Dokumen tersebut membahas tentang pengertian, penyebab, jenis, tahapan penyembuhan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka serta tujuan perawatan luka."
Terganggunya suatukontinuitas dari
struktur bagian tubuh yang bisa
diakibatkan oleh berbagai trauma baik
secara mekanik, panas, kimia, radiasi
atau invasi dari mikroorganisma patogen.
Luka akut
Adalahluka yang
proses
penyembuhannya
sesuai dengan
tahapan-tahapan
penyenbuhan luka
Luka kronis
Terjadi ketika
penyembuhan luka
tidak sesuai dengan
proses penyembuhan
luka yang
dipengaruhi oleh
faktor faktor eksternal
dan internal
10.
Luka kronik slaluterkontaminasi
Tahapan infeksi
Kontaminasi
Kolonisasi
Infeksi
Koloni kuman > 10 .000. 000 per
gram jaringan
1. Merah
Lukabersih
Banyak vaskularisasi
Tujuan perawatan luka : Mempertahankan
lingkungan yang lembab, mencegah terjadinya
trauma atau perdarahan dan infeksi
14.
2. Kuning
Kuning,kuning kecoklatan, pucat.
Merupakan luka terkontaminasi atau
terinfeksi.
Avaskularisasi.
3. Hijau
Merupakan luka infeksi biasanya oleh
pseudomonas
Tujuan perawatan luka infeksi managemen
eksudat dan bau.
15.
4. Pink
Lukamengalami epitelisasi, lindungi luka dari
trauma
5. Hitam.
Merupakan jaringan nekrosis.
Avaskularisasi
16.
Tujuan perawatan lukakuning sama dengan
luka hitam :
Meningkatkan autolisis atau mekanikal
debridmen.
Absorb eksudat
Menghilangkan bau tidak sedap
Menghilangkan atau mengurangi kejadian infeksi
Resisten terhadaprespon imun individu
Resisten terhadap antibiotik dan bakterisida
topikal
Bakteri >>> dan bermacam macam
Memperluas virulensi
Biofilm lebih resisten menjadi 500x terhadap
bakteri
Jaringan rusak
20.
Alasan persiapan dasarluka
Sebagai sarana untuk memberikan
pendekatan terstruktur dan sistematik
dalam manajemen penyembuhan
luka yang terganggu
Menekankan pada pengangkatan
hambatan yang mengganggu
penyembuhan luka dengan
optimalisasi penyembuhan luka
21.
Panjang lukadiukur dengan patokan dari arah
kepala ke kaki
Lebar diukur dari satu sisi ke sisi yang lain
Kedalaman luka diukur dengan menggunakan
aplikator, kemudian diukur menggunakan alat
ukur.
22.
Tunneling adalahmerupakan saluran dari suatu
luka yang menghubungkan subcutan atau otot.
Undermining/goa adalah destruksi jaringan yang
terjadi dibawah kulit
Mengukurnya sesuai dengan arah jarum jam
23.
Karakteristik exudatedapat ditentukan oleh
jumlah Type dan bau.
Jumlah : tidak ada, sedikit, moderate dan banyak.
Type : jernih, kekuningan, kemerahan dan
purulent.
24.
Bau dapatdigambarkan tidak berbau, sedikit,
sedang dan sangat berbau.
Bau dipengaruhi oleh karakteristik exudate,
kontaminasi mikroorganisme dan jumlah jaringan
yang mati
Umumnya tepiluka akan dipenuhi oleh jaringan
epitel berwarna merah muda.
Kegagalan menutupnya luka terjadi jika tepi luka :
Edema, nekrosis atau kallus, infeksi
Luka terinfeksiditandai dengan erithema yang
makin meluas, edema, cairan purulent, nyeri,
peningkatan suhu tubuh, peningkatan jumlah sel
darah putih dan timbul bau yang khas
Hasil kultur yang mendukung
30.
Cara pengambilan kultur
1.Cuci tangan
2. Buka balutan lama
3. Cuci luka dgn cairan nontoksik
JANGAN DENGAN ANTISEPTIK
4. Keringkan dengan kasa steril
5. Diamkan luka sampai
mengeluarkan eksudat
6. Lakukan teknik sampling secara
zig-zag sebanyak 10 x usapan
yang mewakili seluruh area luka
7. Segera kirim sampel ke lab
31.
Beberapa mikroorganisme yang
menginfeksiluka:
Staphylococcus aureus
Streptococcae
Escherichia coli
Pseudomonas aeruginosa
Klebsiella
Citrobacter
Ccansandida albi
Hati hatisaat membuka balutan.
Hindari perlakuan kasar.
Hindari menggosok luka hingga berdarah.
Hindari sikap antipati ( jijik atau geli ).
Ciptakan suasana yang dapat meningkatkan
kemampuan klien bersosialisasi.
36.
Normal saline
Air yang steril
Air rebusan jambu biji: formulanya rebus 5 lembar daun
biji dengan 1 liter air hingga menjadi setengahnya.
