BUDIDAYA TANAMAN 
SAYURAN 
Oleh : 
Ir. Iwan Suwaraman Sw
Tanaman Sayuran 
• Tanaman sayuran yang dahulu 
dimasukkan ke dalam golongan 
tanaman perkebunan rakyat atau yang 
sekarang lebih dikenal dengan nama 
“Hortikultura”
METODE BUDIDAYA 
• METODE KONVENSIONAL 
Suatu metode budidaya yang sudah 
lazim dilakukan oleh para petani 
sayuran 
• METODE HIDROPONIK 
Suatu metode budidaya dengan teknik 
modern yang biasa dilakukan di dalam 
green house
TEKNIK BUDIDIDAYA 
1.Persiapan lahan atau media tanam 
2.Pesemaian/Pembibitan 
3.Penanaman 
4.Pemupupukan 
5.pengendalian hama dan penyakit 
6.Pemangkasan 
7.Pengajiran/pemberian turus 
8.penyiraman 
9.penyiangan atau pengendalian gulma 
10. Pemanenan 
11. pasca panen/pengendalian mutu 
12.Pemasaran
1. PERSIAPAN LAHAN 
• Mengukur luasan lahan 
• Membersihkan lahan 
• Mengolah tanah 
• Memberikan pupuk Dasar 
• Memberi mulsa 
• Membuat lobang tanam
2. PESEMAIAN/PEMBIBITAN 
• Menyiapkan tempat pesemaian 
• Menyiapkan media semai 
• Menyemai benih 
• Menyapih 
• Menempatkan bibit 
• Memelihara bibit
3. MENANAM 
• Memilih bibit 
• Mengangkut dan menempatkan 
bibit 
• Menanamkan bibit
4. MEMUPUK 
• Menentukan jenis pupuk dan 
dosisnya 
• Menimbang pupuk 
• Memupuk 1, 2 , 3
5. PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT 
1. Pengendalian secara biologis 
2. Pengendalian secara organis 
3. pengendalian secara fisis 
4. Pengendalian secara mekanis 
5. Pengendalian secara chemis
6. Pemangkasan/Pewiwilan 
• Pemangkasan tunas samping 
• Pemangkasan yang terkena penyakit 
• Pemangkasan buah 
• Pemangkasan produksi 
• Pemangkasan peremajaan 
• Pemangkasan seni
7.PENGAJIRAN 
• Jenis bahan ajir 
• Jumlah kebutuhan 
• Jenis pengajiran
8. PENYIRAMAN 
•Waktu penyiraman 
•Teknik penyiraman 
• Periode penyiraman
9. PENYIANGAN ATAU 
PENGENDALIAN GULMA 
• 1. Penyiangan secara mekanis 
• 2. Penyiangan secara chemis
10.Pemanenan 
• Kriteria panen 
•Waktu panen
11. PASCA PANEN 
• Pencucian/pembersihan 
• Sortasi 
• Pengikatan 
• Greeding 
• Pengemasan 
• Penimbangan 
• Pemberian label
PEMASARAN 
• Eceran langsung 
• Tengkulak 
• Pasar swalayan 
• Supermarket 
• Borongan
Hubungan Ketinggian Tempat dengan Jenis Tanaman Sayuran 
yang Diusahakan 
No. Jenis Tanaman Sayuran Ketinggian Tempat Di Atas 
Permukaan Laut 
Meter Di Atas Permukaan 
Laut 
1 Cabe Rendah - Tinggi 200 - 1500 
2 Tomat Tinggi/tergantung var. 200 - 1500 
3 Terong Rendah - Tinggi 200 - 1500 
4 Jagung Manis Rendah - Tinggi 200 - 1500 
5 Ketimun Rendah - Tinggi 200 - 1500 
6 Buncis dan Kacang 
Panjang 
Rendah - Tinggi 200 - 1500 
7 Kacang Kapri Tinggi 700 - 1200 
