Your SlideShare is downloading. ×
0
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Genetika mikroba
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Genetika mikroba

3,674

Published on

Bahan biologi molekuler mata kuliah bidang farmasi

Bahan biologi molekuler mata kuliah bidang farmasi

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,674
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
162
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. GENETIKA MIKROBAFARMASI – FMIPA, UHAMKA 2011 Hayati 1
  • 2. Genetika mikrobaA. Kromosom dan plasmidB. Transfer genetik 2
  • 3. Kromosom & PlasmidKROMOSOM Kromosom Bakteri berjumlah satu Berbentuk Bulat Terdapat di Sitoplasma (tidak mempunyai Inti sel) KromosomPLASMID Ekstra kromosomal Bakteri Berbentuk Bulat Mempunyai kemampuan replikasi otonom 3
  • 4. Kromosom & Plasmid 4
  • 5. Kromosom & Plasmid 5
  • 6. Transfer Genetik Transfer Gen dapat didefinisikan sebagai pertukaran materi genetik dari satu organisme kepada organisme yang lain Mekanisme rekombinasi genetik pada bakteri: 1. Transformasi 2. Transduksi 3. Konjugasi 6
  • 7. TransformasiProses perpindahan materi genetik dari bakteri yang telah mati & DNA nyaterdegradasi, masuk ke dalam sel bakteri lain (umumnya satu spesies), laluterintegrasi dalam genom nya sehingga menjadi bakteri rekombinan. 1. Suatu bakteri mati & terdegradasi 2. Sebuah fragmen DNA dari bakteri donor yang telah mati, akan berikatan dengan suatu protein pengikat DNA (DNA binding proteins) yang ada di dinding sel kompeten (bakteri resipien). Transformasi Animation 7
  • 8. Transduksi Proses perpindahan materi genetik dari satu sel bakteri ke bakteri lain dengan perantara Virus (Bakteriofaga) Bakteriofaga adalah Virus yang menginfeksi Bakteri, contoh: Faga T4 dan Faga Lambda (keduanya menginfeksi E.coli) Transduksi dibedakan menjadi 2 tipe:1. Transduksi Umum (Generalized Transd.): seluruh gen dari bakteri dapat dipindahkan pada sel bakteri lainnya, karena seluruh kromosom bakteri donor dirombak dan dipacking dalam faga. Seluruh komponen genetik dalam faga akan ditransfer pada genom bakteri resipien2. Transduksi Khusus (Specialized Transd.): hanya gen tertentu saja dari bakteri donor yang ditransfer ke genom bakteri resipien 8
  • 9. Transduksi UmumTerjadi pada Faga Litik, 1. Bacteriofag litik menempel pada bakteri yang suseptibel. 2. Genom bakteriofag masuk ke dalam sel bakteri dan menguasai mesin metabolisme sel utk membentuk komponen bakteriofag & enzimnya. 3. Komponen kepala bakteriofag atau kapsid akan dibentuk dengan memasukkan genom virus dan bakteri 4. Bakteriofag released. 5. Bakteriofag tsb akan menempel pada bakteri resipien lainnya. 6. Proses terjadi lagi. 9
  • 10. Transduksi KhususTerjadi pada Faga Lisogenik 1. Faga menempel dan menginjeksikan genomnya 2. Genom faga dimasukkan ke dalam genom bakteri shg membentuk Profaga 3. Kadang2 saat spontaneous induction, suatu bagian kecil DNA bakteri donor terbawa pada genom Faga yang akan tetap tertinggal dalam genom bakteri resipien. 4. Replikasi Faga, kadang genom bakteri resipien terbawa dalam genom faga 5. Faga yang baru akan menempel pada sel bakteri lain dan proses berulang lagi 6. Genom faga yang mengandung suatu bagian DNA bakteri donor, akan diinsersikan ke dalam genom bakteri resipien 10
  • 11. Konjugasi 1. Bakteri F+ (male) mempunyai plasmid F+ yang mengkodekan pili seksual (sbg donor gen).1. Konjugasi F+ 2. Pili akan menempel pada sel bakteri F- (female) sebagai bakteri resipien. Satu utas plasmid F+ akan lepas. 3. Pili akan menjadi jembatan antara dua bakteri F+ dan F-. Plasmid (dari donor) akan melewati pili seksual untuk masuk ke sel resipien. 4. Kedua bakteri akan membentuk utas komplementernya sehingga kedua bakteri sekarang mempunyai plasmid F+ plasmid (keudanya menjadi F+ (male) yang mampu membentuk pili seksual. 5. Tidak terjadi donor DNA kromosomal. Konjugasi F+ Animation 11
  • 12. Konjugasi 1. Pada bakteri F+, plasmid F+ masuk ke kromosom sehingga menjadi bakteri Hfr male. 2. Bakteri F+ membentuk pili seksual,2. Konjugasi Hfr (High menempel pada bakteri F- (female)frequency recombinant) sebagai resipien. Salah satu pita DNA kromosom yang telah mengandung insert F+ plasmid lepas 3. Pili menjadi jembatan bagi 2 bakteri tsb, melewatkan kromosom donor kepada resipien. Sesaat kromosom telah masuk ke dalam sel resipien, pili putus, sehingga hanya sebagian kecil DNA donor yang masuk dalam sel resipien. 4. Masing2 bakteri (donor & resipien) membuat komplementer pita DNA dan terintegrasi dalam kromosom. 5. Bakteri donor tetap sebagai Hfr, bakteri resipien tetap sebagai F-. 12
  • 13. Konjugasi 1. Bertindak sebagai donor genetik adalah bakteri yang mempunyai plasmid R (sifat resisten thd beberapa jenis antibiotik) dan3. Konjugasi R plasmid dapat membentuk pili seksual. 2. Pili akan menempel pada sel bakteri resipien (F- female), membentuk suatu jenbatan penghubung. Salah satu utas plasmid R lepas. 3. Pita plasmid akan melewati pili untuk masuk ke dalam sel bakteri resipien. 4. Kedua bakteri sama-sama membuat pita komplementer dari plasmid R, sehingga keduanya mampu membentuk pili dan bersifat resisten thd antibiotik. 13
  • 14. Plasmid pBR322 14
  • 15. Plasmid pUC18/19 15

×