BUDIDAYA TANAMAN
SAYURAN
Oleh :
Ir. Iwan Suwaraman Sw
Tanaman Sayuran
• Tanaman sayuran yang dahulu
dimasukkan ke dalam golongan
tanaman perkebunan rakyat atau yang
sekarang lebih dikenal dengan nama
“Hortikultura”
METODE BUDIDAYA
• METODE KONVENSIONAL
Suatu metode budidaya yang sudah
lazim dilakukan oleh para petani
sayuran
• METODE HIDROPONIK
Suatu metode budidaya dengan teknik
modern yang biasa dilakukan di dalam
green house
TEKNIK BUDIDIDAYA
1.Persiapan lahan atau media tanam
2.Pesemaian/Pembibitan
3.Penanaman
4.Pemupupukan
5.pengendalian hama dan penyakit
6.Pemangkasan
7.Pengajiran/pemberian turus
8.penyiraman
9.penyiangan atau pengendalian gulma
10. Pemanenan
11. pasca panen/pengendalian mutu
12.Pemasaran
1. PERSIAPAN LAHAN
• Mengukur luasan lahan
• Membersihkan lahan
• Mengolah tanah
• Memberikan pupuk Dasar
• Memberi mulsa
• Membuat lobang tanam
2. PESEMAIAN/PEMBIBITAN
• Menyiapkan tempat pesemaian
• Menyiapkan media semai
• Menyemai benih
• Menyapih
• Menempatkan bibit
• Memelihara bibit
3. MENANAM
• Memilih bibit
• Mengangkut dan menempatkan
bibit
• Menanamkan bibit
4. MEMUPUK
• Menentukan jenis pupuk dan
dosisnya
• Menimbang pupuk
• Memupuk 1, 2 , 3
5. PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT
1. Pengendalian secara biologis
2. Pengendalian secara organis
3. pengendalian secara fisis
4. Pengendalian secara mekanis
5. Pengendalian secara chemis
6. Pemangkasan/Pewiwilan
• Pemangkasan tunas samping
• Pemangkasan yang terkena penyakit
• Pemangkasan buah
• Pemangkasan produksi
• Pemangkasan peremajaan
• Pemangkasan seni
7.PENGAJIRAN
• Jenis bahan ajir
• Jumlah kebutuhan
• Jenis pengajiran
8. PENYIRAMAN
•Waktu penyiraman
•Teknik penyiraman
•Periode penyiraman
9. PENYIANGAN ATAU
PENGENDALIAN GULMA
• 1. Penyiangan secara mekanis
• 2. Penyiangan secara chemis
10.Pemanenan
•Kriteria panen
•Waktu panen
11. PASCA PANEN
• Pencucian/pembersihan
• Sortasi
• Pengikatan
• Greeding
• Pengemasan
• Penimbangan
• Pemberian label
PEMASARAN
• Eceran langsung
• Tengkulak
• Pasar swalayan
• Supermarket
• Borongan
Hubungan Ketinggian Tempat dengan Jenis Tanaman Sayuran
yang Diusahakan
No. Jenis Tanaman Sayuran Ketinggian Tempat Di Atas
Permukaan Laut
Meter Di Atas Permukaan
Laut
1 Cabe Rendah - Tinggi 200 - 1500
2 Tomat Tinggi/tergantung var. 200 - 1500
3 Terong Rendah - Tinggi 200 - 1500
4 Jagung Manis Rendah - Tinggi 200 - 1500
5 Ketimun Rendah - Tinggi 200 - 1500
6 Buncis dan Kacang
Panjang
Rendah - Tinggi 200 - 1500
7 Kacang Kapri Tinggi 700 - 1200
8 Wortel Tinggi 500 - 1200
9 Kubis Tinggi 900 - 1500
