BAB 7 TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
NAMA : ADLINE NOVIRANDA
KELAS : 1D (PGSD)
NPM: 2186206122
MATA KULIAH : TIK
(UTS)
Saat ini kita diperhadapkan dengan era revolusi industri 4.0
yang telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan
masyarakat. Suka atau tidak suka, mau tidak mau, kita harus
menyesuaikan diri terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) agar tidak tergilas atau tertindas dengan
perkembangan jaman. Informasi telah menjadi sumber daya
atau aset yang berharga bagi manusia maupun organisasi di
dunia.Masyarakat informasi juga dapat diartikan sebagai
suatu masyarakat yang memiliki kemampuan mengakses,
mengelola dan memanfaatkan informasi seluas-luasnya
untuk meningkatkan ekonomi dan kemakmuran bersama
(Damanik, 2012).
7.1 PENDAHULUAN
Dengan demikian kegiatan produksi, distribusi maupun rekayasa informasi sesuai dengan kebutuhan menjadi kegiatan
yang penting dalam masyarakat informasi.Jika ditilik lebih jauh, masyarakat informasi memiliki ciri-ciri antara lain (Damanik,
2012):
• Kebutuhan yang tinggi terhadap informasi di semua lini kehidupan masyarakat, organisasi atau institusi pemerintah
maupun swasta;
• Masyarakat yang sadar akan pentingnya informasi dan mengelola informasi dengan baik
• Pemanfaatan TIK secara luas di berbagai bidang bisnis, pendidikan, pertanian, pemerintahan, sosial, dan lain-lain;
• Membuat informasi menjadi komoditas yang bernilai ekonomi;
• Akses dan distribusi informasi dilakukan secara elektronik daripada versi cetak.
• Transformasi layanan dari manual ke dalam bentuk elektronik (e-Services)
• Terjadi pergeseran sektor ekonomi dari produksi barang menjadi layanan jasa yang membutuhkan keahlian tinggi
• Persaingan yang semakin ketat dan bersifat gobal Menurut Damanik (2012), terdapat beberapa faktor penting untuk
mewujudkan masyarakat informasi yakni sebagai berikut:
• Masyarakat yang tidak buta huruf
• Keterampilan memanfaatkan komputer
• Infrastruktur telekomunikasi
• Minat baca yang tinggi
• Sistem perpustakaan yang mendukung Elemen pertama yaitu kemampuan membaca merupakan persyaratan
utamauntuk memasuki era masyarakat informasi.
Literasi TIK dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu literasi perangkat
keras(hardware literacy), literasi perangkat lunak (software literacy) dan
literasiaplikasi (application literacy) yang dapat dijelaskan sebagai
berikut(UNESCO, 2011)
7.2 LITERASI TIK DALAM KONTEKS
PENDIDIKAN
• Literasi perangkat keras.Literasi
perangkat keras mengacu pada
serangkaian operasi dasar
yangperlu Anda ketahui untuk
menggunakan komputer seperti
PersonalComputer (PC) atau
Laptop, atau mungkin kombinasi
perangkatgenggam secara efisien.
Misalnya mengetahui cara
menggunakankeyboard, mouse,
bisa membedakan antara fungsi
printer, pemindai,perangkat
periperal lainnya, processor,
mainframe dan monitor.
• Literasi perangkat lunak.Literasi perangkat lunak
mengacu pada serangkaian prosedur daninstruksi
untuk tujuan umum yang “tidak terlihat” yang
dibutuhkan olehkomputer atau perangkat keras
telekomunikasi untuk menjalankanfungsinya
dengan baik. Jenis utama dari literasi perangkat
lunak meliputi:sistem operasi pereangkat lunak
yang digunakan komputer sepertiWindows (salah
satu dari banyak versi yang tersedia); perangkat
lunakpengolah kata (mis. MS Word, WordPerfect
atau Open Office Writter);perangkat lunak
spreadsheet untuk menangani data numerik (mis.
Excelatau Open Office Calc atau Libre); perangkat
lunak untuk membuatpresentasi (PowerPoint atau
Impress) dan perangkat lunak penyedialayanan
informasi untuk menggunakan Internet, termasuk
browser, mesinpencari dan layanan email. Literasi
perangkat lunak biasanya berkaitandengan hal-hal
yang tidak berwujud dan “tidak terlihat”.
