SELAMAT DATANG KE SEMINAR PRESENTASI PASANG SURUT LAUT ( OCEAN TIDE  ) Oleh : Ir. S o e b y a k t o Geofisika ITB Bandung ...
PASANG SURUT LAUT <ul><li>Pasang surut adalah perubahan gerak relatif dari materi suatu planet, bintang dan benda angkasa ...
<ul><li>Trans tidal waves adalah gelombang yang mempunyai periode sangat panjang lebih dari 24 jam, akibat adanya gaya gra...
Pasang surut yang terjadi di bumi terdapat dalam 3 bentuk :   <ul><li>Pasang surut atmosfir (Atmospheric Tide) </li></ul><...
<ul><li>Pasang surut atmosfir (Atmospheric Tide) </li></ul><ul><li>Pasang surut atmosfir adalah gerakan atmosfir bumi yang...
<ul><li>Pasang surut laut (Ocean Tide) </li></ul><ul><li>Pasang surut laut adalah naik turunnya permukaan air laut diserta...
<ul><li>Gaya gravitasi bulan lebih dominan pengaruhnya dibandingkan gaya gravitasi matahari terhadap terjadinya pasang air...
<ul><li>Pasang surut bumi padat (bodily Tide) </li></ul><ul><li>Pasang surut bumi padat adalah gangguan akibat gaya gravit...
Tujuan dan kegunaan <ul><ul><li>Scietific Interest, tujuan ini adalah tujuan pertama kali dari para ilmuwan dalam mempelaj...
Karakteristik Sistem Bumi-Bulan-Matahari Gambar 1  Lintasan Edar Planet-planet
<ul><li>Pasang surut terjadi disebabkan gaya tarik menarik antara matahari dan bumi, bumi dan bulan, serta matahari-bulan ...
<ul><li>Orbit sistem bumi-bulan mengelilingi matahari adalah berbentuk Ellipse dengan eksentrisitasnya 0,017, dan matahari...
<ul><li>Kecepatan gerak planet dalam menempuh lintasan revolusinya tidak selalu tetap. Pada saat dekat titik perihelium (P...
Hukum Keppler <ul><li>Lintasan planet berbentuk elips dengan matahari sebagai salah satu titik apinya. </li></ul><ul><li>G...
Hukum Keppler <ul><li>Luas    MAB = Luas    MCD = Luas    MEF. </li></ul><ul><li>Waktu  A  B = waktu C  D = waktu E  F ...
GAYA GRAVITASI <ul><li>Gaya gravitasi adalah gaya tarik yang bekerja antara dua benda yang bermassa. </li></ul><ul><li>F =...
<ul><li>G = konstanta gravitasi umum  </li></ul><ul><li>  = 6,67 x 10 - 11  Nm 2 /kg 2 </li></ul><ul><li>Jarak rata-rata a...
<ul><li>Jarak rata-rata bumi-bulan : </li></ul><ul><li>r BB  = 238.862 mil = 1,609 x 238862 =  </li></ul><ul><li>384.328,9...
<ul><li>Untuk menerapkannya dalam sistem Bumi-Bulan-Matahari, kita akan meninjau sistem itu menjadi dua sistem, yaitu  </l...
Sistem Bumi-Bulan   Gambar 3 Sistem Bumi - Bulan
<ul><li>Pada gambar 3 dilukiskan : </li></ul><ul><li>M = massa Bumi </li></ul><ul><li>m = massa Bulan </li></ul><ul><li> ...
<ul><li>Pada sistem Bumi-Bulan, dimana Bumi dianggap tidak berotasi pada sumbunya, tetapi mengadakan putaran (revolusi) pa...
Keseimbangan gaya yang terjadi di Bumi  : Keseimbangan gaya yang terjadi di Bulan : ( 3 ) ( 4 ) Dari persamaan (2), (3) da...
<ul><li>T = periode revolusi (putaran) dari Bumi dan Bulan mengelilingi sumbu bersamanya. </li></ul><ul><li>Apabila harga-...
<ul><li>Keadaan sistem Bumi-Bulan mengadakan revolusi terhadap sumbunya dan Bumi dianggap tidak berotasi pada ½ T revolusi...
Gambar 4  Orbit Bulan dan Bumi yang tidak berotasi
Gaya Pembangkit Pasang Surut <ul><li>Gaya yang bekerja pada suatu massa air di permukaan Bumi adalah gaya tarik Bulan, gay...
Gambar 5  Gaya yang bekerja pada satu unit massa air di permukaan Bumi
 
 
 
 
Permukaan Pasang Surut Seimbang  (Equilibrium Tidal Surface) Gambar 6  Permukaan air equilibrium di bawah pengaruh gaya  p...
<ul><li>Bentuk equilibrium dari permukaan air di bawah sistem gaya seperti dinyatakan dalam persamaan (18) dan (19) dapat ...
 
