Infeksi TORCH
pada Kehamilan
Apa yang dimaksud dengan
Pemeriksaan TORCH
Pemeriksaan untuk mengetahui
atau mendiagnosis adanya
infeksi
TORCH pada seseorang
Apa yang dimaksud dengan
infeksi TORCH ?
Sekelompok penyakit infeksi yang
dapat menyebabkan infeksi kongenital
dan perinatal.
TORCH merupakan singkatan dari
4 penyakit Infeksi (Toxoplasma,
Rubella, CMV dan HSV)
T : Toxoplasmosis
O : Other (infeksi lainnya seperti : Syphilis,
group B Streptococcal, dll)
R : infeksi Rubella
C : infeksi Cytomegalovirus
(Chlamydia Trachomatis)
H : infeksi Herpes Simpleks Virus
(Hepatitis B-C, HIV, HPV, H. Parvovirus B19)
Toxoplasmosis
Protozoa Parasit T. gondii
Famili : Sarcocystidae
Tachyzoite 2-4 & 4-8 mm
Oocyst 12,1 x 11 mm
Cyst 200 mm
Rubella
Antigen : Virus Rubella
Famili : Togaviridae
Ukuran : 60 - 70 nm
Cytomegalovirus
Antigen : Virus Cytomegalo
Famili : Herpesviridae
Ukuran : 180 - 200 nm
Herpes Genitalis
Antigen : Virus Herpes
Simpleks-2
Famili : Herpesviridae
Ukuran : 180 - 200 nm
TORCH
- Infeksi yang terjadi pada ibu hamil biasanya
tidak bergejala (asimptomatik)
- Infeksi pada janin dampaknya bervariasi :
* tidak terjadi infeksi
* terjadi infeksi ringan sampai berat hingga
terjadi kematian janin
* bayi lahir dengan gejala2 :gangguan/kerusakan
pada otak, paru-paru, mata atau telinga
Infeksi TORCH mempunyai
beberapa kemiripan :
Siapa saja yang bisa
tertular infeksi TORCH ?
Semua orang bisa terkena infeksi
TORCH
TOXOPLASMOSIS
Tinja kucing (mengandung ookista)
Hewan potong yang terinfeksi
(mengandung kista)
Ibu yang terinfeksi pada saat hamil
Organ/darah donor yang terinfeksi
Sumber Infeksi Toxoplasma




Trofozoit
Kista
Ookista
Toxoplasma gondii terdapat
Dalam 3 bentuk :



Life Cycle of Toxoplasma Gondii
Makan makanan : sayuran dan buah-buahan
yang tercemar tinja kucing (sumber ookista)
Makan daging yang masih mentah atau
kurang matang (mengandung kista)
Melalui kontaminasi mukosa (mulut & mata)
Secara vertikal dari ibu ke janin
Melalui transfusi darah
Melalui transplantasi organ






Bagaimana terjadinya penularan
Infeksi Toxoplasma ?
Apakah Infeksi Toxoplasmosis
berbahaya ?
Bila mengenai orang dewasa dan
anak-anak yang sistem kekebalannya
berfungsi baik/normal
biasanya tidak berbahaya
Bahaya ! bagi….
Janin , bila ibu yang sedang hamil
mengalami infeksi primer (infeksi
yang pertama kali terjadi semasa
hidupnya) atau

 Seseorang yang mengalami
gangguan fungsi sistem kekebalan
(penderita AIDS, kanker, penderita
yang mengalami transplantasi organ)
Apa yang terjadi pada janin bila
Ibu terinfeksi pada saat hamil ?
Dapat menyebabkan :
• abortus spontan
• bayi lahir mati
• Hydrocephalus, gangguan / kelainan
mata, telinga (pendengaran),
pengapuran di otak, konvulsi
Apakah bila ibu terinfeksi
janinnya pasti terinfeksi ?
Tidak selalu.
Semakin tua
usia kehamilan saat ibu
terinfeksi primer,
semakin besar
kemungkinan janin terinfeksi
Bagaimana akibat yang di-
timbulkannya pada janin/bayi ?
Semakin muda
usia kehamilan saat
Ibu terinfeksi primer,
semakin parah
akibat yang ditimbulkannya.
Bagaimana gejala infeksi ini ?
Pada umumnya infeksi ini tidak
bergejala, kalaupun ada gejalanya
tidak khas/spesifik (seperti flu)
sehingga dokter atau pasien ybs.
tidak mengenalinya
Diagnosis klinik sukar ditegakkan