10 Sawi/Caisin Rendah - Tinggi 200 - 1200
11 Bayam Cabutan Rendah -Tinggi 200 - 1200
12 Kangkung Cabutan Rendah - Tinggi 200 - 1200
13 Bawang Merah Rendah 100 - 500
14 Bawang Putih Tinggi 700 - 1200
15 Selada Bokor Tinggi 700 - 1200
PETUNJUK PENANAMAN UNTUK LUAS 1 HA
NO
Jenis
Tanaman
Sayuran
JUMLAH
TANAMAN
(+/-)
KEBUTHAN
BENIH (KG)
PERSEMAIAN
PERSIAPAN
LAHAN
PEMBERIAN
P. KANDANG
TANAMAN
PEMUPUKAN
1
PEMUPUKAN
2
PEMUPUKAN
3
1 Cabe 30.000 0,3 – 0.5 30 HPT *)
7 HPT
dicangkul
dibedeng
5 HPT 0.5
kg per
lubang
tanaman
Jarak
tanaman :
60 x 50 cm
1 bibit per
lubang
7 HST *)
Urea 100
kg TSP 200
kg KCI 150
kg
37 HST
Urea 100
kg
67 HST
Urea 100
kg
2 Tomat 28.000 0,2 – 0,3 21 HPT
7 HPT
dicangkul
dibedeng
5 HPT 0.5
kg per
lubang
tanaman
Jarak
tanaman :
70 x 50 cm
1 bibit per
lubang
7 HST *)
Urea 100
kg TSP 150
kg KCI 100
kg
37 HST
Urea 100
kg
-
3 Terong 20.000 0,2 – 0,3 45 HPT
7 HPT
dicangkul
dibedeng
5 HPT 0.5
kg per
lubang
tanaman
Jarak
tanaman :
70 x 70 cm
1 bibit per
lubang
7 HST *)
Urea 100
kg TSP 200
kg KCI 150
kg
37 HST
Urea 100
kg
67 HST
Urea 100
kg
pemupuka
n ke IV :
100 HST
4
Jagung
Manis
60.000 8 – 10 -
3 HPT
dicangkul
digarit
-
Jarak
tanaman :
80 x 25 cm
1 biji per
lubang
Saat
tanaman
Urea 100
kg TSP 200
kg KCI 150
kg
30 HST
Urea 200
kg diikuti
pem
bumbunan
-
5
Ketimu
n
80.000 2 – 3 -
7 HPT
dicangkul
dibedeng
5 HPT 0.5
kg per
lubang
tanaman
Jarak
tanaman :
60 x 40 cm
2 biji per
lubang
7 HST *)
Urea 100
kg TSP 150
kg KCI 100
kg
25 HST
Urea 100
kg
-
6
Buncis dan
Kacang
Panjang
80.000
20 – 25
14 – 16
-
3 HPT dicangkul
digarit
3 HPT 5 ton
per ha
ditabur
kan
digarita
n
Jarak
tanama
n : 80 x
30 cm
2 biji per
lubang
Saat tanaman
Urea 100 kg
TSP 150
kg KCI
100 kg
28 HST
Urea 200
kg
diik
uti
pem
bu
mb
una
n
-
7 Kacang Kapri 200.000 40 – 50 -
3 HPT dicangkul
digarit
3 HPT 5 ton per
ha
ditaburk
an
digaritan
Jarak tanaman :
(80 x 25)
x 10 cm
(baris
ganda)
2 biji per lubang
Saat tanaman
Urea 100 kg TSP
150 kg
KCI 100
kg
28 HST
Urea 200 kg
diiku
ti
pem
bum
buna
n
-
8 Wortel 0,7 – 1 JUTA 2,5 – 3 -
3 HPT dicangkul
sedalam 40
cm Digarit
3 HPT 15 ton per
ha
dicampu
r pers.
Lahan
Jarak antara
garit 20
cm,
benih
ditaburi
digarita
n
Saat tanaman
Urea 100 kg KCI
100 kg
kemudian
dibumbu
n
60 HST
Urea 100 kg
-
9 Bayam cabutan 0,6 – 1 JUTA 5 – 6 -
3 HPT dicangkul
dibedeng
digarit
3 HPT 10 ton per
ha
dicampu
r pers.
Lahan
Jarak antara
garit 20
cm,
benih
ditaburi
digarita
n
Saat tanaman
Urea 100 kg TSP
100 kg
KCI 80 kg
- -
10 Kangkung Cabutan 0,6 – 1 JUTA 20 – 30 -
3 HPT dicangkul
dibedeng
3 HPT 10 ton per
ha
dicampu
r pers.
