NAMA :OFFILIANE SUSANA MOKAT
KELAS/PRODI :1B/PGSD
NPM :2186206033
MATA KULIAH :TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DOSEN PENGAMPU :DR.NUR AGUS SALIM M,PD
saat ini kita di perhadapkan dengan era revolusi industri 4,0 yang telah
mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Suka atau
tidak suka, mau tidak mau, kita harus menyesuaikan diri terhadap
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) agar tidak tergilas atau tertindas dengan
perkembangan jaman. Informasi menjadi sangat penting karena dapat
memnerdayakan dan meningkatkan kualitas kehidupan individu.
Masyarakat informasi juga dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang
memiliki kemampuan mengakses, mengelola dan memanfaatkan
informasi seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi dan
kemakmurab bersama (Damanik, 2012).
· kebutuhan yang tinggi terhadap informasi di semua lini kehidupan
masyarakat, organisasi atau institusi pemerintah maupun swasta;
· Masyarakat yang sabar akan pentingnya informasi dan mengelola informasi
dengan baik
· Pemanfaatan TIK secara luas di berbagai bidang bisnis, pendidikan,
pertanian, pemerintahan, sosial, dan lain-lain;
· Membuat informasu menjadi komoditas yang bernilai ekonomi;
· Akses dan distribusi informasi dilakukan secara elektronik dari pada versi
cetak.
· Transformasi layanan dari manual ke dalam bentuk elektronik (e-Services)
· Terjadi pergeseran sektor ekonomi dari produksi barang menjadi layanan
jasa yang membutuhkan keahlian tinggi
· Persaingan yang semakin ketat dan bersifat gobal
Literasi TIK adalah kemampuan untuk mengetahui bagaimana
menggunakan dan mengoprasikan TIK (UNESCO, 2016). Sedangkan TIK
mengacu pada berbagai macam teknologi yang berfungsi sebagai alat
untuk memproses informasi mulai dari proses mengumpulkan, merekam
dan menyimpan informasi serta untuk saling bertukar informasi dan
mendistribusikan informasi tersebut kepada orang lain dengan kata lain,
literasi TIK secara sederhana merupakan keterampilan untuk
memanfaatkan TIK secara optimal untuk mencari, mengelola,
menyimpan dan mendistribusikan informasi (simarmata, 2006).
· Litegrasi perangkat keras
Literasi perangkat keras mengacu kepada serangkaian operasi dasar yang perlu
anda ketahui untuk menggunakan komputer seperti personal computer (PC) atau
laptop, atau mungkin kombinasi perangkat genggam secara efisien.
· Literasi perangkat lunak
Mengacu pada serangkaian prosedur dan instruksi untuk tujuan umum yang
‘’tidak terlihat’’ yang dibutuhkan oleh komputer atau perangkat keras
telekomunikasi untuk menjalankan dungsinya dengan baik.
· Literasi aplikasi
Mengacu pada pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan menggunakan
berbagai paket perangkat lunak tujuan khusus yang ada di pasaran secara efisien
seperti perangkat lunak yang membantu perusahaan mengelola keuangannya,
personelnya, peralatan dan inventaris atau gudang, kantor atau pabrik atau ruang
laboratorium, alur kerjanya, jadwal produksinya, sistem pemrosesan pesanannya
(purchasing), laporan penjualan dan sebagainya.
 Fase kesadaran (awareness state), merupakan kondisi di mana orang
Menjadi sadar akan pentingnya teknologi, menganalisis signifikasinya,
merefleksikan nilainya dan kemudian memutuskan untuk mendapatkan
teknologi tersebut
. Fase interpretasi (interpretive state). Merupakan kondisi di mana
orang telah memperoleh, menggunakan, menginterpretasikan dan
mengembangkan keterampilan dengan TIK sehingga mereka dapat
meningkatkan literasi TIK.
. Fase kritis (critical state), merupakan kondisi di mana orang telah
memiliki pandangan atau pemahaman menyeluruh tentang suatu
teknologi termasuk asal-usulnya, penggunaan dan efeknya pada
pengguna dari sudut pandang mereka.
Era revolusi industri 4.0 telah mendorong berbagai perubahan di
berbagai sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan. Kehadiran
teknologi digital menawarkan peluang dan tantangan untuk
meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang di selenggarakan
sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Harapannya proses
pembelajaran yang efektif dapat meningatkan pula hasil belajar dan
mutu individu peserta didiknya. Oleh karena itu untuk menghadapi
industri 4.0 literasi TIK merupakan hal yang tidak bisa di hindari lagi
mau tidak mau,baik individu maupun organisasi agar tidak terlindas
dengan perubahan jaman. Pendidik dan peserta didik tidak cukup hanya
memiliki literasi dasar seperti membaca , menulis dan berhitung untuk
dapat bertahan di era digital ini. Literasi TIK yang terdiri dari dimensi
pengetahuan, keterampilan dan sikap harus dimiliki dan dibangun dari
fase kesadaran hingga refleksi kritis terhadap penggunaan TIK.