Apakah ada Cara lain untuk
Mendiagnosis Infeksi ini ?
Ada, diagnosis infeksi ini
sangat bergantung pada
pemeriksaan laboratorium
Px Lab apa saja yang diperiksa ?
Identifikasi protozoa parasit
(kultur jaringan, inokulasi pada mencit,
Deteksi DNA-PCR).
Pemeriksaan ini selain rumit, tidak praktis
Juga membutuhkan waktu yang lama
Pemeriksaan antibodi terhadap Toxo-
plasma, yaitu IgM, IgG, IgA dan
IgG Avidity


Apakah IgM, IgG, IgA dan
IgG Avidity itu ?
IgM, IgG dan IgA adalah
Imunoglobulin yang akan
meningkat bila terjadi infeksi
IgG Avidity adalah kekuatan
ikatan antara antibodi IgG
dengan antigen


IgM
Meningkat pertama kali bila terjadi
infeksi sehingga digunakan sbg petanda
infeksi primer yg baru
Menghilang dalam beberapa bulan
Dapat menetap sampai > 6 bln bahkan
sampai bertahun-tahun
IgM ibu tidak dapat melewati plasenta
Janin mulai dapat membentuk IgM
pada akhir trimester I





Muncul beberapa hari kemudian setelah
IgM. Setelah mencapai titer puncak,
menurun perlahan dan menetap pada
titer yg rendah seumur hidup penderita.
Oleh sebab itu IgG digunakan sebagai
petanda infeksi yg sudah lampau
IgG

IgG pada bayi yang baru lahir berasal
dari ibu, dengan waktu paruh + 28 hari,
Bayi dapat membentuk IgG sendiri pada
usia 2 – 3 bulan
IgG

IgG ibu dapat melewati plasenta, ter-
deteksi dalam darah janin pada usia
kehamilan 20-24 minggu

Muncul beberapa saat setelah IgM
yang juga digunakan sebagai
petanda infeksi primer
Menghilang dalam 4-7 bulan
IgA sering tidak terdeteksi selama
infeksi primer
IgA



Manfaat Px IgG Avidity
Untuk memperkirakan kapan infeksi terjadi
pada dugaan adanya infeksi primer baru
(IgG (+) dan IgM (+)) pd serum yg sama,
Bila terjadi keragu2an :
IgM (-), dan IgG  stabil atau
IgM (-) dan IgG meningkat bermakna
Hasil yang tinggi : infeksi diperkirakan
terjadi > 4 bln sebelumnya.
Hasil yang rendah : infeksi diperkirakan
terjadi <4 bln sebelumnya



Bagaimanakah interpretasinya ?
IgG (+) dan IgM (-)
• Pernah terinfeksi sebelumnya (infeksi sudah
lama) dan sekarang telah memiliki kekebalan.
Ibu selanjutnya tidak harus diperiksa lagi
kecuali bila IgG-nya tinggi.
• Kemungkinan Dr akan minta pemeriksaan
tambahan IgG Avidity atau bila ada pertim-
bangan lain, Dr akan minta diperiksa 1 x lagi
(3 mg kemudian) untuk menyingkirkan
adanya infeksi primer.
• Kemungkinan mengalami infeksi primer yang
baru atau infeksinya sudah lampau tapi IgM-
nya masih terdeteksi (lambat hilang) = persisten.
• Perlu dilakukan pemeriksaan tambahan IgG
Avidity langsung pada serum yang sama untuk
memprediksi kapan infeksinya terjadi, sebelum
atau sesudah hamil.
Bagaimanakah interpretasinya ?
IgG (+) dan IgM (+)
Infeksi yg terjadi sebelum kehamilan
tidak perlu dirisaukan, hanya infeksi
primer yg terjadi pada saat ibu hamil
yg berbahaya, khususnya pada TM I.
 Perlu diketahui
kapan pemeriksaan dilakukan
pada kehamilan
Bagaimanakah interpretasinya ?
IgG (-) dan IgM (-)
Belum pernah terinfeksi. Bila wanita tsb.
sedang hamil perlu diperiksa pada
trimester berikutnya, sampai dengan
trimester ke-III, bila hasilnya tetap negatif
Bagaimanakah interpretasinya ?
IgG (-) dan IgM (+)
• Kasus ini jarang terjadi. Kemungkinan
merupakan awal dari infeksi. Harus di-
periksa kembali 3 minggu kemudian
apakah IgG berubah menjadi positif/tidak.
• Bila tidak, berarti IgM tidak spesifik,
artinya ibu ybs tidak terinfeksi.
Diagnosis Infeksi Primer
Terjadi serokonversi IgG dari negatif
ke positif atau terjadi peningkatan titer
IgG yang bermakna (> 2 x) pada
pemeriksaan serial selang waktu 3 mgg
IgM positif dan/atau IgA positif
IgG Avidity rendah



Diagnosis Infeksi Kongenital
IgM positif dan/atau IgA positif
Adanya IgG yang menetap pada
tahun pertama setelah kelahiran
(pemeriksaan serial)