Lahan
Jarak tanaman :
20 x 10
cm
2 biji per lubang
Saat tanaman
Urea 100 kg TSP
100 kg
KCI 80 kg
- -
PASANG AJIR PENYIANGAN PEMANGKASAN PANEN
- 30 HST- 60 HST 100 HST -
90 HST selang waktu 4
hari
- 30 HST 60 HST
Dilakukan sejak tunas
air tumbuh
90 HST selang waktu 4
hari
- 30 HST 60 HST 100 HST -
120 HST selang waktu
7 hari
- 50 HST - 75 – 80 HST
15 HST 21 HST
Dilakukan pada daun-
daun tua bila
daun terlalu lebat
35 – 40 HST selang
waktu 4 hari
21 HST 21 HST
60 HST selang waktu 4
hari
15 HST 21 HST
60 HST selang waktu 4
hari
- 21 HST diikuti penjarangan 90 HST
- 18 HST 30 HST
- 18 HST 30 HST
No.
Jenis Tanaman
Sayuran
1 Cabe
2 Tomat
3 Terong
4 Jagung Manis
5 Ketimun
6
Buncis dan
Kacang Panjang
7 Kacang Kapri
8 Wortel
9 Bayam cabutan
10
Kangkung
Cabutan
BIAYA PRODUKSI
• Biaya Produksi Cabe
• Penyiapan lahan
• Pembukaan/pembersihan lahan 150 HKW @ Rp 10.000 Rp 1.500.000,00
• Pembajakan-pencangkulan 120 HKP@ Rp 10.000 Rp 1.200.000,00
• Sewa tanah 1 musim tanam (7 bln) Rp 1.200.000,00
• Pembentukan bedengan kasar 165 HKP@ Rp 10.000 Rp 1.650.000,00
• Kapur pertanian 4.000 Kg @ Rp 100,00 Rp 400.000,00
• Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp 10.000 Rp 200.000,00
• Pupuk kandang 20 ton @ Rp 100.000 Rp 2.000.000,00
• Pupupk ZA 650 Kg @ Rp 1.000 Rp 650.000,00
• Pupuk Urea 250 Kg @ Rp 1.100 Rp 275.000,00
• Pupuk TSP 500 Kg @ Rp 2.000 Rp 1.000.000,00
• Pupuk KCI 400 Kg @ Rp 3.000 Rp 1.200.000,00
• Pupuk Borate 18 Kg @ Rp 4.000 Rp 72.000,00
• Tenaga kerja pemupukan pupuk kandang 57 HKP @ Rp 10.000 Rp 570.000,00
• Pemupukan dasar (pupuk kimia) 28 HKP@ Rp 10.000 Rp 280..000,00
• Perapihan bedengan 55 HKP @ Rp 10.000 Rp 550.000,00
• Mulsa plastik hitam perak 200 Kg/10 rol@ Rp 300.000 Rp 3.000.000,00
• Pemasangan mulsa 15 HKP @ Rp 10.000 Rp 150.000,00
• Pemasangan ajir 45 HKW @ Rp 7.000 Rp 315.000,00
• Penanaman 20 HKW @ 7000 Rp 140.000,00
______________+
• Subtotal
Rp16.352.000,00
•Pemeliharaan tanaman
•Bambu 150 batang @ Rp 4000,00 Rp 600.000,00
•Tenaga kerja pembuatan ajir 30 HKP @ Rp 10.000 Rp 300.000,00
•Tenaga perempelan 40 HKW @ Rp 7.000 Rp 280.000,00
•Pemasangan turus dan gelagar 40 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 400.000,00
•Pupuk susulan, NPK 400 Kg @ Rp 4.000 Rp 1.600.000,00
•Tenaga pemupukan susulan 50 HKW @ Rp 7.000 Rp 350.000,00
•Pestisida :
–Insektisida 25 Liter @ Rp 160.000 Rp 4.000.000,00
–Fungisida 25 Kg @ Rp 60.000,00 Rp 1.500.000,00
–Bakterisida 1,5 Kg/25 botol @ Rp 25.000 Rp 625.000,00
– Perekat perata 10 LITER @ Rp 28.000 Rp 280.000,00
–Subtotal 2 Rp 9.935.000,00
• .Panen dan pasca panen
• Tenaga panen 200 HKW @ Rp 7.000 Rp 1.400.000,00
•
• Pengangkutan 40 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 400.000,00
• Sortasi buah 125 HKW @ Rp 7.000 Rp 875.000,00
• Pengepakan /bongkar muat 10 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 100.000,00
• ______+
• Subtotal 3 RP 2.775.000,00
–Lain-lain
»Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alatRp Rp 5.000.000,00
»Belanja peralatan (3 sprayer, embrat,drum, dsb.) Rp 4.000.000,00
»
• Subtotal 4 Rp 9.000.000,00
• Subtotal 1 + 2 + 3 + 4 Rp.28.062.000,00
• Catatan :
• HKP = hari kerja pria dengan 5 jam kerja/hari
• HKW = hari kerja wanita dengan 5 jam kerja/hari
• Analisis usaha tani tersebut khusus untuk penanaman di musim hujan. Untuk penanaman
di musim kemarau biaya dapat ditekan antara 10 – 15 %.
