SlideShare a Scribd company logo
1 of 9
Download to read offline
Meningkatkan Minat Membaca Siswa Guna Memperbaiki Nilai Pelajaran
Bahasa Inggris dengan Menggunakan Teknologi Modern Aplikasi
Wordwall Dalam Proses Pembelajaran
STEIVY KARTIKA TUEGEH
SDN 3 Jetis Lamongan
ABSTRAK
Kegiatan membaca merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran. Tanpa minat
membaca seseorang tidak akan bisa tertarik untuk mempelajari sesuatu. Dengan membaca bisa
meningkatkan Pelajaran Bahasa Inggris. Dengan membaca akan menemukan banyak kosa kata
baru yang mungkin tidak diketahui sebelumnya. Proses pembelajaran bahasa Inggris dikemas
untuk mengembangkan kemampuan peserta didik menggunakan bahasa Inggris dalam
kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran dan penilaian merupakan proses terpadu, artinya
penilaian dilakukan ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam melakukan proses
pembelajaran, guru dapat memilih dan menggunakan beberapa media pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
rendahnya minat membaca siswa pada buku apalagi semenjak adanya pandemi yang
mengharuskan siswa belajar di rumah dengan system online school sehingga peneliti berusaha
untuk menemukan cara meningkatkan minat membaca siswa guna memperbaiki nilai prestasi
Bahasa Inggris dengan cara menggunakan apliksi wordwall. Dalam penelitian tindakan kelas
ini, subyek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN 3 Jetis yang berjumlah 23 siswa. Dilakukan
selama 3 bulan tanggal 4 September- 7 Desember 2022. Metode pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan
kemampuan vocabulary membaca siswa yang bedampak dengan meningkatnya nilai hasil
belajarnya.
Kata kunci : Membaca, Penilaian, Teknologi modern, Wordwall
PENDAHULUAN
Bahasa Inggris merupakan bahasa asing pertama yang resmi diajarkan di lembaga-lembaga
pendidikan , mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menegah Atas/Kejuruan baik swasta
atau negeri. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah (Depdiknas) menyadari bahwa bahasa
Inggris merupakan bahasa asing yang penting sebagai bahasa internasional. Alasan yang
mendasari Ketetapan Pemerintah adalah bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional
yang digunakan oleh seluruh bangsa-bangsa di dunia sebagai bahasa pergaulan.
Naisbitt tentang penggunaan bahasa Inggris, mengemukakan: “English is becoming the world
first truly unversal language. It’s the native language of some million people in twelve
countries, 400 million speak English as a second language. And several hundred million more
have some knowledge of English, which has official or semiofficial status in some countries.”
(Naisbitt, 1991:40). Pentingnya bahasa Inggris tidak hanya ditentukan oleh banyaknya negara
yang menggunakan bahasa tersebut, tetapi tergantung pula dari orang yang menggunakannya,
seperti dikemukakan Baugh: “The importance of a language is not just a matter of number
territory, but depends also on the importance of the people who speak it.” ( A. C. Baugh, 1978:
3). Tujuan pengajaran bahasa Inggris adalah siswa dapat menggunakan bahasa Inggris ,
terutama dalam membaca dan memahami buku-buku dan sumber kepustakaan yang lain yang
tertulis dalam bahasa Inggris. ((Rombepajung, 1988:5) Di sini dapat kita rasakan betapa
penting mata pelajaran bahasa Inggris bagi dunia pendidikan. Bahasa Inggris masih
mendominasi dalam perkembangan teknologi informasi. Seperti yang dikemukakan Sprague:
“Nowhere is the growing dominance of English clearer than in information technology.
Highlighting the challenge is the internet, where 80% of web pages are in English. Since the
biggest companies, the hottest star ups and the best research institutions are in U.S., the industry
and the technology dance to English lyrics”. (J.Sprague, 1999 : 29). Siswa–siswa yang tidak
menguasai bahasa Inggris, besar kemungkinan mereka tidak dapat menguasai teknologi
informasi yang berkembang pesat di masa mendatang, seperti dikemukakan Menteri
Pendidikan Hongkong : “Our students have no future in the information technology universe
if they can not command English as effective media of communication” (Asia Week, July, 1999
: 30)
Selain itu rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah permasalahan bagi bangsa
Indonesia. Rendahnya kualitas pendidikan ditandai dengan rendahnya kualitas guru dan
motivasi siswa untuk belajar serta hasil belajar yang dibawah rata-rata KKM. Dalam
meningkatkan kualitas pendidikan dibutuhkan sebuah inovasi yang seiring dengan
perkembangan zaman. Inovasi tersebut dimasukkan ke dalam proses pembelajaran. (Manurung
et al., 2020) Internalisasi ilmu pengetahuan ke dalam skemata pelajar merupakan sebuah
pembelajaran. Aktivitas siswa sebagai pelajar dan guru sebagai pembelajar ada di proses ini.
Pembelajaran diaplikasikan oleh guru mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga
evaluasi yang didukung oleh alat alat bantu yang sesuai. (Syarifudin, 2020). Keberhasilan
peningkatan pendidikan, tidak saja berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan para
guru, tetapi tergantung sejauh mana guru mau menggunakan kemampuannya dalam praktek
pendidikan. Selain sebagai perancang pengajaran, seorang guru harus mampu meningkatkan
kemampuan siswa yang berdampak pada keberhasilan belajar siswa terutama untuk mata
pelajaran tertentu yang dianggap susah oleh siswa. Karena dengan belajar sambil
mengembangkan kemampuan, maka siswa akan memperoleh pengetahuan, pemahaman, serta
mengembangkan ketrampilan sehingga tidak mudah terlupakan dan siswa lebih berminat untuk
belajar serta belajar akan lebih bermakna. Dalam proses pendidikan, aktifitas belajar
merupakan kegiatan inti dengan arti bahwa pendidikan itu sendiri merupakan bantuan yang
dihasilkan melalui kegiatan belajar. Berkurangnya motivasi belajar ini tidak menutup
kemungkinan menjadikan rendahnya hasil belajar peserta didik, oleh karena itu pemilihan
metode pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan yaitu mengembalikan motivasi peserta
didik dan ketuntasan dalam setiap kompetensi dasar. Guru memegang peran yang sangat
penting dalam kegiatan belajar mengajar. Guru dianjurkan untuk tidak mempertahankan