Interpretasi Hasil Uji Serologik
Toxoplasmosis Kongenital
IgG IgM
+ - * Mungkin IgG dari ibu tidak terjadi infeksi
kongenital
* Mungkin infeksi sedang berlangsung, IgM masih <<
atau sudah menghilang
* Ulangi pemeriksaan IgM dan IgG 1 bulan kemudian
+ + * Mungkin infeksi kongenital
* Mungkin IgM non spesifik
* Ulangi pemeriksaan IgM 1 minggu kemudian dan/
atau periksa IgA
- - * Tidak terinfeksi
Interpretasi
''Cord Blood'
Ibu Neonatus
+ + * Infeksi kongenital
* Mungkin kontaminasi dari darah Ibu (kebocoran
plasenta)
* Ulangi pemeriksaan IgM bayi 1 mg kemudian. Bila
hasil tetap positif / meningkat : infeksi kongenital
- + * Infeksi kongenital
IgM
Interpretasi
Interpretasi Hasil Uji Serologik
Toxoplasmosis Kongenital
IgM dari Serum Ibu vs Neonatus
Siapa saja yang Perlu
Diperiksa Toxoplasma ?
Wanita yang akan hamil (idealnya)
Wanita yang baru/sedang hamil
(bila hasil sebelumnya negatif atau belum
diketahui, minimal diperiksa setiap TM
Bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi
pada saat hamil
Penderita yang diduga terinfeksi




Apakah infeksi Toxoplasma
bisa diobati ?
• Pengobatan tidak 100% menyembuhkan
tetapi dapat mencegah kerusakan lebih
lanjut. Perlu diberikan pengobatan sedini
mungkin setelah diketahui terinfeksi
primer.
• Bila bayinya terinfeksi, diberikan
pengobatan sampai usia 1 tahun.
Upaya pencegahan
Masaklah daging sampai matang
Hindari memegang mulut dan mata pada waktu
mengolah daging mentah,cucilah tangan dgn bersih
Cucilah permukaan dan peralatan dapur yang
bersentuhan dengan daging mentah
Cucilah buah2an dan sayuran dengan bersih
sebelum dimakan
Pakailah sarung tangan bila berkebun/menyentuh
benda yang mungkin terkontaminasi kotoran kucing
Rendamlah piring makan kucing selama 5 menit
dengan air mendidih
*
*
*
*
*
*
Toxoplasmosis berbahaya bagi janin
khususnya bila ibu terinfeksi pada TM I
Diagnosis klinik sukar ditegakkan 
pemeriksaan laboratorium sangat
diperlukan
Pemeriksaan awal kehamilan :
IgG dan IgM
Bila negatif, perlu dilakukan pemantauan
secara periodik minimal setiap awal
trimester
Rangkuman




Rangkuman



Bila IgG dan IgM (+), belum tentu infeksi
Primer  periksa IgG Avidity
IgG Avidity yang tinggi menyingkirkan
dugaan adanya infeksi primer yang terjadi
< 4 bulan sebelumnya, sehingga tindakan
yang tidak diperlukan dapat dihindari
Bayi yang ibunya terinfeksi primer pada
saat hamil perlu diperiksa IgG & IgM
RUBELLA
Sumber Infeksi
 Sekresi Nasofaring
 Ibu yang terinfeksi pada saat hamil
Bagaimana cara penularannya ?
Melalui saluran pernafasan
Melalui plasenta, dari Ibu ke janin


Akibat yang ditimbulkan pada
janin :
Kematian janin  abortus
Bayi lahir mati
Kelainan jantung, mata dan telinga
dengan/tanpa retardasi mental dan
microcephaly



Risiko Transmisi Infeksi dan
Kecacatan pada Janin
Bagaimana gejalanya ?
Biasanya terjadi demam ringan, sakit
kepala, rasa lelah dan perasaan tidak
karuan, sakit tenggorokan, batuk
30-50% tidak bergejala
Ruam akan timbul sekitar 16-18 hari
setelah terpapar
Pada orang dewasa kadang2 disertai
sakit pada persendian




Diagnosis Laboratorik
 Isolasi virus pada kultur jaringan
(urine, sekresi nasofaring)
 Deteksi RNA (PCR)
 Deteksi antibodi (pemeriksaan
Serologi) : IgM, IgG dan IgA
terhadap Rubella serta aviditas IgG
IgM
 Muncul 2 -3 hari setelah ruam
 Kadar puncak dicapai sekitar
1 - 4 minggu
 Dapat dideteksi pada 3 - 8 minggu
 Menetap hingga 6 - 12 bulan
Respon Imun
IgG
Terdeteksi 5 - 10 hari setelah ruam
(bisa lebih awal)
 Kadar puncak dicapai sekitar 15 - 30 hari
 Menurun perlahan sampai beberapa
tahun hingga mencapai titer rendah
dan konstan
Respon Imun
Upaya pencegahan apa yang
bisa dilakukan ?
Vaksinasi
Bayi pada usia 1 tahun
Anak2 remaja usia 11-12 tahun
Wanita usia subur yang seronegatif
* sebelum hamil (jika mungkin)
* setelah melahirkan
Para pekerja ‘Healthcare’