– Penerimaan (Hasil Penjualan)
• Misalkan rata-rata produksi tanaman 1,1 kg maka produksi ditaksir
mencapai 19,8 ton dari populasi 18.000 tanaman. Bila kerusakan
tanaman dianggap 9% maka hasil yang hilang sebesar 1.800 kg. Dengan
demikian produksi per ha tinggal 18 ton atau 18.000 kg. Harga rata-rata
cabai pada musim hujan Rp 5.000/kg sehingga penerimaan =
• Rp 5.000,00 x 18.000 = Rp 90.000.000,00
• Keuntungan Bersih
• Penerimaan - biaya produksi = Rp 90.000.000,00 – Rp 28.062.000,00
= Rp 61.938.000,00
• Bunga bank 1,5% selama 7 bulan :
• (1,5 x 7) x Rp 61.938.000 = 10,5% x Rp61.938.000,-= Rp
• Keuntungan Bersih = Penerimaan – bunga bank= Rp
Titik Balik Modal/Break Event Point (BEP)
Break event point (BEP) adalah suatu kondisi pada saat hasil usaha yang diperoleh sama dengan modal yang
dikeluarkan. Jadi, pada kondisi ini usaha yang dijalankan tidak mendapat keuntungan, tetapi juga tidak
mengalami kerugian (impas).
Biaya tetap
BEP =
1 – (biaya variable/hasil penjualan)
Dalam analisis usaha tani diatas, perhitungan BEP-nya sebagai berikut.
Biaya tetap
Sewa lahan Rp 1.200.000,00
Peralatan Rp 4.000.000,00
Bambu (dapat dipakai 3 kali) Rp 600.000,00
Gubuk (dapat dipakai 3 kali) Rp 5.000.000,00
_______________+
Total biaya tetap Rp 10.800.000,00
Biaya variabel (diluar biaya tetap) Rp 32.467.000,00
Hasil penjualan Rp 90.000.000,00
Rp 10.800.000,00
BEP = 1 – (Rp 32.467.000,00/Rp 90.000.000,00) = Rp 16.894.650,00
Hasil ini menunjukan bahwa pada saat diperoleh pendapatan Rp 16.894.650,00 tidak menghasilkan keuntungan ataupun
kerugiaan.
Efisiensi pengghunaan modal/Retrun of investment (ROI)
Retrun of invesment (ROI) merupakan analisis untuk mengetahui keuntungan usaha sehubungan dengan modal yang
telah digunakan. Besar kecil ROI ditentukan oleh tingkat perputaran modal dan keuntungan bersih yang
dicapai.
Keuntungan bersih
ROI = x 100%
Modal produksi Rp 41.826.035,00 =x 100% = 96.67 % Rp 43.267.000,00
Hasil ROI 112% menunjukan bahwa pelaksanaan agribisnis cabai diatas telah sangat efisien. Apabila nilai ROI rendah
berarti pelaksanaan agribisnis belum efisien sehingga perlu dibenahi, baik dari segi pelaksanaan usaha tani
maupun segi pemasarannya.
– Rasio Biaya dan Pendapat/Benefit Cost Ratio
(B/C)
• Untuk mengukurn analisis kelayakan suatu
usaha tani biasanya digunakan B/C, yaitu
perbandingan antara penerimaan kotor (hasil
penjualan) dengan biaya total yang
dikeluarkan.
• Penerimaan kotor (hasil penjualan)
• B/C = Biaya total Rp 90.000.000,00 = 2,08
• Rp 43.267.000,00
• Nila B/C = 2,08 berarti bahwa agribisnis ini
dengan modal Rp 43.267.000,00 memperoleh
hasil penjualan sebesar 2,08 kali. Dengan kata
lain hasil penjualan yang dicapai sebesar
208% dari modal yang dikeluarkan.