perannya hanya sebagai penyampai materi atau pengetahuan saja, namun juga dituntut untuk
bisa mendukung pengetahuan para peserta didik dalam mengeksplorasi dan kreatifitasnya
dalam menyelesaikan masalah melalui pembelajaran yang disampaikan Guru harus mampu
memilih dan menggunakan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
diinginkan. National Educational Association (NEA) (2012:3) bahwa “4 keterampilan khusus
yang paling penting untuk guru yaitu berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas”.
Empat kemampuan tersebut sangat penting untuk dicapai peserta didik agar dapat ikut berperan
serta dalam memenuhi tantangan dan persaingan global di abad ke-21 (Dewi, 2020)
Perubahan kurikulum yang terjadi sekarang ini sejalan dengan tuntutan masyarakat dan
perkembangan global. Perubahan itu adalah dari kurikulum yang memberikan penekanan pada
materi ke kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan proses pembelajaran dalam rangka
mencapai kompetensi yang ditargetkan. Dengan demikian, penyelenggaraan proses
pembelajaran berorientasi pada penguasaan kompe tensi sasaran oleh peserta didik sesuai
dengan konteks lingkungannya, sehingga guru didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip
pembelajaran tuntas (mastery learning). Kurikulum di Indonesia mewajibkan Bahasa Inggris
menjadi salah satu bahasa yang harus dipelajari karena Bahasa Inggis merupakan bahasa
internasional. Untuk menguasai bahasa Inggris, ada 4 keterampilan yang wajib dikuasai yaitu
mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Selain itu vocabulary merupakan salah satu
komponen yang tidak kalah penting dalam mempelajari bahasa Inggris (Azizah, 2020;
Raveloarinirina & Tou, 2017; Sulistiana et al., 2019). Kemampuan guru dalam meningkatkan
kualitas .pendidikan merupakan kompetensi pedagogik. (Susanto, 2021) Kompetensi
pedagogik adalah kemampuan guru terkait dalam interaksi edukatif dan mencakup
pengkondisian kesiapan belajar di kelas, yang mencakup pula bagaimana menumbuhkan
motivasi belajar siswa. Minat baca adalah satu stimulus yang mendorong seseorang tertarik
untuk membaca suatu sumber belajar. Membaca menurut Tarigan : suatu proses yang menuntut
agar keompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan
sekilas dan agar makna kata-kata akan dapat diketahui oleh individu yang melakukan aktivitas.
(HG Tarigan, 1990: 7). Sedangkan menurut Pamela : “Reading is the act of interpreting printed
and written words. It is a basic tool of education and one of the most important skills in
everyday life.” ( Pamela Mc Keown,1978: 153) Hakikat membaca adalah suatu aktivitas
penerjemahan symbol ( huruf atau angka) ke dalam kata dan kalimat yang memiliki makna
bagi seseorang. (Depdikbud,1977:6). Harris dalam How to increase Reading ability,
mengemukakan “Reading is the meaningful interpretation of printed or written verbal symbols.
Reading (comprehending) is result of the symbols that represent langage and the reader’s
language skills and knowledge of the word. In this process the reader tries to recreate the
meaning intended by the writer.” (Albert Harris and Edward R.Spray,1980: 8)
Minat membaca timbul karena adanya rangsangan-rangsangan yang dapat memotivasi
seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan, sperti yang dikemukakan Giehre
minat baca timbul karena: a) adanya tujuan untuk mengetahui hal-hal yang terkandung dalam
bacaan itu; b) adanya keinginan untuk melonggarkan keterikatan manusia; c) ingin mencari
keteraturan dan kebenaran hakiki. (Kurt Franz dan Benhard Meier, 1986: 8). Rosidi
memberikan saran mendorong minat baca: kebiasaan yang harus dipupuk,dan dibina.
Pembinaan tidak hanya sebatas penguasaan teknik membaca apa saja, melainkan juga pada
pemilihan bahan bacaan, sehingga anak harus secara cepat dan tepat menentukan apakah bahan
bacaan itu ada nilai/ manfaat untuk dibaca.(Ajip Rosidi,1983:76). Aktivitas membaca perlu
diupayakan sebagai suatu kegemaran atau kebiasaan bagi setiap anak. Membiasakan anak
gemar membaca itu tidak mudah, karena banyak faktor lain yang lebih dominan terhadap
kegemaran anak, misalnya lingkungan, acara televisi dll. Dari uraian di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa minat baca adalah dorongan atau keinginan yang tumbuh dengan sendirinya
dari dalam diri seseorang untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, melalui bahan cetak
untuk mencapai suatu tujuan.yang dinginkan. Minat baca di sini dimaksudkan minat membaca
buku-buku berbahasa Inggris selain buku teks mata pelajaran bahasa Inggris, buku-buku
bahasa Inggris lainnya seperti buku cerita, komik, novel, majalah dan sebagainya. Dapat diuga
pebelajar yang memiliki minat baca buku-buku berbahasa Inggris akan memiliki penguasaan
kata-kata dalam bahasa Inggris yang luas dan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi dalam
mata pelajaran bahasa Inggris, sebaliknya pebelajar yang tidak atau kurang memiliki minat
baca buku-buku bahasa Inggris akan memperoleh hasil belajar yang rendah dalam mata
pelajaran bahasa Inggris
Berdasarkan pengamatan di lapangan ada beberapa siswa kelas 4 yang pasif dan malas untuk
membaca buku apabila guru menyuruh untuk membaca mereka hanya diam dan merasa bosan
dan tidak tertarik pada pembelajaran Bahasa Inggris sehingga perbendaharaan kata mereka
akhirnya berkurang yang menjadi penyebab masalah mulai dari kesalahan pada pengejaan,
pengucapan, dan pemilihan kata yang tepat dalam menulis maupun berbicara.
Penguasaan vocabulary di dalam Bahasa Inggris sangatlah penting baik untuk mendengar,
berbicara, membaca, dan terlebih lagi dalam menulis (Hidayati, 2020; S.AvilaVarela et al.,
2021). Menurut Juhendi (dalam Apriandari, 2019) dalam penelitiannya mengatakan bahwa
vocabulary adalah sebuah aspek penting dalam bahasa, karena ia hadir di setia kemapuan
bahasa yang meliputi mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Banyak orang menyadari
bahwa vocabulary mereka sangat terbatas sehingga mereka mendapatkan kesulitan dalam
menyampaikan ide pikiran mereka. Untuk memudahkan anak dalam mempelajari bahasa, maka
diperlukan pemahaman mengenai kosakata yang merupakan bagian penting dalam proses
pembelajaran suatu bahasa, sehingga penting bagi seseorang untuk menguasai dan terus
