Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Model Project Based
Learning (PBL) di Kelas X SMA Negeri 1 Inderalaya
Rahma Sis...
memadai, dan memanfaatkan lingkungan

adalah

sekitar sebagai sumber belajar (Depdiknas,

menginduksi kreatifitas siswa, m...
harian masih tergolong rendah. Guru harus

dengan

mengadakan remidial sebanyak dua kali

berdasarkan pengalaman. Untuk me...
melibatkan siswa dalam suatu kegiatan
pemecahan

masalah

dan

tugas–tugas

2. Berfokus pada pertanyaan/ masalah
(driving ...
pembelajaran,

serta

memberikan

METODE PENELITIAN

pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan

Penelitian ini merupakan pene...
mengetahui gambaran

aktivitas

siswa

Nilai

f

Perentas (%)

Kategori

selama proses pembelajaran dengan model

Pertemua...
Nilai

f

Perentas (%)

Kategori

Pertemuan Kelima (13 Februari 2013)

kategori sangat aktif, 16 siswa atau
51,61% termasu...
Tabel 2. Distribusi Aktivitas

Tabel 3. Distribusi Nilai Latihan Siswa

Siswa dengan Model Project Based

Nilai

f

Perent...
Berdasarkan tabel 4 di atas, dapat

Nilai hasil belajar siswa adalah 3 x

diketahui bahwa terdapat 5 siswa atau

nilai lat...
matematika dengan model Project Based

sekolah yang ingin dijadikan tempat

Learning (PBL)

dapat dilihat dari

penelitian...
Dimana aktivitas-aktivitas yang dilakukan

aktif. Pada tahap ini siswa diminta untuk

siswa adalah: (a) Siswa mongkonstruk...
pembahasan dengan baik yaitu kelompok

langkah-langkah kerja yang digunakan

3,

untuk menyelesaikan proyek berdasarakan

...
Berdasarkan gambar 3. siswa hanya

Soal No 4 Tes Akhir
4, Dinda dan Meta mengamati puncak

menuliskan jarak antara tiang b...
tentukanlah

tinggi

pohon

tersebut!

(Tinggi pengamat di abaikan).
Adapun hasil jawaban siswa untuk
soal no 6 tes akhir,...
kemampuan
mengajar,

peneliti

dan

pengelolaan

pengalaman
kelas,

dan

bekerjasama melakukan kegiatan belajar
dan berkol...
Untuk hal ketiga, kondisi di mana
siswa yang cukup aktif dengan hasil

kelompok maupun individu, agar hasil
belajar siswa ...
sebagai berikut: nilai rata-rata latihan

pembelajaran

matematika

sebagai

siswa adalah 77,09 , nilai rata-rata

salah s...
Darmawan, D. 2012. “Konsep Dasar
Pembelajaran”.
http://file.upi.edu/browse.php?dir=D
irektori%2FFIP%2F&search=konse
p_pemb...
Pangastuti, S. 2011. “Penerapan Model
Pembelajaran Berbasis Proyek untuk
Meningkatkan
Hasil
Belajar
Matematika
Berdasarkan...
20
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Jurnal Matematika - Pelaksanaan Pembelajran Matematika dengan Model Project Based Learning (PBL) di Kelas X SMA Negeri 1 Inderalaya

15,720 views

Published on

0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
15,720
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,247
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal Matematika - Pelaksanaan Pembelajran Matematika dengan Model Project Based Learning (PBL) di Kelas X SMA Negeri 1 Inderalaya

