Makalah bayi-tabung

2,850 views

Published on

Bayi tabung atau dalam bahasa kedokteran disebut In Vitro Fertilization (IVF) adalah suatu upaya memperoleh kehamilan dengan jalan mempertemukan sel sperma dan sel telur dalam suatu wadah khusus. Pada kondisi normal, pertemuan ini berlangsung di dalam saluran tuba. Pembuahan sel telur (ovum) yang dilakukan di luar tubuh calon ibu. Awalnya tekhnik reproduksi ini ditunjukkan untuk pasangan infertile, yang mengalami kerusakan saluran telur. Namun saat ini indikasinya telah diperluas, antara lain jika calon ibu mempunyai lender mulut rahim yang abnormal, mutu calon ayah kurang baik, adanya antibody pada atau terhadap sperma, tidah kunjung hamil walaupun endometriosis telah diobati, serta pada gangguan kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya maka program bayi tabung ini bias dilakukan.

Published in: Education
  • Be the first to comment

Makalah bayi-tabung

  1. 1. Kata PengantarPuji syukur kehadirat allah SWT yang telah memberikan karunia dan nikmatnya,sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah trend dan issue yang berjudul BAYITABUNGKeberhasilan penulis dalam menyelesaikan laporan ini tidak terlepas dari bantuan dandukungan dari berbgai pihak. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapatkekurangan, hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan, dan kemampuan yang dimiliki olehpenulis. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifatmembangun.Jakarta, Januari 2011Penulis
  2. 2. BAB ILATAR BELAKANGPENDAHULUANDi indonesia tercatat 10-20% pasangan yang infertil. Pasangan usia subur yang ada diindonesia ialah sekitar 25 juta, berarti terdapat 2,5-5 juta pasangan infertil. Pada masa sekarangpola kehidupan keluarga cenderung bergeser, dari jumlah anggota yng besar menjadi jumlahanggota yang kecil dalam 1 unit keluarga, sehingga keluarga yang tidak atau sukar memperolehketurunan berhak mendapat pertolongan. Dengan semakin berkembang dan majunya ilmukedokteran ini sebagian besar dari penyebab infertilitas atau ketidak suburan telah dapat diatasidengan pemberian obat atau operasi.Pelayanan terhadap bayi tabung dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah fertilisasi-in-vitro yang memiliki pengertian sebagai berikut : Fertilisasi-in-vitro adalah pembuahan seltelur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh petugas medis. Pada mulanyaprogram pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkinmemiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yangpermanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkanpula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidakdimungkinkan untuk memperoleh keturunan. Akan tetapi seiring perkembangannya, mulaitimbul persoalan dimana semula program ini dapat diterima oleh semua pihak karena tujuannyayang “mulia” menjadi pertentangan. Banyak pihak yang kontra dan pihak yang pro. Pihak yangpro dengan program ini sebagian besar berasal dari dunia kedokteran dan mereka yang kontraberasal dari kalangan alim ulama.
  3. 3. BAB IITINJAUAN TEORIPENGERTIANBayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalahsebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Bayi tabungadalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidakberhasil. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal, pemindahan seltelur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair. (Teknologi inidirintis oleh P.C Steptoe dan R.G Edwards pada tahun 1977).Bayi tabung atau dalam bahasa kedokteran disebut In Vitro Fertilization (IVF) adalahsuatu upaya memperoleh kehamilan dengan jalan mempertemukan sel sperma dan sel telurdalam suatu wadah khusus. Pada kondisi normal, pertemuan ini berlangsung di dalam salurantuba. Pembuahan sel telur (ovum) yang dilakukan di luar tubuh calon ibu. Awalnya tekhnikreproduksi ini ditunjukkan untuk pasangan infertile, yang mengalami kerusakan saluran telur.Namun saat ini indikasinya telah diperluas, antara lain jika calon ibu mempunyai lender mulutrahim yang abnormal, mutu calon ayah kurang baik, adanya antibody pada atau terhadap sperma,tidah kunjung hamil walaupun endometriosis telah diobati, serta pada gangguan kesuburan yangtidak diketahui penyebabnya maka program bayi tabung ini bias dilakukan.Bayi tabung merupakan pilihan untuk memperoleh keturunan bagi ibu ibu yang memilikigangguan pada saluran tubanya. Pada kondisi normal, sel telur yang telah matang akandilepaskan oleh indung telur (ovarium) menuju saluran tuba (tuba fallopi) untuk selanjutnyamenunggu sel sperma yang akan membuahi. Jika terdapat gangguan pada saluran tuba makaproses ini tidak akan berlangsung sebagaimana mestinya. Proses yang berlangsung dilaboratorium ini dilaksanakan sampai menghasilkan suatu embrio yang akan ditempatkan padarahim ibu. Embrio ini juga dapat disimpan dalam bentuk beku (cryopreserved) dan dapatdigunakan kelak jika dibutuhkan. Bayi tabung pertama yang lahir ke dunia adalah LouiseJoy Brown pada tahun 1978 di Inggris.