meningkatkan kemampuan bahasanya. Penguasaan vocabulary juga akan mendukung kegiatan
siswa dalam mengemukakan pendapat, serta mengutarakan maksud dan tujuan (Azizah, 2020).
Dengan demikian, vocabulary adalah unsur dasar yang harus dikuasai seorang siswa sebelum
mempelajari suatu bahasa (Anindyajati & Choiri, 2017). Tanpa penguasaan vocabulary yang
cukup, maka ide tidak dapat disampaikan. Siswa harus mengetahui arti dari kosa kata tersebut,
bisa mengeja kosa kata dengan tepat, bisa menggunakan kosa kata dengan tepat di dalam
kalimat dan bisa mengucapkan dengan tepat. Era revolusi industri 4.0 menekankan pada
pentingnya elaborasi literasi digital yang menghubungkan kemampuan teknologi dan
pedagogik untuk meningkatkan pembelajaran hasil di ketiga domain yang mencakup
pengetahuan, keterampilan, dan sikap. (Susanto, Rachmatullah, & Rachbini, 2020) Teknologi
informasi dan komunikasi semakin lama semakin canggih jika dikaitkan dengan perkembangan
zaman. (Agustina & Susanto, 2017) Teknologi dijadikan salah satu inovasi sebagai media
pembelajaran (alat bantu mengajar) di bidang pendidikan. (Nugroho et al., 2021) Terdapat
peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 65 tahun 2013 mengenai teknologi
yang terdapat pada ayat 13 yang berisi TIK dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas
pembelajaran. Karena adanya kebijakan tersebut, guru dituntut untuk menggunakan media
berbasis TIK dalam pembelajarannya. (Tjahjono et al., 2020) Dari pengamatan di lapangan,
guru telah memiliki laptop dan ketersediaan infocus di setiap kelasnya. Diperoleh data bahwa
pemanfaatan teknologi pembelajaran belum sepenuhnya dilakukan sebagai bagian dari proses
belajar. Kondisi ini diperkuat dengan hasil studi pendahulu berupa wawancara yang
menggambarkan pendapat guru bahwa penggunaan media merepotkan dan membutuhkan
waktu yang banyak. Hal tersebut berakibat kepada siswa yang mengalami demotivasi karena
rasa bosan dan jenuh karena pembelajaran berpaku pada buku dan peran komunikasi guru.
Penggunaan media menjadi bagian sebuah keterampilan manajemen kelas dalam kerangka
pengkondisian belajar dan unsur dari kompetensi pedagogik yang menjadi kompetensi kunci
guru. Dengan menggunakan media ini memungkinkan siswa untuk berlomba-lomba
menggapai juara atau nilai terbaik sehingga motivasi siswa meningkat. (Lestari, 2021).
(Susanto & Rozali, 2022) Sebagai penerapan kompetensi pedagogik yang secara mendasar
sangat mempengaruhi motivasi dalam proses dan hasil belajar yang terbentuk dalam
kemampuan berpikir siswa.
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada para siklus, maka peneliti menggunakan game edukasi
yaitu wordwall untuk meningkatkan minat membaca siswa. Walaupun sebenarnya ada banyak
sekali Teknik yang bisa meningkatkan minat membaca siswa tapi peneliti memilih untuk
menggunakan media ini. Wordwall adalah website yang menyediakan berbagai game edukasi
yang bertujuan sebagai alat bantu dan evaluasi penilaian yang menyenangkan bagi siswa.
Penggunaannya pun mudah digunakan oleh siswa yang dapat diakses melalui gadget dan
laptop. Dan terbukti ketika ada pembelajaran yang membutuhkan gawai ataupun bermain di
computer sekolah mereka sangat antusias. Games edukasi berbasis wordwall merupakan
sebuah aplikasi pembelajaran berbasis game digital yang memiliki berbagai fitur kuis dengan
kombinasi warna, gambar bergerak, dan suara berupa game yang dapat dimanfaatkan oleh
pendidik di dalam pembelajaran. Game Wordwall memudahkan pendidik berkreasi dalam
mengevaluasi materi kepada siswa. (Khairunisa, 2021). Kelebihan dari game wordwall yaitu
memiliki berbagai fitur dan sangat fleksibel, dapat menarik perhatian siswa karena bersifat
permainan, dapat digunakan dalam semua mata pelajaran, membuat siswa berkreativitas,
membangun karakter bekerja sama dengan teman, dan pelaksanaan yang sederhana. Sedangkan
kekurangan dari game wordwall yaitu membuat permainan dalam wordwall membutuhkan
waktu yang cukup lama, karena antusiasnya siswa maka guru mungkin akan kewalahan dalam
menertibkan siswa. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana
pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan media wordwall dapat meningkatkan
minat membaca siswa dibandingkan dengan menggunakan media bacaan/teks biasa. Manfaat
dari penelitian ini dapat memberi atmosfer dalam mengembangkan minat baca siswa melalui
media wordwall sehingga mampu meningkatkan nilai Pelajaran Bahasa Inggris.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini melibatkan 23 peserta didik kelas 4 SDN 3 Jetis yang merupakan Penelitian
Tindakan Kelas. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan yaitu dilaksanakan pada tanggal 4
September 2022 sampai pada 7 Desember 2022 dengan judul Meningkatkan Minat Membaca
Siswa Guna Memperbaiki Nilai Pelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Teknologi
Modern Aplikasi Wordwall Dalam Proses Pembelajaran.
Penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian tindakan kelas (classroom action research).
Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri
dengan cara (1) merencanakan (2) melaksanakan (3) merefleksikan tindakan secara kolaboratif
dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat
meningkat.(Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, 2010), Masalah PTK harus berawal dari
guru itu sendiri yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajarannya di
sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Prosedur penelitian yang diterapkan antara lain: 1) Perencanaan; 2) Pelaksanaan Tindakan; 3)
Observasi; 4) Refleksi. Untuk mengawali penelitian diadakanlah pra siklus lalu siklus 1 dan
2. Berdasarkan pengamatan siklus awal peserta didik masih belum ada peningkatan
sedangkan siklus kedua sudah mulai terlihat adanya kenaikan. Berikut tabel pra siklus.
Tabel Pra Siklus
Tabel Pra Siklus
Nilai Kategori Peserta didik Prosentase
90-100 Baik sekali
80-89 Baik 2 8.7 %
70-69 Cukup 8 34.8 %
60-69 Kurang 4 17.4 %
< 60 Kurang baik 9 39.1 %
Dari hasil data rekapitulasi pada tabel diatas, dapat diketahui jumlah anak sebelum tindakan
yang memiliki kemampuan membaca dengan kriteria baik 2 peserta didik, cukup 8 peserta
didik, kurang 4 peserta didik dan sangat kurang 13 peserta didik.
Berikut disertakan table Tingkat pencapaian hasil belajar siswa