  1. 1. Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Model Project Based Learning (PBL) di Kelas X SMA Negeri 1 Inderalaya Rahma Siska Utari, Dra. Trimurti Saleh, M.A., dan Dra. Indaryanti, M.Pd. Jurusan Pendidikan MIPA, Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Unsri email: ama.utari@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning di kelas X SMA Negeri I Inderalaya yang dilihat dari aktivitas dan hasil belajar siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X.D yang berjumlah 31 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dan tes. Observasi digunakan untuk melihat aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan model Project Based Learning. Tes digunakan untuk melihat hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa dalam pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning secara keseluruhan dikategorikan aktif dengan nilai rata-rata 77,91. Hasil belajar siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 78,49. Pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning merupakan akumulasi dari aktivitas dan hasil belajar siswa, persentase pelaksanaan Project Based Learning adalah 79,03%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning di kelas X SMA Negeri 1 Inderalaya dikategorikan baik. Kata-kata kunci : pelaksanaan Project Based Learning, aktivitas siswa, hasil belajar siswa. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu maupun kegunaannya dalam kehidupan disiplin ilmu yang dipelajari di lembaga sehari-hari, serta dengan menggunakan pendidikan, diberikan kepada siswa sejak konsep dan prinsip matematika, dapat tingkat dasar sampai ke jenjang yang lebih membantu siswa untuk mengkaji sesuatu tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa secara logis, kreatif, dan sistematis. matematika sebagai suatu mata pelajaran Dalam pelaksanaan pembelajaran di yang memiliki peranan cukup penting, kelas guru diperkenankan menggunakan baik pendekatan multistrategi dan multimedia, pola pikir matematika dalam membentuk siswa menjadi berkualitas sumber belajar dan teknologi yang 1
  2. 2. memadai, dan memanfaatkan lingkungan adalah sekitar sebagai sumber belajar (Depdiknas, menginduksi kreatifitas siswa, melatih 2006:6). Pemilihan strategi, pendekatan, siswa dalam berfikir kritis, rasional, dan model, meningkatkan dan metode matematika di pembelajaran kelas, juga harus disesuaikan pada kurikulum yang berlaku, yaitu Kurikulum yang pemahaman dapat terhadap materi yang diajarkan serta memberi pengalaman nyata terhadap siswa. Satuan Dibalik pentingnya pemilihan suatu bersesuaian model pembelajaran untuk dilaksanakan dengan tujuan mata pelajaran matematika di kelas, perlu juga diperhatikan tingkat di sekolah untuk masing-masing jenjang keberhasilan siswa dalam mempelajari pendidikan. materi matematika. Studi awal lapangan Pendidikan (KTSP) Tingkat pembelajaran serta Salah satu model pembelajaran yang inovatif, mengacu dan mata pelajaran matematika di SMA Negeri bersesuaian dengan tujuan mata pelajaran I Inderalaya, Ibu Sundari, S.Pd. Beliau matematika menyatakan bahwa proses pembelajaran untuk pada KTSP adalah melakukan wawancara dengan guru sekolah menengah adalah adalah Project Based Learning matematika (PBL). menggunakan pendekatan pembelajaran Project Based Learning di pembelajaran, siswa melakukan aktivitas- Centered Learning). Siswa belajar dengan aktivitas belajar melalui proyek yang diberi sudah dirancang, untuk mengembangkan refrensi, sumber atau penjelasan dari pengetahuan mereka agar mendapatkan materi pengalaman kemudian siswa mengkaji isi materi sepanjang hayat. baru tugas, yang seperti: akan (Student mencari dipelajari, Mahmudi (2011:1-2) menyatakan bahwa tersebut Project membuat ringkasan dari materi tersebut, Based meningkatkan Learning pemahaman dapat matematika secara siswa sudah yang suatu pada X menempatkan siswa sebagai pusat proses belajar berpusat kelas selanjutnya berkelompok, masing-masing menjelaskan proyek nyata yang mereka hasilkan. anggota kelompok yang lain, tetapi guru Susanti (2008:107) menyatakan bahwa hasil belajar siswa Learning pada saat latihan soal-soal atau ulangan menuliskan Muchtar Project Based tersebut kelompok siswa, menjadikan siswa produktif dengan dan materi dan kepada 2
  3. 3. harian masih tergolong rendah. Guru harus dengan mengadakan remidial sebanyak dua kali berdasarkan pengalaman. Untuk mengatasi kepada sebagian siswa di salah satu kelas permasalahan tersebut, guru hendaknya X, dari kelas tersebut hanya 40% siswa melakukan inovasi dalam pembelajaran yang nilainya mencapai KKM yaitu ≥ 70, matematika dengan kata lain kurang dari setengah melaksanakan pembelajaran matematika siswa yang berhasil dalam mempelajari dengan model Project Based Learning materi matematika dan 60% siswa lainnya (PBL). Pada pembelajaran berbasis proyek harus mengikuti remidial pertama. Setelah siswa aktif membangun pengetahuan baru diadakan remidial pertama ternyata masih dari pengetahuan yang telah ada, siswa ada 23% siswa yang harus mengikuti diberikan kebebasan untuk mengerjakan remidial kedua, hal ini mengindikasikan proyek bahwa proses pembelajaran yang terjadi pengetahuan yang mereka