Apakah kekebalan setelah
Vaksinasi dapat bertahan
seumur hidup ?
Dewasa : bertahan > 8 thn (bila titer
tinggi)
Anak2 : 25% akan kehilangan
antibodinya 5 th kemudian
Oleh sebab itu perlu diperiksa kembali
IgG Rubella pada saat merencanakan
akan hamil (3-6 bln sebelumnya)


Siapa saja yang perlu diperiksa ?
Wanita sebelum hamil (idealnya)
Pada kehamilan dini dan pada usia
kehamilan menjelang 20 mgg (bagi
yang seronegatif)
Neonatus yang ibunya terinfeksi
primer pada saat hamil
Penderita yang diduga terinfeksi
Setelah vaksinasi





C M V
 Saliva
 Urin
 Sekresi Serviks/Vagina
 Sperma
 ASI
 Darah/organ donor yang terinfeksi
 Ibu yang terinfeksi pada saat hamil
Sumber Infeksi
Cara Penularan
• “Respiratory droplets”
• Kontak dgn sumber infeksi (saliva,
urin, sekresi serviks dan vagina,
sperma, ASI, airmata)
• Melalui transfusi & transplantasi organ
• Secara vertikal dari ibu ke janin :
* prenatal (plasenta)
* perinatal (pada saat kelahiran)
* postnatal (ASI, kontak langsung)
Bila ibu terinfeksi primer selama
kehamilan penularan ke janin
adalah 40%
Bila ibu terinfeksi sekunder (sudah
pernah terinfeksi sebelum hamil),
Maka risiko penularan ke janin 1-2%
Bagaimana risiko penularan
dari Ibu ke Janin ?


Bagaimana gejalanya ?
90 % infeksi primer pada orang
dewasa dan anak-anak yang
imunokompeten adalah asimptomatik
Diagnosis laboratorium
Langsung • Histopatologi
• Kultur jaringan
• PCR
Tidak langsung• Pemeriksaan serologi
IgM, IgG dan
IgG Avidity
Kapan dan siapa saja yang
perlu diperiksa ?
Donor darah/organ
Resipien organ transplantasi
Wanita sebelum hamil (idealnya),
bila negatif, periksa pada kehamilan
dini, selanjutnya pd kehamilan lanjut
Neonatus yang ibunya terinfeksi




Jangan mencium anak2 usia dibawah 6 thn pada
mulut dan pipi
Jangan makan/minum pada piring/gelas yg sama
atau menggunakan sikat gigi yg sama dgn anak kecil
Cucilah tangan dgn sabun dan air setelah mengganti
popok bayi atau setelah kontak dgn air liur anak
Petugas di pusat perawatan/penitipan bayi
sebaiknya menggunakan sarung tangan saat
mengganti popok
Cucilah mainan anak dengan sabun dan air
Upaya pencegahan
*
*
*
*
*
H S V
 Saliva
 Cairan Vesikel
 Ibu yang terinfeksi pada saat
hamil
Sumber Infeksi
• Kontak dengan lesi
• Kontak tidak langsung
• Secara vertikal dari ibu ke janin
* Prenatal (plasenta  jarang
1 : 200.000 kehamilan)
* Perinatal
* Postnatal
Cara penularan HSV
Bagaimana gejalanya ?
Infeksi primer
demam, sakit kepala, malaise, neuralgia
lesi yang luas
limfadenopati
asimtomatik (8%)
Infeksi rekuren
gejalanya lebih ringan dan waktu
penyembuhan lebih cepat
Diagnosis Laboratorium
 Kultur jaringan
 Pemeriksaan serologi IgG dan IgM
(HSV-1 dan HSV-2)
Kapan dan siapa saja yang perlu
diperiksa ?
Penderita yang diduga terinfeksi
Wanita sebelum hamil bila (-)
periksa pada kehamilan dini
* bila (-), periksa pasangannya
* bila (-), pasangan (+) dgn riwayat
Herpes Genital, periksa (istri)
menjelang akhir kehamilan
Neonatus yang ibunya terinfeksi


Upaya pencegahan
Hindari melakukan hubungan seksual
bila terdapat lesi pada alat genital
Sebaiknya gunakan kondom
Proses kelahiran dilakukan dengan
“Caesarean section”, bila terdapat
lesi (mencegah transmisi ibu-bayi)
*
*
*
Terima Kasih
&
Semoga Sukses

