Your SlideShare is downloading. ×
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA INTERNE...
PBL adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkahawal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan...
Kimia merupakan mata pelajaran yang termasuk rumpun sains, yang tidakterlepas dari konsep, teori dan hitungan. Oleh karena...
penguasaan    konsep-konsep     kimia    dalam    suasana    pembelajaran     yangmenyenangkan bagi siwa. Sehingga dengan ...
Hasil dan Pembahasan        Agar hasil penelitian yang diharapkan dapat tercapai telah dilakukanpenelitian di kelas VII Se...
ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pemeblajaran zat adiktif masihrendah.Pengaruh Pendekatan Project based Lear...
Group Statistics                                                                    Std.         Std. Error               ...
learning tanpa menggunakan media internet lebih efektif daripada pendekatanproject based learning menggunakan media intern...
Purworini, S.E., (2005), Pembelajaran Berbasis Proyek Sebagai Upaya           Mengembangkan Habit of Mind, Jurnal pendidik...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pbl

1,129

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,129
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pbl"

  1. 1. PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA INTERNET PADA PEMBELAJARAN ZAT ADITIF Dina Adreini Br Tarigan Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan, Jl. Iskandar, Pasar V Medan Estate 20221, e-mail: MsDinadreini@yahoo.comAbstrak The affect of project based learning using Internet towards student’sachievement and affect of student’s motivation which is taught by project basedlearning using Internet towards student’s achievement is explained. The researchwas done in Junior High School of Government I Berastagi, Kabupaten Karo,North Sumatera. The subject matter which is selected is Additive matter. Theaffect of project based learning using Internet towards student’s achievement andaffect of student’s motivation which is taught by project based learning usingInternet towards student’s achievement has evaluated and analyzed. The studyconcluded that teaching additive matter by project based learning using Internetand student’s motivation is not different significantly with teaching by projectbased learning without using Internet.Pendahuluan Motivasi memegang peranan yang penting dalam proses belajar. Apabilaguru dan orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada siswa atauanaknya, maka dalam diri siswa atau anak akan timbul dorongan dan hasrat untukbelajar lebih baik. Memberikan motivasi yang baik dan sesuai, maka anak dapatmenyadari akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan belajartersebut. Motivasi belajar juga diharapkan mampu menggugah semangat belajar,terutama bagi para siswa yang malas belajar sebagai akibat pengaruh negatif dariluar diri siswa. Selanjutnya dapat membentuk kebiasaan siswa senang belajar,sehingga prestasi belajarnya pun dapat meningkat. Dalam usaha mempersiapkansumber daya manusia yang berkualitas, bidang usaha pendidikan formalmemegang peranan yang dominant. Usaha pendidikan formal ini merupakanbagian dari system pendidikan nasional yang berpedoman pada kurikulum sekolahyang ditetapkan oleh pemerintah.
  2. 2. PBL adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkahawal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru (Suradijono,2004). Atau menurut Boud & Felleti (dalam Kamdi, 2003) menyatakan bahwa.Problem based learning is a way of constructing and teaching course usingproblem as a stimulus and focus on student activity. Memperhaikankarateristiknya yang unik dan komprehensif, model Pembelajaran Berbasis Proyek(Project Based Learning) cukup potensial untuk memenuhi tuntutan pembelajaran.model Pembelajaran Berbasis Proyek membantu peserta didik dalam belajar: (1)pengetahuan dan keterampilan yang kokoh dan bermakna guna (meaningful-use)yang dibangun melalui tugas-tugas dan pekerjaan yang otentik. (2) memperluaspemnngetahuan melalui keotentikan kegiatan kurikuler yang terdukung olehproses kegiatan belajar melakukan perencanaan (designing) atau investasi yangopen-ended, dengan hasil atau jawaban yang tidak ditetetapkan sebelumnya olehperspektif tertentu; dan (3) dalam proses membangun pengetahuan melaluipengalaman dunia nyata dan negosiasi kognitif antarpersonal yang berlangsung didalam suasana kerja kolaboratif. Wilis, 2000 (dalam Khamdi, 2001). Perkembangan informasi saat ini telah menjalar dan memasuki setiapdimensi aspek kehidupan manusia. Teknologi informasi saat ini telah mamainkanperan yang besar dalam kegiatan bisnis, perubahan struktur organisasi danmanajemen organisasi. Di lain pihak teknologi informasi juga memberikanperanan yang besar dalam peranan keilmuan dan menjadi sarana utama dalaminstitusi akademik . mengutip apa yang dikatakan Kamdi (2001). Secara garisbesar, teknologi informasi memiliki peranan: 1) dapat menggantikan peranmanusia, dalam hal ini dapat melakukan otomasi tugas atau proses. 2)memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadapsutautugas dan proses; 3) berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia,dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap kumpulan proses dan tugas.Berdasarkan pemahaman diatas, maka kehadiran teknologi informasi telahmemberikan kekuatan dan merupakan potensi besar jikalau dimanfaatkan denganbaik (Prasetyo. 2008).