miliki, siswa tidak efektif, tidak menarik bagi siswa, belajar melalui aktivitas-aktivitas untuk dan tidak melibatkan aktivitas belajar membangun siswa secara menyeluruh. (learning by doing), dan pada akhirnya Rendahnya hasil belajar siswa dapat melakukan di dan kelas. berdasarkan suatu belajar Guru dapat pemahaman dan pengetahuan baru siswa diharapkan menghasilkan suatu terjadi, karena siswa tidak membangun produk yang mengindikasikan bahwa pengetahuannya sendiri melalui aktivitas siswa telah memahami materi tersebu. belajar yang bermakna, siswa hanya belajar berdasarkan buku dan penjelasan guru, tanpa pembelajaran Thomas (2000:2) menyatakan model berakibat Project Based Learning adalah model pembelajaran yang terjadi tidak tersimpan pembelajaran inovatif, yang menekankan baik belajar kontekstual secara mengalami Model Project Based Learning (PBL) langsung, dimemori yang otak. DePorter dan melalui kegiatan– Hernacki (2011:38) menyatakan bahwa kegiatan kompleks. Buck Institute for otak akan menyimpan ingatan lebih lama Education ketika bahwa seseorang mengalami suatu (BIE) (2012) pembelajaran menyatakan berbasis proyek kejadian/ peristiwa dengan melakukan adalah pembelajaran yang berfokus pada aktivitas konsep–konsep yang nyata, seperti belajar utama disiplin ilmu, 3
  4. 4. melibatkan siswa dalam suatu kegiatan pemecahan masalah dan tugas–tugas 2. Berfokus pada pertanyaan/ masalah (driving question) bermakna lainnya, memberi peluang siswa Proyek berfokus pada pertanyaan atau bekerja secara otonom mengkonstruksi masalah, yang mendorong siswa menjalani belajar mereka sendiri, dan puncaknya (dengan kerja keras) konsep-konsep dan menghasilkan produk karya siswa bernilai prinsip-prinsip dan realistik disiplin. Blumenfeld, dkk., (dalam Thomas, 2000:1) mendefinisikan, “Pembelajaran inti atau pokok dari 3. Penyelidikan konstruktif/ (constructivisme investigation) berbasis proyek sebagai suatu pendekatan Proyek melibatkan siswa dalam investigasi komperehensif dan konstruktif. Investigasi mungkin berupa pembelajaran yang dirancang agar siswa proses desain, pengambilan keputusan, melakukan riset terhadap permasalahan penemuan masalah, pemecahan masalah, nyata yang prosesnya berjangka waktu”. diskoveri, untuk pengajaran Dengan demikian Project Based Learning adalah salah satu model atau proses pembangunan model. 4. Otonomi (autonomy) pembelajaran yang berfokus pada konsep Siswa lebih diberikan kesempatan untuk dan prinsip inti sebuah disiplin ilmu, mengerjakan proyek sesuai sesuai dengan memfasilitasi siswa untuk berinvestigasi, minat dan kemampuan. pemecahan 5. Realistik (realism) masalah, dan tugas-tugas bermakna lainnya yang berpusat pada Proyek siswa, menghasilkan produk nyata, dan proyek memberikan keontentikan pada prosesnya relatif berjangka waktu. siswa. Karakteristik ini Karakteriristik Project Based Learning Tahap-tahap Project Based Learning 1. Keterpusatan (centrality). 1. Tahap presepsi/ pendahuluan Proyek dalam Project Based Learning Untuk menarik minat siswa dalam proses adalah pusat atau inti kurikulum, bukan pembelajaran guru memberikan motivasi pelengkap kurikulum. kepada siswa, motivasi dapat diberikan dalam adalah bentuk realistik. Karakteristik menyampaikan tujuan 4
  5. 5. pembelajaran, serta memberikan METODE PENELITIAN pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan Penelitian ini merupakan penelitian kepada materi yang akan dipelajari. deskriptif yang 2. Tahap perencanaan proyek memperoleh gambaran tentang Pada tahap perencanaan proyek langkah pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilakukan siswa adalah mendesain dengan model Project Based Learning perencanaan proyek (design a plan for yang dilihat dari aktivitas dan hasil belajar project) dan membuat jadwal pelaksanaan siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah proyek (creates a schedule). : (1) Aktivitas belajar siswa adalah 3. Tahap pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan-kegiatan yang terjadi selama proyek proses Pada tahap ini siswa melaksanakan proyek dilihat dari lima tahap Project Based sesuai perencanaan yang dibuat sekaligus Learning yaitu: tahap presepsi, tahap menyelesaikan proyek di bawah monitor perencaan proyek, tahap pelaksanaan dan guru (monitor students and the progress of penyelesaian proyek, tahap penilaian, dan the project). tahap evaluasi, dan (2) Hasil belajar siswa 4. Tahap penilaian adalah tingkat keberhasilan yang dicapai Pada tahap ini, guru menilai keseluruhan siswa dalam pembelajaran matematika hasil/ produk (assess the outcome), siswa menggunakan mempresentasikan hasil kinerja proyek Learning. Hasil belajar siswa diperoleh didepan kelas, kemudian guru menilai melalui hasil kinerja proyek siswa, hasil kinerja proyek siswa. latihan siswa, dan hasil tes akhir siswa. 5. Evaluasi Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh Pada tahap ini, guru menilai keseluruhan siswa di kelas X.D SMA Negeri 1 hasil/ produk (assess the outcome), siswa Inderalaya yang berjumlah 31 siswa. mempresentasikan hasil kinerja proyek Penelitian dibagi menjadi 3 tahapan yaitu didepan kelas, kemudian guru menilai tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan kinerja proyek siswa. tahap analisis data. Teknik pengumpulan belajar bertujuan mengajar model untuk berlangsung, Project Based data yang digunakan yaitu Observasi dan Tes. Observasi digunakan untuk 5
