TUGAS AKHIR PEDAGOGIK 1
a. Peta konsep hubungan landasan pendidikan
Fungsi Landasan Pendidikan
Landasan pendidikan memiliki fungsi bagi para pendidik atau tenaga kependidikan , dan
para ahli pendidikan. Bagi pendidik landasan pendidikan berfungsi sebagai acuan dalam rangka
melaksanakan tugas profesionalnya merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pendidikan.
Bagi tenaga kependidikan, landasan pendidikan berfungsi sebagi tempat berpijak atau dasar dalam
melaksanakan tugas profesionalnya seperti mengembangkan kurikulum, melaksanakan penelitian
dan pengembangan pendidikan, dan mengelola pendidikan baik dalam lingkup mikro maupun
lingkup makro. Fungsi landasan pendidikan dalam tenaga pendidikan tidak tertuju kepada
pengembangan aspek keterampilan khusus mengenai pendidikan sesuai spesialisai juruan atau
program pendidikan., melainkan tertuju pada pengembangan wawasan kependidikan, yaitu
berkenaan dengan berbagai asumsi yang bersifat umum tentang pendidikan yang harus dipilih dan
diadopsi oleh tenaga kependidikan sehingga menjadi cara pandang dan bersikap dalam rangka
melaksanakan tugasnya.
Fungsi landasan pendidikan bagi tenaga pendidik yang lain antara lain :
PENDIDIKAN
LANDASAN
FISIOLOGIS
LANDASAN
YURIDIS
Kebijaksanaan
Pengetahuan
Pedonan
Hukum
Merubah
Manusia Menjadi
Lebih Baik
Pancasil
Bersifat Abadi
Faktual Konseptual Prosedural
UUD 45
5 sila Pasal 31
Undang-undang
Peraturan Pemerintah
Psikologi
s
Sosiologiss
Prekonfensional
Konfensional
Post Konfensional
Landasan
Empiris
Faktual
Konseptual
Prosedura
l
Historis
Religi
Sejarah
Agama
Menciptakan peserta didik yang cerdas, berintegritas,tanggung jawab, jujur, berjiwa social, ber
akhlak mulia, dan menjunjung tinggi pancasila dan UUD 1945
Menciptakan masyarakat yang rukun, dan damai. Ber semboyang BINEKA TUNGGAL IKA
1) Landasan Filosofis
Filsafat memberi rambu-rambu yang memadai dalam merancang serta mengimplementasikan
program pendidikan bagi guru dan tenaga pendidikan. Rambu-rambu yang dimaksud disusun
dengan mempergunakan bahan-bahan yang diperoleh dari tiga sumber yaitu pendapat ahli,
termasuk yang disangga oleh hasil penelitian ilmiah, analisis tugas pendidik serta pilihan nilai
yang dianut masyarakat. Rambu - rambu yang dimaksud yang mencerminkan hasil telaah
interpretif, normative dan kritis dirumuskan kedalam perangkat asumsi filosofis yaitu asumsi-
asumsi yang memberi rambu - rambu bagi perancang serta interpretatif program yang
dimaksud.
2) Landasan Yurudis
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa.
3) Landasan Empiris
a. Landasan psikologis
Landasan ini berfungsi sebagai pedoman dalam mendidik peserta didik agar memiliki sikap
yang baik dalamperkembangan kehidupannya yaitu perkembangan individu yang bertahap
baik perkembangan biologis, kognitif, afektif maupun psikomotor, yang pada setiap
perkemangannya setiap individu memiliki tugas-tugas yang harus diselesaikannya.
b. Landasan Sosiologis
Landasan ini berfungsi sebagai pedoman dalam menerapkan nilai-nilai social kepada
peserta didik antara lain penerapan agar bisa hidup bersama dengan rukun dengan orang
lain, dapat saling berinetaksi sosial dengan baik, saling bekerjasama untuk mencapai
persatuan dan kesatuan, hidup bersama dalam beraneka ragam kebudayaan.
c. Landasan Historis
Landasan ini berfungsi sebagai pedoman bahwa dalam mendidik dan mengajar siswa harus
selalu berpedoman pada sejarah bangsa, dan tidak boleh menghilangkan sejarah bangsa
terutama dalam bidang pendidikan.
d. Landasan Religi
Landasan ini berfungsi sebagai pedoamn untuk menanamkan kepada siswa bahwa apa
yang kita lakukan, apa yang kita pelajari harus selalu seiring sejalan dengan ajaran agamna
ya g kita anut.
