SlideShare a Scribd company logo
1 of 15
TIPIKAL PERGERAKAN TANAH, PENCATATAN,
INVESTIGASI TANAH DAN PENGUJIAN
KELOMPOK 3
1. AKBAR MURSALIM (D111 13 029)
2. BEATRIKS THOMANA (D111 13 031)
3. YANNY FEBRY FITRIANI SOFYAN (D111 13 033)
TIPE GELOMBANG TANAH DAN DAMPAKNYA
 TIPE GELOMBANG
1. Body Waves, berasal dari sumber getaran dalam seperti gempa bumi dan peledakan tambang. Ada dua
jenis body waves diantaranya;
• gelombang longitudinal merambat dalam arah gerakan partikel dan disebabkan oleh tekanan
aksial
• Gelombang transversal merambat tegak lurus arah gerakan partikel dan disebabkan oleh tegangan
geser
TIPE GELOMBANG TANAH DAN DAMPAKNYA
3. Love Wave,merambat dekat permukaan tanah di arah horisontal mirip dengan gerakan ular karena beberapa refleksi
dari body wave transversal horisontal yang terperangkap dalam lapisan bawah permukaan.
2. Railegh Waves, mirip dengan riak air kecuali partikel tanah bergerak dalam arah yang berlawanan dalam kasus ini
gelombang Rayleigh tidak seperti gelombang air
TIPE GELOMBANG TANAH DAN DAMPAKNYA
 DAMPAKNYA
gerakan partikel menyebabkan penurunan dan peningkatan jarak diantaranya dan, karena itu,
regangan (perubahan panjang per jarak) dan tekanan (rasio antara gaya yang bekerja dan
area). Kramer (1996) untuk tegangan aksial dan Timoshenko dan Goodier (1970) untuk
tegangan geser telah menunjukkan bahwa aksial regangan ε adalah sama dengan rasio antara
aksial kecepatan puncak partikel PPVa dan gelombang longitudinal kecepatan vl dalam satu
arah gerak, ε = PPVa * vl-1, dan bahwa regangan geser γ adalah sama dengan rasio antara
melintang puncak partikel kecepatan PPVT dan transversal kecepatan gelombang vt dalam
satu gerakan terarah, γ = PPVT * vt-1. Tekanan aksial σ adalah sama dengan produk dari
tanah, Unit kerapatan ρ, aksial PPVa puncak kecepatan partikel dan longitudinal vl kecepatan
gelombang, σ = ρ * PPVa * vl, dan τ tegangan geser adalah sama dengan produk unit tanah
kerapatan ρ, transversal puncak kecepatan partikel PPVT dan vt transversal kecepatan
gelombang dalam satu gerakan terarah, τ = ρ * PPVT * vt. Dalam gerak tiga dimensi, jumlah
turunan dari berbagai tekanan componential sama gaya inersia componential.
INSTRUMEN DAN PEMBACAAN
 Geophones
Geophone adalah perangkat yang
mengkonversi gerakan tanah
(displacement) menjadi tegangan,
yang dapat direkam di sebuah
stasiun rekaman. Geophone
merupakan transducer pergerakan
tanah yang sangat sensitif. Sebuah
geophone mengubah energi seismik,
atau vibrasi, menjadi tegangan
listrik yang dapat diukur secara
akurat.
 Accelerometers
Akselerometer adalah perangkat
yang berfungsi untuk mengukur
akselarasi tepat. Akselerasi tepat
yang diukur dengan akselerometer
belum tentu memiliki ketepatan
koordinat (laju perubahan velositas).
Sebaliknya, akselerometer melihat
akselerasi terkait dengan fenomena
berat yang dialami oleh massa uji
pada kerangka acuan perangkat
akselerometer.
PROSES PEMBACAAN
 FILTERING
Filter diterapkan oleh perkalian dari amplitudo FFT dan
merekam getaran disaring pulih menggunakan invers
transformasi. Atau, respon impuls filter dapat ditemukan
dalam domain waktu dan diterapkan untuk rekaman
getaran dalam domain waktu oleh lilitan
Sebuah filter numerik yang ideal akan mengirimkan
frekuensi yang diperlukan dan menipiskan frekuensi
yang sama sekali semua yang tidak diinginkan dalam
catatan getaran tanah. Namun, ini tidak dapat dicapai
karena keterbatasan analisis Fourier. Sebuah transisi
antara frekuensi yang diinginkan dan tidak diinginkan
memiliki dua (langkah-seperti) nilai-nilai pada frekuensi
yang sama. Hal ini tidak dapat dinyatakan dengan
serangkaian Fourier. Untuk mengatasi masalah ini, zona
transisi atau ramp diperkenalkan antara rentang sempit
frekuensi. filter seperti itu juga tidak sempurna realisasi
karena efek Gibb di mana representasi Fourier dari
fungsi selalu lampaui nilai sebenarnya pada titik
diskontinuitas. Efek dari keterbatasan ini adalah untuk
memungkinkan kebocoran spektral, sehingga Fourier
spektrum amplitudo (FAS) dari sinyal disaring dibagi
dengan FAS dari sinyal asli akan menghasilkan fungsi
berdesir.
 BASELINE CORRECTION
Baseline correction pada getaran
singkat meliputi penemuan fungsi
yang mendekati periode panjang
offset dari sumbu waktu (kesalahan
dasar) dari catatan getaran.
Kesalahan bisa disebabkan oleh
digitalisasi catatan analog atau
alasan lainnya. Jika tidak dikoreksi,
kesalahan garis dasar dapat
menyebabkan nilai-nilai yang salah
dari kecepatan dasar dan
perpindahan ketika mereka
terintegrasi dalam waktu dari catatan
akselerasi.
FILTERING
BASELINE CORRECTION
PENYELIDIKAN LAPANGAN
 PERMUKAAN (NON – INTRUSIVE)
1. Geophysical Refraction