  6. 6. mengetahui gambaran aktivitas siswa Nilai f Perentas (%) Kategori selama proses pembelajaran dengan model Pertemuan Kedua (1 Februari 2013) Project Based Learning. Tes digunakan 85-100 8 25,81% Sangat Aktif untuk melihat hasil belajar siswa setelah 70-84 18 58,06% Sktif dilaksanakannya pembelajaran matematika 56-69 5 16,13% Cukup dengan model Project Based Learning. 41-55 0 0% Kurang Pelaksanaan 0-40 0 0% Tidak Aktif dengan model Project Based Learning Jumlah 31 100% merupakan Rata-rata pembelajaran rata-rata matematika dari frekuensi 78,03 Aktif aktivitas dan hasil belajar siswa secara Nilai keseluruhan untuk setiap kategori. f Perentas (%) Kategori Pertemuan Ketiga (6 Frbruari 2013) 85-100 Deskripsi dan Analisis Data Observasi Hasil observasi aktivitas siswa selama dilakasanakannya pembelajaran matematika dengan model project based 29,03% Sangat Aktif 70-84 HASIL DAN PEMBAHASAN 9 16 51,61% Sktif 56-69 6 19,36% Cukup 41-55 0 0% Kurang 0-40 0 0% Tidak Aktif Jumlah 31 100% learning di kelas X SMA Negeri 1 77,11 Rata-rata Aktif Inderalaya dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Nilai Tabel 1 . Hasil Observasi Aktivitas Siswa Nilai f f Perentas (%) Kategori Pertemuan Keempat (8 Februari 2013) 85-100 Perentas (%) Pertemuan Pertama (30 Januari 2013) 29,03% Sangat Aktif 70-84 18 58,06% Sktif 56-69 Kategori 9 4 12,91% Cukup 41-55 0 0% Kurang Tidak Aktif 85-100 9 29,03% Sangat Aktif 70-84 13 41,94% Sktif 56-69 9 29,03% Cukup 0-40 0 0% 41-55 0 0% Kurang Jumlah 31 100% 0-40 0 0% Tidak Aktif Jumlah 31 100% Rata-rata 76,51 Rata-rata 78,34 Aktif Aktif 6
  7. 7. Nilai f Perentas (%) Kategori Pertemuan Kelima (13 Februari 2013) kategori sangat aktif, 16 siswa atau 51,61% termasuk kategori aktif, dan 6 85-100 12 38,71% Sangat Aktif 70-84 14 45,16% Sktif 56-69 5 16,13% Cukup 41-55 0 0% Kurang 0-40 0 0% Tidak Aktif Jumlah 31 100% Rata-rata 79,88 siswa atau 19,36% termasuk kategori cukup aktif dan nilai rata-rata observasi aktivitas siswa pada hari pertama adalah 77,11 termasuk kategori aktif. Pada pertemuan keempat jumlah Aktif siswa yang hadir 31 orang terdapat 9 siswa atau 29,03% termasuk kategori sangat Berdasarkan tabel 1 hasil observasi aktivitas siswa, pada pertemuan pertama jumlah siswa yang hadir 31 siswa, terdapat 9 siswa atau 29,03% termasuk kategori sangat aktif, 13 siswa atau 41,94% termasuk kategori aktif, dan 9 siswa atau 29,03% termasuk kategori cukup aktif dan nilai rata-rata observasi aktivitas siswa pada pertemuan pertama adalah 76,50 termasuk kategori aktif. Pada pertemuan kedua jumlah siswa yang hadir 31 orang terdapat 8 siswa atau 25,84% termasuk kategori sangat aktif, 18 siswa atau 58,06% termasuk kategori aktif, 5 siswa atau 16,13% termasuk kategori cukup aktif dan niali rata-rata observasi aktivitas siswa pada hari kedua adalah 78,03 termasuk aktegori aktif. Untuk pertemuan ketiga dengan jumlah siswa yang hadir 31 orang diketahui 9 siswa atau 29,03% termasuk aktif, 18 siswa atau 58,06% termasuk kategori aktif, dan 4 siswa atau 12,91% termasuk kategori cukup aktif dan nilai rata-rata observasi aktivitas siswa pada pertemua keempat adalah 78,34 termasuk kategori aktif. Untuk pertemuan kelima jumlah siswa yang hadir 31 orang, terdapat 12 siswa atau 38,71% termasuk kategori sangat aktif, 14 siswa atau 45, 16% termasuk kategori aktif, dan 5 siswa atau 16,18% termasuk kategori cukup aktif dan nilai rata-rata observasi aktivitas siswa pada pertemuan kelima yang didapatkan adalah 79,88 termausk kategori aktif. Rata-rata aktivitas siswa selama lima kali pertemuan berdasarkan hasil observasi dapat dilihat pada tabel 2 Distribusi Aktivitas Siswa dengan Model Project Based Learning Secara Keseluruhan di bawah ini. 7
  8. 8. Tabel 2. Distribusi Aktivitas Tabel 3. Distribusi Nilai Latihan Siswa Siswa dengan Model Project Based Nilai f Perentas (%) Kategori Learning Secara Keseluruhan 85-100 8 25,81% Sangat Baik 70-84 15 48,38% Baik 56-69 8 25,81% Cukup 41-55 0 0% Kurang 0-40 0 31 0% 100% Sangat Kurang Nilai f Perentas (%) Kategori 85-100 9 29,03% Sangat Aktif 70-84 16 51,61% Sktif 56-69 6 19,36% Cukup 41-55 0 0% Kurang 0-40 0 0% Tidak Aktif Jumlah 31 100% Jumlah 77,09 Rata-rata 77,91 Rata-rata Baik Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat Aktif diketahui bahwa selama lima kali latihan Berdasarkan tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa selama pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning terdapat 9 siswa atau 29,03% termasuk kategori aktif, 16 siswa atau 51,61% termasuk kategori ada 8 siswa atau 25,81% termasuk kategori sangat baik, 15 siswa atau 48,38% termasuk kategori baik, dan 8 siswa atau 25,81% termasuk kategori cukup, serta nilai rata-rata latihan yang diperoleh adalah 77,09. Tabel 4 di bawah merupakn tabel aktif, dan 6 siswa atau 19,36% termasuk kategori cukup, serta nilai rata-rata aktivitas siswa secara keseluruhan adalah distribusi nilai tugas proyek siswa. Tabel 4. Distribusi Nilai Tugas Proyek Siswa 77,91 termasuk dalam kategori aktif. Nilai f Perentas (%) Kategori 85-100 5 16,13% Sangat Baik 70-84 26 83,87% Baik 56-69 0 0% Cukup merupakan 41-55 0 0% Kurang akumulasi dari nilai latihan siswa selama 0-40 Jumlah 0% 100% Sangat Kurang lima kali pertemuan, nilai tugas proyek 0 31 Deskripsi dan Analisis Data Hasil Belajar Siswa Hasil belajar sisiwa siswa, dan nilai tes akhir. Rata-rata 80,42 Baik Di bawah ini disajikan tabel 3, yaitu tabel distribusi nilai latihan siswa. 8