Persamaan (22) menyatakan bola yang pipih dengan sumbu panjangnya mengarah ke Bulan.   Gambar 7  Permukaan air setimbang (...
<ul><li>Referensi </li></ul><ul><ul><ul><li>Dadang Kurniadi, Soenaryo, Mohammad Ali, 1982, OSEANOGRAFI, Jurusan Geofisika ...
SELESAI
TERIMA KASIH
   2007 Yang membuat : Ir. Soebyakto, HP. 08156924106
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pasut

7,012 views

Published on

Pasang surut adalah perubahan gerak relatif dari materi suatu planet, bintang dan benda angkasa lainnya yang diakibatkan aksi gravitasi benda-benda angkasa di luar materi itu berada.

Published in: Education, Technology
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,012
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
23
Actions
Shares
0
Downloads
358
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pasut

  1. 1. SELAMAT DATANG KE SEMINAR PRESENTASI PASANG SURUT LAUT ( OCEAN TIDE ) Oleh : Ir. S o e b y a k t o Geofisika ITB Bandung 1986 2007
  2. 2. PASANG SURUT LAUT <ul><li>Pasang surut adalah perubahan gerak relatif dari materi suatu planet, bintang dan benda angkasa lainnya yang diakibatkan aksi gravitasi benda-benda angkasa di luar materi itu berada. </li></ul><ul><li>Gelombang pasang (tidal waves) adalah gelombang yang mempunyai periode antara 12 jam sampai dengan 24 jam, disebabkan adanya gaya gravitasi dan percepatan gaya coriolis, tumbuh akibat gaya tarik benda-benda langit terutama matahari dan bulan. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Trans tidal waves adalah gelombang yang mempunyai periode sangat panjang lebih dari 24 jam, akibat adanya gaya gravitasi dan percepatan gaya coriolis, yang tumbuh dari storms, gaya tarik matahari dan gaya tarik bulan. </li></ul>
  4. 4. Pasang surut yang terjadi di bumi terdapat dalam 3 bentuk : <ul><li>Pasang surut atmosfir (Atmospheric Tide) </li></ul><ul><li>Pasang surut laut (Ocean Tide) </li></ul><ul><li>Pasang surut bumi padat (bodily Tide ) </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Pasang surut atmosfir (Atmospheric Tide) </li></ul><ul><li>Pasang surut atmosfir adalah gerakan atmosfir bumi yang diakibatkan oleh adanya aksi gravitasi dari matahari dan bulan atau benda langit lainnya. Gerakan atmosfir akibat hal ini bisa dideteksi dengan alat barometer, yang mencatat perubahan tekanan udara di muka laut. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Pasang surut laut (Ocean Tide) </li></ul><ul><li>Pasang surut laut adalah naik turunnya permukaan air laut disertai gerakan horizontal massa air, dan gejala ini mudah dilihat secara visual. Naik turunnya muka air laut biasanya disebut vertical tide dan gerakan horizontal disebut tidal curren (arus pasang surut). Turun-naiknya permukaan air laut ini karena pengaruh gravitasi dari bulan dan matahari. Bila permukaan air laut mengalami kenaikan disebut pasang naik dan sebaliknya bila terjadi penurunan disebut pasang surut. </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Gaya gravitasi bulan lebih dominan pengaruhnya dibandingkan gaya gravitasi matahari terhadap terjadinya pasang air laut ini, karena posisi bulan lebih dekat ke bumi dibandingkan jarak bumi ke matahari. Pasang besar akan terjadi bila tempat-tempat di bumi mangalami bulan mati dan bulan purnama. Pasang terbesar dapat terjadi bila bulan mati atau bulan purnama tepat tegak lurus di atas permukaan bumi. Sedangkan surut terjadi pada tempat-tempat sebaliknya, yaitu pada permukaan bumi dibalik terjadinya bulan mati atau bulan purnama. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Pasang surut bumi padat (bodily Tide) </li></ul><ul><li>Pasang surut bumi padat adalah gangguan akibat gaya gravitasi benda langit terhadap bagian bumi padat. Gangguan ini sangat kecil, sehingga hampi tidak bisa dilihat secara jelas. Akan tetapi, untuk pengukuran dari ketinggian suatu tempat dan penelitian geofisika lainnya, gangguan ini harus diperhatikan benar kelakuannya. </li></ul>
