Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Media pembelajaran 4 untuk blog

1,224 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Media pembelajaran 4 untuk blog

  1. 1. Mekanisme reproduksi virus DNA untai-ganda. Siklus litik adalah siklus reproduksi virus yang menyebabkan kematian sel inang. Istilah tersebut mengacu pada tahapan akhir infeksi. Istilah siklus litik mengacu pada tahapan akhir infeksi yaitu kematian sel inang. Faga bereproduksi menggunakan siklus litik atau siklus lisogenikReproduksi virus virulen menggunakan siklus litik yang berdampak hancurnya seluruh koloni bakteri. Reproduksi virus DNA untai-ganda menggunakan dua mekanisme, yaitu : siklus litik dan siklus lisogenik. Faga adalah jenis virus yang paling dipahami. Klik di sini untuk mendownload artikel di bawah ini<br />Siklus litik menghancurkan seluruh koloni bakteri.Faga menginfeksi sel bakteri yang masih sehat. Faga menginfeksi sel bakteri dan berdampak hancurnya seluruh koloni bakteri. <br />Virus virulen bereproduksi dengan siklus litik. Hubungan inang-parasit berada dalam aliran evolusioner. Seleksi alam berpihak pada bakteri dengan enzim restriksi yang efektif. DNA dan sel-sel bakteri dimodifikasi secara kimiawi.Enzim restriksi nuclease, mengenali dan memotong DNA yang dianggap asing.Seleksi alam berpihak kepada mutan bakteri.Enzim degradatif menghancurkan DNA faga.Bakteri melakukan pertahanan.Alasan faga tidak menghancurkan semua bakteri.Tidak semua bakteri hancur oleh faga karena bakteri memiliki enzim degradatif. <br />Tidak semua bakteri musnah karena faga membatasi kecenderungan dekstruktif dengan lebih memilih hidup bersama sel inang. <br />Penyebab tidak semua bakteri musnah .<br />Faga membatasi kecenderungan dekstruktif. <br />Faga lebih memilih hidup bersama dengan sel inang.<br />Contoh virus temperat yaitu faga λ dapat bereproduksi dengan siklus lisogenik.<br />Siklus lisogenik terjadi tanpa menghancurkan sel inang. <br />Siklus lisogenik mereplikasi genom virus tanpa menghancurkan inang. <br />Contoh virus temperat, yaitu faga λ memiliki satu serabut ekor yang lebih pendek. <br />Virus temperat adalah virus yang dapat menjalankan kedua cara bereproduksi.<br />Faga λ memiliki satu serabut ekor yang lebih pendek. <br />Mekanisme infeksi sel E. coli oleh λ dan cara faga λ bereproduksi. <br />Faga mengikatkan diri pada permukaan sel dan membentuk lingkaran kemudian gen tersebut mengubah sel inang. <br />Infeksi sel E. coli oleh λ dimulai ketika faga mengikatkan diri pada permukaan sel. <br />Molekul DNA λ membentuk lingkaran<br />Bakteri mereplikasi DNAnya bersamaan dengan DNA faga sehingga menghasilkan populasi besar bakteri pembawa virus maka virus berpropagasi tanpa membunuh inang. Genom faga lebih banyak diam. Virus ini dikenal sebagai profaga.Molekul DNA λ dimasukkan melalui rekombinasi genetik. Virus berperilaku berbeda-beda selama siklus lisogenik.Virus yang berperilaku berbeda-beda dimulai ketika molekul DNA λ masuk disebut profaga, dimana genom tersebut lebih banyak diam. Gen-gen virus mengubah sel inang. Bakteri mereplikasi DNA faga bersama-sama dengan DNA-nya sendiri . Perubahan cara reproduksi virus disebabkan oleh lingkungan. Hal ini terjadi ketika genom λ keluar dari kromosom bakteri. Genom λ memerintahkan sel inang untuk membuat faga yang utuh.Istilah lisogenik mengimplikasikan bahwa profaga dapat menghasilkan faga aktif. Lisogenik terjadi saat genom λ keluar dari kromosom bakteri kemudian sel inang membuat faga utuh. Peristiwa lisogenik dan faktor yang mengubah cara reproduksi virus. Mekanisme ini membuat virus berpropagasi tanpa membunuh sel inang. Satu sel bakteri menghasilkan satu populasi besar bakteri yang membawa virus.<br />Lingkungan mengubah virus dari menggunakan cara lisogenik menjadi cara litik. <br />Dampak dari pengekspresian gen terhadap fenotip inang <br />Gen profaga diekspresikan selama siklus lisogenik. <br />Pengekspresian gen-gen mengubah fenotipe bakteri inang. <br />Bakteri tidak membahayakan manusia seandainya tidak terdapat gen-gen profaga. <br />

×