  9. 9. Berdasarkan tabel 4 di atas, dapat Nilai hasil belajar siswa adalah 3 x diketahui bahwa terdapat 5 siswa atau nilai latihan, 2 x nlai tugas proyek, dan 5 x 16,13% mendapatkan nilai tugas proyek nilai tes akhir kemudian dibagi 10. Untuk dengan kategori sangat baik, dan 26 siswa melihat nilai hasil belajar siswa dengan atau 83,87% mendapatkan nilai tugas model Project Based Learning dapat proyek dengan kategori baik. Nilai rata- dilihat pada tabel 6 berikut ini. rata tugas proyek siswa adalah 80,42 Tabel 6. Distribusi Nilai Hasil Belajar dengan kategori baik. Siswa Tabel 5 di bawah merupakan tabel Tabel 5. Distribusi Nilai Tes Akhir Siswa f Perentas (%) Kategori 85-100 distribusi nilai tes akhir siswa. Nilai 9 29,03% Sangat Baik 70-84 15 48,39% Baik 56-69 7 22,58% Cukup 41-55 0 0% Kurang Nilai f Perentas (%) Kategori 0-40 0 0% Sangat Kurang 85-100 9 29,03% Sangat Baik Jumlah 31 51,62% Baik 70-84 16 100% 78,49 Rata-rata 56-69 6 19,35% 41-55 0 0% Kurang 0-40 0 0% Sangat Kurang Jumlah 31 Baik Cukup perolehan nilai hasil belajar siswa dapat 100% 78,57 Rata-rata Berdasarkan tabel 6 di atas, untuk diketahui bahwa terdapat 9 siswa atau Baik 29,03% dengan kategori sangat baik, 15 Berdasarkan tabel 5 di atas, pada siswa atau 48,39% dengan kategori baik saat tes akhir dapat diketahui bahwa dan 7 siswa atau 22,58% mendapatkan terdapat 29,03% dengan kategori cukup. Nilai rata-rata mendapatkan nilai tes akhir sangat baik, hasil belajar siswa secara keseluruhan 16 siswa atau 51,67% mendapatkan nilai adalah 78,49 dan dikategorikan baik. 9 siswa atau tes akhir dengan kategori baik dan 6 siswa atau 19,35% mendapatkan nilai tes akhir Deskripsi dan Analisis Pelakasanaan dengan kategori cukup. Nilai rata-rata tes Pembelajaran akhir siswa adalah dikategorikan baik. 78,57 dan Rusman bahwa (2012:395) pelaksanaan menyatakan pembelajaran 9
  10. 10. matematika dengan model Project Based sekolah yang ingin dijadikan tempat Learning (PBL) dapat dilihat dari penelitian hingga menyusun instrumen aktivitas dan hasil belajar siswa. Distribusi penelitian yaitu Rencana Pelaksanaan pelaksanaan matematika Pembelajaran (RPP), Lembar Aktivitas dengan model project based learning Siswa (LAS), Lembar Observasi, Lembar ditunjukkan pada tabel 7 di bawah. Kerja Proyek Siswa, dan bahan ajar yang pembelajaran . Tabel 7. Distribusi Pelaksanaan termasuk di dalamnya instrumen tes Project Based Leaening kognitif. Kemudian instrumen-instrumen Perentas yang telah disusun tersebut divalidasi oleh Nilai f 85-100 (%) para ahli yang kemudian menghasilkan 0-40 9 15,5 6,5 0 0 29,03% 50% 20,97% 0% 0% Jumlah 31 100% 70-84 56-69 41-55 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang - instrumen yang valid untuk digunakan untuk tahap pelaksanaan. Aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning dilihat dari lima tahapan, yaitu: Berdasarkan tabel 7 di atas diketahui 29,03% termasuk dalam kategori sangat 1. Tahap pendahuluan/ persepsi Secara keseluruhan rata-rata aktif dan sangat baik, 50% termasuk keaktifan siswa pada tahapan ini adalah dalam kategori aktif dan baik, dan 20,97% 89,68% yang tegolong sangat aktif. Pada termasuk Secara tahapan aktivitas-aktivitas yang dilakukan pembelajaran siswa seperti seperti siswa menjawab matematika dengan model Project Based pertanyaan dari peneliti, memperhatikan Learning adalah 79,03% yang termasuk penjelasan dalam kategori baik. kelompok kooperatif, dan membagi tugas kategori keseluruhan cukup,. pelaksanaan dari peneliti, membentuk masing-masing anggota. 2. Tahap perencanaan proyek Pembahasan Prosedur dalam tahap-tahap Secara keseluruhan rata-rata persiapan telah dilakukan mulai dari keaktifan siswa pada tahapan ini adalah melaksanakan studi awal pendahuluan ke 72,47% yang termasuk kategori aktif. 10
  11. 11. Dimana aktivitas-aktivitas yang dilakukan aktif. Pada tahap ini siswa diminta untuk siswa adalah: (a) Siswa mongkonstruksi mempresentasikan hasil kerja kelompok di desain berdasarkan depan kelas. Selain itu, siswa juga diminta pengalaman yang dimiliki, (b) Siswa untuk bertanya dengan kelompok lain melakukan serta perencanaan kajian perencanaan membuat literatur proyek, alokasi dan terhadap (c) waktu memberikan pendapat kepada Siswa kelompok lain. Secara keseluruhan rata- (jadwal rata keaktifan siswa pada tahap penilaian pelaksanaan) proyek adalah 48,82% termasuk kategori kategori 3. Tahap pelaksanaan dan penyelesaian kurang aktif proyek 5. Tahap evaluasi Pada tahapan ini aktivitas-aktivitas Rata-rata keaktifan siswa untuk yang dilakukan siswa adalah : (a) Siswa tahap evaluasi adalah 75,05% termasuk menstransformasikan pengetahuan kepada dalam kategori aktif. Aktivitas-aktivitas teman Siswa yang dilakukan siswa pada tahapan ini