Torch pada kehamilan

  • 1.
  • 2.
    Apa yang dimaksuddengan Pemeriksaan TORCH Pemeriksaan untuk mengetahui atau mendiagnosis adanya infeksi TORCH pada seseorang
  • 3.
    Apa yang dimaksuddengan infeksi TORCH ? Sekelompok penyakit infeksi yang dapat menyebabkan infeksi kongenital dan perinatal. TORCH merupakan singkatan dari 4 penyakit Infeksi (Toxoplasma, Rubella, CMV dan HSV)
  • 4.
    T : Toxoplasmosis O: Other (infeksi lainnya seperti : Syphilis, group B Streptococcal, dll) R : infeksi Rubella C : infeksi Cytomegalovirus (Chlamydia Trachomatis) H : infeksi Herpes Simpleks Virus (Hepatitis B-C, HIV, HPV, H. Parvovirus B19)
  • 5.
    Toxoplasmosis Protozoa Parasit T.gondii Famili : Sarcocystidae Tachyzoite 2-4 & 4-8 mm Oocyst 12,1 x 11 mm Cyst 200 mm Rubella Antigen : Virus Rubella Famili : Togaviridae Ukuran : 60 - 70 nm Cytomegalovirus Antigen : Virus Cytomegalo Famili : Herpesviridae Ukuran : 180 - 200 nm Herpes Genitalis Antigen : Virus Herpes Simpleks-2 Famili : Herpesviridae Ukuran : 180 - 200 nm TORCH
  • 6.
    - Infeksi yangterjadi pada ibu hamil biasanya tidak bergejala (asimptomatik) - Infeksi pada janin dampaknya bervariasi : * tidak terjadi infeksi * terjadi infeksi ringan sampai berat hingga terjadi kematian janin * bayi lahir dengan gejala2 :gangguan/kerusakan pada otak, paru-paru, mata atau telinga Infeksi TORCH mempunyai beberapa kemiripan :
  • 7.
    Siapa saja yangbisa tertular infeksi TORCH ? Semua orang bisa terkena infeksi TORCH
  • 8.
  • 11.
    Tinja kucing (mengandungookista) Hewan potong yang terinfeksi (mengandung kista) Ibu yang terinfeksi pada saat hamil Organ/darah donor yang terinfeksi Sumber Infeksi Toxoplasma    
  • 13.
  • 14.
    Life Cycle ofToxoplasma Gondii
  • 15.
    Makan makanan :sayuran dan buah-buahan yang tercemar tinja kucing (sumber ookista) Makan daging yang masih mentah atau kurang matang (mengandung kista) Melalui kontaminasi mukosa (mulut & mata) Secara vertikal dari ibu ke janin Melalui transfusi darah Melalui transplantasi organ       Bagaimana terjadinya penularan Infeksi Toxoplasma ?
  • 17.
    Apakah Infeksi Toxoplasmosis berbahaya? Bila mengenai orang dewasa dan anak-anak yang sistem kekebalannya berfungsi baik/normal biasanya tidak berbahaya
  • 18.
    Bahaya ! bagi…. Janin, bila ibu yang sedang hamil mengalami infeksi primer (infeksi yang pertama kali terjadi semasa hidupnya) atau   Seseorang yang mengalami gangguan fungsi sistem kekebalan (penderita AIDS, kanker, penderita yang mengalami transplantasi organ)
  • 19.
    Apa yang terjadipada janin bila Ibu terinfeksi pada saat hamil ? Dapat menyebabkan : • abortus spontan • bayi lahir mati • Hydrocephalus, gangguan / kelainan mata, telinga (pendengaran), pengapuran di otak, konvulsi
  • 20.
    Apakah bila ibuterinfeksi janinnya pasti terinfeksi ? Tidak selalu. Semakin tua usia kehamilan saat ibu terinfeksi primer, semakin besar kemungkinan janin terinfeksi
  • 21.
    Bagaimana akibat yangdi- timbulkannya pada janin/bayi ? Semakin muda usia kehamilan saat Ibu terinfeksi primer, semakin parah akibat yang ditimbulkannya.
  • 22.
    Bagaimana gejala infeksiini ? Pada umumnya infeksi ini tidak bergejala, kalaupun ada gejalanya tidak khas/spesifik (seperti flu) sehingga dokter atau pasien ybs. tidak mengenalinya Diagnosis klinik sukar ditegakkan  
  • 23.
    Apakah ada Caralain untuk Mendiagnosis Infeksi ini ? Ada, diagnosis infeksi ini sangat bergantung pada pemeriksaan laboratorium
  • 24.
    Px Lab apasaja yang diperiksa ? Identifikasi protozoa parasit (kultur jaringan, inokulasi pada mencit, Deteksi DNA-PCR). Pemeriksaan ini selain rumit, tidak praktis Juga membutuhkan waktu yang lama Pemeriksaan antibodi terhadap Toxo- plasma, yaitu IgM, IgG, IgA dan IgG Avidity  