  3. 3. Kimia merupakan mata pelajaran yang termasuk rumpun sains, yang tidakterlepas dari konsep, teori dan hitungan. Oleh karenanya tidak semua siswa dapatmemahami pelajaran kimia dengan mudah. Beberapa siswa masih merasakesulitan dalam mempelajari kimia, Ini dapat dilihat dari data nilai rata ujian akhirmata pelajaran bahasa inggris 4,00. Sementara untuk pelajaran kimia, matematika,fisika dan biologi nilai rata-rata siswa adalah 5,00. Pada tahun 2004/2005 nilairata-rata ujian nasional mereka 6,26, pada tahun 2005/2006 6,22 dan 7,13 padatahun 2006/2007 sementara tahun 2007/2008 nilai rata-rata mereka 7,34(Puspendik, 2008). Indikator ini menunjukkan bahwa masih ada masalah-masalahpembelajaran yang terjadidalam pembelajaran kimia. Untuk mengatasi masalah pembelajaran tersebut perlu diubah orientasinyadari pembelajaran berorientasi pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaranberorientasi pada siswa (student-centered). Karenya perlu diperkenalkan padaguru pendekatan pembelajaran yang relevan. Salah satu pokok bahasan yang adadi SMP kelas VIIIdalam KTSP adalah zat aditif pada makanan, pokok bahasan inimempelajari tenatng pengertian, macam-macam zat aditif dan bahaya zat aditifterhadap kesehatan. Zat aditif merupakan bahan yang sering dijumpai siswa didalam kehidupan sehari-hari, namun siswa belum mengenal bahwa bahan yangditemui merupakan zat aditif. Oleh karena itu, perlu digunakan suatu metodepembelajaran yang menunjang pengetahuan dan pemahaman siswa tentang zataditif pada makanan. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah project basedleaning menggunakan media internet.Zat Aditif Makanan Pelaksanaan pemebelajaran kimia pada materi zat adiktif pada makananmemerlukan media pembelajaran untuk mencari dan mempelajari mater tersebutsecara luas. Penelitian ini akan mengujicobakan pendekatan project based learningmenggunakan medi internet. Proses pemebelajaran zat adiktif pada makananbersifat nyata, misalnya apa jenis-jenisnya, dari mana sumbernya, untuk apakegunaan yang sebenarnya dan bagaimana bahaya penyalahgunaannya.Penggunaan pendekatan ini diyakini akan dapat membangun pemahaman dan
  4. 4. penguasaan konsep-konsep kimia dalam suasana pembelajaran yangmenyenangkan bagi siwa. Sehingga dengan pendekatan dan media yang sesuaiakan meminimlakan hambatan yang ada dan meningkatkan motivasi belajarsiswa. Motivasi belajara yang tinggi akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Metode Penelitian Sebagai populasi adalah Siswa Sekolah Mengah Pertama Negeri 1Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara terdiri dari 2 kelas yang ditentukandengan teknik pengambilan secara acak (random sampling) sebagai kelasperlakuan yaitu: (a) Kelompok A adalah kelas yang dibelajarkan denganpembelajaran project based learning mengunakan internet. (b) Kelompok B adalahkelas yang dibelajarkan dengan pembelajaran project based learning tanpamenggunakan internet. Dalam melakukan penelitian ini melibatkan dua perlakuanyang berbeda antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.Prosedur dan pelaksanaan Penelitian Prosedur penelitian ini meliputi penyususnan instrument pengajara yaitutes hasil belajar dan angket motivasi siswa. Penyusunan instrument mengikutisilabus KTSP mata pelajaran kimia SMP pokok bahasan Zat Aditif. Sebelumdilakukan pengajaran terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol terlebih dahuludilakukan pretes, bertujuan untuk mengukur kemampuan dan penguasaan siswaterhadap pokok bahasan yang akan diajarkan dan dilanjutkan pengajaran denganpendekatan project based learning menggunakan media internet untuk kelaseksperimen, dan pengajaran dengan pendekatan project based learning tanpamenggunakan media internet untuk kelas kontrol. Selanjutnya dilakukan evaluasiakhir pertama (postes I) setelah pembelajaran, setelah satu bulan berlalu dilakukanevalusi akhir (postes II). Data berupa hasil belajar siswa diolah denganmenggunakan SPSS 17 software untuk penarikan kesimpulan.