Terima kasih
• Good Luck
• Selamat Praktek

V slide budidaya sayuran

  • 1.
  • 2.
    Tanaman Sayuran • Tanamansayuran yang dahulu dimasukkan ke dalam golongan tanaman perkebunan rakyat atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama “Hortikultura”
  • 3.
    METODE BUDIDAYA • METODEKONVENSIONAL Suatu metode budidaya yang sudah lazim dilakukan oleh para petani sayuran • METODE HIDROPONIK Suatu metode budidaya dengan teknik modern yang biasa dilakukan di dalam green house
  • 4.
    TEKNIK BUDIDIDAYA 1.Persiapan lahanatau media tanam 2.Pesemaian/Pembibitan 3.Penanaman 4.Pemupupukan 5.pengendalian hama dan penyakit 6.Pemangkasan 7.Pengajiran/pemberian turus 8.penyiraman 9.penyiangan atau pengendalian gulma 10. Pemanenan 11. pasca panen/pengendalian mutu 12.Pemasaran
  • 5.
    1. PERSIAPAN LAHAN •Mengukur luasan lahan • Membersihkan lahan • Mengolah tanah • Memberikan pupuk Dasar • Memberi mulsa • Membuat lobang tanam
  • 6.
    2. PESEMAIAN/PEMBIBITAN • Menyiapkantempat pesemaian • Menyiapkan media semai • Menyemai benih • Menyapih • Menempatkan bibit • Memelihara bibit
  • 7.
    3. MENANAM • Memilihbibit • Mengangkut dan menempatkan bibit • Menanamkan bibit
  • 8.
    4. MEMUPUK • Menentukanjenis pupuk dan dosisnya • Menimbang pupuk • Memupuk 1, 2 , 3
  • 9.
    5. PENGENDALIAN HAMA& PENYAKIT 1. Pengendalian secara biologis 2. Pengendalian secara organis 3. pengendalian secara fisis 4. Pengendalian secara mekanis 5. Pengendalian secara chemis
  • 10.
    6. Pemangkasan/Pewiwilan • Pemangkasantunas samping • Pemangkasan yang terkena penyakit • Pemangkasan buah • Pemangkasan produksi • Pemangkasan peremajaan • Pemangkasan seni
  • 11.
    7.PENGAJIRAN • Jenis bahanajir • Jumlah kebutuhan • Jenis pengajiran
  • 12.
    8. PENYIRAMAN •Waktu penyiraman •Teknikpenyiraman •Periode penyiraman
  • 13.
    9. PENYIANGAN ATAU PENGENDALIANGULMA • 1. Penyiangan secara mekanis • 2. Penyiangan secara chemis
  • 14.
  • 15.
    11. PASCA PANEN •Pencucian/pembersihan • Sortasi • Pengikatan • Greeding • Pengemasan • Penimbangan • Pemberian label
  • 16.
    PEMASARAN • Eceran langsung •Tengkulak • Pasar swalayan • Supermarket • Borongan
  • 17.
    Hubungan Ketinggian Tempatdengan Jenis Tanaman Sayuran yang Diusahakan No. Jenis Tanaman Sayuran Ketinggian Tempat Di Atas Permukaan Laut Meter Di Atas Permukaan Laut 1 Cabe Rendah - Tinggi 200 - 1500 2 Tomat Tinggi/tergantung var. 200 - 1500 3 Terong Rendah - Tinggi 200 - 1500 4 Jagung Manis Rendah - Tinggi 200 - 1500 5 Ketimun Rendah - Tinggi 200 - 1500 6 Buncis dan Kacang Panjang Rendah - Tinggi 200 - 1500 7 Kacang Kapri Tinggi 700 - 1200 8 Wortel Tinggi 500 - 1200 9 Kubis Tinggi 900 - 1500 10 Sawi/Caisin Rendah - Tinggi 200 - 1200 11 Bayam Cabutan Rendah -Tinggi 200 - 1200 12 Kangkung Cabutan Rendah - Tinggi 200 - 1200 13 Bawang Merah Rendah 100 - 500 14 Bawang Putih Tinggi 700 - 1200 15 Selada Bokor Tinggi 700 - 1200
  • 18.