Metode ini distandardisasi (misalnya ASTM D5777). refraksi geofisika biasanya digunakan untuk
menentukan kedalaman (biasanya sampai 30 m tapi mungkin untuk ~300 m) dari bawah
permukaan muka air tanah lapisan (biasanya maksimal empat) dan juga untuk menentukan
kecepatan propagasi gelombang longitudinal melalui lapisan bawah permukaan. gelombang
longitudinal digunakan karena mereka melakukan perjalanan tercepat melalui tanah dan
merupakan yang pertama tiba di penerima tetapi penentuan kecepatan gelombang transversal
dimungkinkan dengan refraksi geofisika.
2. Geophysical Reflection
Metode ini distandardisasi (misalnya ASTM D7128-05). Hal ini paling sering digunakan untuk
penentuan kecepatan Perambatan gelombang dan ketebalan lapisan bawah permukaan pada skala
besar untuk stratigrafi sangat dalam dan jarang untuk lapisan tanah dangkal. Tes dan interpretasi
secara konseptual sangat sederhana. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan dorongan
untuk menyebabkan gelombang biasanya memanjang di permukaan dan mengukur waktu
kedatangan gelombang langsung dan tercermin pada penerima di permukaan
PERMUKAAN (NON – INTRUSIVE)
Geophysical Refraction Geophysical Reflection
PENYELIDIKAN LAPANGAN
 KEDALAMAN ( INTRUSIVE )
1. Geophysical Down-Hole
Metode ini distandardisasi (misalnya ASTM D7400-08). Hal ini dapat dilakukan dalam suatu lubang bor tunggal
ketika sumber getaran terletak di permukaan tanah dan penerima tunggal pindah ke kedalaman yang berbeda
atau sejumlah penerima yang tetap pada berbagai kedalaman lubang bor
2. Geophysical Cross-Hole
Metode ini distandardisasi (misal ASTM D4428 / D4428M-00). Metode ini digunakan untuk penentuan
kecepatan gelombang tanah longitudinal dan transversal yang merambat horizontal melalui lapisan tanah,
dengan tidak adanya batu. Minimal dua tetapi sebaiknya tiga lubang bor yang digunakan berjarak pada 3 m
terpisah, untuk meminimalkan kemungkinan bahwa kedatangan dibiaskan daripada gelombang langsung
direkam
3. Geophysical Cone
Sebagai kerucut standar (luas penampang 35,7 mm diameter yaitu 10 cm2 dan 60◦ sudut apex) dapat digunakan
untuk klasifikasi tanah dan identifikasi lapisan tanah, kerucut geofisika dapat digunakan sebagai pengganti
lubang tes atau sebagai tambahan untuk itu karena penggunaan piezo-kerucut cepat (speed penetrasi 2 ± 0,5 cm
/ s) dan mungkin lebih murah. Penggunaannya dibatasi oleh ketersediaan di situs dan kedalaman penetrasi yang
dapat dicapai dengan mendorong berlaku hingga 200 kN, tergantung kendaraan yang kerucut dipasang.
KEDALAMAN ( INTRUSIVE )
Geophysical Down-Hole Geophysical Cross-Hole Geophysical Cone
UJI LABORATORIUM DAN SAMPEL TANAH
 KEKUATAN GESER
Kekuatan geser siklik dapat diukur baik menggunakan geser sederhana atau tes
siklik triaksial tapi geser sederhana adalah sederhana dan lebih murah dan
menyerupai lebih dekat sebenarnya gerakan tanah horisontal karena perambatan
gelombang geser vertikal.
 KEKAKUAN
Tidak ada tes tunggal ada yang dapat diterapkan untuk seluruh jajaran regangan
dari nilai-nilai kecil dari 10-6 untuk regangan pada kegagalan beberapa persen.
Oleh karena itu, lebih dari satu jenis tes dikombinasikan.
Salah satunya resonant column, distandardisasi (misalnya ASTM D4015 - 92). Tes
terdiri dari getaran spesimen silinder di torsi untuk menentukan modulus geser dan
rasio redaman atau di arah aksial untuk menentukan modulus aksial dan rasio
redaman pada frekuensi resonansi antara eksitasi dan sistem getaran.
UJI LABORATORIUM DAN SAMPEL TANAH
 KEKUATAN GESER DAN KEKAKUAN
Hasil pengujian yang dilakukan pada spesimen dalam kondisi regangan axi-
simetris di aparatus triaksial siklik dan dalam kondisi regangan pesawat di
aparatus geser sederhana siklik mungkin akan berbeda. Untuk pengujian potensi
likuifaksi, misalnya, hasil dari tes triaksial harus dikalikan dengan faktor sekitar 0,7
(Bibit, 1979). Untuk kondisi statis Namun, sudut lebih besar dari gesekan pasir
diukur dalam kondisi regangan pesawat dari kondisi triaksial (mis Cornforth, 1964).
Townsend (1978), untuk
faktor yang mempengaruhi kekuatan triaksial siklik tanah kohesi diringkas. efek
serupa diharapkan pada kekakuan tanah dan kecepatan gelombang.
 PERMEABILITAS TANAH
Koefisien permeabilitas tanah air, yang didefinisikan sebagai jumlah aliran melalui
satuan luas tanah di bawah gradien tekanan satuan, dan volumetrik
kompresibilitas memiliki pengaruh besar pada disipasi dan pembentukan tekanan
air pori berlebih selama gempa bumi. permeabilitas air dapat ditentukan dengan
tes memompa air lapangan dilakukan di lubang bor untuk menghindari masalah
dengan gangguan sampel, ukuran dan orientasi. tes permeabilitas lapangan
distandardisasi (misalnya ASTM 6391, EN 1997-2, 2007).
TERIMA KASIH