proyek adalah: (a) Siswa memberikan respon atau kelompoknya, berinvestigasi berdasarkan (b) mengerjakan perencanaan, (c) Siswa pendapat terhadap pembelajaran, (b) bertanggung jawab terhadap tugas masing- Siswa menyimpulkan hasil kinerja proyek masing, (d) Siswa ikut berdiskusi dalam terhadap pembelajaran matematika, dan menyelesaikan (c) Siswa mengerjakan latihan individu. memberikan proyek, pendapat (e) alternatif Rata-rata hasil belajar siswa setelah jawaban dalam menyelesaikan proyek, dan dilaksanakannya pembelajaran matematika (f) Siswa menyelesaikan proyek tepat dengan model Project Based Learning waktu. yaitu 78,49 termasuk dalam kategori baik. Secara atau Siswa keseluruhan rata-rata keaktifan siswa pada tahap pelaksanaan Pada pertemuan ketiga, siswa dan penyelesaian proyek adalah 84,84% mengerjakan tugas proyek dengan baik, dikategorikan sangat aktif. walaupun terdapat 3 kelompok yang tidak 4. Tahap penilaian menyajikan hasil kinerja proyek di depan Tahap penilaian ini merupakan tahap kelas. Untuk jawaban kinerja proyek di mana tingkat keaktifan siswa sangat terdapat beberapa kelompok yang rendah, dan termasuk kategori kurang membuat langkah perencanaan dan 11
  12. 12. pembahasan dengan baik yaitu kelompok langkah-langkah kerja yang digunakan 3, untuk menyelesaikan proyek berdasarakan dan kelompok 6. Masing-masing kelompok tersebut merencanakan langkah- aktivitas-aktivitas langkah kerja dengan terperinci, dan hasil direncanakan. yang didapatkan juga sudah benar. Untuk melihat gambaran yang telah Selanjutnya untuk melihat gambaran hasil kinerja proyek matematika 1, dapat dilihat hasil kinerja proyek matematika 2, dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini. pada gambar 1 di bawah ini. Gambar 2. Cuplikan Hasil Proyek Matematika 2 Pada gambar 2 di atas siswa menyelesaikan dengan Gambar 1. Cuplikan Perencanaan proyek selain baik, matematika telah 2 membuat perencanaan dan langkah kerja yang akan Berdasarkan gambar 1 di atas adalah hasil perencanaan proyek dari kelompok 3 telah dapat menyimpulkan Proyek Matematika 1 Siswa dilakukan, siswa juga pembelajaran dari aktivitas-aktivitas belajar yang telah dilakukan. untuk proyek matematika 1, terlihat bahwa Tes akhir siswa dilakukan pada siswa sudah membuat perencanaan yang pertemuan keenam, siswa diberikan 7 soal cukup detail dengan membuat alokasi untuk semua sub materi berikut ini waktu, tempat, dan tanggal pelaksanaan. cuplikan beberapa jawaban siswa pada Selain itu siswa juga telah membuat saat tes akhir. 12
  13. 13. Berdasarkan gambar 3. siswa hanya Soal No 4 Tes Akhir 4, Dinda dan Meta mengamati puncak menuliskan jarak antara tiang bendera ke tiang bendera pada arah berlawanan. Dinda, Dinda melihat dengan sudut 45° dan ditanyakan adalah jarak antara Dinda dan Meta 60° Meta siswa tidak menambahkan jarak terhadap arah horizontal. Jarak Meta ke antara Meta ke tiang bendera, sehingga tiang bendera 10 m. Gambarlah sketsa hasil yang ditanyakan pada soal no 4.b pada permasalahan di atas, tanpa belum benar. Untuk jawaban siswa yang mengukur benar pada soal no 4, dapat dilihat pada melihat dengan langsung sudut tinggi tiang bendera, hitung: a. Tinggi tiang padahal menurut soal yang gambar 4. cuplikan jawaban siswa yang bendera (Tinggi benar. pengamat di abaikan) b. Jarak antara Dinda dan Meta Cuplikan jawaban siswa untuk soal no 4 tes akhir dapat dilihat pada gambar 3. cuplikan jawaban siswa yang belum benar, dan gambar 4 adalah cuplikan jawaban siswa yang benar. Gambar 4. Cuplikan Jawaban Siswa yang Benar Soal No 4 Tes Akhir Soal No 6 Tes Akhir 6. Rangga melihat puncak pohon dengan sudut elevasi 500. Kemudian Rangga Gambar 3.. Cuplikan Jawaban Siswa melangkah maju sejauh 2 m dari posisi yang Belum Benar Soal No 4 Tes Akhir semula dan melihat puncak pohon yang sama dengan sudut elevasi 600. Tanpa mengukur jarak Rangga ke pohon, 13
  14. 14. tentukanlah tinggi pohon tersebut! (Tinggi pengamat di abaikan). Adapun hasil jawaban siswa untuk soal no 6 tes akhir, dapat dilihat pada gambar 5 cuplikan jawaban siswa yang belum benar di bawah Siswa keliru ketika mengoperasikan bilangan pecahan yang mengandung pembilang berupa variabel, dan penyebut dalam bentuk tan 500 dan tan 600, sehingga pada pengerjaannya siswa belum bisa menyelesaikan soal dengan benar. Gambar 6. Cuplikan Jawaban Siswa yang Benar Soal No 6 Tes Akhir Walaupun ada kesalahan dalam menjawab soal, tetapi dari analisis data hasil belajar siswa, 9 siswa (29,03%) mendapatkan nilai di atas 85, 16 siswa (51,62%) mendapat nilai diantara 70-85, dan 6 siswa mendapat nilai diantara 56-69, sehingga dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa pada pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning dikatakan baik dengan rata-rata hasil belajar 78,49. Gambar 5. Cuplikan Jawaban Siswa yang Belum Benar Soal No 6 Tes Akhir Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, peneliti dapat mengetahui bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan Untuk melihat cuplikan jawaban siswa yang benar pada soal no 6 tes akhir dapat dilihat pada gambar 6 di bawah. pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning cukup, yaitu sebesar 20,97%. Keterbatasan 14