Offiliane susana mokat uts tik

  • 1.
    NAMA :OFFILIANE SUSANAMOKAT KELAS/PRODI :1B/PGSD NPM :2186206033 MATA KULIAH :TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DOSEN PENGAMPU :DR.NUR AGUS SALIM M,PD
  • 2.
    saat ini kitadi perhadapkan dengan era revolusi industri 4,0 yang telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Suka atau tidak suka, mau tidak mau, kita harus menyesuaikan diri terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar tidak tergilas atau tertindas dengan perkembangan jaman. Informasi menjadi sangat penting karena dapat memnerdayakan dan meningkatkan kualitas kehidupan individu. Masyarakat informasi juga dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang memiliki kemampuan mengakses, mengelola dan memanfaatkan informasi seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi dan kemakmurab bersama (Damanik, 2012).
  • 3.
    · kebutuhan yangtinggi terhadap informasi di semua lini kehidupan masyarakat, organisasi atau institusi pemerintah maupun swasta; · Masyarakat yang sabar akan pentingnya informasi dan mengelola informasi dengan baik · Pemanfaatan TIK secara luas di berbagai bidang bisnis, pendidikan, pertanian, pemerintahan, sosial, dan lain-lain; · Membuat informasu menjadi komoditas yang bernilai ekonomi; · Akses dan distribusi informasi dilakukan secara elektronik dari pada versi cetak. · Transformasi layanan dari manual ke dalam bentuk elektronik (e-Services) · Terjadi pergeseran sektor ekonomi dari produksi barang menjadi layanan jasa yang membutuhkan keahlian tinggi · Persaingan yang semakin ketat dan bersifat gobal
  • 4.
    Literasi TIK adalahkemampuan untuk mengetahui bagaimana menggunakan dan mengoprasikan TIK (UNESCO, 2016). Sedangkan TIK mengacu pada berbagai macam teknologi yang berfungsi sebagai alat untuk memproses informasi mulai dari proses mengumpulkan, merekam dan menyimpan informasi serta untuk saling bertukar informasi dan mendistribusikan informasi tersebut kepada orang lain dengan kata lain, literasi TIK secara sederhana merupakan keterampilan untuk memanfaatkan TIK secara optimal untuk mencari, mengelola, menyimpan dan mendistribusikan informasi (simarmata, 2006).
  • 5.
    · Litegrasi perangkatkeras Literasi perangkat keras mengacu kepada serangkaian operasi dasar yang perlu anda ketahui untuk menggunakan komputer seperti personal computer (PC) atau laptop, atau mungkin kombinasi perangkat genggam secara efisien. · Literasi perangkat lunak Mengacu pada serangkaian prosedur dan instruksi untuk tujuan umum yang ‘’tidak terlihat’’ yang dibutuhkan oleh komputer atau perangkat keras telekomunikasi untuk menjalankan dungsinya dengan baik. · Literasi aplikasi Mengacu pada pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan menggunakan berbagai paket perangkat lunak tujuan khusus yang ada di pasaran secara efisien seperti perangkat lunak yang membantu perusahaan mengelola keuangannya, personelnya, peralatan dan inventaris atau gudang, kantor atau pabrik atau ruang laboratorium, alur kerjanya, jadwal produksinya, sistem pemrosesan pesanannya (purchasing), laporan penjualan dan sebagainya.
  • 6.
     Fase kesadaran(awareness state), merupakan kondisi di mana orang Menjadi sadar akan pentingnya teknologi, menganalisis signifikasinya, merefleksikan nilainya dan kemudian memutuskan untuk mendapatkan teknologi tersebut . Fase interpretasi (interpretive state). Merupakan kondisi di mana orang telah memperoleh, menggunakan, menginterpretasikan dan mengembangkan keterampilan dengan TIK sehingga mereka dapat meningkatkan literasi TIK. . Fase kritis (critical state), merupakan kondisi di mana orang telah memiliki pandangan atau pemahaman menyeluruh tentang suatu teknologi termasuk asal-usulnya, penggunaan dan efeknya pada pengguna dari sudut pandang mereka.
  • 7.
    Era revolusi industri4.0 telah mendorong berbagai perubahan di berbagai sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan. Kehadiran teknologi digital menawarkan peluang dan tantangan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang di selenggarakan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Harapannya proses pembelajaran yang efektif dapat meningatkan pula hasil belajar dan mutu individu peserta didiknya. Oleh karena itu untuk menghadapi industri 4.0 literasi TIK merupakan hal yang tidak bisa di hindari lagi mau tidak mau,baik individu maupun organisasi agar tidak terlindas dengan perubahan jaman. Pendidik dan peserta didik tidak cukup hanya memiliki literasi dasar seperti membaca , menulis dan berhitung untuk dapat bertahan di era digital ini. Literasi TIK yang terdiri dari dimensi pengetahuan, keterampilan dan sikap harus dimiliki dan dibangun dari fase kesadaran hingga refleksi kritis terhadap penggunaan TIK.