8 Wortel Tinggi 500 - 1200 
9 Kubis Tinggi 900 - 1500 
10 Sawi/Caisin Rendah - Tinggi 200 - 1200 
11 Bayam Cabutan Rendah -Tinggi 200 - 1200 
12 Kangkung Cabutan Rendah - Tinggi 200 - 1200 
13 Bawang Merah Rendah 100 - 500 
14 Bawang Putih Tinggi 700 - 1200 
15 Selada Bokor Tinggi 700 - 1200
PETUNJUK PENANAMAN UNTUK LUAS 1 HA 
NO 
Jenis 
Tanaman 
Sayuran 
JUMLAH 
TANAMAN 
(+/-) 
KEBUTHAN 
BENIH (KG) PERSEMAIAN PERSIAPAN 
LAHAN 
PEMBERIAN 
P. KANDANG TANAMAN PEMUPUKAN 
1 
PEMUPUKAN 
2 
PEMUPUKAN 
3 
1 Cabe 30.000 0,3 – 0.5 30 HPT *) 
7 HPT 
dicangkul 
dibedeng 
5 HPT 0.5 
kg per 
lubang 
tanaman 
Jarak 
tanaman : 
60 x 50 cm 
1 bibit per 
lubang 
7 HST *) 
Urea 100 
kg TSP 200 
kg KCI 150 
kg 
37 HST 
Urea 100 
kg 
67 HST 
Urea 100 
kg 
2 Tomat 28.000 0,2 – 0,3 21 HPT 
7 HPT 
dicangkul 
dibedeng 
5 HPT 0.5 
kg per 
lubang 
tanaman 
Jarak 
tanaman : 
70 x 50 cm 
1 bibit per 
lubang 
7 HST *) 
Urea 100 
kg TSP 150 
kg KCI 100 
kg 
37 HST 
Urea 100 
kg 
- 
3 Terong 20.000 0,2 – 0,3 45 HPT 
7 HPT 
dicangkul 
dibedeng 
5 HPT 0.5 
kg per 
lubang 
tanaman 
Jarak 
tanaman : 
70 x 70 cm 
1 bibit per 
lubang 
7 HST *) 
Urea 100 
kg TSP 200 
kg KCI 150 
kg 
37 HST 
Urea 100 
kg 
67 HST 
Urea 100 
kg 
pemupuka 
n ke IV : 
100 HST 
4 Jagung 
Manis 60.000 8 – 10 - 
3 HPT 
dicangkul 
digarit 
- 
Jarak 
tanaman : 
80 x 25 cm 
1 biji per 
lubang 
Saat 
tanaman 
Urea 100 
kg TSP 200 
kg KCI 150 
kg 
30 HST 
Urea 200 
kg diikuti 
pem 
bumbunan 
- 
5 Ketimu 
n 80.000 2 – 3 - 
7 HPT 
dicangkul 
dibedeng 
5 HPT 0.5 
kg per 
lubang 
tanaman 
Jarak 
tanaman : 
60 x 40 cm 
2 biji per 
lubang 
7 HST *) 
Urea 100 
kg TSP 150 
kg KCI 100 
kg 
25 HST 
Urea 100 
kg 
-
6 
Buncis dan 
Kacang 
Panjang 
80.000 20 – 25 
14 – 16 - 3 HPT dicangkul 
digarit 
3 HPT 5 ton 
per ha 
ditabur 
kan 
digarita 
n 
Jarak 
tanama 
n : 80 x 
30 cm 
2 biji per 
lubang 
Saat tanaman 
Urea 100 kg 
TSP 150 
kg KCI 
100 kg 
28 HST 
Urea 200 
kg 
diik 
uti 
pem 
bu 
mb 
una 
n 
- 
7 Kacang Kapri 200.000 40 – 50 - 3 HPT dicangkul 
digarit 
3 HPT 5 ton per 
ha 
ditaburk 
an 
digaritan 
Jarak tanaman : 
(80 x 25) 
x 10 cm 
(baris 
ganda) 
2 biji per lubang 
Saat tanaman 
Urea 100 kg TSP 
150 kg 
KCI 100 
kg 
28 HST 
Urea 200 kg 
diiku 
ti 
pem 
bum 
buna 
n 
- 
8 Wortel 0,7 – 1 JUTA 2,5 – 3 - 
3 HPT dicangkul 
sedalam 40 
cm Digarit 
3 HPT 15 ton per 
ha 
dicampu 
r pers. 
Lahan 
Jarak antara 
garit 20 
cm, 
benih 
ditaburi 
digarita 
n 
Saat tanaman 
Urea 100 kg KCI 
100 kg 
kemudian 
dibumbu 
n 
60 HST 
Urea 100 kg - 
9 Bayam cabutan 0,6 – 1 JUTA 5 – 6 - 
3 HPT dicangkul 
dibedeng 
digarit 
3 HPT 10 ton per 
ha 
dicampu 
r pers. 