  15. 15. kemampuan mengajar, peneliti dan pengelolaan pengalaman kelas, dan bekerjasama melakukan kegiatan belajar dan berkolaborasi dalam kelompok, siswa melakukan pembelajaran dengan model dapat Project Based Learning masih kurang, temannya, sehingga dia akan mengikuti sehingga dalam pelaksanaannya masih ada hal siswa yang tidak serius dalam mengikuti kelompok siswa dapat bertanya dengan pembelajaran, dan manajemen waktu yang teman sebaya ketika siswa mengalami belum efektif. Keterbatasan kemampuan kesulitan dalam mengerjakan aktivitas peneliti dalam mengenal dan mengetahui belajar. Ketika siswa sedang latihan soal gaya dalam atau mengerjakan tes, siswa bekerja secara kelas individu, sehingga pada saat siswa tidak kemampuan siswa tidak tersalurkan secara bisa cara menyelesaikan soal, ia akan optimal. mengalami kesulitan dalam menjawab soal belajar pelaksanaan siswa, sehingga pembelajaran di Dalam beberapa hal ada peristiwa di mana hasil belajar siswa cukup tetapi melihat apa yang dilakukan yang serupa. Selain itu, dalam tersebut yang berdampak pada hasil belajar siswa. siswa aktif pada kegiatan pembelajaran, Untuk hal kedua, siswa ada siswa yang cukup aktif selama proses mendapatkan nilai hasil belajar baik, tetapi pembelajaran dengan hasil belajar baik, siswa dan ada juga siswa yang cukup aktif pembelajaran. Dalam hal ini, ada kondisi selama di mana siswa lebih nyaman ketika ia proses pembelajaran dan cukup selama belajar juga. bekerjasama secara kelompok, siswa tidak saat terlibat secara keseluruhan selama proses mendapatkan nilai hasil belajar cukup, pembelajaran berlangsung. Siswa hanya tetapi proses mengandalkan dan menunggu jawaban Sadirman dari temannya yang dianggap lebih bisa, (2011:96) siswa memiliki tenaga-tenaga tetapi ia belajar lebih keras di luar jam untuk pelajaran di kelas, sehingga pada saat pembelajaran. pertama Pada siswa siswa hal individu. proses mendapatkan hasil belajar yang cukup Pada secara aktif aktif selama Menurut berkembang dengan melihat petunjuk-petunjuk lebih banyak (adanya latihan/ mengerjakan soal tes siswa stimulus) dari lingkungan. Dengan siswa tersebut mendapatkan nilai yang baik. 15
  16. 16. Untuk hal ketiga, kondisi di mana siswa yang cukup aktif dengan hasil kelompok maupun individu, agar hasil belajar siswa juga baik. belajar yang cukup juga. Hal ini dapat disebabkan, selama proses pembelajaran KESIMPULAN DAN SARAN siswa terbiasa dengan menunggu dan Kesimpulan mengandalkan teman satu kelompoknya, Berdasarkan hasil analisis data maka sehingga selama proses pembelajaran dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan berlangsung terlalu pembelajaran matematika dengan model berpartisipasi dalam bembelajaran dan Project Based Learning di kelas X SMA berakibat pada saat siswa mengerjakan Negeri 1 Indralaya dikategorikan baik soal latihan maupun tes, siswa juga dengan pelaksanaan 79,03% yang dapat mendapatkan hasil yang kurang optimal. dilihat dari aktivitas dan hasil belajar siswa Beberapa tidak solusi yang dapat siswa. Hal ini dapat ditunjukkan sebagai dilakukan guru dalam mengatasi kendala berikut: di atas, yaitu : Guru harus memiliki 1. Aktivitas belajar siswa untuk masing- kemampuan dalam mengelolah kelas baik masing tahapan dalam pelaksanaan dalam pembelajaran menguasai materi pelajaran, matematika dengan mengenal karakteristik siswa, memberikan model Project Based Learning, adalah perhatian yang sebagai berikut : tahap persepsi/ semangat belajarnya rendah. Selain itu, pendahuluan sebesar 89,68%, tahap dalam pelaksanaan pembelajaran guru perencanaan sebesar 72,47%, tahap hendaknya mengetahui syntax/ langkah- pelaksanaan dan penyelesaian proyek langkah sebesar lebih kepada pembelajaran siswa dalam model 84,84%, tahap penilaian Project Based Learning dengan baik agar sebesar 48,82%, dan tahap evaluasi tujuan pembelajaran tercapai, serta guru sebesar 75,05%. Secara keseluruhan hendaknya mengenal gaya belajar siswa nilai rata-rata aktivitas siswa adalah sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran 77,91 yang dikategorikan aktif. dengan model Project Based Learning, 2. Hasil belajar siswa dalam pelaksanaan guru dapat membuat suatu pembelajaran pembelajaran matematika dengan agar siswa dapat belajar aktif baik secara model Project Based Learning , adalah 16
  17. 17. sebagai berikut: nilai rata-rata latihan pembelajaran matematika sebagai siswa adalah 77,09 , nilai rata-rata salah satu alternatif untuk inovasi tugas proyek siswa adalah 80,42 , dan dalam belajar, serta meningkatkan nilai rata-rata tes akhir siswa adalah aktivitas dan hasil belajar siswa. 78,57. Secara keseluruhan nilai ratarata hasil belajar siswa adalah 78,49 DAFTAR PUSTAKA yang dikategorikan baik. Ahmad, D. 2010. “Kemampuan Matematis”. http://id.shvoong.com/exactsciences/1961504-kemampuanmatematis/#ixzz2NJmEmR00 . Diakses tanggal 20 Januari 2013. Arikunto, S. 2009. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara Arsyad, A. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Buck Institute for Education (BIE). 2012. “What is Project Based Learning?”