More Related Content

What's hot (20)

Pasang surut
Pasang surutPasang surut
Pasang surut
 
Metode gravity
Metode gravityMetode gravity
Metode gravity
 
Tugas geofisika
Tugas geofisikaTugas geofisika
Tugas geofisika
 
Eksplorasi minyak dan gas dengan metode gravitasi (
Eksplorasi minyak dan gas dengan metode gravitasi (Eksplorasi minyak dan gas dengan metode gravitasi (
Eksplorasi minyak dan gas dengan metode gravitasi (
 
Bahan power point kelompok 4
Bahan power point kelompok 4Bahan power point kelompok 4
Bahan power point kelompok 4
 
Metode eksplorasi dengan gravitasi
Metode eksplorasi dengan gravitasiMetode eksplorasi dengan gravitasi
Metode eksplorasi dengan gravitasi
 
Metode gaya berat
Metode gaya beratMetode gaya berat
Metode gaya berat
 
Tekanan zat-cair-hukum-pascal
Tekanan zat-cair-hukum-pascalTekanan zat-cair-hukum-pascal
Tekanan zat-cair-hukum-pascal
 
Aplikasi derivatif
Aplikasi derivatifAplikasi derivatif
Aplikasi derivatif
 
212406118 paper-fisika-bumi-gelombang-seismik-dan-dalam-inti-bumi
212406118 paper-fisika-bumi-gelombang-seismik-dan-dalam-inti-bumi212406118 paper-fisika-bumi-gelombang-seismik-dan-dalam-inti-bumi
212406118 paper-fisika-bumi-gelombang-seismik-dan-dalam-inti-bumi
 
Tekanan
TekananTekanan
Tekanan
 
163 308-1-sm
163 308-1-sm163 308-1-sm
163 308-1-sm
 
Pasang surut air laut
Pasang surut air lautPasang surut air laut
Pasang surut air laut
 
Tekanan Zat Padat,Cair dan Gas
Tekanan Zat Padat,Cair dan GasTekanan Zat Padat,Cair dan Gas
Tekanan Zat Padat,Cair dan Gas
 
Tekanan
TekananTekanan
Tekanan
 
GETARAN
GETARANGETARAN
GETARAN
 
Kerangka kontrol vertikal 1
Kerangka kontrol vertikal 1Kerangka kontrol vertikal 1
Kerangka kontrol vertikal 1
 
Pasut
PasutPasut
Pasut
 
Tekanan
TekananTekanan
Tekanan
 
Gyroscope Instrumen
Gyroscope InstrumenGyroscope Instrumen
Gyroscope Instrumen
 

Viewers also liked

Tabel penghitung tahanan gerakan tanah pada kawasan rawan longsor
Tabel penghitung tahanan gerakan tanah pada kawasan rawan longsorTabel penghitung tahanan gerakan tanah pada kawasan rawan longsor
Tabel penghitung tahanan gerakan tanah pada kawasan rawan longsorhelmut simamora
 
Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)
Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)
Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)jhonyvister
 
Deskripsi koloid, suspensi dan larutan sejati
Deskripsi koloid, suspensi dan larutan sejatiDeskripsi koloid, suspensi dan larutan sejati
Deskripsi koloid, suspensi dan larutan sejatidwinevergiveup
 
Tugas penyelidikan tanah
Tugas penyelidikan tanahTugas penyelidikan tanah
Tugas penyelidikan tanahKetut Swandana
 
Getaran dan gelombang ( syifa salsa, nazwa , lestari , rheza , fauny )
Getaran dan gelombang ( syifa salsa, nazwa , lestari , rheza , fauny )Getaran dan gelombang ( syifa salsa, nazwa , lestari , rheza , fauny )
Getaran dan gelombang ( syifa salsa, nazwa , lestari , rheza , fauny )aswangga daniswara
 
Getaran dan gelombang
Getaran dan gelombangGetaran dan gelombang
Getaran dan gelombangTA_opick
 
Identifikasi bahaya dan penilaian resiko
Identifikasi bahaya dan penilaian resikoIdentifikasi bahaya dan penilaian resiko
Identifikasi bahaya dan penilaian resikoAl Marson
 
Sampling and Sample Types
Sampling  and Sample TypesSampling  and Sample Types
Sampling and Sample TypesDr. Sunil Kumar
 

Viewers also liked (11)

Tabel penghitung tahanan gerakan tanah pada kawasan rawan longsor
Tabel penghitung tahanan gerakan tanah pada kawasan rawan longsorTabel penghitung tahanan gerakan tanah pada kawasan rawan longsor
Tabel penghitung tahanan gerakan tanah pada kawasan rawan longsor
 
Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)
Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)
Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)
 