Lahan 
Jarak antara 
garit 20 
cm, 
benih 
ditaburi 
digarita 
n 
Saat tanaman 
Urea 100 kg TSP 
100 kg 
KCI 80 kg 
- - 
10 Kangkung Cabutan 0,6 – 1 JUTA 20 – 30 - 3 HPT dicangkul 
dibedeng 
3 HPT 10 ton per 
ha 
dicampu 
r pers. 
Lahan 
Jarak tanaman : 
20 x 10 
cm 
2 biji per lubang 
Saat tanaman 
Urea 100 kg TSP 
100 kg 
KCI 80 kg 
- -
PASANG AJIR PENYIANGAN PEMANGKASAN PANEN 
- 30 HST- 60 HST 100 HST - 90 HST selang waktu 4 
hari 
- 30 HST 60 HST Dilakukan sejak tunas 
air tumbuh 
90 HST selang waktu 4 
hari 
- 30 HST 60 HST 100 HST - 120 HST selang waktu 
7 hari 
- 50 HST - 75 – 80 HST 
15 HST 21 HST 
Dilakukan pada daun-daun 
tua bila 
daun terlalu lebat 
35 – 40 HST selang 
waktu 4 hari 
21 HST 21 HST 60 HST selang waktu 4 
hari 
15 HST 21 HST 60 HST selang waktu 4 
hari 
- 21 HST diikuti penjarangan 90 HST 
- 18 HST 30 HST 
- 18 HST 30 HST 
No. Jenis Tanaman 
Sayuran 
1 Cabe 
2 Tomat 
3 Terong 
4 Jagung Manis 
5 Ketimun 
6 Buncis dan 
Kacang Panjang 
7 Kacang Kapri 
8 Wortel 
9 Bayam cabutan 
10 Kangkung 
Cabutan
BIAYA PRODUKSI 
• Biaya Produksi Cabe 
• Penyiapan lahan 
• Pembukaan/pembersihan lahan 150 HKW @ Rp 10.000 Rp 1.500.000,00 
• Pembajakan-pencangkulan 120 HKP@ Rp 10.000 Rp 1.200.000,00 
• Sewa tanah 1 musim tanam (7 bln) Rp 1.200.000,00 
• Pembentukan bedengan kasar 165 HKP@ Rp 10.000 Rp 1.650.000,00 
• Kapur pertanian 4.000 Kg @ Rp 100,00 Rp 400.000,00 
• Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp 10.000 Rp 200.000,00 
• Pupuk kandang 20 ton @ Rp 100.000 Rp 2.000.000,00 
• Pupupk ZA 650 Kg @ Rp 1.000 Rp 650.000,00 
• Pupuk Urea 250 Kg @ Rp 1.100 Rp 275.000,00 
• Pupuk TSP 500 Kg @ Rp 2.000 Rp 1.000.000,00 
• Pupuk KCI 400 Kg @ Rp 3.000 Rp 1.200.000,00 
• Pupuk Borate 18 Kg @ Rp 4.000 Rp 72.000,00 
• Tenaga kerja pemupukan pupuk kandang 57 HKP @ Rp 10.000 Rp 570.000,00 
• Pemupukan dasar (pupuk kimia) 28 HKP@ Rp 10.000 Rp 280..000,00 
• Perapihan bedengan 55 HKP @ Rp 10.000 Rp 550.000,00 
• Mulsa plastik hitam perak 200 Kg/10 rol@ Rp 300.000 Rp 3.000.000,00 
• Pemasangan mulsa 15 HKP @ Rp 10.000 Rp 150.000,00 
• Pemasangan ajir 45 HKW @ Rp 7.000 Rp 315.000,00 
• Penanaman 20 HKW @ 7000 Rp 140.000,00 
______________+ 
• Subtotal 
Rp16.352.000,00
•Pemeliharaan tanaman 
•Bambu 150 batang @ Rp 4000,00 Rp 600.000,00 
•Tenaga kerja pembuatan ajir 30 HKP @ Rp 10.000 Rp 300.000,00 
•Tenaga perempelan 40 HKW @ Rp 7.000 Rp 280.000,00 
•Pemasangan turus dan gelagar 40 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 400.000,00 
•Pupuk susulan, NPK 400 Kg @ Rp 4.000 Rp 1.600.000,00 
•Tenaga pemupukan susulan 50 HKW @ Rp 7.000 Rp 350.000,00 
•Pestisida : 
–Insektisida 25 Liter @ Rp 160.000 Rp 4.000.000,00 
–Fungisida 25 Kg @ Rp 60.000,00 Rp 1.500.000,00 
–Bakterisida 1,5 Kg/25 botol @ Rp 25.000 Rp 625.000,00 
– Perekat perata 10 LITER @ Rp 28.000 Rp 280.000,00 
–Subtotal 2 Rp 9.935.000,00
• .Panen dan pasca panen 
• Tenaga panen 200 HKW @ Rp 7.000 Rp 1.400.000,00 
• 
• Pengangkutan 40 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 400.000,00 
• Sortasi buah 125 HKW @ Rp 7.000 Rp 875.000,00 
• Pengepakan /bongkar muat 10 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 100.000,00 
• ______+ 
• Subtotal 3 RP 2.775.000,00 
–Lain-lain 
»Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alatRp Rp 5.000.000,00 
»Belanja peralatan (3 sprayer, embrat,drum, dsb.) Rp 4.000.000,00 
» 
• Subtotal 4 Rp 9.000.000,00 
• Subtotal 1 + 2 + 3 + 4 Rp.28.062.000,00 
• Catatan : 
• HKP = hari kerja pria dengan 5 jam kerja/hari 
• HKW = hari kerja wanita dengan 5 jam kerja/hari 
• Analisis usaha tani tersebut khusus untuk penanaman di musim hujan. Untuk penanaman 
di musim kemarau biaya dapat ditekan antara 10 – 15 %.