  4. 4. PROSEDUR MELAKUKAN BAYI TABUNGSebelum mengikuti program bayi tabung, pasangan diminta untuk memenuhi beberapa syarat:Persyaratan umum meliputi:1. pasangan memiliki bukti perkawinan yang sah2. usia istri kurang dari 42 tahun. Hal ini untuk meminimalisir kegagalan dan gangguanpada ibu dan anak3. konseling khusus dan informed consent4. kesiapan biaya5. kesiapan istri untuk hamil, melahirkan, dan memelihara bayiPersyaratan khususnya, terdiri:1. tidak ada kontra indikasi kehamilan2. bebas infeksi rubella, hepatitis, toxoplasma, dan HIV3. siklus berovulasi/respon terhadap terapi (FSH basal < 12 mIU/ml)4. pemeriksaan infertilitas dasar lengkap5. indikasi jelas6. upaya lain sudah maksimal7. analisa spermaLangkah-langkah proses Bayi Tabung1. Datanglah ke dokter bagian obstetri dan ginekologi bila ingin menjalani satu siklusprogram Bayi Tabung.2. Bila ditemukan kelainan/masalah pada Anda berdua, dokter spesialis akan merujuk kepusat layanan bayi tabung. Setelah diketahui penyulit kehamilan, pasangan suami isteridisiapkan menjalani proses bayi tabung.3. Setiap pasangan akan menerima penjelasan program Bayi Tabung dan prosedurpelaksanaan dalam sebuah kelas/kelompok.
  5. 5. 4. Peserta program harus menandatangani perjanjian tertulis: bersedia bila dokter melakukantindakan yang dianggap perlu semisal operasi, bersedia menghadapi kemungkinanmengalami kehamilan kembar dan risiko lain yang dapat ditimbulkan.5. Pelaksanaan program bisa dimulai berdasarkan masa haid. Calon ibu akan diberi obat-obatan hormonal sebagai pemicu ovulasi agar menghasilkan banyak sel telur.Perangsangan dilakukan 5-6 minggu, sampai sel telur matang dan cukup tuk dibuahi.Selanjutnya dilakukan Ovum pick up/Opu (pengambilan sel telur) yang dilakukan tanpaoprasi, melainkan dengan cara ultrasonografi transvaginal. Kemudian semua sel telurdiangkat dan disimpan dalam incubator. Sedangkan calon ayah akan diambil spermanyamelalui cara masturbasi. Beberapa jam kemudian, terhadap masing-masing sel telur akanditambahkan sejumlah sperma suami (inseminasi) yang sebelumnya telah diolah dandipilih yang terbaik mutunya. Setelah kira-kira 18-20 jam, akan terlihat apakah prosespembuahan tersebut berhasil atau tidak. Sel telur yang telah dibuahi sperma atau disebutzigot akan dipantau selama 22-24 jam kemudian untuk melihat perkembangannyamenjadiembrio.Dari embrio tersebut, dokter akan memilih tiga atau empat embrio yang terbaik untukditanamkan kembali ke dalam rahim. Empat embrio merupakan jumlah maksimalmengingat risiko yang akan ditanggung oleh calon ibu dan juga janin. Embrio-embrioyang terbaik itu kemudian diisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan kedalam rahim. Terjadinya kehamilan dapat diketahui melalui pemeriksaan air seni 14 harisetelah pemindahan embrio.Bila saat masturbasi tak ada sperma yang keluar, berarti ada sumbatan. Untuk itu akandilakukan cara lain, yaitu dengan MESA (Microsurgical Epydidimis SpermAspiration);sperma diambil dari salurannya. Bisa juga dengan TESA (Testical SpermExtraction); sperma diambil langsung dari buah zakar.Bila sperma yang dihasilkan sangat sedikit, maka dilakukan ICSI (Intra CytoplasmicSperm Injection); sperma disuntikkan ke sel telur. Cara ini khusus bagi pasangan infertildimana suami mempunyai sperma sangat sedikit.