Deskripsi koloid, suspensi dan larutan sejati
Deskripsi koloid, suspensi dan larutan sejatiDeskripsi koloid, suspensi dan larutan sejati
Deskripsi koloid, suspensi dan larutan sejati
 
Tugas penyelidikan tanah
Tugas penyelidikan tanahTugas penyelidikan tanah
Tugas penyelidikan tanah
 
RPP Getaran
RPP GetaranRPP Getaran
RPP Getaran
 
Getaran dan gelombang ( syifa salsa, nazwa , lestari , rheza , fauny )
Getaran dan gelombang ( syifa salsa, nazwa , lestari , rheza , fauny )Getaran dan gelombang ( syifa salsa, nazwa , lestari , rheza , fauny )
Getaran dan gelombang ( syifa salsa, nazwa , lestari , rheza , fauny )
 
Getaran dan gelombang
Getaran dan gelombangGetaran dan gelombang
Getaran dan gelombang
 
Identifikasi bahaya dan penilaian resiko
Identifikasi bahaya dan penilaian resikoIdentifikasi bahaya dan penilaian resiko
Identifikasi bahaya dan penilaian resiko
 
Getaran
GetaranGetaran
Getaran
 
Sampling and Sample Types
Sampling  and Sample TypesSampling  and Sample Types
Sampling and Sample Types
 
Getaran dan gelombang
Getaran dan gelombangGetaran dan gelombang
Getaran dan gelombang
 

Similar to TIPE GELOMBANG DAN DAMPAKNYA

Laporan menentukan gaya gravitasi dengan bandul sederhana
Laporan menentukan gaya gravitasi dengan bandul sederhanaLaporan menentukan gaya gravitasi dengan bandul sederhana
Laporan menentukan gaya gravitasi dengan bandul sederhanaSahrul Sindriana
 
PRMM-T5-K2-PPT PENGUKURAN MEDAN TINGGI bagian 2.pptx
PRMM-T5-K2-PPT PENGUKURAN MEDAN TINGGI bagian 2.pptxPRMM-T5-K2-PPT PENGUKURAN MEDAN TINGGI bagian 2.pptx
PRMM-T5-K2-PPT PENGUKURAN MEDAN TINGGI bagian 2.pptxFatin899401
 
GETARAN_DAN_GELOMBANG.pptx
GETARAN_DAN_GELOMBANG.pptxGETARAN_DAN_GELOMBANG.pptx
GETARAN_DAN_GELOMBANG.pptxcucukmaghfiroh1
 
Getaran dan Gelombang
Getaran dan GelombangGetaran dan Gelombang
Getaran dan GelombangLia Letifah
 
Metode Gravitasi dalam Geofisika.pptx
Metode Gravitasi dalam Geofisika.pptxMetode Gravitasi dalam Geofisika.pptx
Metode Gravitasi dalam Geofisika.pptxMhd. Zaky Daniyal
 
metode reflaksi.pdf
metode reflaksi.pdfmetode reflaksi.pdf
metode reflaksi.pdffebriaanita1
 
METODE SEISMIK REFRAKSI dalam kuliah metode geofisika
METODE SEISMIK REFRAKSI dalam kuliah metode geofisikaMETODE SEISMIK REFRAKSI dalam kuliah metode geofisika
METODE SEISMIK REFRAKSI dalam kuliah metode geofisikaRanaWiratama3
 
2994930.pdf.pdf
2994930.pdf.pdf2994930.pdf.pdf
2994930.pdf.pdfJoseDa4
 
Getaran gelombang dan bunyi
Getaran gelombang dan bunyiGetaran gelombang dan bunyi
Getaran gelombang dan bunyiTunjung Prianto
 
Modul 7 propagasi gelombang radio
Modul 7 propagasi gelombang radioModul 7 propagasi gelombang radio
Modul 7 propagasi gelombang radioWahyuNurSaputra1
 
Laporan Fisdas Resonansi
Laporan Fisdas ResonansiLaporan Fisdas Resonansi
Laporan Fisdas ResonansiWidya arsy
 
P AND S VELOCITY STRUCTURE
P AND S VELOCITY STRUCTUREP AND S VELOCITY STRUCTURE
P AND S VELOCITY STRUCTUREMelasSeptiani
 
Presentasi materi-ajar1
Presentasi materi-ajar1Presentasi materi-ajar1
Presentasi materi-ajar1niwan21
 

Similar to TIPE GELOMBANG DAN DAMPAKNYA (20)

Laporan menentukan gaya gravitasi dengan bandul sederhana
Laporan menentukan gaya gravitasi dengan bandul sederhanaLaporan menentukan gaya gravitasi dengan bandul sederhana
Laporan menentukan gaya gravitasi dengan bandul sederhana
 
PRMM-T5-K2-PPT PENGUKURAN MEDAN TINGGI bagian 2.pptx
PRMM-T5-K2-PPT PENGUKURAN MEDAN TINGGI bagian 2.pptxPRMM-T5-K2-PPT PENGUKURAN MEDAN TINGGI bagian 2.pptx
PRMM-T5-K2-PPT PENGUKURAN MEDAN TINGGI bagian 2.pptx
 
GETARAN_DAN_GELOMBANG.pptx
GETARAN_DAN_GELOMBANG.pptxGETARAN_DAN_GELOMBANG.pptx
GETARAN_DAN_GELOMBANG.pptx
 
Getaran dan Gelombang
Getaran dan GelombangGetaran dan Gelombang
Getaran dan Gelombang
 