• Literasi aplikasi.Literasi aplikasi mengacu pada pengetahuan dan
keterampilan yangdiperlukan menggunakan berbagai paket
perangkat lunak tujuan khususyang ada di pasaran secara efisien
seperti perangkat lunak yangmembantu perusahaan mengelola
keuangannya, personelnya, peralatandan inventaris atau gudang,
kantor atau pabrik atau ruang laboratorium,alur kerjanya, jadwal
produksinya, sistem pemrosesan pesanannya(purchasing), laporan
penjualan dan sebagainyaKeterampilan yang dimakud terdiri atas
keterampilan dasar, kompetensi dankarakter di mana literasi TIK
(ICT literacy) sebagai salah satu yang pentingdan harus
dikembangkan sejak dini. Pendidik sebagai guru atau dosen
adalahgarda terdepan yang mendukung perubahan dalam sistem
pendidikan di erarevolusi industri
Oleh karena itu, pendidik dituntut harus melek
terhadap teknologi sehingga merekamampu
mengaplikasikan dan memanfaatkan TIK dalam proses
pembelajaran
* Tahapan pertama adalah kesadaran (emerging), yaitu
tahap di manaTIK mulai diperkenalkan dan
disosialisasikan dalam lingkungan pendidikan.Pada
tahap ini, institusi atau lembaga pendidikan
membangun kesadaran akanpentingnya TIK dalam
mendukung proses pembelajaran.
* Tahapan kedua adalah penerapan (applying), yakni
tahap di mana TIK mulai diterapkan dalamproses
pendidikan walaupun terbatas hanya untuk
mengerjakan pekerjaanadministratif dan profesionalitas
pendidik. Pada tahap ini, pendidik mulaibelajar dan
mempersiapkan proses pembelajaran di kelas nantinya
denganmenggunakan TIK.
* Tahap terakhir yang juga sangat penting untuk mensukseskan
pemanfaatanTIK dalam proses pendidikan adalah tahap
transformasi (transforming) yaitutahap di mana TIK bukan lah
sebagai suatu produk tapi merupakan layanan.Saat ini proses
pembelajaran lebih didominasi oleh generasi milenial (gen Y)dan
next generation (gen Z) di mana mereka lebih tertarik pada
prosespembelajaran yang bersifat fleksibel, efisien dan tidak
terpaku pada apa yangdiajarkan pendidik (teacher center learning).
Mereka lebih berorientasi padaproses invensi suatu hal yang baru
yang dihasilkan dari pemikiran dankreativitas mereka sendiri. Hal ini
yang dinamakan dengan pendekatanberbasis student centered
learning (Helaluddin, 2019).
Hal ini sejalan penelitian Pernia (2008) bahwaliterasi TIK
seseorang bergeser dari fase kesadaran (awareness
state) ke fasekritis (critical state) yang dapat dijelaskan
sebagai berikut:
• Fase kesadaran (awareness state), merupakan kondisi
di mana orangmenjadi sadar akan pentingnya teknologi,
menganalisis signifikansinya,merefleksikan nilainya dan
kemudian memutuskan untuk mendapatkanteknologi
tersebut.
 • Fase interpretasi
(interpretive state).
merupakan kondisi di mana
orangtelah memperoleh,
menggunakan,
menginterpretasikan
danmengembangkan
keterampilan dengan TIK
sehingga mereka
dapatmeningkatkan literasi
TIK.
 • Fase kritis (critical state), merupakan kondisi
di mana orang telah memilikipandangan atau
pemahaman menyeluruh tentang suatu
teknologi termasukasal-usulnya, penggunaan
dan efeknya pada pengguna dari sudut
pandangmereka. Pada fase ini, mereka telah
dapat menilai esensi dari teknologiyang
ditawarkan, memahami konsekuensi ketika
mendapatkan teknologitersebut, lebih bijaksana
menggunakan teknologi dan menilai secara
kritisterkait dampak teknologi pada tataran nilai
yang mereka milikiSelain itu, setiap dimensi baik
pengetahuan, keterampilan dan sikap
yangdijelaskan sebelumnya memiliki indikator
yang disebut indikator literasi TIK.Artinya setiap
orang harus mempunyai kompetensi tertentu
untuk memenuhikriteria suatu dimensi (Pernia,
2008).
