RINI EKA
TB Paru Keluhan yang sering ditemukan adalah batuk-batuk yang lama, badan terasa lemah, nafsu makan berkurang, BB menurun, kadang-kadang ada batuk darah, dan sakit di dada. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan adanya ronkhi basal, suara caverne atau pleural effusion.
Lanjutan   TB Paru Penatalaksanaan : obat anti TBC aman untuk wanita hamil, kecuali streptomisin  pasien hamil dengan TBC Paru yang tidak aktif tidak perlu mendapat pengobatan Obat-obatan yang dapat digunakan Isoniazid (INH) 300 mg/hari Etambutol 15-20 mg/kg/hari. Rifampisin 600mg/hari
Perubahan Fungsional Dan  Anatomic Ginjal Dan Saluran Kemih Ginjal akan memanjang kurang lebih 1 cm  hiperlpasia dan hipertrofi otot dinding ureter  perubahan pada kendung kemih berpindah lebih anterior  peningkatan aliran plasma dan tingkat filtrasi gomerolus (Gomerolus Filtration Rate)
sisititis Definisi : radang pd vesika rinaria tanpa disertai radang saluran kemih atas. Predisposisi: uretra pendek, kateterisasi, persalinan Gejala : dysuria, Incontinensia urine, Menggigil, Suhu tinggi, Nyeri simpisis Lab : lekosit meningkat, eritrosit  meningkat, protein uri (-) Terapi sistitis ==>Antibiotik (Amoksisilin, sulfonamid, eritromisin)
 
Pielo nefritis akut
Perubahan2 kardiovaskuler yg meningkatkan kerja jantung : 1.hipervolemia    mulai 10 mg, maksimal 32–34 mg  (haemodilusi) Saat berbahaya bagi penderita penyakit jantung  1.usia 32 – 36 mg : hipervolemia 2.Partus kala II     saat meneran
Lanjutan.... PENYAKIT JANTUNG  Diagnostik:Burwell & Met calfe 1.bising sistolik, pre sistolik atau terus menerus 2.cardiomegali yang jelas 3.bising jtg yg nyaring cukup satu saja kriteria u Diagnosis
Kls I : tanpa pembatasan keg.fisik & tanpa gejala bila keg.biasa Kls II: sedikit pembatasan, istirahat tdk mengeluh ttp keg.biasa    gejala insuf.jtg : kelelahan, berdebar, sesak, angina Kls III: >> pembatasan fisik, tdk mengeluh waktu istrhat,ttp keg.ringan   insuf. Kls IV:istirht saja sesak Lanjutan.... PENYAKIT JANTUNG
Berbaring / ½ duduk Digitalisasi Istirahat 8 – 10 jam/ hr Diit, rendah garam,tinggi protein, retriksi cairan Mencegah decomp.   O2  Digitalisasi    cedilanid 1,2 – 1,6  mg (dosis awal 0,8 mg) Diuretika    furosemid, hati2 hipokalemia Morfin 10 – 15 mg
Penyebab terbanyak peny.jtg pd khamilan Tapi  Jarang di dptkan dlm keadaan saat hamil     plg sering didapatkan saat hamil adalah : karditis. Adanya aktifitas demam rematik diduga bila: subfebris dg takikardi berlebihan  lekositosis dg led ttp tinggi desir jtg yg berubah2 t empat  dan sifatnya
 
Penyakit kelainan metabolisme dimana tubuh tidak bisa mengendalikan  glukosa dalam darah. Gejala: Polyuria, polyfagia, polydipsia, penglihatan kabur, infeksi kulit. Klasifikasi 1. NIDDM (Non insulin dependen diabetes mellitus) 2. IDDM (Insulin dependen diabetes mellitus)
Lanjutan.... DM glikogen dipecah    glukosa    glukosa darah meningkat Ptumbuhan janin   perlu karbohidrat Kel.adrenal & pancreas j a n i n mulai b er fungsi BMR meningkat
Lanjutan.... DM Pengaruh dm thd persalinan IUFD Makrosomia    distosia bahu Inersia uteri,atonia    perdarahan Tindakan obstetri m    sc, ext.vakum forsep Mudah terinfeksi Pengaruh dm thd masa nifas Infeksi Sepsis Luka sulit sembuh
Lanjutan.... DM Diagnosa : DMG Wanita hamil _____________ puasa kadar gula darah </ 140 mg/dl Kadar gula darah </ 140 mg/dl > 140 mg/dl Glukosa 75 gr     Plasma 2 jam 140 – 199  gr/dl > 200 gr/dl > 200 gr/dl diagnosa Toleransi glukosa terganggu DM DM  pada kehamilan