  • 25.
    Apakah IgM, IgG,IgA dan IgG Avidity itu ? IgM, IgG dan IgA adalah Imunoglobulin yang akan meningkat bila terjadi infeksi IgG Avidity adalah kekuatan ikatan antara antibodi IgG dengan antigen  
  • 27.
    IgM Meningkat pertama kalibila terjadi infeksi sehingga digunakan sbg petanda infeksi primer yg baru Menghilang dalam beberapa bulan Dapat menetap sampai > 6 bln bahkan sampai bertahun-tahun IgM ibu tidak dapat melewati plasenta Janin mulai dapat membentuk IgM pada akhir trimester I     
  • 28.
    Muncul beberapa harikemudian setelah IgM. Setelah mencapai titer puncak, menurun perlahan dan menetap pada titer yg rendah seumur hidup penderita. Oleh sebab itu IgG digunakan sebagai petanda infeksi yg sudah lampau IgG 
  • 29.
    IgG pada bayiyang baru lahir berasal dari ibu, dengan waktu paruh + 28 hari, Bayi dapat membentuk IgG sendiri pada usia 2 – 3 bulan IgG  IgG ibu dapat melewati plasenta, ter- deteksi dalam darah janin pada usia kehamilan 20-24 minggu 
  • 30.
    Muncul beberapa saatsetelah IgM yang juga digunakan sebagai petanda infeksi primer Menghilang dalam 4-7 bulan IgA sering tidak terdeteksi selama infeksi primer IgA   
  • 31.
    Manfaat Px IgGAvidity Untuk memperkirakan kapan infeksi terjadi pada dugaan adanya infeksi primer baru (IgG (+) dan IgM (+)) pd serum yg sama, Bila terjadi keragu2an : IgM (-), dan IgG  stabil atau IgM (-) dan IgG meningkat bermakna Hasil yang tinggi : infeksi diperkirakan terjadi > 4 bln sebelumnya. Hasil yang rendah : infeksi diperkirakan terjadi <4 bln sebelumnya   
  • 32.
    Bagaimanakah interpretasinya ? IgG(+) dan IgM (-) • Pernah terinfeksi sebelumnya (infeksi sudah lama) dan sekarang telah memiliki kekebalan. Ibu selanjutnya tidak harus diperiksa lagi kecuali bila IgG-nya tinggi. • Kemungkinan Dr akan minta pemeriksaan tambahan IgG Avidity atau bila ada pertim- bangan lain, Dr akan minta diperiksa 1 x lagi (3 mg kemudian) untuk menyingkirkan adanya infeksi primer.
  • 33.
    • Kemungkinan mengalamiinfeksi primer yang baru atau infeksinya sudah lampau tapi IgM- nya masih terdeteksi (lambat hilang) = persisten. • Perlu dilakukan pemeriksaan tambahan IgG Avidity langsung pada serum yang sama untuk memprediksi kapan infeksinya terjadi, sebelum atau sesudah hamil. Bagaimanakah interpretasinya ? IgG (+) dan IgM (+)
  • 34.
    Infeksi yg terjadisebelum kehamilan tidak perlu dirisaukan, hanya infeksi primer yg terjadi pada saat ibu hamil yg berbahaya, khususnya pada TM I.  Perlu diketahui kapan pemeriksaan dilakukan pada kehamilan
  • 35.
    Bagaimanakah interpretasinya ? IgG(-) dan IgM (-) Belum pernah terinfeksi. Bila wanita tsb. sedang hamil perlu diperiksa pada trimester berikutnya, sampai dengan trimester ke-III, bila hasilnya tetap negatif
  • 36.
    Bagaimanakah interpretasinya ? IgG(-) dan IgM (+) • Kasus ini jarang terjadi. Kemungkinan merupakan awal dari infeksi. Harus di- periksa kembali 3 minggu kemudian apakah IgG berubah menjadi positif/tidak. • Bila tidak, berarti IgM tidak spesifik, artinya ibu ybs tidak terinfeksi.
  • 37.
    Diagnosis Infeksi Primer Terjadiserokonversi IgG dari negatif ke positif atau terjadi peningkatan titer IgG yang bermakna (> 2 x) pada pemeriksaan serial selang waktu 3 mgg IgM positif dan/atau IgA positif IgG Avidity rendah   
  • 38.
    Diagnosis Infeksi Kongenital IgMpositif dan/atau IgA positif Adanya IgG yang menetap pada tahun pertama setelah kelahiran (pemeriksaan serial)  
  • 39.