b. Seorang petani memilik anak kembar A dan B. Setelah tamat SD, A dibawa pindah ke kota
oleh pamannya yang bekerja sebagai sopir. Sedangkan B tetap tinggal di desa dengan
bapaknya. Setelah dewasa pada usia 24 tahun A bekerja menjadi supir online di kota dan B
menjadi buruh tani di desa. Penampilan dan pola hidup A berbeda dengan penampilan dan
pola hidup B, padahal mereka bersaudara bahkan kembar. A dan B berbeda perkembangan
pribadinya karena
1. Kultural
A dan B tinggal di wilayah yang berbedayaitu di kota dan di desa, kedua tempat ini
memiliki kultur berbeda yang mempengaruhi pola hidup mereka
2. Status sosial
Meskipun mereka saudara kembar status sosial mereka menjadi berbeda karena B
tinggal dengan orang tua sedang A dengan paman, anak yang tinggal dengan orang
tua dengan tinggal dengan orang lain akan memiliki perkembangan pola pikir yang
berbeda bukan hanya karena sifat/watak orang terdekat yang berbeda tetapi status
sebagai anak dan sebagai ponakan juga akan mempengaruhi pola pikir. Pekerjaan
wali juga akan mempengaruhi pola pikir mereka, A memilik wali seorang supir
sedang B memiliki wali seorang petani.
c. Desain pembelajaran untuk sekolah X yang memiliki fasilitas lengkap dan didukung orang
tua tetapi peserta didik kurang mandiri dan kurang disiplin.
Desain Pembelajaran
Kompetensi Dasar 3.2 Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan
serta penerapan teknologipada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan.
4.2 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada tumbuhan.
IPK : 3.2.1 Melalui pengamatan dan diskusi siswa dapat menjelaskan
perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dengan benar.
Kegiatan Pembelajran :
1. Pendahiluan
- Guru mengucap salam, memimpin doa, mengecek kebersihan kelas, dan kehadiran
siswa
- Melakukan apersepsi dengan menanyakan apa manfaat perkembangbiakan pada
makhluk hidup?
- Guru melakukan eksplorasi dengan memperlihatkan tanaman bunga di pot yang
dipenuhi rumput liar yang telah disiapkan. Guru menunjuk beberapa siswa secara acak
agar mengemukakan pendapat tentang pot bunga tersebut.
- Guru mengajukan pertanyaan secara klasikal “Kenapa rumput liar cepat tumbuh dan
menjadi banyak diantara tanaman bunga jika tidak sering disiangi?” jika tidak ada yang
menjawab guru kembali menunjuk beberapa siswa secara acak.
- Guru mengarahkan jawaban siswa agar diperoleh hipotesa bahwa rumput cepat banyak
karena mudah berkembangbiak.
2. Kegiatan Inti
- Siswa dibagi menjadi kelompok dengan anggota 4 orang.
- Masing-masing anggota kelompok diberi tugas untuk mendata 10 tumbuhan ditempat
berbeda (taman depan, taman tengah, taman samping, taman belakang).
- Setelah menjalankan tugas siswa kembali ke kelompoknya dan berdiskusi tentang
perkembangbiakan pada tumbuhan yang telah didata.
- Kelompok menuliskan hasil diskusi pada kertas plano dan menempel ditempat yang
telah disediakan.
- Setelah semua kelompok selesai, anggota kelompok dibagi 2. Kelompok A bertugas
sebagai tuan rumah yang menjaga dan menjelaskan hasil diskusi pada pengunjung.
Kelompok B bertugas mengunjungi hasil kerja kelompok lain.
- Setelah kunjungan selesai kelompok kelempok B kembali bergabung dengan
kelompok A dan melengkapi hasil diskusi kelompoknya dengan hasil kunjungan ke
kelompok lain.
- Perwakilan kelompok menyampaikan hasil kerja kelompoknya. Guru mengarahkan
agar semua siswa pernah tampil (menjawab pertanyaan/menyampaikan
pendapat/menyampaikan hasil diskusi). Kelompok lain memberikan tanggapan hasil
pemaparan.
3. Kegiatan Penutup
- Guru memberikan post tes
- Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya dan memberikan tugas rumah.
- Siswa membuat refleksi pembelajaran.
Sumber Belajar dan media
- Buku guru IPA kelas IX
- Buku guru IPA kelas IX
- Aneka tumbuhan di lingkungan sekitar sekolah
- Pot bunga
- Kertas plano
- Gunting
- Lem
- Kertas warna
- Spidol
- Penggaris
Penilaian
1. Penilaian sikap
- Mandiri
- Tangung jawab
- Kerjasama
- Berani
- Jujur
- Takwa
2. Penilaian Pengetahuan
- Pos tes berupa tes tertulis bentuk isay singkat
3. Penilaian Keterampilan
- Unjuk kerja kerja
d. Identifikasi gaya belajar peserta didik di kelas
1. Siswa dengan gaya belajar yang rajin, tekun, dan aktif. Siswa seperti ini bisa tampak
menonjol dan bisa diberi tanggung jawab untuk membantu belajar teman-temannya.