Asma Bronkiale merupakan salah satu penyakit saluran nafas yang sering dijumpai dalam kehamilan dan persalinan penderita mengeluh nafas pendek, berbunyi, sesak, dan batuk-batuk serangan akan timbul mulai UK 24-36 minggu
 
Lanjutan......... Asma Bronkiale Penatalaksanaan M encegah stress Menghindari factor resiko/pencetus yang sudah diketahui secara intensif Mencegah penggunaan obat seperti aspirin dan semacamnya yang dapat menjadi pencetus timbulnya seranga n Pada asma yang ringan dapat digunakan obat-obat local yang berbentuk inhalasi, atau peroral seperti   isoproterenol Pada keadaan lebih berat penderita harus dirawat
Etiologi:  T reponema pallidum Gejala: luka primer kecil    chancre  Sering tdk terdeteksi k rn  asimtomatik, adanya l e s i  konggenital merupakan petunjuk pertama   D iagnostik Komplikasi: partus immaturus, kematian mudigah, prematurus
Gambara peredaran T reponema pallidum
Diagnostik: pemeriksaa n  serologi Terapi: Penisilin    tanpa melihat usia gestasi ibu. Bila allergi desensitisasi.  B enzatin penisilin 2,4 jt unit im kiri kanan, sifilis lama 7,2 jt u dibagi 3 dosis Asi boleh diberikan, hindari kontak langsung lesi.
Memyebabkan cacat bawaan (10-15%) bila terjadi pd TM 1/awal TM II dpt terjadi: hidrosefalus, microsefalus, microftalmia, hernia, reterdasi mental, klasifikasi serebral
Hepatomegali -> pembesaran hepar Trombositopeni  -> sel2 pembekuan < Khorio retinitis  -> retina m’alami p’kapuran Pneumonitis -> radang pd paru2
Sering menyebabkan cacat bawaan, terutama bila infeksi trjdi pada tm1 (30-50%) Diagnostik serelogis    peningkatan titer lebih dari 4x Diagnosis secara klinis sering sulit dilakukan karena menyerupai penyakit lain
Bila telah terjadi viremia (virus masuk ke darah) manfaat gama globulin diragukan Vaksin sering menimbulkan atralgia, atritis  ->disarankan vaksinasi sblm hamil Bila stlh vaksinasi terjadi kehamilan/ sdng hamil saat vaksinasi maka dpt menyebabkan infeksi janin
Gejala: gelembung berisi cairan di vulva, vagina, serviks Diagnosis   pulasan sel saat ini >> dipakai secara  serologis
T h/  acyclovir  sitz bath obat topikal Acyclovir tdk dianjurkan pd kehamilan, kecuali terpaksa utk life saving Asi boleh diberikan setelah ibu cuci tangan dan ganti baju bersih
Varicella/chickenpox atau sering disebut cacar air, merupakan infeksi akibat virus varicella-zoster (VZV). Gambaran Klinis Lesi di kulit menjadi vesikel, pustula, dan menjadi krusta/keropeng Kehamilan memperburuk perjalanan penyakit memunculkan risiko kelainan kongenital dan komplikasi pneumonia
 
Penularan Varicella melalui lesi di kulit sejak 2 hari sebelum lesi kulit muncul droplet infection Pencegahan varicella Vaksinasi atau imunisasi imunoglobulin (IG) anti varicella Penatalaksanaan anti viral sesuai indikasi   acyclovir dirawat bila k/U lemah, lesi luas, atau untuk keperluan isolasi
Penyebab     Protozoa toxoplasma gondii Gejala: tidak jelas, kadang2 pembesaran  kelenjar getah bening  leher disertai rasa nyeri, poliomiositis, miocarditis, limpangitis Gejala tergantung: imunitas pejamu, virulensi kuman
 
Dapat melalui sawar plasenta namun tidak diketahui caranya  Komplikasi kejanin lebih berbahaya: abbortus,kematian janin Cacat bawaan seperti hidrosefalus, an encepalus, nistagmus hydrops fetalis NT system(neural tube system) menyerang otak besar,otak kecil,cerebelum
Diagnosa pada org dewasa sangat sulit, baru dicurigai setelah melahirkan anak cacat d/  »dilakukan secara serelogis: ELISSA, peningkatan igG yang bermakna dan igM yang + menunjukan adanya infeksi yg sdng berlangsung
 