    Interpretasi Hasil UjiSerologik Toxoplasmosis Kongenital IgG IgM + - * Mungkin IgG dari ibu tidak terjadi infeksi kongenital * Mungkin infeksi sedang berlangsung, IgM masih << atau sudah menghilang * Ulangi pemeriksaan IgM dan IgG 1 bulan kemudian + + * Mungkin infeksi kongenital * Mungkin IgM non spesifik * Ulangi pemeriksaan IgM 1 minggu kemudian dan/ atau periksa IgA - - * Tidak terinfeksi Interpretasi ''Cord Blood'
  • 40.
    Ibu Neonatus + +* Infeksi kongenital * Mungkin kontaminasi dari darah Ibu (kebocoran plasenta) * Ulangi pemeriksaan IgM bayi 1 mg kemudian. Bila hasil tetap positif / meningkat : infeksi kongenital - + * Infeksi kongenital IgM Interpretasi Interpretasi Hasil Uji Serologik Toxoplasmosis Kongenital IgM dari Serum Ibu vs Neonatus
  • 41.
    Siapa saja yangPerlu Diperiksa Toxoplasma ? Wanita yang akan hamil (idealnya) Wanita yang baru/sedang hamil (bila hasil sebelumnya negatif atau belum diketahui, minimal diperiksa setiap TM Bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil Penderita yang diduga terinfeksi    
  • 42.
    Apakah infeksi Toxoplasma bisadiobati ? • Pengobatan tidak 100% menyembuhkan tetapi dapat mencegah kerusakan lebih lanjut. Perlu diberikan pengobatan sedini mungkin setelah diketahui terinfeksi primer. • Bila bayinya terinfeksi, diberikan pengobatan sampai usia 1 tahun.
  • 43.
    Upaya pencegahan Masaklah dagingsampai matang Hindari memegang mulut dan mata pada waktu mengolah daging mentah,cucilah tangan dgn bersih Cucilah permukaan dan peralatan dapur yang bersentuhan dengan daging mentah Cucilah buah2an dan sayuran dengan bersih sebelum dimakan Pakailah sarung tangan bila berkebun/menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi kotoran kucing Rendamlah piring makan kucing selama 5 menit dengan air mendidih * * * * * *
  • 44.
    Toxoplasmosis berbahaya bagijanin khususnya bila ibu terinfeksi pada TM I Diagnosis klinik sukar ditegakkan  pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan Pemeriksaan awal kehamilan : IgG dan IgM Bila negatif, perlu dilakukan pemantauan secara periodik minimal setiap awal trimester Rangkuman    
  • 45.
    Rangkuman    Bila IgG danIgM (+), belum tentu infeksi Primer  periksa IgG Avidity IgG Avidity yang tinggi menyingkirkan dugaan adanya infeksi primer yang terjadi < 4 bulan sebelumnya, sehingga tindakan yang tidak diperlukan dapat dihindari Bayi yang ibunya terinfeksi primer pada saat hamil perlu diperiksa IgG & IgM
  • 46.
  • 47.
    Sumber Infeksi  SekresiNasofaring  Ibu yang terinfeksi pada saat hamil
  • 48.
    Bagaimana cara penularannya? Melalui saluran pernafasan Melalui plasenta, dari Ibu ke janin  
  • 49.
    Akibat yang ditimbulkanpada janin : Kematian janin  abortus Bayi lahir mati Kelainan jantung, mata dan telinga dengan/tanpa retardasi mental dan microcephaly   
  • 50.
    Risiko Transmisi Infeksidan Kecacatan pada Janin
  • 51.
    Bagaimana gejalanya ? Biasanyaterjadi demam ringan, sakit kepala, rasa lelah dan perasaan tidak karuan, sakit tenggorokan, batuk 30-50% tidak bergejala Ruam akan timbul sekitar 16-18 hari setelah terpapar Pada orang dewasa kadang2 disertai sakit pada persendian    
  • 52.
    Diagnosis Laboratorik  Isolasivirus pada kultur jaringan (urine, sekresi nasofaring)  Deteksi RNA (PCR)  Deteksi antibodi (pemeriksaan Serologi) : IgM, IgG dan IgA terhadap Rubella serta aviditas IgG
  • 53.
    IgM  Muncul 2-3 hari setelah ruam  Kadar puncak dicapai sekitar 1 - 4 minggu  Dapat dideteksi pada 3 - 8 minggu  Menetap hingga 6 - 12 bulan Respon Imun
  • 54.
    IgG Terdeteksi 5 -10 hari setelah ruam (bisa lebih awal)  Kadar puncak dicapai sekitar 15 - 30 hari  Menurun perlahan sampai beberapa tahun hingga mencapai titer rendah dan konstan Respon Imun