– Penerimaan (Hasil Penjualan) 
• Misalkan rata-rata produksi tanaman 1,1 kg maka produksi ditaksir 
mencapai 19,8 ton dari populasi 18.000 tanaman. Bila kerusakan 
tanaman dianggap 9% maka hasil yang hilang sebesar 1.800 kg. Dengan 
demikian produksi per ha tinggal 18 ton atau 18.000 kg. Harga rata-rata 
cabai pada musim hujan Rp 5.000/kg sehingga penerimaan = 
• Rp 5.000,00 x 18.000 = Rp 90.000.000,00 
• Keuntungan Bersih 
• Penerimaan - biaya produksi = Rp 90.000.000,00 – Rp 28.062.000,00 
= Rp 61.938.000,00 
• Bunga bank 1,5% selama 7 bulan : 
• (1,5 x 7) x Rp 61.938.000 = 10,5% x Rp61.938.000,-= Rp 
• Keuntungan Bersih = Penerimaan – bunga bank= Rp
Titik Balik Modal/Break Event Point (BEP) 
Break event point (BEP) adalah suatu kondisi pada saat hasil usaha yang diperoleh sama dengan modal yang 
dikeluarkan. Jadi, pada kondisi ini usaha yang dijalankan tidak mendapat keuntungan, tetapi juga tidak 
mengalami kerugian (impas). 
Biaya tetap 
BEP = 
1 – (biaya variable/hasil penjualan) 
Dalam analisis usaha tani diatas, perhitungan BEP-nya sebagai berikut. 
Biaya tetap 
Sewa lahan Rp 1.200.000,00 
Peralatan Rp 4.000.000,00 
Bambu (dapat dipakai 3 kali) Rp 600.000,00 
Gubuk (dapat dipakai 3 kali) Rp 5.000.000,00 
_______________+ 
Total biaya tetap Rp 10.800.000,00 
Biaya variabel (diluar biaya tetap) Rp 32.467.000,00 
Hasil penjualan Rp 90.000.000,00 
Rp 10.800.000,00 
BEP = 1 – (Rp 32.467.000,00/Rp 90.000.000,00) = Rp 16.894.650,00 
Hasil ini menunjukan bahwa pada saat diperoleh pendapatan Rp 16.894.650,00 tidak menghasilkan keuntungan ataupun 
kerugiaan. 
Efisiensi pengghunaan modal/Retrun of investment (ROI) 
Retrun of invesment (ROI) merupakan analisis untuk mengetahui keuntungan usaha sehubungan dengan modal yang 
telah digunakan. Besar kecil ROI ditentukan oleh tingkat perputaran modal dan keuntungan bersih yang 
dicapai. 
Keuntungan bersih 
ROI = x 100% 
Modal produksi Rp 41.826.035,00 =x 100% = 96.67 % Rp 43.267.000,00 
Hasil ROI 112% menunjukan bahwa pelaksanaan agribisnis cabai diatas telah sangat efisien. Apabila nilai ROI rendah 
berarti pelaksanaan agribisnis belum efisien sehingga perlu dibenahi, baik dari segi pelaksanaan usaha tani 
maupun segi pemasarannya.