2. Siswa dengan gaya belajar yang tidak aktif namun cepat memahami.
3. Siswa dengan gaya belajar aktif tetapi lama memahami.
4. Siswa dengan gaya belajar senang beraktifitas dan tidak bisa diam. Siswa seperti ini
perlu diberi tanggung jawab lebih agar energinya tersalurkan kepada hal positif.
5. Siswa dengan gaya belajar yang cenderung malas dan tidak ada motivasi belajar.
6. Siswa lebih cepat menangkap pembelajaran dengan mendengarkan pemaparan (audio).
7. Siswa lebih cepat menangkap pembelajaran dengan melihat dan melakukan/praktek.
e. Strategi implementasi kurikulum 2013 yang dapat menyiapkan peserta didik dimasa depan
Kurikulum 2013 sebagai inovasi mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan
masa depan melalui pengetahuan, keterampilan, sikap dan keahlian beradaptasi serta mampu
bertahan hidup dalam lingkungan yang senatiasa berubah.
- Tugas pendidikan adalah menghantar dan menolong peserta didik untuk mengenali serta
mengembangkan potensi sdirinya supaya menjadi manusia yang mandiri, dewasa, utuh,
manusia merdeka sekaligus peduli.
- Pendidikan harus diarahkan kepada proses emansipasi mitra didik. Selain menjadi
makhluk individu juga menjadimakhluk ssial dengan sesama manusia lain, dalam ikhtiar
meraih kemanusiaan yang makin sejati, dengan jati diri, citra diri yang kian utuh,
harmonis, serta berintegritas.
- Fokus pembelajaran pada peserta didik. Siswa diarahkan untuk mendapat pengetahuan
dengan merangsang rasa ingin tau.
- Untuk merangsang rasa ingin tahu guru perlu menyajikan pembelajaran yang menantang,
menyenangkan, memotifasi menginspirasi, dan memberi ruang kepada siswa untuk
melakukan proses, yaitu mengobservasi, bertanya, mencari, tahu, dan merefleksi
- Proses penilaian berbasis pada proses dan output
- Menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan teknologi.
- Pembentukan karakter siswa diutamakan.

Tugas akhir pedagogik 1

  • 1.
    TUGAS AKHIR PEDAGOGIK1 a. Peta konsep hubungan landasan pendidikan Fungsi Landasan Pendidikan Landasan pendidikan memiliki fungsi bagi para pendidik atau tenaga kependidikan , dan para ahli pendidikan. Bagi pendidik landasan pendidikan berfungsi sebagai acuan dalam rangka melaksanakan tugas profesionalnya merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pendidikan. Bagi tenaga kependidikan, landasan pendidikan berfungsi sebagi tempat berpijak atau dasar dalam melaksanakan tugas profesionalnya seperti mengembangkan kurikulum, melaksanakan penelitian dan pengembangan pendidikan, dan mengelola pendidikan baik dalam lingkup mikro maupun lingkup makro. Fungsi landasan pendidikan dalam tenaga pendidikan tidak tertuju kepada pengembangan aspek keterampilan khusus mengenai pendidikan sesuai spesialisai juruan atau program pendidikan., melainkan tertuju pada pengembangan wawasan kependidikan, yaitu berkenaan dengan berbagai asumsi yang bersifat umum tentang pendidikan yang harus dipilih dan diadopsi oleh tenaga kependidikan sehingga menjadi cara pandang dan bersikap dalam rangka melaksanakan tugasnya. Fungsi landasan pendidikan bagi tenaga pendidik yang lain antara lain : PENDIDIKAN LANDASAN FISIOLOGIS LANDASAN YURIDIS Kebijaksanaan Pengetahuan Pedonan Hukum Merubah Manusia Menjadi Lebih Baik Pancasil Bersifat Abadi Faktual Konseptual Prosedural UUD 45 5 sila Pasal 31 Undang-undang Peraturan Pemerintah Psikologi s Sosiologiss Prekonfensional Konfensional Post Konfensional Landasan Empiris Faktual Konseptual Prosedura l Historis Religi Sejarah Agama Menciptakan peserta didik yang cerdas, berintegritas,tanggung jawab, jujur, berjiwa social, ber akhlak mulia, dan menjunjung tinggi pancasila dan UUD 1945 Menciptakan masyarakat yang rukun, dan damai. Ber semboyang BINEKA TUNGGAL IKA
  • 2.
