Pasien mengeluhkan demam, sakit kepala, dan bintik-bintik kecil berisi cairan kemerahan di kemaluannya. Pemeriksaan menunjukkan suhu tubuh tinggi dan tanda-tanda infeksi.
TB Paru Keluhanyang sering ditemukan adalah batuk-batuk yang lama, badan terasa lemah, nafsu makan berkurang, BB menurun, kadang-kadang ada batuk darah, dan sakit di dada. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan adanya ronkhi basal, suara caverne atau pleural effusion.
3.
Lanjutan TB Paru Penatalaksanaan : obat anti TBC aman untuk wanita hamil, kecuali streptomisin pasien hamil dengan TBC Paru yang tidak aktif tidak perlu mendapat pengobatan Obat-obatan yang dapat digunakan Isoniazid (INH) 300 mg/hari Etambutol 15-20 mg/kg/hari. Rifampisin 600mg/hari
4.
Perubahan Fungsional Dan Anatomic Ginjal Dan Saluran Kemih Ginjal akan memanjang kurang lebih 1 cm hiperlpasia dan hipertrofi otot dinding ureter perubahan pada kendung kemih berpindah lebih anterior peningkatan aliran plasma dan tingkat filtrasi gomerolus (Gomerolus Filtration Rate)
5.
sisititis Definisi :radang pd vesika rinaria tanpa disertai radang saluran kemih atas. Predisposisi: uretra pendek, kateterisasi, persalinan Gejala : dysuria, Incontinensia urine, Menggigil, Suhu tinggi, Nyeri simpisis Lab : lekosit meningkat, eritrosit meningkat, protein uri (-) Terapi sistitis ==>Antibiotik (Amoksisilin, sulfonamid, eritromisin)
Perubahan2 kardiovaskuler ygmeningkatkan kerja jantung : 1.hipervolemia mulai 10 mg, maksimal 32–34 mg (haemodilusi) Saat berbahaya bagi penderita penyakit jantung 1.usia 32 – 36 mg : hipervolemia 2.Partus kala II saat meneran
9.
Lanjutan.... PENYAKIT JANTUNG Diagnostik:Burwell & Met calfe 1.bising sistolik, pre sistolik atau terus menerus 2.cardiomegali yang jelas 3.bising jtg yg nyaring cukup satu saja kriteria u Diagnosis
10.
Kls I :tanpa pembatasan keg.fisik & tanpa gejala bila keg.biasa Kls II: sedikit pembatasan, istirahat tdk mengeluh ttp keg.biasa gejala insuf.jtg : kelelahan, berdebar, sesak, angina Kls III: >> pembatasan fisik, tdk mengeluh waktu istrhat,ttp keg.ringan insuf. Kls IV:istirht saja sesak Lanjutan.... PENYAKIT JANTUNG
Penyebab terbanyak peny.jtgpd khamilan Tapi Jarang di dptkan dlm keadaan saat hamil plg sering didapatkan saat hamil adalah : karditis. Adanya aktifitas demam rematik diduga bila: subfebris dg takikardi berlebihan lekositosis dg led ttp tinggi desir jtg yg berubah2 t empat dan sifatnya
13.
14.
Penyakit kelainan metabolismedimana tubuh tidak bisa mengendalikan glukosa dalam darah. Gejala: Polyuria, polyfagia, polydipsia, penglihatan kabur, infeksi kulit. Klasifikasi 1. NIDDM (Non insulin dependen diabetes mellitus) 2. IDDM (Insulin dependen diabetes mellitus)
15.
Lanjutan.... DM glikogendipecah glukosa glukosa darah meningkat Ptumbuhan janin perlu karbohidrat Kel.adrenal & pancreas j a n i n mulai b er fungsi BMR meningkat
16.
Lanjutan.... DM Pengaruhdm thd persalinan IUFD Makrosomia distosia bahu Inersia uteri,atonia perdarahan Tindakan obstetri m sc, ext.vakum forsep Mudah terinfeksi Pengaruh dm thd masa nifas Infeksi Sepsis Luka sulit sembuh
17.