Metode Gravitasi dalam Geofisika.pptx
Metode Gravitasi dalam Geofisika.pptxMetode Gravitasi dalam Geofisika.pptx
Metode Gravitasi dalam Geofisika.pptx
 
Metode Seismik
Metode Seismik Metode Seismik
Metode Seismik
 
metode reflaksi.pdf
metode reflaksi.pdfmetode reflaksi.pdf
metode reflaksi.pdf
 
METODE SEISMIK REFRAKSI dalam kuliah metode geofisika
METODE SEISMIK REFRAKSI dalam kuliah metode geofisikaMETODE SEISMIK REFRAKSI dalam kuliah metode geofisika
METODE SEISMIK REFRAKSI dalam kuliah metode geofisika
 
2994930.pdf.pdf
2994930.pdf.pdf2994930.pdf.pdf
2994930.pdf.pdf
 
Laporan koreksi ke-2
Laporan koreksi ke-2Laporan koreksi ke-2
Laporan koreksi ke-2
 
Batimetri
BatimetriBatimetri
Batimetri
 
Getaran gelombang dan bunyi
Getaran gelombang dan bunyiGetaran gelombang dan bunyi
Getaran gelombang dan bunyi
 
The physical setting
The physical settingThe physical setting
The physical setting
 
Modul 7 propagasi gelombang radio
Modul 7 propagasi gelombang radioModul 7 propagasi gelombang radio
Modul 7 propagasi gelombang radio
 
Geolistrik.pptx
Geolistrik.pptxGeolistrik.pptx
Geolistrik.pptx
 
Laporan Fisdas Resonansi
Laporan Fisdas ResonansiLaporan Fisdas Resonansi
Laporan Fisdas Resonansi
 
Tugas eksplorasi lanjut
Tugas eksplorasi lanjutTugas eksplorasi lanjut
Tugas eksplorasi lanjut
 
P AND S VELOCITY STRUCTURE
P AND S VELOCITY STRUCTUREP AND S VELOCITY STRUCTURE
P AND S VELOCITY STRUCTURE
 
Presentasi materi-ajar1
Presentasi materi-ajar1Presentasi materi-ajar1
Presentasi materi-ajar1
 
teori absolutivitas
teori absolutivitasteori absolutivitas
teori absolutivitas
 

More from Hasanuddin University

More from Hasanuddin University (8)

Business process pt adhi karya
Business process pt adhi karyaBusiness process pt adhi karya
Business process pt adhi karya
 
Tugas Sekolah
Tugas SekolahTugas Sekolah
Tugas Sekolah
 
CentOS
CentOSCentOS
CentOS
 
Cara menginstall crunchbang
Cara menginstall crunchbangCara menginstall crunchbang
Cara menginstall crunchbang
 
Pentingnya pemahaman bakat, minat, dan kemampuan siswa
Pentingnya pemahaman bakat, minat, dan kemampuan siswaPentingnya pemahaman bakat, minat, dan kemampuan siswa
Pentingnya pemahaman bakat, minat, dan kemampuan siswa
 
Pengembangan sumber daya air
Pengembangan sumber daya airPengembangan sumber daya air
Pengembangan sumber daya air
 
JET GROUTING IN MARINE CLAY
JET GROUTING IN MARINE CLAYJET GROUTING IN MARINE CLAY
JET GROUTING IN MARINE CLAY
 
Laporan survei pendahuluan reklalin
Laporan survei pendahuluan reklalinLaporan survei pendahuluan reklalin
Laporan survei pendahuluan reklalin
 

Recently uploaded

Minggu 5 Pepistimlogy berbasis wawasan politik_Ekonomi.pptx
Minggu 5 Pepistimlogy berbasis wawasan politik_Ekonomi.pptxMinggu 5 Pepistimlogy berbasis wawasan politik_Ekonomi.pptx
Minggu 5 Pepistimlogy berbasis wawasan politik_Ekonomi.pptxRahmiAulia20
 
Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method.pdf
Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method.pdfAnalisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method.pdf
Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method.pdfAgusTriyono78
 
PPT PPT Pelaksana lapangan Pekerasan Jalan Beton lvl 6.pptx
PPT PPT Pelaksana lapangan Pekerasan Jalan Beton lvl 6.pptxPPT PPT Pelaksana lapangan Pekerasan Jalan Beton lvl 6.pptx
PPT PPT Pelaksana lapangan Pekerasan Jalan Beton lvl 6.pptxdpcaskonasoki
 
PPT Manajemen Konstruksi Unsur Unsur Proyek 1.pptx
PPT Manajemen Konstruksi Unsur Unsur Proyek 1.pptxPPT Manajemen Konstruksi Unsur Unsur Proyek 1.pptx
PPT Manajemen Konstruksi Unsur Unsur Proyek 1.pptxHamidNurMukhlis
 
Normalisasi Database dan pengertian database
Normalisasi Database dan pengertian databaseNormalisasi Database dan pengertian database
Normalisasi Database dan pengertian databasethinkplusx1
 
Thermodynamics analysis of energy, entropy and exergy
Thermodynamics analysis of energy, entropy and exergyThermodynamics analysis of energy, entropy and exergy
Thermodynamics analysis of energy, entropy and exergyEndarto Yudo
 