  9. 9. Tujuan dan kegunaan <ul><ul><li>Scietific Interest, tujuan ini adalah tujuan pertama kali dari para ilmuwan dalam mempelajari gejala alam. </li></ul></ul><ul><ul><li>Navigation (Navigasi), untuk memperkirakan atau meramalkan tinggi muka air dan kekuatan serta arah arusnya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hydraulic Engineering, mempelajari kondisi pasang surut bagi keperluan bangunan dan operasi-operasi di pantai atau di lepas pantai. </li></ul></ul>
  10. 10. Karakteristik Sistem Bumi-Bulan-Matahari Gambar 1 Lintasan Edar Planet-planet
  11. 11. <ul><li>Pasang surut terjadi disebabkan gaya tarik menarik antara matahari dan bumi, bumi dan bulan, serta matahari-bulan dan bumi. Gaya tarik menarik antara bumi dan palnet lainnya kecil, sehingga bisa diabaikan. Gerakan-gerakan yang penting dalam sistem matahari-bumi-bulan adalah revolusi dari bumi mengitari matahari dan revolusi bulan mengelilingi bumi. Bidang dimana bumi mengitari matahari disebut bidang “ecliptic ”, sumbu roasi bumi membuat sudut dengan bidang Ecliptic ini sebesar . </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Orbit sistem bumi-bulan mengelilingi matahari adalah berbentuk Ellipse dengan eksentrisitasnya 0,017, dan matahari terletak pada salah satu fokus dari Ellipse tersebut. Posisi bulan yang terdekat dengan bumi disebut Perigee , dan terjauh disebut Apogee . Jarak terdekat antara bumi-matahari disebut Perihelion dan terjauh disebut Aphelion. </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Kecepatan gerak planet dalam menempuh lintasan revolusinya tidak selalu tetap. Pada saat dekat titik perihelium (Perihelion) mempunyai kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pada saat planet tersebut di dekat titik aphelium (Aphelion). </li></ul>
  14. 14. Hukum Keppler <ul><li>Lintasan planet berbentuk elips dengan matahari sebagai salah satu titik apinya. </li></ul><ul><li>Garis penghubung planet matahari menyapu luas yang sama dalam waktu yang sama. </li></ul><ul><li>Pangkat dua periode planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya ke matahari. </li></ul>
  15. 15. Hukum Keppler <ul><li>Luas  MAB = Luas  MCD = Luas  MEF. </li></ul><ul><li>Waktu A B = waktu C D = waktu E F </li></ul><ul><li>T 2  a 3 </li></ul><ul><li>T = periode planet mengelilingi matahari = kala revolusi </li></ul><ul><li>planet </li></ul><ul><li>a = jarak rata-rata planet dari matahari. </li></ul>Gambar 2 Waktu Edar Planet
  16. 16. GAYA GRAVITASI <ul><li>Gaya gravitasi adalah gaya tarik yang bekerja antara dua benda yang bermassa. </li></ul><ul><li>F = gaya gravitasi (N) </li></ul><ul><li>M = massa matahari (kg) </li></ul><ul><li>m = massa planet (kg) </li></ul><ul><li>r = jarak kedua benda (m) </li></ul>( 1 )
  17. 17. <ul><li>G = konstanta gravitasi umum </li></ul><ul><li> = 6,67 x 10 - 11 Nm 2 /kg 2 </li></ul><ul><li>Jarak rata-rata antara pusat massa bumi dengan pusat massa matahari (r BM ) = 92.830.000 mil = 1,609 x 92.830.000 km = 149.363.470 km </li></ul><ul><li>Bumi mempunyai massa ( m ) </li></ul><ul><li>m = 4,1 x 10 23 slug= 14,59 x 4,1 x 10 23 = 59,819 x kg </li></ul><ul><li>Ratio massa matahari (M) dan masa bumi ( m ) : M/m = 3,28 x 10 5 </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Jarak rata-rata bumi-bulan : </li></ul><ul><li>r BB = 238.862 mil = 1,609 x 238862 = </li></ul><ul><li>384.328,958 km </li></ul><ul><li>Ratio massa bulan (m bl ) dan massa bumi (m) : </li></ul>