Lanjutan.... DM Diagnosa: DMG Wanita hamil _____________ puasa kadar gula darah </ 140 mg/dl Kadar gula darah </ 140 mg/dl > 140 mg/dl Glukosa 75 gr Plasma 2 jam 140 – 199 gr/dl > 200 gr/dl > 200 gr/dl diagnosa Toleransi glukosa terganggu DM DM pada kehamilan
18.
Asma Bronkiale merupakansalah satu penyakit saluran nafas yang sering dijumpai dalam kehamilan dan persalinan penderita mengeluh nafas pendek, berbunyi, sesak, dan batuk-batuk serangan akan timbul mulai UK 24-36 minggu
19.
20.
Lanjutan......... Asma BronkialePenatalaksanaan M encegah stress Menghindari factor resiko/pencetus yang sudah diketahui secara intensif Mencegah penggunaan obat seperti aspirin dan semacamnya yang dapat menjadi pencetus timbulnya seranga n Pada asma yang ringan dapat digunakan obat-obat local yang berbentuk inhalasi, atau peroral seperti isoproterenol Pada keadaan lebih berat penderita harus dirawat
21.
Etiologi: Treponema pallidum Gejala: luka primer kecil chancre Sering tdk terdeteksi k rn asimtomatik, adanya l e s i konggenital merupakan petunjuk pertama D iagnostik Komplikasi: partus immaturus, kematian mudigah, prematurus
Diagnostik: pemeriksaa n serologi Terapi: Penisilin tanpa melihat usia gestasi ibu. Bila allergi desensitisasi. B enzatin penisilin 2,4 jt unit im kiri kanan, sifilis lama 7,2 jt u dibagi 3 dosis Asi boleh diberikan, hindari kontak langsung lesi.
24.
Memyebabkan cacat bawaan(10-15%) bila terjadi pd TM 1/awal TM II dpt terjadi: hidrosefalus, microsefalus, microftalmia, hernia, reterdasi mental, klasifikasi serebral
Sering menyebabkan cacatbawaan, terutama bila infeksi trjdi pada tm1 (30-50%) Diagnostik serelogis peningkatan titer lebih dari 4x Diagnosis secara klinis sering sulit dilakukan karena menyerupai penyakit lain
27.
Bila telah terjadiviremia (virus masuk ke darah) manfaat gama globulin diragukan Vaksin sering menimbulkan atralgia, atritis ->disarankan vaksinasi sblm hamil Bila stlh vaksinasi terjadi kehamilan/ sdng hamil saat vaksinasi maka dpt menyebabkan infeksi janin
28.
Gejala: gelembung berisicairan di vulva, vagina, serviks Diagnosis pulasan sel saat ini >> dipakai secara serologis
29.
T h/ acyclovir sitz bath obat topikal Acyclovir tdk dianjurkan pd kehamilan, kecuali terpaksa utk life saving Asi boleh diberikan setelah ibu cuci tangan dan ganti baju bersih
30.
Varicella/chickenpox atau seringdisebut cacar air, merupakan infeksi akibat virus varicella-zoster (VZV). Gambaran Klinis Lesi di kulit menjadi vesikel, pustula, dan menjadi krusta/keropeng Kehamilan memperburuk perjalanan penyakit memunculkan risiko kelainan kongenital dan komplikasi pneumonia
31.
32.
Penularan Varicella melaluilesi di kulit sejak 2 hari sebelum lesi kulit muncul droplet infection Pencegahan varicella Vaksinasi atau imunisasi imunoglobulin (IG) anti varicella Penatalaksanaan anti viral sesuai indikasi acyclovir dirawat bila k/U lemah, lesi luas, atau untuk keperluan isolasi
Dapat melalui sawarplasenta namun tidak diketahui caranya Komplikasi kejanin lebih berbahaya: abbortus,kematian janin Cacat bawaan seperti hidrosefalus, an encepalus, nistagmus hydrops fetalis NT system(neural tube system) menyerang otak besar,otak kecil,cerebelum
36.