  5. 5. Hasil dan Pembahasan Agar hasil penelitian yang diharapkan dapat tercapai telah dilakukanpenelitian di kelas VII Sekolah Menengah Pertama negeri 1 Berastagi KabupatenKaro Sumatera Utara. Alasan pemilihan lokasi sampel adalah didasarkan olehpertimabangan bahwa sekolah tempat penelitian dekat dengan lokasi tinggalpeneliti, sehingga mengefektifkan waktu untuk melakukan penelitian. Jumlahsampel di setiap kelas dipilih sebanyak 40 siswa per-kelas, untuk kelaseksperimen dan kelas kontrol.Hasil Belajar Siswa Sebelum Perlakuan Untuk mengukur pengetahuan siswa dan penguasaan siswa terhadapmateri zat aditif yang akan diajarkan, dan untuk melihat tingkat homogenitas dannormalitas sampel, maka sebelum pembelajaran terlebih dahulu dilakukanevaluasi pendahuluan terhadap seluruh sampel (kelas eksperimen dan kelaskontrol). Hasil evaluasi data pretes hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yangdiajarkan menggunakan media internet dengan pendekatan project based learning,dan kelas kontrol dengan pendekatan project based learning tanpa media internetdapat dilihat pada tabel 1. Hasil pengumpulan data sebelum perlakuan umumnyabelum mengetagui materi zat aditif. Yang ditunjukkan dengan rendahnya hasilbelajar siswa. Dimana rata-rata hasil belajar untuk kelas eksperimen adalah7,55±1,108, dan untuk kelas kontrol 7,4 ±1,08. Baik kelas eksperimen maupunkelas kontrol sama-sama memiliki hasil belajar yang rendah. Uji normalitas danhomogenitas yang dilakukan terhadap data pretes menunjukkan bahwa data adalahnormal dan homogen.Tabel 1. Hasil belajar siswa berdasarkan pretes pada pembelajaran zat adiktif di kelas eksperimen dan kelas kontrolGroup Statistics kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean hasil belajar kimia eksperimen 40 7.5500 1.10824 .17523 kontrol 40 7.4250 1.08338 .17130 Diperoleh bahwa sig, 0.794>0.05, ini berarti tidak terdapat perbedaan hasilbelajar yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Analisa data
  6. 6. ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pemeblajaran zat adiktif masihrendah.Pengaruh Pendekatan Project based Learning menggunakan Media Internet Pengaruh pendekatan project based learning menggunakan media internetpada pokok bahasan zat adtitif telah dievaluasi. Postes I dilakukan setelahmemberi perlakuan dan hasilnya diringkaskan pada tabel 2. Pengaruh pendekatanproject based learning menggunakan media internet dilakukan untuk mengetahuikemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan zat aditif.Analisis data menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan belajar yang signifikansetelah siswa diajar dengan pendekatan project based learning menggunakanmedia internet.Tabel 2. Hasil belajar siswa berdasarkan postes I pada pembelajaran zat adiktif di kelas eksperimen dan kelas kontrol.Group Statistics Std. Error kelas N Mean Std. Deviation Mean nilai postes eksperimen 40 60.5750 19.08535 3.01766 kontrol 40 56.1250 17.31782 2.73819Analisis statistik yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yangsignifikan dari pendekatan project based learning menggunakan media internetterhadap hasil belajar siswa dimana : sig, 0.283>ttabel0.05.Pengaruh Motivasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa dianalisisdengan menggunakan aplikasi SPSS 17. Pengaruh motivasi terhadap hasil belajarsiswa datampilkan pada tabel 3.abel 3. Pengaruh motivasi terhadap hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Group Statistics Std. Std. Error kelas N Mean Deviation Meandata motivasi siswa eksperimen 40 854.8250 80.63176 12.74900