    PETUNJUK PENANAMAN UNTUKLUAS 1 HA NO Jenis Tanaman Sayuran JUMLAH TANAMAN (+/-) KEBUTHAN BENIH (KG) PERSEMAIAN PERSIAPAN LAHAN PEMBERIAN P. KANDANG TANAMAN PEMUPUKAN 1 PEMUPUKAN 2 PEMUPUKAN 3 1 Cabe 30.000 0,3 – 0.5 30 HPT *) 7 HPT dicangkul dibedeng 5 HPT 0.5 kg per lubang tanaman Jarak tanaman : 60 x 50 cm 1 bibit per lubang 7 HST *) Urea 100 kg TSP 200 kg KCI 150 kg 37 HST Urea 100 kg 67 HST Urea 100 kg 2 Tomat 28.000 0,2 – 0,3 21 HPT 7 HPT dicangkul dibedeng 5 HPT 0.5 kg per lubang tanaman Jarak tanaman : 70 x 50 cm 1 bibit per lubang 7 HST *) Urea 100 kg TSP 150 kg KCI 100 kg 37 HST Urea 100 kg - 3 Terong 20.000 0,2 – 0,3 45 HPT 7 HPT dicangkul dibedeng 5 HPT 0.5 kg per lubang tanaman Jarak tanaman : 70 x 70 cm 1 bibit per lubang 7 HST *) Urea 100 kg TSP 200 kg KCI 150 kg 37 HST Urea 100 kg 67 HST Urea 100 kg pemupuka n ke IV : 100 HST 4 Jagung Manis 60.000 8 – 10 - 3 HPT dicangkul digarit - Jarak tanaman : 80 x 25 cm 1 biji per lubang Saat tanaman Urea 100 kg TSP 200 kg KCI 150 kg 30 HST Urea 200 kg diikuti pem bumbunan - 5 Ketimu n 80.000 2 – 3 - 7 HPT dicangkul dibedeng 5 HPT 0.5 kg per lubang tanaman Jarak tanaman : 60 x 40 cm 2 biji per lubang 7 HST *) Urea 100 kg TSP 150 kg KCI 100 kg 25 HST Urea 100 kg -
  • 19.
    6 Buncis dan Kacang Panjang 80.000 20 –25 14 – 16 - 3 HPT dicangkul digarit 3 HPT 5 ton per ha ditabur kan digarita n Jarak tanama n : 80 x 30 cm 2 biji per lubang Saat tanaman Urea 100 kg TSP 150 kg KCI 100 kg 28 HST Urea 200 kg diik uti pem bu mb una n - 7 Kacang Kapri 200.000 40 – 50 - 3 HPT dicangkul digarit 3 HPT 5 ton per ha ditaburk an digaritan Jarak tanaman : (80 x 25) x 10 cm (baris ganda) 2 biji per lubang Saat tanaman Urea 100 kg TSP 150 kg KCI 100 kg 28 HST Urea 200 kg diiku ti pem bum buna n - 8 Wortel 0,7 – 1 JUTA 2,5 – 3 - 3 HPT dicangkul sedalam 40 cm Digarit 3 HPT 15 ton per ha dicampu r pers. Lahan Jarak antara garit 20 cm, benih ditaburi digarita n Saat tanaman Urea 100 kg KCI 100 kg kemudian dibumbu n 60 HST Urea 100 kg - 9 Bayam cabutan 0,6 – 1 JUTA 5 – 6 - 3 HPT dicangkul dibedeng digarit 3 HPT 10 ton per ha dicampu r pers. Lahan Jarak antara garit 20 cm, benih ditaburi digarita n Saat tanaman Urea 100 kg TSP 100 kg KCI 80 kg - - 10 Kangkung Cabutan 0,6 – 1 JUTA 20 – 30 - 3 HPT dicangkul dibedeng 3 HPT 10 ton per ha dicampu r pers. Lahan Jarak tanaman : 20 x 10 cm 2 biji per lubang Saat tanaman Urea 100 kg TSP 100 kg KCI 80 kg - -
  • 20.