. http://www.bie.org/about/what_is_p bl . Diakses tanggal 8 November 2012. Boss, S. 2011. “Project Based Learning : A Short Story”. http://www.edutopia.org/projectbased-learning-history . Diakses tanggal 27 Desember 2012. Chatib, M. 2012. “Multiple Intelligence Menurut Prespektif Munif Chatib”. http://munifchatib.com/multipleintelligences-menurut-prespektifmunif-chatib/ Diakses tanggal 30 Desember 2012. _________. 2012. “Pengertian dan Definisi Pembelajaran menurut para Ahli”. http://carapedia.com/pengertian_defi nisi_pembelajaran_menurut_para_ah li_info507.html . Diakses tanggal 30 Desember 2012. Saran Adapun beberapa saran yang dapat peneliti berikan sebagai berikut : 1. Bagi siswa, pembelajaran dalam matematika proses dengan menggunakan model Project Based Learning sebaiknya lebih berani dalam bertanya, mengemukakan pendapat baik dengan kelompok lain maupun dengan guru dan lebih teliti dalam mengerjakan soal. 2. Bagi peneliti lain, melaksanakan dalam pembelajaran matematika dengan model Project Based Learning agar merancang secara detail waktu dalam tahapan-tahapan Project Based Learning serta dapat berinovasi materi-materi dengan menggunakan matematika yang lainnya . 3. Bagi guru, agar dapat menggunakan model Project Based Learning dalam 17
  18. 18. Darmawan, D. 2012. “Konsep Dasar Pembelajaran”. http://file.upi.edu/browse.php?dir=D irektori%2FFIP%2F&search=konse p_pembelajaran&search_mode=f . Diakses tanggal 30 Desember 2012 Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Matematika SMA/MA . Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. ________. 2006 . Standar Isi. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. DePorter dan Hernacki. 2011. Quantum Learning – Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. KAIFA: Bandung. Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: RINEKA CIPTA. Djaali dan Muljono. 2008. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo. Graeber, A. 2012.”Practical PBL Series: Design an Instructional Unit in Seven Phases”. http://www.edutopia.org/blog/practi cal-pbl-design-amber-graeber . Diakses tanggal 2 Januari 2013. Junaidi, W. 2011. “Pengertian Mengajar”. http://wawanjunaidi.blogspot.com/2011/02/penge rtian-mengajar.html . Diakses tanggal 2 Januari 2013. Khamdi, W. 2007. “Pembelajaran Berbasis Proyek: Model Potensial untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran”. http://lubisgrafura.wordpress.com/20 07/09/23/pembelajaran-berbasisproyek-model-potensial-untukpeningkatan-mutu-pembelajaran/ . Diakses tanggal 2 Januari 2013. Lidinillah, D.A.M. 2006. “Strategi Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar”. Makalah disampaikan pada Kegiatan Pembinaan Profesionalisme Guru SD pada bulan Maret 2006 di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Maemunah, S. 2011. “Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa SMA”. UPI: Bandung. http://repository.upi.edu/skripsiview. php?no_skripsi=5560 . Diakses tanggal 12 Januari 2013. Mahmudi, A. 2011. “Project BasedLearning”. http://staff.uny.ac.id/dosen/alimahmudi-spd-mpd-dr . Diakses tanggal 8 November 2012. Muliawati, L. 2011. “Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa SMP Menggunakan Pembelajaran Dengan Model Project Based Learning (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 26 Bandung) “. UPI: Bandung. http://repository.upi.edu/skripsiview. php?no_skripsi=4009 . Diakses tanggal 12 Januari 2013. Murti, R.C. 2007. “Pembelajaran Matematika Berbasis PAKEM”. Makalah disampaikan pada Diklat Pembelajaran Matematika pada tanggal 7 September 2007 di Kabupaten Bantul. Octaviani, T. 2011. “Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)”. UPI: Bandung. http://repository.upi.edu/skripsiview. php?no_skripsi=9442 . Diakses tanggal 12 Januari 2013. 18
  19. 19. Pangastuti, S. 2011. “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa”. UPI: Bandung. http://repository.upi.edu/skripsiview. php?no_skripsi=9490 . Diakses tanggal 12 Januari 2013. Putra, A.N. Penerapan Model Pembelajaran Kuantum pada Pelajaran Matematika di Kelas VIIi SMPN 43 Palembang. Indralaya : UNSRI. http://www.autodesk.com/foundatio n . Diakses tanggal 17 November 2012. Turgut, H. 2008. “Prospective Science Teachers’ Conceptualizations About Project Based Learning”. International Journal of Instruction, 1 (1): 61-79. Universitas Sriwijaya. 2009. Buku Pedoman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. FKIP Universitas Sriwijaya: Indralaya. Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta. Sadirman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Santyasa, I.W. 2006.” Pembelajaran Inovatif: Model Kolaboratif, Basis Proyek, dan Orientasi NOS”. Makalah disajikan dalam seminar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Semarapura pada tanggal 27 Desember 2006 di Semarapura. Sudjana. 2008. Metoda Statistika. Bandung: Transito. Susanti dan Muchtar. 2008. “Pendekatan Project Based Learning untuk Pembelajaran Kimia Koloid di SMA“.Pendidikan Matematika dan Sains, 3 (2): 106–112. The George Lucas Educational Foundation. 2007. “How Does Project Based Learning Work ?”. http://www.edutopia.org/projectbased-learning-guideimplementation . Diakses tanggal 2 Januari 2013. Thomas, J. W. 2000. “A Riview of Research on Project – Based Learning”. 19
  20. 20. 20

×