  7. 7. Group Statistics Std. Std. Error kelas N Mean Deviation Meandata motivasi siswa eksperimen 40 854.8250 80.63176 12.74900 kontrol 40 597.4250 75.48132 11.93465 Dari analisis data statistik, diperoleh bahwa sig, 0.567>0.05, ini berartitidak terdapat pengaruh yang signifikan dari motivasi terhadap hasil belajar siswa.Efektivitas Pendekatan Project based Learning menggunakan MediaInternet Besarnya efektivitas hasil belajar siswa diukur dengan membandingkanhasil belajar siswa 1 bulan setelah diberi perlakuan pada kelas eksperimen dankelas kontrol. Efektivitas Pendekatan Project based Learning menggunakan MediaInternet terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan zat adiktif ditampilkanpada tabel .4.Tabel.4. Efektivitas Pendekatan Project based Learning menggunakan Media Internet terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan zat adiktif Hasil belajar siswa Kelas Eksperimen Kelas kontrol Postes I Postes II Efektivitas Postes I Postes II Efektivitas (%) (%) 60, 5750 52.75 14 56,1250 46.8 19,92 Tabel diatas menunjukkan bahwa efektivitas hasil belajar denganpendekatan project based learning tanpa media internet lebih tinggi daripadapendekatan project based learning menggunakan media internet.Simpulan Dan Saran Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruhyang signifikan dari motivasi terhadap hasil belajar siswa melalui pendekatanproject based learning menggunakan media internet. Selanjutnya tidak terdapatpengaruh yang signifikan dari pendekatan project based learning menggunakanmedia internet dengan terhadap hasil belajar siswa. Pendekatan project based
  8. 8. learning tanpa menggunakan media internet lebih efektif daripada pendekatanproject based learning menggunakan media internet. Dari hasil penelitian yang diperoleh, yang menjadi saran adalah:hendaknya pengajar kimia menggunakan pendekatan project learning tanpamenggunakan media internet, karena lebih efektif dalam meningkatkan hasilbelajar siswa. Hendaknya pengajar kimia lebih bijaksana dan memberikanpengarahan dalam melakukan proses pembelajaran menggunakan media internetkepada siswa, agar siswa dapat menggunakan media internet sebagai penunjangkegiatan belajar dengan tepat.Ucapan Terimakasih Ucapan terimakasih disampaiakan kepada Dikti Depdiknas dan semuapihak yang telah memberi dukungan dana untuk penelitian ini. Kepala SekolahSMP Negeri 1 Berastagi beserta guru yang telah membantu dalam pelaksanaanpenelitian.Daftar PustakaCrow, L.D., (1984), Educational Physicology, Bina Ilmu, SurabayaDoppelt, Y., (2003) International Journal of Technology and Design Education 13, 255–272, 2003. Kluwer Academic Publishers. Printed in the Netherlands.Gerbang., (2005), Pentingnya Kreativitas Dalam Dunia Pendidikan. Edisi 4 tahun.V-2005Hamalik, O., (1984), Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, Bumi Aksara, BandungHasibuan, MSP., (2001), Organisasi dan Motivasi, Bumi Aksara, JakartaKamdi, W., (2001), Program Based Learning Section, Pendekatan Pembelajaran Inovatif, http://waraskamdi.comNasution, S., (2006), Pemanfaatan Internet Guna Mendukung Kegiatan Perkuliahan Mahasiswa Pasca Sarjana, Unimed, MedanPrasetyo A., (2008), Pemanfaatan Internet Sebagai Media Pembelajaran, http://www.google.com/pbl-1.htm
  9. 9. Purworini, S.E., (2005), Pembelajaran Berbasis Proyek Sebagai Upaya Mengembangkan Habit of Mind, Jurnal pendidikan Inovatif.Puspendik, (2008), http://puspendik.com/ebtanas/hasil 2008/rata 08/index.htm.Sardirman, A.M., (2003), Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar, Raja Grafindo Persada, JakartaThomas, J.W., (2000), A Review of Research on Project-Based Learning, The Autodesk Foundation 111 McInnis Parkway San Rafael, California

×