QCC MANAJEMEN TOOL MAINTENANCE (MAINTENANCE TEAM).pptx
QCC MANAJEMEN TOOL MAINTENANCE (MAINTENANCE TEAM).pptxQCC MANAJEMEN TOOL MAINTENANCE (MAINTENANCE TEAM).pptx
QCC MANAJEMEN TOOL MAINTENANCE (MAINTENANCE TEAM).pptxdjam11
 
MEKANIKA TEKNIK TEKNIK PERTAMBANGAN FAK. TEKNIK
MEKANIKA TEKNIK TEKNIK PERTAMBANGAN FAK. TEKNIKMEKANIKA TEKNIK TEKNIK PERTAMBANGAN FAK. TEKNIK
MEKANIKA TEKNIK TEKNIK PERTAMBANGAN FAK. TEKNIKFerdinandus9
 
Klasifikasi jenis pompa berdasarkan cara kerjanya
Klasifikasi jenis pompa berdasarkan cara kerjanyaKlasifikasi jenis pompa berdasarkan cara kerjanya
Klasifikasi jenis pompa berdasarkan cara kerjanyafaizalabdillah10
 
MATERI PRESENTASI KEPALA TEKNIK TAMBANG KEPMEN 555
MATERI PRESENTASI KEPALA TEKNIK TAMBANG KEPMEN 555MATERI PRESENTASI KEPALA TEKNIK TAMBANG KEPMEN 555
MATERI PRESENTASI KEPALA TEKNIK TAMBANG KEPMEN 555zannialzur
 
Teori Pembakaran bahan kimia organik .ppt
Teori Pembakaran bahan kimia organik .pptTeori Pembakaran bahan kimia organik .ppt
Teori Pembakaran bahan kimia organik .pptEndarto Yudo
 

Recently uploaded (11)

Minggu 5 Pepistimlogy berbasis wawasan politik_Ekonomi.pptx
Minggu 5 Pepistimlogy berbasis wawasan politik_Ekonomi.pptxMinggu 5 Pepistimlogy berbasis wawasan politik_Ekonomi.pptx
Minggu 5 Pepistimlogy berbasis wawasan politik_Ekonomi.pptx
 
Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method.pdf
Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method.pdfAnalisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method.pdf
Analisis Struktur Statis Tak Tentu dengan Force Method.pdf
 
PPT PPT Pelaksana lapangan Pekerasan Jalan Beton lvl 6.pptx
PPT PPT Pelaksana lapangan Pekerasan Jalan Beton lvl 6.pptxPPT PPT Pelaksana lapangan Pekerasan Jalan Beton lvl 6.pptx
PPT PPT Pelaksana lapangan Pekerasan Jalan Beton lvl 6.pptx
 
PPT Manajemen Konstruksi Unsur Unsur Proyek 1.pptx
PPT Manajemen Konstruksi Unsur Unsur Proyek 1.pptxPPT Manajemen Konstruksi Unsur Unsur Proyek 1.pptx
PPT Manajemen Konstruksi Unsur Unsur Proyek 1.pptx
 
Normalisasi Database dan pengertian database
Normalisasi Database dan pengertian databaseNormalisasi Database dan pengertian database
Normalisasi Database dan pengertian database
 
Thermodynamics analysis of energy, entropy and exergy
Thermodynamics analysis of energy, entropy and exergyThermodynamics analysis of energy, entropy and exergy
Thermodynamics analysis of energy, entropy and exergy
 
QCC MANAJEMEN TOOL MAINTENANCE (MAINTENANCE TEAM).pptx
QCC MANAJEMEN TOOL MAINTENANCE (MAINTENANCE TEAM).pptxQCC MANAJEMEN TOOL MAINTENANCE (MAINTENANCE TEAM).pptx
QCC MANAJEMEN TOOL MAINTENANCE (MAINTENANCE TEAM).pptx
 
MEKANIKA TEKNIK TEKNIK PERTAMBANGAN FAK. TEKNIK
MEKANIKA TEKNIK TEKNIK PERTAMBANGAN FAK. TEKNIKMEKANIKA TEKNIK TEKNIK PERTAMBANGAN FAK. TEKNIK
MEKANIKA TEKNIK TEKNIK PERTAMBANGAN FAK. TEKNIK
 
Klasifikasi jenis pompa berdasarkan cara kerjanya
Klasifikasi jenis pompa berdasarkan cara kerjanyaKlasifikasi jenis pompa berdasarkan cara kerjanya
Klasifikasi jenis pompa berdasarkan cara kerjanya
 
MATERI PRESENTASI KEPALA TEKNIK TAMBANG KEPMEN 555
MATERI PRESENTASI KEPALA TEKNIK TAMBANG KEPMEN 555MATERI PRESENTASI KEPALA TEKNIK TAMBANG KEPMEN 555
MATERI PRESENTASI KEPALA TEKNIK TAMBANG KEPMEN 555
 
Teori Pembakaran bahan kimia organik .ppt
Teori Pembakaran bahan kimia organik .pptTeori Pembakaran bahan kimia organik .ppt
Teori Pembakaran bahan kimia organik .ppt
 