Lembar Tingkat Pencapaian Hasil Belajar Siswa Per Siklus
no Kondisi
awal
Siklus I Siklus II Ket
Nilai dari aspek
pencapaian hasil
belajar
f % F %
10-19 Indikator
keberhasilan
penelitian ini
sedikitnya75
% jumlah
siswa telah
dapat
mencapai
KKM Rata-
rata
minimal
mencapai
KKM
20-29
30-39
40-49 5 22
50-59 4 17
60-69 4 17 6 26
70-79 8 35 5 22 5 22
80-89 2 9 8 35 7 30
90-99 4 17 6 26
100 5 22
KKM
Nilai terendah
Nilai tertinggi
Prosentase tuntas
Prosentase belum
Nilai rata-rata
kelas
65
40
80
59,6
39
61
65
60
90
74,3
26
74
65
70
100
85,2
100
Dari hasil tabel di atas terlihat ada peningkatan prestasi belajar pada peserta didik dengan
menggunakan aplikasi game wordwall. dimana pada pra siklus ada 10 peserta didik atau 44 %,
pada siklus I ada 17 Peserta didik atau 74 %, pada siklus II ada 23 peserta didik atau 100%, ini
menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan berhasil dan sesuai dengan indikator yang telah
ditetapkan 75% telah terpenuhi.
Dari tabel diatas membuktikan dengan beberapa tindakan yang dilakukan guru terutama dalam
membimbing peserta didik dalam menumbuhkan minat membaca menggunakan wordwall mampu
meningkatkan hasil nilai belajar Bahasa Inggris siswa kelas 4 SDN 3 Jetis Lamongan.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil tindakan yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dan indikator-
indikator yang telah ditetapkan, maka dapat dikemukakan simpulan sebagai berikut peserta
didik sudah mulai ada kenaikan nilai. Dengan pemanfaatan media dalam proses
pembelajaran diharapkan dapat tercapai peningkatan kemampuan siswa. Penggunaan media
wordwall dapat membuat siswa lebih kreatif dan menyerap daya tangkap yang cepat di
karenakan mudahnya belajar kosakata dengan bantuan media wordwall. Hal ini dapat dilihat
dari hasil tes yang dilakukan peneliti yaitu menunjukkan adanya peningkatan
perkembangan. Penerapan media wordwall diharapkan mampu memotivasi siswa untuk
mengenali lebih banyak kosakata maupun jenis-jenisnya dalam hal ini seiring dengan
kendala yang dihadapi siswa pada saat membaca. Peningkatan yang ditandai dengan
kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal menyebutkan, menunjukkan dan
menuliskan kosakata.Akhir dari analisis membuktikan pemanfaatan media wordwall efektif
untuk menambah perbendaharaan kosakata peserta didik (Idrus et al., 2021). Indikator
penggunaan game edukasi berbasis wordwall yang digunakan dalam penelitian ini
berdasarkan dari sintesis teori yaitu : (1) media digunakan dengan prinsip belajar sambil
bermain, (2) dapat menimbulkan ketertarikan siswa, (3) dapat digunakan dengan mudah
oleh siswa, (4) menumbuhkan perasaan senang mencoba belajar dengan game wordwall, (5)
menumbuhkan kemampuan daya ingat siswa, (6) menumbuhkan kreativitas siswa, dan (7)
memiliki kesesuaian dalam pembelajaran Bahasa inggris dengan literasi (numerik, bahasa,
dan data). Sedangkan indikator motivasi belajar yang digunakan dalam penelitian ini
berdasarkan dari sintesis teori yaitu:(1) kesadaran untuk belajar tanpa paksaan, (2)
kebutuhan untuk pencapaian tujuan belajar, (3) semangat belajar), (4) sikap tidak mudah
0
20
40
60
80
100
120
Afgan
fara
hajir
Bagus
wahyu
arif
zuhri
aini
Dika
dedek
aldo
kiswa
ferdi
Iqbal
Tiyon
Zidan
Nabila
Nayla
Nisa
Tasya
ayu
dhoni
Yuni
Tingkat pencapaian hasil belajarasiswa
Tingkat pencapaian hasil belasar per siklus Pra siklus Siklus I Siklus II
putus asa, dan (5) upaya atau tindakan untuk mencapai hasil belajar yang baik. Hasil
penelitian ini didukung oleh hasil penelitian dilakukan oleh (Imanulhaq & Prastowo, 2022)
dengan judul “Edugame Wordwall : Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris”.
KESIMPULAN
Penelitian ini menghasilkan adanya perubahan sikap setelah siswa menggunakan media
edugame wordwall dalam pembelajaran. Sama halnya seperti penelitian yang dilakukan
peneliti bahwa penggunaan game edukasi berbasis wordwall menjadi sebuah inovasi dalam
pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat membaca siswa
tapi juga mampu meningkatkan nilai keberhasilan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Oleh
karena itu game wordwall layak diterapkan dalam proses pembelajaran hal ini disebabkan
karena memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Anindyajati, Y. R., & Choiri, A. S. (2017). The Effectiveness of Using Wordwall Media to increase Science-
Based Vocabulary of Students with Hearing Impairment. European Journal of Special Education
Research, 2(2), 1–13
Apriandari, T. (2019). Improving Students’ English Vocabulary Through The Use of Riddles Techniques.
Faculty of Education and Teacher Training Ar-Raniry State Islamic University Banda
AcehKusumawati, Mia. 2015. Penelitian Pendidikan Penjasorkes. Bandung : Alfabeta
Harris, A. J. & Spray, E. R. (1980). How to increase reading ability. New York: Longman Inc.
Franz, K., & Benhard, M. (1986). Membina minat baca. Bandung : Remaja Karya
Finocchiaro, M. (1973). The foreign language: A guide for teacher. New York: Regents Publishing Co. Inc
Baugh, A. C., & Cable, T. (1978). A history of the English language. London : Prentice Hall Inc
Tarigan, H. G. (1990). Membaca sebagai suatu keterampilan. Bandung: Angkasa
Lestari, R. D. (2021). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Daring
Melalui Media Game Edukasi Wordwall di Kelas IV SDN 01 Tanahbaya Tahun Pelajaran 2020/2021.
Jurnal Ilmiah Profesi Guru, 02(02), 1–6.
Nugroho, O. F., Damayantie, I., & Pratiwi, R. (2021). Menciptakan Keterampilan Guru Abad 21 Melalui
Pendekatan Stem + Art. Seminar Dan Call Papper, 1(1), 103–107.
Khairunisa, Y. (2021). Pemanfaatan Fitur Gamifikasi Daring Maze chase–Wordwall sebagai Media
Pembelajaran Digital Mata Kuliah Statistika dan Probabilitas. MEDIASI - Jurnal Kajian Dan Terapan
Media, Bahasa, Komunikasi, 2(1), 41–47.
Arikunto, Suharsimi, 2010. Penelitian Tindakan Kelas, Jakatra : Bumi Aksara
Totanes, B. C. & Arceli, M. A. (2020). Critical Scaffolding Method: A Proposed Instructional Strategy on
Critical Literacy in Reading English Literary Texts. The Asian EFL Journal September 2020, Issue 5
Volume. Page 38-64: ELE Publishing
Scanlon, D. M., Anderson, K. L., & Sweeney, J. M. (2010). Early Intervention for Reading Difficulties. New
York: The Guilford Press.