Diagnosa pada orgdewasa sangat sulit, baru dicurigai setelah melahirkan anak cacat d/ »dilakukan secara serelogis: ELISSA, peningkatan igG yang bermakna dan igM yang + menunjukan adanya infeksi yg sdng berlangsung
37.
38.
Terpenting hepatitis BGejala : tdk spesifik, anoreksi, mual, hepatomegali, ikterik Penularan : transmisi vertikal, saat perinatal penularan melalui pencernaan D iagnosis: serologi adanya HB Ag
39.
Pd wanita ygsdh terpapar berikan HBIg (hepatitis b immune globulin ) 0,006 ml /kg im dosis tunggal dlm jangka waktu 14 hr Bayi dg ibu Hb Ag (+) berikan HB Ig 0,5 ml dosis tunggal dlm 12 jam ASI sebaiknya tdk diberikan
40.
Khmlan dpt mpbrtinfeksi HIV, sebaliknya resiko ttg hsl khmlan belum banyak diketahui Belum ada obat pilihan pencegahan penting penyulit transmisi vertikel virus, ttp tdk diketahui kapan terjadi transmisi
41.
Transmisi perinatal 20-40 % dpt melalui plasenta, perlukaan dlm proses persalinan atau mel asi namun WHO menganjurkan pd ibu dg HIV + tetap memberi ASI k arena manfaat lebih besar daripada risiko penularan nya
42.
IDENTIFIKASI RISTI :pemakai narkoba suntikan,biseksual dg HIV (+), penderita PHS, WTS Pemeriksaan darah HIV Peningkatan pengetahuan ttg AIDS Konseling masalah AIDS Pencegahan sumber infeksi
Gunakan gaun, sarungtangan dan masker kedap air Gunakan sarung tangan saat menolong bayi Cuci tangan setiap selesai menolong partus Pakai kaca mata Plasenta diberi label barang infeksius Suction jangan pakai mulut Curiga inf test lab A nti b iotik + AZT
45.
Penyebab a ngkakematian ibu hamil dan nifas 60 – 80 % menyebabkan abbortus Angka kematian janin 75 % T h / kloramfenikol / tiamfenikol: 4 X 500 mg
46.
Depresi suatu perasaansedih yang sangat mendalam, yang bisa terjadi setelah kehilangan seseorang atau peristiwa menyedihkan lainnya, tetapi tidak sebanding dengan peristiwa tersebut dan terus menerus dirasakan melebihi waktu yang normal.
47.
48.
Lanjutan.... Depresi Tandadepresi kehamilan Tidak bisa berkonsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terganggu hubungan calon ibu dengan orang-orang sekitarnya terganggu Kondisi ibu mengancam keselamatan janin
49.
suatu gangguan jiwadengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality) Tanda psikosis : halusinasi , Sejumlah kelainan perilaku, seperti aktivitas yang meningkat, gelisah, retardasi psikomotor dan perilaku katatonik Pencegahan : Informasi , ANC rutin , Nutrisi , Penampilan , Aktivitas , Relaksasi , Senam hamil , Latihan pernafasan
50.
Penanganan Konsultasi Dokter Psikolog , Psikiater Bagi tenaga kesehatan Tenaga medis harus kesabaran meyakinkan calon ibu bahwa peristiwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar Ajarkan dan berikan latihan-latihan untuk dapat menguasai otot-otot, istirahat dan pernafasan
51.
Psiko neurosa kecemasandisebabkan oleh dorongan-dorongan seksual yang tidak terpuaskan dan terhambat-hambat, sehingga mengakibatkan timbulnya banyak konflik batin, ketakutan dan kecemasan .Terapi dilakukan dengan cara menemukan sumber ketakutan atau kekuatiran dan mencari penyesuaian yang lebih baik terhadap permasalahan.
52.
53.
Ny. Y 24tahun G1 P0 A0 hamil 32 minggu, datang dengan keluhan badanya panas sakit kepala, pada kemaluannya timbul gelembung bintik-bintik kecil berisi cairan kemerahan terasa sakit. Hasil pemeriksaan: K/u: baik Kes: Cm T: 120/80 mmHg N: 80x/mnt RR: 20x/mnt S: 38 ° C Kembangkanlah data diatas dan berdasarkan data tersebut buatlah asuhan kebidanan dalam bentuk SOAP..