    PASANG AJIR PENYIANGANPEMANGKASAN PANEN - 30 HST- 60 HST 100 HST - 90 HST selang waktu 4 hari - 30 HST 60 HST Dilakukan sejak tunas air tumbuh 90 HST selang waktu 4 hari - 30 HST 60 HST 100 HST - 120 HST selang waktu 7 hari - 50 HST - 75 – 80 HST 15 HST 21 HST Dilakukan pada daun- daun tua bila daun terlalu lebat 35 – 40 HST selang waktu 4 hari 21 HST 21 HST 60 HST selang waktu 4 hari 15 HST 21 HST 60 HST selang waktu 4 hari - 21 HST diikuti penjarangan 90 HST - 18 HST 30 HST - 18 HST 30 HST No. Jenis Tanaman Sayuran 1 Cabe 2 Tomat 3 Terong 4 Jagung Manis 5 Ketimun 6 Buncis dan Kacang Panjang 7 Kacang Kapri 8 Wortel 9 Bayam cabutan 10 Kangkung Cabutan
  • 21.
    BIAYA PRODUKSI • BiayaProduksi Cabe • Penyiapan lahan • Pembukaan/pembersihan lahan 150 HKW @ Rp 10.000 Rp 1.500.000,00 • Pembajakan-pencangkulan 120 HKP@ Rp 10.000 Rp 1.200.000,00 • Sewa tanah 1 musim tanam (7 bln) Rp 1.200.000,00 • Pembentukan bedengan kasar 165 HKP@ Rp 10.000 Rp 1.650.000,00 • Kapur pertanian 4.000 Kg @ Rp 100,00 Rp 400.000,00 • Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp 10.000 Rp 200.000,00 • Pupuk kandang 20 ton @ Rp 100.000 Rp 2.000.000,00 • Pupupk ZA 650 Kg @ Rp 1.000 Rp 650.000,00 • Pupuk Urea 250 Kg @ Rp 1.100 Rp 275.000,00 • Pupuk TSP 500 Kg @ Rp 2.000 Rp 1.000.000,00 • Pupuk KCI 400 Kg @ Rp 3.000 Rp 1.200.000,00 • Pupuk Borate 18 Kg @ Rp 4.000 Rp 72.000,00 • Tenaga kerja pemupukan pupuk kandang 57 HKP @ Rp 10.000 Rp 570.000,00 • Pemupukan dasar (pupuk kimia) 28 HKP@ Rp 10.000 Rp 280..000,00 • Perapihan bedengan 55 HKP @ Rp 10.000 Rp 550.000,00 • Mulsa plastik hitam perak 200 Kg/10 rol@ Rp 300.000 Rp 3.000.000,00 • Pemasangan mulsa 15 HKP @ Rp 10.000 Rp 150.000,00 • Pemasangan ajir 45 HKW @ Rp 7.000 Rp 315.000,00 • Penanaman 20 HKW @ 7000 Rp 140.000,00 ______________+ • Subtotal Rp16.352.000,00
  • 22.
    •Pemeliharaan tanaman •Bambu 150batang @ Rp 4000,00 Rp 600.000,00 •Tenaga kerja pembuatan ajir 30 HKP @ Rp 10.000 Rp 300.000,00 •Tenaga perempelan 40 HKW @ Rp 7.000 Rp 280.000,00 •Pemasangan turus dan gelagar 40 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 400.000,00 •Pupuk susulan, NPK 400 Kg @ Rp 4.000 Rp 1.600.000,00 •Tenaga pemupukan susulan 50 HKW @ Rp 7.000 Rp 350.000,00 •Pestisida : –Insektisida 25 Liter @ Rp 160.000 Rp 4.000.000,00 –Fungisida 25 Kg @ Rp 60.000,00 Rp 1.500.000,00 –Bakterisida 1,5 Kg/25 botol @ Rp 25.000 Rp 625.000,00 – Perekat perata 10 LITER @ Rp 28.000 Rp 280.000,00 –Subtotal 2 Rp 9.935.000,00
  • 23.