More Related Content

Similar to Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Aplikasi Wordwall.

Proposal bahasa indonesia
Proposal bahasa indonesiaProposal bahasa indonesia
Proposal bahasa indonesia
bcirohil
 
Seminar kurniawan
Seminar kurniawanSeminar kurniawan
Seminar kurniawan
FKIP UHO
 
Bab i gani
Bab i ganiBab i gani
Bab i gani
Ezt Eran
 
Bab, i, ii, iii, iv, v copy
Bab, i, ii, iii, iv, v copyBab, i, ii, iii, iv, v copy
Bab, i, ii, iii, iv, v copy
Nona Mere
 
46 53 rasid et al.upm
46 53 rasid et al.upm46 53 rasid et al.upm
46 53 rasid et al.upm
Danny Ritonga
 

Similar to Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Aplikasi Wordwall. (20)

Proposal bahasa indonesia
Proposal bahasa indonesiaProposal bahasa indonesia
Proposal bahasa indonesia
 
Ppt tugas bahasa indonesia
Ppt tugas bahasa indonesiaPpt tugas bahasa indonesia
Ppt tugas bahasa indonesia
 
Seminar kurniawan
Seminar kurniawanSeminar kurniawan
Seminar kurniawan
 
Laporanptkspeakingsmp13 iisrosdiani
Laporanptkspeakingsmp13 iisrosdianiLaporanptkspeakingsmp13 iisrosdiani
Laporanptkspeakingsmp13 iisrosdiani
 
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SD .pdf
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SD .pdfPERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SD .pdf
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SD .pdf
 
Full assignment
Full assignmentFull assignment
Full assignment
 
Proposal pkp anti
Proposal  pkp  antiProposal  pkp  anti
Proposal pkp anti
 
Proposal pkp anti
Proposal  pkp  antiProposal  pkp  anti
Proposal pkp anti
 
Bab i gani
Bab i ganiBab i gani
Bab i gani
 
Bab i gani
Bab i ganiBab i gani
Bab i gani
 
Bab i gani
Bab i ganiBab i gani
Bab i gani
 
Bab i gani
Bab i ganiBab i gani
Bab i gani
 
Bab i gani
Bab i ganiBab i gani
Bab i gani
 
Bab, i, ii, iii, iv, v copy
Bab, i, ii, iii, iv, v copyBab, i, ii, iii, iv, v copy
Bab, i, ii, iii, iv, v copy
 
Proposal deddy
Proposal deddyProposal deddy
Proposal deddy
 
Proposal
ProposalProposal
Proposal
 
46 53 rasid et al.upm
46 53 rasid et al.upm46 53 rasid et al.upm
46 53 rasid et al.upm
 
perlunya pengembangan materi dalam kelas bilingual _Riska's journal
perlunya pengembangan materi dalam kelas bilingual _Riska's journalperlunya pengembangan materi dalam kelas bilingual _Riska's journal
perlunya pengembangan materi dalam kelas bilingual _Riska's journal
 
Model Pembelajaran TEMBAKAN BUSER NAKAL
Model Pembelajaran TEMBAKAN BUSER NAKALModel Pembelajaran TEMBAKAN BUSER NAKAL
Model Pembelajaran TEMBAKAN BUSER NAKAL
 
Contoh Skripsi PTK Geografi
Contoh Skripsi PTK Geografi Contoh Skripsi PTK Geografi
Contoh Skripsi PTK Geografi
 

Recently uploaded

Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
AgusSuarno2
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
indahningsih541
 
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
HengkiHulu1
 
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.docKISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
riska190321
 
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaModul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Novi Cherly
 

Recently uploaded (20)

PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptxPPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
 
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerak
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerakAksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerak
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerak
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
 
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.docKISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
 
Deskripsi Penilaian K13Penilaian kurikulum 2013 pada rapor pendidikan.
Deskripsi Penilaian K13Penilaian kurikulum 2013 pada rapor pendidikan.Deskripsi Penilaian K13Penilaian kurikulum 2013 pada rapor pendidikan.
Deskripsi Penilaian K13Penilaian kurikulum 2013 pada rapor pendidikan.
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
 
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaModul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
 
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptxRevisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Aplikasi Wordwall.