    1) Landasan Filosofis Filsafatmemberi rambu-rambu yang memadai dalam merancang serta mengimplementasikan program pendidikan bagi guru dan tenaga pendidikan. Rambu-rambu yang dimaksud disusun dengan mempergunakan bahan-bahan yang diperoleh dari tiga sumber yaitu pendapat ahli, termasuk yang disangga oleh hasil penelitian ilmiah, analisis tugas pendidik serta pilihan nilai yang dianut masyarakat. Rambu - rambu yang dimaksud yang mencerminkan hasil telaah interpretif, normative dan kritis dirumuskan kedalam perangkat asumsi filosofis yaitu asumsi- asumsi yang memberi rambu - rambu bagi perancang serta interpretatif program yang dimaksud. 2) Landasan Yurudis Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa. 3) Landasan Empiris a. Landasan psikologis Landasan ini berfungsi sebagai pedoman dalam mendidik peserta didik agar memiliki sikap yang baik dalamperkembangan kehidupannya yaitu perkembangan individu yang bertahap baik perkembangan biologis, kognitif, afektif maupun psikomotor, yang pada setiap perkemangannya setiap individu memiliki tugas-tugas yang harus diselesaikannya. b. Landasan Sosiologis Landasan ini berfungsi sebagai pedoman dalam menerapkan nilai-nilai social kepada peserta didik antara lain penerapan agar bisa hidup bersama dengan rukun dengan orang lain, dapat saling berinetaksi sosial dengan baik, saling bekerjasama untuk mencapai persatuan dan kesatuan, hidup bersama dalam beraneka ragam kebudayaan. c. Landasan Historis Landasan ini berfungsi sebagai pedoman bahwa dalam mendidik dan mengajar siswa harus selalu berpedoman pada sejarah bangsa, dan tidak boleh menghilangkan sejarah bangsa terutama dalam bidang pendidikan. d. Landasan Religi Landasan ini berfungsi sebagai pedoamn untuk menanamkan kepada siswa bahwa apa yang kita lakukan, apa yang kita pelajari harus selalu seiring sejalan dengan ajaran agamna ya g kita anut.
  • 3.
    b. Seorang petanimemilik anak kembar A dan B. Setelah tamat SD, A dibawa pindah ke kota oleh pamannya yang bekerja sebagai sopir. Sedangkan B tetap tinggal di desa dengan bapaknya. Setelah dewasa pada usia 24 tahun A bekerja menjadi supir online di kota dan B menjadi buruh tani di desa. Penampilan dan pola hidup A berbeda dengan penampilan dan pola hidup B, padahal mereka bersaudara bahkan kembar. A dan B berbeda perkembangan pribadinya karena 1. Kultural A dan B tinggal di wilayah yang berbedayaitu di kota dan di desa, kedua tempat ini memiliki kultur berbeda yang mempengaruhi pola hidup mereka 2. Status sosial Meskipun mereka saudara kembar status sosial mereka menjadi berbeda karena B tinggal dengan orang tua sedang A dengan paman, anak yang tinggal dengan orang tua dengan tinggal dengan orang lain akan memiliki perkembangan pola pikir yang berbeda bukan hanya karena sifat/watak orang terdekat yang berbeda tetapi status sebagai anak dan sebagai ponakan juga akan mempengaruhi pola pikir. Pekerjaan wali juga akan mempengaruhi pola pikir mereka, A memilik wali seorang supir sedang B memiliki wali seorang petani.
  • 4.
    c. Desain pembelajaranuntuk sekolah X yang memiliki fasilitas lengkap dan didukung orang tua tetapi peserta didik kurang mandiri dan kurang disiplin. Desain Pembelajaran Kompetensi Dasar 3.2 Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan serta penerapan teknologipada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan. 4.2 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada tumbuhan. IPK : 3.2.1 Melalui pengamatan dan diskusi siswa dapat menjelaskan perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dengan benar. Kegiatan Pembelajran : 1. Pendahiluan - Guru mengucap salam, memimpin doa, mengecek kebersihan kelas, dan kehadiran siswa - Melakukan apersepsi dengan menanyakan apa manfaat perkembangbiakan pada makhluk hidup? - Guru melakukan eksplorasi dengan memperlihatkan tanaman bunga di pot yang dipenuhi rumput liar yang telah disiapkan. Guru menunjuk beberapa siswa secara acak agar mengemukakan pendapat tentang pot bunga tersebut. - Guru mengajukan pertanyaan secara klasikal “Kenapa rumput liar cepat tumbuh dan menjadi banyak diantara tanaman bunga jika tidak sering disiangi?” jika tidak ada yang menjawab guru kembali menunjuk beberapa siswa secara acak. - Guru mengarahkan jawaban siswa agar diperoleh hipotesa bahwa rumput cepat banyak karena mudah berkembangbiak. 2. Kegiatan Inti - Siswa dibagi menjadi kelompok dengan anggota 4 orang. - Masing-masing anggota kelompok diberi tugas untuk mendata 10 tumbuhan ditempat berbeda (taman depan, taman tengah, taman samping, taman belakang). - Setelah menjalankan tugas siswa kembali ke kelompoknya dan berdiskusi tentang perkembangbiakan pada tumbuhan yang telah didata. - Kelompok menuliskan hasil diskusi pada kertas plano dan menempel ditempat yang telah disediakan. - Setelah semua kelompok selesai, anggota kelompok dibagi 2. Kelompok A bertugas sebagai tuan rumah yang menjaga dan menjelaskan hasil diskusi pada pengunjung. Kelompok B bertugas mengunjungi hasil kerja kelompok lain.