  • 55.
    Upaya pencegahan apayang bisa dilakukan ? Vaksinasi Bayi pada usia 1 tahun Anak2 remaja usia 11-12 tahun Wanita usia subur yang seronegatif * sebelum hamil (jika mungkin) * setelah melahirkan Para pekerja ‘Healthcare’    
  • 56.
    Apakah kekebalan setelah Vaksinasidapat bertahan seumur hidup ? Dewasa : bertahan > 8 thn (bila titer tinggi) Anak2 : 25% akan kehilangan antibodinya 5 th kemudian Oleh sebab itu perlu diperiksa kembali IgG Rubella pada saat merencanakan akan hamil (3-6 bln sebelumnya)  
  • 57.
    Siapa saja yangperlu diperiksa ? Wanita sebelum hamil (idealnya) Pada kehamilan dini dan pada usia kehamilan menjelang 20 mgg (bagi yang seronegatif) Neonatus yang ibunya terinfeksi primer pada saat hamil Penderita yang diduga terinfeksi Setelah vaksinasi     
  • 58.
  • 59.
     Saliva  Urin Sekresi Serviks/Vagina  Sperma  ASI  Darah/organ donor yang terinfeksi  Ibu yang terinfeksi pada saat hamil Sumber Infeksi
  • 60.
    Cara Penularan • “Respiratorydroplets” • Kontak dgn sumber infeksi (saliva, urin, sekresi serviks dan vagina, sperma, ASI, airmata) • Melalui transfusi & transplantasi organ • Secara vertikal dari ibu ke janin : * prenatal (plasenta) * perinatal (pada saat kelahiran) * postnatal (ASI, kontak langsung)
  • 61.
    Bila ibu terinfeksiprimer selama kehamilan penularan ke janin adalah 40% Bila ibu terinfeksi sekunder (sudah pernah terinfeksi sebelum hamil), Maka risiko penularan ke janin 1-2% Bagaimana risiko penularan dari Ibu ke Janin ?  
  • 62.
    Bagaimana gejalanya ? 90% infeksi primer pada orang dewasa dan anak-anak yang imunokompeten adalah asimptomatik
  • 63.
    Diagnosis laboratorium Langsung •Histopatologi • Kultur jaringan • PCR Tidak langsung• Pemeriksaan serologi IgM, IgG dan IgG Avidity
  • 64.
    Kapan dan siapasaja yang perlu diperiksa ? Donor darah/organ Resipien organ transplantasi Wanita sebelum hamil (idealnya), bila negatif, periksa pada kehamilan dini, selanjutnya pd kehamilan lanjut Neonatus yang ibunya terinfeksi    
  • 65.
    Jangan mencium anak2usia dibawah 6 thn pada mulut dan pipi Jangan makan/minum pada piring/gelas yg sama atau menggunakan sikat gigi yg sama dgn anak kecil Cucilah tangan dgn sabun dan air setelah mengganti popok bayi atau setelah kontak dgn air liur anak Petugas di pusat perawatan/penitipan bayi sebaiknya menggunakan sarung tangan saat mengganti popok Cucilah mainan anak dengan sabun dan air Upaya pencegahan * * * * *
  • 66.
  • 67.
     Saliva  CairanVesikel  Ibu yang terinfeksi pada saat hamil Sumber Infeksi
  • 68.
    • Kontak denganlesi • Kontak tidak langsung • Secara vertikal dari ibu ke janin * Prenatal (plasenta  jarang 1 : 200.000 kehamilan) * Perinatal * Postnatal Cara penularan HSV
  • 69.
    Bagaimana gejalanya ? Infeksiprimer demam, sakit kepala, malaise, neuralgia lesi yang luas limfadenopati asimtomatik (8%) Infeksi rekuren gejalanya lebih ringan dan waktu penyembuhan lebih cepat
  • 70.
    Diagnosis Laboratorium  Kulturjaringan  Pemeriksaan serologi IgG dan IgM (HSV-1 dan HSV-2)
  • 71.
    Kapan dan siapasaja yang perlu diperiksa ? Penderita yang diduga terinfeksi Wanita sebelum hamil bila (-) periksa pada kehamilan dini * bila (-), periksa pasangannya * bila (-), pasangan (+) dgn riwayat Herpes Genital, periksa (istri) menjelang akhir kehamilan Neonatus yang ibunya terinfeksi  
  • 72.
    Upaya pencegahan Hindari melakukanhubungan seksual bila terdapat lesi pada alat genital Sebaiknya gunakan kondom Proses kelahiran dilakukan dengan “Caesarean section”, bila terdapat lesi (mencegah transmisi ibu-bayi) * * *
  • 73.