– Rasio Biaya dan Pendapat/Benefit Cost Ratio 
(B/C) 
• Untuk mengukurn analisis kelayakan suatu 
usaha tani biasanya digunakan B/C, yaitu 
perbandingan antara penerimaan kotor (hasil 
penjualan) dengan biaya total yang 
dikeluarkan. 
• Penerimaan kotor (hasil penjualan) 
• B/C = Biaya total Rp 90.000.000,00 = 2,08 
• Rp 43.267.000,00 
• Nila B/C = 2,08 berarti bahwa agribisnis ini 
dengan modal Rp 43.267.000,00 memperoleh 
hasil penjualan sebesar 2,08 kali. Dengan kata 
lain hasil penjualan yang dicapai sebesar 
208% dari modal yang dikeluarkan.
Terima kasih 
• Good Luck 
• Selamat Praktek

Budidaya tanaman sayuran

  • 1.
    BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN Oleh : Ir. Iwan Suwaraman Sw
  • 2.
    Tanaman Sayuran •Tanaman sayuran yang dahulu dimasukkan ke dalam golongan tanaman perkebunan rakyat atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama “Hortikultura”
  • 3.
    METODE BUDIDAYA •METODE KONVENSIONAL Suatu metode budidaya yang sudah lazim dilakukan oleh para petani sayuran • METODE HIDROPONIK Suatu metode budidaya dengan teknik modern yang biasa dilakukan di dalam green house
  • 4.
    TEKNIK BUDIDIDAYA 1.Persiapanlahan atau media tanam 2.Pesemaian/Pembibitan 3.Penanaman 4.Pemupupukan 5.pengendalian hama dan penyakit 6.Pemangkasan 7.Pengajiran/pemberian turus 8.penyiraman 9.penyiangan atau pengendalian gulma 10. Pemanenan 11. pasca panen/pengendalian mutu 12.Pemasaran
  • 5.
    1. PERSIAPAN LAHAN • Mengukur luasan lahan • Membersihkan lahan • Mengolah tanah • Memberikan pupuk Dasar • Memberi mulsa • Membuat lobang tanam
  • 6.
    2. PESEMAIAN/PEMBIBITAN •Menyiapkan tempat pesemaian • Menyiapkan media semai • Menyemai benih • Menyapih • Menempatkan bibit • Memelihara bibit
  • 7.
    3. MENANAM •Memilih bibit • Mengangkut dan menempatkan bibit • Menanamkan bibit
  • 8.
    4. MEMUPUK •Menentukan jenis pupuk dan dosisnya • Menimbang pupuk • Memupuk 1, 2 , 3
  • 9.
    5. PENGENDALIAN HAMA& PENYAKIT 1. Pengendalian secara biologis 2. Pengendalian secara organis 3. pengendalian secara fisis 4. Pengendalian secara mekanis 5. Pengendalian secara chemis
  • 10.
    6. Pemangkasan/Pewiwilan •Pemangkasan tunas samping • Pemangkasan yang terkena penyakit • Pemangkasan buah • Pemangkasan produksi • Pemangkasan peremajaan • Pemangkasan seni
  • 11.
    7.PENGAJIRAN • Jenisbahan ajir • Jumlah kebutuhan • Jenis pengajiran
  • 12.
    8. PENYIRAMAN •Waktupenyiraman •Teknik penyiraman • Periode penyiraman
  • 13.
    9. PENYIANGAN ATAU PENGENDALIAN GULMA • 1. Penyiangan secara mekanis • 2. Penyiangan secara chemis
  • 14.
    10.Pemanenan • Kriteriapanen •Waktu panen
  • 15.
    11. PASCA PANEN • Pencucian/pembersihan • Sortasi • Pengikatan • Greeding • Pengemasan • Penimbangan • Pemberian label
  • 16.
    PEMASARAN • Eceranlangsung • Tengkulak • Pasar swalayan • Supermarket • Borongan
  • 17.
    Hubungan Ketinggian Tempatdengan Jenis Tanaman Sayuran yang Diusahakan No. Jenis Tanaman Sayuran Ketinggian Tempat Di Atas Permukaan Laut Meter Di Atas Permukaan Laut 1 Cabe Rendah - Tinggi 200 - 1500 2 Tomat Tinggi/tergantung var. 200 - 1500 3 Terong Rendah - Tinggi 200 - 1500 4 Jagung Manis Rendah - Tinggi 200 - 1500 5 Ketimun Rendah - Tinggi 200 - 1500 6 Buncis dan Kacang Panjang Rendah - Tinggi 200 - 1500 7 Kacang Kapri Tinggi 700 - 1200 8 Wortel Tinggi 500 - 1200 9 Kubis Tinggi 900 - 1500 10 Sawi/Caisin Rendah - Tinggi 200 - 1200 11 Bayam Cabutan Rendah -Tinggi 200 - 1200 12 Kangkung Cabutan Rendah - Tinggi 200 - 1200 13 Bawang Merah Rendah 100 - 500 14 Bawang Putih Tinggi 700 - 1200 15 Selada Bokor Tinggi 700 - 1200
  • 18.