Terpenting hepatitis B Gejala : tdk spesifik, anoreksi, mual, hepatomegali, ikterik Penularan : transmisi vertikal, saat perinatal penularan melalui pencernaan D iagnosis:  serologi adanya HB Ag
Pd wanita yg sdh terpapar berikan HBIg (hepatitis b immune globulin ) 0,006 ml /kg im dosis tunggal dlm jangka waktu 14 hr Bayi dg ibu Hb Ag (+) berikan  HB Ig 0,5 ml dosis tunggal dlm 12 jam ASI sebaiknya tdk diberikan
Khmlan dpt mpbrt infeksi HIV, sebaliknya resiko ttg hsl khmlan belum banyak diketahui Belum ada obat pilihan    pencegahan penting penyulit   transmisi vertikel virus, ttp tdk diketahui kapan terjadi transmisi
Transmisi perinatal 20 -40 % dpt melalui plasenta, perlukaan dlm proses persalinan atau mel asi    namun WHO menganjurkan pd ibu dg HIV + tetap memberi ASI k arena  manfaat  lebih besar daripada  risiko penularan nya
IDENTIFIKASI RISTI : pemakai narkoba suntikan,biseksual dg HIV (+), penderita PHS, WTS Pemeriksaan darah HIV Peningkatan pengetahuan ttg AIDS Konseling masalah AIDS Pencegahan sumber infeksi
Tdk spesifik spt fattique, gejala flu, anoreksia, BB menurun , kandidiasis orofaring/vagina Kematian biasanya krn peny. Opportunistik yg menyertainya spt PNUEMOCYSTIC CARINII PNEUMONIA
Gunakan gaun, sarung tangan dan masker kedap air Gunakan sarung tangan saat menolong bayi Cuci tangan setiap selesai menolong partus Pakai kaca mata Plasenta diberi label barang infeksius Suction jangan pakai mulut Curiga inf   test lab  A nti  b iotik  + AZT
Penyebab a ngka kematian ibu hamil dan nifas  60 – 80 %  menyebabkan  abbortus Angka kematian janin 75 % T h / kloramfenikol / tiamfenikol: 4 X 500 mg
Depresi suatu perasaan sedih yang sangat mendalam, yang bisa terjadi setelah kehilangan seseorang atau peristiwa menyedihkan lainnya, tetapi tidak sebanding dengan peristiwa tersebut dan terus menerus dirasakan melebihi waktu yang normal.
 
Lanjutan.... Depresi Tanda depresi kehamilan Tidak bisa berkonsentrasi,  mengingat, atau mengambil keputusan Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terganggu hubungan calon ibu dengan orang-orang sekitarnya terganggu Kondisi ibu mengancam keselamatan janin
suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality) Tanda psikosis :  halusinasi ,  Sejumlah kelainan perilaku, seperti aktivitas yang meningkat, gelisah, retardasi psikomotor dan perilaku katatonik Pencegahan :  Informasi ,  ANC rutin ,  Nutrisi ,  Penampilan ,  Aktivitas ,  Relaksasi ,  Senam hamil ,  Latihan pernafasan
Penanganan Konsultasi Dokter   Psikolog ,  Psikiater Bagi tenaga kesehatan Tenaga medis harus kesabaran meyakinkan calon ibu bahwa peristiwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar Ajarkan dan berikan latihan-latihan untuk dapat menguasai otot-otot, istirahat dan pernafasan
Psiko neurosa kecemasan disebabkan oleh dorongan-dorongan seksual yang tidak terpuaskan dan terhambat-hambat, sehingga   mengakibatkan timbulnya banyak konflik batin, ketakutan dan kecemasan .Terapi dilakukan dengan cara   menemukan sumber ketakutan atau kekuatiran dan mencari penyesuaian yang lebih baik terhadap permasalahan.
 
Ny. Y 24 tahun G1 P0 A0 hamil 32 minggu, datang dengan keluhan badanya panas sakit kepala, pada kemaluannya timbul gelembung bintik-bintik kecil berisi cairan kemerahan terasa sakit. Hasil pemeriksaan:  K/u: baik  Kes: Cm  T: 120/80 mmHg  N: 80x/mnt  RR: 20x/mnt  S: 38 ° C Kembangkanlah data diatas dan berdasarkan data tersebut buatlah asuhan kebidanan dalam bentuk SOAP..