Air rebusan daun sirih: memiliki kandungan fenol yang 5
x lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa, dapat
menghambat pertumbuhan bakteri mulut aerob dan
anaerob sama baiknya dengan povidone iodine sebagai
oral higiene pada pasien yang mengalami penurunan
kesadaran.
Autolytic debridment
Enzymatic debridment
Mechanical debridment
Surgical debridment
Maggot ( sejenis serangga atau belatung )
40.
CALSIUM ALGINAT
Mengandungcalsium alginate yang berasal rumput laut.
Berubah jadi gel bila bercampur dengam cairan luka.
Keuntungan ;
Menstimulasi pembekuan darah jika terjadi perdarahan minor.
Mampu menyerap eksudat.
Sangat bermanfaat untuk luka kanker
Mampu meningkatkan proses autolisis debridemen.
Kerugian :
Memerlukan secondary dressing.
Tidak dapat digunakan pada luka yang terinfeksi dan luka yang kering.
HIDROKOLOID
Materi terdiri dari hydrophilic dan hydrophobic polymer
Mengandung carboxymethyl cellulosa, gelatin dan pectin
-
41.
Keuntungan :
Mampumenyerap eksudat ( light /moderate)
Waterproof
Merangsang pertumbuhan granulasi
Mendukung proses autolisis debridment
Melindungi luka dari trauma dan menjaga kelembaban
Meningkatkan fungsi sel
Menghindari resiko infeksi (hydrophobic polymer/pelindung)
Melindungi kulit
Baik digunakan untuk luka yang berwarna merah dan abses
Kerugian :
Tidak boleh digunakan pada luka yang terinfeksi
Memerlukan secondary dressing
Melekat pada plester.
42.
HIDROAKTIF GEL
Materiterdiri dari similar dengan hydrocoloid tapi berbentik gel
Mengandung air
Keuntungan
Membantu proses autolisis debridment
Membuat kondisi lembab pada luka
Digunakan pada kondisi luka partial ayau full thickness,luka bakar minor( radiasi
atau ekspose panas)
Terutama pada luka kering nekrotik,luka warna kuning dengan eksudat minimal.
Kerugian
Memerlukan secondary dressing.
HIDROCELLULOSA
Terbuat dari sellulosa dengan daya serap yang sangat tinggi melebihi calsium
alzinate
43.
METRONIDAZOLE POWDER
Tidakmudah robek atau larut, mudah melepaskannya
Dapat digunakan pada semua warna dasar luka
Mendukung proses autolisis debridment
Meningkatkan proses reepitalisasi
Dapat menahan stapilococus aureus masuk kedalam luka
FOAM
Tidak meninggalkan residu
Merupakan absorban dengan kemampuan daya serap yang lebih tinggi
Aman digunakan pada luka infeksi
Dapat mengontrol Hypergranulasi
Nyaman digunakan
44.
Mengurangi /menghilangkanbau pada luka akibat jamur dan baketri
anaerob.
Mengurangi nyeri dan radang
TRANSFARANT FILM
Water poof dan gas permeable
Secondary dressing
Support autolisis debridment
Mengurangi nyeri
Kontra indikasi : pada luka dengan eksudat yang banyak
45.
HYDROFOBIK
Non absorbennon adhesif
Untuk luka bereksudat sedang atau banyak
Untuk terinfeksi
Perlu bantuan sekunder
Contoh : Cutisorb, woundres N
KESIMPULAN
• Pemilihan topikal terapi yang tepat
sangat berguna untuk membantu
proses penyembuhan luka.
• Pemilihan topikal terapi didasarkan
pada hasil pengkajian luka dengan
konsep RBY
• Efektif dan efisien bagi perawat dan
pasien.
47.
Kelembapan meningkatkan:
• epitelisasi30-50%
• sintesa kolagen sebanyak 50 %
• re-epitelisasi 2-5 kali lebih cepat
Karakteristik penyembuhan luka
dengan prinsip moist:
• mengurangi kehilangan cairan
• memfasilitasi pertumbuhan
epitel pada permukaan luka
•Mengurangi inflamasi pada
permukaan luka
48.
Untuk luka beronggadalam,
dengan eksudat sedang
sampai tinggi topikal terapi yg
dipakai :
• daya serap tinggi
• mudah diaplikasikan
• atraumatic
• lembut dan confortable
• non adhesive
Kortikosteroid :Menurunkan respon inflamasi,
kecepatan reepitalisasi dan neovaskularisasi
Kemoterapi : Menurunkan sintesa DNA dan RNA
yang mengakibatkan penekanan sintesa protein,
pembentukan kolagen
61.
Luka terlindungdari adanya trauma dan tekanan
Terciptanya lingkungan yang lembab, adanya
transport oksigen dan nutrisi.
Tidak terdapat infeksi
Penanganan yang baik dan tepat pada saat
merawat luka.
62.
Gangguan integritaskulit/jaringan
Resiko infeksi
Nyeri
Perubahan terhadap citra diri
Kurang efektif terhadap koping individu
Kurang pengetahuan
Cemas
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Gangguan perfusi jaringan (penyakit vaskuler)