    PETUNJUK PENANAMAN UNTUKLUAS 1 HA NO Jenis Tanaman Sayuran JUMLAH TANAMAN (+/-) KEBUTHAN BENIH (KG) PERSEMAIAN PERSIAPAN LAHAN PEMBERIAN P. KANDANG TANAMAN PEMUPUKAN 1 PEMUPUKAN 2 PEMUPUKAN 3 1 Cabe 30.000 0,3 – 0.5 30 HPT *) 7 HPT dicangkul dibedeng 5 HPT 0.5 kg per lubang tanaman Jarak tanaman : 60 x 50 cm 1 bibit per lubang 7 HST *) Urea 100 kg TSP 200 kg KCI 150 kg 37 HST Urea 100 kg 67 HST Urea 100 kg 2 Tomat 28.000 0,2 – 0,3 21 HPT 7 HPT dicangkul dibedeng 5 HPT 0.5 kg per lubang tanaman Jarak tanaman : 70 x 50 cm 1 bibit per lubang 7 HST *) Urea 100 kg TSP 150 kg KCI 100 kg 37 HST Urea 100 kg - 3 Terong 20.000 0,2 – 0,3 45 HPT 7 HPT dicangkul dibedeng 5 HPT 0.5 kg per lubang tanaman Jarak tanaman : 70 x 70 cm 1 bibit per lubang 7 HST *) Urea 100 kg TSP 200 kg KCI 150 kg 37 HST Urea 100 kg 67 HST Urea 100 kg pemupuka n ke IV : 100 HST 4 Jagung Manis 60.000 8 – 10 - 3 HPT dicangkul digarit - Jarak tanaman : 80 x 25 cm 1 biji per lubang Saat tanaman Urea 100 kg TSP 200 kg KCI 150 kg 30 HST Urea 200 kg diikuti pem bumbunan - 5 Ketimu n 80.000 2 – 3 - 7 HPT dicangkul dibedeng 5 HPT 0.5 kg per lubang tanaman Jarak tanaman : 60 x 40 cm 2 biji per lubang 7 HST *) Urea 100 kg TSP 150 kg KCI 100 kg 25 HST Urea 100 kg -
  • 19.
    6 Buncis dan Kacang Panjang 80.000 20 – 25 14 – 16 - 3 HPT dicangkul digarit 3 HPT 5 ton per ha ditabur kan digarita n Jarak tanama n : 80 x 30 cm 2 biji per lubang Saat tanaman Urea 100 kg TSP 150 kg KCI 100 kg 28 HST Urea 200 kg diik uti pem bu mb una n - 7 Kacang Kapri 200.000 40 – 50 - 3 HPT dicangkul digarit 3 HPT 5 ton per ha ditaburk an digaritan Jarak tanaman : (80 x 25) x 10 cm (baris ganda) 2 biji per lubang Saat tanaman Urea 100 kg TSP 150 kg KCI 100 kg 28 HST Urea 200 kg diiku ti pem bum buna n - 8 Wortel 0,7 – 1 JUTA 2,5 – 3 - 3 HPT dicangkul sedalam 40 cm Digarit 3 HPT 15 ton per ha dicampu r pers. Lahan Jarak antara garit 20 cm, benih ditaburi digarita n Saat tanaman Urea 100 kg KCI 100 kg kemudian dibumbu n 60 HST Urea 100 kg - 9 Bayam cabutan 0,6 – 1 JUTA 5 – 6 - 3 HPT dicangkul dibedeng digarit 3 HPT 10 ton per ha dicampu r pers. Lahan Jarak antara garit 20 cm, benih ditaburi digarita n Saat tanaman Urea 100 kg TSP 100 kg KCI 80 kg - - 10 Kangkung Cabutan 0,6 – 1 JUTA 20 – 30 - 3 HPT dicangkul dibedeng 3 HPT 10 ton per ha dicampu r pers. Lahan Jarak tanaman : 20 x 10 cm 2 biji per lubang Saat tanaman Urea 100 kg TSP 100 kg KCI 80 kg - -
  • 20.