  • 1. Meningkatkan Minat Membaca Siswa Guna Memperbaiki Nilai Pelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Teknologi Modern Aplikasi Wordwall Dalam Proses Pembelajaran STEIVY KARTIKA TUEGEH SDN 3 Jetis Lamongan ABSTRAK Kegiatan membaca merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran. Tanpa minat membaca seseorang tidak akan bisa tertarik untuk mempelajari sesuatu. Dengan membaca bisa meningkatkan Pelajaran Bahasa Inggris. Dengan membaca akan menemukan banyak kosa kata baru yang mungkin tidak diketahui sebelumnya. Proses pembelajaran bahasa Inggris dikemas untuk mengembangkan kemampuan peserta didik menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran dan penilaian merupakan proses terpadu, artinya penilaian dilakukan ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam melakukan proses pembelajaran, guru dapat memilih dan menggunakan beberapa media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat membaca siswa pada buku apalagi semenjak adanya pandemi yang mengharuskan siswa belajar di rumah dengan system online school sehingga peneliti berusaha untuk menemukan cara meningkatkan minat membaca siswa guna memperbaiki nilai prestasi Bahasa Inggris dengan cara menggunakan apliksi wordwall. Dalam penelitian tindakan kelas ini, subyek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN 3 Jetis yang berjumlah 23 siswa. Dilakukan selama 3 bulan tanggal 4 September- 7 Desember 2022. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan vocabulary membaca siswa yang bedampak dengan meningkatnya nilai hasil belajarnya. Kata kunci : Membaca, Penilaian, Teknologi modern, Wordwall PENDAHULUAN Bahasa Inggris merupakan bahasa asing pertama yang resmi diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan , mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menegah Atas/Kejuruan baik swasta atau negeri. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah (Depdiknas) menyadari bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang penting sebagai bahasa internasional. Alasan yang mendasari Ketetapan Pemerintah adalah bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang digunakan oleh seluruh bangsa-bangsa di dunia sebagai bahasa pergaulan.
  • 2. Naisbitt tentang penggunaan bahasa Inggris, mengemukakan: “English is becoming the world first truly unversal language. It’s the native language of some million people in twelve countries, 400 million speak English as a second language. And several hundred million more have some knowledge of English, which has official or semiofficial status in some countries.” (Naisbitt, 1991:40). Pentingnya bahasa Inggris tidak hanya ditentukan oleh banyaknya negara yang menggunakan bahasa tersebut, tetapi tergantung pula dari orang yang menggunakannya, seperti dikemukakan Baugh: “The importance of a language is not just a matter of number territory, but depends also on the importance of the people who speak it.” ( A. C. Baugh, 1978: 3). Tujuan pengajaran bahasa Inggris adalah siswa dapat menggunakan bahasa Inggris , terutama dalam membaca dan memahami buku-buku dan sumber kepustakaan yang lain yang tertulis dalam bahasa Inggris. ((Rombepajung, 1988:5) Di sini dapat kita rasakan betapa penting mata pelajaran bahasa Inggris bagi dunia pendidikan. Bahasa Inggris masih mendominasi dalam perkembangan teknologi informasi. Seperti yang dikemukakan Sprague: “Nowhere is the growing dominance of English clearer than in information technology. Highlighting the challenge is the internet, where 80% of web pages are in English. Since the biggest companies, the hottest star ups and the best research institutions are in U.S., the industry and the technology dance to English lyrics”. (J.Sprague, 1999 : 29). Siswa–siswa yang tidak menguasai bahasa Inggris, besar kemungkinan mereka tidak dapat menguasai teknologi informasi yang berkembang pesat di masa mendatang, seperti dikemukakan Menteri Pendidikan Hongkong : “Our students have no future in the information technology universe if they can not command English as effective media of communication” (Asia Week, July, 1999 : 30) Selain itu rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah permasalahan bagi bangsa Indonesia. Rendahnya kualitas pendidikan ditandai dengan rendahnya kualitas guru dan motivasi siswa untuk belajar serta hasil belajar yang dibawah rata-rata KKM. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan dibutuhkan sebuah inovasi yang seiring dengan perkembangan zaman. Inovasi tersebut dimasukkan ke dalam proses pembelajaran. (Manurung et al., 2020) Internalisasi ilmu pengetahuan ke dalam skemata pelajar merupakan sebuah pembelajaran. Aktivitas siswa sebagai pelajar dan guru sebagai pembelajar ada di proses ini. Pembelajaran diaplikasikan oleh guru mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi yang didukung oleh alat alat bantu yang sesuai. (Syarifudin, 2020). Keberhasilan peningkatan pendidikan, tidak saja berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan para guru, tetapi tergantung sejauh mana guru mau menggunakan kemampuannya dalam praktek pendidikan. Selain sebagai perancang pengajaran, seorang guru harus mampu meningkatkan kemampuan siswa yang berdampak pada keberhasilan belajar siswa terutama untuk mata pelajaran tertentu yang dianggap susah oleh siswa. Karena dengan belajar sambil mengembangkan kemampuan, maka siswa akan memperoleh pengetahuan, pemahaman, serta mengembangkan ketrampilan sehingga tidak mudah terlupakan dan siswa lebih berminat untuk belajar serta belajar akan lebih bermakna. Dalam proses pendidikan, aktifitas belajar merupakan kegiatan inti dengan arti bahwa pendidikan itu sendiri merupakan bantuan yang dihasilkan melalui kegiatan belajar. Berkurangnya motivasi belajar ini tidak menutup kemungkinan menjadikan rendahnya hasil belajar peserta didik, oleh karena itu pemilihan metode pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan yaitu mengembalikan motivasi peserta
  • 3. didik dan ketuntasan dalam setiap kompetensi dasar. Guru memegang peran yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Guru dianjurkan untuk tidak mempertahankan perannya hanya sebagai penyampai materi atau pengetahuan saja, namun juga dituntut untuk bisa mendukung pengetahuan para peserta didik dalam mengeksplorasi dan kreatifitasnya dalam menyelesaikan masalah melalui pembelajaran yang disampaikan Guru harus mampu memilih dan menggunakan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. National Educational Association (NEA) (2012:3) bahwa “4 keterampilan khusus yang paling penting untuk guru yaitu berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas”. Empat kemampuan tersebut sangat penting untuk dicapai peserta didik agar dapat ikut berperan serta dalam memenuhi tantangan dan persaingan global di abad ke-21 (Dewi, 2020) Perubahan kurikulum yang terjadi sekarang ini sejalan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan global. Perubahan itu adalah dari kurikulum yang memberikan penekanan pada materi ke kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan proses pembelajaran dalam rangka mencapai kompetensi yang ditargetkan. Dengan demikian, penyelenggaraan proses pembelajaran berorientasi pada penguasaan kompe tensi sasaran oleh peserta didik sesuai dengan konteks lingkungannya, sehingga guru didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning). Kurikulum di Indonesia mewajibkan Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa yang harus dipelajari karena Bahasa Inggis merupakan bahasa internasional. Untuk menguasai bahasa Inggris, ada 4 keterampilan yang wajib dikuasai yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Selain itu vocabulary merupakan salah satu komponen yang tidak kalah penting dalam mempelajari bahasa Inggris (Azizah, 2020; Raveloarinirina & Tou, 2017; Sulistiana et al., 2019). Kemampuan guru dalam meningkatkan kualitas .pendidikan merupakan kompetensi pedagogik. (Susanto, 2021) Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru terkait dalam interaksi edukatif dan mencakup pengkondisian kesiapan belajar di kelas, yang mencakup pula bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa. Minat baca adalah satu stimulus yang mendorong seseorang tertarik untuk