SUBJEKTIF Ny. S umur 24 tahun datang ke praktek bidan tanggal 13 Oktober 2011 jam 17.00 wib Ibu mengatakan HPHT: 1 Maret 2011 ( ±32  mgu) Ibu mengatakan ini hamil yang pertama belum pernah melahirkan dan belum pernah keguguran Ibu mengatakan agak demam dan sakit kepala
Ibu mengatakan pada kemaluannya terdapat gelembung bintik-bintik kecil berisi cairan dan terasa sakit Ibu mengatakan masih merasakan gerakan janinnya kurang aktif
OBJEKTIF Pemeriksaan Umum K/u: baik  Kesadaran: Compos Mentis BB = 60 kg TB = 155 cm TD = 120/80 mmHg N = 80x/mnt RR = 20x/mnt S = 38 ° C Pemeriksaan kepala (Rambut, kulit kepala) Muka = tidak oedem (mata, telinga, hidung, mulut, gigi) Leher = kelenjar thyroid, vena yogularis, kelj. getah bening
OBJEKTIF Pemeriksaan Umum Dada = payudara (simetris, papila, aerola, tumor) jantung, paru-paru Axila = tidak ada pembengkakan dan nyeri Punggung = lordosis fisiologis Pinggang = tidak nyeri ketuk Ekstermitas atas = simetris  Ekstermitas bawah = simetris, Oedem (-), Varises (-),  Refleks Patella ka/ki (+)
Pemeriksaan Obstetrik Abdomen = inspeksi Palpasi TFU=30 cm LI: Fu teraba tidak bundar dan tidak melenting.  LII: sebelah kanan teraba lurus seperti papan memanjang, sebelah kiri teraba bagian ekstremitas.  L III= Teraba bagian bundar keras melenting,  L IV: Konvergen 5/5. Punctum maximum: kanan bawah pusat
TBJ 25-11x155= 2480 gr, Px Anogenital: Inspeksi   bintik merah berisi cairan saat di palpasi= nyeri. Pemeriksaan Lab Darah: Hb: 12 gr % Golongan darah: B Urine: Protein: negatif   Reduksi: negatif Pemeriksaan penunjang lain: USG
Asasment ●  Ny. Y G2P1A0 hamil 32 minggu dengan  Susfek infeksi Herves Simplek Virus  ●  Janin tunggal hidup intra uterine presentasi kepala. ●  Potensial masalah: bayi terkena infeksi HSV ●  Tindakan segera: Kolaborasi Dr.Kandungan, Kulit dan Kelamin
Memberitahukan ibu dan keluarga hasil pemeriksaan saat ini kondisi ibu baik tetapi ibu harus konsultasi/rujuk ke Dr.Spesial kandungan, Dr.Spesial kulit dan kelamin. Sehubungan dengan penyakit ibu Anjurkan ibu untuk menghilangkan stress dan banyak istirahat, ibu mengerti dan akan melakukanya. Memberitahukan ibu untuk memperhatikan kebersihan alat kawanitaan, dengan cara membasuh vagina dari depan ke belakang setelah Bab dan Bak, ibu sudah tahu dan akan melakukannnya
Memberitahu ibu gejala penyakit herpes yaitu luka terasa nyeri, atau benjolan berisi cairan disekitar kemaluan, sakit saat Bak. Ibu sudah tahu dan mengerti Melakukan kolaborasi dengan Dr. kandungan< intruksi beri Th/ Acyclovir 400 mg 3x1 (7-14 hr) /Valacyclovir 100 mg 2x1 (7-14 hr). Ibu mengerti dan mengetahui obat apa saja yang harus diminum. Dokumentasikan hasil pemeriksaan dan asuhan. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan yang diberikan. Hasil pemeriksaan telah didokumentasikan.
 

Penyakit yang menyertai kehamilan2

  • 1.
  • 2.
    TB Paru Keluhanyang sering ditemukan adalah batuk-batuk yang lama, badan terasa lemah, nafsu makan berkurang, BB menurun, kadang-kadang ada batuk darah, dan sakit di dada. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan adanya ronkhi basal, suara caverne atau pleural effusion.
  • 3.