    PASANG AJIR PENYIANGANPEMANGKASAN PANEN - 30 HST- 60 HST 100 HST - 90 HST selang waktu 4 hari - 30 HST 60 HST Dilakukan sejak tunas air tumbuh 90 HST selang waktu 4 hari - 30 HST 60 HST 100 HST - 120 HST selang waktu 7 hari - 50 HST - 75 – 80 HST 15 HST 21 HST Dilakukan pada daun-daun tua bila daun terlalu lebat 35 – 40 HST selang waktu 4 hari 21 HST 21 HST 60 HST selang waktu 4 hari 15 HST 21 HST 60 HST selang waktu 4 hari - 21 HST diikuti penjarangan 90 HST - 18 HST 30 HST - 18 HST 30 HST No. Jenis Tanaman Sayuran 1 Cabe 2 Tomat 3 Terong 4 Jagung Manis 5 Ketimun 6 Buncis dan Kacang Panjang 7 Kacang Kapri 8 Wortel 9 Bayam cabutan 10 Kangkung Cabutan
  • 21.
    BIAYA PRODUKSI •Biaya Produksi Cabe • Penyiapan lahan • Pembukaan/pembersihan lahan 150 HKW @ Rp 10.000 Rp 1.500.000,00 • Pembajakan-pencangkulan 120 HKP@ Rp 10.000 Rp 1.200.000,00 • Sewa tanah 1 musim tanam (7 bln) Rp 1.200.000,00 • Pembentukan bedengan kasar 165 HKP@ Rp 10.000 Rp 1.650.000,00 • Kapur pertanian 4.000 Kg @ Rp 100,00 Rp 400.000,00 • Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp 10.000 Rp 200.000,00 • Pupuk kandang 20 ton @ Rp 100.000 Rp 2.000.000,00 • Pupupk ZA 650 Kg @ Rp 1.000 Rp 650.000,00 • Pupuk Urea 250 Kg @ Rp 1.100 Rp 275.000,00 • Pupuk TSP 500 Kg @ Rp 2.000 Rp 1.000.000,00 • Pupuk KCI 400 Kg @ Rp 3.000 Rp 1.200.000,00 • Pupuk Borate 18 Kg @ Rp 4.000 Rp 72.000,00 • Tenaga kerja pemupukan pupuk kandang 57 HKP @ Rp 10.000 Rp 570.000,00 • Pemupukan dasar (pupuk kimia) 28 HKP@ Rp 10.000 Rp 280..000,00 • Perapihan bedengan 55 HKP @ Rp 10.000 Rp 550.000,00 • Mulsa plastik hitam perak 200 Kg/10 rol@ Rp 300.000 Rp 3.000.000,00 • Pemasangan mulsa 15 HKP @ Rp 10.000 Rp 150.000,00 • Pemasangan ajir 45 HKW @ Rp 7.000 Rp 315.000,00 • Penanaman 20 HKW @ 7000 Rp 140.000,00 ______________+ • Subtotal Rp16.352.000,00
  • 22.
    •Pemeliharaan tanaman •Bambu150 batang @ Rp 4000,00 Rp 600.000,00 •Tenaga kerja pembuatan ajir 30 HKP @ Rp 10.000 Rp 300.000,00 •Tenaga perempelan 40 HKW @ Rp 7.000 Rp 280.000,00 •Pemasangan turus dan gelagar 40 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 400.000,00 •Pupuk susulan, NPK 400 Kg @ Rp 4.000 Rp 1.600.000,00 •Tenaga pemupukan susulan 50 HKW @ Rp 7.000 Rp 350.000,00 •Pestisida : –Insektisida 25 Liter @ Rp 160.000 Rp 4.000.000,00 –Fungisida 25 Kg @ Rp 60.000,00 Rp 1.500.000,00 –Bakterisida 1,5 Kg/25 botol @ Rp 25.000 Rp 625.000,00 – Perekat perata 10 LITER @ Rp 28.000 Rp 280.000,00 –Subtotal 2 Rp 9.935.000,00
  • 23.