membaca suatu sumber belajar. Membaca menurut Tarigan : suatu proses yang menuntut agar keompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan agar makna kata-kata akan dapat diketahui oleh individu yang melakukan aktivitas. (HG Tarigan, 1990: 7). Sedangkan menurut Pamela : “Reading is the act of interpreting printed and written words. It is a basic tool of education and one of the most important skills in everyday life.” ( Pamela Mc Keown,1978: 153) Hakikat membaca adalah suatu aktivitas penerjemahan symbol ( huruf atau angka) ke dalam kata dan kalimat yang memiliki makna bagi seseorang. (Depdikbud,1977:6). Harris dalam How to increase Reading ability, mengemukakan “Reading is the meaningful interpretation of printed or written verbal symbols. Reading (comprehending) is result of the symbols that represent langage and the reader’s language skills and knowledge of the word. In this process the reader tries to recreate the meaning intended by the writer.” (Albert Harris and Edward R.Spray,1980: 8) Minat membaca timbul karena adanya rangsangan-rangsangan yang dapat memotivasi seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan, sperti yang dikemukakan Giehre minat baca timbul karena: a) adanya tujuan untuk mengetahui hal-hal yang terkandung dalam bacaan itu; b) adanya keinginan untuk melonggarkan keterikatan manusia; c) ingin mencari keteraturan dan kebenaran hakiki. (Kurt Franz dan Benhard Meier, 1986: 8). Rosidi
  • 4. memberikan saran mendorong minat baca: kebiasaan yang harus dipupuk,dan dibina. Pembinaan tidak hanya sebatas penguasaan teknik membaca apa saja, melainkan juga pada pemilihan bahan bacaan, sehingga anak harus secara cepat dan tepat menentukan apakah bahan bacaan itu ada nilai/ manfaat untuk dibaca.(Ajip Rosidi,1983:76). Aktivitas membaca perlu diupayakan sebagai suatu kegemaran atau kebiasaan bagi setiap anak. Membiasakan anak gemar membaca itu tidak mudah, karena banyak faktor lain yang lebih dominan terhadap kegemaran anak, misalnya lingkungan, acara televisi dll. Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa minat baca adalah dorongan atau keinginan yang tumbuh dengan sendirinya dari dalam diri seseorang untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, melalui bahan cetak untuk mencapai suatu tujuan.yang dinginkan. Minat baca di sini dimaksudkan minat membaca buku-buku berbahasa Inggris selain buku teks mata pelajaran bahasa Inggris, buku-buku bahasa Inggris lainnya seperti buku cerita, komik, novel, majalah dan sebagainya. Dapat diuga pebelajar yang memiliki minat baca buku-buku berbahasa Inggris akan memiliki penguasaan kata-kata dalam bahasa Inggris yang luas dan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi dalam mata pelajaran bahasa Inggris, sebaliknya pebelajar yang tidak atau kurang memiliki minat baca buku-buku bahasa Inggris akan memperoleh hasil belajar yang rendah dalam mata pelajaran bahasa Inggris Berdasarkan pengamatan di lapangan ada beberapa siswa kelas 4 yang pasif dan malas untuk membaca buku apabila guru menyuruh untuk membaca mereka hanya diam dan merasa bosan dan tidak tertarik pada pembelajaran Bahasa Inggris sehingga perbendaharaan kata mereka akhirnya berkurang yang menjadi penyebab masalah mulai dari kesalahan pada pengejaan, pengucapan, dan pemilihan kata yang tepat dalam menulis maupun berbicara. Penguasaan vocabulary di dalam Bahasa Inggris sangatlah penting baik untuk mendengar, berbicara, membaca, dan terlebih lagi dalam menulis (Hidayati, 2020; S.AvilaVarela et al., 2021). Menurut Juhendi (dalam Apriandari, 2019) dalam penelitiannya mengatakan bahwa vocabulary adalah sebuah aspek penting dalam bahasa, karena ia hadir di setia kemapuan bahasa yang meliputi mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Banyak orang menyadari bahwa vocabulary mereka sangat terbatas sehingga mereka mendapatkan kesulitan dalam menyampaikan ide pikiran mereka. Untuk memudahkan anak dalam mempelajari bahasa, maka diperlukan pemahaman mengenai kosakata yang merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran suatu bahasa, sehingga penting bagi seseorang untuk menguasai dan terus meningkatkan kemampuan bahasanya. Penguasaan vocabulary juga akan mendukung kegiatan siswa dalam mengemukakan pendapat, serta mengutarakan maksud dan tujuan (Azizah, 2020). Dengan demikian, vocabulary adalah unsur dasar yang harus dikuasai seorang siswa sebelum mempelajari suatu bahasa (Anindyajati & Choiri, 2017). Tanpa penguasaan vocabulary yang cukup, maka ide tidak dapat disampaikan. Siswa harus mengetahui arti dari kosa kata tersebut, bisa mengeja kosa kata dengan tepat, bisa menggunakan kosa kata dengan tepat di dalam kalimat dan bisa mengucapkan dengan tepat. Era revolusi industri 4.0 menekankan pada pentingnya elaborasi literasi digital yang menghubungkan kemampuan teknologi dan pedagogik untuk meningkatkan pembelajaran hasil di ketiga domain yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap. (Susanto, Rachmatullah, & Rachbini, 2020) Teknologi informasi dan komunikasi semakin lama semakin canggih jika dikaitkan dengan perkembangan zaman. (Agustina & Susanto, 2017) Teknologi dijadikan salah satu inovasi sebagai media
  • 5. pembelajaran (alat bantu mengajar) di bidang pendidikan. (Nugroho et al., 2021) Terdapat peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 65 tahun 2013 mengenai teknologi yang terdapat pada ayat 13 yang berisi TIK dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Karena adanya kebijakan tersebut, guru dituntut untuk menggunakan media berbasis TIK dalam pembelajarannya. (Tjahjono et al., 2020) Dari pengamatan di lapangan, guru telah memiliki laptop dan ketersediaan infocus di setiap kelasnya. Diperoleh data bahwa pemanfaatan teknologi pembelajaran belum sepenuhnya dilakukan sebagai bagian dari proses belajar. Kondisi ini diperkuat dengan hasil studi pendahulu berupa wawancara yang menggambarkan pendapat guru bahwa penggunaan media merepotkan dan membutuhkan waktu yang banyak. Hal tersebut berakibat kepada siswa yang mengalami demotivasi karena rasa bosan dan jenuh karena pembelajaran berpaku pada buku dan peran komunikasi guru. Penggunaan media menjadi bagian sebuah keterampilan manajemen kelas dalam kerangka pengkondisian belajar dan unsur dari kompetensi pedagogik yang menjadi kompetensi kunci guru. Dengan menggunakan media ini memungkinkan siswa untuk berlomba-lomba menggapai juara atau nilai terbaik sehingga motivasi siswa meningkat. (Lestari, 2021). (Susanto & Rozali, 2022) Sebagai penerapan kompetensi pedagogik yang secara mendasar sangat mempengaruhi motivasi dalam proses dan hasil belajar yang terbentuk dalam kemampuan berpikir siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada para siklus, maka peneliti menggunakan game edukasi yaitu wordwall untuk meningkatkan minat membaca siswa. Walaupun sebenarnya ada banyak sekali Teknik yang bisa meningkatkan minat membaca siswa tapi peneliti memilih untuk menggunakan media ini. Wordwall adalah website yang menyediakan berbagai game edukasi yang bertujuan sebagai alat bantu dan evaluasi penilaian yang menyenangkan bagi siswa. Penggunaannya pun mudah digunakan oleh siswa yang dapat diakses melalui gadget dan laptop. Dan terbukti ketika ada pembelajaran yang membutuhkan gawai ataupun bermain di computer sekolah mereka sangat antusias. Games edukasi berbasis wordwall merupakan sebuah aplikasi pembelajaran berbasis game digital yang memiliki berbagai fitur kuis dengan kombinasi warna, gambar bergerak, dan suara berupa game yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik di dalam pembelajaran. Game Wordwall memudahkan pendidik berkreasi dalam mengevaluasi materi kepada siswa. (Khairunisa, 2021). Kelebihan dari game wordwall yaitu memiliki berbagai fitur dan sangat fleksibel, dapat menarik perhatian siswa karena bersifat permainan, dapat digunakan dalam semua mata pelajaran, membuat siswa berkreativitas, membangun karakter bekerja sama dengan teman, dan pelaksanaan yang sederhana. Sedangkan kekurangan dari game wordwall yaitu membuat permainan dalam wordwall membutuhkan waktu yang cukup lama, karena antusiasnya siswa maka guru mungkin akan kewalahan dalam menertibkan siswa. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan media wordwall dapat meningkatkan minat membaca siswa dibandingkan dengan menggunakan media bacaan/teks biasa. Manfaat dari penelitian ini dapat memberi atmosfer dalam mengembangkan minat baca siswa melalui media wordwall sehingga mampu meningkatkan nilai Pelajaran Bahasa Inggris. METODE PENELITIAN