    Lanjutan TB Paru Penatalaksanaan : obat anti TBC aman untuk wanita hamil, kecuali streptomisin pasien hamil dengan TBC Paru yang tidak aktif tidak perlu mendapat pengobatan Obat-obatan yang dapat digunakan Isoniazid (INH) 300 mg/hari Etambutol 15-20 mg/kg/hari. Rifampisin 600mg/hari
  • 4.
    Perubahan Fungsional Dan Anatomic Ginjal Dan Saluran Kemih Ginjal akan memanjang kurang lebih 1 cm hiperlpasia dan hipertrofi otot dinding ureter perubahan pada kendung kemih berpindah lebih anterior peningkatan aliran plasma dan tingkat filtrasi gomerolus (Gomerolus Filtration Rate)
  • 5.
    sisititis Definisi :radang pd vesika rinaria tanpa disertai radang saluran kemih atas. Predisposisi: uretra pendek, kateterisasi, persalinan Gejala : dysuria, Incontinensia urine, Menggigil, Suhu tinggi, Nyeri simpisis Lab : lekosit meningkat, eritrosit meningkat, protein uri (-) Terapi sistitis ==>Antibiotik (Amoksisilin, sulfonamid, eritromisin)
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    Perubahan2 kardiovaskuler ygmeningkatkan kerja jantung : 1.hipervolemia  mulai 10 mg, maksimal 32–34 mg (haemodilusi) Saat berbahaya bagi penderita penyakit jantung 1.usia 32 – 36 mg : hipervolemia 2.Partus kala II  saat meneran
  • 9.
    Lanjutan.... PENYAKIT JANTUNG Diagnostik:Burwell & Met calfe 1.bising sistolik, pre sistolik atau terus menerus 2.cardiomegali yang jelas 3.bising jtg yg nyaring cukup satu saja kriteria u Diagnosis
  • 10.
    Kls I :tanpa pembatasan keg.fisik & tanpa gejala bila keg.biasa Kls II: sedikit pembatasan, istirahat tdk mengeluh ttp keg.biasa  gejala insuf.jtg : kelelahan, berdebar, sesak, angina Kls III: >> pembatasan fisik, tdk mengeluh waktu istrhat,ttp keg.ringan  insuf. Kls IV:istirht saja sesak Lanjutan.... PENYAKIT JANTUNG
  • 11.
    Berbaring / ½duduk Digitalisasi Istirahat 8 – 10 jam/ hr Diit, rendah garam,tinggi protein, retriksi cairan Mencegah decomp.  O2 Digitalisasi  cedilanid 1,2 – 1,6 mg (dosis awal 0,8 mg) Diuretika  furosemid, hati2 hipokalemia Morfin 10 – 15 mg
  • 12.
    Penyebab terbanyak peny.jtgpd khamilan Tapi Jarang di dptkan dlm keadaan saat hamil  plg sering didapatkan saat hamil adalah : karditis. Adanya aktifitas demam rematik diduga bila: subfebris dg takikardi berlebihan lekositosis dg led ttp tinggi desir jtg yg berubah2 t empat dan sifatnya
  • 13.
  • 14.
    Penyakit kelainan metabolismedimana tubuh tidak bisa mengendalikan glukosa dalam darah. Gejala: Polyuria, polyfagia, polydipsia, penglihatan kabur, infeksi kulit. Klasifikasi 1. NIDDM (Non insulin dependen diabetes mellitus) 2. IDDM (Insulin dependen diabetes mellitus)
  • 15.
    Lanjutan.... DM glikogendipecah  glukosa  glukosa darah meningkat Ptumbuhan janin  perlu karbohidrat Kel.adrenal & pancreas j a n i n mulai b er fungsi BMR meningkat
  • 16.
    Lanjutan.... DM Pengaruhdm thd persalinan IUFD Makrosomia  distosia bahu Inersia uteri,atonia  perdarahan Tindakan obstetri m  sc, ext.vakum forsep Mudah terinfeksi Pengaruh dm thd masa nifas Infeksi Sepsis Luka sulit sembuh
  • 17.
    Lanjutan.... DM Diagnosa: DMG Wanita hamil _____________ puasa kadar gula darah </ 140 mg/dl Kadar gula darah </ 140 mg/dl > 140 mg/dl Glukosa 75 gr  Plasma 2 jam 140 – 199 gr/dl > 200 gr/dl > 200 gr/dl diagnosa Toleransi glukosa terganggu DM DM pada kehamilan
  • 18.