    • .Panen danpasca panen • Tenaga panen 200 HKW @ Rp 7.000 Rp 1.400.000,00 • • Pengangkutan 40 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 400.000,00 • Sortasi buah 125 HKW @ Rp 7.000 Rp 875.000,00 • Pengepakan /bongkar muat 10 HKP @ Rp 10.000,00 Rp 100.000,00 • ______+ • Subtotal 3 RP 2.775.000,00 –Lain-lain »Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alatRp Rp 5.000.000,00 »Belanja peralatan (3 sprayer, embrat,drum, dsb.) Rp 4.000.000,00 » • Subtotal 4 Rp 9.000.000,00 • Subtotal 1 + 2 + 3 + 4 Rp.28.062.000,00 • Catatan : • HKP = hari kerja pria dengan 5 jam kerja/hari • HKW = hari kerja wanita dengan 5 jam kerja/hari • Analisis usaha tani tersebut khusus untuk penanaman di musim hujan. Untuk penanaman di musim kemarau biaya dapat ditekan antara 10 – 15 %.
  • 24.
    – Penerimaan (HasilPenjualan) • Misalkan rata-rata produksi tanaman 1,1 kg maka produksi ditaksir mencapai 19,8 ton dari populasi 18.000 tanaman. Bila kerusakan tanaman dianggap 9% maka hasil yang hilang sebesar 1.800 kg. Dengan demikian produksi per ha tinggal 18 ton atau 18.000 kg. Harga rata-rata cabai pada musim hujan Rp 5.000/kg sehingga penerimaan = • Rp 5.000,00 x 18.000 = Rp 90.000.000,00 • Keuntungan Bersih • Penerimaan - biaya produksi = Rp 90.000.000,00 – Rp 28.062.000,00 = Rp 61.938.000,00 • Bunga bank 1,5% selama 7 bulan : • (1,5 x 7) x Rp 61.938.000 = 10,5% x Rp61.938.000,-= Rp • Keuntungan Bersih = Penerimaan – bunga bank= Rp
  • 25.
    Titik Balik Modal/BreakEvent Point (BEP) Break event point (BEP) adalah suatu kondisi pada saat hasil usaha yang diperoleh sama dengan modal yang dikeluarkan. Jadi, pada kondisi ini usaha yang dijalankan tidak mendapat keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian (impas). Biaya tetap BEP = 1 – (biaya variable/hasil penjualan) Dalam analisis usaha tani diatas, perhitungan BEP-nya sebagai berikut. Biaya tetap Sewa lahan Rp 1.200.000,00 Peralatan Rp 4.000.000,00 Bambu (dapat dipakai 3 kali) Rp 600.000,00 Gubuk (dapat dipakai 3 kali) Rp 5.000.000,00 _______________+ Total biaya tetap Rp 10.800.000,00 Biaya variabel (diluar biaya tetap) Rp 32.467.000,00 Hasil penjualan Rp 90.000.000,00 Rp 10.800.000,00 BEP = 1 – (Rp 32.467.000,00/Rp 90.000.000,00) = Rp 16.894.650,00 Hasil ini menunjukan bahwa pada saat diperoleh pendapatan Rp 16.894.650,00 tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugiaan. Efisiensi pengghunaan modal/Retrun of investment (ROI) Retrun of invesment (ROI) merupakan analisis untuk mengetahui keuntungan usaha sehubungan dengan modal yang telah digunakan. Besar kecil ROI ditentukan oleh tingkat perputaran modal dan keuntungan bersih yang dicapai. Keuntungan bersih ROI = x 100% Modal produksi Rp 41.826.035,00 =x 100% = 96.67 % Rp 43.267.000,00 Hasil ROI 112% menunjukan bahwa pelaksanaan agribisnis cabai diatas telah sangat efisien. Apabila nilai ROI rendah berarti pelaksanaan agribisnis belum efisien sehingga perlu dibenahi, baik dari segi pelaksanaan usaha tani maupun segi pemasarannya.
  • 26.
    – Rasio Biayadan Pendapat/Benefit Cost Ratio (B/C) • Untuk mengukurn analisis kelayakan suatu usaha tani biasanya digunakan B/C, yaitu perbandingan antara penerimaan kotor (hasil penjualan) dengan biaya total yang dikeluarkan. • Penerimaan kotor (hasil penjualan) • B/C = Biaya total Rp 90.000.000,00 = 2,08 • Rp 43.267.000,00 • Nila B/C = 2,08 berarti bahwa agribisnis ini dengan modal Rp 43.267.000,00 memperoleh hasil penjualan sebesar 2,08 kali. Dengan kata lain hasil penjualan yang dicapai sebesar 208% dari modal yang dikeluarkan.
  • 27.
    Terima kasih •Good Luck • Selamat Praktek