  6. 6. 7. Ibu dipantau beberapa waktu dengan pemeriksaan hormon kehamilan (hCG) di darahdan pemeriksaan USG.TINGKAT KEBERHASILANDi dunia, tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 40-45% untuk usia < 30 tahun, 30-35% (usia 30-38 tahun), 10-11% (usia 38-42 tahun), dan 0% (usia >42 tahun). Sementarakemungkinan keguguran 10-15%, kemungkinan kembar dua 25% dan kemungkinan kembar tiga5%. Menurut Indra, kasus kembar dalam program bayi tabung sebenarnya adalah kasuskomplikasi (tidak wajar).Saat ini teknologi bayi tabung sudah makin berkembang. Dan diharapkan dapat memenuhiharapan banyak pasangan menikah yang ingin memiliki anak. Teknologi juga diharapkan akanmembuat proses bayi tabung menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah.Tinjauan dari Segi Hukum Perdata Terhadap Inseminasi Buatan (Bayi Tabung)Jika benihnya berasal dari suami istriJika benihnya berasal dari Suami Istri, dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transferembrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara biologisataupun yuridis mempunyai satus sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangantersebut. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya.Jika ketika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya di saat ibunya telah berceraidari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian mempunyai status
  7. 7. sebagai anak sah dari pasangan tersebut. Namun jika dilahirkan setelah masa 300 hari,maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak memiliki hubungankeperdataan apapun dengan bekas suami ibunya. Dasar hukum ps. 255 KUHPer.Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami, maka secarayuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil, bukan pasangan yangmempunyai benih. Dasar hukum ps. 42 UU No. 1/1974 dan ps. 250 KUHPer. Dalam halini Suami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nyamelalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA.Jika salah satu benihnya berasal dari donorJika Suami mandul dan Istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transferembrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Sel telur Istri akan dibuahi denganSperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikanke dalam rahim Istri. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memilikihubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidakmenyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA.Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yangdilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum ps. 42UU No. 1/1974 dan ps. 250 KUHPer.Jika semua benihnya dari pendonorJika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat padaperkawinan, tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikatdalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan SuamiIstri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinanyang sah.Jika diimplantasikan ke dalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki statussebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah danpada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telurberasal darinya. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis dan
  8. 8. biologis sebagai anaknya. Dari tinjauan yuridis menurut hukum perdata barat diIndonesia terhadap kemungkinan yang terjadi dalam program fertilisasi-in-vitro transferembrio ditemukan beberapa kaidah hukum yang sudah tidak relevan dan tidak dapatmeng-cover kebutuhan yang ada serta sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yangada khususnya mengenai status sahnya anak yang lahir dan pemusnahan kelebihanembrio yang diimplantasikan ke dalam rahim ibunya. Secara khusus, permasalahanmengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang yang sudahmeninggal dunia, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia. Perlu segeradibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapanteknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakahyang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang.
  9. 9. BAB IIIPENUTUPKesimpulanKebutuhan untuk melanjutkan keturunan adalah naluri setiap insan yang normal. Olehkarena itu, secara naluri pula setiap insan normal akan mencari pasangan yang sesuai bagidirinya. Sebagai satu pasangan suami istri yang normal, manakala keturunan yang idamkanbelum juga diperoleh, maka keadaan ini memunculkan keraguan akan kesuburannya. Pada masakini keraguan tersebut dapat dihilangkan setelah setelah semua pemeriksaan yang diperlukanselesai dilakukan. Tekhnik rekayasa reproduksi yang meliputi pembiakan gamet dan embrioinvitro telah begitu maju dan sangat jauh berkembang. Namun dibutuhkan tanggung jawab etikberkadar tinggi dari setiap ilmuwan dan seoptimal mungkin baik bagi pasutri maupun embriohasil pembuahan.

×