    Asma Bronkiale merupakansalah satu penyakit saluran nafas yang sering dijumpai dalam kehamilan dan persalinan penderita mengeluh nafas pendek, berbunyi, sesak, dan batuk-batuk serangan akan timbul mulai UK 24-36 minggu
  • 19.
  • 20.
    Lanjutan......... Asma BronkialePenatalaksanaan M encegah stress Menghindari factor resiko/pencetus yang sudah diketahui secara intensif Mencegah penggunaan obat seperti aspirin dan semacamnya yang dapat menjadi pencetus timbulnya seranga n Pada asma yang ringan dapat digunakan obat-obat local yang berbentuk inhalasi, atau peroral seperti isoproterenol Pada keadaan lebih berat penderita harus dirawat
  • 21.
    Etiologi: Treponema pallidum Gejala: luka primer kecil  chancre Sering tdk terdeteksi k rn asimtomatik, adanya l e s i konggenital merupakan petunjuk pertama D iagnostik Komplikasi: partus immaturus, kematian mudigah, prematurus
  • 22.
    Gambara peredaran Treponema pallidum
  • 23.
    Diagnostik: pemeriksaa n serologi Terapi: Penisilin  tanpa melihat usia gestasi ibu. Bila allergi desensitisasi. B enzatin penisilin 2,4 jt unit im kiri kanan, sifilis lama 7,2 jt u dibagi 3 dosis Asi boleh diberikan, hindari kontak langsung lesi.
  • 24.
    Memyebabkan cacat bawaan(10-15%) bila terjadi pd TM 1/awal TM II dpt terjadi: hidrosefalus, microsefalus, microftalmia, hernia, reterdasi mental, klasifikasi serebral
  • 25.
    Hepatomegali -> pembesaranhepar Trombositopeni -> sel2 pembekuan < Khorio retinitis -> retina m’alami p’kapuran Pneumonitis -> radang pd paru2
  • 26.
    Sering menyebabkan cacatbawaan, terutama bila infeksi trjdi pada tm1 (30-50%) Diagnostik serelogis  peningkatan titer lebih dari 4x Diagnosis secara klinis sering sulit dilakukan karena menyerupai penyakit lain
  • 27.
    Bila telah terjadiviremia (virus masuk ke darah) manfaat gama globulin diragukan Vaksin sering menimbulkan atralgia, atritis ->disarankan vaksinasi sblm hamil Bila stlh vaksinasi terjadi kehamilan/ sdng hamil saat vaksinasi maka dpt menyebabkan infeksi janin
  • 28.
    Gejala: gelembung berisicairan di vulva, vagina, serviks Diagnosis  pulasan sel saat ini >> dipakai secara serologis
  • 29.
    T h/ acyclovir sitz bath obat topikal Acyclovir tdk dianjurkan pd kehamilan, kecuali terpaksa utk life saving Asi boleh diberikan setelah ibu cuci tangan dan ganti baju bersih
  • 30.
    Varicella/chickenpox atau seringdisebut cacar air, merupakan infeksi akibat virus varicella-zoster (VZV). Gambaran Klinis Lesi di kulit menjadi vesikel, pustula, dan menjadi krusta/keropeng Kehamilan memperburuk perjalanan penyakit memunculkan risiko kelainan kongenital dan komplikasi pneumonia
  • 31.
  • 32.
    Penularan Varicella melaluilesi di kulit sejak 2 hari sebelum lesi kulit muncul droplet infection Pencegahan varicella Vaksinasi atau imunisasi imunoglobulin (IG) anti varicella Penatalaksanaan anti viral sesuai indikasi  acyclovir dirawat bila k/U lemah, lesi luas, atau untuk keperluan isolasi
  • 33.
    Penyebab  Protozoa toxoplasma gondii Gejala: tidak jelas, kadang2 pembesaran kelenjar getah bening leher disertai rasa nyeri, poliomiositis, miocarditis, limpangitis Gejala tergantung: imunitas pejamu, virulensi kuman
  • 34.
  • 35.
    Dapat melalui sawarplasenta namun tidak diketahui caranya Komplikasi kejanin lebih berbahaya: abbortus,kematian janin Cacat bawaan seperti hidrosefalus, an encepalus, nistagmus hydrops fetalis NT system(neural tube system) menyerang otak besar,otak kecil,cerebelum
  • 36.