TIPE GELOMBANG DAN DAMPAKNYA

  • 1. TIPIKAL PERGERAKAN TANAH, PENCATATAN, INVESTIGASI TANAH DAN PENGUJIAN KELOMPOK 3 1. AKBAR MURSALIM (D111 13 029) 2. BEATRIKS THOMANA (D111 13 031) 3. YANNY FEBRY FITRIANI SOFYAN (D111 13 033)
  • 2. TIPE GELOMBANG TANAH DAN DAMPAKNYA  TIPE GELOMBANG 1. Body Waves, berasal dari sumber getaran dalam seperti gempa bumi dan peledakan tambang. Ada dua jenis body waves diantaranya; • gelombang longitudinal merambat dalam arah gerakan partikel dan disebabkan oleh tekanan aksial • Gelombang transversal merambat tegak lurus arah gerakan partikel dan disebabkan oleh tegangan geser
  • 3. TIPE GELOMBANG TANAH DAN DAMPAKNYA 3. Love Wave,merambat dekat permukaan tanah di arah horisontal mirip dengan gerakan ular karena beberapa refleksi dari body wave transversal horisontal yang terperangkap dalam lapisan bawah permukaan. 2. Railegh Waves, mirip dengan riak air kecuali partikel tanah bergerak dalam arah yang berlawanan dalam kasus ini gelombang Rayleigh tidak seperti gelombang air
  • 4. TIPE GELOMBANG TANAH DAN DAMPAKNYA  DAMPAKNYA gerakan partikel menyebabkan penurunan dan peningkatan jarak diantaranya dan, karena itu, regangan (perubahan panjang per jarak) dan tekanan (rasio antara gaya yang bekerja dan area). Kramer (1996) untuk tegangan aksial dan Timoshenko dan Goodier (1970) untuk tegangan geser telah menunjukkan bahwa aksial regangan ε adalah sama dengan rasio antara aksial kecepatan puncak partikel PPVa dan gelombang longitudinal kecepatan vl dalam satu arah gerak, ε = PPVa * vl-1, dan bahwa regangan geser γ adalah sama dengan rasio antara melintang puncak partikel kecepatan PPVT dan transversal kecepatan gelombang vt dalam satu gerakan terarah, γ = PPVT * vt-1. Tekanan aksial σ adalah sama dengan produk dari tanah, Unit kerapatan ρ, aksial PPVa puncak kecepatan partikel dan longitudinal vl kecepatan gelombang, σ = ρ * PPVa * vl, dan τ tegangan geser adalah sama dengan produk unit tanah kerapatan ρ, transversal puncak kecepatan partikel PPVT dan vt transversal kecepatan gelombang dalam satu gerakan terarah, τ = ρ * PPVT * vt. Dalam gerak tiga dimensi, jumlah turunan dari berbagai tekanan componential sama gaya inersia componential.
  • 5. INSTRUMEN DAN PEMBACAAN  Geophones Geophone adalah perangkat yang mengkonversi gerakan tanah (displacement) menjadi tegangan, yang dapat direkam di sebuah stasiun rekaman. Geophone merupakan transducer pergerakan tanah yang sangat sensitif. Sebuah geophone mengubah energi seismik, atau vibrasi, menjadi tegangan listrik yang dapat diukur secara akurat.  Accelerometers Akselerometer adalah perangkat yang berfungsi untuk mengukur akselarasi tepat. Akselerasi tepat yang diukur dengan akselerometer belum tentu memiliki ketepatan koordinat (laju perubahan velositas). Sebaliknya, akselerometer melihat akselerasi terkait dengan fenomena berat yang dialami oleh massa uji pada kerangka acuan perangkat akselerometer.
  • 6. PROSES PEMBACAAN  FILTERING Filter diterapkan oleh perkalian dari amplitudo FFT dan merekam getaran disaring pulih menggunakan invers transformasi. Atau, respon impuls filter dapat ditemukan dalam domain waktu dan diterapkan untuk rekaman getaran dalam domain waktu oleh lilitan Sebuah filter numerik yang ideal akan mengirimkan frekuensi yang diperlukan dan menipiskan frekuensi yang sama sekali semua yang tidak diinginkan dalam catatan getaran tanah. Namun, ini tidak dapat dicapai karena keterbatasan analisis Fourier. Sebuah transisi antara frekuensi yang diinginkan dan tidak diinginkan memiliki dua (langkah-seperti) nilai-nilai pada frekuensi yang sama. Hal ini tidak dapat dinyatakan dengan serangkaian Fourier. Untuk mengatasi masalah ini, zona transisi atau ramp diperkenalkan antara rentang sempit frekuensi. filter seperti itu juga tidak sempurna realisasi karena efek Gibb di mana representasi Fourier dari fungsi selalu lampaui nilai sebenarnya pada titik diskontinuitas. Efek dari keterbatasan ini adalah untuk memungkinkan kebocoran spektral, sehingga Fourier spektrum amplitudo (FAS) dari sinyal disaring dibagi dengan FAS dari sinyal asli akan menghasilkan fungsi berdesir.  BASELINE CORRECTION Baseline correction pada getaran singkat meliputi penemuan fungsi yang mendekati periode panjang offset dari sumbu waktu (kesalahan dasar) dari catatan getaran. Kesalahan bisa disebabkan oleh digitalisasi catatan analog atau alasan lainnya. Jika tidak dikoreksi, kesalahan garis dasar dapat menyebabkan nilai-nilai yang salah dari kecepatan dasar dan perpindahan ketika mereka terintegrasi dalam waktu dari catatan akselerasi.
