK, urinalisis, urine dipstick test untuk memeriksa hemoglobin yang tersembunyi. EKG dan monitoring EKG, serta CT scan.PENATALAKSANAANPenatalaksanaan terhadap toksisitas dari amfetamine bertujuan untukmenstabilisasi fungsi vital, mencegah absorbsi obat yang lebih lanjut,mengeliminasi obat yang telah diabsorbsi, mengatasi gejala toksik spesifik yangditimbulkan dan disposisi. Toksisitas amfetamine kurang berhubungan dengankadar dalam serum, penatalaksanaan hanya berupa perawatan tidak spesifikberdasarkan gejala klinik yang ditimbulkan.1. Tindakan emergensi dan suportif a. Mempertahankan fungsi pernafasan - Terapi agitasi: Midazolam 0,05-0,1 mg/Kg IV perlahan-lahan atau 0,1 - 0,2 mg/kg IM; Diazepam 0,1-0,2 mg/kg IV perlahan-lahan; Haloperidol 0,1-0,2/kg IM atau IV perlahan-lahan. - Terapi kejang: Diazepam 0,1-0,2 mg/kg BB IV; Phenitoin 15-20 mg/kg BB infus dengan dosis 25-50 mg/menit; pancuronium dapat digunakan
  4. 4. bila kejang tidak teratasi terutama dengan komplikasi asidosis dan atau rabdomiolisis - Terapi coma : Awasi suhu, tanda vital dan EKG minimal selama 6 jam b. Terapi spesifik dan antidotum, pada amfetamine tidak ada antidotum khusus c. Terapi hipertensi: phentolamine atau nitroprusside d. Terapi takiaritmia: propanolol atau esmolol e. Terapi hiperthermia: bila gejala ringan terapi dengan kompres dingin atau sponging bila suhu lebih dari 40oC atau peningkatan suhu berlangsung sangat cepat terapi lebih agresif dengan menggunakan selimut dingin atau ice baths. Bila hal ini gagal dapat digunakan Dantrolene. Trimethorfan 0,3-7 mg/menit IV melalui infus f. Terapi hipertensi dengan bradikardi atau takikardi bila ringan biasanya tidak memerlukan obat-obatan. Hipertensi berat (distolik > 120 mmHg) dapat diberikan terapi infus nitroprusid atau obat-obat lain seperti propanolol, diazoksid, khlorpromazine, nifedipin dan fentolamin. g. Gejala psikosa akut sebaiknya diatasi dengan supportive environment dan evaluasi cepat secara psikiatri. Gejala yang lebih berat dapat diberikan sedatif dengan khlorpromazin atau haloperidol.2. Dekontaminasi Dekontaminasi dari saluran cerna setelah penggunaan amfetamine tergantung pada jenis obat yang digunakan, jarak waktu sejak digunakan, jumlah obat dan tingkat agitasi dari pasien. Pada pasien yang mempunyai gejala toksik tetapi keadaan sadar berikan arang aktif 30-100 gr pada dewasa dan pada anak-anak 1-2 gr/kg BB diikuti atau ditambah dengan pemberian katartik seperti sorbitol. Bila pasien koma lakukan kumbah lambung dengan menggunakan naso atau orogastric tube diikuti dengan pemberian arang aktif.
  5. 5. Referensi1. Nelia P. Cortes – Maramba Cs, Algorithms Of Common Poisonings Part 1, Second EditionNational Poison Control and Informations Services, Philippine, 1998.2. Olson, K.R, Poisoning and Drug Overdoses, Fifth Edition, Mc Graw Hill Lange, 2007.3. http://nsws.multiply.com/journal/item/3 (Juni 2010)4. http://marami.dagdigdug.com/index.php/archives/20 (diunduh Mei 2010)5. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1980/3/bedah- iskandar%20japardi8.pdf.txt ( diunduh Juni 2010)6. http://narkobaku.tripod.com/jenis_narkotika.htm (diunduh Mei 2010)

×