    Diagnosa pada orgdewasa sangat sulit, baru dicurigai setelah melahirkan anak cacat d/ »dilakukan secara serelogis: ELISSA, peningkatan igG yang bermakna dan igM yang + menunjukan adanya infeksi yg sdng berlangsung
  • 37.
  • 38.
    Terpenting hepatitis BGejala : tdk spesifik, anoreksi, mual, hepatomegali, ikterik Penularan : transmisi vertikal, saat perinatal penularan melalui pencernaan D iagnosis: serologi adanya HB Ag
  • 39.
    Pd wanita ygsdh terpapar berikan HBIg (hepatitis b immune globulin ) 0,006 ml /kg im dosis tunggal dlm jangka waktu 14 hr Bayi dg ibu Hb Ag (+) berikan HB Ig 0,5 ml dosis tunggal dlm 12 jam ASI sebaiknya tdk diberikan
  • 40.
    Khmlan dpt mpbrtinfeksi HIV, sebaliknya resiko ttg hsl khmlan belum banyak diketahui Belum ada obat pilihan  pencegahan penting penyulit  transmisi vertikel virus, ttp tdk diketahui kapan terjadi transmisi
  • 41.
    Transmisi perinatal 20-40 % dpt melalui plasenta, perlukaan dlm proses persalinan atau mel asi  namun WHO menganjurkan pd ibu dg HIV + tetap memberi ASI k arena manfaat lebih besar daripada risiko penularan nya
  • 42.
    IDENTIFIKASI RISTI :pemakai narkoba suntikan,biseksual dg HIV (+), penderita PHS, WTS Pemeriksaan darah HIV Peningkatan pengetahuan ttg AIDS Konseling masalah AIDS Pencegahan sumber infeksi
  • 43.
    Tdk spesifik sptfattique, gejala flu, anoreksia, BB menurun , kandidiasis orofaring/vagina Kematian biasanya krn peny. Opportunistik yg menyertainya spt PNUEMOCYSTIC CARINII PNEUMONIA
  • 44.
    Gunakan gaun, sarungtangan dan masker kedap air Gunakan sarung tangan saat menolong bayi Cuci tangan setiap selesai menolong partus Pakai kaca mata Plasenta diberi label barang infeksius Suction jangan pakai mulut Curiga inf  test lab A nti b iotik + AZT
  • 45.
    Penyebab a ngkakematian ibu hamil dan nifas 60 – 80 % menyebabkan abbortus Angka kematian janin 75 % T h / kloramfenikol / tiamfenikol: 4 X 500 mg
  • 46.
    Depresi suatu perasaansedih yang sangat mendalam, yang bisa terjadi setelah kehilangan seseorang atau peristiwa menyedihkan lainnya, tetapi tidak sebanding dengan peristiwa tersebut dan terus menerus dirasakan melebihi waktu yang normal.
  • 47.
  • 48.
    Lanjutan.... Depresi Tandadepresi kehamilan Tidak bisa berkonsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terganggu hubungan calon ibu dengan orang-orang sekitarnya terganggu Kondisi ibu mengancam keselamatan janin
  • 49.
    suatu gangguan jiwadengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality) Tanda psikosis : halusinasi , Sejumlah kelainan perilaku, seperti aktivitas yang meningkat, gelisah, retardasi psikomotor dan perilaku katatonik Pencegahan : Informasi , ANC rutin , Nutrisi , Penampilan , Aktivitas , Relaksasi , Senam hamil , Latihan pernafasan
  • 50.
    Penanganan Konsultasi Dokter Psikolog , Psikiater Bagi tenaga kesehatan Tenaga medis harus kesabaran meyakinkan calon ibu bahwa peristiwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar Ajarkan dan berikan latihan-latihan untuk dapat menguasai otot-otot, istirahat dan pernafasan
  • 51.
    Psiko neurosa kecemasandisebabkan oleh dorongan-dorongan seksual yang tidak terpuaskan dan terhambat-hambat, sehingga mengakibatkan timbulnya banyak konflik batin, ketakutan dan kecemasan .Terapi dilakukan dengan cara menemukan sumber ketakutan atau kekuatiran dan mencari penyesuaian yang lebih baik terhadap permasalahan.
  • 52.
  • 53.