 Era revolusi industri 4.0 telah mendorong berbagai perubahan di berbagai
sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan. Kehadiran teknologi digital
menawarkan peluang dan tantangan untuk meningkatkan kualitas proses
pembelajaran yang diselenggarakan sehingga tujuan pendidikan dapat
tercapai. Harapannya proses pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan
pula hasil belajar dan mutu individu peserta didiknya. Oleh karena itu untuk
menghadapi industri 4.0, literasi TIK merupakan hal yang tidak bisa dihindari
lagi, mau tidak mau, baik individu maupun organisasi agar tidak terlindas
dengan perubahan jaman. Pendidik dan peserta didik tidak cukup hanya
memiliki literasi dasar seperti membaca, menulis dan berhitung untuk dapat
bertahan di era digital ini. Literasi TIK yang terdiri dari dimensi pengetahuan,
keterampilan dan sikap harus dimiliki dan dibangun dari fase kesadaran
hingga refleksi kritis terhadap penggunaan TIK.
7.3 PENUTUP
 Dalam materi tersebut itu sangat penting karena
dengan adanya tik siswa-siswi dapat mencari
informasi2 yang mereka tidak tau sama sekali.tik
dapat membuat kita lebih mudah menjaga berkas dan
data yang penting.Seperti yang disebutkan
sebelumnya, ada banyak karir yang harus diikuti
ketika mengkhususkan diri dalam teknologi informasi.
Seiring kemajuan teknologi, kebutuhan akan para
profesional teknologi informasi semakin meningkat.
KESIMPULAN
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Kendala utama dalam pemanfaatan TIK dalam pembelajaran yang dihadapi
guru di sekolah adalah sarana dan prasarana pendukung yang terbatas. Sarana
dan prasarana yang dimaksud adalah komputer, laptop, dan infokus. Kendala
berikutnya yang cukup tinggi mempengaruhi guru memanfaatkan TIK dalam
pembelajaran adalah ketersediaan jaringan internet dan sinyal. Selanjutnya
kendala berikutnya adalah ketersediaan listrik. Pengetahuan teknis guru
tentang teknologi informasi dan komunikasi yang terbatas menjadi kendala
berikutnya dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran di kelas. Kemudian,
ketakutan dan pertimbangan dampak negatif dari penggunaan alat berupa HP
dan laptop di sekolah menjadi kendala guru memanfaatkan TIK dalam
pembelajaran di kelas. Atas pertimbangan ketakutan penyalahgunaan alat TIK
tersebut, sekolah mengeluarkan kebijakan melarang guru membawa HP ke
sekolah. Kendala terkecil penghambat guru memanfaatkan TIK adalah terkait
pengelolaan data.

Uts tik - adline noviranda - 1 d

  • 1.
    BAB 7 TEKNOLOGIINFORMASI DAN KOMUNIKASI NAMA : ADLINE NOVIRANDA KELAS : 1D (PGSD) NPM: 2186206122 MATA KULIAH : TIK (UTS)
  • 2.
    Saat ini kitadiperhadapkan dengan era revolusi industri 4.0 yang telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Suka atau tidak suka, mau tidak mau, kita harus menyesuaikan diri terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar tidak tergilas atau tertindas dengan perkembangan jaman. Informasi telah menjadi sumber daya atau aset yang berharga bagi manusia maupun organisasi di dunia.Masyarakat informasi juga dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang memiliki kemampuan mengakses, mengelola dan memanfaatkan informasi seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi dan kemakmuran bersama (Damanik, 2012). 7.1 PENDAHULUAN
  • 3.
    Dengan demikian kegiatanproduksi, distribusi maupun rekayasa informasi sesuai dengan kebutuhan menjadi kegiatan yang penting dalam masyarakat informasi.Jika ditilik lebih jauh, masyarakat informasi memiliki ciri-ciri antara lain (Damanik, 2012): • Kebutuhan yang tinggi terhadap informasi di semua lini kehidupan masyarakat, organisasi atau institusi pemerintah maupun swasta; • Masyarakat yang sadar akan pentingnya informasi dan mengelola informasi dengan baik • Pemanfaatan TIK secara luas di berbagai bidang bisnis, pendidikan, pertanian, pemerintahan, sosial, dan lain-lain; • Membuat informasi menjadi komoditas yang bernilai ekonomi; • Akses dan distribusi informasi dilakukan secara elektronik daripada versi cetak. • Transformasi layanan dari manual ke dalam bentuk elektronik (e-Services) • Terjadi pergeseran sektor ekonomi dari produksi barang menjadi layanan jasa yang membutuhkan keahlian tinggi • Persaingan yang semakin ketat dan bersifat gobal Menurut Damanik (2012), terdapat beberapa faktor penting untuk mewujudkan masyarakat informasi yakni sebagai berikut: • Masyarakat yang tidak buta huruf • Keterampilan memanfaatkan komputer • Infrastruktur telekomunikasi • Minat baca yang tinggi • Sistem perpustakaan yang mendukung Elemen pertama yaitu kemampuan membaca merupakan persyaratan utamauntuk memasuki era masyarakat informasi.