  • 5.
    - Setelah kunjunganselesai kelompok kelempok B kembali bergabung dengan kelompok A dan melengkapi hasil diskusi kelompoknya dengan hasil kunjungan ke kelompok lain. - Perwakilan kelompok menyampaikan hasil kerja kelompoknya. Guru mengarahkan agar semua siswa pernah tampil (menjawab pertanyaan/menyampaikan pendapat/menyampaikan hasil diskusi). Kelompok lain memberikan tanggapan hasil pemaparan. 3. Kegiatan Penutup - Guru memberikan post tes - Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru. - Guru menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya dan memberikan tugas rumah. - Siswa membuat refleksi pembelajaran. Sumber Belajar dan media - Buku guru IPA kelas IX - Buku guru IPA kelas IX - Aneka tumbuhan di lingkungan sekitar sekolah - Pot bunga - Kertas plano - Gunting - Lem - Kertas warna - Spidol - Penggaris Penilaian 1. Penilaian sikap - Mandiri - Tangung jawab - Kerjasama - Berani - Jujur - Takwa 2. Penilaian Pengetahuan - Pos tes berupa tes tertulis bentuk isay singkat
  • 6.
    3. Penilaian Keterampilan -Unjuk kerja kerja
  • 7.
    d. Identifikasi gayabelajar peserta didik di kelas 1. Siswa dengan gaya belajar yang rajin, tekun, dan aktif. Siswa seperti ini bisa tampak menonjol dan bisa diberi tanggung jawab untuk membantu belajar teman-temannya. 2. Siswa dengan gaya belajar yang tidak aktif namun cepat memahami. 3. Siswa dengan gaya belajar aktif tetapi lama memahami. 4. Siswa dengan gaya belajar senang beraktifitas dan tidak bisa diam. Siswa seperti ini perlu diberi tanggung jawab lebih agar energinya tersalurkan kepada hal positif. 5. Siswa dengan gaya belajar yang cenderung malas dan tidak ada motivasi belajar. 6. Siswa lebih cepat menangkap pembelajaran dengan mendengarkan pemaparan (audio). 7. Siswa lebih cepat menangkap pembelajaran dengan melihat dan melakukan/praktek.
  • 8.
    e. Strategi implementasikurikulum 2013 yang dapat menyiapkan peserta didik dimasa depan Kurikulum 2013 sebagai inovasi mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan melalui pengetahuan, keterampilan, sikap dan keahlian beradaptasi serta mampu bertahan hidup dalam lingkungan yang senatiasa berubah. - Tugas pendidikan adalah menghantar dan menolong peserta didik untuk mengenali serta mengembangkan potensi sdirinya supaya menjadi manusia yang mandiri, dewasa, utuh, manusia merdeka sekaligus peduli. - Pendidikan harus diarahkan kepada proses emansipasi mitra didik. Selain menjadi makhluk individu juga menjadimakhluk ssial dengan sesama manusia lain, dalam ikhtiar meraih kemanusiaan yang makin sejati, dengan jati diri, citra diri yang kian utuh, harmonis, serta berintegritas. - Fokus pembelajaran pada peserta didik. Siswa diarahkan untuk mendapat pengetahuan dengan merangsang rasa ingin tau. - Untuk merangsang rasa ingin tahu guru perlu menyajikan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, memotifasi menginspirasi, dan memberi ruang kepada siswa untuk melakukan proses, yaitu mengobservasi, bertanya, mencari, tahu, dan merefleksi - Proses penilaian berbasis pada proses dan output - Menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan teknologi. - Pembentukan karakter siswa diutamakan.