  • 9. PENYELIDIKAN LAPANGAN  PERMUKAAN (NON – INTRUSIVE) 1. Geophysical Refraction Metode ini distandardisasi (misalnya ASTM D5777). refraksi geofisika biasanya digunakan untuk menentukan kedalaman (biasanya sampai 30 m tapi mungkin untuk ~300 m) dari bawah permukaan muka air tanah lapisan (biasanya maksimal empat) dan juga untuk menentukan kecepatan propagasi gelombang longitudinal melalui lapisan bawah permukaan. gelombang longitudinal digunakan karena mereka melakukan perjalanan tercepat melalui tanah dan merupakan yang pertama tiba di penerima tetapi penentuan kecepatan gelombang transversal dimungkinkan dengan refraksi geofisika. 2. Geophysical Reflection Metode ini distandardisasi (misalnya ASTM D7128-05). Hal ini paling sering digunakan untuk penentuan kecepatan Perambatan gelombang dan ketebalan lapisan bawah permukaan pada skala besar untuk stratigrafi sangat dalam dan jarang untuk lapisan tanah dangkal. Tes dan interpretasi secara konseptual sangat sederhana. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan dorongan untuk menyebabkan gelombang biasanya memanjang di permukaan dan mengukur waktu kedatangan gelombang langsung dan tercermin pada penerima di permukaan
  • 10. PERMUKAAN (NON – INTRUSIVE) Geophysical Refraction Geophysical Reflection
  • 11. PENYELIDIKAN LAPANGAN  KEDALAMAN ( INTRUSIVE ) 1. Geophysical Down-Hole Metode ini distandardisasi (misalnya ASTM D7400-08). Hal ini dapat dilakukan dalam suatu lubang bor tunggal ketika sumber getaran terletak di permukaan tanah dan penerima tunggal pindah ke kedalaman yang berbeda atau sejumlah penerima yang tetap pada berbagai kedalaman lubang bor 2. Geophysical Cross-Hole Metode ini distandardisasi (misal ASTM D4428 / D4428M-00). Metode ini digunakan untuk penentuan kecepatan gelombang tanah longitudinal dan transversal yang merambat horizontal melalui lapisan tanah, dengan tidak adanya batu. Minimal dua tetapi sebaiknya tiga lubang bor yang digunakan berjarak pada 3 m terpisah, untuk meminimalkan kemungkinan bahwa kedatangan dibiaskan daripada gelombang langsung direkam 3. Geophysical Cone Sebagai kerucut standar (luas penampang 35,7 mm diameter yaitu 10 cm2 dan 60◦ sudut apex) dapat digunakan untuk klasifikasi tanah dan identifikasi lapisan tanah, kerucut geofisika dapat digunakan sebagai pengganti lubang tes atau sebagai tambahan untuk itu karena penggunaan piezo-kerucut cepat (speed penetrasi 2 ± 0,5 cm / s) dan mungkin lebih murah. Penggunaannya dibatasi oleh ketersediaan di situs dan kedalaman penetrasi yang dapat dicapai dengan mendorong berlaku hingga 200 kN, tergantung kendaraan yang kerucut dipasang.
  • 12. KEDALAMAN ( INTRUSIVE ) Geophysical Down-Hole Geophysical Cross-Hole Geophysical Cone
  • 13. UJI LABORATORIUM DAN SAMPEL TANAH  KEKUATAN GESER Kekuatan geser siklik dapat diukur baik menggunakan geser sederhana atau tes siklik triaksial tapi geser sederhana adalah sederhana dan lebih murah dan menyerupai lebih dekat sebenarnya gerakan tanah horisontal karena perambatan gelombang geser vertikal.  KEKAKUAN Tidak ada tes tunggal ada yang dapat diterapkan untuk seluruh jajaran regangan dari nilai-nilai kecil dari 10-6 untuk regangan pada kegagalan beberapa persen. Oleh karena itu, lebih dari satu jenis tes dikombinasikan. Salah satunya resonant column, distandardisasi (misalnya ASTM D4015 - 92). Tes terdiri dari getaran spesimen silinder di torsi untuk menentukan modulus geser dan rasio redaman atau di arah aksial untuk menentukan modulus aksial dan rasio redaman pada frekuensi resonansi antara eksitasi dan sistem getaran.
  • 14. UJI LABORATORIUM DAN SAMPEL TANAH  KEKUATAN GESER DAN KEKAKUAN Hasil pengujian yang dilakukan pada spesimen dalam kondisi regangan axi- simetris di aparatus triaksial siklik dan dalam kondisi regangan pesawat di aparatus geser sederhana siklik mungkin akan berbeda. Untuk pengujian potensi likuifaksi, misalnya, hasil dari tes triaksial harus dikalikan dengan faktor sekitar 0,7 (Bibit, 1979). Untuk kondisi statis Namun, sudut lebih besar dari gesekan pasir diukur dalam kondisi regangan pesawat dari kondisi triaksial (mis Cornforth, 1964). Townsend (1978), untuk faktor yang mempengaruhi kekuatan triaksial siklik tanah kohesi diringkas. efek serupa diharapkan pada kekakuan tanah dan kecepatan gelombang.  PERMEABILITAS TANAH Koefisien permeabilitas tanah air, yang didefinisikan sebagai jumlah aliran melalui satuan luas tanah di bawah gradien tekanan satuan, dan volumetrik kompresibilitas memiliki pengaruh besar pada disipasi dan pembentukan tekanan air pori berlebih selama gempa bumi. permeabilitas air dapat ditentukan dengan tes memompa air lapangan dilakukan di lubang bor untuk menghindari masalah dengan gangguan sampel, ukuran dan orientasi. tes permeabilitas lapangan distandardisasi (misalnya ASTM 6391, EN 1997-2, 2007).