  19. 19. <ul><li>Untuk menerapkannya dalam sistem Bumi-Bulan-Matahari, kita akan meninjau sistem itu menjadi dua sistem, yaitu </li></ul><ul><li>Sistem Bumi-Bulan </li></ul><ul><li>Sistem Bumi-Matahari. </li></ul>
  20. 20. Sistem Bumi-Bulan Gambar 3 Sistem Bumi - Bulan
  21. 21. <ul><li>Pada gambar 3 dilukiskan : </li></ul><ul><li>M = massa Bumi </li></ul><ul><li>m = massa Bulan </li></ul><ul><li> = kecepatan sudut dari sistem Bumi- </li></ul><ul><li>Bulan pada sumbu bersama </li></ul><ul><li>r = jarak pusat Bumi – pusat Bulan </li></ul><ul><li>r m = jarak pusat Bulan – sumbu bersama </li></ul><ul><li>r e = jarak pusat Bumi – sumbu bersama </li></ul><ul><li>r = r m + r e </li></ul>( 2 )
  22. 22. <ul><li>Pada sistem Bumi-Bulan, dimana Bumi dianggap tidak berotasi pada sumbunya, tetapi mengadakan putaran (revolusi) pada sumbu putaran bersama Bumi-Bulan. Sistem Bumi-Bulan dalam keadaan setimbang, gaya-gaya yang bekerja pada sistem itu adalah gaya tarik menarik dan gaya sentrifugal pada sumbu bersama. </li></ul>
  23. 23. Keseimbangan gaya yang terjadi di Bumi : Keseimbangan gaya yang terjadi di Bulan : ( 3 ) ( 4 ) Dari persamaan (2), (3) dan (4) diperoleh : ( 5 )
  24. 24. <ul><li>T = periode revolusi (putaran) dari Bumi dan Bulan mengelilingi sumbu bersamanya. </li></ul><ul><li>Apabila harga-harga r, G, M dan m dimasukkan ke dalam persamaan (6), maka diperoleh harga T = 27,3 hari. Hal ini sesuai dengan periode hasil observasi 27,32 hari. </li></ul>( 6 )
  25. 25. <ul><li>Keadaan sistem Bumi-Bulan mengadakan revolusi terhadap sumbunya dan Bumi dianggap tidak berotasi pada ½ T revolusi, dilukiskan pada gambar 4. Kondisi Bumi yang tidak berotasi dan hanya berevolusi, menyebabkan tiap titik di Bumi berevolusi pada suatu lingkaran dengan jari-jari r e . </li></ul>
  26. 26. Gambar 4 Orbit Bulan dan Bumi yang tidak berotasi
  27. 27. Gaya Pembangkit Pasang Surut <ul><li>Gaya yang bekerja pada suatu massa air di permukaan Bumi adalah gaya tarik Bulan, gaya gravitasi Bumi dan gaya sentrifugal pada sumbu revolusi bersama. </li></ul><ul><li>Gaya sentrifugal, yang diakibatkan Bumi-Bulan berevolusi, yang arahnya menjauhi Bulan dan sejajar dengan garis yang menghubungkan pusat Bumi-Bulan. </li></ul><ul><li> f c =  .r e </li></ul>
  28. 28. Gambar 5 Gaya yang bekerja pada satu unit massa air di permukaan Bumi
  29. 33. Permukaan Pasang Surut Seimbang (Equilibrium Tidal Surface) Gambar 6 Permukaan air equilibrium di bawah pengaruh gaya pembangkit Pasang surut.
  30. 34. <ul><li>Bentuk equilibrium dari permukaan air di bawah sistem gaya seperti dinyatakan dalam persamaan (18) dan (19) dapat dinyatakan sebagai resultante dari gaya lokal (gambar 6). </li></ul><ul><li>Dari gambar 6 diperoleh hubungan : </li></ul>
  31. 36. Persamaan (22) menyatakan bola yang pipih dengan sumbu panjangnya mengarah ke Bulan. Gambar 7 Permukaan air setimbang (Equilibrium water surface) Menurut sistem Bumi-Bulan.
  32. 37. <ul><li>Referensi </li></ul><ul><ul><ul><li>Dadang Kurniadi, Soenaryo, Mohammad Ali, 1982, OSEANOGRAFI, Jurusan Geofisika & Meteorologi – Institut Teknologi Bandung. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kamajaya, Drs. 1995. FISIKA 2, Ganeca Exact Bandung. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Frank D. Stacey, 1969, Physics of the Earth, University of Queensland Australia. </li></ul></ul></ul>
  33. 38. SELESAI
  34. 39. TERIMA KASIH
  35. 40.  2007 Yang membuat : Ir. Soebyakto, HP. 08156924106

×