    • .Panen danpasca panen • Tenaga panen 200 HKW @ Rp 7.000 Rp 1.400.000,00 • • Pengangkutan 40 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 400.000,00 • Sortasi buah 125 HKW @ Rp 7.000 Rp 875.000,00 • Pengepakan /bongkar muat 10 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 100.000,00 • ______+ • Subtotal 3 RP 2.775.000,00 –Lain-lain »Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alatRp Rp 5.000.000,00 »Belanja peralatan (3 sprayer, embrat,drum, dsb.) Rp 4.000.000,00 » • Subtotal 4 Rp 9.000.000,00 • Subtotal 1 + 2 + 3 + 4 Rp.28.062.000,00 • Catatan : • HKP = hari kerja pria dengan 5 jam kerja/hari • HKW = hari kerja wanita dengan 5 jam kerja/hari • Analisis usaha tani tersebut khusus untuk penanaman di musim hujan. Untuk penanaman di musim kemarau biaya dapat ditekan antara 10 – 15 %.
  • 24.
    – Penerimaan (HasilPenjualan) • Misalkan rata-rata produksi tanaman 1,1 kg maka produksi ditaksir mencapai 19,8 ton dari populasi 18.000 tanaman. Bila kerusakan tanaman dianggap 9% maka hasil yang hilang sebesar 1.800 kg. Dengan demikian produksi per ha tinggal 18 ton atau 18.000 kg. Harga rata-rata cabai pada musim hujan Rp 5.000/kg sehingga penerimaan = • Rp 5.000,00 x 18.000 = Rp 90.000.000,00 • Keuntungan Bersih • Penerimaan - biaya produksi = Rp 90.000.000,00 – Rp 28.062.000,00 = Rp 61.938.000,00 • Bunga bank 1,5% selama 7 bulan : • (1,5 x 7) x Rp 61.938.000 = 10,5% x Rp61.938.000,-= Rp • Keuntungan Bersih = Penerimaan – bunga bank= Rp
  • 25.
    Titik Balik Modal/BreakEvent Point (BEP) Break event point (BEP) adalah suatu kondisi pada saat hasil usaha yang diperoleh sama dengan modal yang dikeluarkan. Jadi, pada kondisi ini usaha yang dijalankan tidak mendapat keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian (impas). Biaya tetap BEP = 1 – (biaya variable/hasil penjualan) Dalam analisis usaha tani diatas, perhitungan BEP-nya sebagai berikut. Biaya tetap Sewa lahan Rp 1.200.000,00 Peralatan Rp 4.000.000,00 Bambu (dapat dipakai 3 kali) Rp 600.000,00 Gubuk (dapat dipakai 3 kali) Rp 5.000.000,00 _______________+ Total biaya tetap Rp 10.800.000,00 Biaya variabel (diluar biaya tetap) Rp 32.467.000,00 Hasil penjualan Rp 90.000.000,00 Rp 10.800.000,00 BEP = 1 – (Rp 32.467.000,00/Rp 90.000.000,00) = Rp 16.894.650,00 Hasil ini menunjukan bahwa pada saat diperoleh pendapatan Rp 16.894.650,00 tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugiaan. Efisiensi pengghunaan modal/Retrun of investment (ROI) Retrun of invesment (ROI) merupakan analisis untuk mengetahui keuntungan usaha sehubungan dengan modal yang telah digunakan. Besar kecil ROI ditentukan oleh tingkat perputaran modal dan keuntungan bersih yang dicapai. Keuntungan bersih ROI = x 100% Modal produksi Rp 41.826.035,00 =x 100% = 96.67 % Rp 43.267.000,00 Hasil ROI 112% menunjukan bahwa pelaksanaan agribisnis cabai diatas telah sangat efisien. Apabila nilai ROI rendah berarti pelaksanaan agribisnis belum efisien sehingga perlu dibenahi, baik dari segi pelaksanaan usaha tani maupun segi pemasarannya.
  • 26.
    – Rasio Biayadan Pendapat/Benefit Cost Ratio (B/C) • Untuk mengukurn analisis kelayakan suatu usaha tani biasanya digunakan B/C, yaitu perbandingan antara penerimaan kotor (hasil penjualan) dengan biaya total yang dikeluarkan. • Penerimaan kotor (hasil penjualan) • B/C = Biaya total Rp 90.000.000,00 = 2,08 • Rp 43.267.000,00 • Nila B/C = 2,08 berarti bahwa agribisnis ini dengan modal Rp 43.267.000,00 memperoleh hasil penjualan sebesar 2,08 kali. Dengan kata lain hasil penjualan yang dicapai sebesar 208% dari modal yang dikeluarkan.
  • 27.
    Terima kasih • GoodLuck • Selamat Praktek