    Ny. Y 24tahun G1 P0 A0 hamil 32 minggu, datang dengan keluhan badanya panas sakit kepala, pada kemaluannya timbul gelembung bintik-bintik kecil berisi cairan kemerahan terasa sakit. Hasil pemeriksaan: K/u: baik Kes: Cm T: 120/80 mmHg N: 80x/mnt RR: 20x/mnt S: 38 ° C Kembangkanlah data diatas dan berdasarkan data tersebut buatlah asuhan kebidanan dalam bentuk SOAP..
  • 54.
    SUBJEKTIF Ny. Sumur 24 tahun datang ke praktek bidan tanggal 13 Oktober 2011 jam 17.00 wib Ibu mengatakan HPHT: 1 Maret 2011 ( ±32 mgu) Ibu mengatakan ini hamil yang pertama belum pernah melahirkan dan belum pernah keguguran Ibu mengatakan agak demam dan sakit kepala
  • 55.
    Ibu mengatakan padakemaluannya terdapat gelembung bintik-bintik kecil berisi cairan dan terasa sakit Ibu mengatakan masih merasakan gerakan janinnya kurang aktif
  • 56.
    OBJEKTIF Pemeriksaan UmumK/u: baik Kesadaran: Compos Mentis BB = 60 kg TB = 155 cm TD = 120/80 mmHg N = 80x/mnt RR = 20x/mnt S = 38 ° C Pemeriksaan kepala (Rambut, kulit kepala) Muka = tidak oedem (mata, telinga, hidung, mulut, gigi) Leher = kelenjar thyroid, vena yogularis, kelj. getah bening
  • 57.
    OBJEKTIF Pemeriksaan UmumDada = payudara (simetris, papila, aerola, tumor) jantung, paru-paru Axila = tidak ada pembengkakan dan nyeri Punggung = lordosis fisiologis Pinggang = tidak nyeri ketuk Ekstermitas atas = simetris Ekstermitas bawah = simetris, Oedem (-), Varises (-), Refleks Patella ka/ki (+)
  • 58.
    Pemeriksaan Obstetrik Abdomen= inspeksi Palpasi TFU=30 cm LI: Fu teraba tidak bundar dan tidak melenting. LII: sebelah kanan teraba lurus seperti papan memanjang, sebelah kiri teraba bagian ekstremitas. L III= Teraba bagian bundar keras melenting, L IV: Konvergen 5/5. Punctum maximum: kanan bawah pusat
  • 59.
    TBJ 25-11x155= 2480gr, Px Anogenital: Inspeksi  bintik merah berisi cairan saat di palpasi= nyeri. Pemeriksaan Lab Darah: Hb: 12 gr % Golongan darah: B Urine: Protein: negatif Reduksi: negatif Pemeriksaan penunjang lain: USG
  • 60.
    Asasment ● Ny. Y G2P1A0 hamil 32 minggu dengan Susfek infeksi Herves Simplek Virus ● Janin tunggal hidup intra uterine presentasi kepala. ● Potensial masalah: bayi terkena infeksi HSV ● Tindakan segera: Kolaborasi Dr.Kandungan, Kulit dan Kelamin
  • 61.
    Memberitahukan ibu dankeluarga hasil pemeriksaan saat ini kondisi ibu baik tetapi ibu harus konsultasi/rujuk ke Dr.Spesial kandungan, Dr.Spesial kulit dan kelamin. Sehubungan dengan penyakit ibu Anjurkan ibu untuk menghilangkan stress dan banyak istirahat, ibu mengerti dan akan melakukanya. Memberitahukan ibu untuk memperhatikan kebersihan alat kawanitaan, dengan cara membasuh vagina dari depan ke belakang setelah Bab dan Bak, ibu sudah tahu dan akan melakukannnya
  • 62.
    Memberitahu ibu gejalapenyakit herpes yaitu luka terasa nyeri, atau benjolan berisi cairan disekitar kemaluan, sakit saat Bak. Ibu sudah tahu dan mengerti Melakukan kolaborasi dengan Dr. kandungan< intruksi beri Th/ Acyclovir 400 mg 3x1 (7-14 hr) /Valacyclovir 100 mg 2x1 (7-14 hr). Ibu mengerti dan mengetahui obat apa saja yang harus diminum. Dokumentasikan hasil pemeriksaan dan asuhan. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan yang diberikan. Hasil pemeriksaan telah didokumentasikan.
  • 63.