54.
SUBJEKTIF Ny. Sumur 24 tahun datang ke praktek bidan tanggal 13 Oktober 2011 jam 17.00 wib Ibu mengatakan HPHT: 1 Maret 2011 ( ±32 mgu) Ibu mengatakan ini hamil yang pertama belum pernah melahirkan dan belum pernah keguguran Ibu mengatakan agak demam dan sakit kepala
55.
Ibu mengatakan padakemaluannya terdapat gelembung bintik-bintik kecil berisi cairan dan terasa sakit Ibu mengatakan masih merasakan gerakan janinnya kurang aktif
56.
OBJEKTIF Pemeriksaan UmumK/u: baik Kesadaran: Compos Mentis BB = 60 kg TB = 155 cm TD = 120/80 mmHg N = 80x/mnt RR = 20x/mnt S = 38 ° C Pemeriksaan kepala (Rambut, kulit kepala) Muka = tidak oedem (mata, telinga, hidung, mulut, gigi) Leher = kelenjar thyroid, vena yogularis, kelj. getah bening
57.
OBJEKTIF Pemeriksaan UmumDada = payudara (simetris, papila, aerola, tumor) jantung, paru-paru Axila = tidak ada pembengkakan dan nyeri Punggung = lordosis fisiologis Pinggang = tidak nyeri ketuk Ekstermitas atas = simetris Ekstermitas bawah = simetris, Oedem (-), Varises (-), Refleks Patella ka/ki (+)
58.
Pemeriksaan Obstetrik Abdomen= inspeksi Palpasi TFU=30 cm LI: Fu teraba tidak bundar dan tidak melenting. LII: sebelah kanan teraba lurus seperti papan memanjang, sebelah kiri teraba bagian ekstremitas. L III= Teraba bagian bundar keras melenting, L IV: Konvergen 5/5. Punctum maximum: kanan bawah pusat
59.
TBJ 25-11x155= 2480gr, Px Anogenital: Inspeksi bintik merah berisi cairan saat di palpasi= nyeri. Pemeriksaan Lab Darah: Hb: 12 gr % Golongan darah: B Urine: Protein: negatif Reduksi: negatif Pemeriksaan penunjang lain: USG
60.
Asasment ● Ny. Y G2P1A0 hamil 32 minggu dengan Susfek infeksi Herves Simplek Virus ● Janin tunggal hidup intra uterine presentasi kepala. ● Potensial masalah: bayi terkena infeksi HSV ● Tindakan segera: Kolaborasi Dr.Kandungan, Kulit dan Kelamin
61.
Memberitahukan ibu dankeluarga hasil pemeriksaan saat ini kondisi ibu baik tetapi ibu harus konsultasi/rujuk ke Dr.Spesial kandungan, Dr.Spesial kulit dan kelamin. Sehubungan dengan penyakit ibu Anjurkan ibu untuk menghilangkan stress dan banyak istirahat, ibu mengerti dan akan melakukanya. Memberitahukan ibu untuk memperhatikan kebersihan alat kawanitaan, dengan cara membasuh vagina dari depan ke belakang setelah Bab dan Bak, ibu sudah tahu dan akan melakukannnya
62.
Memberitahu ibu gejalapenyakit herpes yaitu luka terasa nyeri, atau benjolan berisi cairan disekitar kemaluan, sakit saat Bak. Ibu sudah tahu dan mengerti Melakukan kolaborasi dengan Dr. kandungan< intruksi beri Th/ Acyclovir 400 mg 3x1 (7-14 hr) /Valacyclovir 100 mg 2x1 (7-14 hr). Ibu mengerti dan mengetahui obat apa saja yang harus diminum. Dokumentasikan hasil pemeriksaan dan asuhan. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan yang diberikan. Hasil pemeriksaan telah didokumentasikan.