  • 4.
    Literasi TIK dapatdikategorikan menjadi tiga yaitu literasi perangkat keras(hardware literacy), literasi perangkat lunak (software literacy) dan literasiaplikasi (application literacy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut(UNESCO, 2011) 7.2 LITERASI TIK DALAM KONTEKS PENDIDIKAN
  • 5.
    • Literasi perangkatkeras.Literasi perangkat keras mengacu pada serangkaian operasi dasar yangperlu Anda ketahui untuk menggunakan komputer seperti PersonalComputer (PC) atau Laptop, atau mungkin kombinasi perangkatgenggam secara efisien. Misalnya mengetahui cara menggunakankeyboard, mouse, bisa membedakan antara fungsi printer, pemindai,perangkat periperal lainnya, processor, mainframe dan monitor. • Literasi perangkat lunak.Literasi perangkat lunak mengacu pada serangkaian prosedur daninstruksi untuk tujuan umum yang “tidak terlihat” yang dibutuhkan olehkomputer atau perangkat keras telekomunikasi untuk menjalankanfungsinya dengan baik. Jenis utama dari literasi perangkat lunak meliputi:sistem operasi pereangkat lunak yang digunakan komputer sepertiWindows (salah satu dari banyak versi yang tersedia); perangkat lunakpengolah kata (mis. MS Word, WordPerfect atau Open Office Writter);perangkat lunak spreadsheet untuk menangani data numerik (mis. Excelatau Open Office Calc atau Libre); perangkat lunak untuk membuatpresentasi (PowerPoint atau Impress) dan perangkat lunak penyedialayanan informasi untuk menggunakan Internet, termasuk browser, mesinpencari dan layanan email. Literasi perangkat lunak biasanya berkaitandengan hal-hal yang tidak berwujud dan “tidak terlihat”.
  • 6.
    • Literasi aplikasi.Literasiaplikasi mengacu pada pengetahuan dan keterampilan yangdiperlukan menggunakan berbagai paket perangkat lunak tujuan khususyang ada di pasaran secara efisien seperti perangkat lunak yangmembantu perusahaan mengelola keuangannya, personelnya, peralatandan inventaris atau gudang, kantor atau pabrik atau ruang laboratorium,alur kerjanya, jadwal produksinya, sistem pemrosesan pesanannya(purchasing), laporan penjualan dan sebagainyaKeterampilan yang dimakud terdiri atas keterampilan dasar, kompetensi dankarakter di mana literasi TIK (ICT literacy) sebagai salah satu yang pentingdan harus dikembangkan sejak dini. Pendidik sebagai guru atau dosen adalahgarda terdepan yang mendukung perubahan dalam sistem pendidikan di erarevolusi industri
  • 7.
    Oleh karena itu,pendidik dituntut harus melek terhadap teknologi sehingga merekamampu mengaplikasikan dan memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran * Tahapan pertama adalah kesadaran (emerging), yaitu tahap di manaTIK mulai diperkenalkan dan disosialisasikan dalam lingkungan pendidikan.Pada tahap ini, institusi atau lembaga pendidikan membangun kesadaran akanpentingnya TIK dalam mendukung proses pembelajaran.
  • 8.
    * Tahapan keduaadalah penerapan (applying), yakni tahap di mana TIK mulai diterapkan dalamproses pendidikan walaupun terbatas hanya untuk mengerjakan pekerjaanadministratif dan profesionalitas pendidik. Pada tahap ini, pendidik mulaibelajar dan mempersiapkan proses pembelajaran di kelas nantinya denganmenggunakan TIK.
  • 9.
    * Tahap terakhiryang juga sangat penting untuk mensukseskan pemanfaatanTIK dalam proses pendidikan adalah tahap transformasi (transforming) yaitutahap di mana TIK bukan lah sebagai suatu produk tapi merupakan layanan.Saat ini proses pembelajaran lebih didominasi oleh generasi milenial (gen Y)dan next generation (gen Z) di mana mereka lebih tertarik pada prosespembelajaran yang bersifat fleksibel, efisien dan tidak terpaku pada apa yangdiajarkan pendidik (teacher center learning). Mereka lebih berorientasi padaproses invensi suatu hal yang baru yang dihasilkan dari pemikiran dankreativitas mereka sendiri. Hal ini yang dinamakan dengan pendekatanberbasis student centered learning (Helaluddin, 2019).