  • 6. Penelitian ini melibatkan 23 peserta didik kelas 4 SDN 3 Jetis yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan yaitu dilaksanakan pada tanggal 4 September 2022 sampai pada 7 Desember 2022 dengan judul Meningkatkan Minat Membaca Siswa Guna Memperbaiki Nilai Pelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Teknologi Modern Aplikasi Wordwall Dalam Proses Pembelajaran. Penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara (1) merencanakan (2) melaksanakan (3) merefleksikan tindakan secara kolaboratif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.(Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, 2010), Masalah PTK harus berawal dari guru itu sendiri yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Prosedur penelitian yang diterapkan antara lain: 1) Perencanaan; 2) Pelaksanaan Tindakan; 3) Observasi; 4) Refleksi. Untuk mengawali penelitian diadakanlah pra siklus lalu siklus 1 dan 2. Berdasarkan pengamatan siklus awal peserta didik masih belum ada peningkatan sedangkan siklus kedua sudah mulai terlihat adanya kenaikan. Berikut tabel pra siklus. Tabel Pra Siklus Tabel Pra Siklus Nilai Kategori Peserta didik Prosentase 90-100 Baik sekali 80-89 Baik 2 8.7 % 70-69 Cukup 8 34.8 % 60-69 Kurang 4 17.4 % < 60 Kurang baik 9 39.1 % Dari hasil data rekapitulasi pada tabel diatas, dapat diketahui jumlah anak sebelum tindakan yang memiliki kemampuan membaca dengan kriteria baik 2 peserta didik, cukup 8 peserta didik, kurang 4 peserta didik dan sangat kurang 13 peserta didik. Berikut disertakan table Tingkat pencapaian hasil belajar siswa Lembar Tingkat Pencapaian Hasil Belajar Siswa Per Siklus no Kondisi awal Siklus I Siklus II Ket
  • 7. Nilai dari aspek pencapaian hasil belajar f % F % 10-19 Indikator keberhasilan penelitian ini sedikitnya75 % jumlah siswa telah dapat mencapai KKM Rata- rata minimal mencapai KKM 20-29 30-39 40-49 5 22 50-59 4 17 60-69 4 17 6 26 70-79 8 35 5 22 5 22 80-89 2 9 8 35 7 30 90-99 4 17 6 26 100 5 22 KKM Nilai terendah Nilai tertinggi Prosentase tuntas Prosentase belum Nilai rata-rata kelas 65 40 80 59,6 39 61 65 60 90 74,3 26 74 65 70 100 85,2 100 Dari hasil tabel di atas terlihat ada peningkatan prestasi belajar pada peserta didik dengan menggunakan aplikasi game wordwall. dimana pada pra siklus ada 10 peserta didik atau 44 %, pada siklus I ada 17 Peserta didik atau 74 %, pada siklus II ada 23 peserta didik atau 100%, ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan berhasil dan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan 75% telah terpenuhi.
  • 8. Dari tabel diatas membuktikan dengan beberapa tindakan yang dilakukan guru terutama dalam membimbing peserta didik dalam menumbuhkan minat membaca menggunakan wordwall mampu meningkatkan hasil nilai belajar Bahasa Inggris siswa kelas 4 SDN 3 Jetis Lamongan. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil tindakan yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dan indikator- indikator yang telah ditetapkan, maka dapat dikemukakan simpulan sebagai berikut peserta didik sudah mulai ada kenaikan nilai. Dengan pemanfaatan media dalam proses pembelajaran diharapkan dapat tercapai peningkatan kemampuan siswa. Penggunaan media wordwall dapat membuat siswa lebih kreatif dan menyerap daya tangkap yang cepat di karenakan mudahnya belajar kosakata dengan bantuan media wordwall. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes yang dilakukan peneliti yaitu menunjukkan adanya peningkatan perkembangan. Penerapan media wordwall diharapkan mampu memotivasi siswa untuk mengenali lebih banyak kosakata maupun jenis-jenisnya dalam hal ini seiring dengan kendala yang dihadapi siswa pada saat membaca. Peningkatan yang ditandai dengan kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal menyebutkan, menunjukkan dan menuliskan kosakata.Akhir dari analisis membuktikan pemanfaatan media wordwall efektif untuk menambah perbendaharaan kosakata peserta didik (Idrus et al., 2021). Indikator penggunaan game edukasi berbasis wordwall yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan dari sintesis teori yaitu : (1) media digunakan dengan prinsip belajar sambil bermain, (2) dapat menimbulkan ketertarikan siswa, (3) dapat digunakan dengan mudah oleh siswa, (4) menumbuhkan perasaan senang mencoba belajar dengan game wordwall, (5) menumbuhkan kemampuan daya ingat siswa, (6) menumbuhkan kreativitas siswa, dan (7) memiliki kesesuaian dalam pembelajaran Bahasa inggris dengan literasi (numerik, bahasa, dan data). Sedangkan indikator motivasi belajar yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan dari sintesis teori yaitu:(1) kesadaran untuk belajar tanpa paksaan, (2) kebutuhan untuk pencapaian tujuan belajar, (3) semangat belajar), (4) sikap tidak mudah 0 20 40 60 80 100 120 Afgan fara hajir Bagus wahyu arif zuhri aini Dika dedek aldo kiswa ferdi Iqbal Tiyon Zidan Nabila Nayla Nisa Tasya ayu dhoni Yuni Tingkat pencapaian hasil belajarasiswa Tingkat pencapaian hasil belasar per siklus Pra siklus Siklus I Siklus II
  • 9. putus asa, dan (5) upaya atau tindakan untuk mencapai hasil belajar yang baik. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian dilakukan oleh (Imanulhaq & Prastowo, 2022) dengan judul “Edugame Wordwall : Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris”. KESIMPULAN Penelitian ini menghasilkan adanya perubahan sikap setelah siswa menggunakan media edugame wordwall dalam pembelajaran. Sama halnya seperti penelitian yang dilakukan peneliti bahwa penggunaan game edukasi berbasis wordwall menjadi sebuah inovasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat membaca siswa tapi juga mampu meningkatkan nilai keberhasilan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Oleh karena itu game wordwall layak diterapkan dalam proses pembelajaran hal ini disebabkan karena memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran. DAFTAR PUSTAKA Anindyajati, Y. R., & Choiri, A. S. (2017). The Effectiveness of Using Wordwall Media to increase Science- Based Vocabulary of Students with Hearing Impairment. European Journal of Special Education Research, 2(2), 1–13 Apriandari, T. (2019). Improving Students’ English Vocabulary Through The Use of Riddles Techniques. Faculty of Education and Teacher Training Ar-Raniry State Islamic University Banda AcehKusumawati, Mia. 2015. Penelitian Pendidikan Penjasorkes. Bandung : Alfabeta Harris, A. J. & Spray, E. R. (1980). How to increase reading ability. New York: Longman Inc. Franz, K., & Benhard, M. (1986). Membina minat baca. Bandung : Remaja Karya Finocchiaro, M. (1973). The foreign language: A guide for teacher. New York: Regents Publishing Co. Inc Baugh, A. C., & Cable, T. (1978). A history of the English language. London : Prentice Hall Inc Tarigan, H. G. (1990). Membaca sebagai suatu keterampilan. Bandung: Angkasa Lestari, R. D. (2021). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Daring Melalui Media Game Edukasi Wordwall di Kelas IV SDN 01 Tanahbaya Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Ilmiah Profesi Guru, 02(02), 1–6. Nugroho, O. F., Damayantie, I., & Pratiwi, R. (2021). Menciptakan Keterampilan Guru Abad 21 Melalui Pendekatan Stem + Art. Seminar Dan Call Papper, 1(1), 103–107. Khairunisa, Y. (2021). Pemanfaatan Fitur Gamifikasi Daring Maze chase–Wordwall sebagai Media Pembelajaran Digital Mata Kuliah Statistika dan Probabilitas. MEDIASI - Jurnal Kajian Dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi, 2(1), 41–47. Arikunto, Suharsimi, 2010. Penelitian Tindakan Kelas, Jakatra : Bumi Aksara Totanes, B. C. & Arceli, M. A. (2020). Critical Scaffolding Method: A Proposed Instructional Strategy on Critical Literacy in Reading English Literary Texts. The Asian EFL Journal September 2020, Issue 5 Volume. Page 38-64: ELE Publishing Scanlon, D. M., Anderson, K. L., & Sweeney, J. M. (2010). Early Intervention for Reading Difficulties. New York: The Guilford Press.