  • 10.
    Hal ini sejalanpenelitian Pernia (2008) bahwaliterasi TIK seseorang bergeser dari fase kesadaran (awareness state) ke fasekritis (critical state) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: • Fase kesadaran (awareness state), merupakan kondisi di mana orangmenjadi sadar akan pentingnya teknologi, menganalisis signifikansinya,merefleksikan nilainya dan kemudian memutuskan untuk mendapatkanteknologi tersebut.
  • 11.
     • Faseinterpretasi (interpretive state). merupakan kondisi di mana orangtelah memperoleh, menggunakan, menginterpretasikan danmengembangkan keterampilan dengan TIK sehingga mereka dapatmeningkatkan literasi TIK.  • Fase kritis (critical state), merupakan kondisi di mana orang telah memilikipandangan atau pemahaman menyeluruh tentang suatu teknologi termasukasal-usulnya, penggunaan dan efeknya pada pengguna dari sudut pandangmereka. Pada fase ini, mereka telah dapat menilai esensi dari teknologiyang ditawarkan, memahami konsekuensi ketika mendapatkan teknologitersebut, lebih bijaksana menggunakan teknologi dan menilai secara kritisterkait dampak teknologi pada tataran nilai yang mereka milikiSelain itu, setiap dimensi baik pengetahuan, keterampilan dan sikap yangdijelaskan sebelumnya memiliki indikator yang disebut indikator literasi TIK.Artinya setiap orang harus mempunyai kompetensi tertentu untuk memenuhikriteria suatu dimensi (Pernia, 2008).
  • 12.
     Era revolusiindustri 4.0 telah mendorong berbagai perubahan di berbagai sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan. Kehadiran teknologi digital menawarkan peluang dan tantangan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang diselenggarakan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Harapannya proses pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan pula hasil belajar dan mutu individu peserta didiknya. Oleh karena itu untuk menghadapi industri 4.0, literasi TIK merupakan hal yang tidak bisa dihindari lagi, mau tidak mau, baik individu maupun organisasi agar tidak terlindas dengan perubahan jaman. Pendidik dan peserta didik tidak cukup hanya memiliki literasi dasar seperti membaca, menulis dan berhitung untuk dapat bertahan di era digital ini. Literasi TIK yang terdiri dari dimensi pengetahuan, keterampilan dan sikap harus dimiliki dan dibangun dari fase kesadaran hingga refleksi kritis terhadap penggunaan TIK. 7.3 PENUTUP
  • 13.
     Dalam materitersebut itu sangat penting karena dengan adanya tik siswa-siswi dapat mencari informasi2 yang mereka tidak tau sama sekali.tik dapat membuat kita lebih mudah menjaga berkas dan data yang penting.Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada banyak karir yang harus diikuti ketika mengkhususkan diri dalam teknologi informasi. Seiring kemajuan teknologi, kebutuhan akan para profesional teknologi informasi semakin meningkat. KESIMPULAN
  • 14.
  • 15.
    Kendala utama dalampemanfaatan TIK dalam pembelajaran yang dihadapi guru di sekolah adalah sarana dan prasarana pendukung yang terbatas. Sarana dan prasarana yang dimaksud adalah komputer, laptop, dan infokus. Kendala berikutnya yang cukup tinggi mempengaruhi guru memanfaatkan TIK dalam pembelajaran adalah ketersediaan jaringan internet dan sinyal. Selanjutnya kendala berikutnya adalah ketersediaan listrik. Pengetahuan teknis guru tentang teknologi informasi dan komunikasi yang terbatas menjadi kendala berikutnya dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran di kelas. Kemudian, ketakutan dan pertimbangan dampak negatif dari penggunaan alat berupa HP dan laptop di sekolah menjadi kendala guru memanfaatkan TIK dalam pembelajaran di kelas. Atas pertimbangan ketakutan penyalahgunaan alat TIK tersebut, sekolah mengeluarkan kebijakan melarang guru membawa HP ke sekolah. Kendala terkecil penghambat guru memanfaatkan TIK adalah terkait pengelolaan data.